Articles by "Daerah"

Aceh Afif Maulana Agam AIDS Aipda Dian WR AirterjunLembahAnaiMeluap Aksibersihpantai AksiJalanan Aleknagari Amak Lisa AmalanBulanRajab AnakHanyut AndreRosiade AnjingPelacak anthropophobia Antikorupsi ApdateKorbanBencanaSumatera Apelsiaga Apeltanggapbencana Arif maulana Arosuka Artikel Artis Minang Asusila balapliar BalapMotor Bali Balikpapan BandarNarkobaKabur Bandung BangunanLiar Banji Banjir BanjirAceh BanjirAgam BanjirBandang BanjirPadang BanjirSumatera BanjirSumbar BanjirSumut bansos banten BantuanBencanaAcehHilang BantuanKorbanBencanaPasbar Banyuwangi Bapenda BareskrimPolri Batam BatangArau Batuk BBM BeaCukai bencana Bencana alam Bencanaalam BencanaAlamSumateraBarat BencanaHidrometeorologi BencanaKotaPadang BencanaSumatera BencanaSumbar BerantasNarkoba BeritaDaerah BibitSiklonTropis95B BKSDA BMKG BNNPSumbar BNNsumbar BNPB BobonSantoso Box Redaksi BPBDKabupatenAgam BPBDPadang BPBDSumbar BPHMigas BPJNSumbar BPKB BrimobPoldaSumbar Brimobuntukindonesia BRISuperLeague bukit sitinurbaya Bukittinggi BungaBangkai BungaRafflesia BWSS V padang BWSSV BWSSVPadang Calon Bupati cemburubuta CerintIrallozaTasya Cikampek Cikarang CuacaEkstrem cuacapanasekstrem curanmor Daerah danabos Dandrem 032 WBR dankodaeral II Demonstrasi Denpasar Depok DeptCollector Dharmasraya Dinas sosial DinasPendidikanSumbar DinasPerpusipPadang DinasPerpustakaandanArsip DinasPertanian dinassosial dinassosialpadang Dirlantas Dirlantas Polda Sumbar DirlantasPoldaSumbar Disdukcapil DitlantasPoldaSumbar DitpolairudPoldaSumbar DPCPKBkotapadang DPDRI DPR DPRD Padang DPRDpadang DPRDsumbar DPUPR DPUPRPadang dubalangkota EmpatPilar Enarotali Evakuasi festival sepakbola Filipina FlyOver Galodo GalodoLembahAnai gangguanhormon GanjaKering gaya hidup GayaHidup gempa GempaBumi gerakcepatdinsos gorontalo GrasstrackMotocross Gresik GunungMerapiErupsi gurbernurriaukenaottkpk HAM HargaCabaiNaik Haripahlawan Harisumpahpemuda Hidroneteologi Hipnotis HismawaMigas HIV Hot New HubunganSesamaJenis hukum Huntara HUT Humaspolri ke 74 HUT80Brimob Hutan IKW IKWRI IlegalFishing IlegalMinning IllegalLogging Indonesia Indonesia. indonesiamaju infrastruktur Intan jaya Internasional irigasi Islam Islami Jakarta Jakarta Selatan JalanLembahAnaiPutus JalanLongsor JalanRetak Jambi Jawa Tengah Jayapura Jayawijaya JembatanPutus JembatanRetak Jogyakarta jurnalis JusufKalla K9 Kabupaten Agam kabupaten dharmasraya Kabupaten Solok KabupatenAgam KabupatenDharmasraya KabupatenPasaman KabupatenPasamanBarat KabupatenPesisirSelatan KabupatenpPasaman kabupatenSolokSelatan KafeKaraoke KafeKaroke KAI Sumbar Kakorlantas kakorlantaspolri KAN kapolres kapolressijunjung Kapolri KarangTaruna kasat narkoba KasusMedis keamanan KeamananPublik kebakaran KebakaranPasarPayamumbuh KebatanGunungNagoPutus kecamatankototangah kecelakaan kegiatanrutin KejariDharmasraya kejaripadang kejaripesel KejatiSumbar kekerasan kelangkaanBBM kelangkaansolar Kemenag Kemenhut Kemenkes Kementrian PU kementriankebudayaan KementrianLingkunganHidup KemuliaanBulanRajab kendaraan KeracunanMakanan Kesehatan keselamatan bersama keselamatan kerja kesiapsiagaan kesunyian malam KetahananPangan ketertiban umum KetertibanUmum Kiwirok KKB KLHK Kodim 0307 Tanah Datar KomnasHAM komplotanganjalATM KorbanBanjirAgam KorbanBrncanaAgam Korem 032/WB Korpolairud korupsi Kota Padang KotaBukittinggi KotaPadang KotaPariaman KPK Kriminal KRYD KUHP KumpulanDo'a Laksamanamuda Lampung LayananKesehatan LembahAnai Lembang Leonardy LGBT life style lifestyle Lima Puluh Kota LimaPuluhKota lingkungan listrikilegal literasi lombok timur Longsor LongsorKampusUINImambonjol LowonganKerjaPalsu Madiun Magelang MahardikaMudaIndonesia MahasiswiHilang MahyeldiAnsharullah Makan Bergizi Gratis Makasar Malalak MalPraktek ManfaatAirKelapa manila MapolsekMuaraBatangGadisDibakarMasaa MataElang Medan MengelolaAirUntukNegri mentalhealth Mentawai Mesum Mimika Miras MirasIlegal MobilBencanaDibakarMassa MobilPatwalPoldaSumbarKecelakaan MobilSatpolPPAcehDibakarMassa MobilTerbakar MogokKerja MTsN10pesisirselatan Muhammadiyah mutilasibayi nagarisolokambah nagarisulitair narkoba Narkotika Nasioanl Nasional ngaraisianok NinjaSawit NTT odgj OjekOnline OknumGuruLGBT Oksibil olahraga Opini OprasiKeselamatanSinggalang2026 OprasiLilinSinggalang2025 oprasimalam OprasiSinggalang2026 oprasitumpasbandar2025 oprasizebra2025 oprasizebrasinggalang2025 OrangHanyut OTTKPK PADA Padang Padang panjang Padang Pariaman PadangAman PadangPariaman PadangRancak PadangSigap Pahlawannasional pajak air tanah Palimanan pandekarancak PanenRaya pantaipadang Papua parenting Pariaman Parlemen Pasaman Pasaman barat pasamanbarat pasang pasarrayapadang Pasuruan Payakumbuh PDAM PeduliBencana Pekanbaru Pelalawan pelayananhumanis PelayananPublik pelayanansosial PelemikBantuanAsing PemakamanMasalKorbanBencanaSumbar Pemasyarakatan PembabatanHutan PembalakanHutanMentawai pembalakanLiar Pembinaan PembinaanWargaBinaan Pembunuhan pemerasan Pemko Padang PemkoPadang PemulihanBencana PemutihanPajakKendaraan pencabulan PencarianKorbanBanjirPadang Pencirian PenculikanAnak Pencurian Pendidikan penegakanhukum penemuanbayi penemuanJanin PenemuanJasadBayo penemuanmayat Penertiban Pengancaman pengangguran penganiayaan Pengeroyokan Penggelapan PenggelapanMotor Penjarahan Perbankan Perceraian Perdagangan peristiwa peristiwadaerah perlindungananak Persami PersijaJakarta pertahanan PerumdaAirMinum Pesisir Selatan PesisirSelatan Peti PJN PKL PolaMakan PolantasMenyapa Polda banten Polda Jabar Polda Kalbar Polda Metro Jaya polda Papua POLDA SulBar POLDA SUMBAR PoldaRiau Poldasumbar PoldaSumut Polhut Policegoestoscool Polisi Politik polPP polres Polres 50 kota Polres Dharmasraya Polres Mentawai Polres Padang panjang Polres Pasaman Polres Pasaman Barat Polres Solok Polres solok selatan PolresPadang polrespasaman polrespasamanbarat polrespasbar PolresPayakumbuh polrespesel PolresSolokKota polresSolokSelatan Polresta bukittinggi Polresta Padang PolresTanahDatar polrestapadang POLRI PolriPresisi Polsek bungus barat Polsek Koto Tangah Padang Polsek Lubeg Pontianak PrabowoSubianto PrajuritTNITewas PrediksiCuaca premanisme Presiden RI PrestaPadang ProyekNasional psp padang Ptostitusi PuanMaharani Puncak jaya Purwakarta jawabarat QuickWins Razia RekeningDormant Religi RevisiKUHP Riau RidwanKamil RokokIlegal RutanPadang sabu Sajam SakitPerut Sarkel SatgasDamaiCartenz satgasoprasidamai satlantaspolresta SatpolPP SatpolPPAceh Sawahlunto Sawmil SeaGamen2025 segmen sianok seherman SekolahRakyat Semarang semenpadang SemenPadangFC Senjatatajam sepakbola sepakbolaindonesia SepakBolaWanita Serang ServisKendaraanGratisKorbanBanjirAgam SiagaBencana SigapMembangunNegriUntukRakyat Sijunjung sikat singgalang2025 silent treatment simulasibencana Sinkhole siswismptewassaathiking sitinjaulauik Skoliosis SMA1pulaupunjung sobatlalulintasrancakbana solok Solok selatan solokarosuka solokselatan solsel Sosialisasi SPBUganting SPPG STNK Strongpoint subsidi ilegal sukabumi Sulawesi Tenggara Sumatera Barat SumateraBarat Sumaterbarat Sumatra barat Sumbar SungaiKuranji Surabaya swasembadapangan TambangEmasIlegal tambangilegal TambangIlegalSumbar Tanah datar tanahdatar tanggapdarurat TanggapDaruratBencana tawuran TawuranNarkoba Terbaru Ternate Timika Papua timklewang TimnasIndonesiaU22 TimnasWanitaIndonesia TNI TPUTunggulHitam Transformasi Digital Transformasi polri transpadang TransparansiPublik transportasi TrukTerbakar tsunamiDrill Tuak Uin UIN IB Padang UNP UpadateKorbanBencanaSumatera UpdateKorbanBanjirSumatera UpdateKorbanBencanaAlam UpdateKorbanBencanaSumatera Utama UUMD3 Viral WargaBinaan Yalimo Yogyakarta Yuhukimo
Tampilkan postingan dengan label Daerah. Tampilkan semua postingan

 



Serasinews.com, PASAMAN – Ketenteraman malam akhir pekan di Kecamatan Tigo Nagari, Kabupaten Pasaman, terusik setelah tim gabungan menggelar operasi penyakit masyarakat (pekat), Sabtu malam (7/2/2026) sekitar pukul 23.00 WIB. Dalam razia tersebut, enam orang pengunjung dan seorang pemilik kafe diamankan karena kedapatan mengonsumsi minuman keras di tempat umum.

Enam pengunjung yang terjaring terdiri dari empat perempuan dan dua laki-laki. Mereka ditemukan sedang menenggak minuman keras jenis bir sambil menikmati musik dengan suasana pencahayaan remang-remang di salah satu kafe di Nagari Ladang Panjang.

Operasi ini melibatkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Damkar Kabupaten Pasaman bersama Polres Pasaman serta Subdenpom 1/4-4-C Pasaman. Tim gabungan menyisir sejumlah lokasi yang diduga menjadi tempat aktivitas penyakit masyarakat di wilayah Tigo Nagari.

Kepala Satpol PP & Damkar Kabupaten Pasaman, Yusrizal, mengatakan bahwa operasi pekat tersebut merupakan langkah rutin pemerintah daerah dalam menegakkan peraturan serta menjaga ketenteraman dan ketertiban umum.

“Razia ini rutin kita laksanakan sebagai upaya menekan penyakit masyarakat. Selain penindakan, ini juga menjadi peringatan agar masyarakat dan pelaku usaha mematuhi aturan daerah,” ujarnya, Minggu (8/2/2026).

Ia menjelaskan, penertiban mengacu pada Peraturan Daerah Kabupaten Pasaman Nomor 12 Tahun 2016 tentang Ketenteraman dan Ketertiban Umum, yang melarang konsumsi minuman keras di tempat umum serta aktivitas yang mengganggu kenyamanan masyarakat.

Dalam operasi tersebut, petugas memeriksa tiga kafe di wilayah Tigo Nagari. Namun, hanya satu kafe yang kedapatan masih beroperasi hingga larut malam dan melakukan pelanggaran.

Kepala Seksi Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat (Kasi Tibumtranmas) Satpol PP & Damkar Pasaman, Zulfahmi, menyebut pelanggaran terlihat jelas saat petugas masuk ke lokasi.

“Saat kami lakukan pemeriksaan, pengunjung sedang mengonsumsi miras dengan musik dan lampu remang-remang. Aktivitas ini jelas melanggar ketentuan,” katanya.

Selain para pengunjung, pemilik kafe turut diamankan. Seluruhnya dibawa ke Markas Komando Satpol PP & Damkar Pasaman untuk dimintai keterangan dan diproses sesuai peraturan yang berlaku.

Satpol PP & Damkar Pasaman menegaskan, operasi serupa akan terus dilakukan secara berkelanjutan guna menciptakan rasa aman, nyaman, dan tertib di tengah masyarakat.

(Rini/Mond

#Daerah #KabupatenPasaman

#KafeKaroke


Serasinews.com, Solok Selatan – Aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) yang merambah kawasan hutan di Kabupaten Solok Selatan kembali terbongkar. Balai Penegakan Hukum (Gakkum) Kehutanan Wilayah Sumatra bersama Satgas Halilintar Penanganan Kawasan Hutan (PKH) melakukan operasi penertiban di kawasan Padang Aro, Kecamatan Sangir, Sumatera Barat.

Operasi yang berlangsung sejak 24 Januari 2026 ini menyasar area hulu Sungai Batang Hari, kawasan strategis yang berfungsi sebagai penyangga ekosistem dan sumber air masyarakat. Wilayah tersebut mencakup hutan lindung dan hutan produksi yang secara tegas dilarang untuk aktivitas pertambangan.

Alat Berat Ditemukan di Tengah Kawasan Hutan

Dalam operasi gabungan yang melibatkan aparat Gakkumhut, Satgas PKH, serta unsur TNI, petugas menemukan empat unit alat berat jenis ekskavator yang diduga kuat digunakan untuk aktivitas tambang emas ilegal.

Keempat ekskavator tersebut ditemukan tersebar di kawasan hutan produksi Lubuk Gadang dan hutan lindung. Seluruh alat berat berada dalam kondisi tidak beroperasi dan ditinggalkan begitu saja. Bahkan, satu unit ekskavator dilaporkan tertimbun material tanah dan batuan, menandakan intensitas aktivitas tambang yang cukup tinggi.

“Alat berat ditemukan tanpa operator. Diduga para pelaku sudah melarikan diri sebelum petugas tiba di lokasi,” ujar Kepala Balai Gakkum Kehutanan Wilayah Sumatra, Hari Novianto, Selasa (27/1/2026).

Evakuasi Terkendala Akses Jalan

Upaya pengamanan dan evakuasi alat berat belum dapat dilakukan. Tim gabungan menghadapi kendala berupa pemblokiran jalan oleh sebagian warga Jorong Jujutan yang menutup akses utama menuju lokasi tambang.

Hingga Senin malam (26/1/2026), alat berat masih berada di dalam kawasan hutan karena akses belum dapat dilalui.

“Kami terus berkoordinasi dengan Forkopimda dan pemerintah daerah. Proses mediasi dengan masyarakat masih berlangsung,” jelas Hari.

Ancaman Serius Bagi Lingkungan

Menurut Gakkum Kehutanan, praktik PETI tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga berdampak langsung terhadap kerusakan lingkungan. Aktivitas tambang ilegal berpotensi merusak tutupan hutan, mencemari aliran sungai, serta meningkatkan risiko banjir dan longsor.

Hutan di wilayah Solok Selatan memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem, terutama di kawasan hulu Sungai Batang Hari yang berdampak luas hingga ke daerah hilir.

Komitmen Penindakan Berkelanjutan

Gakkum Kehutanan menegaskan akan terus melakukan penindakan terhadap aktivitas PETI, termasuk menelusuri pihak-pihak yang bertanggung jawab atas penggunaan alat berat di kawasan hutan.

Operasi ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah tidak mentolerir perusakan hutan dan berkomitmen menjaga kelestarian lingkungan demi keselamatan masyarakat.

(Rini/Mond

#PETI #TambangIlegalSumbar

#Daerah #KabupatenSolokSelatan

 

Serasinews.com, Pasaman - Seorang mahasiswi Universitas Andalas (Unand) yang mengikuti program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Nagari Ladang Panjang, Kecamatan Tigo Nagari, Kabupaten Pasaman, sempat dinyatakan hilang sebelum akhirnya ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri di sebuah kebun sawit, Sabtu (24/1/2026) malam.

Mahasiswi tersebut sebelumnya meninggalkan posko KKN di Batu Karuik pada Sabtu sore untuk mencari jaringan internet. Karena keterbatasan sinyal di sekitar posko, korban diketahui berjalan semakin jauh ke arah area perkebunan.

Menurut keterangan ketua regu KKN setempat, sebelum kehilangan kontak, korban sempat mengirimkan titik lokasi terakhir melalui ponselnya. Lokasi tersebut menunjukkan posisi korban berada di kawasan kebun sawit yang cukup jauh dari permukiman warga.

Setelah beberapa jam tidak dapat dihubungi, rekan-rekan KKN merasa khawatir dan segera melaporkan kejadian tersebut kepada warga sekitar. Pencarian pun dilakukan secara bersama-sama dengan menyusuri area sesuai titik koordinat terakhir yang diterima.

Korban akhirnya ditemukan dalam kondisi pingsan dan langsung dievakuasi untuk mendapatkan pertolongan pertama. Hingga malam hari, kondisi korban dilaporkan mulai membaik dan dalam penanganan pihak terkait.

Di sisi lain, beredar cerita di tengah masyarakat bahwa lokasi ditemukannya korban berada di dekat area pemakaman yang dikenal cukup angker oleh warga setempat. Meski demikian, mahasiswa KKN dan warga menegaskan bahwa tidak ada kepastian terkait isu tersebut dan fokus utama adalah keselamatan korban.

Pihak terkait mengingatkan seluruh peserta KKN agar lebih waspada selama menjalankan kegiatan, menghindari bepergian seorang diri, serta selalu berkoordinasi dengan rekan satu tim dan masyarakat setempat.

(Rini/Mond

#Peristiwa # MahasiswiHilang

#Daerah # KanupatenPasaman


Serasinews.com, Bukittinggi — Kecelakaan lalu lintas beruntun yang melibatkan tiga unit mobil terjadi di kawasan By Pass, Gulai Bancah, Kota Bukittinggi, pada Senin (26/1/2026) pagi.

Dalam kejadian tersebut, satu unit mobil Suzuki R3 dilaporkan terguling dan masuk ke dalam selokan di pinggir jalan. Sementara dua kendaraan lain yang terlibat dalam kecelakaan ini masing-masing adalah satu unit mobil L300 dan sebuah mobil box.

Hingga berita ini diturunkan, kronologi pasti terjadinya kecelakaan masih belum diketahui. Kondisi para pengemudi maupun penumpang dari masing-masing kendaraan yang terlibat juga masih dalam pendataan oleh pihak berwenang.

Petugas kepolisian tampak berada di lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengatur arus lalu lintas yang sempat mengalami kemacetan akibat insiden tersebut. Warga sekitar turut membantu proses evakuasi kendaraan dari lokasi kejadian.

Pihak kepolisian hingga saat ini belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab kecelakaan maupun jumlah korban. Kasus kecelakaan beruntun ini masih dalam penanganan aparat kepolisian setempat.

(Eri)

#Peristiwa #Daerah #Kecelakaan #KotaBukittinggi


 

Serasinews.com, Padang — Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Padang kembali melakukan pengawasan dan penertiban terhadap Pedagang Kaki Lima (PKL) yang masih melanggar aturan dengan berjualan di atas fasilitas umum, Rabu (21/1/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan pemerintah daerah dalam menjaga ketenteraman dan ketertiban umum di wilayah Kota Padang.

Penertiban tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Seksi Operasional dan Pengendalian (Kasi Opsdal) Satpol PP Kota Padang dengan menyasar sejumlah titik yang selama ini kerap ditemukan pelanggaran. Langkah ini dilakukan guna memastikan fasilitas umum dapat digunakan sesuai peruntukannya dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat.

Lokasi pertama yang menjadi sasaran penertiban berada di kawasan Alang Laweh, Kecamatan Padang Selatan. Di kawasan ini, petugas mendapati sejumlah PKL yang menggunakan trotoar sebagai tempat berjualan. Kondisi tersebut dinilai mengganggu akses pejalan kaki serta berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Dari lokasi tersebut, petugas mengamankan beberapa barang bukti berupa payung, meja, dan kursi yang digunakan untuk berjualan. Seluruh barang bukti kemudian dibawa ke Markas Komando (Mako) Satpol PP Kota Padang untuk diproses sesuai ketentuan yang berlaku.

Masih di wilayah Alang Laweh, tepatnya di kawasan Taman Aliran Sungai Kenangan, petugas kembali menemukan PKL yang memanfaatkan area taman dan sekitarnya untuk berdagang. Padahal, taman merupakan ruang publik yang disediakan untuk aktivitas rekreasi dan kenyamanan warga. Sejumlah gerobak PKL di lokasi tersebut turut diamankan.

Penertiban selanjutnya dilakukan di wilayah Padang Utara, tepatnya di sepanjang Jalan K.H. Ahmad Dahlan. Di lokasi ini, Satpol PP kembali mengamankan berbagai barang milik PKL yang berjualan di fasilitas umum, di antaranya gerobak, termos, serta tabung gas elpiji 3 kilogram yang dinilai berpotensi menimbulkan risiko keselamatan.

Kepala Satpol PP Kota Padang, Chandra Eka Putra, S.IP., M.Si., menjelaskan bahwa kegiatan penertiban tersebut merupakan bentuk penegakan Peraturan Daerah (Perda) Kota Padang Nomor 1 Tahun 2025 tentang Ketenteraman dan Ketertiban Umum.

“Penertiban ini dilakukan karena masih ditemukan pedagang yang menggunakan trotoar, taman, dan badan jalan untuk berjualan. Padahal fasilitas tersebut diperuntukkan bagi kepentingan masyarakat luas,” ujarnya.

Chandra menegaskan bahwa dalam setiap pelaksanaan tugas, Satpol PP selalu mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis. Petugas terlebih dahulu memberikan teguran dan imbauan kepada para pedagang agar mematuhi aturan yang berlaku.

“Meski di lapangan masih ada PKL yang kurang kooperatif, personel kami tetap bertindak profesional, menghindari tindakan represif, dan menjaga situasi tetap aman serta kondusif,” tambahnya.

Ia juga mengimbau kepada seluruh PKL dan masyarakat agar bersama-sama mematuhi peraturan daerah, tidak memanfaatkan fasilitas umum untuk berdagang, serta turut menjaga ketertiban dan keindahan Kota Padang demi kenyamanan bersama.

(Rini/Mond)

#PolPP #Padang #Daerah #PKL


 

Serasinews.comPadang — Penertiban pedagang kaki lima (PKL) di Kota Padang oleh Satpol PP bukan tindakan sewenang-wenang. Pemerintah menegaskan, setiap langkah dilakukan sesuai aturan hukum, mulai dari sosialisasi hingga pengamanan sementara barang dagangan.

Kepala Satpol PP Kota Padang, Chandra Eka Putra, S.IP., M.Si., menyatakan bahwa tujuan penertiban bukan sekadar mempercantik kota, tetapi untuk menegakkan Peraturan Daerah (Perda) demi ketertiban, kelancaran lalu lintas, dan kenyamanan masyarakat.

“Penertiban dilakukan ketika ada pelanggaran, misalnya berdagang di tempat terlarang atau memanfaatkan fasilitas umum yang bukan peruntukannya,” jelas Chandra, Rabu (14/01/2026).

Dasar hukum yang jelas

Kewenangan Satpol PP berasal dari:

UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah

PP Nomor 16 Tahun 2018 tentang Satpol PP

Di tingkat daerah, Perda Ketertiban Umum dan Perda Penataan serta Pemberdayaan PKL menjadi acuan dalam menentukan: zona berdagang, area larangan, dan mekanisme relokasi pedagang.

Tahapan penertiban

Satpol PP mengutamakan pendekatan persuasif, dengan langkah-langkah:

Sosialisasi aturan dan lokasi berdagang

Teguran lisan

Teguran tertulis

Pengamanan sementara barang jika pelanggaran berulang

Barang yang diamankan tidak disita permanen, dan pedagang dapat mengambilnya kembali sesuai prosedur resmi.

Mengedepankan hak dan kemanusiaan

Setiap anggota Satpol PP diwajibkan menjunjung tinggi:

asas kemanusiaan

asas proporsionalitas

hak-hak pedagang

Tindakan kasar, intimidasi, atau di luar prosedur tidak dibenarkan.

Menata kota tanpa mematikan ekonomi rakyat

Pemerintah menyadari PKL adalah bagian penting ekonomi kota. Penertiban diarahkan untuk:

menata lokasi berdagang yang layak

mengatur zonasi agar tidak mengganggu lalu lintas

membina dan memberdayakan PKL agar tetap bisa berusaha

Dengan penegakan aturan yang tegas namun manusiawi, diharapkan tercipta keseimbangan antara penataan kota dan kelangsungan usaha PKL. Penertiban di Padang bukan sekadar operasi lapangan, tetapi proses hukum yang jelas dan menjunjung hak pedagang.

(Mond/Rini)

#PolPP #Padang #Daerah


 

Serasinews.com, Padang - Pemerintah Kota Padang melalui Satpol PP menegaskan komitmennya menjaga fasilitas umum. Senin (12/1/2026), lima bangunan liar yang berdiri di badan jalan dan menutup drainase di Simpang Alai, Kelurahan Cupak Tangah, Kecamatan Pauh dibongkar.

Operasi dilakukan secara terencana dengan melibatkan Satpol PP, Kecamatan Pauh, dan Kelurahan Cupak Tangah. Petugas menertibkan lokasi sejak pagi, menggunakan alat pemotong, palu, dan kendaraan operasional. Bangunan yang menjorok ke jalan dan menutup saluran drainase pun diratakan satu per satu.

Kepala Satpol PP, Chandra Eka Putra, S.IP., M.Si., menegaskan pembongkaran dilakukan setelah tahapan persuasif. “Pemilik bangunan sudah diberi surat perintah bongkar dengan batas waktu 3×24 jam dan imbauan untuk membongkar sendiri. Karena tidak diindahkan, petugas mengambil tindakan tegas sesuai aturan,” ujarnya.

Bangunan liar ini bukan hanya melanggar aturan, tetapi juga mengganggu arus lalu lintas dan berpotensi menyebabkan banjir saat hujan. Tindakan tegas ini sekaligus menjadi peringatan bagi warga lain agar tidak mendirikan bangunan di fasilitas umum.

Chandra menegaskan, Satpol PP akan terus melakukan pengawasan untuk memastikan lingkungan tetap tertib, aman, dan nyaman bagi seluruh masyarakat. Ruang publik harus dikembalikan untuk kepentingan bersama, bukan kepentingan individu.

(Rini/Mond

#PolPP #BangunanLiar #Daerah #Padang


 

Serasinews.com, Tanah Datar — Razia Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang digelar Polres Tanah Datar di kawasan Pulau Aia Tamu, Batang Ombilin, Nagari Simawang, Kecamatan Rambatan, Sabtu malam (10/1/2026), justru membuka dugaan serius adanya kebocoran informasi. Lokasi tambang yang selama ini disebut aktif, mendadak senyap saat aparat tiba.

Operasi yang dipimpin langsung Kapolres Tanah Datar AKBP Nur Ichsan Dwi Septiyanto tersebut tidak menemukan satu pun penambang maupun alat operasional di lokasi. Tidak terdengar suara mesin dompeng, tidak terlihat aktivitas pengerukan, hanya deretan pondok kosong di bantaran sungai yang menjadi saksi aktivitas tambang ilegal sebelumnya.

Razia ini dilakukan menyusul laporan masyarakat yang resah akibat dampak PETI terhadap lingkungan, terutama pencemaran sungai dan kerusakan ekosistem. Namun hasil di lapangan justru memunculkan kecurigaan baru.

Lokasi sudah bersih sebelum razia

Aparat menduga kuat para pelaku telah lebih dahulu melarikan diri setelah menerima informasi terkait rencana operasi. Sejumlah peralatan diduga telah diamankan, sementara pondok-pondok yang ditinggalkan tampak kosong tanpa aktivitas.

Sebagai langkah penegakan hukum dan pencegahan, petugas membakar pondok-pondok liar yang digunakan sebagai tempat tinggal sekaligus basis aktivitas PETI.

Polisi bidik pemodal dan pelindung

Kapolres Tanah Datar AKBP Nur Ichsan Dwi Septiyanto menegaskan, pemberantasan PETI tidak akan berhenti meski razia kali ini tidak membuahkan penangkapan.

“Tambang ilegal ini jelas melanggar hukum dan berdampak besar terhadap lingkungan serta masyarakat. Kami tidak akan berhenti. Penindakan akan terus dilakukan, termasuk menelusuri pemodal dan pihak yang membekingi,” tegasnya, Senin (12/1/2026).

Ia memastikan kepolisian akan meningkatkan patroli, melakukan pemetaan jaringan, serta menggali informasi terkait dugaan keterlibatan oknum tertentu.

Nagari terdampak, warga resah

Wali Nagari Simawang, Firman Malin Panduko, menyatakan aktivitas PETI telah lama menjadi keluhan masyarakat. Menurutnya, sungai yang menjadi sumber air warga kini terancam tercemar.

“Kerusakan sungai langsung berdampak pada kehidupan masyarakat. Kami mendukung penuh langkah aparat agar tambang ilegal ini benar-benar dihentikan,” ujarnya.

Ketua BPRN Nagari Simawang, Ms Dt Rajo Nan Hitam, juga menolak keras segala bentuk PETI yang merusak alam dan tatanan sosial nagari.

“Ini bukan sekadar soal tambang, tapi soal keberlangsungan hidup masyarakat dan lingkungan,” katanya.

Pertanyaan belum terjawab

Kosongnya lokasi tambang saat razia berlangsung meninggalkan tanda tanya besar di tengah publik. Dugaan kebocoran informasi, kemungkinan adanya pelindung, serta kuatnya jaringan PETI menjadi pekerjaan rumah aparat penegak hukum.

Polres Tanah Datar menyatakan akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, pemerintahan nagari, dan masyarakat untuk mengungkap jaringan PETI secara menyeluruh.

Razia ini menegaskan satu hal: tambang ilegal boleh berhenti sementara, namun kerusakan yang ditinggalkan masih nyata dan menunggu penanganan serius.

(Rini/Mond)

#PETI #TambangIlegal #TanahDatar #Daerah


 

Serasinews.com, Dharmasraya – Jalan menuju perkebunan PT TKA di Kecamatan Asam Jujuhan, Senin (11/01), dipenuhi warga dari Nagari Alahan Nan Tigo dan Nagari Lubuk Besar. Mereka datang membawa satu pesan tegas: hak kebun plasma 20 persen harus segera direalisasikan.

Sejak pagi hari, ratusan warga berkumpul dan membentangkan spanduk tuntutan di sepanjang akses jalan perusahaan. Tulisan-tulisan bernada protes dan seruan kepatuhan hukum menjadi penanda bahwa aksi ini bukan sekadar luapan emosi, melainkan tuntutan atas hak yang selama ini dinilai terabaikan. Aparat keamanan terlihat berjaga, memastikan aksi berjalan aman dan terkendali.

Dalam orasi yang disampaikan secara bergiliran, masyarakat membeberkan dasar tuntutan mereka. PT TKA diketahui menguasai lahan perkebunan dengan status Hak Guna Usaha (HGU) seluas 12.341,4583 hektare, sebagaimana tercantum dalam SK HGU Nomor 04 Tahun 1986 dan Sertifikat HGU Nomor 03. Dengan luasan tersebut, perusahaan berkewajiban menyediakan kebun plasma seluas 2.468,29166 hektare bagi masyarakat sekitar.

Warga menilai kewajiban tersebut merupakan amanat regulasi yang tidak dapat diabaikan. Mereka menyebut, hingga kini realisasi kebun plasma masih belum memberikan kepastian, padahal perusahaan telah beroperasi dalam jangka waktu yang lama.

Sejumlah spanduk aksi secara gamblang mencantumkan rujukan hukum, di antaranya Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 43 Tahun 2011 serta Putusan Pengadilan Negeri Pulau Punjung Nomor 50/Pdt.G/2022/PN Pul. Bagi warga, pencantuman aturan dan putusan pengadilan itu menjadi penegasan bahwa tuntutan mereka memiliki dasar hukum yang jelas.

Masyarakat berharap keberadaan perusahaan besar di wilayah mereka tidak hanya meninggalkan jejak eksploitasi lahan, tetapi juga menghadirkan keadilan dan kesejahteraan. Kebun plasma dipandang sebagai jalan bagi warga untuk ikut merasakan manfaat ekonomi dari pengelolaan sumber daya di tanah mereka sendiri.

“Perusahaan boleh berusaha, tapi hak masyarakat jangan diabaikan. Kami hanya meminta apa yang seharusnya kami terima,” kata salah seorang warga dalam orasinya.

Aksi damai tersebut berakhir tanpa insiden. Warga menyatakan akan terus menunggu itikad baik dari pihak perusahaan serta peran aktif pemerintah daerah dan instansi terkait. Mereka berharap persoalan kebun plasma ini dapat diselesaikan secara transparan dan berkeadilan, sebelum konflik berkepanjangan tak terhindarkan.

(Mond/Rini)

#Peristiwa #Demonstrasi #Daerah

#KabupatenDharmasraya

 

Serasinews.com, Pesisir Selatan — Tim Sapu Jagat Satresnarkoba Polres Pesisir Selatan mengamankan seorang pria berinisial R (37), warga Kabupaten Siak, Provinsi Riau, atas dugaan penyalahgunaan narkotika jenis sabu. Penangkapan dilakukan di sebuah rumah di Nagari Ampiang Parak, Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan, Selasa (6/1/2026) sekitar pukul 22.00 WIB.

Pengungkapan kasus ini bermula dari laporan masyarakat yang merasa resah dengan aktivitas mencurigakan di sebuah rumah yang kerap didatangi sejumlah orang pada malam hari. Rumah tersebut diduga menjadi lokasi transaksi sekaligus tempat penyalahgunaan narkotika jenis sabu.

Menindaklanjuti informasi tersebut, Tim Opsnal Satresnarkoba Polres Pesisir Selatan melakukan penyelidikan di lapangan. Setelah memastikan kebenaran laporan warga, petugas langsung bergerak dan melakukan penggerebekan di lokasi yang dimaksud.

Saat penggerebekan berlangsung, polisi mendapati seorang pria berada di dalam kamar dan diduga tengah menggunakan sabu. Petugas kemudian mengamankan pelaku serta menghentikan aktivitas tersebut. Untuk menjamin proses hukum berjalan sesuai prosedur, penggeledahan dilakukan dengan disaksikan warga setempat.

Dari hasil penggeledahan, polisi menemukan sejumlah barang bukti berupa dua paket kecil diduga sabu, satu set alat hisap (bong) yang telah terpasang, serta satu unit telepon genggam android merek Redmi warna hitam. Kepada petugas, tersangka mengakui bahwa seluruh barang bukti tersebut merupakan miliknya dan berada dalam penguasaannya.

Selanjutnya, tersangka beserta barang bukti dibawa ke Mapolres Pesisir Selatan untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut.

Kasatresnarkoba Polres Pesisir Selatan, AKP Hardi Yasmar, S.H., membenarkan penangkapan tersebut. Ia menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan pengamanan tersangka, penyitaan barang bukti, serta penyusunan administrasi penyidikan.

“Saat ini tersangka sudah kami amankan dan proses penyidikan masih terus berjalan sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” ujar AKP Hardi Yasmar.

Ia menegaskan komitmen Polres Pesisir Selatan dalam memberantas peredaran narkotika serta mengapresiasi peran aktif masyarakat yang telah memberikan informasi. Pihaknya juga mengimbau masyarakat agar tidak ragu melapor apabila mengetahui adanya aktivitas mencurigakan terkait narkoba di lingkungan sekitar.

Saat ini, tersangka R masih menjalani pemeriksaan intensif dan terancam dijerat Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman penjara sesuai tingkat keterlibatannya.

(Rini)

#Narkoba #Sabu #Daerah

#KabupatenPesisirSelatan

 

Serasinews.com, Dharmasraya – Dugaan aksi pencurian buah kelapa sawit kembali meresahkan warga Jorong Pekan Jumat, Nagari Abai Siat, Kecamatan Koto Besar. Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (6/1/2026), saat dua orang terduga pelaku kepergok warga sedang membawa buah sawit yang diduga hasil curian dari kebun milik masyarakat.

Aksi tersebut sontak memicu reaksi warga sekitar. Massa berusaha mengejar dan mengamankan pelaku untuk diserahkan kepada aparat penegak hukum. Namun, kedua terduga pencuri berhasil meloloskan diri sebelum berhasil diamankan.

Kendati pelaku kabur, sepeda motor yang diduga digunakan sebagai sarana mengangkut sawit curian ditinggalkan di lokasi kejadian. Emosi warga yang memuncak membuat kendaraan tersebut akhirnya dibakar di tempat kejadian, disaksikan puluhan warga yang memadati area tersebut.

Warga setempat menyebutkan bahwa dua orang tersebut telah lama dicurigai sering melakukan pencurian sawit di wilayah itu. Maraknya kasus serupa membuat para petani merasa dirugikan dan hidup dalam keresahan.

“Pelakunya kabur, tapi motornya tertinggal. Sawitnya sudah kami amankan,” ungkap seorang warga yang tidak ingin disebutkan identitasnya.

Hingga berita ini diturunkan, barang bukti berupa buah sawit masih diamankan warga, sementara belum ada pernyataan resmi dari pihak kepolisian maupun pemerintah nagari terkait penanganan kasus tersebut.

Warga berharap aparat segera melakukan penyelidikan dan mengambil langkah tegas agar aksi pencurian sawit tidak terus berulang dan merugikan masyarakat.

(Rini/Mond

#Pencurian #Daerah #NinjaSawit

#KabupatenDharmasraya

 

Serasinews.com, Agam, Sumatera Barat — Banjir yang dipicu luapan Sungai Asam merendam kawasan Jorong Pasar Rabaa, Nagari Koto Kaciak, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Jumat (2/1) malam. Peristiwa tersebut menyebabkan 17 warga terjebak di dalam rumah hingga akhirnya dievakuasi oleh tim Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kota Padang.

Air banjir dilaporkan mencapai ketinggian sekitar 50 hingga 80 sentimeter dengan arus cukup kuat, menyulitkan warga untuk menyelamatkan diri secara mandiri. Evakuasi dilakukan setelah Basarnas menerima laporan dari Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Agam terkait kondisi darurat di wilayah tersebut.

Koordinator Lapangan Basarnas Padang, Atta Priyono, menyampaikan bahwa tim gabungan Basarnas dan PMI langsung diterjunkan ke lokasi begitu laporan diterima. Petugas menyisir rumah-rumah warga yang tergenang untuk memastikan seluruh penghuni dapat dievakuasi dengan aman.

Sebanyak 17 warga yang terdiri dari anak-anak, orang dewasa, hingga lanjut usia berhasil dipindahkan ke tempat aman, yakni Masjid Nurul Huda Koto Kaciak dan rumah kerabat terdekat.

Menurut Atta, derasnya arus banjir menjadi tantangan utama dalam proses evakuasi. Untuk mengantisipasi risiko, petugas menggunakan tali pengaman saat membantu warga keluar dari rumah.

“Keselamatan warga menjadi prioritas utama. Karena arus cukup deras, evakuasi dilakukan dengan sangat hati-hati,” ujarnya.

Banjir terjadi akibat hujan berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut selama beberapa jam, sehingga Sungai Asam meluap dan air dengan cepat memasuki permukiman warga. Puluhan rumah dilaporkan terdampak dalam kejadian ini.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Seluruh warga yang terdampak berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.

Basarnas dan PMI Agam mengimbau masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir susulan, mengingat curah hujan masih diperkirakan tinggi dalam beberapa hari ke depan.

Warga juga diminta segera mengungsi ke tempat aman apabila ketinggian air kembali meningkat.

(Rini/Mond

#Peristiwa #Daerah #KabupatenAgam

#BanjirAgam



 

Serasinews.com, Padang — Banjir kembali melanda kawasan Pasar Lalang Guo, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Jumat sore (2/1), akibat meluapnya Sungai Batang Kuranji setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut sejak Kamis malam. Puluhan personel Polresta Padang dikerahkan untuk mengevakuasi warga yang terjebak banjir.

Evakuasi dipimpin Kepala Satuan Reserse Narkoba Polresta Padang, AKP Martadius, bersama personel gabungan dari sejumlah satuan. Dengan peralatan seadanya, petugas menerobos genangan air demi mengevakuasi warga yang masih berada di rumah dan area pasar yang terendam.

Luapan sungai menyebabkan rumah warga serta kawasan pasar terendam air dengan ketinggian bervariasi, mulai dari setinggi lutut hingga pinggang orang dewasa. Akibatnya, aktivitas warga lumpuh dan sebagian terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih aman.

Petugas memprioritaskan penyelamatan anak-anak, lansia, dan perempuan yang kesulitan menyelamatkan diri akibat derasnya arus air. Sejumlah warga hanya mampu menyelamatkan barang seperlunya, sementara petugas turut membantu mengamankan dokumen penting dan barang berharga milik warga.

Kapolresta Padang, Kombes Pol Apri Wibowo, menyatakan pihaknya langsung bergerak cepat setelah menerima laporan adanya warga yang terjebak banjir akibat meluapnya sungai.

“Keselamatan warga adalah prioritas utama kami. Begitu menerima laporan, personel langsung kami terjunkan untuk melakukan evakuasi, terutama terhadap kelompok rentan,” ujarnya.

Selain evakuasi, kepolisian juga melakukan pengamanan di lokasi banjir serta pengaturan arus lalu lintas guna mencegah kemacetan dan kecelakaan akibat genangan air di jalan.

Warga setempat menilai banjir kali ini cukup parah karena debit air sungai naik secara tiba-tiba setelah hujan deras berlangsung selama berjam-jam. Beberapa warga mengaku tidak sempat menyelamatkan barang-barang karena air dengan cepat masuk ke rumah.

Kapolresta Padang mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di bantaran sungai dan wilayah rawan banjir, agar tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, mengingat curah hujan masih tinggi.

Hingga Jumat malam, personel Polresta Padang masih bersiaga di lokasi untuk memastikan seluruh warga telah dievakuasi dan mengantisipasi kemungkinan luapan sungai kembali terjadi.

(Rini/Mond)
#Polri #Peristiwa #BanjirPadang #Daerah
#Padang

 

Serasinews.com, Padang – Longsor terjadi di dua titik kawasan Sitinjau Lauik pada Jumat (2/1/2026) sore. Kejadian ini mengakibatkan terganggunya arus lalu lintas di jalur utama yang menghubungkan Kota Padang dengan Solok.

Menindaklanjuti peristiwa tersebut, pihak terkait segera melakukan penanganan dengan berkoordinasi bersama PT Hutama Karya (HK) untuk membersihkan material longsor yang menutupi badan jalan.

Selama proses pembersihan berlangsung, arus lalu lintas diberlakukan sistem satu arah secara bergantian (buka tutup) guna mencegah kemacetan serta menjaga keselamatan para pengguna jalan.

Hingga saat ini, petugas masih berada di lokasi untuk memastikan penanganan berjalan optimal. Masyarakat diimbau agar tetap waspada saat melintas di kawasan tersebut dan mematuhi arahan petugas di lapangan.

(Rini)
#Peristiwa #SitinjauLauik #Longsor
#Daerah #Padang

 

Serasinews.com, Dharmasraya — Jalan penghubung antara Nagari Lubuk Besar dan wilayah Kecamatan Asam Jujuhan, Kabupaten Dharmasraya, kini berada dalam kondisi memprihatinkan. Dari total panjang sekitar 15 kilometer, lebih dari 7 kilometer dilaporkan rusak berat dan sulit dilalui, terutama saat hujan turun.

Ruas jalan yang seharusnya menjadi urat nadi mobilitas warga itu berubah menjadi lintasan berlumpur. Kubangan air, lumpur tebal, dan permukaan jalan licin mendominasi hampir separuh lebih badan jalan. Tak jarang kendaraan roda dua terjatuh, sementara mobil harus didorong secara manual oleh warga karena terperosok lumpur.

“Kalau hujan, jalan ini tidak bisa dilewati dengan normal. Mobil sering terbenam, motor jatuh sudah jadi pemandangan sehari-hari,” kata seorang warga setempat.

Jalur Strategis yang Terabaikan

Jalan ini memiliki peran strategis bagi masyarakat Lubuk Besar dan nagari sekitarnya. Selain menjadi jalur distribusi hasil pertanian dan perkebunan, ruas tersebut juga menjadi akses utama menuju sekolah, fasilitas kesehatan, serta pusat aktivitas ekonomi antar nagari.

Namun kerusakan berkepanjangan membuat roda ekonomi masyarakat tersendat. Biaya angkut meningkat, hasil kebun terlambat dipasarkan, dan waktu tempuh menjadi berlipat ganda.

“Pembeli malas masuk karena jalan rusak. Ongkos naik, hasil kebun susah keluar,” keluh warga lainnya.

Ancaman Nyata bagi Keselamatan

Tak hanya soal ekonomi, kondisi jalan ini juga menyimpan risiko serius bagi keselamatan. Kubangan dalam yang tertutup air sering mengecoh pengendara. Pada malam hari atau saat hujan deras, risiko kecelakaan semakin tinggi.

Sejumlah dokumentasi warga memperlihatkan kendaraan yang terjebak lumpur hingga roda nyaris tenggelam, menegaskan buruknya kondisi infrastruktur tersebut.

Warga Desak Tindakan Nyata

Masyarakat mendesak pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret. Warga menilai perbaikan yang dilakukan selama ini bersifat sementara dan tidak menyentuh akar persoalan.

“Kami tidak meminta yang berlebihan. Ini jalan utama masyarakat. Kalau terus dibiarkan, kami benar-benar terisolasi,” ujar seorang tokoh masyarakat.

Hingga kini, warga masih menunggu komitmen nyata pemerintah daerah untuk memperbaiki jalan tersebut secara menyeluruh. Kerusakan yang terus dibiarkan dikhawatirkan akan memperparah kondisi sosial dan ekonomi masyarakat di wilayah Lubuk Besar dan Asam Jujuhan.

(Rini/Mond)
#Infrastruktur #Daerah
#KabupatenDharmasraya

 

Serasinews.com, Padang — Curah hujan tinggi yang mengguyur Kota Padang sejak Jumat dini hari (2/1/2026) menyebabkan bencana longsor di kawasan Pagambiran Ampalu Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung. Peristiwa tersebut terjadi di RT 04/RW 18 dan sempat mengagetkan warga setempat.

Tanah di perbukitan sekitar permukiman dilaporkan menjadi tidak stabil akibat hujan deras yang berlangsung selama beberapa jam. Kondisi ini memicu longsoran tanah dan lumpur yang bergerak ke arah permukiman warga, menimbun sejumlah rumah di bawahnya.

Sebelum longsor terjadi, warga sempat mendengar suara gemuruh dari arah perbukitan. Suara tersebut membuat warga panik dan segera berupaya menyelamatkan diri. Beberapa warga berhasil keluar dari rumah sesaat sebelum material longsor menghantam bangunan.

Tim gabungan yang terdiri dari BPBD Kota Padang, TNI, Polri, serta relawan langsung dikerahkan ke lokasi kejadian untuk melakukan evakuasi dan pendataan. Hingga kini, proses pembersihan material longsor masih berlangsung dengan menggunakan peralatan manual maupun alat berat.

Belum terdapat laporan resmi mengenai korban jiwa. Namun, dampak longsor menyebabkan kerusakan parah pada sejumlah rumah dan memaksa beberapa warga mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Pemerintah daerah mengimbau masyarakat yang bermukim di wilayah rawan longsor agar tetap waspada dan segera mengantisipasi kemungkinan bencana susulan, mengingat intensitas hujan di Kota Padang masih berpotensi tinggi dalam beberapa hari ke depan.

(Rini/Mond

#Longsor #Peristiwa #Padang # Daerah


 

Serasinews.com, Padang — Curah hujan sedang hingga lebat yang mengguyur Kota Padang sejak Kamis malam hingga Jumat dini hari (2/1/2026) mengakibatkan terjadinya jalan amblas di kawasan Batu Busuk, Kelurahan Kapalo Koto, Kecamatan Pauh. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 01.45 WIB dan menyebabkan akses transportasi warga setempat terputus total.

Dari hasil pemantauan di lokasi, bagian jalan yang amblas diperkirakan sepanjang 15 meter. Kerusakan terlihat cukup parah karena badan jalan runtuh ke arah sungai, sehingga tidak memungkinkan untuk dilalui baik oleh kendaraan roda dua maupun roda empat.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, menyampaikan bahwa kejadian ini dipicu oleh tingginya curah hujan yang berlangsung dalam waktu lama. Kondisi tersebut menyebabkan debit Sungai Batu Busuk meningkat dan menggerus tanah di sekitar struktur jalan.

“Curah hujan yang cukup tinggi sejak malam hari membuat debit sungai naik drastis. Struktur tanah di sekitar jalan menjadi labil dan tidak mampu menahan beban, sehingga terjadi amblas,” jelas Hendri.

Usai kejadian, BPBD Kota Padang bersama Babinsa, relawan Rumah Zakat, serta warga setempat segera turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan awal, mengamankan area, dan memasang rambu peringatan agar tidak dilalui masyarakat.

Hingga Jumat pagi, petugas masih melakukan pemantauan secara intensif. Hujan yang masih turun dikhawatirkan dapat memperburuk kondisi tanah dan memicu longsor susulan di sepanjang aliran sungai.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka, kejadian ini berdampak besar terhadap mobilitas warga. Jalan yang amblas merupakan akses utama masyarakat Batu Busuk menuju pusat kota dan wilayah sekitarnya. Akibat terputusnya jalur tersebut, warga terpaksa menggunakan jalur alternatif yang lebih jauh dan memakan waktu tempuh lebih lama.

BPBD Kota Padang mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di sekitar Sungai Batu Busuk, untuk tetap waspada dan menjauhi lokasi kejadian demi keselamatan. Masyarakat juga diminta segera melapor apabila menemukan tanda-tanda bahaya seperti retakan tanah, pergeseran bangunan, atau peningkatan debit air sungai secara tiba-tiba.

Saat ini, BPBD masih berkoordinasi dengan instansi terkait untuk melakukan kajian teknis serta merencanakan langkah penanganan lanjutan agar akses jalan dapat segera dipulihkan.

(Rini/Mond

#Peristiwa #BanjirPadang #Padang

#Daerah


Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.