Articles by "BanjirBandang"

Aceh Afif Maulana Agam AIDS Aipda Dian WR AirterjunLembahAnaiMeluap Aksibersihpantai AksiJalanan Aleknagari Amak Lisa AmalanBulanRajab AnjingPelacak anthropophobia Antikorupsi ApdateKorbanBencanaSumatera Apelsiaga Apeltanggapbencana Arif maulana Arosuka Artikel Artis Minang Asusila balapliar BalapMotor Bali Balikpapan BandarNarkobaKabur Bandung Banji Banjir BanjirAceh BanjirAgam BanjirBandang BanjirPadang BanjirSumatera BanjirSumbar BanjirSumut bansos banten BantuanBencanaAcehHilang BantuanKorbanBencanaPasbar Banyuwangi Bapenda Batam BatangArau Batuk BBM BeaCukai bencana Bencana alam Bencanaalam BencanaAlamSumateraBarat BencanaHidrometeorologi BencanaKotaPadang BencanaSumatera BencanaSumbar BerantasNarkoba BibitSiklonTropis95B BKSDA BMKG BNNPSumbar BNNsumbar BNPB BobonSantoso Box Redaksi BPBDKabupatenAgam BPBDPadang BPBDSumbar BPHMigas BrimobPoldaSumbar Brimobuntukindonesia BRISuperLeague bukit sitinurbaya Bukittinggi BungaBangkai BungaRafflesia BWSS V padang BWSSV BWSSVPadang Calon Bupati cemburubuta CerintIrallozaTasya Cikampek Cikarang CuacaEkstrem cuacapanasekstrem curanmor Daerah danabos Dandrem 032 WBR dankodaeral II Denpasar Depok DeptCollector Dharmasraya Dinas sosial DinasPendidikanSumbar DinasPerpusipPadang DinasPerpustakaandanArsip DinasPertanian dinassosial dinassosialpadang Dirlantas Dirlantas Polda Sumbar DirlantasPoldaSumbar Disdukcapil DitlantasPoldaSumbar DitpolairudPoldaSumbar DPCPKBkotapadang DPDRI DPR DPRD Padang DPRDpadang DPRDsumbar DPUPR DPUPRPadang dubalangkota EmpatPilar Enarotali Evakuasi festival sepakbola Filipina Galodo GalodoLembahAnai gangguanhormon GanjaKering gaya hidup GayaHidup gempa GempaBumi gerakcepatdinsos gorontalo GrasstrackMotocross Gresik GunungMerapiErupsi gurbernurriaukenaottkpk HAM HargaCabaiNaik Haripahlawan Harisumpahpemuda Hidroneteologi Hipnotis HismawaMigas HIV Hot New HubunganSesamaJenis hukum Huntara HUT Humaspolri ke 74 HUT80Brimob Hutan IKW IKWRI IlegalFishing IlegalMinning IllegalLogging Indonesia Indonesia. indonesiamaju infrastruktur Intan jaya Internasional irigasi Islam Islami Jakarta Jakarta Selatan JalanLembahAnaiPutus JalanLongsor JalanRetak Jambi Jawa Tengah Jayapura Jayawijaya JembatanPutus JembatanRetak Jogyakarta jurnalis JusufKalla K9 Kabupaten Agam kabupaten dharmasraya Kabupaten Solok KabupatenAgam KabupatenDharmasraya KabupatenPasamanBarat KabupatenPesisirSelatan kabupatenSolokSelatan KafeKaraoke KAI Sumbar Kakorlantas kakorlantaspolri kapolres kapolressijunjung Kapolri KarangTaruna kasat narkoba KasusMedis keamanan kebakaran KebakaranPasarPayamumbuh KebatanGunungNagoPutus kecamatankototangah kecelakaan kegiatanrutin KejariDharmasraya kejaripadang kejaripesel kekerasan kelangkaanBBM kelangkaansolar Kemenag Kemenhut Kemenkes Kementrian PU kementriankebudayaan KementrianLingkunganHidup KemuliaanBulanRajab kendaraan KeracunanMakanan Kesehatan keselamatan bersama keselamatan kerja kesiapsiagaan kesunyian malam ketertiban umum KetertibanUmum Kiwirok KKB KLHK Kodim 0307 Tanah Datar KomnasHAM komplotanganjalATM KorbanBanjirAgam KorbanBrncanaAgam Korem 032/WB Korpolairud korupsi Kota Padang KotaPadang KotaPariaman KPK Kriminal KRYD KUHP KumpulanDo'a Laksamanamuda Lampung LembahAnai Lembang Leonardy LGBT life style lifestyle Lima Puluh Kota LimaPuluhKota lingkungan listrikilegal literasi lombok timur Longsor LongsorKampusUINImambonjol LowonganKerjaPalsu Madiun Magelang MahardikaMudaIndonesia MahyeldiAnsharullah Makan Bergizi Gratis Makasar Malalak MalPraktek ManfaatAirKelapa manila MapolsekMuaraBatangGadisDibakarMasaa MataElang Medan MengelolaAirUntukNegri mentalhealth Mentawai Mesum Mimika Miras MirasIlegal MobilBencanaDibakarMassa MobilPatwalPoldaSumbarKecelakaan MobilSatpolPPAcehDibakarMassa MogokKerja MTsN10pesisirselatan Muhammadiyah mutilasibayi nagarisolokambah nagarisulitair narkoba Narkotika Nasioanl Nasional ngaraisianok NinjaSawit NTT odgj OknumGuruLGBT Oksibil olahraga Opini OprasiLilinSinggalang2025 oprasimalam oprasitumpasbandar2025 oprasizebra2025 oprasizebrasinggalang2025 OrangHanyut OTTKPK PADA Padang Padang panjang Padang Pariaman PadangAman PadangPariaman PadangRancak PadangSigap Pahlawannasional pajak air tanah Palimanan pandekarancak pantaipadang Papua parenting Pariaman Parlemen Pasaman Pasaman barat pasamanbarat pasang pasarrayapadang Pasuruan Payakumbuh PDAM PeduliBencana Pekanbaru Pelalawan pelayananhumanis pelayanansosial PelemikBantuanAsing PemakamanMasalKorbanBencanaSumbar PembabatanHutan PembalakanHutanMentawai pembalakanLiar Pembunuhan pemerasan Pemko Padang PemkoPadang PemulihanBencana PemutihanPajakKendaraan pencabulan PencarianKorbanBanjirPadang Pencirian PenculikanAnak Pencurian Pendidikan penegakanhukum penemuanbayi penemuanJanin PenemuanJasadBayo penemuanmayat Penertiban Pengancaman pengangguran penganiayaan Pengeroyokan Penggelapan Penjarahan Perbankan Perceraian Perdagangan peristiwa peristiwadaerah perlindungananak Persami PersijaJakarta pertahanan PerumdaAirMinum Pesisir Selatan PesisirSelatan Peti PJN PKL PolaMakan PolantasMenyapa Polda banten Polda Jabar Polda Kalbar Polda Metro Jaya polda Papua POLDA SulBar POLDA SUMBAR PoldaRiau Poldasumbar PoldaSumut Polhut Policegoestoscool Polisi Politik polPP polres Polres 50 kota Polres Dharmasraya Polres Mentawai Polres Padang panjang Polres Pasaman Polres Pasaman Barat Polres Solok Polres solok selatan PolresPadang polrespasaman polrespasamanbarat polrespasbar PolresPayakumbuh polrespesel PolresSolokKota polresSolokSelatan Polresta bukittinggi Polresta Padang PolresTanahDatar polrestapadang POLRI PolriPresisi Polsek bungus barat Polsek Koto Tangah Padang Polsek Lubeg Pontianak PrabowoSubianto PrajuritTNITewas PrediksiCuaca premanisme Presiden RI PrestaPadang psp padang Ptostitusi PuanMaharani Puncak jaya Purwakarta jawabarat QuickWins Razia RekeningDormant Religi RevisiKUHP Riau RidwanKamil RokokIlegal sabu Sajam SakitPerut Sarkel SatgasDamaiCartenz satgasoprasidamai satlantaspolresta SatpolPP SatpolPPAceh Sawahlunto Sawmil SeaGamen2025 segmen sianok seherman SekolahRakyat Semarang semenpadang SemenPadangFC Senjatatajam sepakbola sepakbolaindonesia SepakBolaWanita Serang ServisKendaraanGratisKorbanBanjirAgam SiagaBencana SigapMembangunNegriUntukRakyat Sijunjung sikat singgalang2025 silent treatment simulasibencana Sinkhole siswismptewassaathiking sitinjaulauik Skoliosis SMA1pulaupunjung sobatlalulintasrancakbana solok Solok selatan solokarosuka solokselatan solsel Sosialisasi SPBUganting SPPG STNK Strongpoint subsidi ilegal sukabumi Sulawesi Tenggara Sumatera Barat SumateraBarat Sumaterbarat Sumatra barat Sumbar SungaiKuranji Surabaya swasembadapangan tambangilegal Tanah datar tanahdatar tanggapdarurat TanggapDaruratBencana tawuran TawuranNarkoba Terbaru Ternate Timika Papua timklewang TimnasIndonesiaU22 TimnasWanitaIndonesia TNI TPUTunggulHitam Transformasi polri transpadang transportasi TrukTerbakar tsunamiDrill Tuak Uin UIN IB Padang UpadateKorbanBencanaSumatera UpdateKorbanBanjirSumatera UpdateKorbanBencanaAlam UpdateKorbanBencanaSumatera Utama UUMD3 Viral Yalimo Yogyakarta Yuhukimo
Tampilkan postingan dengan label BanjirBandang. Tampilkan semua postingan

 

Serasinews.com,Padang — Ancaman pascabanjir bandang masih membayangi Kota Padang. Di Sungai Batang Arau, kawasan Siteba, gelondongan kayu berukuran besar yang terbawa arus banjir 28 November 2025 tersangkut di bawah Jembatan Siteba, menghantam pilar jembatan dan memicu kekhawatiran akan keselamatan struktur penghubung vital tersebut.

Material kayu yang menumpuk tepat di sekitar pilar dinilai berpotensi mempercepat kerusakan jika debit air kembali meningkat. Kondisi ini mendorong Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Padang untuk segera mengambil langkah pengamanan, meskipun penanganan material banjir secara administratif berada dalam kewenangan Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

“Kami tidak bisa menunggu. Fokus utama kami adalah menjaga pilar jembatan agar tetap aman,” kata Kepala DPUPR Kota Padang, Tri Hadiyanto, Minggu (14/12/2025).

Penanganan Darurat Infrastruktur

Pengangkatan gelondongan kayu dilakukan dalam kondisi sungai yang masih berarus. DPUPR mengerahkan crane serta memanfaatkan ekskavator jepit bantuan pihak swasta untuk menjangkau dan mengangkat kayu satu per satu dari dasar sungai.

Pekerjaan teknis ini telah berlangsung sejak 9 Desember 2025 dan dilakukan secara bertahap guna memastikan tidak ada material tersisa yang dapat kembali menghantam pilar jembatan saat hujan turun.

“Setiap kayu yang berpotensi membahayakan langsung kami evakuasi. Tidak ada yang kami biarkan terlalu lama berada di sekitar pilar,” ujarnya.

Alat Berat Disiagakan

Sebagai langkah antisipasi lanjutan, DPUPR tetap menyiagakan alat berat di lokasi hingga masa tanggap darurat bencana berakhir. Langkah ini dilakukan untuk merespons cepat jika arus sungai kembali membawa material tambahan.

Jembatan Siteba sendiri merupakan jalur strategis yang menopang mobilitas harian warga. Kerusakan pada struktur jembatan akan berdampak luas terhadap aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat.

Upaya cepat yang dilakukan DPUPR Padang menunjukkan bahwa penanganan bencana tidak berhenti saat air surut. Ancaman lanjutan justru kerap muncul setelahnya, dan membutuhkan kehadiran pemerintah yang sigap serta kolaboratif.

(Rini/Mond)
#Infrastruktur #DPUPRPadang #Padang
#BanjirBandang

 

Serasinews.com, Padang — Bencana banjir dan banjir bandang yang melanda Kota Padang pada 25 November 2025 meninggalkan kerusakan infrastruktur dalam skala besar. Pemerintah Kota Padang mencatat total kerugian sementara mencapai Rp264,3 miliar, menggambarkan beratnya dampak terhadap fasilitas publik dan layanan dasar masyarakat.

Data kerusakan dihimpun oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Padang melalui proses pendataan dan verifikasi di berbagai wilayah terdampak.

Transportasi Jadi Sektor Paling Parah

Kepala Dinas PUPR Kota Padang, Tri Hadiyanto, menyebut sektor transportasi mengalami kerusakan paling masif. Sebanyak tujuh jembatan mengalami rusak berat dan satu jembatan rusak ringan akibat hantaman banjir yang membawa material lumpur, kayu, serta bebatuan.

Selain itu, jalan sepanjang 1.884 meter juga mengalami kerusakan di beberapa kecamatan, memutus akses warga, menghambat distribusi logistik, dan melumpuhkan aktivitas ekonomi.

“Total kerugian untuk jembatan dan jalan mencapai Rp157,89 miliar,” ujar Tri Hadiyanto, Senin (8/12/2025).

Kerusakan Bendungan dan Sungai Capai Rp84,36 Miliar

Infrastruktur pengendali air tidak luput dari dampak banjir. Tanggul yang ambruk, erosi tebing, serta pendangkalan sungai meningkatkan potensi bencana susulan.

Total kerugian sektor ini diperkirakan mencapai Rp84,36 miliar, dan memerlukan penanganan segera untuk mencegah risiko lebih besar saat musim hujan.

22 Sekolah Terdampak, Aktivitas Belajar Terganggu

Sebanyak 22 unit sekolah rusak, terdiri dari 8 PAUD, 12 SD, dan 2 SMP. Kerusakan meliputi ruang kelas, atap, pagar, perabotan, hingga fasilitas sanitasi.

Kerugian sektor pendidikan dan gedung pemerintahan ditaksir mencapai Rp5,57 miliar, memaksa beberapa sekolah menghentikan sementara kegiatan belajar dan mencari lokasi alternatif.

Tujuh Intake PDAM Rusak

Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) juga mengalami gangguan serius. Kerusakan pada tujuh intake PDAM menyebabkan pasokan air bersih terganggu untuk ribuan pelanggan.

Nilai kerugiannya mencapai Rp16,52 miliar, meliputi perbaikan pipa, pompa, dan fasilitas pendukung lainnya.

Total Kerugian Tembus Rp264,3 Miliar

Secara keseluruhan, Pemko Padang menetapkan total kerugian infrastruktur akibat banjir mencapai Rp264.356.989.944.

“Angka ini merupakan hasil penghitungan menyeluruh dari seluruh sektor infrastruktur yang terdampak langsung,” tegas Tri Hadiyanto.

Ancaman Bencana Susulan & Kebutuhan Anggaran Besar

Kerusakan yang terjadi menjadi peringatan serius bagi Pemko Padang dan Pemprov Sumatera Barat. Selain biaya rehabilitasi yang besar, kerusakan pada bendungan dan sungai meningkatkan ancaman bencana lanjutan.

Saat ini, Pemko Padang tengah menyusun dokumen rencana rehabilitasi dan rekonstruksi untuk diajukan ke Pemerintah Pusat melalui BNPB dan Kementerian PUPR.

Bencana 25 November menjadi pengingat bahwa ketahanan infrastruktur di daerah rawan hidrometeorologi seperti Padang perlu diperkuat secara menyeluruh.

(Rini/Mond)
#BanjirBandang #Padang
#Infrastruktur

 

Serasinews.com,Pasaman Barat — Memasuki hari keempat operasi pencarian korban bencana longsor dan banjir di Kabupaten Pasaman Barat, tim gabungan kembali mencatat perkembangan penting. Kerja keras tanpa jeda dari Polres Pasaman Barat, TNI, BPBD, Basarnas, relawan, dan masyarakat membuahkan hasil dengan ditemukannya satu korban di area longsor Batang Tinggam, Jorong Tinggam Harapan, Nagari Sinuruik, Kecamatan Talamau.

Korban Ditemukan di Lokasi Medan Berat

Pada sekitar pukul 12.30 WIB, tim yang bertugas di sektor Batang Tinggam mencurigai adanya tanda-tanda tubuh di bawah tumpukan material longsor. Lokasi tersebut berada di jalur tebing yang runtuh akibat hujan ekstrem berkepanjangan, menyisakan tanah liat pekat yang bercampur dengan patahan pohon dan bongkahan batu besar.

Dengan kewaspadaan tinggi, petugas bersama warga menyingkirkan material demi material. Tak lama kemudian, tubuh seorang korban berhasil dievakuasi dan segera dibawa menggunakan tandu menuju Posko DVI ANTE MORTEM Sidokes Polres Pasaman Barat.

Tim Disaster Victim Identification kemudian melakukan pemeriksaan cepat namun tetap penuh kehati-hatian dan empati. Korban terkonfirmasi bernama Yelma Yunita (40), warga Jorong Tinggam Harapan, seorang ibu rumah tangga yang dikenal oleh masyarakat setempat.

Pernyataan Kapolres: “Kami Tidak Akan Berhenti Mencari”

Kapolres Pasaman Barat, AKBP Agung Tribawanto, S.I.K., yang berada langsung di lokasi, menyampaikan rasa syukur atas temuan tersebut. Ia menegaskan bahwa seluruh anggota tim masih terus bekerja tanpa kenal lelah hingga semua korban berhasil ditemukan.

“Alhamdulillah, hari ini satu korban berhasil kita temukan. Tim gabungan bersama masyarakat terus berupaya dengan segala cara agar seluruh korban dapat kita evakuasi,” ungkapnya.

AKBP Agung juga menyoroti kondisi medan yang sangat menantang. Setiap hujan turun berpotensi memicu pergerakan tanah baru, sementara aliran air dari bukit terus membawa material yang menghambat proses evakuasi.

Empat Korban Masih Dicari, Area Pencarian Diperluas

Sampai saat ini, masih terdapat empat orang yang belum berhasil ditemukan. Tim lapangan memperluas penyisiran ke sejumlah titik yang diperkirakan sebagai lokasi tertimbunnya korban, berdasarkan analisis arah aliran longsor, struktur tanah, serta informasi warga sekitar.

“Untuk empat korban lainnya, pencarian tetap kami maksimalkan. Semoga mereka segera ditemukan dan keluarga diberi ketabahan dalam menghadapi musibah ini,” ujar Kapolres.

Selain mengandalkan alat berat dan drone thermal, tim juga melakukan pencarian manual karena sebagian wilayah terlalu sempit dan tidak stabil untuk dijangkau excavator.

Imbauan untuk Tetap Tenang dan Mendukung Proses Pencarian

Kapolres mengajak masyarakat menjaga ketenangan serta memberikan ruang yang cukup bagi tim penyelamat untuk bekerja dengan aman.

“Kami berharap masyarakat tetap bersabar dan terus berdoa. Kami akan terus bekerja keras dan semoga Allah SWT memberikan perlindungan bagi seluruh personel di lapangan,” tambahnya.

Solidaritas Warga Menguatkan Upaya Penanganan

Di tengah situasi duka, ikatan solidaritas masyarakat tampak semakin kuat. Warga saling membantu dengan menyalurkan logistik, membuka dapur umum, hingga turut serta dalam pencarian ketika kondisi memungkinkan. Dukungan ini menjadi penguat bagi keluarga korban yang masih menunggu kabar.

Pencarian masih berlangsung dan perkembangan terbaru akan disampaikan sesuai kondisi di lapangan.

(Rini/Mond)
#BanjirBandang #Peristiwa #PolresPasamanBarat

 

Serasinews.com,Sumatera Barat – Di ruang pendingin RS Bhayangkara Padang, deretan kantong jenazah tersusun rapi seperti barisan sunyi yang menunggu untuk dipulangkan. Di balik plastik dingin itu, puluhan anak—yang beberapa hari lalu masih bermain di halaman rumah mereka—kini terbaring tanpa nama. Banjir bandang yang menerjang Sumatera Barat bukan hanya merenggut nyawa, tetapi juga menghapus jejak identitas.

Tim DVI berpacu dengan waktu yang terus mengecil. Wajah-wajah mungil itu telah kehilangan bentuk yang bisa dikenali. Lumpur, arus deras, dan waktu bekerja bersama menghapus tanda-tanda terakhir yang mungkin bisa dikenali keluarga.

Sebagian besar korban adalah anak-anak. Sidik jari tidak bisa digunakan karena belum berkembang sempurna. Secara visual juga sudah sangat sulit,” ujar Ps. Kepala RS Bhayangkara Padang, dr. Harry Andromeda, Selasa (2/12), dengan suara yang mencoba menahan berat suasana.

Di meja antemortem, lembar-lembar laporan orang hilang masih kosong. Belum ada satu pun data yang sesuai dengan 25 jenazah kecil berstatus Mr. X—atau lebih tepatnya Little X—anak-anak yang belum ditemukan oleh siapa pun.

Kemungkinan orang tua mereka juga menjadi korban. Tidak ada yang datang mencari, dan itu menghentikan proses identifikasi,” tambah Harry.

DNA: Upaya Terakhir

Ketika wajah tak lagi dikenali dan sidik jari tak bisa digunakan, DNA menjadi harapan terakhir. Gigi, tulang, hingga jaringan tubuh diambil dengan hati-hati, seolah petugas sedang merawat sisa-sisa identitas yang masih tersisa.

Namun langkah itu pun terbentur hambatan besar. DNA tak berarti tanpa pembanding. Tanpa keluarga, tidak ada data yang bisa dicocokkan.

Semua sampel sudah kami kumpulkan, tetapi tanpa pembanding, proses identifikasi tidak bisa dilanjutkan,” tegas Harry.

Di ruang lain, petugas DVI terus menatap formulir-formulir kosong—tempat seharusnya nama seorang anak bisa kembali dituliskan untuk terakhir kalinya.

Imbauan untuk Warga: Datang ke RS atau Posko DVI

Satu-satunya harapan kini tertuju pada masyarakat. Siapa pun yang kehilangan anak, cucu, keponakan, atau kerabat kecil diminta segera mendatangi RS Bhayangkara Padang atau posko DVI di wilayah masing-masing.

Setetes darah, sehelai rambut, atau sampel air liur bisa menjadi kunci untuk membawa seorang anak kembali pada identitasnya.

Kendala Baru: Ruang Pendingin Terbatas

Di tengah semua upaya, RS Bhayangkara menghadapi persoalan lain: keterbatasan ruang pendingin. Ruangan yang hening dan dingin itu terlalu kecil untuk menampung begitu banyak duka.

Kami hanya memiliki empat ruang pendingin. RS M Djamil dua, RS Unand dua. Sisanya kami titipkan. Bahkan kami mendapat bantuan mobil boks pendingin dari Dinas Pertanian,” kata Harry, menggambarkan situasi di mana rumah sakit berubah menjadi tempat penampungan duka yang tak pernah diduga.

Jenazah-jenazah kecil itu kini tersebar di beberapa fasilitas kesehatan, menunggu seseorang datang membawa kembali nama yang pernah mereka dengar sebelum tidur: ibu, ayah, nenek, atau siapa saja yang pernah menggenggam tangan mereka.

(Rini/Mond)
#BanjirSumbar #BencanaAlam #SumateraBarat #BanjirBandang

Serasinews.com, Padang -Jalur By Pass Padang, salah satu koridor utama lalu lintas nasional, kini memasuki fase darurat. Curah hujan ekstrem yang berlangsung hampir dua minggu telah memicu kerusakan berat di sejumlah titik, terutama di kawasan Siti Rahmah, KM 15, Aie Pacah, hingga Koto Tangah. Beberapa ruas berubah drastis menjadi deretan lubang besar yang mengancam keselamatan pengendara.

PPK 2.1: “Kami Sedang Menghadapi Bencana Perkerasan Jalan”

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.1 Wilayah II Sumatera Barat, Zulfikar Kurniawan, ST., M.Si., menegaskan bahwa kondisi ini merupakan krisis infrastruktur yang harus segera ditangani.

“Kami sedang menghadapi bencana. Hujan deras lebih dari 12 hari menyebabkan banyak lubang, dan area sekitar Siti Rahmah masih tergenang,” ujarnya.

Kerusakan tidak hanya muncul di permukaan aspal, tetapi sudah merembet ke lapisan pondasi akibat buruknya sistem drainase. Air hujan yang tidak tertangani dengan baik meresap ke struktur jalan dan mempercepat kerusakan, bahkan berpotensi menyebabkan amblas.

Peringatan bagi Pengendara: Risiko Tinggi di Malam Hari

Lubang yang tertutup genangan air menjadi ancaman terbesar, terutama pada malam hari ketika jarak pandang menurun. Untuk mengurangi risiko kecelakaan, petugas telah memasang papan peringatan darurat bertuliskan “HATI-HATI JALAN BANYAK BERLUBANG” di titik-titik rawan.

Zulfikar mengimbau seluruh pengguna jalan untuk meningkatkan kewaspadaan.
“Mohon tidak ngebut dan selalu berhati-hati. Keselamatan adalah yang utama,” tegasnya.

Penanganan Darurat dan Harapan Perbaikan Permanen

Saat ini, tim tengah melakukan patching atau penutupan lubang sebagai langkah darurat. Namun, PPK menekankan bahwa perbaikan menyeluruh baru dapat terlaksana setelah sistem drainase diperbaiki terlebih dahulu. Tanpa solusi permanen pada pengelolaan air, kerusakan akan terus berulang.

Untuk sementara, ruas By Pass KM 15 Padang masih menjadi kawasan dengan tingkat bahaya tinggi, sehingga pengguna jalan diimbau untuk ekstra berhati-hati saat melintas.

(*)

 

Serasinews.com,Padang —
Kota Padang mengalami salah satu bencana terburuk dalam sejarahnya pada Jumat (28/11/2025). Banjir besar yang datang tiba-tiba menyapu hampir seluruh wilayah kota, menyeret rumah, fasilitas umum, hingga infrastruktur vital. Hingga Sabtu (29/11/2025), total kerugian sementara telah mencapai Rp202,8 miliar.

Wali Kota Padang Fadly Amran menegaskan bahwa banjir kali ini tidak hanya sekadar genangan, tetapi bencana hidrometeorologi besar yang mengguncang ketahanan kota. “Kerusakan yang terjadi sangat berat. Banjir ini bergerak cepat dan merusak banyak titik vital,” ujarnya.

Enam Jembatan Rusak: Empat Putus Total

Sektor jembatan mengalami hantaman paling parah. Dari enam jembatan terdampak, empat putus total dan dua lainnya rusak berat, dengan nilai kerusakan mencapai Rp127 miliar.

Dua jembatan menjadi sorotan utama:

Jembatan Gunung Nago (Pauh – Lubuk Kilangan)
Hancur total, menyisakan patahan beton dan besi yang melengkung. Kerugian: Rp45 miliar.

Jembatan Kalawi, Limau Manis
Ambruk setelah pondasinya tergerus arus kuat. Kerugian: Rp35 miliar.

“Putusnya empat jembatan ini benar-benar memutus pergerakan warga. Logistik, transportasi, hingga evakuasi sangat terhambat,” jelas Kalaksa BPBD Padang, Hendri Zulviton.

Bendungan, Jalan, dan Tebing Ikut Terkoyak

Banjir turut meluluhlantakkan fasilitas air bersih dan jalan. Sebuah bendungan dan intake air minum mengalami kerusakan berat. Jalan Batu Busuk putus total, membuat bantuan sulit menjangkau warga. Di sejumlah titik, tebing jalan runtuh dan memperlihatkan tanah yang terseret arus.

Sistem PDAM Kolaps: 10 Intake Rusak

Kerusakan besar juga terjadi pada layanan air bersih. Sepuluh intake PDAM rusak berat, pipa distribusi patah, dan pompa terendam banjir. Akibatnya, ribuan warga kehilangan akses air bersih—terutama di Koto Tangah, Lubuk Begalung, dan Kuranji.

Di Air Dingin, Koto Tangah, warga kini menghadapi krisis air bersih yang mengkhawatirkan, khususnya bagi kelompok rentan di pengungsian.

Kebutuhan Mendesak di Pengungsian

Di pos-pos pengungsian, kebutuhan dasar belum terpenuhi. Bantuan yang paling dibutuhkan meliputi:

Makanan pokok dan makanan siap saji

Susu formula bayi

Selimut, alas tidur, dan tenda

Obat-obatan dan vitamin

Tenaga kesehatan dan layanan medis

Beberapa warga terpaksa tidur beralaskan kardus, sementara antrean air bersih kian panjang. Anak-anak dan lansia menjadi kelompok yang paling merasakan dampaknya.

Pendataan Terus Berjalan

Menurut BPBD, pendataan kerusakan masih dilakukan. “Angka kerugian bisa bertambah karena ada lokasi yang belum terjangkau akibat akses terputus,” kata Hendri.

Pemulihan kini menjadi prioritas utama. Pemerintah Kota bersama BPBD, TNI, dan Polri berupaya memulihkan kondisi secepat mungkin sebelum hujan susulan kembali mengguyur Padang.

(Rino/Mond)
#BanjirBandang #Padang #Peristiwa


Serasinews.com: Agam, Sumatra Barat — Malam turun perlahan di Agam, namun beban yang dibawa warga jauh lebih cepat dan lebih berat. Aroma lumpur, kayu patah, dan tanah yang terguncang masih menyelimuti udara ketika BPBD Kabupaten Agam mengumumkan pembaruan data pada Sabtu (29/11) pukul 20.00 WIB: 4.000 warga harus mengungsi, tersebar di 11 kecamatan. Jumlah korban meninggal naik menjadi 85 orang, sementara 78 lainnya masih belum ditemukan.

Di setiap sudut posko, kisah kehilangan berbaur dengan harapan tipis bahwa keluarga yang hilang masih akan pulang.

Pengungsian Meluas, Kecamatan Demi Kecamatan Terisi

Dalam 24 jam terakhir, arus pengungsian meningkat drastis. Kepala Pelaksana BPBD Agam, Rahmat Lasmono, menyebut bahwa banjir bandang dan longsor datang bertubi-tubi, menghancurkan permukiman di sepanjang aliran sungai dan lereng perbukitan.

Pengungsi kini berasal dari 11 kecamatan. Ini data hingga Sabtu malam,” ujarnya di Lubuk Basung, Minggu (30/11/2025).

Sebaran pengungsi:

Palembayan: 167 jiwa

Ampek Nagari: 600 jiwa

Palupuh: 100 jiwa

Tanjung Mutiara: 965 jiwa

Tanjung Raya: 1.129 jiwa

Baso: 30 jiwa

Malalak: 135 jiwa

Banuhampu: 10 jiwa

Matur: 300 jiwa

Ampek Koto: 778 jiwa

Lubuk Basung: 129 jiwa

Sebanyak 26 dapur umum telah berdiri dan terus beroperasi, menjadi pusat kehidupan sementara bagi ribuan orang.

Rumah-rumah Terusak, Beberapa Hilang Tanpa Jejak

Kerusakan permukiman terlihat di sepanjang jalur banjir:

468 rumah rusak ringan

26 rumah rusak sedang

49 rumah rusak berat

Beberapa rumah hanyut, menyisakan hanya tiang-tiang roboh atau pondasi kosong. Sementara itu, sungai yang berubah warna menjadi cokelat tua mengalirkan sisa-sisa kehidupan warga yang tersapu arus.

Korban Meninggal Bertambah, Palembayan Paling Parah

Jumlah korban meninggal mencapai 85 orang, dengan rincian:

Palembayan: 55 orang

Malalak: 10 orang

Tanjung Raya: 4 orang

Matur: 1 orang

Palupuh: 1 orang

Relawan menggambarkan Palembayan sebagai wilayah paling terdampak. Banyak korban ditemukan tertimbun material galodo atau terseret hingga jauh ke hilir.

78 Orang Belum Ditemukan: Pencarian Terhalang Kondisi

Tim SAR, relawan, dan aparat bekerja tanpa henti, namun medan yang berat memperlambat setiap langkah pencarian. Jalan terputus, jembatan runtuh, dan longsor masih menutup beberapa akses.

Di Nagari Salareh Aia Timur dan Nagari Salareh Aia, upaya pencarian bahkan dilakukan dengan risiko tinggi.

Masih banyak wilayah yang belum bisa dijangkau. Kemungkinan korban bertambah,” ujar Kepala Dinas Kominfo Agam, Roza Syafdefianti.

Lonjakan Angka dalam Dua Hari

Hanya dua hari sebelumnya, jumlah korban meninggal tercatat 60 orang, naik dari 28 korban awal. 54 dari 60 korban tersebut telah teridentifikasi hingga Jumat malam (28/11).

BPBD menyatakan angka-angka ini kemungkinan akan terus berubah seiring ditemukannya korban baru dan masuknya laporan keluarga yang kehilangan anggota.

Agam Masih Berduka

Suara mesin excavator, gemuruh sungai, dan teriakan relawan yang memanggil nama korban masih memenuhi udara Agam. Meski hujan mulai mereda, tanah masih labil dan sungai masih bergejolak.

Di posko Palembayan, seorang penyintas menggenggam anaknya sambil berkata pelan:
Kami selamat… tapi malam itu seperti menelan kampung kami.

Agam masih berada di tengah luka, namun di setiap posko, di setiap tenda, dan di setiap tangan yang saling menggenggam, cahaya kecil tetap menyala.

(Rini/Mond)
#BanjirAgam #Peristiwa #KabupatenAgam #BanjirBandang

Serasinews.com,Malalak- 27 November 2025 – Dentuman deras air bah dari perbukitan Malalak pada Rabu sore mengubah Jorong Toboh, Nagari Malalak Timur, menjadi puing-puing. Dalam hitungan menit, arus deras membawa lumpur, kayu, dan reruntuhan rumah, memutus jalan, dan merenggut nyawa.

Hingga Kamis pagi, dua warga ditemukan meninggal, sementara satu orang masih hilang, terbawa pusaran air bercampur lumpur dan gelondongan kayu. Identitas para korban belum bisa dipastikan karena akses ke lokasi masih sangat terbatas.

“Data yang masuk sangat minim. Kami benar-benar terjebak di posko pengungsian Campago karena akses hampir semuanya terputus,” ujar Camat Malalak, Ulya Satar, dengan suara berat.

Arus Coklat yang Menghantam Tanpa Ampun

Banjir bandang terjadi sekitar pukul 16.00 WIB. Langit tampak normal, namun debit air di hulu meningkat drastis. Apa yang turun bukan air biasa—coklat pekat, sarat lumpur dan kayu, menyeret rumah-rumah dan segala yang dilewatinya.

Sekitar 70 kepala keluarga harus mengungsi, meninggalkan rumah yang kini tertimbun lumpur atau rusak berat.

Pengungsian Terhambat, Akses Lumpuh

Informasi dari grup warga Malalak Membangun menyebutkan ada empat titik pengungsian: Masjid Nurul Falah Limo Badak, Masjid Nurul Sa’adah Jorong Saskand, Masjid Nurul Iman Jorong Bukik Malanca, dan SDN 01 Campago.

Namun akses ke lokasi-lokasi tersebut sulit. Banyak jalur tertutup lumpur dan pohon tumbang. Jalur dari Malalak Barat ke Malalak Utara tertutup longsor, sedangkan jembatan penghubung Malalak Barat–Selatan putus terbawa arus sungai. Jalur ke Balingka sudah terputus sejak 25 November, sehingga rute tersisa hanya Sicincin – Tandikek – Malalak, dengan medan licin dan rawan longsor susulan.

Warga Bertahan di Posko Pengungsian

Di posko, kebutuhan dasar mulai menipis. Bahan pangan, susu bayi, diapers, pembalut, selimut, dan pakaian layak menjadi kebutuhan paling mendesak. Listrik padam sejak Selasa, membuat anak-anak dan bayi bertahan dalam gelap dengan lampu darurat seadanya. Beberapa warga harus mencari sinyal di tebing untuk mengabari keluarga: suara mereka menjadi tanda “Kami masih di sini.”

Menanti Bantuan, Menjaga Harapan

Banjir bandang Malalak menjadi pengingat rapuhnya permukiman di lereng sungai. Saat ini warga berharap bantuan logistik, alat berat, dan evakuasi korban hilang segera datang. Meski kondisi berat, harapan tetap menyala—tipis namun kuat, seperti lampu minyak yang menolak padam di tengah hujan badai.

(Rini/Mond)
#BanjirBandang #Malalak
#SumateraBarat #Peristiwa
#BencanaAlam

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.