Articles by "PDAM"

Aceh Afif Maulana Agam AIDS Aipda Dian WR AirterjunLembahAnaiMeluap Aksibersihpantai AksiJalanan Aleknagari Amak Lisa AmalanBulanRajab AnakHanyut AndreRosiade AnjingPelacak anthropophobia Antikorupsi ApdateKorbanBencanaSumatera Apelsiaga Apeltanggapbencana Arif maulana Arosuka Artikel Artis Minang Asusila balapliar BalapMotor Bali Balikpapan BandarNarkobaKabur Bandung BangunanLiar Banji Banjir BanjirAceh BanjirAgam BanjirBandang BanjirPadang BanjirSumatera BanjirSumbar BanjirSumut BankNagari bansos banten BantuanBencanaAcehHilang BantuanKorbanBencanaPasbar Banyuwangi Bapenda BareskrimPolri Batam BatangArau Batuk BBM BeaCukai bencana Bencana alam Bencanaalam BencanaAlamSumateraBarat BencanaHidrometeorologi BencanaKotaPadang BencanaSumatera BencanaSumbar BerantasNarkoba BeritaDaerah BibitSiklonTropis95B BKSDA BMKG BNNPSumbar BNNsumbar BNPB BobonSantoso Box Redaksi BPBDKabupatenAgam BPBDPadang BPBDSumbar BPHMigas BPJNSumbar BPKB BrimobPoldaSumbar Brimobuntukindonesia BRISuperLeague bukit sitinurbaya Bukittinggi BungaBangkai BungaRafflesia BWSS V padang BWSSV BWSSVPadang Calon Bupati cemburubuta CerintIrallozaTasya Cikampek Cikarang CuacaEkstrem cuacapanasekstrem curanmor Daerah danabos Dandrem 032 WBR DaniFaisal dankodaeral II Demonstrasi Denpasar Depok DeptCollector Dharmasraya Dinas sosial DinasPendidikanSumbar DinasPerpusipPadang DinasPerpustakaandanArsip DinasPertanian dinassosial dinassosialpadang Dirlantas Dirlantas Polda Sumbar DirlantasPoldaSumbar Disdukcapil DitlantasPoldaSumbar DitpolairudPoldaSumbar DPCPKBkotapadang DPDRI DPR DPRD Padang DPRDpadang DPRDsumbar DPUPR DPUPRPadang dubalangkota EmpatPilar Enarotali Evakuasi festival sepakbola Filipina FlyOver Galodo GalodoLembahAnai gangguanhormon GanjaKering gaya hidup GayaHidup gempa GempaBumi gerakcepatdinsos gorontalo GrasstrackMotocross Gresik GunungMerapiErupsi gurbernurriaukenaottkpk HAM HargaCabaiNaik Haripahlawan Harisumpahpemuda Hidroneteologi Hipnotis HismawaMigas HIV Hot New HubunganSesamaJenis hukum Huntara HUT Humaspolri ke 74 HUT80Brimob Hutan HUTKe-64 IKW IKWRI IlegalFishing IlegalMinning IllegalLogging Indonesia Indonesia. indonesiamaju infrastruktur Intan jaya Internasional irigasi Islam Islami Jakarta Jakarta Selatan JalanLembahAnaiPutus JalanLongsor JalanRetak Jambi Jawa Tengah Jayapura Jayawijaya JembatanPutus JembatanRetak Jogyakarta jurnalis JusufKalla K9 Kabupaten Agam kabupaten dharmasraya Kabupaten Solok KabupatenAgam KabupatenDharmasraya KabupatenPasaman KabupatenPasamanBarat KabupatenPesisirSelatan KabupatenpPasaman kabupatenSolokSelatan KafeKaraoke KafeKaroke KAI Sumbar Kakorlantas kakorlantaspolri KAN kapolres kapolressijunjung Kapolri KarangTaruna kasat narkoba KasusMedis keamanan KeamananPublik kebakaran KebakaranPasarPayamumbuh KebatanGunungNagoPutus kecamatankototangah kecelakaan kegiatanrutin KejariDharmasraya kejaripadang kejaripesel KejatiSumbar kekerasan kelangkaanBBM kelangkaansolar KelurahanRimboKaluang Kemenag Kemenhut Kemenkes Kementrian PU kementriankebudayaan KementrianLingkunganHidup KemuliaanBulanRajab kendaraan KeracunanMakanan Kesehatan keselamatan bersama keselamatan kerja kesiapsiagaan kesunyian malam KetahananPangan ketertiban umum KetertibanUmum Kiwirok KKB KLHK Kodam XX TIB Kodim 0307 Tanah Datar KomnasHAM komplotanganjalATM KorbanBanjirAgam KorbanBrncanaAgam Korem 032/WB Korpolairud korupsi Kota Padang KotaBukittinggi KotaPadang KotaPariaman KPK Kriminal KRYD KUHP KumpulanDo'a Laksamanamuda Lampung LapasIIA LayananKesehatan LembahAnai Lembang Leonardy LGBT life style lifestyle Lima Puluh Kota LimaPuluhKota lingkungan listrikilegal literasi lombok timur Longsor LongsorKampusUINImambonjol LowonganKerjaPalsu Madiun Magelang MahardikaMudaIndonesia MahasiswiHilang MahyeldiAnsharullah Makan Bergizi Gratis Makasar Malalak MalPraktek ManfaatAirKelapa manila MapolsekMuaraBatangGadisDibakarMasaa MataElang Medan MengelolaAirUntukNegri mentalhealth Mentawai Mesum Mimika Miras MirasIlegal MobilBencanaDibakarMassa MobilPatwalPoldaSumbarKecelakaan MobilSatpolPPAcehDibakarMassa MobilTerbakar MogokKerja MTsN10pesisirselatan Muhammadiyah Mutasi mutilasibayi nagarisolokambah nagarisulitair narkoba Narkotika Nasioanl Nasional ngaraisianok NinjaSawit NTT odgj OjekOnline OknumGuruLGBT Oksibil olahraga Opini OprasiKeselamatanSinggalang2026 OprasiLilinSinggalang2025 oprasimalam OprasiSinggalang2026 oprasitumpasbandar2025 oprasizebra2025 oprasizebrasinggalang2025 OrangHanyut OTTKPK PabukoanGratis PADA Padang Padang panjang Padang Pariaman PadangAman PadangPariaman PadangRancak PadangSigap Pahlawannasional pajak air tanah Palimanan pandekarancak PanenRaya pantaipadang Papua parenting Pariaman Paristiwa Parkir Parlemen Pasaman Pasaman barat pasamanbarat pasang pasarrayapadang Pasuruan Payakumbuh PDAM PeduliBencana Pekanbaru Pelalawan pelayananhumanis PelayananPublik pelayanansosial PelemikBantuanAsing PemakamanMasalKorbanBencanaSumbar Pemasyarakatan PembabatanHutan PembalakanHutanMentawai pembalakanLiar Pembinaan PembinaanWargaBinaan Pembunuhan pemerasan Pemko Padang PemkoPadang PemulihanBencana PemutihanPajakKendaraan pencabulan PencarianKorbanBanjirPadang Pencirian PenculikanAnak Pencurian Pendidikan penegakanhukum penemuanbayi penemuanJanin PenemuanJasadBayo penemuanmayat Penertiban Pengancaman pengangguran penganiayaan Pengeroyokan Penggelapan PenggelapanMotor Penjarahan Perbankan Perceraian Perdagangan Perekonomian peristiwa peristiwadaerah perlindungananak Persami PersijaJakarta pertahanan PerumdaAirMinum Pesisir Selatan PesisirSelatan Peti PJN PKL PolaMakan PolantasMenyapa Polda banten Polda Jabar Polda Kalbar Polda Metro Jaya polda Papua POLDA SulBar POLDA SUMBAR PoldaRiau Poldasumbar PoldaSumut Polhut Policegoestoscool Polisi Politik polPP polres Polres 50 kota Polres Dharmasraya Polres Mentawai Polres Padang panjang Polres Pasaman Polres Pasaman Barat Polres Solok Polres solok selatan PolresPadang polrespasaman polrespasamanbarat polrespasbar PolresPayakumbuh polrespesel PolresSolokKota polresSolokSelatan Polresta bukittinggi Polresta Padang PolresTanahDatar polrestapadang POLRI PolriPresisi Polsek bungus barat Polsek Koto Tangah Padang Polsek Lubeg Pontianak PrabowoSubianto PrajuritTNITewas PrediksiCuaca premanisme Presiden RI PrestaPadang ProyekNasional psp padang Ptostitusi PuanMaharani Puasa Puncak jaya Purwakarta jawabarat QuickWins Ramadhan Razia RekeningDormant Religi RevisiKUHP Riau RidwanKamil RokokIlegal RutanPadang sabu Sajam SakitPerut Sarkel SatgasDamaiCartenz satgasoprasidamai satlantaspolresta SatpolPP SatpolPPAceh Sawahlunto Sawmil SeaGamen2025 segmen sianok seherman SekolahRakyat Semarang semenpadang SemenPadangFC Senjatatajam sepakbola sepakbolaindonesia SepakBolaWanita Serang ServisKendaraanGratisKorbanBanjirAgam SiagaBencana SigapMembangunNegriUntukRakyat Sijunjung sikat singgalang2025 silent treatment simulasibencana Sinkhole siswismptewassaathiking sitinjaulauik Skoliosis SMA1pulaupunjung sobatlalulintasrancakbana solok Solok selatan solokarosuka solokselatan solsel Sosialisasi SPBUganting SPPG STNK Strongpoint subsidi ilegal sukabumi Sulawesi Tenggara Sumatera Barat SumateraBarat Sumaterbarat Sumatra barat Sumbar SungaiKuranji Surabaya swasembadapangan TablighAkbar TambangEmasIlegal tambangilegal TambangIlegalSumbar Tanah datar tanahdatar tanggapdarurat TanggapDaruratBencana tawuran TawuranNarkoba Terbaru Ternate Timika Papua timklewang TimnasIndonesiaU22 TimnasWanitaIndonesia TNI TPUTunggulHitam Transformasi Digital Transformasi polri transpadang TransparansiPublik transportasi TrukTerbakar tsunamiDrill Tuak Uin UIN IB Padang UMKM UNP UpadateKorbanBencanaSumatera UpdateKorbanBanjirSumatera UpdateKorbanBencanaAlam UpdateKorbanBencanaSumatera Utama UUMD3 Viral WargaBinaan Yalimo Yogyakarta Yuhukimo
Tampilkan postingan dengan label PDAM. Tampilkan semua postingan



‎Padang — Perumda Air Minum Kota Padang menjadwalkan pekerjaan penertiban dan koneksi pipa berdiameter nominal (DN) 250 milimeter di kawasan Jembatan Kampung Tanjung pada Jumat, 28 Agustus 2026. Proses teknis yang dimulai pukul 13.00 WIB ini berpotensi berdampak pada gangguan distribusi air bersih di sejumlah wilayah sekitarnya.
‎Pihak manajemen mengonfirmasi bahwa terdapat enam wilayah pemukiman yang masuk dalam area terdampak, yaitu:
‎Perumnas Belimbing
‎Kompleks Karya Rejo
‎Kompleks BBI
‎Wahana 1
‎Kompleks Mega Mulia
‎Kompleks Sangsuriya
‎Pekerjaan koneksi pipa DN 250 ini merupakan bagian dari upaya perbaikan dan penataan jaringan distribusi demi menjaga keandalan serta keberlangsungan pasokan air minum jangka panjang. Karena pengerjaannya membutuhkan ketelitian teknis di lapangan, penurunan tekanan hingga penghentian sementara aliran air tidak dapat dihindari.
‎Sebagai langkah antisipasi, Perumda Air Minum Kota Padang mengimbau seluruh pelanggan di kawasan terdampak untuk menampung air secukupnya sebelum pengerjaan dimulai. Imbauan ini disampaikan lebih awal agar masyarakat dapat menyesuaikan penggunaan air untuk kebutuhan rumah tangga yang mendesak.
‎Manajemen Perumda Air Minum Kota Padang menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan selama proses penataan jaringan berlangsung. Pelayanan diproyeksikan kembali normal secara bertahap setelah seluruh tahapan penyambungan pipa selesai dilakukan.



‎PADANG — Guna menjaga kestabilan pasokan air baku serta memperkuat keandalan pelayanan air minum bagi masyarakat Kota Padang, pembangunan bendung sementara di Intake Instalasi Pengolahan Air (IPA) Gua Kuranji terus dikebut.
‎Proyek infrastruktur hulu ini digarap oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui kontraktor PT Hutama Karya. Penanganan difokuskan pada area intake guna memastikan pengangkatan dan penyerapan air baku menuju pengolahan IPA Gua Kuranji berjalan maksimal.
‎Kasubag Humas Perumda Air Minum Kota Padang, Adhie Zein, menegaskan bahwa proyek ini memegang peranan strategis dalam menjaga keberlangsungan pasokan air bersih ke rumah-rumah warga.
‎“Bendung sementara ini bukan sekadar bangunan fisik. Ini bagian dari ikhtiar menjaga keandalan sumber air baku agar proses pengambilan air menuju IPA Gua Kuranji dapat berjalan lebih optimal. Ujungnya adalah bagaimana pelayanan air minum kepada masyarakat tetap terjaga,” ujar Adhie dalam keterangan resminya.
‎Meski target penyelesaian dipacu agar infrastruktur dapat segera difungsikan, pihak Perumda Air Minum Kota Padang menekankan bahwa akselerasi pekerjaan di lapangan tidak boleh mengabaikan kualitas konstruksi dan keselamatan kerja.
‎“Kami tentu berharap pekerjaan ini dapat segera selesai dan difungsikan. Namun, percepatan harus tetap memperhatikan aspek teknis, keselamatan kerja, serta kondisi lapangan. Kita tidak hanya mengejar cepat selesai, tetapi memastikan hasilnya benar-benar dapat mendukung pelayanan,” tambah Adhie.
‎Saat ini, Perumda Air Minum Kota Padang terus mengawal dan memantau progres pengerjaan di lapangan bersama pemangku kepentingan terkait. Keberadaan bendung sementara ini diharapkan menjadi penopang utama di sisi hulu demi menjamin kepastian pasokan air minum yang berkelanjutan bagi seluruh pelanggan di Kota Padang.



PADANG — Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Kota Padang resmi menyelesaikan pekerjaan teknis pada Instalasi Pengolahan Air (IPA) Jawa Gadut. Seiring selesainya perbaikan tersebut, distribusi air bersih kepada para pelanggan yang terdampak kini mulai dialirkan secara bertahap.
‎Pekerjaan infrastruktur di IPA Jawa Gadut mencakup penggantian aksesoris pipa reservoir serta pemasangan flow meter. Langkah ini dilakukan tidak hanya untuk memperkuat keandalan fisik jaringan perpipaan, tetapi juga untuk mengoptimalkan pengukuran dan pengelolaan aliran air secara lebih terukur.
‎Manajemen Perumda Air Minum Kota Padang menyampaikan bahwa selesainya pekerjaan fisik tidak secara otomatis membuat aliran air langsung normal di seluruh area. Saat ini, jaringan distribusi tengah memasuki tahap normalisasi untuk mengembalikan tekanan dan debit air agar stabil secara merata.
‎Kasubag Humas Perumda Air Minum Kota Padang, Adhie Zein, menjelaskan bahwa proses pengaliran air dilakukan secara berhati-hati guna mencegah potensi gangguan teknis baru pada sistem jaringan pendistribusian.
‎"Pekerjaan teknis sudah selesai dilaksanakan. Saat ini air mulai dialirkan secara bertahap, dan petugas kami di lapangan terus mengawal proses normalisasi sistem pendistribusian agar aliran kembali optimal ke rumah pelanggan," ujar Adhie.
‎Ia menambahkan, perbedaan letak geografis dan posisi tekanan jaringan membuat waktu pemulihan aliran air di tiap wilayah tidak bersamaan. Pelanggan di beberapa titik mungkin masih merasakan tekanan air yang belum maksimal selama proses pemantauan teknis ini berlangsung.
‎Pihak Perumda Air Minum Kota Padang menyampaikan apresiasi atas pengertian dan kesabaran para pelanggan selama proses perbaikan hingga normalisasi berjalan. Masyarakat diimbau untuk tidak khawatir karena seluruh tim teknis masih terus bekerja di lapangan hingga pelayanan distribusi air bersih kembali pulih sepenuhnya.



‎PADANG — Perumda Air Minum Kota Padang terus menggenjot pembenahan infrastruktur distribusi air bersih. Langkah terbaru diwujudkan melalui pekerjaan interkoneksi pipa DN 600 x 150 yang dipusatkan di kawasan Jembatan Sari Petojo, Ganting, pada Rabu (19/8/2026). Proyek ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam memperkuat keandalan dan optimalisasi pasokan air minum bagi masyarakat.
‎Meski pengerjaan berfokus di satu titik teknis, dampaknya diperkirakan berpotensi memengaruhi tekanan air hingga gangguan distribusi pada sejumlah wilayah pelayanan yang terhubung dengan jalur tersebut.
‎Kasubag Humas Perumda Air Minum Kota Padang, Adhie Zein, menjelaskan bahwa penataan pipa berdiameter besar ini membutuhkan ketelitian tinggi serta prosedur yang terukur.
‎“Kami menyadari pekerjaan jaringan ini berpotensi memicu ketidaknyamanan akibat penurunan tekanan atau aliran air yang berkurang. Namun, langkah ini sangat krusial agar sistem distribusi semakin andal dan mampu melayani kebutuhan masyarakat secara optimal ke depan,” ujar Adhie.
‎Ia menambahkan, tim teknis di lapangan terus berupaya menyelesaikan pengerjaan secara efektif dan aman agar durasi gangguan dapat diminimalkan. Setelah penyambungan selesai, proses normalisasi aliran air akan dilakukan secara bertahap sesuai kondisi jaringan.
‎Imbauan Antisipasi Bagi Pelanggan
‎Guna mengantisipasi dampak gangguan pasokan, Perumda Air Minum Kota Padang mengimbau pelanggan di sekitar kawasan Ganting dan area terdampak lainnya untuk menampung air secukupnya sebelum pengerjaan dimulai.
‎“Masyarakat tidak perlu panik. Informasi ini kami sampaikan lebih awal agar pelanggan—baik rumah tangga maupun pelaku usaha—dapat melakukan persiapan mandiri dengan menyimpan cadangan air bersih untuk kebutuhan utama,” tuturnya.
‎Adhie menegaskan bahwa pengerjaan ini bukan sekadar aktivitas menyambung pipa biasa, melainkan bentuk investasi infrastruktur berkelanjutan. Jika pemeliharaan dan penataan jaringan terus ditunda, potensi risiko gangguan yang lebih besar justru dapat terjadi di kemudian hari.
‎Melalui upaya pembenahan yang terencana ini, Perumda Air Minum Kota Padang menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan sementara yang dialami warga, sekaligus mengapresiasi dukungan dan pengertian masyarakat demi terwujudnya pelayanan air bersih yang lebih tangguh di masa depan.


‎Padang - Perumda Air Minum (AM) Kota Padang kembali mencatatkan progres positif dalam menjaga kestabilan mutu dan pasokan air bersih bagi masyarakat. Perbaikan infrastruktur vital pada Accelerator 1 Instalasi Pengolahan Air (IPA) Gunung Pangilun kini telah rampung sepenuhnya dan kembali beroperasi secara normal.
‎Direktur Utama Perumda AM Kota Padang, Hendra Pebrizal, melalui Kasubag Humas Adi Zein, menyampaikan bahwa pasca-perbaikan tersebut, seluruh tahapan pengolahan air bersih berjalan dengan sangat baik dan bertahap menunjukkan hasil yang signifikan.
‎"Alhamdulillah, Accelerator 1 IPA Gunung Pangilun sudah selesai diperbaiki dan telah kembali berfungsi sebagaimana mestinya. Seluruh proses pengolahan air kini sudah berjalan optimal," ujar Adi Zein.
‎Ia menjelaskan, pemulihan pasokan air bersih ke rumah-rumah pelanggan memang berlangsung secara bertahap seiring berjalannya sistem pengolahan pada fasilitas yang baru selesai direhabilitasi tersebut. Meski demikian, manajemen menyadari masih terdapat beberapa titik area yang mengalami kekeruhan air dalam skala kecil akibat sisa endapan.
‎Guna mengatasi hal tersebut, tim teknis Perumda AM Kota Padang bergerak cepat melakukan tindakan penyiraman bertekanan (flushing) di sejumlah jaringan pipa yang masih terdampak. Langkah ini diambil untuk membuang endapan air keruh di dalam pipa, menstabilkan tekanan, serta mengalirkan kembali air yang telah jernih.
‎"Saat ini kami tetap fokus melakukan flushing di beberapa area terdampak guna menstabilkan pendistribusian dan tekanan air. Kami berharap dengan selesainya perbaikan Accelerator 1 ini, permasalahan kekeruhan air yang sampai ke rumah pelanggan dapat diminimalisir dan layanan kembali pulih sepenuhnya," tambahnya.
‎Sebagai penutup, manajemen Perumda AM Kota Padang menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih setinggi-tingginya kepada Kementerian Pekerjaan Umum (PU), PT Hutama Karya, serta seluruh pihak yang telah berkolaborasi aktif dalam mendukung percepatan perbaikan dan rehabilitasi salah satu infrastruktur krusial pengolahan air minum di Kota Padang tersebut.(*)



‎PADANG — Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Kota Padang terus bergerak mengoptimalkan layanan air bersih bagi warga. Terbaru, jajaran Perumda AM Padang merampungkan pengerjaan interkoneksi pipa distribusi DN 300 x 100 di kawasan Komp. Filano, Kubu Dalam Parak Karakah, Kecamatan Padang Timur.
‎Langkah strategis ini diambil guna memperkuat jaringan perpipaan bawah tanah dan memastikan tekanan serta suplai air bersih terbagi secara merata ke area pelayanan.
‎Pantauan di lokasi menunjukkan sejumlah teknisi melakukan pembongkaran sebagian badan jalan untuk menyambungkan jaringan perpipaan utama. Untuk menjamin keselamatan pengendara dan pekerja, area galian telah dipasangi barikade pengaman serta papan imbauan teknis bertuliskan "MAAF! ADA GALIAN."
‎Kepala Subbagian Humas Perumda Air Minum Kota Padang, Adhie Zein, menjelaskan bahwa pengerjaan fisik di lapangan membutuhkan ketelitian tinggi. Prosedur interkoneksi mencakup kalkulasi tekanan air, penyesuaian jaringan eksisting, penyambungan, hingga tahap pengujian kelaikan sebelum aliran diaktifkan kembali.
‎"Pekerjaan jaringan ini berada di bawah permukaan jalan sehingga pembongkaran tak terelakkan. Kami memohon pengertian dari masyarakat dan pengguna jalan yang melintas, sebab potensi ketidaknyamanan ini bersifat sementara. Langkah ini sangat krusial demi keandalan pasokan air bersih jangka panjang," ujar Adhie Zein.
‎Ia menambahkan, seluruh tim teknis di lapangan diinstruksikan untuk bekerja secara efektif dan mengutamakan standar keselamatan kerja (K3). Setelah proses penyambungan pipa rampung, Perumda AM Padang berkomitmen untuk segera merehabilitasi kembali kondisi permukaan jalan seperti semula.
‎Para pengguna jalan yang melintasi kawasan Kubu Dalam Parak Karakah diimbau untuk tetap berhati-hati, mematuhi rambu petunjuk, serta mengurangi kecepatan kendaraan saat mendekati titik pekerjaan.

 

  ‎PADANG — Belum pulih sepenuhnya dari dampak bencana besar akhir tahun lalu, Perusahaan Daerah Air Minum (Perumda AM) Kota Padang kembali menghadapi tantangan berat. Banjir yang menerjang sejumlah wilayah pada Senin (3/8/2026) mengakibatkan kerusakan signifikan pada jaringan pipa dan beberapa fasilitas intake, sehingga mengancam pasokan air bersih bagi sekitar 150 ribu pelanggan.
‎Kondisi ini menempatkan Perumda AM Padang dalam situasi pelik. Pemulihan infrastruktur lama yang belum rampung kini bertambah beban akibat kerusakan baru pada sejumlah fasilitas vital, seperti Intake Kampung Koto Gunung Pangilun, Intake Guo Kuranji, dan Intake Lubuk Paraku.
‎Kepala Humas Perumda AM Kota Padang, Adhie Zein, menyampaikan permohonan maaf atas gangguan pelayanan yang terjadi dan menegaskan komitmen manajemen untuk mempercepat pemulihan.
‎"Kepada seluruh pelanggan di Kota Padang, kami memohon maaf atas ketidaknyamanan ini. Meskipun pascabencana beberapa bulan lalu kondisi belum sepenuhnya normal, kami tetap berkomitmen memberikan pelayanan terbaik," ujar Adhie, Jumat (7/8/2026).
‎Fasilitas Vital Terdampak dan Langkah Pemulihan
‎Kerusakan mendasar terjadi di berbagai titik jaringan produksi dan distribusi Perumda AM Kota Padang:
‎IPA Gunung Pangilun: Dari dua unit accelerator berkapasitas total 500 liter per detik, saat ini hanya satu unit yang dapat beroperasi karena satu unit lainnya masih dalam perbaikan. Proses perbaikan instalasi pengolahan ini ditargetkan rampung pada akhir Agustus 2026.
‎Intake Kampung Koto: Bak prasedimentasi yang sebelumnya dikerjakan bersama Hutama Karya tergenang banjir. Tingginya debit air sungai dan tingkat kekeruhan yang melebihi batas olah memicu gangguan distribusi ke kawasan Pusat Kota, Gunung Pangilun, dan sebagian Padang Sarai.
‎Intake Guo Kuranji: Bendungan sementara hanyut terbawa arus banjir, sehingga menghambat pasokan air baku ke kawasan Belimbing, Bukit Belimbing Indah, Taruko I & II, Kalumbuk, Balai Baru, hingga Tarok Indah.
‎Intake Lubuk Paraku: Tingginya sedimentasi dan lumpur membatasi kemampuan produksi air baku untuk wilayah selatan Kota Padang.
‎Intake Palukahan: Masuk dalam daftar perbaikan bertahap yang akan dikerjakan bersama pemerintah.
‎Imbauan Efisiensi Penggunaan Air
‎Mengingat kompleksitas pemulihan SPAM yang terbagi dalam tiga sistem produksi (pusat, selatan, dan utara), Perumda AM Kota Padang mengimbau masyarakat untuk mendukung proses ini melalui penggunaan air secara bijak.
‎"Kami meminta pelanggan untuk bersabar selama proses perbaikan berlangsung. Kami juga mengimbau masyarakat untuk menghemat penggunaan air dan memastikan keran tertutup rapat setelah digunakan," tutup Adhie.
‎Bagi pelanggan yang mengalami kendala operasional atau ingin melaporkan gangguan layanan, Perumda AM Kota Padang menyiagakan saluran komunikasi resmi untuk penanganan lebih lanjut.

 

  PADANG — Hujan deras yang mengguyur Kota Padang pada Senin (3/8/2026) mengakibatkan sejumlah intake milik Perumda Air Minum Kota Padang tertimbun material banjir. Dampaknya, proses pengolahan air baku terhenti dan distribusi air bersih ke puluhan wilayah pelanggan mengalami penurunan tekanan hingga penghentian sementara.

Kepala Humas Perumda Air Minum Kota Padang, Adhie Zein, menjelaskan bahwa material berupa batu, pasir, kayu, dan lumpur yang terbawa arus deras menutup celah masuknya air baku ke instalasi pengolahan.

"Pasca hujan deras kemarin, beberapa intake Perumda Air Minum Kota Padang tertimbun material yang terbawa arus banjir. Pagi ini, petugas baru bisa melakukan perbaikan dan penanganan terhadap intake yang tersumbat," ujar Adhie Zein saat ditemui di Kantor Perumda Air Minum Kota Padang, Selasa (4/8/2026).

Wilayah yang Terdampak Gangguan
Berdasarkan data Perumda Air Minum Kota Padang, gangguan terjadi di beberapa titik lokasi intake vital, di antaranya:

Intake GUO: Berdampak pada wilayah Belimbing, Bukit Belimbing Indah, Taruko I dan II, Kalumbuk, Balai Baru, Wahana VI, Buana Indah III, Rimbo Tarok, serta Tarok Indah I dan II.

Intake Palukahan: Memengaruhi distribusi air di sebagian wilayah Kecamatan Koto Tangah, Kecamatan Nanggalo, dan Kecamatan Padang Utara.

Intake Gunung Pangilun: Memengaruhi kawasan pusat kota, Gunung Pangilun, hingga sebagian Padang Sarai dan sekitarnya.

Intake Latung: Berdampak pada sebagian wilayah Kecamatan Koto Tangah, Kecamatan Padang Utara, dan Kecamatan Kuranji.

Imbauan dan Penanganan Lapangan
Saat ini, tim teknis Perumda Air Minum Kota Padang telah diterjunkan ke lapangan secara maksimal untuk membersihkan endapan material agar instalasi pengolahan dapat kembali beroperasi.

"Petugas sedang berusaha maksimal membersihkan material yang menyumbat intake agar air baku dapat masuk kembali ke pengolahan, sehingga pendistribusian air kepada pelanggan dapat berjalan normal secara bertahap," tambah Adhie.

Pihak manajemen mengimbau seluruh pelanggan yang berada di wilayah terdampak untuk bijak dalam menghemat penggunaan air bersih. Bagi warga yang airnya masih mengalir—meskipun dengan tekanan rendah—diharapkan segera menampung air secukupnya sebagai cadangan selama masa pemulihan berlangsung.



PADANG — Guna meningkatkan keandalan sistem produksi serta menjamin kualitas pasokan air minum yang lebih optimal bagi masyarakat, Perumda Air Minum Kota Padang bersiap melaksanakan pengerjaan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Rehab-Rekon) pada Instalasi Pengolahan Air (IPA) Gunung Pangilun.

Proses persiapan telah bergulir sejak Selasa (21/7/2026), dimulai dengan pemeriksaan dokumen teknis serta checklist kesiapan material bersama kontraktor pelaksana, PT Hutama Karya. Setelah seluruh item verifikasi rampung, pengerjaan fisik pemulihan infrastruktur ini dijadwalkan resmi dimulai pada Sabtu (25/7/2026).

Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Padang, Hendra Pebrizal, melalui Kasubag Humas Adi Zein, menjelaskan bahwa pengecekan material secara mendalam ini sangat krusial agar pengerjaan fisik tidak mengalami kendala.

"Pengecekan material dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian pengerjaan berjalan tanpa hambatan saat pembongkaran dimulai. Hal ini penting agar pekerjaan dapat selesai tepat waktu sesuai target tanpa terhenti akibat kekurangan material jika terjadi kendala di luar prediksi," ujar Adi Zein.

Adapun pengerjaan pemeliharaan dan perbaikan menyeluruh ini difokuskan pada dua unit accelator utama di IPA Gunung Pangilun, dengan estimasi waktu pengerjaan selama 4 (empat) minggu.

Dampak dan Peta Distribusi Air Bersih
Selama masa perbaikan berlangsung, pendistribusian air bersih di sebagian wilayah pelayanan Pusat Kota Padang dipastikan mengalami dampak. Dari total 40.876 pelanggan aktif di Pusat Kota, sebanyak 25.326 pelanggan (61,96%) akan terdampak dengan variasi kondisi sebagai berikut:

Air Mengalir Siang Hari (Tekanan Kecil): Terdampak pada 9.692 pelanggan (23,71%).

Air Mengalir Malam Hari: Terdampak pada 13.964 pelanggan (34,16%).

Air Tidak Mengalir / Mati Total: Terdampak pada 1.670 pelanggan (4,09%). Kelompok ini nantinya akan dilayani melalui sarana Hidran Umum (HU) dan tangki air.

Sementara itu, sebanyak 15.550 pelanggan (38,04%) sisanya di area pusat kota dipastikan tetap menerima pasokan air bersih secara normal tanpa gangguan.

Imbauan Pelanggan & Layanan Tangki Air Gratis
Menghadapi masa penyesuaian ini, manajemen Perumda Air Minum Kota Padang mengimbau seluruh masyarakat dan pelanggan terdampak untuk melakukan langkah antisipasi sedini mungkin:

Menampung Air Bersih: Menyediakan cadangan air yang cukup sebelum pengerjaan resmi dimulai.

Bijak Menggunakan Air: Menghemat pemakaian air untuk kebutuhan primer.

Pemeriksaan Keran: Memastikan seluruh keran air tertutup rapat jika sedang tidak digunakan guna menghindari potensi kebocoran saat air kembali mengalir.

Khusus bagi pelanggan yang terdampak mati total, Perumda Air Minum Kota Padang menyiagakan armada mobil tangki untuk mendistribusikan bantuan air bersih secara GRATIS.

Bagi masyarakat yang membutuhkan pasokan air tangki atau ingin mendapatkan informasi lebih lanjut, dapat menghubungi saluran layanan resmi Perumda Air Minum Kota Padang melalui:

Call Center: 1500030

WhatsApp: 0811 6691 23

Pihak manajemen Perumda Air Minum Kota Padang menyampaikan permohonan maaf yang mendalam atas ketidaknyamanan yang terjadi selama masa perbaikan. Dukungan dan doa dari seluruh masyarakat sangat diharapkan agar proses rehabilitasi ini berjalan lancar demi hadirnya pelayanan air minum yang jauh lebih baik di masa mendatang.



Padang – Perumda Air Minum Kota Padang akan melaksanakan pekerjaan pengurasan (cleaning) Reservoir Instalasi Pengolahan Air (IPA) Palukahan pada Rabu (22/7/2026) mulai pukul 21.00 WIB. Kegiatan pemeliharaan rutin ini dilakukan sebagai langkah strategis untuk menjaga kualitas air minum yang didistribusikan kepada pelanggan tetap memenuhi standar kesehatan dan memberikan pelayanan yang optimal.

Selama proses pengurasan berlangsung, pelanggan di sejumlah wilayah diperkirakan akan mengalami penurunan tekanan air hingga gangguan sementara aliran distribusi. Karena itu, masyarakat diimbau menyiapkan cadangan air secukupnya sebelum pekerjaan dimulai.

Reservoir merupakan salah satu komponen penting dalam sistem penyediaan air bersih. Fungsinya tidak hanya sebagai tempat penampungan air hasil produksi, tetapi juga menjaga kestabilan distribusi ke pelanggan. Seiring berjalannya waktu, endapan lumpur, pasir, serta partikel halus dapat mengendap di dasar reservoir sehingga perlu dibersihkan secara berkala.

Pengurasan ini bertujuan menghilangkan endapan tersebut agar kualitas air tetap terjaga, mencegah penurunan mutu akibat akumulasi sedimen, serta memastikan reservoir tetap berfungsi secara optimal dalam mendukung pelayanan distribusi air kepada masyarakat. Selain itu, kegiatan ini juga merupakan bagian dari program pemeliharaan rutin sarana produksi guna menjamin kontinuitas pelayanan Perumda Air Minum Kota Padang.

Direktur Teknik Perumda Air Minum Kota Padang Andri Satria, melalui Kasubag Humas Adhie Zein, menjelaskan bahwa pekerjaan ini merupakan langkah preventif yang harus dilakukan secara berkala demi menjaga kualitas layanan kepada pelanggan.

> "Pengurasan reservoir merupakan bagian dari pemeliharaan rutin yang tidak bisa ditunda. Tujuannya untuk membersihkan endapan yang terbentuk selama operasional sehingga kualitas air yang diterima pelanggan tetap terjaga sesuai standar. Kami memahami pekerjaan ini akan menimbulkan ketidaknyamanan sementara, namun langkah ini penting demi menjaga keandalan sistem distribusi air dalam jangka panjang," ujar Adhie Zein menyampaikan keterangan Direktur Teknik Andri Satria.



Ia menambahkan, petugas akan berupaya menyelesaikan pekerjaan secepat mungkin agar pelayanan dapat kembali normal. Perumda Air Minum juga telah menyiapkan langkah-langkah teknis untuk meminimalkan dampak terhadap pelanggan selama proses pengurasan berlangsung.

Adapun wilayah yang berpotensi terdampak meliputi Bypas Anak Air, Lubuk Buaya dan sekitarnya, Mega Permai, Talaok Bakok, Sasok Ubi, LP Anak Air, Monang Indah, Kayu Kalek, serta kawasan Belakang Pasar Lubuk Buaya.

Perumda Air Minum Kota Padang menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan dan mengimbau seluruh pelanggan di wilayah terdampak agar menampung air secukupnya sebelum pukul 21.00 WIB sebagai persediaan selama proses pengurasan berlangsung.

Masyarakat yang membutuhkan informasi lebih lanjut dapat menghubungi Call Center Perumda Air Minum Kota Padang di 1500030 atau melalui layanan WhatsApp 0811669123. Perusahaan memastikan akan terus memberikan informasi perkembangan pekerjaan hingga distribusi air kembali normal.



‎Padang — PT Hutama Karya (Persero) secara resmi memulai pekerjaan rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab-rekon) fasilitas pengolahan air bersih di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Gunung Pangilun, Selasa (21/7/2026). Proyek tanggap darurat ini difokuskan pada perbaikan dan pemeliharaan menyeluruh dua unit accelerator guna mengembalikan kapasitas produksi serta kualitas distribusi air minum bagi masyarakat Kota Padang pasca-bencana.
‎Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Padang, Hendra Pebrizal, melalui Kasubag Humas Adi Zein, menyampaikan bahwa alur pengerjaan diawali dengan checklist dokumen pelaksanaan secara ketat pada Selasa pagi. Proses verifikasi ini mencakup kesiapan peralatan, material, dokumentasi, hingga penentuan prosedur pelaksanaan dan evaluasi kondisi awal di lapangan.
‎"Proyek pemulihan infrastruktur air bersih ini berfokus pada percepatan perbaikan pascabencana untuk mengoptimalkan kembali kapasitas produksi dan kualitas distribusi air ke pelanggan," ujar Adi Zein.
‎Sinergi Lintas Instansi dan Target Penuntasan
‎Dalam pelaksanaannya, tim tanggap darurat PT Hutama Karya menerapkan strategi penanganan taktis secara simultan. Penanganan ini turut melibatkan koordinasi intensif bersama lintas instansi, di antaranya:
‎Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan Provinsi Sumatera Barat (Satker Pelaksanaan Cipta Karya dan PPK Air Minum).
‎Tim Manajemen Konstruksi untuk pemantauan kualitas secara berkala.
‎Jajaran Perumda Air Minum Kota Padang sebagai pengelola teknis daerah.
‎Seluruh rangkaian pekerjaan darurat dan rehabilitasi ini ditargetkan selesai sepenuhnya pada 22 Desember 2026. Mengingat statusnya sebagai penanganan pasca-bencana, ketahanan bangunan permanen dirancang presisi sesuai standar desain nasional agar tangguh dalam jangka panjang.
‎Imbauan kepada Pelanggan
‎Seiring berlangsungnya proses perbaikan, Manajemen Perumda Air Minum Kota Padang mengimbau para pelanggan untuk menghemat penggunaan air dan selalu menampung air dalam wadah penampungan guna mengantisipasi potensi gangguan pasokan sementara.
‎"Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan pelanggan selama pengerjaan berlangsung. Langkah ini diambil demi peningkatan kualitas layanan yang lebih optimal dan berkelanjutan di masa depan," tutup Adi Zein.



‎PADANG – Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumda AM) Kota Padang bersinergi dengan PT Hutama Karya (Persero) untuk mempercepat perbaikan infrastruktur air bersih yang rusak akibat banjir bandang masif pada November 2025 lalu. Langkah taktis ini difokuskan pada rehabilitasi Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Pascabencana, salah satunya di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Gunung Pangilun.
‎Direktur Teknik Perumda AM Kota Padang, Andri Satria, melalui Kasubag Humas Adi Zein, menjelaskan bahwa bencana banjir tersebut sempat memutus total jaringan perpipaan makro dan merusak bangunan utama eksisting. Kerusakan pada titik-titik krusial ini menyebabkan produksi air bersih di IPA Gunung Pangilun—yang semula berkapasitas 500 liter per detik (l/d)—menyusut hingga 25%.
‎"Saat ini, infrastruktur yang mendesak untuk diperbaiki adalah unit Accelator (water clarifier). Komponen di dalam bangunan pengolahan terpadu ini mengalami kerusakan serius, sehingga perlu perbaikan mendalam agar kualitas dan volume olahan air kembali optimal," ujar Adi Zein.
‎Proses perbaikan menyeluruh pada dua unit accelator ini dijadwalkan mulai berjalan pada Selasa, 21 Juli 2026. Mengingat tingkat kerusakan yang cukup parah, pekerjaan akan dilakukan secara bergantian dan diperkirakan memakan waktu sekitar empat minggu untuk setiap unitnya. Tahapan pengerjaan meliputi pembongkaran rangka lama, pemasangan struktur kolom dan balok baru, hingga pemasangan 444 buah tube settler.
‎Dampak Layanan dan Skema Pengaliran Air
‎Selama satu unit accelator dibongkar dan diperbaiki, IPA Gunung Pangilun hanya akan beroperasi menggunakan satu unit tersisa. Hal ini otomatis memicu penurunan volume produksi yang didistribusikan ke pelanggan.
‎Perumda AM Kota Padang mengonfirmasi akan ada penyesuaian dan gangguan pengaliran air di beberapa area layanan Pusat Kota Padang selama proyek berlangsung, dengan rincian sebagai berikut:
‎Tekanan Lemah (Air Mengalir Siang Hari): Area GOR dan sekitarnya, S. Parman, Sawahan, Aur Duri, Lubuk Lintah, Kalumbuk, serta Batang Arau.
‎Air Mengalir Hanya Malam Hari: Area Jati Adabiah, Ampang, Belanti, Nipah, Parak Gadang, dan Sisingamangaraja.
‎Air Mati (Siang dan Malam): Area Purus, Pancasila, Rohana Kudus, dan Pasopati.
‎Manajemen Perumda AM Kota Padang mengimbau dengan sangat kepada seluruh pelanggan di wilayah terdampak untuk mengantisipasi kondisi ini. Pelanggan diminta menampung air sebanyak-banyaknya dalam wadah yang tersedia saat aliran air sedang mengalir, serta lebih bijak dan hemat dalam menggunakan air.
‎Seluruh rangkaian proyek tanggap darurat dan rehabilitasi permanen ini ditargetkan rampung sepenuhnya pada Desember 2026 dengan standar ketahanan jangka panjang sesuai ketentuan pemerintah. Sinergi cepat antara Perumda AM Padang dan Hutama Karya merupakan komitmen nyata untuk segera memulihkan kebutuhan dasar masyarakat Kota Padang secara berkelanjutan.(*)




PADANG – Jajaran Direksi Perumda Air Minum (AM) Kota Padang bergerak cepat merespons keluhan pelanggan terkait penurunan kualitas layanan, seperti air keruh dan gangguan suplai. Direktur Utama Perumda AM Kota Padang, Hendra Pebrizal, bersama Direktur Teknik Andri Satria, memaparkan analisis teknis di lapangan sekaligus peta jalan (roadmap) pemulihan komprehensif yang targetnya rampung pada akhir tahun 2026.

Hendra Pebrizal menyampaikan permohonan maaf secara terbuka atas ketidaknyamanan yang dialami warga. Ia menjelaskan bahwa akar permasalahan berada di area hulu. Bencana alam yang terjadi beberapa waktu lalu telah mengubah karakteristik sumber air baku sungai di Kota Padang secara ekstrem.

"Saat cuaca buruk, tingkat kekeruhan air baku di Sungai Batang Kuranji dan wilayah Intake Kampung Koto meningkat drastis. Sebagian Instalasi Pengolahan Air (IPA) kami saat ini menghadapi beban kerja yang berat karena belum dirancang untuk menetralisir tingkat kekeruhan ekstrem tersebut secara instan," ujar Hendra.

Faktor usia infrastruktur turut memperumit situasi. IPA Gunung Pangilun, yang dibangun sejak tahun 1867, awalnya hanya dirancang untuk kapasitas 10 ribu pelanggan. Saat ini, instalasi tersebut harus melayani hingga 30 ribu sambungan, dengan total pendistribusian mencapai 50 ribu pelanggan.

Untuk mengatasi penurunan debit dan kualitas air, Perumda AM Kota Padang tengah menjalankan proyek rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana skala besar sejak Desember 2025 hingga Desember 2026. Salah satu fokus utamanya adalah perbaikan total filter air.

"Kami sedang memperbaiki 12 unit filter di Gunung Pangilun secara berkala. Estimasi pengerjaan satu filter memakan waktu 1 hingga 15 hari. Proses pencucian dan perbaikan khusus ini berpotensi memicu kekeruhan minor untuk sementara waktu, namun kami pastikan pasokan air ke masyarakat tetap mengalir," tambah Hendra.

Strategi Jangka Panjang dan Dukungan Pemerintah Pusat

Langkah solutif jangka panjang telah disiapkan melalui kolaborasi strategis bersama pemerintah pusat. Melalui Kementerian Pekerjaan Umum, Perumda AM Kota Padang mendapat dukungan peningkatan kapasitas IPA Palukahan berupa pembangunan jaringan pipa sepanjang 19 kilometer. Proyek dengan anggaran Rp284 miliar ini ditargetkan selesai dalam waktu 22 bulan.

Selain itu, usulan relokasi dan perbaikan menyeluruh untuk IPA Gunung Pangilun senilai Rp400 miliar terus digulirkan. Secara akumulatif, total estimasi kebutuhan pemeliharaan dan pengembangan instalasi ini mendekati angka Rp1 triliun.

"Kami optimistis seluruh paket perbaikan ini berjalan lancar sesuai kontrak hingga Desember 2026 agar pemulihan layanan dapat tuntas tepat waktu," kata Direktur Teknik, Andri Satria.

Meski menghadapi kendala teknis, Andri menjamin kualitas air bersih yang disalurkan tetap memenuhi standar higienitas berdasarkan Permenkes. Ia juga memastikan proses koagulasi dan penjernihan air menggunakan bahan kimia yang aman dan telah tersertifikasi halal, dengan pengawasan ketat setiap hari.

"Seluruh kandungan kimia yang digunakan dijamin aman bagi kesehatan masyarakat. Untuk fasilitas vital seperti rumah sakit, kami memberikan prioritas utama guna memastikan suplai air bersih tidak terputus," tegas Andri. Ia juga menambahkan bahwa sebagai bentuk inovasi pelayanan, wilayah Lubuk Minturun kini sudah mulai menikmati fasilitas air siap minum langsung dari keran (Zona Air Minum Prima).

Mitigasi Risiko dan Layanan Darurat

Mengantisipasi dinamika selama masa perbaikan, manajemen Perumda AM Kota Padang tetap memberlakukan kebijakan subsidi bagi masyarakat serta menyiagakan armada tangki air dan CPO mobile untuk wilayah perkotaan jika terjadi gangguan suplai mendadak. Sementara itu, pasokan untuk wilayah Teluk Bayur yang ditopang oleh tiga sumber air dipastikan tetap aman.

Manajemen mengimbau masyarakat untuk mengantisipasi proses rehab-rekon ini dengan menampung air secukupnya. Warga juga diharapkan aktif melaporkan setiap kendala, baik kebocoran pipa maupun masalah administrasi dan tarif, melalui kanal resmi Call Center atau media sosial Perumda AM Kota Padang.

"Setiap laporan kebocoran akan langsung ditangani oleh tim teknis di lapangan. Kami sangat mengharapkan sinergi dan kerja sama dari seluruh pelanggan demi percepatan pemulihan layanan ini," tutup Hendra.

Penulis: Sukra Rahmat Putra




PADANG – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Kota Padang menjadwalkan pengerjaan pengurasan Reservoar Instalasi Pengolahan Air (IPA) Taban pada Kamis malam (9/7/2026). Proses perawatan berkala ini akan dimulai pukul 21.00 WIB hingga selesai.
‎Demi mengantisipasi gangguan pasokan selama proses pembersihan berlangsung, manajemen Perumda AM Kota Padang meminta masyarakat, khususnya para pelanggan yang berada di area terdampak, untuk segera melakukan langkah persiapan.
‎Kasubag Humas dan Protokoler Perumda Air Minum Kota Padang, Adhie Zein, mengimbau para pelanggan untuk segera menampung air bersih sebagai cadangan sebelum pengerjaan dimulai.
‎"Kami menyarankan pelanggan untuk sesegera mungkin menampung air untuk mengantisipasi jika proses pengurasan di lapangan memakan waktu yang cukup lama. Selain itu, kami juga meminta masyarakat untuk lebih bijak dan hemat dalam menggunakan air selama masa pemeliharaan ini," ujar Adhie Zein.
‎Adapun sejumlah wilayah dan kawasan yang diperkirakan akan mengalami dampak langsung berupa penurunan debit hingga penghentian sementara aliran air meliputi:
‎Sungai Lareh dan sekitarnya
‎Simpang Lauak Asin
‎Lubuk Minturun
‎Balai Gadang
‎Sungai Bangek
‎Sawah Laiang Balai Baru (Balbar)
‎Pilakut
‎Kalumbuk
‎Gurun Laweh, Gunung Juaro, dan Surau Gadang
‎Sebagian kawasan Siteba
‎Pihak Perumda AM Kota Padang menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan dari aktivitas perawatan infrastruktur ini. Upaya pengurasan reservoar ini dilakukan secara berkala demi menjaga dan meningkatkan kualitas distribusi air bersih kepada seluruh pelanggan di Kota Padang.



PADANG – Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumda AM) Kota Padang menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh pelanggan, khususnya di kawasan pusat kota, terkait adanya keluhan kekeruhan air dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi ini dipicu oleh dampak banjir bandang yang melanda akhir tahun lalu, yang secara signifikan mempengaruhi infrastruktur pengolahan air bersih.
‎Kasubag Humas Perumda AM Kota Padang, Adi Zein, menjelaskan bahwa kekeruhan air yang dirasakan di rumah pelanggan disebabkan oleh proses perbaikan dan rehabilitasi yang sedang berjalan di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Gunung Pangilun. Akibat bencana alam tersebut, kapasitas produksi IPA Gunung Pangilun yang semula mencapai 500 liter per detik mengalami penurunan pasca-bencana. Selain kerusakan fisik pada instalasi, kondisi kualitas air baku pada Sungai Batang Kuranji sebagai sumber utama juga mengalami perubahan dan tidak sebersih sebelum bencana.
‎“Kami sangat memahami ketidaknyamanan yang dialami oleh masyarakat. Keluhan terkait air keruh ini menjadi bahan evaluasi mendalam bagi kami untuk bekerja ekstra keras demi menjaga kualitas air baku yang didistribusikan. Namun, kami memastikan bahwa air yang mengalir saat ini tetap aman digunakan karena seluruh proses produksinya tetap dijalankan dengan pengawasan ketat, mengacu pada syarat dan ketentuan yang ditetapkan oleh Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes),” ujar Adi Zein dalam keterangan resminya, Rabu (8/7/2026).
‎Saat ini, proses pengerjaan rehabilitasi dan rekonstruksi fisik berskala besar sedang berjalan secara bertahap oleh pemerintah melalui kontraktor pelaksana PT Hutama Karya. Perumda AM Kota Padang optimis bahwa setelah seluruh rangkaian proyek rehab-rekon ini rampung, kestabilan suplai dan kejernihan air ke area pelayanan pusat kota akan kembali normal seperti sedia kala.
‎Sebagai langkah strategis jangka pendek untuk mempercepat pemulihan dan mengoptimalkan kualitas air, Perumda AM Kota Padang menjadwalkan pengerjaan pemeliharaan rutin berupa pengurasan bak reservoar (penampungan air) pada IPA Gunung Pangilun. Langkah ini dinilai sangat vital guna membersihkan endapan lumpur sisa material pasca-bencana serta mencegah pertumbuhan lumut di dalam bak tampung.
‎“Pekerjaan pengurasan reservoar ini dijadwalkan akan dilaksanakan pada Hari Jumat, 10 Juli 2026, mulai pukul 20.00 WIB sampai dengan selesai. Selama proses pemeliharaan tersebut berlangsung, IPA Gunung Pangilun akan BERHENTI BEROPERASI sementara waktu. Hal ini berdampak langsung pada penghentian sementara aliran air ke pelanggan di seluruh wilayah pelayanan Pusat Kota Padang,” tambah Adi Zein.
‎Mengingat estimasi pengerjaan teknis yang memakan waktu cukup lama, pihak manajemen Perumda AM Kota Padang menyampaikan tiga imbauan penting kepada seluruh pelanggan terdampak untuk melakukan langkah antisipasi:
‎Menampung Air Secukupnya: Pelanggan diharapkan mengisi penuh bak penampungan, tandon, atau ember di rumah masing-masing sebelum jadwal pengerjaan dimulai pada Jumat malam pukul 20.00 WIB.
‎Bijak Menggunakan Air: Menghemat penggunaan cadangan air yang tersedia selama masa pemeliharaan berlangsung.
‎Antisipasi Normalisasi Aliran Air: Setelah pekerjaan selesai, aliran air akan didistribusikan kembali secara bertahap. Jika air di keran didapati sedikit keruh pada saat pertama kali mengalir, pelanggan cukup mendiamkan atau mengalirkan air tersebut selama 3–5 menit hingga kondisinya kembali jernih dan higienis.
‎Pihak Perumda AM Kota Padang mengerahkan tim teknis terbaik agar proses pengurasan dan normalisasi ini berjalan seoptimal mungkin demi mempercepat durasi pengerjaan. Bagi pelanggan yang membutuhkan informasi lebih lanjut atau ingin menyampaikan pengaduan, dapat menghubungi layanan resmi Call Center di nomor 1500030 atau melalui pesan WhatsApp Center di nomor 0811669123.(SRP)



‎  PADANG – Komitmen Perumda Air Minum (AM) Kota Padang dalam menjaga dan meningkatkan kualitas pelayanan bagi masyarakat terus dibuktikan lewat langkah-langkah strategis di lapangan. Saat ini, perusahaan pelat merah tersebut tengah fokus melakukan pekerjaan pemasangan jaringan pipa baru di kawasan Jati, tepatnya di depan gerbang RSUP Dr. M. Djamil Padang.
‎Langkah ini diambil bukan tanpa alasan. Kawasan Jati, terutama objek vital seperti RSUP Dr. M. Djamil, membutuhkan jaminan kepastian suplai air bersih yang stabil dan higienis setiap saat. Pemasangan instalasi pipa baru ini menjadi kunci utama dalam mengoptimalkan sistem distribusi air bersih di wilayah tersebut guna menghadirkan pelayanan yang jauh lebih baik dan prima ke depan.
‎Mengingat lokasi pengerjaan berada di jantung aktivitas kota yang padat akan lalu lintas kendaraan, pedagang, dan mobilitas masyarakat, Perumda AM Kota Padang secara terbuka menyampaikan permohonan maaf yang mendalam atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan selama proses konstruksi berlangsung.
‎Kasubag Humas dan Protokoler Perumda AM Kota Padang, Adhie Zein, menjelaskan bahwa kenyamanan masyarakat tetap menjadi perhatian utama manajemen. Oleh karena itu, sebelum alat berat dan material diturunkan, pihaknya telah melakukan langkah-langkah persuasif dan prosedural demi menghormati warga setempat.
‎"Jauh hari sebelum pekerjaan ini dimulai, Perumda AM Kota Padang telah berkirim surat resmi untuk meminta izin pelaksanaan pekerjaan kepada seluruh perangkat wilayah di lokasi. Koordinasi dan permohonan izin kepada Ketua RT, RW, hingga Ketua Pemuda setempat telah tuntas kami lakukan sebelum proyek berjalan," ujar Adhie Zein.
‎Saat ini, proses pengerjaan di lapangan masih berlangsung intensif dan diperkirakan akan berjalan dalam beberapa hari ke depan. Adhie mengakui, karena proyek sedang berada dalam tahap krusial dan belum sepenuhnya rampung, kondisi fisik di sekitar lokasi seperti bekas galian aspal, selokan, serta infrastruktur penunjang lainnya yang terdampak memang belum bisa langsung diperbaiki secara permanen.
‎Namun, masyarakat tidak perlu khawatir. Perumda AM Kota Padang memberikan garansi penuh bahwa pemulihan lingkungan sekitar akan dilakukan secepat mungkin begitu proses penyambungan pipa selesai.
‎"Begitu pengerjaan pipa ini selesai, seluruh infrastruktur yang terdampak akibat proyek ini dipastikan segera diperbaiki dan dikembalikan kondisinya seperti semula. Untuk itu, kami memohon doa, dukungan, serta kesabaran dari seluruh masyarakat sekitar dan para pengguna jalan. Semua ketidaknyamanan sementara ini semata-mata kami lakukan demi menghadirkan pelayanan air bersih yang jauh lebih andal dan mengalir lancar untuk kita bersama," pungkas Adhie Zein menutup keterangannya.(SRP)

 

Dari Setetes Darah untuk Ribuan Harapan: Hendra Pebrizal Menumbuhkan Budaya Kemanusiaan di Lingkungan Perumda AM Kota Padang

Di balik tugas besar memastikan air bersih mengalir ke ribuan rumah warga Kota Padang setiap hari, Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumda AM) Kota Padang ternyata juga sedang mengalirkan sesuatu yang jauh lebih berharga: harapan hidup bagi sesama manusia.

Rabu (24/6/2026) pagi, suasana di halaman parkir Kantor Perumda AM Kota Padang tampak berbeda. Tidak ada sekat jabatan, tidak ada perbedaan status antara pimpinan dan pegawai. Yang terlihat justru semangat kebersamaan yang berpadu dengan nilai kemanusiaan.

Satu per satu karyawan duduk di kursi donor, mengulurkan lengannya dengan penuh kesadaran bahwa darah yang mereka berikan hari itu akan menjadi harapan bagi seseorang yang sedang berjuang melawan penyakit, menjalani operasi, ataupun bertahan hidup di ruang perawatan rumah sakit.

Bagi sebagian orang, donor darah mungkin hanya berlangsung sekitar 15 menit. Namun bagi orang yang membutuhkan, waktu singkat tersebut bisa menjadi penentu antara harapan dan keputusasaan.

Direktur Utama Perumda AM Kota Padang, Hendra Pebrizal, memandang kegiatan tersebut bukan sekadar agenda rutin perusahaan, melainkan sebuah gerakan sosial yang harus terus ditumbuhkan sebagai budaya bersama.

Menurutnya, perusahaan yang sehat bukan hanya diukur dari pencapaian kinerja, laba, ataupun kualitas pelayanan publik yang diberikan, tetapi juga dari seberapa besar kepeduliannya terhadap kehidupan manusia.

"Selama ini masyarakat mengenal Perumda AM sebagai perusahaan yang mengalirkan air bersih. Namun lebih dari itu, kami ingin menghadirkan budaya kepedulian. Sebab pada akhirnya, perusahaan hadir bukan hanya untuk melayani kebutuhan masyarakat, tetapi juga untuk menjaga nilai-nilai kemanusiaan tetap hidup," ujar Hendra.

Ia mengajak seluruh karyawan yang memiliki kondisi tubuh sehat untuk menjadikan donor darah sebagai bagian dari gaya hidup dan bentuk tanggung jawab sosial.

Sebab, menurutnya, stok darah di Palang Merah Indonesia (PMI) tidak pernah benar-benar aman jika hanya mengandalkan donor ketika ada kondisi darurat.

"Sering kali orang baru mencari darah ketika musibah datang. Padahal kebutuhan darah di rumah sakit tidak pernah berhenti. Ada ibu melahirkan, pasien kecelakaan, penderita talasemia, pasien operasi, hingga penderita kanker yang setiap hari membutuhkan bantuan kita. Karena itu, donor darah harus menjadi budaya, bukan sekadar kegiatan seremonial," katanya.

Di tengah kehidupan modern yang serba cepat dan cenderung individualistis, Hendra menilai donor darah menjadi pengingat bahwa manusia tetap saling bergantung satu sama lain.

Ia menyampaikan sebuah pesan sederhana namun sangat mendalam.

"Teknologi sudah berkembang sangat pesat, tetapi sampai hari ini belum ada mesin yang bisa menciptakan darah manusia. Artinya, kehidupan seseorang masih sangat bergantung pada kepedulian manusia lainnya. Inilah yang membuat donor darah menjadi sangat istimewa."

Baginya, mendonorkan darah merupakan bentuk sedekah yang paling universal. Tidak memandang suku, agama, jabatan, maupun status sosial.

"Ketika darah itu mengalir ke tubuh pasien, kita tidak pernah tahu siapa yang menerimanya. Bisa jadi seorang ibu, seorang anak, seorang ayah, bahkan seseorang yang belum pernah kita kenal seumur hidup. Tetapi di situlah letak keindahan kemanusiaan. Kita membantu tanpa syarat dan tanpa pamrih."

Selain menjadi investasi sosial, donor darah juga menjadi investasi kesehatan bagi para pendonor.

Hendra menjelaskan, donor darah yang dilakukan secara rutin dan sesuai prosedur medis dapat membantu menjaga kesehatan jantung, melancarkan sirkulasi darah, mengontrol kadar zat besi dalam tubuh, merangsang pembentukan sel darah merah baru, sekaligus menjadi sarana deteksi dini terhadap sejumlah penyakit menular.

Namun, menurutnya, manfaat terbesar bukan hanya terletak pada aspek fisik, melainkan pada ketenangan batin yang dirasakan setelah membantu sesama.

"Ada kebahagiaan yang tidak bisa dibeli dengan uang ketika kita mengetahui bahwa sebagian dari diri kita mampu menyelamatkan kehidupan orang lain. Perasaan itulah yang menjadi energi positif bagi kesehatan mental seseorang."

Di tengah berbagai tantangan sosial yang dihadapi masyarakat saat ini, Hendra berharap gerakan donor darah dapat menjadi salah satu cara sederhana untuk memperkuat solidaritas dan empati sosial.

Ia ingin semangat berbagi terus tumbuh, tidak hanya di lingkungan Perumda AM Kota Padang, tetapi juga menginspirasi berbagai instansi pemerintah, perusahaan, komunitas, dan masyarakat luas.

"Jangan menunggu kaya untuk membantu sesama. Jangan menunggu menjadi tokoh besar untuk berbuat baik. Ketika tubuh kita sehat, sesungguhnya kita sudah memiliki modal yang sangat berharga untuk menyelamatkan kehidupan orang lain."

Di akhir pesannya, Hendra menyampaikan satu kalimat yang menjadi refleksi mendalam bagi semua orang.

"Air bersih yang kami distribusikan menghidupi kota ini setiap hari. Tetapi darah yang kita donorkan hari ini, mungkin sedang menghidupkan masa depan seseorang. Karena sejatinya, peradaban yang maju bukan hanya tentang pembangunan fisik, melainkan tentang seberapa besar kepedulian manusia terhadap manusia lainnya."

Dari halaman parkir sederhana itu, lahirlah sebuah pesan besar. Bahwa kemanusiaan tidak selalu hadir dalam tindakan yang rumit dan megah.

Kadang, kemanusiaan hanya dimulai dari keberanian seseorang untuk menggulung lengan bajunya, mengulurkan tangan, dan membiarkan setetes darahnya mengalir menjadi kehidupan bagi orang lain.

 ‎

‎  PADANG – Langkah besar untuk menjamin ketahanan air bersih dan keselamatan warga Kota Padang resmi dimulai. Perumda Air Minum (AM) Kota Padang menandatangani kontrak paket kegiatan pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) berkapasitas 200 liter per detik (l/dtk), lengkap dengan bentangan jaringan perpipaan sepanjang kurang lebih 19 kilometer.
‎Proyek infrastruktur vital ini didanai dengan pagu anggaran fantastis mencapai kurang lebih Rp284 miliar, bersumber dari sinergi bersama Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya, serta Balai Penataan Bangunan, Prasarana, dan Kawasan Sumatera Barat.
‎Hadirnya proyek ini menjadi angin segar sekaligus jawaban konkret atas kebutuhan air bersih masyarakat, khususnya di tiga wilayah kecamatan berpenduduk padat: Koto Tangah, Nanggalo, dan Kuranji. Tidak sekadar meningkatkan kapasitas produksi dan memperluas jangkauan distribusi, megaproyek ini dirancang khusus dengan aspek mitigasi bencana gempa bumi guna menjaga keberlanjutan layanan di masa depan.
‎Komitmen Pelayanan dan Mitigasi Bencana
‎Direktur Utama Perumda AM Kota Padang, Hendra Pebrizal, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi mendalam atas terealisasinya penandatanganan kontrak ini. Menurutnya, proyek ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan investasi jangka panjang untuk kesejahteraan dan keselamatan warga Kota Padang.
‎"Alhamdulillah, penandatanganan kontrak ini adalah tonggak sejarah baru bagi pelayanan air bersih di Kota Padang. Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Kementerian Pekerjaan Umum, Ditjen Cipta Karya, serta Balai Penataan Bangunan, Prasarana, dan Kawasan Sumatera Barat atas dukungan luar biasa ini," ujar Hendra Pebrizal.
‎"Dengan anggaran mencapai 284 miliar rupiah, proyek SPAM 200 liter per detik dan jaringan pipa sepanjang 19 kilometer ini akan mengoptimalkan distribusi air bersih secara signifikan di Kecamatan Koto Tangah, Nanggalo, dan Kuranji. Lebih dari itu, infrastruktur ini kami rancang dengan standar tinggi sebagai langkah mitigasi gempa. Kita tahu Padang berada di wilayah rawan bencana, dan Perumda AM berkomitmen memastikan bahwa saat terjadi guncangan sekalipun, sistem pasokan air bersih bagi masyarakat tetap tangguh dan terjaga," tegasnya.
‎Sinergi untuk Padang Tangguh
‎Dengan dimulainya proyek ini, Perumda AM Kota Padang terus membuktikan posisinya sebagai badan usaha milik daerah yang tidak hanya berorientasi pada pelayanan publik harian, tetapi juga visioner dalam menghadapi tantangan alam.
‎Pekerjaan fisik yang akan segera berjalan ini diharapkan dapat didukung penuh oleh seluruh lapisan masyarakat agar berjalan lancar, tepat waktu, dan segera mengalirkan manfaatnya ke rumah-rumah warga di Kota Tercinta.



PADANG – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kota Padang sejak siang hingga malam hari menyebabkan debit air Sungai Guo meningkat drastis dan memicu gangguan serius pada sistem penyediaan air baku Perumda Air Minum Kota Padang.

Derasnya arus sungai mengakibatkan bendungan sementara (temporary weir) yang selama ini berfungsi mengarahkan aliran air baku menuju instalasi pengolahan hanyut terbawa arus. Kondisi tersebut menyebabkan pasokan air baku ke instalasi pengolahan terhenti total.

Tidak hanya itu, material berupa lumpur, pasir, bebatuan, ranting pohon, hingga sampah yang terbawa banjir juga menimbun mulut intake, sehingga memperparah kondisi dan membuat proses produksi air bersih tidak dapat dioperasikan.

Akibat gangguan tersebut, ribuan pelanggan Perumda Air Minum Kota Padang yang berada di wilayah pelayanan Kecamatan Kuranji terdampak dan mengalami penurunan tekanan bahkan penghentian sementara distribusi air bersih.

Pihak Perumda Air Minum Kota Padang saat ini belum dapat melakukan penanganan di lapangan karena kondisi sungai masih sangat deras dan berisiko tinggi terhadap keselamatan petugas.

Keselamatan personel menjadi prioritas utama sebelum upaya perbaikan dilakukan.

Begitu intensitas hujan menurun dan kondisi sungai dinyatakan aman, tim teknis akan segera diterjunkan untuk membangun kembali bendungan sementara, membersihkan material yang menimbun intake, serta memulihkan operasional instalasi pengolahan air.

Kasubag Humas Perumda Air Minum Kota Padang, Adhie Zein, mengatakan fenomena cuaca ekstrem yang terjadi menjadi tantangan tersendiri bagi perusahaan dalam menjaga kontinuitas pelayanan air bersih kepada masyarakat.

"Ini merupakan kondisi force majeure atau keadaan di luar kendali yang dipicu oleh tingginya curah hujan. Namun demikian, Perumda Air Minum Kota Padang tidak tinggal diam. Seluruh tim teknis telah bersiaga dan akan bergerak cepat begitu situasi memungkinkan," ujar Adhie Zein.

Ia menjelaskan bahwa peristiwa tersebut menunjukkan betapa pentingnya menjaga kelestarian daerah aliran sungai sebagai bagian dari sistem penyediaan air bersih masyarakat.

"Air bersih adalah kebutuhan dasar yang sangat bergantung pada keseimbangan alam. Ketika hujan ekstrem terjadi, seluruh rantai pelayanan ikut terdampak. Karena itu, menjaga kawasan hulu dan sungai bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama seluruh masyarakat," katanya.

Adhie juga mengimbau pelanggan agar menggunakan cadangan air yang masih tersedia secara bijak dan mengutamakan kebutuhan pokok rumah tangga selama proses pemulihan berlangsung.

"Kami memahami ketidaknyamanan yang dirasakan pelanggan. Namun kami berharap masyarakat bersabar karena keselamatan petugas di lapangan juga menjadi prioritas. Kami tidak ingin memaksakan pekerjaan di tengah arus sungai yang masih membahayakan. Begitu kondisi aman, penanganan akan dilakukan secepat mungkin agar pelayanan dapat kembali normal," tegasnya.

Ia menambahkan, gangguan ini menjadi pengingat bahwa perubahan cuaca yang semakin ekstrem menuntut kesiapsiagaan bersama, baik dari sisi infrastruktur, petugas lapangan, maupun masyarakat sebagai pengguna layanan.

Perumda Air Minum Kota Padang juga mengimbau pelanggan di wilayah terdampak untuk terus memantau informasi resmi perusahaan terkait perkembangan perbaikan dan estimasi normalisasi distribusi air.

Sementara itu, daftar wilayah pelanggan yang terdampak telah disampaikan melalui kanal informasi resmi Perumda Air Minum Kota Padang.

Masyarakat diminta tetap tenang, menghemat penggunaan air yang masih tersedia, serta menyiapkan penampungan cadangan hingga proses perbaikan selesai dilakukan.



PADANG — Pemerintah Kota Padang terus berkomitmen memastikan proyek infrastruktur berjalan selaras dengan pelayanan publik. Hal ini dibuktikan melalui sinergi strategis antara Perumda Air Minum (AM) Kota Padang dan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Padang dalam mengantisipasi dampak pembangunan di kawasan Tarandam, Kelurahan Sawahan, Kecamatan Padang Timur.

Saat ini, Dinas PU Kota Padang tengah gencar melakukan rehabilitasi jaringan drainase di kawasan padat aktivitas tersebut untuk meminimalisasi potensi genangan air. Namun, proyek pelebaran drainase ini berpotensi bersinggungan dengan jaringan pipa distribusi air bersih milik Perumda AM Kota Padang.

Merespons tantangan tersebut, Perumda AM Kota Padang bergerak cepat melakukan penertiban dan penataan ulang posisi pipa sebelum konstruksi utama berjalan penuh. Langkah taktis ini diambil demi menjamin pasokan air bersih ke pelanggan tidak terganggu.

Langkah Antisipatif Menjaga Kontinuitas Layanan
Humas Perumda AM Kota Padang, Adhie Zein, menjelaskan bahwa pembenahan ini merupakan bentuk mitigasi risiko agar aktivitas alat berat atau pengerjaan fisik di lapangan tidak merusak fasilitas publik lainnya.

"Di lokasi tersebut akan dilakukan pelebaran drainase, dan posisi pipa PDAM berada pada area yang bakal terdampak. Untuk mengantisipasi gangguan jika pipa terputus akibat aktivitas pembangunan, kami melakukan penertiban terlebih dahulu," ujar Adhie Zein, Selasa (16/6/2026).

Sebagai solusi teknis, Perumda AM Kota Padang memasang jaringan pipa baru berbahan High-Density Polyethylene (HDPE) dengan diameter DN 80 sepanjang kurang lebih 200 meter. Material HDPE dipilih karena keunggulannya yang fleksibel, tahan korosi, memiliki daya tahan tinggi, serta usia pakai yang panjang.

Investasi Jangka Panjang dan Efisiensi Operasional
Selain menjaga kontinuitas distribusi air selama proyek drainase berlangsung, penataan ulang jaringan pipa tersier ini diproyeksikan membawa dampak positif jangka panjang bagi peningkatan kualitas layanan.

Menurut Adhie, modernisasi infrastruktur ini akan meningkatkan efisiensi operasional secara signifikan, termasuk menekan angka kebocoran air.

"Selain menekan kehilangan air dan memaksimalkan pelayanan kepada pelanggan sekitar, penertiban jaringan ini juga menempatkan pipa tersier pada posisi yang ideal. Hal ini akan memudahkan penambahan pelanggan baru serta rehabilitasi Sambungan Rumah (SR) di masa mendatang," tambah Adhie.

Model Kolaborasi Lintas Sektor
Kolaborasi apik antara Perumda AM dan Dinas PU Kota Padang ini menjadi potret pentingnya koordinasi antarlembaga dalam pembangunan daerah. Melalui perencanaan yang matang, potensi ego sektoral yang kerap merugikan masyarakat dapat dihindari.

Pendekatan kolaboratif ini diharapkan menjadi standar baru bagi pembangunan di Kota Padang: sebuah model di mana peningkatan infrastruktur kota berjalan beriringan tanpa mengorbankan hak masyarakat atas kebutuhan dasar air bersih. Dengan mitigasi yang terukur, rehabilitasi drainase Tarandam ditargetkan rampung dengan lancar, sementara pasokan air bersih warga tetap terjaga aman dan stabil.

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.