Articles by "BanjirSumatera"

Aceh Afif Maulana Agam AIDS Aipda Dian WR AirterjunLembahAnaiMeluap Aksibersihpantai AksiJalanan Aleknagari Amak Lisa AmalanBulanRajab AndreRosiade AnjingPelacak anthropophobia Antikorupsi ApdateKorbanBencanaSumatera Apelsiaga Apeltanggapbencana Arif maulana Arosuka Artikel Artis Minang Asusila balapliar BalapMotor Bali Balikpapan BandarNarkobaKabur Bandung BangunanLiar Banji Banjir BanjirAceh BanjirAgam BanjirBandang BanjirPadang BanjirSumatera BanjirSumbar BanjirSumut bansos banten BantuanBencanaAcehHilang BantuanKorbanBencanaPasbar Banyuwangi Bapenda BareskrimPolri Batam BatangArau Batuk BBM BeaCukai bencana Bencana alam Bencanaalam BencanaAlamSumateraBarat BencanaHidrometeorologi BencanaKotaPadang BencanaSumatera BencanaSumbar BerantasNarkoba BibitSiklonTropis95B BKSDA BMKG BNNPSumbar BNNsumbar BNPB BobonSantoso Box Redaksi BPBDKabupatenAgam BPBDPadang BPBDSumbar BPHMigas BrimobPoldaSumbar Brimobuntukindonesia BRISuperLeague bukit sitinurbaya Bukittinggi BungaBangkai BungaRafflesia BWSS V padang BWSSV BWSSVPadang Calon Bupati cemburubuta CerintIrallozaTasya Cikampek Cikarang CuacaEkstrem cuacapanasekstrem curanmor Daerah danabos Dandrem 032 WBR dankodaeral II Demonstrasi Denpasar Depok DeptCollector Dharmasraya Dinas sosial DinasPendidikanSumbar DinasPerpusipPadang DinasPerpustakaandanArsip DinasPertanian dinassosial dinassosialpadang Dirlantas Dirlantas Polda Sumbar DirlantasPoldaSumbar Disdukcapil DitlantasPoldaSumbar DitpolairudPoldaSumbar DPCPKBkotapadang DPDRI DPR DPRD Padang DPRDpadang DPRDsumbar DPUPR DPUPRPadang dubalangkota EmpatPilar Enarotali Evakuasi festival sepakbola Filipina Galodo GalodoLembahAnai gangguanhormon GanjaKering gaya hidup GayaHidup gempa GempaBumi gerakcepatdinsos gorontalo GrasstrackMotocross Gresik GunungMerapiErupsi gurbernurriaukenaottkpk HAM HargaCabaiNaik Haripahlawan Harisumpahpemuda Hidroneteologi Hipnotis HismawaMigas HIV Hot New HubunganSesamaJenis hukum Huntara HUT Humaspolri ke 74 HUT80Brimob Hutan IKW IKWRI IlegalFishing IlegalMinning IllegalLogging Indonesia Indonesia. indonesiamaju infrastruktur Intan jaya Internasional irigasi Islam Islami Jakarta Jakarta Selatan JalanLembahAnaiPutus JalanLongsor JalanRetak Jambi Jawa Tengah Jayapura Jayawijaya JembatanPutus JembatanRetak Jogyakarta jurnalis JusufKalla K9 Kabupaten Agam kabupaten dharmasraya Kabupaten Solok KabupatenAgam KabupatenDharmasraya KabupatenPasamanBarat KabupatenPesisirSelatan kabupatenSolokSelatan KafeKaraoke KAI Sumbar Kakorlantas kakorlantaspolri kapolres kapolressijunjung Kapolri KarangTaruna kasat narkoba KasusMedis keamanan kebakaran KebakaranPasarPayamumbuh KebatanGunungNagoPutus kecamatankototangah kecelakaan kegiatanrutin KejariDharmasraya kejaripadang kejaripesel kekerasan kelangkaanBBM kelangkaansolar Kemenag Kemenhut Kemenkes Kementrian PU kementriankebudayaan KementrianLingkunganHidup KemuliaanBulanRajab kendaraan KeracunanMakanan Kesehatan keselamatan bersama keselamatan kerja kesiapsiagaan kesunyian malam ketertiban umum KetertibanUmum Kiwirok KKB KLHK Kodim 0307 Tanah Datar KomnasHAM komplotanganjalATM KorbanBanjirAgam KorbanBrncanaAgam Korem 032/WB Korpolairud korupsi Kota Padang KotaPadang KotaPariaman KPK Kriminal KRYD KUHP KumpulanDo'a Laksamanamuda Lampung LembahAnai Lembang Leonardy LGBT life style lifestyle Lima Puluh Kota LimaPuluhKota lingkungan listrikilegal literasi lombok timur Longsor LongsorKampusUINImambonjol LowonganKerjaPalsu Madiun Magelang MahardikaMudaIndonesia MahyeldiAnsharullah Makan Bergizi Gratis Makasar Malalak MalPraktek ManfaatAirKelapa manila MapolsekMuaraBatangGadisDibakarMasaa MataElang Medan MengelolaAirUntukNegri mentalhealth Mentawai Mesum Mimika Miras MirasIlegal MobilBencanaDibakarMassa MobilPatwalPoldaSumbarKecelakaan MobilSatpolPPAcehDibakarMassa MogokKerja MTsN10pesisirselatan Muhammadiyah mutilasibayi nagarisolokambah nagarisulitair narkoba Narkotika Nasioanl Nasional ngaraisianok NinjaSawit NTT odgj OknumGuruLGBT Oksibil olahraga Opini OprasiLilinSinggalang2025 oprasimalam oprasitumpasbandar2025 oprasizebra2025 oprasizebrasinggalang2025 OrangHanyut OTTKPK PADA Padang Padang panjang Padang Pariaman PadangAman PadangPariaman PadangRancak PadangSigap Pahlawannasional pajak air tanah Palimanan pandekarancak pantaipadang Papua parenting Pariaman Parlemen Pasaman Pasaman barat pasamanbarat pasang pasarrayapadang Pasuruan Payakumbuh PDAM PeduliBencana Pekanbaru Pelalawan pelayananhumanis pelayanansosial PelemikBantuanAsing PemakamanMasalKorbanBencanaSumbar PembabatanHutan PembalakanHutanMentawai pembalakanLiar Pembunuhan pemerasan Pemko Padang PemkoPadang PemulihanBencana PemutihanPajakKendaraan pencabulan PencarianKorbanBanjirPadang Pencirian PenculikanAnak Pencurian Pendidikan penegakanhukum penemuanbayi penemuanJanin PenemuanJasadBayo penemuanmayat Penertiban Pengancaman pengangguran penganiayaan Pengeroyokan Penggelapan Penjarahan Perbankan Perceraian Perdagangan peristiwa peristiwadaerah perlindungananak Persami PersijaJakarta pertahanan PerumdaAirMinum Pesisir Selatan PesisirSelatan Peti PJN PKL PolaMakan PolantasMenyapa Polda banten Polda Jabar Polda Kalbar Polda Metro Jaya polda Papua POLDA SulBar POLDA SUMBAR PoldaRiau Poldasumbar PoldaSumut Polhut Policegoestoscool Polisi Politik polPP polres Polres 50 kota Polres Dharmasraya Polres Mentawai Polres Padang panjang Polres Pasaman Polres Pasaman Barat Polres Solok Polres solok selatan PolresPadang polrespasaman polrespasamanbarat polrespasbar PolresPayakumbuh polrespesel PolresSolokKota polresSolokSelatan Polresta bukittinggi Polresta Padang PolresTanahDatar polrestapadang POLRI PolriPresisi Polsek bungus barat Polsek Koto Tangah Padang Polsek Lubeg Pontianak PrabowoSubianto PrajuritTNITewas PrediksiCuaca premanisme Presiden RI PrestaPadang psp padang Ptostitusi PuanMaharani Puncak jaya Purwakarta jawabarat QuickWins Razia RekeningDormant Religi RevisiKUHP Riau RidwanKamil RokokIlegal sabu Sajam SakitPerut Sarkel SatgasDamaiCartenz satgasoprasidamai satlantaspolresta SatpolPP SatpolPPAceh Sawahlunto Sawmil SeaGamen2025 segmen sianok seherman SekolahRakyat Semarang semenpadang SemenPadangFC Senjatatajam sepakbola sepakbolaindonesia SepakBolaWanita Serang ServisKendaraanGratisKorbanBanjirAgam SiagaBencana SigapMembangunNegriUntukRakyat Sijunjung sikat singgalang2025 silent treatment simulasibencana Sinkhole siswismptewassaathiking sitinjaulauik Skoliosis SMA1pulaupunjung sobatlalulintasrancakbana solok Solok selatan solokarosuka solokselatan solsel Sosialisasi SPBUganting SPPG STNK Strongpoint subsidi ilegal sukabumi Sulawesi Tenggara Sumatera Barat SumateraBarat Sumaterbarat Sumatra barat Sumbar SungaiKuranji Surabaya swasembadapangan TambangEmasIlegal tambangilegal TambangIlegalSumbar Tanah datar tanahdatar tanggapdarurat TanggapDaruratBencana tawuran TawuranNarkoba Terbaru Ternate Timika Papua timklewang TimnasIndonesiaU22 TimnasWanitaIndonesia TNI TPUTunggulHitam Transformasi polri transpadang transportasi TrukTerbakar tsunamiDrill Tuak Uin UIN IB Padang UpadateKorbanBencanaSumatera UpdateKorbanBanjirSumatera UpdateKorbanBencanaAlam UpdateKorbanBencanaSumatera Utama UUMD3 Viral Yalimo Yogyakarta Yuhukimo
Tampilkan postingan dengan label BanjirSumatera. Tampilkan semua postingan

 

Serasinews.com, Jakarta — Bencana hidrometeorologi yang melanda Sumatera pada penghujung 2025 terus menelan korban. Hingga Rabu, 10 Desember 2025 pukul 14.40 WIB, BNPB melaporkan 969 orang meninggal dan 254 orang masih hilang akibat banjir besar dan longsor yang menghantam Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.
Data terbaru ini diperoleh melalui Dashboard Penanganan Banjir dan Longsor Sumatera, yang terus diperbarui seiring proses evakuasi yang belum berhenti.

Jumlah korban tersebut meningkat dibandingkan sehari sebelumnya, di mana korban meninggal tercatat 964 jiwa. Kenaikan lima korban dalam waktu kurang dari 24 jam mencerminkan masih ditemukannya korban baru di sejumlah titik bencana.

Aceh Menjadi Pusat Dampak Terparah

BNPB merinci sebaran korban meninggal sebagai berikut:

Aceh: 391 jiwa
Terjadi penambahan dua korban. Akses menuju beberapa wilayah, seperti Aceh Tengah dan Aceh Besar, masih terputus akibat jembatan dan jalan runtuh.

Sumatera Utara: 338 jiwa
Tidak ada perubahan data, namun pencarian korban hilang masih dipusatkan di Mandailing Natal dan Tapanuli Selatan.

Sumatera Barat: 235 jiwa
Bertambah satu korban dari hari sebelumnya. Agam, Tanah Datar, dan Pesisir Selatan terpantau menjadi area dengan kerusakan paling besar.

Dengan total mendekati 1.000 korban jiwa, peristiwa ini masuk dalam kategori bencana banjir dan longsor paling fatal dalam 10 tahun terakhir.

Kerusakan Infrastruktur Meluas

Bencana ini tidak hanya merenggut nyawa, tetapi juga merusak fasilitas publik secara masif. BNPB mencatat:

1.200 fasilitas umum rusak

434 rumah ibadah terdampak

219 fasilitas kesehatan rusak

290 kantor pemerintahan terdampak

581 fasilitas pendidikan rusak

498 jembatan putus atau rusak berat

157.900 rumah rusak berbagai kategori

Akibatnya, aktivitas masyarakat lumpuh di ratusan titik, dan pelayanan publik banyak yang harus dipindahkan ke fasilitas darurat.

Puluhan Ribu Mengungsi, Kebutuhan Mendesak Meningkat

Laporan lapangan menunjukkan puluhan ribu warga kini tinggal di posko pengungsian, masjid, sekolah, dan tenda darurat. Kebutuhan yang paling mendesak antara lain:

bahan pangan dan air bersih

obat-obatan serta layanan kesehatan darurat

perlengkapan bayi dan lansia

dukungan psikososial untuk anak-anak

Distribusi bantuan masih terkendala cuaca dan akses yang terputus.

Evakuasi Dihadang Medan Berat

Tim dari Basarnas, TNI, Polri, relawan, dan BPBD masih berupaya menemukan 254 korban hilang. Namun medan ekstrem, longsor susulan, serta minimnya alat berat memperlambat proses pencarian.
Beberapa lokasi dilaporkan tertimbun material longsor setebal lebih dari 5 meter, memaksa tim melakukan penggalian manual dengan risiko tinggi.

Status Darurat Tetap Diperpanjang

BNPB menegaskan status tanggap darurat masih berlaku di sejumlah daerah. Pemerintah pusat mengoordinasikan bantuan lintas instansi dan mengimbau masyarakat tetap waspada, mengingat potensi cuaca ekstrem diperkirakan terus berlanjut hingga akhir Desember 2025.

Dengan korban jiwa yang terus bertambah, kerusakan masif, dan puluhan ribu orang mengungsi, bencana di Sumatera ini menjadi tragedi nasional yang meninggalkan duka mendalam dan membutuhkan penanganan jangka panjang.

(Rini/Mond)
#BencanaSumatera #BanjirSumatera #BNPB #UpdateKorbanBanjirSumatera

 

Serasinews.com, Jakarta — Bencana hidrometeorologi yang melanda beberapa provinsi di Pulau Sumatera terus menimbulkan duka. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperbarui data hingga Selasa petang, 9 Desember, menyebutkan jumlah korban meninggal dunia mencapai 964 jiwa, bertambah tiga orang dari sehari sebelumnya. Semua korban tambahan berasal dari Provinsi Aceh, salah satu wilayah yang paling parah terdampak. Sementara itu, korban hilang kini tercatat 264 orang, menurun dari 293 orang, berkat upaya pencarian intensif tim SAR gabungan.

“Evakuasi dan pencarian korban terus dilakukan meski terkendala cuaca dan medan,” ujar perwakilan BNPB.

Hampir 900 Ribu Warga Mengungsi
Dampak bencana juga terlihat dari lonjakan pengungsi yang kini mencapai 894.101 jiwa, tersebar di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Warga terpaksa meninggalkan rumah akibat banjir, longsor, dan rusaknya akses jalan, serta kini bertahan di posko darurat, sekolah, masjid, maupun tenda pengungsian. Kondisi pengungsian masih membutuhkan perhatian terkait ketersediaan makanan siap saji, air bersih, layanan kesehatan, sanitasi, dan perlindungan bagi anak-anak serta lansia.

Distribusi Bantuan Meningkat
BNPB melaporkan percepatan distribusi logistik. Hingga pukul 14.00 WIB, tercatat:

3 pengiriman darat dengan total 14,08 ton

17 pengiriman udara dengan total 17,54 ton

Total bantuan yang didistribusikan dalam sehari mencapai 31,62 ton, sebagian besar berupa bahan makanan dan kebutuhan pokok.

BBM dan Bahan Makanan Dikirim TNI AU
TNI Angkatan Udara juga dikerahkan untuk wilayah terisolasi:

20 drum BBM solar (4 ton) via pesawat CN TNI AU

10 ton bahan makanan via pesawat Hercules

Bantuan tiba di Bandara Rambele, Aceh, dan langsung disalurkan ke Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Tengah, yang sempat terisolasi akibat putusnya jalur darat.

Operasi Kemanusiaan Diperluas
BNPB memastikan operasi kemanusiaan terus dilakukan, termasuk pencarian korban hilang, pemulihan akses logistik, pelayanan kesehatan darurat, dan pendataan kerusakan rumah serta fasilitas umum. Pemerintah juga mengimbau masyarakat tetap waspada karena potensi cuaca ekstrem masih tinggi.

(Rini/Mond)
#BNPB
#UpdateKorbanBanjirSumatera
#BanjirSumatera

 

Serasinews.com,  Sumatera — Jumlah korban jiwa akibat rangkaian banjir bandang dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat kembali bertambah. Hingga Sabtu (6/12/2025), BNPB melaporkan 914 orang meninggal dunia, naik 47 korban dari hari sebelumnya.

Dalam konferensi pers, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, merinci sebaran korban yang membuat publik terkejut:

Aceh: 359 jiwa (naik 14 dari sebelumnya 345)

Sumatera Utara: 329 jiwa

Sumatera Barat: 226 jiwa

“Ini data terbaru hingga Sabtu siang, hasil sinkronisasi dengan tim SAR gabungan di lapangan,” jelas Muhari.

389 Orang Masih Hilang

Jumlah warga yang masih dicari turun dari 521 menjadi 389 orang, sebuah penurunan signifikan yang sedikit memberi harapan di tengah duka. Banyak warga yang awalnya dilaporkan hilang ternyata ditemukan selamat di titik-titik pengungsian.

Meski demikian, Muhari menegaskan bahwa 389 orang yang belum ditemukan merupakan angka sangat besar sehingga setiap menit pencarian sangat menentukan. Tim SAR kini memperluas area pencarian hingga ke sepanjang aliran sungai, hutan terisolasi, dan lembah yang tertimbun longsor.

Mengapa Dampaknya Begitu Dahsyat?

Menurut BNPB dan para akademisi, sedikitnya tiga faktor kunci saling memperparah besarnya bencana di Sumatera.

1. Atmosfer Sangat Aktif: Siklon, Vortex, dan Hujan Ekstrem

Ketua Program Studi Meteorologi ITB, Muhammad Rais Abdillah, menyebut bahwa Sumatera Utara sedang berada pada puncak musim hujan. Sejumlah data menunjukkan:

Curah hujan mencapai 150–300 mm per hari

Beberapa stasiun BMKG mencatat lebih dari 300 mm, setara dengan level ekstrem banjir Jakarta 2020

Pada 24 November terbentuk vortex dari Semenanjung Malaysia yang berkembang menjadi Siklon Tropis Senyar di Selat Malaka

Siklon ini meningkatkan suplai uap air dan memperluas wilayah hujan, sehingga curah hujan menjadi sangat deras, luas, dan berlangsung lama.

2. Kerusakan Lingkungan Memperburuk Dampak

Menurut Heri Andreas, Dosen Teknik Geodesi dan Geomatika ITB, tingginya kerusakan lingkungan mempercepat terjadinya bencana. Hilangnya tutupan vegetasi, perubahan fungsi lahan, ekspansi permukiman dan perkebunan intensif, serta berkurangnya kapasitas tanah menyerap air membuat volume air besar langsung mengalir deras ke lembah dan sungai, memicu banjir bandang.

3. Kapasitas Tampung Wilayah yang Melemah

Banyak wilayah terdampak telah lama berada di titik kritis—sungai menyempit, sedimentasi tinggi, drainase buruk, serta minimnya kawasan resapan. Kondisi ini membuat infrastruktur pengendali air tak lagi mampu menahan limpasan dalam skala besar.

Heri menambahkan bahwa peta bahaya banjir di Indonesia masih belum memadai sehingga mitigasi risiko belum berjalan efektif.

Luka Panjang Sumatera: Antara Kehilangan dan Harapan

Bencana yang menghantam Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sejak akhir November ini menjadi salah satu yang terburuk dalam satu dekade terakhir. Lebih dari 914 keluarga kehilangan orang tercinta, ratusan lainnya masih hilang, dan ribuan warga terpaksa mengungsi.

Meski demikian, kabar ditemukannya penyintas dari daftar orang hilang menjadi secercah harapan di tengah gelombang duka.

Pencarian, evakuasi, dan pemulihan terus dilakukan. Sementara itu, satu pertanyaan besar kembali muncul:

Seberapa siap kita menghadapi bencana yang kini datang kian sering?

(L6)
#UpdateKorbanBanjirSumatera #BencanaAlam #BanjirSumatera

 

Serasinews.com, Jakarta — Gelombang banjir dan longsor yang menghantam Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat memunculkan dampak kemanusiaan yang sangat besar. BNPB melaporkan bahwa hingga Jumat (5/12) jumlah korban meninggal telah mencapai 836 orang, sementara 509 warga masih belum ditemukan. Skala bencana ini menjadikannya salah satu tragedi hidrometeorologi paling mematikan dalam sepuluh tahun terakhir di Indonesia.

Sumatra Utara Paling Parah Terdampak

Korban jiwa terbanyak berasal dari Sumatra Utara, diikuti Provinsi Aceh dan Sumatra Barat. Hujan ekstrem berkepanjangan memperlemah struktur tanah, memicu rangkaian longsor di wilayah perbukitan serta kawasan aliran sungai.
BNPB juga mencatat 2.700 warga mengalami luka-luka, terutama akibat tertimbun material longsor dan terseret arus banjir saat mencari selamat.

Pendataan masih berlangsung karena sejumlah daerah terpencil belum dapat diakses akibat jalan terputus dan banyak jembatan runtuh.

Rumah dan Infrastruktur Luluh Lantak

Kerusakan fisik cukup masif. Sedikitnya 10.500 rumah rusak di 51 kabupaten/kota. Banyak rumah warga dinyatakan tidak layak huni karena kerusakan berat.

Rincian Kerusakan

Fasilitas umum: 536 unit

Fasilitas kesehatan: 25 unit

Sekolah: 326 unit

Rumah ibadah: 185 unit

Gedung/kantor: 115 unit

Jembatan putus: 295 unit

Putusnya ratusan jembatan membuat beberapa wilayah praktis terisolasi. Bantuan hanya dapat didorong melalui helikopter atau jalur air yang aman.

Bantuan Awal Mulai Mengalir

Untuk memenuhi kebutuhan mendesak para penyintas, BNPB telah menyalurkan berbagai bantuan darurat berupa:

4.400 paket sembako

67 koli pakaian

1.100 matras

40 tenda pengungsi

49 perangkat Starlink untuk mengatasi mati total jaringan komunikasi di daerah terdampak

Teknologi satelit tersebut digunakan untuk mempercepat koordinasi tim penyelamat serta memastikan informasi dari lapangan dapat tersampaikan tanpa hambatan.

Evakuasi Masih Berpacu dengan Cuaca

Tim SAR gabungan terus melakukan pencarian korban meski cuaca tidak bersahabat. Hujan susulan memaksa sejumlah operasi dihentikan sementara karena ancaman longsor.
Ribuan warga kini menghuni pos-pos pengungsian dengan kebutuhan utama berupa air bersih, layanan kesehatan, selimut, serta obat-obatan.

BMKG: Potensi Hujan Ekstrem Belum Usai

BMKG kembali memperingatkan bahwa curah hujan tinggi masih berpotensi terjadi beberapa hari ke depan. Pemerintah daerah diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama di kawasan rawan longsor dan banjir.

Luka Mendalam di Tanah Sumatra

Dengan ratusan korban meninggal dan ratusan lainnya masih hilang, bencana ini meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat di tiga provinsi. Pemerintah pusat menyatakan kesiapan menambah personel dan logistik, sekaligus mulai menyiapkan tahap rehabilitasi jangka panjang.

(K)
#BanjirSumatera #Peristiwa #BNPB
#UpdateKorbanBanjirSumatera

 

Serasinews.com, Jakarta – Gelombang bencana terbesar dalam sepuluh tahun terakhir kembali meninggalkan jejak luka mendalam di Sumatera. Banjir bandang serta longsor yang menyapu Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat kini memasuki fase paling memilukan.

Pada Kamis (4/12), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis pembaruan data terbaru: skala kerusakan jauh melampaui perkiraan awal.
Hingga hari ini, 776 orang dilaporkan meninggal dunia, sementara 564 lainnya masih hilang. Di tengah tumpukan puing dan kubangan lumpur, keluarga korban terus mencari harapan yang tersisa.

Selain korban jiwa, 2.600 warga mengalami luka-luka, mulai dari cedera ringan hingga trauma berat. Sumatera Utara tercatat sebagai provinsi yang paling parah terdampak, disusul Aceh dan Sumatera Barat.

10,4 Ribu Rumah Rata Tanah – 51 Kabupaten/Kota Luluh Lantak

Data BNPB menggambarkan betapa dahsyatnya terjangan bencana kali ini. Permukiman dari pesisir hingga lereng bukit porak-poranda. Rumah warga ambruk, fasilitas umum rusak, dan akses antardaerah terputus.

Kerusakan yang tercatat meliputi:

Rumah & Infrastruktur Warga

10.400 rumah hancur

295 jembatan putus, membuat banyak wilayah benar-benar terisolasi

132 rumah ibadah mengalami kerusakan

Fasilitas Publik

354 fasilitas umum terdampak

213 sekolah rusak

100 gedung pelayanan publik lumpuh

9 fasilitas kesehatan rusak, menghambat layanan medis

Ribuan pengungsi kini bertahan di titik-titik penampungan darurat dengan logistik yang masih terbatas.

Bantuan Mengalir: Dari Sembako hingga Starlink

Untuk mempercepat pemulihan darurat, BNPB mengirimkan bantuan ke berbagai lokasi terdampak di tiga provinsi.

Bantuan yang telah disalurkan mencakup:

4.400 paket sembako

49 perangkat Starlink untuk memulihkan komunikasi di wilayah yang terputus

1.100 matras

67 koli pakaian

40 tenda pengungsian

Perangkat Starlink menjadi tulang punggung komunikasi darurat setelah banyak menara BTS roboh dan jaringan fiber optik terputus tertimbun longsor.

Duka Menggenang Bersama Lumpur

Banjir besar yang datang seketika dan longsor yang menyapu pemukiman membuat banyak warga tak sempat menyelamatkan apapun. Tim SAR masih berjuang menembus lumpur setinggi pinggang, sementara alat berat sulit bergerak akibat jalan runtuh.

Di tenda-tenda pengungsian, relawan medis mencatat peningkatan kasus infeksi kulit, demam, dan gangguan psikologis, terutama pada anak-anak dan lansia.

Jalan Panjang Menuju Pemulihan

Meski cuaca mulai membaik, ancaman banjir susulan dan longsor masih membayangi, terutama di kawasan perbukitan yang tanahnya sudah jenuh air. BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan mengikuti instruksi pemerintah daerah.

Bencana ini diperkirakan menjadi salah satu yang paling mematikan dan merusak di Sumatera dalam satu dekade terakhir, menuntut sinergi besar antara pemerintah, relawan, dan masyarakat.

(K)
#BNPB #UpdateKorbanBanjirSumatera
#BanjirSumatera #BencanaAlam

 

Serasinews.com, Jakarta — Curah hujan ekstrem yang menghantam wilayah Sumatra sejak akhir November berubah menjadi bencana besar. Laporan terbaru dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Rabu pagi mencatat 753 korban meninggal, 650 orang hilang, dan lebih dari 2.600 warga terluka. Data ini diperoleh dari pembaruan dashboard resmi penanganan bencana.

Peristiwa ini kini termasuk salah satu bencana hidrometeorologi paling mematikan dalam beberapa tahun terakhir. BNPB menyebutkan dampak terberat dirasakan di tiga provinsi: Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, dengan total warga terdampak mencapai 3,3 juta jiwa.

Korban Menurut Wilayah

Jumlah korban meninggal terbagi atas 301 jiwa di Sumatera Utara, 234 jiwa di Sumatera Barat, dan 218 jiwa di Aceh. Aceh dan Sumbar menjadi wilayah dengan laporan orang hilang terbanyak. Tim SAR masih menjangkau sejumlah area yang lama terisolasi, sehingga angka tersebut diperkirakan dapat bertambah.

Kerusakan fisik juga mencengangkan: sekitar 3.600 rumah rusak berat, 2.100 rusak sedang, dan 3.700 rusak ringan. Banyak jembatan, akses jalan, sekolah, hingga fasilitas kesehatan mengalami kerusakan serius.

Operasi di Lapangan

Basarnas, BNPB, TNI/Polri, serta relawan bergerak serentak melakukan pencarian dan evakuasi. Sejumlah daerah hanya bisa ditembus lewat udara akibat tanah longsor dan jembatan yang runtuh. Kondisi cuaca yang tak menentu memperlambat operasi.

Pemerintah menambah pengiriman logistik dan armada udara untuk menjangkau wilayah terpencil. Pendataan ulang masih dilakukan, sehingga estimasi korban dapat berubah sewaktu-waktu.

Suasana Pengungsian dan Gelombang Bantuan

Di lokasi pengungsian, duka menyelimuti warga yang kehilangan keluarga dan tempat tinggal. Tim medis bekerja intensif menangani luka serta trauma. Dari media sosial, beredar luas gambar permukiman yang rata oleh banjir, rumah terseret arus, dan jalan yang terbelah.

Meski begitu, solidaritas masyarakat terlihat kuat. Relawan lokal, organisasi kemanusiaan, hingga warga dari provinsi lain terus berdatangan membawa logistik dasar, meskipun distribusi kerap terhambat akses yang rusak.

Faktor Penyebab

Ahli meteorologi menyebut hujan ekstrem dipicu sistem sirkulasi siklonik di sekitar perairan Sumatra. Kerusakan lingkungan—mulai dari deforestasi hingga perubahan tata guna lahan—memperbesar risiko banjir bandang dan longsor. Evaluasi tata ruang dan penguatan mitigasi bencana dinilai semakin mendesak.

Kebutuhan Mendesak

Prioritas saat ini meliputi:

Pencarian dan evakuasi korban yang belum ditemukan.

Distribusi logistik: makanan, air bersih, obat-obatan, perlengkapan pengungsian.

Pelayanan kesehatan dan dukungan psikologis bagi pengungsi.

Pembukaan akses sementara untuk mempercepat pergerakan bantuan.

Pendataan identitas korban dan keluarga terdampak.

Melangkah ke Depan

Bencana ini menorehkan luka mendalam bagi jutaan warga. Namun fase pemulihan juga menjadi kesempatan memperbaiki tata kelola lingkungan, memperkuat infrastruktur tahan bencana, dan membangun sistem peringatan dini yang lebih efektif. Dalam waktu dekat, fokus utama tetap pada penyelamatan nyawa serta pemulihan yang adil dan transparan.

(L6)
#BNPB #BanjirSumatera
#BencanaAlam
#UpdateKorbanBanjitSumatera

 

Serasinews.com, Jakarta — Duka di Sumatera kian menebal. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis pembaruan terbaru mengenai banjir dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Pada Selasa (2/12), jumlah korban meninggal melonjak menjadi 604 orang—bertambah lebih dari 160 jiwa hanya dalam satu kali pembaruan.

Kenaikan signifikan ini terjadi setelah tim gabungan akhirnya berhasil mencapai wilayah-wilayah yang sebelumnya terputus oleh lumpur dan material longsor. “Begitu jalur udara terbuka, skala kerusakan baru benar-benar terlihat,” ujar seorang pejabat BNPB dalam laporan resmi lembaga tersebut.

Di tengah temuan itu, 464 orang masih hilang, diduga terseret arus bandang ketika hujan ekstrem mengguyur kawasan perbukitan dan aliran sungai di tiga provinsi tersebut.

Dampak Meluas: 1,5 Juta Warga Terdampak, 570 Ribu Mengungsi

Rentetan bencana ini meninggalkan jejak kehancuran yang amat luas. BNPB mencatat:

1,5 juta jiwa terdampak langsung

570.700 orang mengungsi di 50 kabupaten/kota

Di banyak lokasi, tenda pengungsian menjelma menjadi pulau-pulau kecil tempat warga bertahan hidup. Anak-anak belajar menggunakan modul darurat, dapur umum bergantian beroperasi, dan para lansia memandangi puing rumah mereka yang rata dengan tanah.

Kerusakan Fisik Masif

Skala kerusakan infrastruktur menunjukkan betapa ganasnya bencana kali ini:

3.500 rumah rusak berat

4.100 rumah rusak sedang

20.500 rumah rusak ringan

282 fasilitas pendidikan rusak

271 jembatan hancur atau tidak dapat digunakan

Di sejumlah titik, jembatan bahkan hilang tersapu arus yang membawa pohon tumbang, bebatuan besar, hingga rangka besi.

Presiden Prabowo Tinjau Lokasi

Presiden Prabowo Subianto meninjau langsung titik-titik terdampak di tiga provinsi. Dari posko pengungsian di Padang hingga desa-desa yang baru dapat dijangkau helikopter, ia menerima laporan kondisi lapangan.

Pelan-pelan kita kembalikan semuanya ke normal. Kita inventarisir kerusakan dan siapkan langkah rehabilitasi agar warga bisa kembali hidup normal,” ujar Prabowo, Senin (1/12).

Meski beberapa wilayah mulai menunjukkan pemulihan, sejumlah daerah masih terisolasi total akibat jalan yang tertutup longsor. Operasi bantuan kini sangat bergantung pada jalur udara.

Ada lokasi yang hanya bisa dijangkau helikopter, tapi hari ini akses udara sudah mulai terbuka,” tambahnya.

Tim Gabungan Berjibaku

Sementara itu, ribuan personel TNI, Polri, Basarnas, BPBD, dan relawan bekerja tanpa henti. Mereka menembus lereng rapuh, menuruni tebing longsor, hingga mengangkut logistik secara manual di jalur yang tak dapat dilalui kendaraan. BNPB melaporkan sejumlah titik memerlukan upaya high-risk rescue karena kondisi tanah masih labil.

(K)
#BNPB #BanjirSumatera #BencanaAlam

 

Serasinews.com, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara —
Kepala BNPB Suharyanto akhirnya turun ke lokasi bencana di Sumatera setelah kritik publik terus bergulir selama hampir sepekan. Kunjungan ke Desa Aek Garoga, Kecamatan Batangtoru, Minggu (30/11/2025), menjadi titik balik yang memperlihatkan perubahan sikapnya. Sesampainya di lokasi, ia terlihat terpukul menyaksikan kerusakan yang jauh di luar perkiraannya.

Jalan desa berubah menjadi aliran lumpur setinggi betis, rumah-rumah retak dan miring, sementara warga berkumpul di pinggir jalan mengharapkan bantuan pertama yang layak. Di tengah situasi itu, Suharyanto berkata pelan:

“Tapsel saya surprise… saya tidak mengira seperti ini.”

Ucapannya berbanding terbalik dengan pernyataan sebelumnya bahwa situasi di Sumbar, Sumut, dan Aceh “lebih mencekam di medsos dibanding kenyataan”, yang menuai amarah luas masyarakat, terutama dari korban bencana yang merasa dikecilkan penderitaannya.

Di hadapan Bupati Tapanuli Selatan, ia akhirnya menyampaikan permintaan maaf.

“Saya mohon maaf, Pak Bupati. Ini bukan berarti kami tidak peduli,” ujarnya.
“Kami hadir untuk membantu. Tidak ada perbedaan utara, selatan, tengah.”

Ia juga menegaskan bahwa BNPB harus melayani semua warga tanpa memandang latar belakang apa pun.
“Tidak melihat suku, agama, ras. Semua sama,” katanya menegaskan komitmen lembaganya.

Kunjungan ini menjadi momentum penting setelah lonjakan kritik beberapa hari terakhir. Publik menilai kehadiran pejabat pusat di lokasi bencana bukan sekadar menenangkan situasi, tetapi menjadi syarat utama agar penanganan darurat benar-benar sesuai kebutuhan lapangan.

Sampai laporan ini diterbitkan, tim BNPB bersama TNI/Polri, relawan lokal, dan pemerintah daerah terus mengevakuasi material longsor, membuka akses desa, serta menyalurkan logistik kepada warga terdampak. Masyarakat berharap upaya tersebut tidak hanya berhenti pada penanganan cepat, tetapi berlanjut hingga rehabilitasi dan pemulihan.

Sikap emosional Suharyanto hari itu meninggalkan pertanyaan besar: apakah empati yang ia tunjukkan akan berubah menjadi tindakan nyata yang lebih sigap, transparan, dan konsisten?

(Rini/Mond)
#BNPB #BanjirSumatera #BencanaAlam

 

Serasinews.com, Jakarta — Tiga provinsi di Sumatera kini berada dalam situasi darurat kemanusiaan yang belum pernah terjadi dalam satu dekade terakhir. Banjir besar dan rangkaian tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat telah merenggut 442 nyawa, sementara 402 orang masih dinyatakan hilang hingga Senin (1/12), menurut laporan terbaru BNPB.

Dari Pos Pendukung Nasional di Tapanuli Utara, Kepala BNPB Letjen Suharyanto menyampaikan bahwa angka korban terus bertambah seiring tim SAR berhasil menembus area-area yang selama ini tertutup lumpur tebal dan reruntuhan tanah.

Sumatera Utara: Pusat Luka Terbesar

Sumatera Utara muncul sebagai daerah dengan dampak paling menghancurkan.
217 warga meninggal dunia, dan 209 lainnya hilang. Banyak di antara korban ditemukan di desa-desa yang sempat terputus total akibat longsor dan rusaknya jalur transportasi.

Wilayah terdampak mencakup Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Tapanuli Utara, Kota Sibolga, Humbang Hasundutan, Pakpak Barat, Padang Sidempuan, Deli Serdang, dan Kepulauan Nias.

Jumlah pengungsi di provinsi ini mencapai puluhan ribu jiwa, tersebar di pos-pos darurat yang masih kekurangan pasokan akibat akses darat yang minim.

Aceh: 11 Kabupaten/Kota Terendam Derita

Di Aceh, bencana memukul 11 wilayah sekaligus, menyebabkan 96 korban meninggal dan 75 orang belum ditemukan. Ribuan rumah terendam, jembatan putus, dan banyak jalur penghubung tertutup lumpur.

Lebih dari 62.000 kepala keluarga mengungsi—angka terbesar di antara tiga provinsi. Sejumlah lokasi pengungsian melaporkan kelangkaan air bersih, selimut, makanan bayi, serta layanan medis, membuat kondisi warga semakin rentan.

Sumatera Barat: Ancaman Susulan Mengintai

Sumatera Barat mencatat 129 korban jiwa, 118 hilang, dan 16 orang luka-luka. Korban tersebar di Agam, Padang Panjang, Padang, Padang Pariaman, Tanah Datar, Pasaman Barat, Pasaman, Solok, Kota Solok, dan Pesisir Selatan.

Total 77.918 jiwa terpaksa meninggalkan rumah mereka. Banyak yang kini tinggal di tenda-tenda darurat di tengah kondisi cuaca yang masih tidak menentu. Ancaman banjir dan longsor susulan terus membayangi, memaksa tim SAR bekerja dengan kewaspadaan tinggi.

Operasi SAR: Perlombaan Melawan Waktu

Operasi pencarian dan penyelamatan kini diperluas dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah, TNI–Polri, Basarnas, lembaga teknis, hingga relawan.

Fokus penanganan meliputi:

Mempercepat evakuasi dan pencarian di zona longsor berat

Memulihkan jalur penghubung ke desa-desa terisolasi

Memenuhi kebutuhan pokok pengungsi, termasuk air, obat, dan sanitasi

Memberikan dukungan psikososial bagi warga yang kehilangan keluarga dan tempat tinggal

Memasuki hari ketujuh status darurat, hujan dengan intensitas tinggi diperkirakan masih akan turun, memperbesar risiko bencana lanjutan yang bisa memperlambat proses pencarian.

(Rini/Mond)
#BNPB #BanjirSumatera #Longsor #Peristiwa

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.