Articles by "Padang"

Aceh Afif Maulana Agam AIDS Aipda Dian WR AirterjunLembahAnaiMeluap Aksibersihpantai AksiJalanan Aleknagari Amak Lisa AmalanBulanRajab AnjingPelacak anthropophobia Antikorupsi ApdateKorbanBencanaSumatera Apelsiaga Apeltanggapbencana Arif maulana Arosuka Artikel Artis Minang Asusila balapliar BalapMotor Bali Balikpapan BandarNarkobaKabur Bandung Banji Banjir BanjirAceh BanjirAgam BanjirBandang BanjirPadang BanjirSumatera BanjirSumbar BanjirSumut bansos banten BantuanBencanaAcehHilang BantuanKorbanBencanaPasbar Banyuwangi Bapenda Batam BatangArau Batuk BBM BeaCukai bencana Bencana alam Bencanaalam BencanaAlamSumateraBarat BencanaHidrometeorologi BencanaKotaPadang BencanaSumatera BencanaSumbar BerantasNarkoba BibitSiklonTropis95B BKSDA BMKG BNNPSumbar BNNsumbar BNPB BobonSantoso Box Redaksi BPBDKabupatenAgam BPBDPadang BPBDSumbar BPHMigas BrimobPoldaSumbar Brimobuntukindonesia BRISuperLeague bukit sitinurbaya Bukittinggi BungaBangkai BungaRafflesia BWSS V padang BWSSV BWSSVPadang Calon Bupati cemburubuta CerintIrallozaTasya Cikampek Cikarang CuacaEkstrem cuacapanasekstrem curanmor Daerah danabos Dandrem 032 WBR dankodaeral II Denpasar Depok DeptCollector Dharmasraya Dinas sosial DinasPendidikanSumbar DinasPerpusipPadang DinasPerpustakaandanArsip DinasPertanian dinassosial dinassosialpadang Dirlantas Dirlantas Polda Sumbar DirlantasPoldaSumbar Disdukcapil DitlantasPoldaSumbar DitpolairudPoldaSumbar DPCPKBkotapadang DPDRI DPR DPRD Padang DPRDpadang DPRDsumbar DPUPR DPUPRPadang dubalangkota EmpatPilar Enarotali Evakuasi festival sepakbola Filipina Galodo GalodoLembahAnai gangguanhormon GanjaKering gaya hidup GayaHidup gempa GempaBumi gerakcepatdinsos gorontalo GrasstrackMotocross Gresik GunungMerapiErupsi gurbernurriaukenaottkpk HAM HargaCabaiNaik Haripahlawan Harisumpahpemuda Hidroneteologi Hipnotis HismawaMigas HIV Hot New HubunganSesamaJenis hukum Huntara HUT Humaspolri ke 74 HUT80Brimob Hutan IKW IKWRI IlegalFishing IlegalMinning IllegalLogging Indonesia Indonesia. indonesiamaju infrastruktur Intan jaya Internasional irigasi Islam Islami Jakarta Jakarta Selatan JalanLembahAnaiPutus JalanLongsor JalanRetak Jambi Jawa Tengah Jayapura Jayawijaya JembatanPutus JembatanRetak Jogyakarta jurnalis JusufKalla K9 Kabupaten Agam kabupaten dharmasraya Kabupaten Solok KabupatenAgam KabupatenDharmasraya KabupatenPasamanBarat KabupatenPesisirSelatan kabupatenSolokSelatan KafeKaraoke KAI Sumbar Kakorlantas kakorlantaspolri kapolres kapolressijunjung Kapolri KarangTaruna kasat narkoba KasusMedis keamanan kebakaran KebakaranPasarPayamumbuh KebatanGunungNagoPutus kecamatankototangah kecelakaan kegiatanrutin KejariDharmasraya kejaripadang kejaripesel kekerasan kelangkaanBBM kelangkaansolar Kemenag Kemenhut Kemenkes Kementrian PU kementriankebudayaan KementrianLingkunganHidup KemuliaanBulanRajab kendaraan KeracunanMakanan Kesehatan keselamatan bersama keselamatan kerja kesiapsiagaan kesunyian malam ketertiban umum KetertibanUmum Kiwirok KKB KLHK Kodim 0307 Tanah Datar KomnasHAM komplotanganjalATM KorbanBanjirAgam KorbanBrncanaAgam Korem 032/WB Korpolairud korupsi Kota Padang KotaPadang KotaPariaman KPK Kriminal KRYD KUHP KumpulanDo'a Laksamanamuda Lampung LembahAnai Lembang Leonardy LGBT life style lifestyle Lima Puluh Kota LimaPuluhKota lingkungan listrikilegal literasi lombok timur Longsor LongsorKampusUINImambonjol LowonganKerjaPalsu Madiun Magelang MahardikaMudaIndonesia MahyeldiAnsharullah Makan Bergizi Gratis Makasar Malalak MalPraktek ManfaatAirKelapa manila MapolsekMuaraBatangGadisDibakarMasaa MataElang Medan MengelolaAirUntukNegri mentalhealth Mentawai Mesum Mimika Miras MirasIlegal MobilBencanaDibakarMassa MobilPatwalPoldaSumbarKecelakaan MobilSatpolPPAcehDibakarMassa MogokKerja MTsN10pesisirselatan Muhammadiyah mutilasibayi nagarisolokambah nagarisulitair narkoba Narkotika Nasioanl Nasional ngaraisianok NinjaSawit NTT odgj OknumGuruLGBT Oksibil olahraga Opini OprasiLilinSinggalang2025 oprasimalam oprasitumpasbandar2025 oprasizebra2025 oprasizebrasinggalang2025 OrangHanyut OTTKPK PADA Padang Padang panjang Padang Pariaman PadangAman PadangPariaman PadangRancak PadangSigap Pahlawannasional pajak air tanah Palimanan pandekarancak pantaipadang Papua parenting Pariaman Parlemen Pasaman Pasaman barat pasamanbarat pasang pasarrayapadang Pasuruan Payakumbuh PDAM PeduliBencana Pekanbaru Pelalawan pelayananhumanis pelayanansosial PelemikBantuanAsing PemakamanMasalKorbanBencanaSumbar PembabatanHutan PembalakanHutanMentawai pembalakanLiar Pembunuhan pemerasan Pemko Padang PemkoPadang PemulihanBencana PemutihanPajakKendaraan pencabulan PencarianKorbanBanjirPadang Pencirian PenculikanAnak Pencurian Pendidikan penegakanhukum penemuanbayi penemuanJanin PenemuanJasadBayo penemuanmayat Penertiban Pengancaman pengangguran penganiayaan Pengeroyokan Penggelapan Penjarahan Perbankan Perceraian Perdagangan peristiwa peristiwadaerah perlindungananak Persami PersijaJakarta pertahanan PerumdaAirMinum Pesisir Selatan PesisirSelatan Peti PJN PKL PolaMakan PolantasMenyapa Polda banten Polda Jabar Polda Kalbar Polda Metro Jaya polda Papua POLDA SulBar POLDA SUMBAR PoldaRiau Poldasumbar PoldaSumut Polhut Policegoestoscool Polisi Politik polPP polres Polres 50 kota Polres Dharmasraya Polres Mentawai Polres Padang panjang Polres Pasaman Polres Pasaman Barat Polres Solok Polres solok selatan PolresPadang polrespasaman polrespasamanbarat polrespasbar PolresPayakumbuh polrespesel PolresSolokKota polresSolokSelatan Polresta bukittinggi Polresta Padang PolresTanahDatar polrestapadang POLRI PolriPresisi Polsek bungus barat Polsek Koto Tangah Padang Polsek Lubeg Pontianak PrabowoSubianto PrajuritTNITewas PrediksiCuaca premanisme Presiden RI PrestaPadang psp padang Ptostitusi PuanMaharani Puncak jaya Purwakarta jawabarat QuickWins Razia RekeningDormant Religi RevisiKUHP Riau RidwanKamil RokokIlegal sabu Sajam SakitPerut Sarkel SatgasDamaiCartenz satgasoprasidamai satlantaspolresta SatpolPP SatpolPPAceh Sawahlunto Sawmil SeaGamen2025 segmen sianok seherman SekolahRakyat Semarang semenpadang SemenPadangFC Senjatatajam sepakbola sepakbolaindonesia SepakBolaWanita Serang ServisKendaraanGratisKorbanBanjirAgam SiagaBencana SigapMembangunNegriUntukRakyat Sijunjung sikat singgalang2025 silent treatment simulasibencana Sinkhole siswismptewassaathiking sitinjaulauik Skoliosis SMA1pulaupunjung sobatlalulintasrancakbana solok Solok selatan solokarosuka solokselatan solsel Sosialisasi SPBUganting SPPG STNK Strongpoint subsidi ilegal sukabumi Sulawesi Tenggara Sumatera Barat SumateraBarat Sumaterbarat Sumatra barat Sumbar SungaiKuranji Surabaya swasembadapangan tambangilegal Tanah datar tanahdatar tanggapdarurat TanggapDaruratBencana tawuran TawuranNarkoba Terbaru Ternate Timika Papua timklewang TimnasIndonesiaU22 TimnasWanitaIndonesia TNI TPUTunggulHitam Transformasi polri transpadang transportasi TrukTerbakar tsunamiDrill Tuak Uin UIN IB Padang UpadateKorbanBencanaSumatera UpdateKorbanBanjirSumatera UpdateKorbanBencanaAlam UpdateKorbanBencanaSumatera Utama UUMD3 Viral Yalimo Yogyakarta Yuhukimo
Tampilkan postingan dengan label Padang. Tampilkan semua postingan

 

Serasinews.com, Padang – Polresta Padang berhasil membongkar jaringan peredaran narkoba di Pasar Gaung, Kecamatan Lubuk Begalung, Kamis (8/1/2026). Seorang perempuan berinisial Cici (30) ditangkap sebagai tersangka utama, sementara 11 orang lainnya diamankan sebagai saksi.

Kapolresta Padang, Kombes Pol Apri Wibowo, mengatakan penggerebekan ini berawal dari laporan masyarakat yang resah dengan maraknya transaksi narkoba di pasar tersebut.

“Informasi dari warga menunjukkan ada transaksi sabu di lokasi, sehingga kami melakukan penggerebekan langsung dipimpin Kapolsek,” jelas Apri, Jumat (9/1/2026).

Dalam operasi itu, polisi menyita 211 paket sabu siap edar, termasuk satu paket besar yang diduga akan dipecah menjadi paket kecil. Tersangka mengaku sabu dikemas dalam paket hemat (pahe) seharga Rp 50 ribu per paket. Selain itu, barang bukti lain turut diamankan, antara lain timbangan digital, 99 kaca pyrex, ratusan plastik pembungkus sabu, dan uang tunai sekitar Rp 4,2 juta.

Dari hasil pemeriksaan, tersangka mendapatkan barang haram tersebut dari seseorang berinisial D, yang kini masih dalam pengejaran polisi.

Kasat Narkoba Polresta Padang, AKP Martadius, menambahkan bahwa pasar tradisional sering dijadikan lokasi transaksi narkoba karena mobilitas masyarakat yang tinggi. Ia menekankan, paket kecil sabu ini menyasar kalangan menengah ke bawah dan berpotensi besar merusak generasi muda.

“Kami butuh peran aktif masyarakat. Setiap informasi akan kami tindak lanjuti, dan identitas pelapor kami jaga kerahasiaannya,” tegas Martadius.

Kalau mau, saya bisa buat versi lebih “dramatik” dan human interest, biar pembaca lebih terasa keterlibatan masyarakat dan bahaya narkoba, tapi tetap faktual.

(Rini

#Narkoba #Sabu #Padang

#PolrestaPadang


 

Serasinews.com,Padang — Upaya menciptakan ketertiban dan kenyamanan kota terus dilakukan Pemerintah Kota Padang. Melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), penertiban terhadap pelanggaran ketertiban umum kembali digelar sebagai bentuk penegakan Peraturan Daerah Kota Padang Nomor 1 Tahun 2025 tentang Ketentraman dan Ketertiban Umum (Trantibum).

Penertiban yang berlangsung pada Kamis (8/1/2026) ini dipimpin oleh Kasi Operasional dan Pengendalian Satpol PP Padang, Harvi Dasnoer, S.STP., M.AP, bersama Kasi Kerjasama, Syikhtris, SH, dengan melibatkan puluhan personel. Operasi dilakukan di sejumlah titik rawan pelanggaran, seperti Jalan Jhoni Anwar, kawasan Lapai, hingga jalur By Pass.

Dalam kegiatan tersebut, Satpol PP menertibkan pedagang kaki lima (PKL) yang menggunakan trotoar, badan jalan, dan fasilitas umum sebagai tempat berjualan. Selain itu, petugas juga mengamankan pelaku Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) yang melakukan pungutan liar di U-Turn dan persimpangan lampu lalu lintas.

Keberadaan PKL di badan jalan dinilai mengganggu kelancaran lalu lintas serta berpotensi menimbulkan kecelakaan. Sementara aksi pungli yang dilakukan PMKS kerap dikeluhkan masyarakat karena dilakukan secara memaksa dan menimbulkan rasa tidak aman bagi pengguna jalan.

Kasi Opsdal Satpol PP Padang, Harvi Dasnoer, mengatakan bahwa penertiban dilakukan sebagai langkah preventif sekaligus pembinaan.

“Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari laporan masyarakat. Kami ingin menegaskan bahwa fasilitas umum tidak boleh disalahgunakan karena dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain,” ujarnya.

Ia menegaskan, penertiban dilaksanakan dengan pendekatan humanis, namun tetap mengedepankan ketegasan sesuai aturan yang berlaku.

Dari hasil operasi, petugas menyita berbagai perlengkapan dagang seperti tenda, payung, terpal, kursi plastik, tabung gas, timbangan, dan gerobak. Selain itu, lima orang PMKS turut diamankan untuk didata dan diberikan pembinaan lebih lanjut.

Sementara itu, Syikhtris, SH menyampaikan bahwa pengamanan PMKS dilakukan karena aktivitas pungutan liar sudah meresahkan masyarakat.

“Mereka akan diproses sesuai prosedur dan diberikan pembinaan agar tidak mengulangi perbuatannya,” jelasnya.

Satpol PP Padang menegaskan akan terus melakukan pengawasan dan penertiban secara berkelanjutan. Masyarakat diimbau untuk mematuhi peraturan daerah serta berperan aktif menjaga ketertiban demi terciptanya Kota Padang yang aman dan nyaman.

(Rini)

#PolPP #Padang

 

Serasinews.com, Padang – Kepolisian memastikan dua gumpalan daging yang ditemukan di sebuah rumah kos di Kecamatan Kuranji, Kota Padang, bukan merupakan janin bayi manusia. Hasil pemeriksaan medis menyimpulkan temuan tersebut diduga berasal dari janin hewan.

Kepastian itu disampaikan Kapolsek Kuranji, Kompol Dr. Hendri, S.H., M.H., setelah menerima hasil pemeriksaan dari RS Bhayangkara Polda Sumatera Barat pada Selasa (6/1/2026).

“Berdasarkan hasil medis, gumpalan daging yang ditemukan tersebut bukan janin manusia, melainkan diduga janin hewan,” kata Kompol Hendri, Kamis (8/1/2026).

Temuan itu sebelumnya sempat menggegerkan warga. Dua gumpalan daging ditemukan pada Minggu (4/1/2026) sekitar pukul 10.00 WIB di rumah kos milik Rosmawati, Jalan Bandes Parak Jigarang, Kelurahan Anduring. Satu gumpalan ditemukan di depan rumah kos, sementara satu lainnya berada di dalam bangunan.

Bentuk temuan yang tidak lazim memicu spekulasi di tengah masyarakat, termasuk dugaan pembuangan janin bayi. Warga pun segera melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian.

Menindaklanjuti laporan itu, personel Polsek Kuranji bersama Bhabinkamtibmas langsung mendatangi lokasi. Polisi melakukan pemeriksaan awal dan berkoordinasi dengan Puskesmas Ambacang. Seorang bidan turut dimintai keterangan sebelum kasus dilimpahkan ke Tim Inafis Polresta Padang.

Sekitar pukul 12.20 WIB, petugas Inafis tiba di lokasi untuk melakukan olah TKP, mendokumentasikan temuan, serta memasang garis polisi. Dua gumpalan daging tersebut kemudian diamankan dan dibawa ke RS Bhayangkara Polda Sumbar guna pemeriksaan lanjutan.

Hasil pemeriksaan medis memastikan tidak ada unsur tindak pidana yang berkaitan dengan janin bayi manusia.

“Dengan hasil ini, kami memastikan tidak ditemukan unsur pidana dalam peristiwa tersebut,” tegas Kompol Hendri.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya pada informasi yang belum dipastikan kebenarannya dan tetap menunggu keterangan resmi dari aparat berwenang. 

(*) 

#PenemuanJanin #Peristiwa #Padang

 

Serasinews.com, Padang – Upaya menjaga ketenteraman dan ketertiban umum terus dilakukan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Padang. Pada Selasa malam (6/1/2026), petugas menggelar razia terpadu di sejumlah kawasan yang selama ini dinilai rawan pelanggaran, mulai dari pusat kota hingga wilayah pinggiran.

Kegiatan penertiban diawali di sekitar Kampus UPI, Jalan Sutomo. Di lokasi tersebut, Satpol PP mendapati sejumlah Pedagang Kaki Lima (PKL) masih beraktivitas di badan jalan. Padahal, para pedagang tersebut telah berulang kali mendapat teguran dan imbauan agar tidak menggunakan ruang jalan untuk berjualan.

Kepala Satpol PP Kota Padang, Chandra Eka Putra, S.IP., M.Si., menegaskan bahwa penggunaan badan jalan sebagai tempat berdagang sangat berisiko dan mengganggu kelancaran lalu lintas. Kondisi tersebut kerap memicu kemacetan dan membahayakan pengguna jalan.

“Karena masih membandel dan mengabaikan peringatan yang telah diberikan, maka penertiban harus dilakukan sesuai aturan,” tegasnya.

Petugas kemudian menertibkan lapak-lapak yang melanggar serta melakukan pendataan terhadap para PKL.

Usai dari Jalan Sutomo, razia berlanjut ke Kecamatan Koto Tangah. Di wilayah ini, Satpol PP mengamankan dua orang yang diduga melakukan perbuatan asusila di ruang publik, serta satu orang lainnya yang diduga terlibat. Tindakan tersebut dinilai melanggar norma kesusilaan dan menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Masih di kawasan yang sama, Satpol PP bersama Dubalang Kota juga mengamankan 12 remaja yang dicurigai akan melakukan aksi tawuran di Kelurahan Padang Sarai. Para remaja tersebut diduga telah berkumpul dan menunjukkan tanda-tanda akan terjadi bentrokan, sehingga aparat bergerak cepat untuk mencegah terjadinya keributan.

Seluruh pihak yang terjaring razia kemudian dibawa ke Kantor Satpol PP Kota Padang. Selanjutnya, mereka diserahkan kepada Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) untuk menjalani proses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Satpol PP Kota Padang kembali mengingatkan masyarakat agar mematuhi peraturan daerah, tidak berjualan di badan jalan, menghindari perbuatan yang melanggar norma kesusilaan, serta menjauhi aksi tawuran dan kekerasan.

Peran aktif masyarakat dalam menjaga ketertiban lingkungan juga dinilai penting demi menciptakan Padang yang aman, tertib, dan kondusif.

(Rini

#PolPP #Padang


 

Serasinews.com, Padang — Pemerintah Kota Padang melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) bersama jajaran Kecamatan Pauh melakukan penertiban terhadap sebuah bangunan liar yang berdiri di atas fasilitas umum di Jalan Raya Cupak Tangah, Kecamatan Pauh, Senin (5/1/2026). Bangunan tersebut akhirnya dibongkar karena pemiliknya tidak mengindahkan peringatan yang telah disampaikan sebelumnya.

Bangunan ilegal itu diketahui memanfaatkan lahan fasilitas umum yang seharusnya digunakan untuk kepentingan masyarakat. Keberadaannya dinilai melanggar aturan tata ruang serta berpotensi mengganggu ketertiban, kenyamanan, dan keselamatan warga di sekitar lokasi.

Sebelum dilakukan pembongkaran, Satpol PP Kota Padang bersama aparatur kecamatan telah menempuh pendekatan persuasif. Pemilik bangunan telah dipanggil dan diminta membongkar sendiri bangunannya dalam tenggat waktu yang telah disepakati. Namun hingga batas waktu berakhir, tidak ada upaya dari pemilik untuk mematuhi komitmen tersebut.

Kepala Satpol PP Kota Padang, Chandra Eka Putra, S.IP., M.Si, menyampaikan bahwa tindakan pembongkaran dilakukan sebagai langkah terakhir setelah seluruh prosedur peringatan tidak direspons.

“Upaya persuasif sudah kami lakukan, termasuk memberikan kesempatan kepada pemilik untuk membongkar secara mandiri. Karena tidak ada itikad baik dan bangunan tetap berdiri, maka penertiban harus kami lakukan,” ujar Chandra di sela kegiatan.

Ia menegaskan bahwa penggunaan fasilitas umum untuk kepentingan pribadi merupakan pelanggaran serius yang tidak dapat dibiarkan.

“Fasum adalah hak masyarakat. Jika pelanggaran seperti ini dibiarkan, akan menjadi contoh buruk dan memicu munculnya bangunan ilegal lainnya,” tegasnya.

Lebih lanjut, Chandra menyampaikan bahwa Satpol PP Kota Padang akan terus meningkatkan pengawasan dan penindakan terhadap bangunan yang melanggar ketentuan, terutama yang berdiri di atas fasilitas umum, badan jalan, dan ruang publik lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, Satpol PP juga mengimbau masyarakat agar mematuhi peraturan daerah yang berlaku. Warga yang ingin membuka usaha atau berjualan diminta untuk menggunakan lokasi yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

“Kami mengajak masyarakat untuk tertib aturan. Jangan mendirikan bangunan di atas fasilitas umum. Jika ingin berusaha, gunakan tempat yang sesuai dengan peruntukannya,” kata Chandra.

Proses pembongkaran berjalan aman dan kondusif dengan pengamanan petugas Satpol PP, disaksikan oleh aparatur kecamatan serta warga sekitar. Pemerintah Kota Padang menegaskan komitmennya untuk terus menegakkan peraturan demi menjaga ketertiban, keindahan kota, dan kepentingan masyarakat secara luas.

(Rini/Mond)

#PolPP #Padang

 

Serasinews.com, Padang – Sungai-sungai di Kota Padang tak lagi mengalir seperti dulu. Setelah rangkaian banjir dan longsor, alur air berubah arah, melebar, dan perlahan mendekati permukiman warga. Ancaman itu kini nyata, berdiri hanya beberapa langkah dari pintu rumah.

Hujan deras yang mengguyur Padang pada Jumat, 2 Januari 2026, menjadi penanda bahaya yang kian mendesak. Debit air meningkat tajam, tebing sungai tergerus, dan jarak aman yang selama ini diandalkan warga hilang dalam waktu singkat.

Dari Jarak Aman ke Zona Bahaya

Di Lubuk Minturun (Lumin), warga menyaksikan sendiri bagaimana sungai “berpindah tempat”. Sismi Aulia menyebut, aliran sungai yang dahulu berjarak sekitar 20 meter dari rumah kini tinggal sekitar 5 meter. Lebih mengkhawatirkan, arah alirannya tak lagi lurus, melainkan membelok ke kawasan permukiman.

“Sekarang sungainya seperti mengincar rumah kami. Setiap hujan deras, kami selalu waspada. Tidur pun tidak pernah tenang,” katanya.

Sekitar 40 hingga 50 kepala keluarga berada dalam kondisi rawan. Beberapa rumah yang berdiri dekat tebing sungai mengalami runtuhan tanah sedikit demi sedikit. Warga mengaku sudah menyampaikan keluhan ke pihak kelurahan, namun upaya nyata seperti pembangunan DAM atau pemasangan bronjong belum kunjung dilakukan.

Ketika Bendera Putih Menjadi Tanda Bahaya

Situasi lebih genting terjadi di Griya Permata II Banda Gadang. Di kawasan ini, warga mengibarkan bendera putih di depan rumah—bukan sebagai simbol menyerah, melainkan sebagai sinyal darurat.

Syarifah, salah seorang warga, mengatakan perubahan aliran sungai telah membawa bencana langsung. Saat hujan deras mengguyur, sedikitnya 10 rumah hanyut, dua rumah rusak berat, dan akses jalan amblas.

“Sungai sekarang sudah sampai ke depan rumah. Kami benar-benar takut. Rumah saya juga bisa hanyut kapan saja,” ujarnya.

Trauma pascabencana membuat warga belum sempat mengurus laporan resmi. Banyak yang masih berusaha memulihkan diri, sembari dihantui kekhawatiran akan hujan berikutnya.

“Kami hanya berharap ada bantuan cepat. Kalau hujan besar datang lagi, kami tidak punya tempat aman,” tuturnya.

Dampak Kerusakan Alam dan Tata Ruang

Pengamat lingkungan Indang Dewata menilai kondisi ini merupakan akumulasi dari kerusakan hulu sungai dan lemahnya penataan ruang. Material banjir seperti kayu, lumpur, dan pasir menyebabkan pendangkalan sungai, sehingga air meluap dan mencari jalur terdekat—yang sering kali adalah kawasan permukiman.

Ia mengingatkan bahwa aturan sempadan sungai sejatinya melarang pembangunan dalam radius 30 hingga 50 meter dari aliran sungai. Selain itu, kawasan hulu harus dijaga dari pembalakan dan alih fungsi lahan, sementara di hilir diperlukan infrastruktur pengendali banjir dan ruang terbuka hijau.

Tanpa langkah cepat dan tegas, perubahan aliran sungai ini bukan sekadar fenomena alam, melainkan sinyal krisis lingkungan yang lebih besar—di mana warga Kota Padang dipaksa hidup berdampingan dengan ancaman yang terus bergerak mendekat.

(Rini

#BanjirPadang #Padang #Petistiwa


 

Serasinews.com, Padang — Penemuan dua janin bayi menggegerkan warga Jalan Bandes, Parak Jigarang, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, pada Minggu (4/1). Kedua janin tersebut ditemukan di area rumah kos-kosan yang berada di tengah permukiman padat penduduk.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, janin bayi itu diperkirakan berusia sekitar tiga bulan. Warga menemukan keduanya di lokasi terpisah, yakni satu janin di luar area kos-kosan dan satu lainnya di dalam salah satu kamar kos.

Seorang warga setempat, Riki, mengatakan penemuan bermula dari kecurigaan warga yang mencium bau tidak sedap di sekitar kos-kosan. Setelah dilakukan pengecekan, warga menemukan janin bayi tersebut.

“Kami curiga karena ada bau menyengat. Setelah dicek, ternyata ditemukan janin,” ujarnya.

Peristiwa itu sontak membuat warga sekitar terkejut. Sejumlah warga sempat berkumpul di lokasi sebelum kejadian tersebut dilaporkan kepada pihak kepolisian.

Mendapat laporan, aparat kepolisian langsung turun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara. Polisi mengamankan area, mengumpulkan barang bukti, serta meminta keterangan dari saksi-saksi, termasuk penghuni kos dan warga sekitar.

Kedua janin kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Padang untuk menjalani pemeriksaan medis sesuai prosedur.

Hingga saat ini, polisi masih mendalami kasus tersebut guna mengungkap pihak yang bertanggung jawab. Penyelidikan dilakukan dengan menelusuri identitas penghuni kos, memeriksa rekaman kamera pengawas di sekitar lokasi, serta mengumpulkan bukti pendukung lainnya.

Pihak kepolisian memastikan penanganan kasus ini dilakukan secara serius. Warga pun berharap kasus tersebut segera terungkap agar memberikan kejelasan dan tidak kembali terjadi di kemudian hari.

(Rini/Mond

#Peristiwa #PenemuanJaninBayi Padang


 

Serasinews.com, Padang — Banjir mendadak melanda kawasan permukiman di Jalan DPR Ujung, Gang Babussalam 6, Kelurahan Dadok Tunggul Hitam, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Jumat (2/1/2026). Hujan lebat yang turun sejak dini hari menyebabkan saluran drainase tak mampu menampung debit air, sehingga luapan air menggenangi rumah warga.

Air naik dengan cepat dan disertai arus cukup kuat. Warga yang tinggal di kawasan padat penduduk tersebut tak sempat menyelamatkan barang-barang, bahkan sebagian di antaranya terjebak di dalam rumah. Ketinggian air dilaporkan mencapai lutut hingga pinggang orang dewasa.

Situasi darurat ini membuat warga panik, terutama karena anak-anak dan lansia tidak mampu mengevakuasi diri secara mandiri. Beberapa keluarga memilih bertahan sambil menunggu bantuan datang.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang menerima laporan kejadian pada siang hari dan langsung menurunkan Tim Reaksi Cepat ke lokasi sekitar pukul 15.30 WIB. Proses evakuasi dilakukan menggunakan perahu karet karena sejumlah rumah telah terendam cukup dalam.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, mengatakan fokus utama penanganan adalah penyelamatan warga rentan. Petugas menyisir permukiman satu per satu untuk memastikan tidak ada warga yang tertinggal di tengah banjir.

“Evakuasi kami lakukan secara bertahap dan penuh kehati-hatian karena arus air cukup deras,” kata Hendri.

Sebanyak delapan warga berhasil dievakuasi dengan selamat, terdiri dari dua orang dewasa dan enam lainnya anak-anak. Anak-anak dievakuasi dengan cara digendong, sementara warga dewasa dibantu naik ke perahu karet.

Seluruh korban kemudian diungsikan ke Masjid Al-Manar yang berada di lokasi lebih tinggi dan aman dari genangan. Di tempat tersebut, warga mendapat pendampingan awal serta kebutuhan dasar dari petugas dan relawan.

Penanganan banjir melibatkan berbagai unsur, mulai dari BPBD, perangkat kecamatan dan kelurahan, BKO Satpol PP, Kelompok Siaga Bencana, hingga masyarakat setempat yang turut membantu proses evakuasi dan pengamanan lingkungan.

Hingga Jumat sore, BPBD masih melakukan pendataan dampak dan kerugian akibat banjir. Warga diminta tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, mengingat kondisi cuaca di Kota Padang masih berpeluang hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi.

(Rini/Mond) 

#BanjirPadang #Peristiwa #Padang


 

Serasinews.com, Padang — Banjir kembali melanda kawasan Pasar Lalang Guo, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Jumat sore (2/1), akibat meluapnya Sungai Batang Kuranji setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut sejak Kamis malam. Puluhan personel Polresta Padang dikerahkan untuk mengevakuasi warga yang terjebak banjir.

Evakuasi dipimpin Kepala Satuan Reserse Narkoba Polresta Padang, AKP Martadius, bersama personel gabungan dari sejumlah satuan. Dengan peralatan seadanya, petugas menerobos genangan air demi mengevakuasi warga yang masih berada di rumah dan area pasar yang terendam.

Luapan sungai menyebabkan rumah warga serta kawasan pasar terendam air dengan ketinggian bervariasi, mulai dari setinggi lutut hingga pinggang orang dewasa. Akibatnya, aktivitas warga lumpuh dan sebagian terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih aman.

Petugas memprioritaskan penyelamatan anak-anak, lansia, dan perempuan yang kesulitan menyelamatkan diri akibat derasnya arus air. Sejumlah warga hanya mampu menyelamatkan barang seperlunya, sementara petugas turut membantu mengamankan dokumen penting dan barang berharga milik warga.

Kapolresta Padang, Kombes Pol Apri Wibowo, menyatakan pihaknya langsung bergerak cepat setelah menerima laporan adanya warga yang terjebak banjir akibat meluapnya sungai.

“Keselamatan warga adalah prioritas utama kami. Begitu menerima laporan, personel langsung kami terjunkan untuk melakukan evakuasi, terutama terhadap kelompok rentan,” ujarnya.

Selain evakuasi, kepolisian juga melakukan pengamanan di lokasi banjir serta pengaturan arus lalu lintas guna mencegah kemacetan dan kecelakaan akibat genangan air di jalan.

Warga setempat menilai banjir kali ini cukup parah karena debit air sungai naik secara tiba-tiba setelah hujan deras berlangsung selama berjam-jam. Beberapa warga mengaku tidak sempat menyelamatkan barang-barang karena air dengan cepat masuk ke rumah.

Kapolresta Padang mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di bantaran sungai dan wilayah rawan banjir, agar tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, mengingat curah hujan masih tinggi.

Hingga Jumat malam, personel Polresta Padang masih bersiaga di lokasi untuk memastikan seluruh warga telah dievakuasi dan mengantisipasi kemungkinan luapan sungai kembali terjadi.

(Rini/Mond)
#Polri #Peristiwa #BanjirPadang #Daerah
#Padang

 

Serasinews.com, Padang – Longsor terjadi di dua titik kawasan Sitinjau Lauik pada Jumat (2/1/2026) sore. Kejadian ini mengakibatkan terganggunya arus lalu lintas di jalur utama yang menghubungkan Kota Padang dengan Solok.

Menindaklanjuti peristiwa tersebut, pihak terkait segera melakukan penanganan dengan berkoordinasi bersama PT Hutama Karya (HK) untuk membersihkan material longsor yang menutupi badan jalan.

Selama proses pembersihan berlangsung, arus lalu lintas diberlakukan sistem satu arah secara bergantian (buka tutup) guna mencegah kemacetan serta menjaga keselamatan para pengguna jalan.

Hingga saat ini, petugas masih berada di lokasi untuk memastikan penanganan berjalan optimal. Masyarakat diimbau agar tetap waspada saat melintas di kawasan tersebut dan mematuhi arahan petugas di lapangan.

(Rini)
#Peristiwa #SitinjauLauik #Longsor
#Daerah #Padang

 

Serasinews.com, Padang — Curah hujan tinggi yang mengguyur Kota Padang sejak Jumat dini hari (2/1/2026) menyebabkan bencana longsor di kawasan Pagambiran Ampalu Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung. Peristiwa tersebut terjadi di RT 04/RW 18 dan sempat mengagetkan warga setempat.

Tanah di perbukitan sekitar permukiman dilaporkan menjadi tidak stabil akibat hujan deras yang berlangsung selama beberapa jam. Kondisi ini memicu longsoran tanah dan lumpur yang bergerak ke arah permukiman warga, menimbun sejumlah rumah di bawahnya.

Sebelum longsor terjadi, warga sempat mendengar suara gemuruh dari arah perbukitan. Suara tersebut membuat warga panik dan segera berupaya menyelamatkan diri. Beberapa warga berhasil keluar dari rumah sesaat sebelum material longsor menghantam bangunan.

Tim gabungan yang terdiri dari BPBD Kota Padang, TNI, Polri, serta relawan langsung dikerahkan ke lokasi kejadian untuk melakukan evakuasi dan pendataan. Hingga kini, proses pembersihan material longsor masih berlangsung dengan menggunakan peralatan manual maupun alat berat.

Belum terdapat laporan resmi mengenai korban jiwa. Namun, dampak longsor menyebabkan kerusakan parah pada sejumlah rumah dan memaksa beberapa warga mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Pemerintah daerah mengimbau masyarakat yang bermukim di wilayah rawan longsor agar tetap waspada dan segera mengantisipasi kemungkinan bencana susulan, mengingat intensitas hujan di Kota Padang masih berpotensi tinggi dalam beberapa hari ke depan.

(Rini/Mond

#Longsor #Peristiwa #Padang # Daerah


 

Serasinews.com, Padang — Curah hujan sedang hingga lebat yang mengguyur Kota Padang sejak Kamis malam hingga Jumat dini hari (2/1/2026) mengakibatkan terjadinya jalan amblas di kawasan Batu Busuk, Kelurahan Kapalo Koto, Kecamatan Pauh. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 01.45 WIB dan menyebabkan akses transportasi warga setempat terputus total.

Dari hasil pemantauan di lokasi, bagian jalan yang amblas diperkirakan sepanjang 15 meter. Kerusakan terlihat cukup parah karena badan jalan runtuh ke arah sungai, sehingga tidak memungkinkan untuk dilalui baik oleh kendaraan roda dua maupun roda empat.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, menyampaikan bahwa kejadian ini dipicu oleh tingginya curah hujan yang berlangsung dalam waktu lama. Kondisi tersebut menyebabkan debit Sungai Batu Busuk meningkat dan menggerus tanah di sekitar struktur jalan.

“Curah hujan yang cukup tinggi sejak malam hari membuat debit sungai naik drastis. Struktur tanah di sekitar jalan menjadi labil dan tidak mampu menahan beban, sehingga terjadi amblas,” jelas Hendri.

Usai kejadian, BPBD Kota Padang bersama Babinsa, relawan Rumah Zakat, serta warga setempat segera turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan awal, mengamankan area, dan memasang rambu peringatan agar tidak dilalui masyarakat.

Hingga Jumat pagi, petugas masih melakukan pemantauan secara intensif. Hujan yang masih turun dikhawatirkan dapat memperburuk kondisi tanah dan memicu longsor susulan di sepanjang aliran sungai.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka, kejadian ini berdampak besar terhadap mobilitas warga. Jalan yang amblas merupakan akses utama masyarakat Batu Busuk menuju pusat kota dan wilayah sekitarnya. Akibat terputusnya jalur tersebut, warga terpaksa menggunakan jalur alternatif yang lebih jauh dan memakan waktu tempuh lebih lama.

BPBD Kota Padang mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di sekitar Sungai Batu Busuk, untuk tetap waspada dan menjauhi lokasi kejadian demi keselamatan. Masyarakat juga diminta segera melapor apabila menemukan tanda-tanda bahaya seperti retakan tanah, pergeseran bangunan, atau peningkatan debit air sungai secara tiba-tiba.

Saat ini, BPBD masih berkoordinasi dengan instansi terkait untuk melakukan kajian teknis serta merencanakan langkah penanganan lanjutan agar akses jalan dapat segera dipulihkan.

(Rini/Mond

#Peristiwa #BanjirPadang #Padang

#Daerah


 

Serasinews.com, Padang — Aktivitas layanan Bus Trans Padang terhenti total pada Selasa (31/12/2025) setelah para sopir melakukan aksi mogok massal di depan Balai Kota Padang, Aia Pacah. Aksi tersebut dipicu oleh belum dibayarkannya gaji sopir selama tiga bulan, serta tidak jelasnya kontrak kerja dan Bantuan Operasional Khusus (BOK) antara operator dengan Pemerintah Kota Padang.

Sebanyak 54 unit bus yang melayani Koridor 1 hingga 6 terpaksa tidak beroperasi. Kondisi ini berdampak langsung pada ribuan warga yang sehari-hari bergantung pada Trans Padang sebagai moda transportasi utama.

Krisis ini turut menyingkap persoalan serius dalam pengelolaan Trans Padang. Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) sebelumnya menemukan permasalahan tata kelola operasional dengan nilai anggaran mencapai Rp5,291 miliar. Temuan tersebut dinilai memiliki keterkaitan dengan tersendatnya pembayaran hak sopir dan ketidakstabilan operasional layanan.

Para sopir menyatakan permasalahan serupa telah berulang kali terjadi tanpa penyelesaian yang jelas. Mereka menilai lemahnya pengawasan dan manajemen menjadi akar persoalan yang hingga kini belum dibenahi secara menyeluruh.

Ironisnya, hingga berita ini diturunkan, Kepala Dinas Perhubungan Kota Padang, Ances Kurniawan, belum memberikan klarifikasi. Upaya konfirmasi melalui pesan WhatsApp pada Selasa (30/12/2025) tidak mendapat tanggapan.

Mogok massal ini menjadi sinyal darurat bagi Pemerintah Kota Padang. Selain merugikan sopir, lumpuhnya Trans Padang juga mengorbankan kepentingan publik. Masyarakat berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret agar layanan transportasi massal tersebut dapat kembali berjalan dan dikelola secara profesional.

(Rini/Mond)

#Peristiwa #MogokKerja #TransPadang

#Padang

 

Serasinews.com, Padang — Layanan Bus Trans Padang Koridor 2 rute Pasa Raya–Bungus Teluk Kabung lumpuh total pada Selasa, 30 Desember 2025. Seluruh armada tidak beroperasi akibat aksi mogok kerja yang dilakukan para sopir dan karyawan. Puluhan bus tampak terparkir di Pool Koridor 2 kawasan Bungus Teluk Kabung, Kota Padang.

Aksi mogok ini dipicu oleh belum dibayarkannya gaji pekerja selama tiga bulan berturut-turut, terhitung sejak Oktober hingga Desember 2025. Kondisi tersebut memicu kekecewaan mendalam para pekerja yang merasa hak dasar mereka sebagai karyawan diabaikan.

Seorang sopir yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan, sejak Oktober 2025 dirinya tidak lagi menerima gaji secara utuh. Ia hanya memperoleh pinjaman sebesar Rp2 juta pada Oktober, sementara gaji bulan November dan Desember belum dibayarkan hingga kini.

“Kami dituntut bekerja profesional dan disiplin, tapi hak kami justru tidak dipenuhi. Bagaimana kami bisa bekerja jika kebutuhan keluarga saja tidak terpenuhi,” ujarnya.

Ia menegaskan, seluruh sopir dan karyawan sepakat tidak akan kembali beroperasi sebelum hak mereka dibayarkan. Aksi mogok ini disebut sebagai langkah terakhir setelah berbagai keluhan yang disampaikan tidak mendapat respons.

Direktur Utama PT Bungus Teluk Kabung, Ajeng, membenarkan adanya tuntutan tersebut. Menurutnya, para pekerja meminta gaji dibayarkan terlebih dahulu sebelum bersedia kembali menjalankan operasional bus.

“Mereka meminta haknya diselesaikan, setelah itu baru mau bekerja kembali,” kata Ajeng.

Namun hingga berita ini diturunkan, belum ada kepastian kapan pembayaran gaji tersebut akan direalisasikan.

Mogok kerja ini berdampak langsung pada masyarakat. Heru, salah seorang calon penumpang, mengaku kecewa karena tidak adanya pemberitahuan terkait penghentian layanan.

“Saya sudah menunggu sejak pukul 06.30 WIB, tapi bus tidak kunjung datang. Saya bisa terlambat masuk kerja,” keluhnya.

Keluhan serupa disampaikan seorang pegawai Kecamatan Bungus Teluk Kabung yang sehari-hari menggunakan Bus Trans Padang sebagai sarana transportasi. Ia mengaku terlambat masuk kantor karena menunggu bus tanpa mengetahui adanya aksi mogok.

Ironisnya, di tengah terganggunya layanan publik ini, pemerintah dan pengelola terkesan bungkam. Upaya konfirmasi kepada Kepala Dinas Perhubungan Kota Padang maupun Direktur Utama PT Padang Sejahtera Mandiri (PSM) selaku Perumda Kota Padang tidak mendapat respons hingga berita ini ditayangkan.

Para sopir dan karyawan menegaskan, aksi mogok akan terus berlanjut hingga persoalan gaji diselesaikan secara menyeluruh. Mereka berharap pemerintah daerah dan pihak terkait segera turun tangan agar layanan transportasi publik kembali normal dan hak pekerja terpenuhi.

Situasi ini pun memunculkan pertanyaan besar: siapa yang bertanggung jawab atas terhentinya layanan publik dan terabaikannya hak pekerja serta penumpang? Hingga kini, jawabannya masih belum jelas.

(Rini/Mond

#Peristiwa #MogokKerja #Padang

#TransPadang


 

Serasinews.com,Padang – Persoalan penataan ruang publik kembali mencuat di Kota Padang. Kali ini, polemik terjadi di sepanjang Jalan Sutan Syahrir, Kecamatan Padang Selatan, akibat keberadaan papan iklan dan lapak pedagang yang dinilai mengganggu fungsi jalan dan trotoar.

Sejumlah warga dan pengguna jalan mengeluhkan papan iklan milik pedagang yang berdiri di badan jalan. Dari pantauan di lapangan, beberapa papan berukuran sedang hingga besar terlihat dipasang tepat di atas aspal, dengan tiang penyangga yang menyisakan ruang sempit bagi pejalan kaki dan pengendara. Di beberapa titik, pengendara terpaksa memperlambat laju kendaraan karena pandangan terhalang papan iklan tersebut.

Selain itu, aktivitas pedagang yang menempatkan barang dagangan di atas trotoar dan bahu jalan turut memperparah kondisi. Akibatnya, trotoar kehilangan fungsinya sebagai jalur aman pejalan kaki, sehingga warga harus berjalan di badan jalan yang ramai lalu lintas.

Salah seorang pemilik usaha membantah telah menggunakan fasilitas umum. Ia mengklaim papan iklan masih berada di area depan tokonya dan tidak mengganggu arus lalu lintas.

“Iklan itu masih di depan kedai saya sendiri, bukan di badan jalan. Tapi justru usaha saya yang ditertibkan,” ujarnya, Senin (29/12).

Namun, kondisi di lapangan menunjukkan sebaliknya. Papan iklan tampak berdiri di atas aspal dan memakan hampir satu meter lebar jalan. Posisi tersebut dinilai berisiko, terutama saat jam sibuk dan pada malam hari dengan jarak pandang terbatas.

Warga sekitar mengaku sudah lama merasa terganggu. Selain merusak estetika kota, keberadaan papan iklan dan lapak liar dinilai memicu kemacetan serta meningkatkan potensi kecelakaan lalu lintas.

Menindaklanjuti laporan masyarakat, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Padang melakukan penertiban. Kepala Satpol PP Padang, Chandra Eka Putra, S.IP., M.Si., menegaskan bahwa tindakan tersebut sesuai dengan Peraturan Daerah Kota Padang Nomor 01 Tahun 2025 tentang Ketenteraman dan Ketertiban Umum.

“Setiap benda yang ditempatkan di badan jalan atau bahu jalan tanpa izin merupakan pelanggaran dan wajib ditertibkan,” tegasnya.

Penertiban tidak hanya menyasar papan iklan, tetapi juga bangunan dan lapak pedagang yang berdiri di atas fasilitas umum. Kegiatan tersebut dipimpin Kepala Seksi Operasi Satpol PP Padang, Harvi Dasnoer, serta didampingi pihak kecamatan, kelurahan, dan Dubalang Kota Padang Selatan. Meski sempat menuai protes, penertiban berlangsung kondusif.

Pemerintah Kota Padang menegaskan komitmennya menjaga ketertiban ruang publik demi keselamatan dan kenyamanan bersama. Warga berharap langkah ini dilakukan secara konsisten agar jalan dan trotoar dapat kembali berfungsi sesuai peruntukannya.

(Rini/Mond)

#PolPP #Padang


 

Serasinews.com, , Padang — Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Padang kembali memperkuat upayanya dalam menjaga ketertiban dan ketenteraman umum dengan menggelar patroli wilayah secara intensif, Jumat dini hari (26/12/2025). Kegiatan ini tidak hanya menekankan pencegahan gangguan keamanan, tetapi juga menyertakan sosialisasi terkait penyelenggaraan wisata yang aman, nyaman, dan menyenangkan menjelang libur Natal dan Tahun Baru.

Patroli dipimpin langsung oleh Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat Satpol PP Kota Padang, Rozaldi Rosman, S.STP., M.Si. Ia menyebutkan bahwa meningkatnya mobilitas masyarakat selama libur panjang berpotensi menimbulkan berbagai persoalan sosial jika tidak diantisipasi.

“Libur Natal dan Tahun Baru selalu diiringi dengan peningkatan aktivitas manusia dan ekonomi. Kita harus bersikap antisipatif agar masyarakat dan wisatawan tetap merasa aman dan nyaman,” ujar Rozaldi.

Selain patroli, petugas juga menyosialisasikan Surat Edaran Wali Kota Padang Nomor: 500.13.2/193/Dispar-pdg/2025 tentang Penyelenggaraan Kegiatan Wisata yang Aman, Nyaman, dan Menyenangkan. Sosialisasi ini ditujukan kepada pelaku usaha dan masyarakat agar ikut berperan aktif menjaga iklim pariwisata yang tertib dan beretika.

Patroli malam menyasar lokasi rawan, termasuk tempat karaoke, hiburan malam, dan kawasan kos-kosan. Petugas melakukan pengecekan identitas penghuni kos untuk memastikan tidak ada pelanggaran norma sosial dan peraturan daerah.

Hasilnya, di wilayah Padang Selatan dan Lubuk Begalung ditemukan beberapa kos-kosan dihuni pasangan laki-laki dan perempuan tanpa ikatan pernikahan. Satpol PP mengamankan empat perempuan dan lima laki-laki terkait temuan ini.

Selain itu, patroli di Jalan Khatib Sulaiman berhasil mengamankan empat remaja yang diduga menyalahgunakan zat terlarang. “Seluruh pihak yang diamankan akan diproses sesuai ketentuan hukum. Pelanggaran ketertiban umum ditangani Satpol PP, sementara dugaan penyalahgunaan narkotika ditangani kepolisian,” jelas Rozaldi.

Di akhir kegiatan, Rozaldi mengimbau masyarakat Kota Padang untuk mendukung upaya Satpol PP dalam menjaga ketertiban. Ia menekankan pentingnya peran serta masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif, terutama saat libur akhir tahun.

“Kami berkomitmen terus hadir di tengah masyarakat. Tujuan utama kami adalah menciptakan rasa aman dan nyaman bagi warga Kota Padang maupun wisatawan,” pungkasnya.

(Rini/Mond) 

#PolPP #Padang #Asusila #Narkoba

 

Serasinews.com, Padang — Kebakaran besar terjadi di kawasan pertokoan sekaligus permukiman padat penduduk di Simpang Pasar Bandar Buat, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, pada Sabtu malam, 27 Desember 2025. Insiden tersebut mengakibatkan satu unit rumah hunian dan tiga petak toko hangus terbakar, dengan total kerugian ditaksir mencapai Rp2,5 miliar.

Peristiwa kebakaran pertama kali diketahui sekitar pukul 20.05 WIB, saat seorang warga melihat asap tebal disertai kobaran api muncul dari salah satu bangunan toko. Menyadari potensi bahaya di kawasan yang padat penduduk, saksi segera melaporkan kejadian tersebut ke Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Padang.

Merespons cepat laporan warga, unit Damkar langsung diberangkatkan pada pukul 20.06 WIB menuju lokasi kejadian yang berjarak sekitar 11 kilometer dari markas. Armada pemadam tiba di tempat kejadian perkara (TKP) pada pukul 20.20 WIB dan segera melakukan pemadaman.

Proses pemadaman berlangsung cukup menantang mengingat lokasi kebakaran berada di tepi jalan utama dengan kepadatan bangunan yang tinggi, sehingga api dengan cepat membesar. Setelah berjibaku selama kurang lebih satu jam, api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 21.05 WIB.

Sebanyak 7 unit armada Damkar Kota Padang dibantu 3 unit armada Damkar Semen Padang, serta 90 personel gabungan, dikerahkan dalam operasi tersebut.

Akibat kebakaran, area seluas ±1.000 meter persegi terdampak langsung. Sementara itu, 3 rumah hunian dan 5 toko lainnya nyaris ikut terbakar, dengan nilai aset yang berhasil diselamatkan diperkirakan mencapai ±Rp10 miliar dari potensi area terdampak seluas ±1.500 meter persegi.

Beruntung, tidak terdapat korban jiwa maupun luka-luka dalam kejadian ini. Satu kepala keluarga dengan empat orang penghuni terdampak, namun tidak sampai mengungsi.

Bangunan yang terbakar diketahui ditempati oleh beberapa pengontrak toko, yakni Syafar Diman (49) pemilik Toko Syafar PMD yang juga menghuni bangunan tersebut, Novi Endri pemilik Novi Elektronik, serta Alvi pemilik Bolu Kukus Malinkundang. Ketiganya berprofesi sebagai wiraswasta. Sementara saksi mata kejadian adalah Mairawati (48), pemilik bangunan.

Hingga saat ini, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang. Lokasi kejadian telah diamankan untuk kepentingan investigasi lanjutan.

Penanganan kebakaran melibatkan sinergi lintas instansi, di antaranya Polisi, TNI, Satpol PP, PMI, dan PLN, guna memastikan situasi tetap kondusif serta mencegah kebakaran meluas.

Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, khususnya di kawasan pertokoan dan permukiman padat penduduk, demi mencegah terjadinya peristiwa serupa.

Layanan Darurat: 📞 Padang Sigap 112

📞 Call Center Damkar 113

(Rini/Mond

#Peristiwa #Kebakaran #Padang


 

Serasinews.com, Padang — Api melahap dua petak rumah toko (ruko) di kawasan Simpang Banda Buek, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, Sabtu malam (27/12/2025). Kebakaran yang terjadi di pinggir jalan utama tersebut sempat mengundang perhatian warga sekitar.

Kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 20.40 WIB. Menurut informasi di lapangan, api pertama kali muncul dari sebuah kios grosir dan dengan cepat menjalar ke bangunan di sebelahnya, termasuk Toko Kue Malin Kundang. Kondisi bangunan yang sebagian besar menggunakan material mudah terbakar menyebabkan api cepat membesar.

Dugaan awal, peristiwa tersebut dipicu oleh korsleting listrik. Petugas Pemadam Kebakaran Kota Padang langsung diterjunkan ke lokasi untuk memadamkan api serta mencegah kebakaran merembet ke bangunan lain. Setelah api berhasil dipadamkan, petugas masih melakukan proses pendinginan untuk memastikan situasi benar-benar aman.

Tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian ini. Meski demikian, kerugian materi diperkirakan cukup besar karena dua petak ruko beserta seluruh isinya mengalami kerusakan berat.

Saat ini, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan guna memastikan penyebab pasti kebakaran.

(Rini)

#Kebakaran #Padang #Peristiwa


 

Serasinews.com, Padang — Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Padang memperketat pengawasan wilayah menjelang libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Dalam patroli intensif yang digelar Jumat dini hari (26/12/2025), petugas menemukan sejumlah pelanggaran ketertiban umum, termasuk dugaan penyalahgunaan narkotika di ruang publik.

Patroli tersebut dipimpin Kepala Bidang Ketenteraman Umum dan Ketertiban Masyarakat (Tibum dan Tranmas) Satpol PP Kota Padang, Rozaldi Rosman, S.STP., M.Si. Ia menyampaikan bahwa langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan seiring meningkatnya aktivitas masyarakat selama masa libur panjang.

“Pengawasan kami tingkatkan untuk mencegah pelanggaran yang dapat mengganggu ketertiban dan kenyamanan masyarakat,” kata Rozaldi.

Selain patroli, Satpol PP juga melakukan sosialisasi Surat Edaran Wali Kota Padang Nomor 500.13.2/193/Dispar-pdg/2025 tentang pelaksanaan kegiatan wisata yang aman dan tertib selama perayaan Natal dan Tahun Baru. Sosialisasi menyasar pelaku usaha, pengelola hiburan malam, serta masyarakat umum.

Dalam operasi tersebut, petugas melakukan penertiban di sejumlah tempat karaoke dan rumah kos di wilayah Padang Selatan dan Lubuk Begalung. Dari hasil pemeriksaan, sembilan orang—empat perempuan dan lima laki-laki—diamankan karena kedapatan tinggal bersama tanpa ikatan pernikahan.

“Keberadaan mereka telah menimbulkan keresahan warga sekitar,” ujar Rozaldi.

Temuan lain yang menjadi perhatian terjadi di kawasan Khatib Sulaiman. Petugas mengamankan empat remaja yang diduga terlibat penyalahgunaan narkotika jenis ganja kering. Keempatnya langsung diserahkan kepada pihak kepolisian untuk penanganan lebih lanjut sesuai ketentuan hukum.

Rozaldi menegaskan bahwa Satpol PP tidak akan mentolerir segala bentuk pelanggaran yang mengancam ketertiban umum maupun keselamatan generasi muda.

“Kami akan terus meningkatkan patroli dan berharap masyarakat ikut berperan aktif menjaga lingkungan,” pungkasnya.

(Rini/Mond) 

#GanjaKering #PolPP #Padang


 

Serasinews.com, Padang — Jejak banjir bandang masih terlihat jelas di Perumahan Griya Pratama, RT 07 RW 01, Kelurahan Tabing Banda Gadang, Kecamatan Nanggalo, Kota Padang. Lumpur kering menempel di dinding rumah warga, sementara aroma sisa genangan belum sepenuhnya sirna. Namun di balik sisa-sisa bencana itu, semangat kebersamaan mulai tumbuh kembali.

Rabu (24/12), personel Satgas Penanggulangan Bencana Alam (Gulbencal) Yonif 133/Yudha Sakti turun langsung membantu warga melalui kegiatan karya bakti pembersihan lingkungan pascabanjir. Kehadiran prajurit TNI ini menjadi bukti nyata kepedulian negara terhadap masyarakat yang tengah berjuang memulihkan kehidupan mereka.

Sejak pagi, prajurit berseragam loreng menyusuri gang-gang perumahan. Lumpur tebal diangkat dari lantai rumah, kayu dan puing yang terbawa arus deras dipindahkan, serta saluran air dan fasilitas umum dibersihkan dari tumpukan sampah. Meski seragam mereka basah dan kotor oleh lumpur, semangat pengabdian tetap terpancar.

Kegiatan ini berlangsung dalam suasana gotong royong. Warga setempat turut ambil bagian—ibu-ibu menyiapkan air minum, para bapak membantu mengangkut material, sementara anak-anak menyaksikan dengan wajah ceria. Kebersamaan itu menghadirkan rasa aman dan harapan baru setelah bencana melanda.

“Melihat tentara turun langsung membantu seperti ini, kami merasa tidak sendirian,” ungkap salah seorang warga dengan suara bergetar. Banjir bandang tak hanya merusak rumah, tetapi juga meninggalkan trauma mendalam bagi para korban.

Komandan lapangan, Letda Inf Riki Yosda dari Satgas Gulbencal Yonif 133/Yudha Sakti, menjelaskan bahwa kegiatan pembersihan akan terus dilakukan hingga lingkungan benar-benar pulih dan layak huni.

“Kami akan terus membantu sampai kondisi lingkungan kembali normal. Harapannya, aktivitas warga dapat berjalan seperti sediakala dan beban masyarakat terdampak bisa berkurang,” ujarnya.

Ia menambahkan, karya bakti ini bertujuan mempercepat normalisasi lingkungan sekaligus mencegah timbulnya penyakit pascabanjir. Lingkungan yang bersih menjadi kunci penting dalam memulihkan kehidupan sosial dan ekonomi warga.

Lebih dari sekadar membersihkan lumpur dan puing, kehadiran prajurit Yonif 133/Yudha Sakti memberikan dukungan moril bagi masyarakat Banda Gadang. Di tengah keterbatasan, sinergi antara TNI dan warga menjadi kekuatan untuk bangkit bersama.

Di Perumahan Griya Pratama, karya bakti hari itu menjadi simbol solidaritas dan kemanusiaan—bahwa di balik bencana selalu ada tangan-tangan yang siap menolong, serta harapan untuk memulai kembali kehidupan yang lebih baik.

(Rini/Mond)

#TNI #Padang #BanjirPadang


Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.