SerasiNews.com, Pesisir Selatan – Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) V Sumatera Barat terus mempercepat pembangunan Jaringan Daerah Irigasi (JDI) Kawasan Sawah Laweh di Kecamatan Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan. Proyek ini merupakan salah satu upaya pemerintah dalam memperkuat infrastruktur sumber daya air guna mendukung peningkatan produktivitas pertanian, memperkuat ketahanan pangan nasional, serta mewujudkan target swasembada pangan.
Keberadaan jaringan irigasi tersebut menjadi harapan baru bagi para petani yang selama ini menghadapi tantangan dalam memperoleh pasokan air secara merata, terutama ketika memasuki musim tanam maupun musim kemarau. Dengan sistem irigasi yang lebih baik, distribusi air diharapkan menjadi lebih efisien sehingga mampu meningkatkan hasil produksi pertanian.
Pembangunan dilakukan secara bertahap dengan mengedepankan standar teknis, mutu konstruksi, serta aspek keselamatan kerja. BWSS V Sumatera Barat memastikan setiap tahapan pekerjaan dilaksanakan secara cermat agar menghasilkan infrastruktur yang kokoh, tahan lama, dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat dalam jangka panjang.
Berdasarkan informasi yang disampaikan melalui akun Instagram resmi BWSS V Sumatera Barat, pekerjaan diawali dengan tahap persiapan yang mencakup survei lapangan, pengukuran, pembersihan area proyek, hingga penataan lokasi pekerjaan. Tahap ini menjadi dasar dalam memastikan seluruh proses konstruksi berjalan sesuai perencanaan dan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.
Setelah tahap persiapan selesai, pekerjaan dilanjutkan dengan penggalian tanah untuk membentuk penampang saluran irigasi. Proses ini bertujuan menciptakan jalur distribusi air yang optimal sehingga aliran dapat mengalir dengan baik menuju areal persawahan yang menjadi daerah layanan irigasi.
Selanjutnya dilakukan pekerjaan perkuatan tanah guna meningkatkan daya dukung pondasi saluran. Tahapan ini memiliki fungsi penting dalam menjaga stabilitas bangunan terhadap perubahan kondisi tanah maupun tekanan aliran air sehingga konstruksi tetap aman dan berfungsi secara maksimal dalam jangka panjang.
Pembangunan kemudian memasuki tahap pemasangan mini pile sebagai pondasi utama struktur. Penggunaan mini pile bertujuan memperkuat fondasi bangunan sehingga konstruksi saluran irigasi memiliki ketahanan yang lebih baik terhadap beban maupun pergerakan tanah.
Tahapan berikutnya adalah pekerjaan pembesian yang menjadi rangka utama struktur beton. Seluruh pemasangan tulangan dilakukan sesuai gambar kerja dan standar konstruksi agar menghasilkan bangunan yang kuat, presisi, serta memiliki daya tahan tinggi terhadap berbagai kondisi lingkungan.
Setelah seluruh rangka struktur selesai, pekerjaan dilanjutkan dengan proses pengecoran saluran beserta bangunan pelengkapnya. Bangunan pelengkap tersebut nantinya berfungsi sebagai pengatur distribusi air sehingga pasokan air dapat dialirkan secara merata ke lahan pertanian sesuai kebutuhan para petani.
BWSS V Sumatera Barat menilai pembangunan infrastruktur sumber daya air merupakan investasi jangka panjang yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat. Selain memperlancar distribusi air, jaringan irigasi yang andal juga berperan dalam meningkatkan produktivitas pertanian, menjaga keberlanjutan usaha tani, serta mendukung ketahanan pangan di tingkat daerah maupun nasional.
Di balik pelaksanaan proyek tersebut, para pekerja lapangan terus menjalankan setiap tahapan pekerjaan dengan penuh tanggung jawab. Mulai dari proses penggalian, pemasangan pondasi, pembesian, hingga pengecoran dilakukan secara teliti dengan tetap mengutamakan kualitas agar infrastruktur yang dibangun mampu beroperasi secara optimal selama bertahun-tahun.
Apabila pembangunan JDI Sawah Laweh Tarusan telah selesai, manfaat yang diperoleh masyarakat diperkirakan cukup besar. Pasokan air menuju lahan pertanian akan menjadi lebih lancar, cakupan layanan irigasi bertambah luas, risiko kekurangan air saat musim kemarau dapat diminimalkan, serta peluang peningkatan intensitas tanam dan hasil panen petani akan semakin besar.
Peningkatan produktivitas pertanian tersebut juga diproyeksikan memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat pedesaan. Hasil panen yang meningkat diharapkan mampu menambah pendapatan petani, memperkuat aktivitas ekonomi lokal, membuka peluang usaha baru di sektor pertanian, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Pembangunan jaringan irigasi ini mendapat respons positif dari masyarakat, khususnya para petani di kawasan Sawah Laweh. Mereka menilai proyek tersebut menjadi solusi atas persoalan distribusi air yang selama bertahun-tahun menjadi kendala dalam mengelola lahan pertanian.
Salah seorang petani mengungkapkan apresiasinya terhadap pembangunan tersebut. Menurutnya, keberadaan jaringan irigasi yang baru akan sangat membantu petani memperoleh pasokan air secara lebih merata sehingga kegiatan bercocok tanam dapat berjalan lebih baik sepanjang tahun.
Masyarakat juga berharap proses pembangunan dapat diselesaikan sesuai target tanpa mengurangi kualitas pekerjaan. Dengan demikian, manfaat jaringan irigasi dapat segera dirasakan dan memberikan dampak positif bagi peningkatan produksi pertanian di wilayah Tarusan.
Bagi masyarakat setempat, jaringan irigasi bukan sekadar saluran air, melainkan infrastruktur vital yang menjadi penopang keberlangsungan sektor pertanian. Keberadaannya diharapkan mampu menjadi fondasi bagi terciptanya pertanian yang lebih produktif, petani yang semakin sejahtera, serta ketahanan pangan Indonesia yang semakin kuat.
Melalui pembangunan Jaringan Daerah Irigasi Kawasan Sawah Laweh Tarusan, BWSS V Sumatera Barat kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan infrastruktur sumber daya air yang berkualitas. Upaya tersebut diharapkan mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus memperkuat sektor pertanian sebagai salah satu penopang utama pembangunan nasional.(Rini)
SerasiNews.com, - Dalam upaya meningkatkan kesadaran dan membangun budaya tertib berlalu lintas di kalangan generasi muda, Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sumatera Barat melaksanakan kegiatan sosialisasi tertib berlalu lintas di SMA Don Bosco Padang.
Kegiatan ini merupakan bagian dari langkah preventif kepolisian untuk menanamkan pemahaman tentang pentingnya keselamatan berlalu lintas sejak usia pelajar.
Melalui sosialisasi tersebut, para siswa diberikan edukasi mengenai pentingnya mematuhi peraturan lalu lintas, memahami fungsi rambu-rambu, menggunakan perlengkapan keselamatan seperti helm berstandar SNI dan sabuk pengaman, serta menghindari berbagai bentuk pelanggaran yang berpotensi menyebabkan kecelakaan. Selain itu, para pelajar juga diingatkan untuk tidak mengemudikan kendaraan apabila belum memenuhi persyaratan yang ditetapkan sesuai ketentuan perundang-undangan.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk komitmen Ditlantas Polda Sumbar dalam mengedepankan pendekatan edukatif sebagai upaya menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas). Edukasi kepada pelajar dinilai sangat penting karena mereka merupakan generasi penerus yang akan menjadi pengguna jalan dengan tingkat mobilitas yang tinggi.
Ditlantas Polda Sumbar berharap materi yang disampaikan tidak hanya menambah wawasan para siswa, tetapi juga membentuk karakter yang disiplin, bertanggung jawab, dan memiliki kepedulian terhadap keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya. Kesadaran untuk tertib berlalu lintas diharapkan menjadi budaya yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat.
Melalui sinergi antara kepolisian, pihak sekolah, orang tua, dan seluruh elemen masyarakat, diharapkan angka pelanggaran serta kecelakaan lalu lintas yang melibatkan pelajar dapat terus ditekan. Dengan demikian, budaya tertib berlalu lintas akan semakin kuat dan mampu mendukung terwujudnya lalu lintas yang aman, tertib, lancar, dan berkeselamatan di wilayah Sumatera Barat.(Rini)
SerasiNews.com, Sumbar - Dalam rangka menyemarakkan Hari Bhayangkara ke-80, Direktorat Lalu Lintas Polda Sumatera Barat menyerahkan sekaligus meresmikan rumah hasil program bedah rumah yang diperuntukkan bagi warga kurang mampu. Kegiatan tersebut berlangsung pada Jumat (3/7/2026) di kediaman penerima bantuan, Ibu Iche Trisnawati.
Peresmian dipimpin langsung oleh Direktur Lalu Lintas Polda Sumbar, Kombes Pol Reza Chairul Akbar Sidiq, dan dihadiri sejumlah pejabat utama Polda Sumbar serta masyarakat sekitar. Kehadiran program ini disambut dengan penuh rasa syukur dan kebahagiaan oleh keluarga penerima manfaat.
Dalam sambutannya, Kombes Pol Reza Chairul Akbar Sidiq menyampaikan bahwa program bedah rumah merupakan bentuk kepedulian Polri kepada masyarakat yang membutuhkan. Menurutnya, kehadiran Polri tidak hanya diwujudkan melalui tugas menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga melalui aksi sosial yang memberikan manfaat langsung bagi warga.
Ia berharap rumah yang telah direnovasi tersebut dapat menjadi tempat tinggal yang lebih nyaman, aman, dan layak bagi Ibu Iche Trisnawati beserta keluarganya.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Susmelawati Rosya, menjelaskan bahwa program bedah rumah menjadi salah satu rangkaian kegiatan bakti sosial dalam menyambut Hari Bhayangkara ke-80. Program ini merupakan komitmen Polda Sumbar untuk membantu masyarakat yang membutuhkan hunian layak sekaligus mempererat hubungan baik antara Polri dan masyarakat.
Melalui kegiatan sosial tersebut, Polda Sumbar berharap dapat terus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat serta memperkuat sinergi dan kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.(**)
SerasiNews.com, Sungai Buluah, Batang Anai – Pemilihan Wali Nagari Sungai Buluah berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar Sabtu, 27 Juni 2026, di halaman Kantor Wali Nagari Sungai Buluah, Kecamatan Batang Anai pada Selasa 30/6/2026. Kegiatan tersebut dihadiri oleh masyarakat yang antusias menggunakan hak pilihnya untuk menentukan pemimpin nagari pada periode mendatang.
Pemilihan Wali Nagari kali ini diikuti oleh tiga orang calon kandidat, yaitu Agusta Alidin, S.Pd, Febi Deswanto, M.Pd., M.M., dan Anasrul. Sejak pagi hari, masyarakat telah memadati lokasi pemungutan suara untuk memberikan dukungan kepada calon pilihan masing-masing.
Setelah proses pemungutan dan penghitungan suara selesai dilaksanakan, panitia menetapkan hasil perolehan suara sebagai berikut:
Agusta Alidin, S.Pd memperoleh 282 suara.
Febi Deswanto, M.Pd., M.M. memperoleh 295 suara.
Anasrul memperoleh 528 suara.
Berdasarkan hasil tersebut, Anasrul berhasil meraih suara terbanyak dan ditetapkan sebagai pemenang dalam Pemilihan Wali Nagari Sungai Buluah.
Pelaksanaan pemilihan berlangsung dalam suasana kondusif. Masyarakat menunjukkan kedewasaan dalam berdemokrasi dengan tetap menjaga ketertiban serta menghormati jalannya proses pemilihan hingga penghitungan suara selesai.
Dengan terpilihnya Anasrul sebagai Wali Nagari Sungai Buluah, masyarakat berharap kepemimpinan yang baru mampu membawa perubahan positif, meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, mempercepat pembangunan nagari, serta memperkuat persatuan dan kebersamaan di tengah warga.
Pemilihan Wali Nagari ini menjadi wujud nyata partisipasi masyarakat dalam proses demokrasi di tingkat nagari sekaligus menjadi momentum untuk bersama-sama membangun Sungai Buluah yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera.
(Rini)