Articles by "PDAM"

Aceh Afif Maulana Agam AIDS Aipda Dian WR AirterjunLembahAnaiMeluap Aksibersihpantai AksiJalanan Aleknagari Amak Lisa AmalanBulanRajab AnakHanyut AndreRosiade AnjingPelacak anthropophobia Antikorupsi ApdateKorbanBencanaSumatera Apelsiaga Apeltanggapbencana Arif maulana Arosuka Artikel Artis Minang Asusila balapliar BalapMotor Bali Balikpapan BandarNarkobaKabur Bandung BangunanLiar Banji Banjir BanjirAceh BanjirAgam BanjirBandang BanjirPadang BanjirSumatera BanjirSumbar BanjirSumut BankNagari bansos banten BantuanBencanaAcehHilang BantuanKorbanBencanaPasbar Banyuwangi Bapenda BareskrimPolri Batam BatangArau Batuk BBM BeaCukai bencana Bencana alam Bencanaalam BencanaAlamSumateraBarat BencanaHidrometeorologi BencanaKotaPadang BencanaSumatera BencanaSumbar BerantasNarkoba BeritaDaerah BibitSiklonTropis95B BKSDA BMKG BNNPSumbar BNNsumbar BNPB BobonSantoso Box Redaksi BPBDKabupatenAgam BPBDPadang BPBDSumbar BPHMigas BPJNSumbar BPKB BrimobPoldaSumbar Brimobuntukindonesia BRISuperLeague bukit sitinurbaya Bukittinggi BungaBangkai BungaRafflesia BWSS V padang BWSSV BWSSVPadang Calon Bupati cemburubuta CerintIrallozaTasya Cikampek Cikarang CuacaEkstrem cuacapanasekstrem curanmor Daerah danabos Dandrem 032 WBR DaniFaisal dankodaeral II Demonstrasi Denpasar Depok DeptCollector Dharmasraya Dinas sosial DinasPendidikanSumbar DinasPerpusipPadang DinasPerpustakaandanArsip DinasPertanian dinassosial dinassosialpadang Dirlantas Dirlantas Polda Sumbar DirlantasPoldaSumbar Disdukcapil DitlantasPoldaSumbar DitpolairudPoldaSumbar DPCPKBkotapadang DPDRI DPR DPRD Padang DPRDpadang DPRDsumbar DPUPR DPUPRPadang dubalangkota EmpatPilar Enarotali Evakuasi festival sepakbola Filipina FlyOver Galodo GalodoLembahAnai gangguanhormon GanjaKering gaya hidup GayaHidup gempa GempaBumi gerakcepatdinsos gorontalo GrasstrackMotocross Gresik GunungMerapiErupsi gurbernurriaukenaottkpk HAM HargaCabaiNaik Haripahlawan Harisumpahpemuda Hidroneteologi Hipnotis HismawaMigas HIV Hot New HubunganSesamaJenis hukum Huntara HUT Humaspolri ke 74 HUT80Brimob Hutan HUTKe-64 IKW IKWRI IlegalFishing IlegalMinning IllegalLogging Indonesia Indonesia. indonesiamaju infrastruktur Intan jaya Internasional irigasi Islam Islami Jakarta Jakarta Selatan JalanLembahAnaiPutus JalanLongsor JalanRetak Jambi Jawa Tengah Jayapura Jayawijaya JembatanPutus JembatanRetak Jogyakarta jurnalis JusufKalla K9 Kabupaten Agam kabupaten dharmasraya Kabupaten Solok KabupatenAgam KabupatenDharmasraya KabupatenPasaman KabupatenPasamanBarat KabupatenPesisirSelatan KabupatenpPasaman kabupatenSolokSelatan KafeKaraoke KafeKaroke KAI Sumbar Kakorlantas kakorlantaspolri KAN kapolres kapolressijunjung Kapolri KarangTaruna kasat narkoba KasusMedis keamanan KeamananPublik kebakaran KebakaranPasarPayamumbuh KebatanGunungNagoPutus kecamatankototangah kecelakaan kegiatanrutin KejariDharmasraya kejaripadang kejaripesel KejatiSumbar kekerasan kelangkaanBBM kelangkaansolar KelurahanRimboKaluang Kemenag Kemenhut Kemenkes Kementrian PU kementriankebudayaan KementrianLingkunganHidup KemuliaanBulanRajab kendaraan KeracunanMakanan Kesehatan keselamatan bersama keselamatan kerja kesiapsiagaan kesunyian malam KetahananPangan ketertiban umum KetertibanUmum Kiwirok KKB KLHK Kodam XX TIB Kodim 0307 Tanah Datar KomnasHAM komplotanganjalATM KorbanBanjirAgam KorbanBrncanaAgam Korem 032/WB Korpolairud korupsi Kota Padang KotaBukittinggi KotaPadang KotaPariaman KPK Kriminal KRYD KUHP KumpulanDo'a Laksamanamuda Lampung LapasIIA LayananKesehatan LembahAnai Lembang Leonardy LGBT life style lifestyle Lima Puluh Kota LimaPuluhKota lingkungan listrikilegal literasi lombok timur Longsor LongsorKampusUINImambonjol LowonganKerjaPalsu Madiun Magelang MahardikaMudaIndonesia MahasiswiHilang MahyeldiAnsharullah Makan Bergizi Gratis Makasar Malalak MalPraktek ManfaatAirKelapa manila MapolsekMuaraBatangGadisDibakarMasaa MataElang Medan MengelolaAirUntukNegri mentalhealth Mentawai Mesum Mimika Miras MirasIlegal MobilBencanaDibakarMassa MobilPatwalPoldaSumbarKecelakaan MobilSatpolPPAcehDibakarMassa MobilTerbakar MogokKerja MTsN10pesisirselatan Muhammadiyah Mutasi mutilasibayi nagarisolokambah nagarisulitair narkoba Narkotika Nasioanl Nasional ngaraisianok NinjaSawit NTT odgj OjekOnline OknumGuruLGBT Oksibil olahraga Opini OprasiKeselamatanSinggalang2026 OprasiLilinSinggalang2025 oprasimalam OprasiSinggalang2026 oprasitumpasbandar2025 oprasizebra2025 oprasizebrasinggalang2025 OrangHanyut OTTKPK PabukoanGratis PADA Padang Padang panjang Padang Pariaman PadangAman PadangPariaman PadangRancak PadangSigap Pahlawannasional pajak air tanah Palimanan pandekarancak PanenRaya pantaipadang Papua parenting Pariaman Paristiwa Parkir Parlemen Pasaman Pasaman barat pasamanbarat pasang pasarrayapadang Pasuruan Payakumbuh PDAM PeduliBencana Pekanbaru Pelalawan pelayananhumanis PelayananPublik pelayanansosial PelemikBantuanAsing PemakamanMasalKorbanBencanaSumbar Pemasyarakatan PembabatanHutan PembalakanHutanMentawai pembalakanLiar Pembinaan PembinaanWargaBinaan Pembunuhan pemerasan Pemko Padang PemkoPadang PemulihanBencana PemutihanPajakKendaraan pencabulan PencarianKorbanBanjirPadang Pencirian PenculikanAnak Pencurian Pendidikan penegakanhukum penemuanbayi penemuanJanin PenemuanJasadBayo penemuanmayat Penertiban Pengancaman pengangguran penganiayaan Pengeroyokan Penggelapan PenggelapanMotor Penjarahan Perbankan Perceraian Perdagangan Perekonomian peristiwa peristiwadaerah perlindungananak Persami PersijaJakarta pertahanan PerumdaAirMinum Pesisir Selatan PesisirSelatan Peti PJN PKL PolaMakan PolantasMenyapa Polda banten Polda Jabar Polda Kalbar Polda Metro Jaya polda Papua POLDA SulBar POLDA SUMBAR PoldaRiau Poldasumbar PoldaSumut Polhut Policegoestoscool Polisi Politik polPP polres Polres 50 kota Polres Dharmasraya Polres Mentawai Polres Padang panjang Polres Pasaman Polres Pasaman Barat Polres Solok Polres solok selatan PolresPadang polrespasaman polrespasamanbarat polrespasbar PolresPayakumbuh polrespesel PolresSolokKota polresSolokSelatan Polresta bukittinggi Polresta Padang PolresTanahDatar polrestapadang POLRI PolriPresisi Polsek bungus barat Polsek Koto Tangah Padang Polsek Lubeg Pontianak PrabowoSubianto PrajuritTNITewas PrediksiCuaca premanisme Presiden RI PrestaPadang ProyekNasional psp padang Ptostitusi PuanMaharani Puasa Puncak jaya Purwakarta jawabarat QuickWins Ramadhan Razia RekeningDormant Religi RevisiKUHP Riau RidwanKamil RokokIlegal RutanPadang sabu Sajam SakitPerut Sarkel SatgasDamaiCartenz satgasoprasidamai satlantaspolresta SatpolPP SatpolPPAceh Sawahlunto Sawmil SeaGamen2025 segmen sianok seherman SekolahRakyat Semarang semenpadang SemenPadangFC Senjatatajam sepakbola sepakbolaindonesia SepakBolaWanita Serang ServisKendaraanGratisKorbanBanjirAgam SiagaBencana SigapMembangunNegriUntukRakyat Sijunjung sikat singgalang2025 silent treatment simulasibencana Sinkhole siswismptewassaathiking sitinjaulauik Skoliosis SMA1pulaupunjung sobatlalulintasrancakbana solok Solok selatan solokarosuka solokselatan solsel Sosialisasi SPBUganting SPPG STNK Strongpoint subsidi ilegal sukabumi Sulawesi Tenggara Sumatera Barat SumateraBarat Sumaterbarat Sumatra barat Sumbar SungaiKuranji Surabaya swasembadapangan TablighAkbar TambangEmasIlegal tambangilegal TambangIlegalSumbar Tanah datar tanahdatar tanggapdarurat TanggapDaruratBencana tawuran TawuranNarkoba Terbaru Ternate Timika Papua timklewang TimnasIndonesiaU22 TimnasWanitaIndonesia TNI TPUTunggulHitam Transformasi Digital Transformasi polri transpadang TransparansiPublik transportasi TrukTerbakar tsunamiDrill Tuak Uin UIN IB Padang UMKM UNP UpadateKorbanBencanaSumatera UpdateKorbanBanjirSumatera UpdateKorbanBencanaAlam UpdateKorbanBencanaSumatera Utama UUMD3 Viral WargaBinaan Yalimo Yogyakarta Yuhukimo
Tampilkan postingan dengan label PDAM. Tampilkan semua postingan



PADANG — Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur hampir seluruh wilayah Kota Padang kembali memicu gangguan serius terhadap infrastruktur pelayanan air bersih. Meningkatnya debit air Sungai Guo menyebabkan putusnya pipa transmisi distribusi milik Perumda Air Minum Kota Padang, yang berpotensi melumpuhkan pasokan air bersih ke sejumlah wilayah pelanggan.

Kondisi ini menjadi perhatian mendesak mengingat air bersih merupakan kebutuhan dasar harian masyarakat. Arus deras Sungai Guo tidak hanya menggerus kondisi tanah di sekitar aliran sungai, tetapi juga memberi tekanan hebat pada jaringan pipa utama yang tertanam di kawasan tersebut.

Menanggapi situasi ini, pihak Perumda Air Minum Kota Padang menegaskan bahwa penanganan darurat tengah berjalan dengan memprioritaskan keselamatan petugas serta ketepatan teknis di lapangan.

Kasubag Humas Perumda Air Minum Kota Padang, Afriyanto, menjelaskan bahwa fenomena cuaca ekstrem ini menjadi tantangan berat bagi operasional perusahaan. Meski begitu, langkah pemulihan akan terus diupayakan secepat mungkin.

“Peningkatan debit Sungai Guo akibat hujan deras berdampak langsung pada sistem distribusi jaringan kami. Penanganan harus dilakukan secara cermat dengan memperhitungkan kestabilan arus sungai, kondisi tanah, serta keselamatan para petugas di lapangan,” ujar Afriyanto.

Ia juga menekankan pentingnya transparansi informasi kepada publik selama proses perbaikan berlangsung.

“Kami sangat memahami bahwa gangguan ini menghambat aktivitas sehari-hari warga. Oleh karena itu, informasi mengenai perkembangan penanganan dan estimasi pemulihan akan terus kami sampaikan secara berkala agar masyarakat dapat mengambil langkah antisipasi,” tambahnya.

Proses Pemulihan Terukur dan Evaluasi Ketahanan Jaringan
Pemulihan jaringan pipa transmisi ini membutuhkan waktu dan penanganan yang terukur. Tim teknis Perumda Air Minum Kota Padang saat ini berfokus melakukan pemeriksaan titik kerusakan, evaluasi dampak, serta penilaian keamanan lokasi sebelum menerjunkan personel untuk penyambungan ulang.

Selain fokus pada perbaikan darurat, Perumda Air Minum Kota Padang juga berencana melakukan evaluasi menyeluruh terhadap ketahanan infrastruktur di sepanjang aliran sungai. Hal ini dilakukan guna meminimalisasi risiko gangguan serupa saat hujan deras kembali menerjang.

Sebagai langkah antisipasi, masyarakat di wilayah yang terdampak diimbau untuk menampung dan menghemat penggunaan air bersih secukupnya sembari menunggu proses perbaikan selesai dan pasokan air kembali normal.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya ketahanan infrastruktur penyediaan air baku di tengah kondisi cuaca ekstrem yang makin tidak menentu. Kini, kecepatan, transparansi informasi, serta ketepatan tindakan Perumda Air Minum Kota Padang menjadi kunci utama untuk mengembalikan hak masyarakat atas akses air bersih.



PADANG — Keberadaan meteran air (water meter) di setiap rumah pelanggan sering kali dipandang sebelah mata. Padahal, perangkat kecil ini memegang peran krusial dalam mencatat volume penggunaan air bersih sekaligus menjadi acuan utama penetapan tagihan rekening bulanan.

Guna memastikan proses pencatatan berjalan akurat dan transparan, Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Kota Padang mengimbau seluruh pelanggan untuk lebih peduli terhadap kondisi dan keterbacaan meteran air di hunian masing-masing.

Kendala Lapangan dan Risiko Penggunaan Estimasi
Dalam praktik di lapangan, petugas catat meter masih kerap mendapati kondisi meteran yang sulit dijangkau. Banyak meteran air tertimbun tanah, tertutup tumpukan barang bekas, terhalang semak belantik, hingga berada di area terkunci atau di balik bangunan.

Kondisi tersebut tak hanya menyulitkan petugas, tetapi juga berpotensi merugikan pelanggan. Saat angka meteran tidak dapat dibaca secara langsung, sistem pencatatan terpaksa menggunakan kalkulasi estimasi berdasarkan rata-rata pemakaian terdahulu. Dampaknya, nilai tagihan pada bulan berjalan bisa berbeda dari konsumsi air aktual.

Tiga Aspek Utama Perawatan Meteran Air
Untuk menghindari kendala pencatatan, Perumda Air Minum Kota Padang mengingatkan masyarakat akan tiga hal penting dalam merawat meteran air:

Keterlihatan (Visibilitas): Memastikan posisi meteran berada di lokasi yang jelas dan mudah dilihat tanpa tertutup benda apa pun.

Bebas Hambatan: Merawat dan membersihkan area sekitar meteran secara berkala dari sampah, material bangunan, tanah, maupun tanaman liar.

Perlindungan Fisik yang Tepat: Melindungi alat dari benturan atau potensi kerusakan fisik tanpa menutupi akses petugas untuk membacanya.

Meteran Air Sebagai "Kasir Pribadi" Pelanggan
Kepala Sub Bagian (Kasubag) Humas Perumda Air Minum Kota Padang, Afriyanto, mengibaratkan meteran air sebagai "kasir pribadi" yang bertugas mencatat transaksi air bersih di setiap rumah.

"Meteran air itu analoginya seperti 'kasir pribadi' di rumah pelanggan. Setiap tetes air yang mengalir dan tercatat di sana adalah komitmen transparansi antara kami dan pelanggan. Jika alat catatnya terhalang atau rusak, transparansi itu ikut terganggu," ujar Afriyanto.

Ia menegaskan, menjaga keterbacaan meteran merupakan langkah mandiri pelanggan dalam melindungi hak transaksinya agar tetap efisien dan akurat.

Larangan Memperbaiki Mandiri dan Kanal Pengaduan
Perumda juga mengingatkan pelanggan untuk tidak membongkar atau memperbaikinya secara mandiri jika menemukan indikasi kerusakan—seperti jarum meteran tidak bergerak, kaca buram/pecah, atau terjadi kebocoran sambungan. Tindakan mandiri berisiko merusak segel resmi dan berimplikasi pada sanksi administratif.

Jika menemukan gangguan pada meteran air, masyarakat diimbau untuk segera melapor melalui kanal resmi berikut:

Call Center: 1500030

WhatsApp Layanan: 0811-669-123

Instagram: @perumdaairminumkotapadang

Kantor Pelayanan: Kantor cabang Perumda Air Minum Kota Padang terdekat pada jam kerja.

Melalui sinergi antara perawatan mandiri oleh warga dan pelayanan responsif dari Perumda, pencatatan pemakaian air bersih di Kota Padang diharapkan semakin akurat dan bebas dari potensi kesalahpahaman penagihan.



 PADANG — Perumda Air Minum Kota Padang mengimbau para pelanggan, khususnya yang berada di sekitar tujuh titik proyek galian drainase, untuk meningkatkan kewaspadaan dan menyiapkan cadangan air bersih. Imbauan ini dikeluarkan guna mengantisipasi potensi gangguan aliran maupun penurunan tekanan air selama aktivitas konstruksi berlangsung.

Adapun tujuh wilayah yang berpotensi terdampak meliputi:

Jalan Maransi

Jalan Raya Gadut

Kawasan Pemugaran GOR H. Agus Salim

Kompleks Bayamas

Kawasan Klenteng Pondok

Dadok Tunggul Hitam

Bypass Lubeg (depan Kantor PLN)

Kasubag Humas Perumda Air Minum Kota Padang, Afriyanto, menjelaskan bahwa pengerjaan drainase di wilayah-wilayah tersebut bersinggungan langsung dengan jaringan utilitas pipa bawah tanah.

“Kami menyampaikan informasi ini lebih awal agar masyarakat dapat melakukan antisipasi sejak dini. Potensi gangguan ini bukan untuk memicu kekhawatiran, melainkan bentuk kesiapsiagaan agar kebutuhan dasar rumah tangga tetap terpenuhi,” ujar Afriyanto.

Prinsip Antisipasi: "Jangan Menunggu Air Berhenti Mengalir"
Afriyanto menekankan pentingnya menampung air secukupnya sebelum dampak pengerjaan mulai dirasakan di kran-kran rumah warga. Langkah ini sangat krusial terutama untuk menopang kebutuhan vital harian seperti memasak, minum, mandi, dan mencuci.

Selain menyiapkan pasokan darurat, warga juga diharapkan menggunakan air secara bijak dan hemat selama proses pemeliharaan infrastruktur tersebut berjalan.

Pemantauan Intensif dan Imbauan Waspada Hoaks
Perumda Air Minum Kota Padang memastikan tim teknis terus melakukan koordinasi dan pemantauan ketat di lapangan guna meminimalkan risiko kerusakan pipa penyuplai.

Masyarakat diminta untuk tetap tenang, tidak panik, serta bijak dalam menyaring informasi. Perumda mengimbau pelanggan agar selalu merujuk pada kanal media sosial dan saluran komunikasi resmi perusahaan untuk mendapatkan pembaruan (update) informasi tepercaya terkait layanan air bersih.

Dengan kerja sama dan kesiapsiagaan bersama, diharapkan pengerjaan proyek drainase kota ini dapat berjalan lancar tanpa menimbulkan kendala berkepanjangan bagi pelayanan pasokan air masyarakat.




PADANG — Guna menjaga kualitas serta kelancaran pasokan air bersih kepada masyarakat, Perumda Air Minum (AM) Kota Padang kembali melakukan pemeliharaan rutin infrastruktur. Kali ini, pengurasan sedimen di Intake Paluki dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 30 September 2026.

Pekerjaan pemeliharaan berkala tersebut dimulai pada pukul 08.30 WIB hingga 12.30 WIB dengan estimasi pengerjaan sekitar empat jam.

Pengurasan sedimen ini berfokus pada pembersihan endapan lumpur, pasir, dan material alami lainnya yang terakumulasi di area intake. Jika dibiarkan tanpa penanganan berkala, penumpukan material tersebut berpotensi menurunkan kapasitas pengambilan air baku, yang pada akhirnya memicu gangguan pada sistem pengolahan dan pendistribusian air ke pelanggan.

Kasubag Humas Perumda Air Minum Kota Padang, Afriyanto, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga keandalan sarana dan keberlangsungan pelayanan air minum bagi warga Kota Padang.

“Pekerjaan pengurasan sedimen di Intake Paluki ini adalah pilar penting pemeliharaan infrastruktur kami. Endapan material alami di area intake jika dibiarkan dapat mengurangi kapasitas pasokan air baku menuju instalasi pengolahan,” ujar Afriyanto.

Ia menjelaskan, seluruh proses pemeliharaan dirancang seefisien mungkin agar dampak terhadap kenyamanan masyarakat dapat ditekan sekecil mungkin.

“Pengerjaan berdurasi empat jam ini kami optimalkan sedemikian rupa agar dampak gangguan pendistribusian ke pelanggan minimal. Kami memohon maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan selama proses pemeliharaan berlangsung,” ungkapnya.

Potensi Penurunan Tekanan Air dan Imbauan Pelanggan
Selama pengerjaan berlangsung, pelanggan di sekitar wilayah pelayanan Intake Paluki diimbau untuk mengantisipasi potensi penurunan tekanan air hingga penghentian aliran sementara.

Sebagai langkah antisipasi, Perumda Air Minum Kota Padang meminta masyarakat terdampak untuk menampung air secukupnya sebelum pengerjaan dimulai pada Rabu pagi.

Perumda AM Kota Padang memastikan bahwa setelah pengerjaan selesai sekitar pukul 12.30 WIB, pendistribusian air akan langsung dialirkan kembali secara bertahap. Namun, pemulihan tekanan air memerlukan waktu seiring proses pengisian kembali (priming) pada jaringan perpipaan.

Kecepatan normalisasi aliran air juga dipengaruhi oleh kondisi geografis dan posisi jaringan pipa di masing-masing area pelanggan.

“Untuk informasi lebih lanjut maupun layanan pengaduan, pelanggan dapat menghubungi kanal resmi dan call center layanan pelanggan Perumda Air Minum Kota Padang,” tutup imbauan tersebut.

Melalui perawatan infrastruktur secara berkelanjutan ini, Perumda Air Minum Kota Padang terus berupaya memastikan ketersediaan air bersih yang aman, andal, dan optimal bagi seluruh warga.



PADANG — Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Kota Padang menjadwalkan pekerjaan pengurasan kanal intake Palukahan yang dimulai pada Senin (28/9/2026). Pekerjaan pemeliharaan berkala ini dipastikan bakal berdampak pada penurunan tekanan hingga terhentinya distribusi air bersih sementara waktu di sejumlah area layanan.

Kepala Subbagian Humas Perumda Air Minum Kota Padang, Afriyanto, menjelaskan bahwa pengurasan kanal intake merupakan langkah krusial untuk menjaga performa infrastruktur dan keberlangsungan sistem penyediaan air minum bagi masyarakat.

"Pekerjaan ini perlu dilakukan untuk menjaga kondisi kanal intake tetap berfungsi secara optimal. Selama proses berlangsung, pelanggan di wilayah terdampak perlu mengantisipasi kemungkinan turunnya tekanan air hingga aliran tidak mengalir sementara," ujar Afriyanto.

Wilayah Terdampak
Berdasarkan pendataan Perumda Air Minum Kota Padang, gangguan distribusi air diperkirakan meliputi kawasan:

Sei Lareh & Pilakut

Komplek Villaku & Gunung Sariak

Batas Kota Lubuk Buaya & Anak Air

Balai Gadang & Sei Bangek

Balai Baru, Kalumbuk, Gurun Laweh, hingga Siteba

Imbauan kepada Pelanggan
Guna meminimalkan dampak gangguan aktivitas harian, Perumda Air Minum mengimbau masyarakat di wilayah terdampak untuk segera menampung air bersih secukupnya sebelum pengerjaan dimulai, serta menggunakannya secara bijak.

Pihak manajemen juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami para pelanggan selama proses pemeliharaan berlangsung.

"Kami memahami air bersih merupakan kebutuhan vital masyarakat. Oleh karena itu, kami memohon pengertian dan kesabaran para pelanggan. Setelah pengerjaan selesai, pengaliran air akan dinormalkan kembali secara bertahap sesuai kondisi tekanan sistem," tutur Afriyanto.

Perumda Air Minum Kota Padang berkomitmen mengawal pengerjaan pengurasan ini agar berjalan lancar dan selesai tepat waktu, sehingga pelayanan distribusi air bersih kepada masyarakat dapat kembali optimal.




PADANG — Perumahan Daerah (Perumda) Air Minum Kota Padang mengimbau para pelanggan di sejumlah kawasan untuk segera menyiapkan cadangan air bersih. Langkah antisipasi ini menyusul pengerjaan pemeliharaan berupa pengurasan Kanal Intake Palukahan yang dijadwalkan berlangsung pada Senin (28/9/2026).

Proses pengurasan kanal infrastruktur tersebut rencananya dimulai pukul 09.00 WIB hingga selesai. Selama pengerjaan berlangsung, pasokan air bersih diperkirakan mengalami penurunan tekanan hingga penghentian aliran sementara di beberapa wilayah terdampak.

Kasubag Humas Perumda Air Minum Kota Padang, Afriyanto, menjelaskan bahwa pengurasan ini merupakan agenda perawatan rutin berkala guna menjamin kualitas dan keandalan jaringan distribusi air bersih ke rumah tangga dalam jangka panjang.

"Pekerjaan pengurasan kanal Intake Palukahan ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk terus menjaga kualitas dan kelancaran distribusi air bersih kepada masyarakat Kota Padang," ujar Afriyanto dalam keterangannya.

Pihak manajemen merinci setidaknya ada 12 kawasan yang berpotensi mengalami gangguan layanan, yaitu:

Sel Lareh

Pilakut

Komplek Villaku

Gunung Sariak

Batas Kota Lubuk Buaya

Anak Air

Balai Gadang

Sungai Bangek

Balai Baru

Kalumbuk

Gurun Laweh

Siteba

Menyikapi potensi gangguan tersebut, Afriyanto mengingatkan warga di kawasan terdampak untuk menampung air cadangan sebelum pengerjaan dimulai agar kebutuhan dasar harian seperti memasak dan sanitasi tetap terpenuhi.

"Kami memohon maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan yang terjadi selama proses pengerjaan. Kami menyarankan pelanggan di wilayah terdampak untuk segera menampung air secukupnya sebagai cadangan," tambahnya.

Manajemen memastikan distribusi air bersih akan dinormalisasi secara bertahap segera setelah seluruh pengerjaan teknis di lapangan selesai dilaksanakan.



PADANG — Perumda Air Minum Kota Padang resmi menunda rencana pekerjaan pengurasan Kanal Intake Palukahan di kawasan Lubuk Minturun yang sedianya dilaksanakan pada Senin (28/9/2026). Penundaan ini diambil demi menjaga keselamatan operasional dan mencegah potensi gangguan aliran air bersih yang lebih luas kepada pelanggan.

Keputusan tersebut diambil manajemen setelah ditemukannya sejumlah kendala teknis di lapangan menjelang pelaksanaan pekerjaan. Sebagai salah satu infrastruktur vital dalam sistem penyediaan dan pengolahan air baku, pemeliharaan pada Kanal Intake Palukahan memerlukan kesiapan operasional yang matang.

Kasubag Humas Perumda Air Minum Kota Padang, Afriyanto, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk kehati-hatian perusahaan agar proses pemeliharaan tidak berdampak buruk pada kontinuitas pasokan air masyarakat.

"Penundaan ini adalah langkah taktis dan terukur yang harus kami ambil guna memastikan keselamatan operasional serta efektivitas pemeliharaan jaringan secara menyeluruh," ujar Afriyanto.

Ia menambahkan, ketimbang memaksakan pekerjaan di tengah kendala teknis yang berisiko meluaskan dampak pemadaman, manajemen memilih untuk mematangkan penanganan di lapangan terlebih dahulu.

Pelayanan Tetap Optimal dan Bijak Air
Dengan adanya penundaan ini, Perumda Air Minum Kota Padang memastikan distribusi air bersih kepada pelanggan, khususnya di wilayah Lubuk Minturun dan sekitarnya, tetap beroperasi secara optimal.

Manajemen mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh informasi yang tidak resmi. Pelanggan juga dianjurkan untuk menggunakan air secara bijak sambil menunggu pembaruan informasi.

Jadwal susulan pengurasan Kanal Intake Palukahan akan dipublikasikan secara resmi setelah seluruh kendala teknis berhasil diatasi dan kondisi lapangan dipastikan aman untuk pelaksanaan pemeliharaan.



PADANG — Proses rehabilitasi Instalasi Pengolahan Air (IPA) Gunung Pangilun milik Perumda Air Minum Kota Padang kini resmi memasuki tahap akhir (finishing). Pekerjaan teknis terus dikebut di lapangan dengan fokus pada penyempurnaan komponen serta pemeriksaan menyeluruh sebelum instalasi dioperasikan kembali secara optimal.

Direktur Operasional Perumda Air Minum Kota Padang, Afrizal Kuning, menegaskan bahwa pengoperasian kembali IPA Gunung Pangilun tidak semata-mata didasarkan pada selesainya pekerjaan fisik. Keamanan sistem, kualitas pengolahan, dan kontinuitas pelayanan menjadi pertimbangan utama melalui serangkaian pengujian teknis yang ketat.

“Kami memahami kondisi ini tidak mudah bagi pelanggan yang membutuhkan kepastian pasokan air saban hari. Oleh karena itu, kami terus mengawal pekerjaan di lapangan agar setiap tahapan diselesaikan secara cermat. Kami tidak ingin terburu-buru sebelum seluruh aspek teknis dipastikan benar-benar siap,” ujar Afrizal Kuning.

Pengujian Accelerator Jadi Kunci Utamanya

Salah satu fokus utama pada tahap finishing ini adalah pengujian komponen accelerator, yang memegang peranan vital dalam proses pengolahan air bersih. Jika hasil pemeriksaan akhir berjalan lancar dan tidak ditemukan kendala teknis pada sistem pendukungnya, fasilitas tersebut ditargetkan mulai beroperasi kembali pada Rabu, 23 September 2026.

Afrizal menjelaskan, kendati target pengoperasian telah ditetapkan, kepastian akhirnya tetap bergantung pada evaluasi komprehensif dari tim teknis di lapangan.

“Target kami tentu secepatnya memberikan pelayanan yang optimal. Jika hasil pengecekan akhir pada bagian accelerator aman, fasilitas tersebut ditargetkan dapat langsung difungsikan,” tambahnya.

Apresiasi Kesabaran Pelanggan

Manajemen Perumda Air Minum Kota Padang turut menyampaikan permohonan maaf mendalam sekaligus apresiasi atas kesabaran dan pengertian masyarakat terdampak selama proses rehabilitasi berlangsung.

Rehabilitasi berjangka ini diharapkan menjadi langkah strategis jangka panjang dalam meningkatkan keandalan sistem produksi dan distribusi air bersih yang lebih stabil bagi warga Kota Padang.

Setelah seluruh proses pengujian dinyatakan aman, pengoperasian kembali akan dilakukan secara bertahap untuk menjaga kestabilan tekanan dan pasokan air ke rumah-rumah pelanggan.



‎Padang — Perumda Air Minum Kota Padang menjadwalkan pekerjaan penertiban dan koneksi pipa berdiameter nominal (DN) 250 milimeter di kawasan Jembatan Kampung Tanjung pada Jumat, 28 Agustus 2026. Proses teknis yang dimulai pukul 13.00 WIB ini berpotensi berdampak pada gangguan distribusi air bersih di sejumlah wilayah sekitarnya.
‎
‎Pihak manajemen mengonfirmasi bahwa terdapat enam wilayah pemukiman yang masuk dalam area terdampak, yaitu:
‎
‎Perumnas Belimbing
‎
‎Kompleks Karya Rejo
‎
‎Kompleks BBI
‎
‎Wahana 1
‎
‎Kompleks Mega Mulia
‎
‎Kompleks Sangsuriya
‎
‎Pekerjaan koneksi pipa DN 250 ini merupakan bagian dari upaya perbaikan dan penataan jaringan distribusi demi menjaga keandalan serta keberlangsungan pasokan air minum jangka panjang. Karena pengerjaannya membutuhkan ketelitian teknis di lapangan, penurunan tekanan hingga penghentian sementara aliran air tidak dapat dihindari.
‎
‎Sebagai langkah antisipasi, Perumda Air Minum Kota Padang mengimbau seluruh pelanggan di kawasan terdampak untuk menampung air secukupnya sebelum pengerjaan dimulai. Imbauan ini disampaikan lebih awal agar masyarakat dapat menyesuaikan penggunaan air untuk kebutuhan rumah tangga yang mendesak.
‎
‎Manajemen Perumda Air Minum Kota Padang menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan selama proses penataan jaringan berlangsung. Pelayanan diproyeksikan kembali normal secara bertahap setelah seluruh tahapan penyambungan pipa selesai dilakukan.



‎PADANG — Guna menjaga kestabilan pasokan air baku serta memperkuat keandalan pelayanan air minum bagi masyarakat Kota Padang, pembangunan bendung sementara di Intake Instalasi Pengolahan Air (IPA) Gua Kuranji terus dikebut.
‎
‎Proyek infrastruktur hulu ini digarap oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui kontraktor PT Hutama Karya. Penanganan difokuskan pada area intake guna memastikan pengangkatan dan penyerapan air baku menuju pengolahan IPA Gua Kuranji berjalan maksimal.
‎
‎Kasubag Humas Perumda Air Minum Kota Padang, Adhie Zein, menegaskan bahwa proyek ini memegang peranan strategis dalam menjaga keberlangsungan pasokan air bersih ke rumah-rumah warga.
‎
‎“Bendung sementara ini bukan sekadar bangunan fisik. Ini bagian dari ikhtiar menjaga keandalan sumber air baku agar proses pengambilan air menuju IPA Gua Kuranji dapat berjalan lebih optimal. Ujungnya adalah bagaimana pelayanan air minum kepada masyarakat tetap terjaga,” ujar Adhie dalam keterangan resminya.
‎
‎Meski target penyelesaian dipacu agar infrastruktur dapat segera difungsikan, pihak Perumda Air Minum Kota Padang menekankan bahwa akselerasi pekerjaan di lapangan tidak boleh mengabaikan kualitas konstruksi dan keselamatan kerja.
‎
‎“Kami tentu berharap pekerjaan ini dapat segera selesai dan difungsikan. Namun, percepatan harus tetap memperhatikan aspek teknis, keselamatan kerja, serta kondisi lapangan. Kita tidak hanya mengejar cepat selesai, tetapi memastikan hasilnya benar-benar dapat mendukung pelayanan,” tambah Adhie.
‎
‎Saat ini, Perumda Air Minum Kota Padang terus mengawal dan memantau progres pengerjaan di lapangan bersama pemangku kepentingan terkait. Keberadaan bendung sementara ini diharapkan menjadi penopang utama di sisi hulu demi menjamin kepastian pasokan air minum yang berkelanjutan bagi seluruh pelanggan di Kota Padang.



PADANG — Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Kota Padang resmi menyelesaikan pekerjaan teknis pada Instalasi Pengolahan Air (IPA) Jawa Gadut. Seiring selesainya perbaikan tersebut, distribusi air bersih kepada para pelanggan yang terdampak kini mulai dialirkan secara bertahap.
‎
‎Pekerjaan infrastruktur di IPA Jawa Gadut mencakup penggantian aksesoris pipa reservoir serta pemasangan flow meter. Langkah ini dilakukan tidak hanya untuk memperkuat keandalan fisik jaringan perpipaan, tetapi juga untuk mengoptimalkan pengukuran dan pengelolaan aliran air secara lebih terukur.
‎
‎Manajemen Perumda Air Minum Kota Padang menyampaikan bahwa selesainya pekerjaan fisik tidak secara otomatis membuat aliran air langsung normal di seluruh area. Saat ini, jaringan distribusi tengah memasuki tahap normalisasi untuk mengembalikan tekanan dan debit air agar stabil secara merata.
‎
‎Kasubag Humas Perumda Air Minum Kota Padang, Adhie Zein, menjelaskan bahwa proses pengaliran air dilakukan secara berhati-hati guna mencegah potensi gangguan teknis baru pada sistem jaringan pendistribusian.
‎
‎"Pekerjaan teknis sudah selesai dilaksanakan. Saat ini air mulai dialirkan secara bertahap, dan petugas kami di lapangan terus mengawal proses normalisasi sistem pendistribusian agar aliran kembali optimal ke rumah pelanggan," ujar Adhie.
‎
‎Ia menambahkan, perbedaan letak geografis dan posisi tekanan jaringan membuat waktu pemulihan aliran air di tiap wilayah tidak bersamaan. Pelanggan di beberapa titik mungkin masih merasakan tekanan air yang belum maksimal selama proses pemantauan teknis ini berlangsung.
‎
‎Pihak Perumda Air Minum Kota Padang menyampaikan apresiasi atas pengertian dan kesabaran para pelanggan selama proses perbaikan hingga normalisasi berjalan. Masyarakat diimbau untuk tidak khawatir karena seluruh tim teknis masih terus bekerja di lapangan hingga pelayanan distribusi air bersih kembali pulih sepenuhnya.



‎PADANG — Perumda Air Minum Kota Padang terus menggenjot pembenahan infrastruktur distribusi air bersih. Langkah terbaru diwujudkan melalui pekerjaan interkoneksi pipa DN 600 x 150 yang dipusatkan di kawasan Jembatan Sari Petojo, Ganting, pada Rabu (19/8/2026). Proyek ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam memperkuat keandalan dan optimalisasi pasokan air minum bagi masyarakat.
‎
‎Meski pengerjaan berfokus di satu titik teknis, dampaknya diperkirakan berpotensi memengaruhi tekanan air hingga gangguan distribusi pada sejumlah wilayah pelayanan yang terhubung dengan jalur tersebut.
‎
‎Kasubag Humas Perumda Air Minum Kota Padang, Adhie Zein, menjelaskan bahwa penataan pipa berdiameter besar ini membutuhkan ketelitian tinggi serta prosedur yang terukur.
‎
‎“Kami menyadari pekerjaan jaringan ini berpotensi memicu ketidaknyamanan akibat penurunan tekanan atau aliran air yang berkurang. Namun, langkah ini sangat krusial agar sistem distribusi semakin andal dan mampu melayani kebutuhan masyarakat secara optimal ke depan,” ujar Adhie.
‎
‎Ia menambahkan, tim teknis di lapangan terus berupaya menyelesaikan pengerjaan secara efektif dan aman agar durasi gangguan dapat diminimalkan. Setelah penyambungan selesai, proses normalisasi aliran air akan dilakukan secara bertahap sesuai kondisi jaringan.
‎
‎Imbauan Antisipasi Bagi Pelanggan
‎
‎Guna mengantisipasi dampak gangguan pasokan, Perumda Air Minum Kota Padang mengimbau pelanggan di sekitar kawasan Ganting dan area terdampak lainnya untuk menampung air secukupnya sebelum pengerjaan dimulai.
‎
‎“Masyarakat tidak perlu panik. Informasi ini kami sampaikan lebih awal agar pelanggan—baik rumah tangga maupun pelaku usaha—dapat melakukan persiapan mandiri dengan menyimpan cadangan air bersih untuk kebutuhan utama,” tuturnya.
‎
‎Adhie menegaskan bahwa pengerjaan ini bukan sekadar aktivitas menyambung pipa biasa, melainkan bentuk investasi infrastruktur berkelanjutan. Jika pemeliharaan dan penataan jaringan terus ditunda, potensi risiko gangguan yang lebih besar justru dapat terjadi di kemudian hari.
‎
‎Melalui upaya pembenahan yang terencana ini, Perumda Air Minum Kota Padang menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan sementara yang dialami warga, sekaligus mengapresiasi dukungan dan pengertian masyarakat demi terwujudnya pelayanan air bersih yang lebih tangguh di masa depan.


‎
‎Padang - Perumda Air Minum (AM) Kota Padang kembali mencatatkan progres positif dalam menjaga kestabilan mutu dan pasokan air bersih bagi masyarakat. Perbaikan infrastruktur vital pada Accelerator 1 Instalasi Pengolahan Air (IPA) Gunung Pangilun kini telah rampung sepenuhnya dan kembali beroperasi secara normal.
‎
‎Direktur Utama Perumda AM Kota Padang, Hendra Pebrizal, melalui Kasubag Humas Adi Zein, menyampaikan bahwa pasca-perbaikan tersebut, seluruh tahapan pengolahan air bersih berjalan dengan sangat baik dan bertahap menunjukkan hasil yang signifikan.
‎
‎"Alhamdulillah, Accelerator 1 IPA Gunung Pangilun sudah selesai diperbaiki dan telah kembali berfungsi sebagaimana mestinya. Seluruh proses pengolahan air kini sudah berjalan optimal," ujar Adi Zein.
‎
‎Ia menjelaskan, pemulihan pasokan air bersih ke rumah-rumah pelanggan memang berlangsung secara bertahap seiring berjalannya sistem pengolahan pada fasilitas yang baru selesai direhabilitasi tersebut. Meski demikian, manajemen menyadari masih terdapat beberapa titik area yang mengalami kekeruhan air dalam skala kecil akibat sisa endapan.
‎
‎Guna mengatasi hal tersebut, tim teknis Perumda AM Kota Padang bergerak cepat melakukan tindakan penyiraman bertekanan (flushing) di sejumlah jaringan pipa yang masih terdampak. Langkah ini diambil untuk membuang endapan air keruh di dalam pipa, menstabilkan tekanan, serta mengalirkan kembali air yang telah jernih.
‎
‎"Saat ini kami tetap fokus melakukan flushing di beberapa area terdampak guna menstabilkan pendistribusian dan tekanan air. Kami berharap dengan selesainya perbaikan Accelerator 1 ini, permasalahan kekeruhan air yang sampai ke rumah pelanggan dapat diminimalisir dan layanan kembali pulih sepenuhnya," tambahnya.
‎
‎Sebagai penutup, manajemen Perumda AM Kota Padang menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih setinggi-tingginya kepada Kementerian Pekerjaan Umum (PU), PT Hutama Karya, serta seluruh pihak yang telah berkolaborasi aktif dalam mendukung percepatan perbaikan dan rehabilitasi salah satu infrastruktur krusial pengolahan air minum di Kota Padang tersebut.(*)



‎PADANG — Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Kota Padang terus bergerak mengoptimalkan layanan air bersih bagi warga. Terbaru, jajaran Perumda AM Padang merampungkan pengerjaan interkoneksi pipa distribusi DN 300 x 100 di kawasan Komp. Filano, Kubu Dalam Parak Karakah, Kecamatan Padang Timur.
‎
‎Langkah strategis ini diambil guna memperkuat jaringan perpipaan bawah tanah dan memastikan tekanan serta suplai air bersih terbagi secara merata ke area pelayanan.
‎
‎Pantauan di lokasi menunjukkan sejumlah teknisi melakukan pembongkaran sebagian badan jalan untuk menyambungkan jaringan perpipaan utama. Untuk menjamin keselamatan pengendara dan pekerja, area galian telah dipasangi barikade pengaman serta papan imbauan teknis bertuliskan "MAAF! ADA GALIAN."
‎
‎Kepala Subbagian Humas Perumda Air Minum Kota Padang, Adhie Zein, menjelaskan bahwa pengerjaan fisik di lapangan membutuhkan ketelitian tinggi. Prosedur interkoneksi mencakup kalkulasi tekanan air, penyesuaian jaringan eksisting, penyambungan, hingga tahap pengujian kelaikan sebelum aliran diaktifkan kembali.
‎
‎"Pekerjaan jaringan ini berada di bawah permukaan jalan sehingga pembongkaran tak terelakkan. Kami memohon pengertian dari masyarakat dan pengguna jalan yang melintas, sebab potensi ketidaknyamanan ini bersifat sementara. Langkah ini sangat krusial demi keandalan pasokan air bersih jangka panjang," ujar Adhie Zein.
‎
‎Ia menambahkan, seluruh tim teknis di lapangan diinstruksikan untuk bekerja secara efektif dan mengutamakan standar keselamatan kerja (K3). Setelah proses penyambungan pipa rampung, Perumda AM Padang berkomitmen untuk segera merehabilitasi kembali kondisi permukaan jalan seperti semula.
‎
‎Para pengguna jalan yang melintasi kawasan Kubu Dalam Parak Karakah diimbau untuk tetap berhati-hati, mematuhi rambu petunjuk, serta mengurangi kecepatan kendaraan saat mendekati titik pekerjaan.

 

  ‎PADANG — Belum pulih sepenuhnya dari dampak bencana besar akhir tahun lalu, Perusahaan Daerah Air Minum (Perumda AM) Kota Padang kembali menghadapi tantangan berat. Banjir yang menerjang sejumlah wilayah pada Senin (3/8/2026) mengakibatkan kerusakan signifikan pada jaringan pipa dan beberapa fasilitas intake, sehingga mengancam pasokan air bersih bagi sekitar 150 ribu pelanggan.
‎
‎Kondisi ini menempatkan Perumda AM Padang dalam situasi pelik. Pemulihan infrastruktur lama yang belum rampung kini bertambah beban akibat kerusakan baru pada sejumlah fasilitas vital, seperti Intake Kampung Koto Gunung Pangilun, Intake Guo Kuranji, dan Intake Lubuk Paraku.
‎
‎Kepala Humas Perumda AM Kota Padang, Adhie Zein, menyampaikan permohonan maaf atas gangguan pelayanan yang terjadi dan menegaskan komitmen manajemen untuk mempercepat pemulihan.
‎
‎"Kepada seluruh pelanggan di Kota Padang, kami memohon maaf atas ketidaknyamanan ini. Meskipun pascabencana beberapa bulan lalu kondisi belum sepenuhnya normal, kami tetap berkomitmen memberikan pelayanan terbaik," ujar Adhie, Jumat (7/8/2026).
‎
‎Fasilitas Vital Terdampak dan Langkah Pemulihan
‎
‎Kerusakan mendasar terjadi di berbagai titik jaringan produksi dan distribusi Perumda AM Kota Padang:
‎
‎IPA Gunung Pangilun: Dari dua unit accelerator berkapasitas total 500 liter per detik, saat ini hanya satu unit yang dapat beroperasi karena satu unit lainnya masih dalam perbaikan. Proses perbaikan instalasi pengolahan ini ditargetkan rampung pada akhir Agustus 2026.
‎
‎Intake Kampung Koto: Bak prasedimentasi yang sebelumnya dikerjakan bersama Hutama Karya tergenang banjir. Tingginya debit air sungai dan tingkat kekeruhan yang melebihi batas olah memicu gangguan distribusi ke kawasan Pusat Kota, Gunung Pangilun, dan sebagian Padang Sarai.
‎
‎Intake Guo Kuranji: Bendungan sementara hanyut terbawa arus banjir, sehingga menghambat pasokan air baku ke kawasan Belimbing, Bukit Belimbing Indah, Taruko I & II, Kalumbuk, Balai Baru, hingga Tarok Indah.
‎
‎Intake Lubuk Paraku: Tingginya sedimentasi dan lumpur membatasi kemampuan produksi air baku untuk wilayah selatan Kota Padang.
‎
‎Intake Palukahan: Masuk dalam daftar perbaikan bertahap yang akan dikerjakan bersama pemerintah.
‎
‎Imbauan Efisiensi Penggunaan Air
‎
‎Mengingat kompleksitas pemulihan SPAM yang terbagi dalam tiga sistem produksi (pusat, selatan, dan utara), Perumda AM Kota Padang mengimbau masyarakat untuk mendukung proses ini melalui penggunaan air secara bijak.
‎
‎"Kami meminta pelanggan untuk bersabar selama proses perbaikan berlangsung. Kami juga mengimbau masyarakat untuk menghemat penggunaan air dan memastikan keran tertutup rapat setelah digunakan," tutup Adhie.
‎
‎Bagi pelanggan yang mengalami kendala operasional atau ingin melaporkan gangguan layanan, Perumda AM Kota Padang menyiagakan saluran komunikasi resmi untuk penanganan lebih lanjut.

 

  PADANG — Hujan deras yang mengguyur Kota Padang pada Senin (3/8/2026) mengakibatkan sejumlah intake milik Perumda Air Minum Kota Padang tertimbun material banjir. Dampaknya, proses pengolahan air baku terhenti dan distribusi air bersih ke puluhan wilayah pelanggan mengalami penurunan tekanan hingga penghentian sementara.

Kepala Humas Perumda Air Minum Kota Padang, Adhie Zein, menjelaskan bahwa material berupa batu, pasir, kayu, dan lumpur yang terbawa arus deras menutup celah masuknya air baku ke instalasi pengolahan.

"Pasca hujan deras kemarin, beberapa intake Perumda Air Minum Kota Padang tertimbun material yang terbawa arus banjir. Pagi ini, petugas baru bisa melakukan perbaikan dan penanganan terhadap intake yang tersumbat," ujar Adhie Zein saat ditemui di Kantor Perumda Air Minum Kota Padang, Selasa (4/8/2026).

Wilayah yang Terdampak Gangguan
Berdasarkan data Perumda Air Minum Kota Padang, gangguan terjadi di beberapa titik lokasi intake vital, di antaranya:

Intake GUO: Berdampak pada wilayah Belimbing, Bukit Belimbing Indah, Taruko I dan II, Kalumbuk, Balai Baru, Wahana VI, Buana Indah III, Rimbo Tarok, serta Tarok Indah I dan II.

Intake Palukahan: Memengaruhi distribusi air di sebagian wilayah Kecamatan Koto Tangah, Kecamatan Nanggalo, dan Kecamatan Padang Utara.

Intake Gunung Pangilun: Memengaruhi kawasan pusat kota, Gunung Pangilun, hingga sebagian Padang Sarai dan sekitarnya.

Intake Latung: Berdampak pada sebagian wilayah Kecamatan Koto Tangah, Kecamatan Padang Utara, dan Kecamatan Kuranji.

Imbauan dan Penanganan Lapangan
Saat ini, tim teknis Perumda Air Minum Kota Padang telah diterjunkan ke lapangan secara maksimal untuk membersihkan endapan material agar instalasi pengolahan dapat kembali beroperasi.

"Petugas sedang berusaha maksimal membersihkan material yang menyumbat intake agar air baku dapat masuk kembali ke pengolahan, sehingga pendistribusian air kepada pelanggan dapat berjalan normal secara bertahap," tambah Adhie.

Pihak manajemen mengimbau seluruh pelanggan yang berada di wilayah terdampak untuk bijak dalam menghemat penggunaan air bersih. Bagi warga yang airnya masih mengalir—meskipun dengan tekanan rendah—diharapkan segera menampung air secukupnya sebagai cadangan selama masa pemulihan berlangsung.



PADANG — Guna meningkatkan keandalan sistem produksi serta menjamin kualitas pasokan air minum yang lebih optimal bagi masyarakat, Perumda Air Minum Kota Padang bersiap melaksanakan pengerjaan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Rehab-Rekon) pada Instalasi Pengolahan Air (IPA) Gunung Pangilun.

Proses persiapan telah bergulir sejak Selasa (21/7/2026), dimulai dengan pemeriksaan dokumen teknis serta checklist kesiapan material bersama kontraktor pelaksana, PT Hutama Karya. Setelah seluruh item verifikasi rampung, pengerjaan fisik pemulihan infrastruktur ini dijadwalkan resmi dimulai pada Sabtu (25/7/2026).

Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Padang, Hendra Pebrizal, melalui Kasubag Humas Adi Zein, menjelaskan bahwa pengecekan material secara mendalam ini sangat krusial agar pengerjaan fisik tidak mengalami kendala.

"Pengecekan material dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian pengerjaan berjalan tanpa hambatan saat pembongkaran dimulai. Hal ini penting agar pekerjaan dapat selesai tepat waktu sesuai target tanpa terhenti akibat kekurangan material jika terjadi kendala di luar prediksi," ujar Adi Zein.

Adapun pengerjaan pemeliharaan dan perbaikan menyeluruh ini difokuskan pada dua unit accelator utama di IPA Gunung Pangilun, dengan estimasi waktu pengerjaan selama 4 (empat) minggu.

Dampak dan Peta Distribusi Air Bersih
Selama masa perbaikan berlangsung, pendistribusian air bersih di sebagian wilayah pelayanan Pusat Kota Padang dipastikan mengalami dampak. Dari total 40.876 pelanggan aktif di Pusat Kota, sebanyak 25.326 pelanggan (61,96%) akan terdampak dengan variasi kondisi sebagai berikut:

Air Mengalir Siang Hari (Tekanan Kecil): Terdampak pada 9.692 pelanggan (23,71%).

Air Mengalir Malam Hari: Terdampak pada 13.964 pelanggan (34,16%).

Air Tidak Mengalir / Mati Total: Terdampak pada 1.670 pelanggan (4,09%). Kelompok ini nantinya akan dilayani melalui sarana Hidran Umum (HU) dan tangki air.

Sementara itu, sebanyak 15.550 pelanggan (38,04%) sisanya di area pusat kota dipastikan tetap menerima pasokan air bersih secara normal tanpa gangguan.

Imbauan Pelanggan & Layanan Tangki Air Gratis
Menghadapi masa penyesuaian ini, manajemen Perumda Air Minum Kota Padang mengimbau seluruh masyarakat dan pelanggan terdampak untuk melakukan langkah antisipasi sedini mungkin:

Menampung Air Bersih: Menyediakan cadangan air yang cukup sebelum pengerjaan resmi dimulai.

Bijak Menggunakan Air: Menghemat pemakaian air untuk kebutuhan primer.

Pemeriksaan Keran: Memastikan seluruh keran air tertutup rapat jika sedang tidak digunakan guna menghindari potensi kebocoran saat air kembali mengalir.

Khusus bagi pelanggan yang terdampak mati total, Perumda Air Minum Kota Padang menyiagakan armada mobil tangki untuk mendistribusikan bantuan air bersih secara GRATIS.

Bagi masyarakat yang membutuhkan pasokan air tangki atau ingin mendapatkan informasi lebih lanjut, dapat menghubungi saluran layanan resmi Perumda Air Minum Kota Padang melalui:

Call Center: 1500030

WhatsApp: 0811 6691 23

Pihak manajemen Perumda Air Minum Kota Padang menyampaikan permohonan maaf yang mendalam atas ketidaknyamanan yang terjadi selama masa perbaikan. Dukungan dan doa dari seluruh masyarakat sangat diharapkan agar proses rehabilitasi ini berjalan lancar demi hadirnya pelayanan air minum yang jauh lebih baik di masa mendatang.



Padang – Perumda Air Minum Kota Padang akan melaksanakan pekerjaan pengurasan (cleaning) Reservoir Instalasi Pengolahan Air (IPA) Palukahan pada Rabu (22/7/2026) mulai pukul 21.00 WIB. Kegiatan pemeliharaan rutin ini dilakukan sebagai langkah strategis untuk menjaga kualitas air minum yang didistribusikan kepada pelanggan tetap memenuhi standar kesehatan dan memberikan pelayanan yang optimal.

Selama proses pengurasan berlangsung, pelanggan di sejumlah wilayah diperkirakan akan mengalami penurunan tekanan air hingga gangguan sementara aliran distribusi. Karena itu, masyarakat diimbau menyiapkan cadangan air secukupnya sebelum pekerjaan dimulai.

Reservoir merupakan salah satu komponen penting dalam sistem penyediaan air bersih. Fungsinya tidak hanya sebagai tempat penampungan air hasil produksi, tetapi juga menjaga kestabilan distribusi ke pelanggan. Seiring berjalannya waktu, endapan lumpur, pasir, serta partikel halus dapat mengendap di dasar reservoir sehingga perlu dibersihkan secara berkala.

Pengurasan ini bertujuan menghilangkan endapan tersebut agar kualitas air tetap terjaga, mencegah penurunan mutu akibat akumulasi sedimen, serta memastikan reservoir tetap berfungsi secara optimal dalam mendukung pelayanan distribusi air kepada masyarakat. Selain itu, kegiatan ini juga merupakan bagian dari program pemeliharaan rutin sarana produksi guna menjamin kontinuitas pelayanan Perumda Air Minum Kota Padang.

Direktur Teknik Perumda Air Minum Kota Padang Andri Satria, melalui Kasubag Humas Adhie Zein, menjelaskan bahwa pekerjaan ini merupakan langkah preventif yang harus dilakukan secara berkala demi menjaga kualitas layanan kepada pelanggan.

> "Pengurasan reservoir merupakan bagian dari pemeliharaan rutin yang tidak bisa ditunda. Tujuannya untuk membersihkan endapan yang terbentuk selama operasional sehingga kualitas air yang diterima pelanggan tetap terjaga sesuai standar. Kami memahami pekerjaan ini akan menimbulkan ketidaknyamanan sementara, namun langkah ini penting demi menjaga keandalan sistem distribusi air dalam jangka panjang," ujar Adhie Zein menyampaikan keterangan Direktur Teknik Andri Satria.



Ia menambahkan, petugas akan berupaya menyelesaikan pekerjaan secepat mungkin agar pelayanan dapat kembali normal. Perumda Air Minum juga telah menyiapkan langkah-langkah teknis untuk meminimalkan dampak terhadap pelanggan selama proses pengurasan berlangsung.

Adapun wilayah yang berpotensi terdampak meliputi Bypas Anak Air, Lubuk Buaya dan sekitarnya, Mega Permai, Talaok Bakok, Sasok Ubi, LP Anak Air, Monang Indah, Kayu Kalek, serta kawasan Belakang Pasar Lubuk Buaya.

Perumda Air Minum Kota Padang menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan dan mengimbau seluruh pelanggan di wilayah terdampak agar menampung air secukupnya sebelum pukul 21.00 WIB sebagai persediaan selama proses pengurasan berlangsung.

Masyarakat yang membutuhkan informasi lebih lanjut dapat menghubungi Call Center Perumda Air Minum Kota Padang di 1500030 atau melalui layanan WhatsApp 0811669123. Perusahaan memastikan akan terus memberikan informasi perkembangan pekerjaan hingga distribusi air kembali normal.



‎Padang — PT Hutama Karya (Persero) secara resmi memulai pekerjaan rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab-rekon) fasilitas pengolahan air bersih di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Gunung Pangilun, Selasa (21/7/2026). Proyek tanggap darurat ini difokuskan pada perbaikan dan pemeliharaan menyeluruh dua unit accelerator guna mengembalikan kapasitas produksi serta kualitas distribusi air minum bagi masyarakat Kota Padang pasca-bencana.
‎
‎Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Padang, Hendra Pebrizal, melalui Kasubag Humas Adi Zein, menyampaikan bahwa alur pengerjaan diawali dengan checklist dokumen pelaksanaan secara ketat pada Selasa pagi. Proses verifikasi ini mencakup kesiapan peralatan, material, dokumentasi, hingga penentuan prosedur pelaksanaan dan evaluasi kondisi awal di lapangan.
‎
‎"Proyek pemulihan infrastruktur air bersih ini berfokus pada percepatan perbaikan pascabencana untuk mengoptimalkan kembali kapasitas produksi dan kualitas distribusi air ke pelanggan," ujar Adi Zein.
‎
‎Sinergi Lintas Instansi dan Target Penuntasan
‎
‎Dalam pelaksanaannya, tim tanggap darurat PT Hutama Karya menerapkan strategi penanganan taktis secara simultan. Penanganan ini turut melibatkan koordinasi intensif bersama lintas instansi, di antaranya:
‎
‎Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan Provinsi Sumatera Barat (Satker Pelaksanaan Cipta Karya dan PPK Air Minum).
‎
‎Tim Manajemen Konstruksi untuk pemantauan kualitas secara berkala.
‎
‎Jajaran Perumda Air Minum Kota Padang sebagai pengelola teknis daerah.
‎
‎Seluruh rangkaian pekerjaan darurat dan rehabilitasi ini ditargetkan selesai sepenuhnya pada 22 Desember 2026. Mengingat statusnya sebagai penanganan pasca-bencana, ketahanan bangunan permanen dirancang presisi sesuai standar desain nasional agar tangguh dalam jangka panjang.
‎
‎Imbauan kepada Pelanggan
‎
‎Seiring berlangsungnya proses perbaikan, Manajemen Perumda Air Minum Kota Padang mengimbau para pelanggan untuk menghemat penggunaan air dan selalu menampung air dalam wadah penampungan guna mengantisipasi potensi gangguan pasokan sementara.
‎
‎"Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan pelanggan selama pengerjaan berlangsung. Langkah ini diambil demi peningkatan kualitas layanan yang lebih optimal dan berkelanjutan di masa depan," tutup Adi Zein.



‎PADANG – Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumda AM) Kota Padang bersinergi dengan PT Hutama Karya (Persero) untuk mempercepat perbaikan infrastruktur air bersih yang rusak akibat banjir bandang masif pada November 2025 lalu. Langkah taktis ini difokuskan pada rehabilitasi Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Pascabencana, salah satunya di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Gunung Pangilun.
‎
‎Direktur Teknik Perumda AM Kota Padang, Andri Satria, melalui Kasubag Humas Adi Zein, menjelaskan bahwa bencana banjir tersebut sempat memutus total jaringan perpipaan makro dan merusak bangunan utama eksisting. Kerusakan pada titik-titik krusial ini menyebabkan produksi air bersih di IPA Gunung Pangilun—yang semula berkapasitas 500 liter per detik (l/d)—menyusut hingga 25%.
‎
‎"Saat ini, infrastruktur yang mendesak untuk diperbaiki adalah unit Accelator (water clarifier). Komponen di dalam bangunan pengolahan terpadu ini mengalami kerusakan serius, sehingga perlu perbaikan mendalam agar kualitas dan volume olahan air kembali optimal," ujar Adi Zein.
‎
‎Proses perbaikan menyeluruh pada dua unit accelator ini dijadwalkan mulai berjalan pada Selasa, 21 Juli 2026. Mengingat tingkat kerusakan yang cukup parah, pekerjaan akan dilakukan secara bergantian dan diperkirakan memakan waktu sekitar empat minggu untuk setiap unitnya. Tahapan pengerjaan meliputi pembongkaran rangka lama, pemasangan struktur kolom dan balok baru, hingga pemasangan 444 buah tube settler.
‎
‎Dampak Layanan dan Skema Pengaliran Air
‎
‎Selama satu unit accelator dibongkar dan diperbaiki, IPA Gunung Pangilun hanya akan beroperasi menggunakan satu unit tersisa. Hal ini otomatis memicu penurunan volume produksi yang didistribusikan ke pelanggan.
‎
‎Perumda AM Kota Padang mengonfirmasi akan ada penyesuaian dan gangguan pengaliran air di beberapa area layanan Pusat Kota Padang selama proyek berlangsung, dengan rincian sebagai berikut:
‎
‎Tekanan Lemah (Air Mengalir Siang Hari): Area GOR dan sekitarnya, S. Parman, Sawahan, Aur Duri, Lubuk Lintah, Kalumbuk, serta Batang Arau.
‎
‎Air Mengalir Hanya Malam Hari: Area Jati Adabiah, Ampang, Belanti, Nipah, Parak Gadang, dan Sisingamangaraja.
‎
‎Air Mati (Siang dan Malam): Area Purus, Pancasila, Rohana Kudus, dan Pasopati.
‎
‎Manajemen Perumda AM Kota Padang mengimbau dengan sangat kepada seluruh pelanggan di wilayah terdampak untuk mengantisipasi kondisi ini. Pelanggan diminta menampung air sebanyak-banyaknya dalam wadah yang tersedia saat aliran air sedang mengalir, serta lebih bijak dan hemat dalam menggunakan air.
‎
‎Seluruh rangkaian proyek tanggap darurat dan rehabilitasi permanen ini ditargetkan rampung sepenuhnya pada Desember 2026 dengan standar ketahanan jangka panjang sesuai ketentuan pemerintah. Sinergi cepat antara Perumda AM Padang dan Hutama Karya merupakan komitmen nyata untuk segera memulihkan kebutuhan dasar masyarakat Kota Padang secara berkelanjutan.(*)

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.