Articles by "Longsor"

Aceh Afif Maulana Agam AIDS Aipda Dian WR AirterjunLembahAnaiMeluap Aksibersihpantai AksiJalanan Aleknagari Amak Lisa AmalanBulanRajab AnjingPelacak anthropophobia Antikorupsi ApdateKorbanBencanaSumatera Apelsiaga Apeltanggapbencana Arif maulana Arosuka Artikel Artis Minang Asusila balapliar BalapMotor Bali Balikpapan BandarNarkobaKabur Bandung Banji Banjir BanjirAceh BanjirAgam BanjirBandang BanjirPadang BanjirSumatera BanjirSumbar BanjirSumut bansos banten BantuanBencanaAcehHilang BantuanKorbanBencanaPasbar Banyuwangi Bapenda Batam BatangArau Batuk BBM BeaCukai bencana Bencana alam Bencanaalam BencanaAlamSumateraBarat BencanaHidrometeorologi BencanaKotaPadang BencanaSumatera BencanaSumbar BerantasNarkoba BibitSiklonTropis95B BKSDA BMKG BNNPSumbar BNNsumbar BNPB BobonSantoso Box Redaksi BPBDKabupatenAgam BPBDPadang BPBDSumbar BPHMigas BrimobPoldaSumbar Brimobuntukindonesia BRISuperLeague bukit sitinurbaya Bukittinggi BungaBangkai BungaRafflesia BWSS V padang BWSSV BWSSVPadang Calon Bupati cemburubuta CerintIrallozaTasya Cikampek Cikarang CuacaEkstrem cuacapanasekstrem curanmor Daerah danabos Dandrem 032 WBR dankodaeral II Denpasar Depok DeptCollector Dharmasraya Dinas sosial DinasPendidikanSumbar DinasPerpusipPadang DinasPerpustakaandanArsip DinasPertanian dinassosial dinassosialpadang Dirlantas Dirlantas Polda Sumbar DirlantasPoldaSumbar Disdukcapil DitpolairudPoldaSumbar DPCPKBkotapadang DPDRI DPR DPRD Padang DPRDpadang DPRDsumbar DPUPR DPUPRPadang dubalangkota EmpatPilar Enarotali Evakuasi festival sepakbola Filipina Galodo GalodoLembahAnai gangguanhormon GanjaKering gaya hidup GayaHidup gempa GempaBumi gerakcepatdinsos gorontalo GrasstrackMotocross Gresik GunungMerapiErupsi gurbernurriaukenaottkpk HAM HargaCabaiNaik Haripahlawan Harisumpahpemuda Hidroneteologi Hipnotis HismawaMigas HIV Hot New HubunganSesamaJenis hukum Huntara HUT Humaspolri ke 74 HUT80Brimob Hutan IKW IKWRI IlegalFishing IlegalMinning IllegalLogging Indonesia Indonesia. indonesiamaju infrastruktur Intan jaya Internasional irigasi Islam Islami Jakarta Jakarta Selatan JalanLembahAnaiPutus JalanLongsor JalanRetak Jambi Jawa Tengah Jayapura Jayawijaya JembatanPutus JembatanRetak Jogyakarta jurnalis JusufKalla K9 Kabupaten Agam kabupaten dharmasraya Kabupaten Solok KabupatenAgam KabupatenDharmasraya KabupatenPasamanBarat KabupatenPesisirSelatan kabupatenSolokSelatan KafeKaraoke KAI Sumbar Kakorlantas kakorlantaspolri kapolres kapolressijunjung Kapolri KarangTaruna kasat narkoba KasusMedis keamanan kebakaran KebakaranPasarPayamumbuh KebatanGunungNagoPutus kecamatankototangah kecelakaan kegiatanrutin KejariDharmasraya kejaripadang kejaripesel kekerasan kelangkaanBBM kelangkaansolar Kemenag Kemenhut Kemenkes Kementrian PU kementriankebudayaan KementrianLingkunganHidup KemuliaanBulanRajab kendaraan KeracunanMakanan Kesehatan keselamatan bersama keselamatan kerja kesiapsiagaan kesunyian malam ketertiban umum KetertibanUmum Kiwirok KKB KLHK Kodim 0307 Tanah Datar KomnasHAM komplotanganjalATM KorbanBanjirAgam KorbanBrncanaAgam Korem 032/WB Korpolairud korupsi Kota Padang KotaPadang KotaPariaman KPK Kriminal KRYD KUHP KumpulanDo'a Laksamanamuda Lampung LembahAnai Lembang Leonardy LGBT life style lifestyle Lima Puluh Kota LimaPuluhKota lingkungan listrikilegal literasi lombok timur Longsor LongsorKampusUINImambonjol LowonganKerjaPalsu Madiun Magelang MahardikaMudaIndonesia MahyeldiAnsharullah Makan Bergizi Gratis Makasar Malalak MalPraktek ManfaatAirKelapa manila MapolsekMuaraBatangGadisDibakarMasaa MataElang Medan MengelolaAirUntukNegri mentalhealth Mentawai Mesum Mimika Miras MirasIlegal MobilBencanaDibakarMassa MobilPatwalPoldaSumbarKecelakaan MobilSatpolPPAcehDibakarMassa MogokKerja MTsN10pesisirselatan Muhammadiyah mutilasibayi nagarisolokambah nagarisulitair narkoba Narkotika Nasioanl Nasional ngaraisianok NinjaSawit NTT odgj OknumGuruLGBT Oksibil olahraga Opini OprasiLilinSinggalang2025 oprasimalam oprasitumpasbandar2025 oprasizebra2025 oprasizebrasinggalang2025 OrangHanyut OTTKPK PADA Padang Padang panjang Padang Pariaman PadangAman PadangPariaman PadangRancak PadangSigap Pahlawannasional pajak air tanah Palimanan pandekarancak pantaipadang Papua parenting Pariaman Parlemen Pasaman Pasaman barat pasamanbarat pasang pasarrayapadang Pasuruan Payakumbuh PDAM PeduliBencana Pekanbaru Pelalawan pelayananhumanis pelayanansosial PelemikBantuanAsing PemakamanMasalKorbanBencanaSumbar PembabatanHutan PembalakanHutanMentawai pembalakanLiar Pembunuhan pemerasan Pemko Padang PemkoPadang PemulihanBencana PemutihanPajakKendaraan pencabulan PencarianKorbanBanjirPadang Pencirian PenculikanAnak Pencurian Pendidikan penegakanhukum penemuanbayi penemuanJanin PenemuanJasadBayo penemuanmayat Penertiban Pengancaman pengangguran penganiayaan Pengeroyokan Penggelapan Penjarahan Perbankan Perceraian Perdagangan peristiwa peristiwadaerah perlindungananak Persami PersijaJakarta pertahanan PerumdaAirMinum Pesisir Selatan PesisirSelatan Peti PJN PKL PolaMakan PolantasMenyapa Polda banten Polda Jabar Polda Kalbar Polda Metro Jaya polda Papua POLDA SulBar POLDA SUMBAR PoldaRiau Poldasumbar PoldaSumut Polhut Policegoestoscool Polisi Politik polPP polres Polres 50 kota Polres Dharmasraya Polres Mentawai Polres Padang panjang Polres Pasaman Polres Pasaman Barat Polres Solok Polres solok selatan PolresPadang polrespasaman polrespasamanbarat polrespasbar PolresPayakumbuh polrespesel PolresSolokKota polresSolokSelatan Polresta bukittinggi Polresta Padang PolresTanahDatar polrestapadang POLRI PolriPresisi Polsek bungus barat Polsek Koto Tangah Padang Polsek Lubeg Pontianak PrabowoSubianto PrajuritTNITewas PrediksiCuaca premanisme Presiden RI PrestaPadang psp padang Ptostitusi PuanMaharani Puncak jaya Purwakarta jawabarat QuickWins Razia RekeningDormant Religi RevisiKUHP Riau RidwanKamil RokokIlegal sabu Sajam SakitPerut Sarkel SatgasDamaiCartenz satgasoprasidamai satlantaspolresta SatpolPP SatpolPPAceh Sawahlunto Sawmil SeaGamen2025 segmen sianok seherman SekolahRakyat Semarang semenpadang SemenPadangFC Senjatatajam sepakbola sepakbolaindonesia SepakBolaWanita Serang ServisKendaraanGratisKorbanBanjirAgam SiagaBencana SigapMembangunNegriUntukRakyat Sijunjung sikat singgalang2025 silent treatment simulasibencana Sinkhole siswismptewassaathiking sitinjaulauik Skoliosis SMA1pulaupunjung sobatlalulintasrancakbana solok Solok selatan solokarosuka solokselatan solsel Sosialisasi SPBUganting SPPG STNK Strongpoint subsidi ilegal sukabumi Sulawesi Tenggara Sumatera Barat SumateraBarat Sumaterbarat Sumatra barat Sumbar SungaiKuranji Surabaya swasembadapangan tambangilegal Tanah datar tanahdatar tanggapdarurat TanggapDaruratBencana tawuran TawuranNarkoba Terbaru Ternate Timika Papua timklewang TimnasIndonesiaU22 TimnasWanitaIndonesia TNI TPUTunggulHitam Transformasi polri transpadang transportasi TrukTerbakar tsunamiDrill Tuak Uin UIN IB Padang UpadateKorbanBencanaSumatera UpdateKorbanBanjirSumatera UpdateKorbanBencanaAlam UpdateKorbanBencanaSumatera Utama UUMD3 Viral Yalimo Yogyakarta Yuhukimo
Tampilkan postingan dengan label Longsor. Tampilkan semua postingan

 

Serasinews.com, Padang – Longsor terjadi di dua titik kawasan Sitinjau Lauik pada Jumat (2/1/2026) sore. Kejadian ini mengakibatkan terganggunya arus lalu lintas di jalur utama yang menghubungkan Kota Padang dengan Solok.

Menindaklanjuti peristiwa tersebut, pihak terkait segera melakukan penanganan dengan berkoordinasi bersama PT Hutama Karya (HK) untuk membersihkan material longsor yang menutupi badan jalan.

Selama proses pembersihan berlangsung, arus lalu lintas diberlakukan sistem satu arah secara bergantian (buka tutup) guna mencegah kemacetan serta menjaga keselamatan para pengguna jalan.

Hingga saat ini, petugas masih berada di lokasi untuk memastikan penanganan berjalan optimal. Masyarakat diimbau agar tetap waspada saat melintas di kawasan tersebut dan mematuhi arahan petugas di lapangan.

(Rini)
#Peristiwa #SitinjauLauik #Longsor
#Daerah #Padang

 

Serasinews.com, Padang — Curah hujan tinggi yang mengguyur Kota Padang sejak Jumat dini hari (2/1/2026) menyebabkan bencana longsor di kawasan Pagambiran Ampalu Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung. Peristiwa tersebut terjadi di RT 04/RW 18 dan sempat mengagetkan warga setempat.

Tanah di perbukitan sekitar permukiman dilaporkan menjadi tidak stabil akibat hujan deras yang berlangsung selama beberapa jam. Kondisi ini memicu longsoran tanah dan lumpur yang bergerak ke arah permukiman warga, menimbun sejumlah rumah di bawahnya.

Sebelum longsor terjadi, warga sempat mendengar suara gemuruh dari arah perbukitan. Suara tersebut membuat warga panik dan segera berupaya menyelamatkan diri. Beberapa warga berhasil keluar dari rumah sesaat sebelum material longsor menghantam bangunan.

Tim gabungan yang terdiri dari BPBD Kota Padang, TNI, Polri, serta relawan langsung dikerahkan ke lokasi kejadian untuk melakukan evakuasi dan pendataan. Hingga kini, proses pembersihan material longsor masih berlangsung dengan menggunakan peralatan manual maupun alat berat.

Belum terdapat laporan resmi mengenai korban jiwa. Namun, dampak longsor menyebabkan kerusakan parah pada sejumlah rumah dan memaksa beberapa warga mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Pemerintah daerah mengimbau masyarakat yang bermukim di wilayah rawan longsor agar tetap waspada dan segera mengantisipasi kemungkinan bencana susulan, mengingat intensitas hujan di Kota Padang masih berpotensi tinggi dalam beberapa hari ke depan.

(Rini/Mond

#Longsor #Peristiwa #Padang # Daerah


 

Serasinews.com, Padang — Longsor terjadi di Kecamatan Lubuk Kilangan, tepatnya di ruas jalan bawah Panorama 1, pada Selasa (30/12/2025) sekitar pukul 17.30 WIB. Peristiwa tersebut menyebabkan material tanah dan bebatuan menutup sebagian badan jalan, sehingga arus lalu lintas di kawasan itu terganggu.

Informasi dari laporan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) menyebutkan bahwa longsor dipicu oleh kondisi tanah yang tidak stabil. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Meski demikian, pengendara yang melintas diminta untuk lebih berhati-hati.

Penanganan di lokasi terus dilakukan dengan mengerahkan dua unit alat berat milik PT HKI untuk membersihkan material longsoran. Hingga saat ini, proses evakuasi masih berlangsung agar jalan dapat segera difungsikan kembali.

Pihak terkait terus memantau situasi di lapangan serta melakukan koordinasi guna menjamin keselamatan pengguna jalan. Perkembangan selanjutnya akan diinformasikan sesuai dengan kondisi terbaru di lokasi.

Masyarakat diimbau sementara waktu menggunakan jalur alternatif dan meningkatkan kewaspadaan, mengingat potensi longsor susulan masih mungkin terjadi, terutama saat cuaca tidak menentu.

(Rini/Mond)

#Peristiwa #Longsor #SitinjauLauik

 

Serasinews.com, Sumbar — Upaya pemulihan pascabencana di Sumatera Barat memasuki fase krusial. Pada Selasa, 10 Desember, Wakil Menteri Pekerjaan Umum (Wamen PU) Diana Kusumastuti bersama rombongan Komisi V DPR RI melakukan kunjungan kerja reses untuk meninjau langsung wilayah-wilayah yang porak-poranda akibat banjir bandang, longsor, dan galodo. Kunjungan ini menjadi bukti bahwa pemerintah pusat bergerak cepat memastikan penanganan darurat serta rencana rehabilitasi dan rekonstruksi berjalan sesuai kebutuhan di lapangan.

Menelusuri Titik Kerusakan Terparah

Rombongan Komisi V DPR RI yang dipimpin Ridwan Bae—termasuk anggota dari dapil Sumbar, Zigo Rolanda—memfokuskan peninjauan pada kerusakan infrastruktur dan jalur transportasi, dua sektor yang paling terdampak dan sangat vital bagi mobilitas masyarakat.

Sejumlah lokasi kritis yang dikunjungi antara lain:

Lembah Anai, kawasan wisata dan jalur utama yang kini rusak berat. Jalan nasional retak, jembatan hilang tersapu arus, dan alur sungai berubah total.

DAS Batang Kuranji, yang mengalami kerusakan parah hingga meningkatkan potensi banjir lanjutan.

Di titik-titik tersebut, rombongan menyaksikan langsung situasi yang masih menyisakan duka: rumah hanyut, kendaraan tertimbun lumpur, hingga bekas aliran air bah yang menggores dinding-dinding bangunan. Warga juga memanfaatkan momen itu untuk menyampaikan kisah dan keluhan, menceritakan detik-detik saat galodo menerjang tanpa ampun.

Wamen PU: “Kami Hadir untuk Menjamin Penanganan yang Tepat.”

Wamen PU Diana Kusumastuti menegaskan bahwa pemerintah pusat berkomitmen penuh mempercepat pemulihan dengan pendekatan yang lebih terencana dan kokoh.

“Kami tidak hanya datang untuk melihat, tetapi memastikan penanganan darurat berjalan sesuai rencana. Dalam waktu dekat, desain rehab-rekon akan disusun dengan prinsip build back better—membangun infrastruktur yang lebih kuat dan tahan bencana,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa pemulihan jalur-jalur vital seperti Lembah Anai menjadi prioritas agar akses logistik, layanan publik, dan bantuan bagi warga tidak terhambat lebih lama.

Sinergi Pemerintah Pusat dan Daerah

Rombongan pusat diterima langsung oleh:

Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah

Bupati Tanah Datar Eka Putra

Wali Kota Padang Fadly Amran

Bupati Padang Pariaman Jhon Kennedy Azis

Pertemuan ini menunjukkan kekompakan pemerintah pusat dan daerah dalam menghadapi bencana yang merenggut puluhan korban jiwa serta merusak ribuan rumah dan fasilitas umum.

Para kepala daerah menyampaikan kebutuhan mendesak masyarakat, di antaranya:

normalisasi sungai dan pembersihan material longsor

pemulihan akses jalan utama

pembangunan hunian sementara

dukungan psikososial bagi warga yang kehilangan anggota keluarga

Warga berharap fase rehabilitasi nanti tidak hanya memperbaiki sarana fisik, tetapi juga memulihkan rasa aman setelah trauma bencana.

Harapan Baru untuk Pemulihan Sumatera Barat

Kunjungan lapangan ini menjadi momentum awal menuju pemulihan komprehensif Sumbar. Program rehab–rekon yang akan disusun diharapkan mencakup perbaikan infrastruktur, penguatan mitigasi bencana, serta rekayasa teknis untuk meminimalkan risiko bencana pada masa mendatang.

Bagi ribuan warga yang masih bertahan di pengungsian, kehadiran Wamen PU dan Komisi V menjadi sumber harapan—bahwa negara hadir, mendengar, dan bekerja.

Di tengah penderitaan dan kehilangan, masyarakat Sumbar membutuhkan lebih dari sekadar pembangunan fisik: mereka menantikan pemulihan yang manusiawi dan menjamin masa depan yang lebih aman.

(Rini/Mond)
#BanjirSumbar #SumateraBarat #Galodo #Longsor

 

Serasinews.com– Polisi Hutan (Polhut) memiliki mandat penting untuk menjaga kelestarian hutan dan kawasan konservasi, termasuk mencegah pencurian hasil hutan, menegakkan hukum, melakukan patroli, hingga memberikan edukasi kepada masyarakat. Namun berbagai persoalan dalam pelaksanaan tugas itu kembali mencuat, seiring maraknya pembalakan liar yang memicu bencana di sejumlah wilayah.

Dalam idealnya, Polhut menjadi garda terdepan yang memastikan kawasan hutan tetap terlindungi dari kerusakan. Mereka bertanggung jawab menindak pelaku kejahatan kehutanan, mengamankan barang bukti, serta mencegah peredaran kayu ilegal di berbagai jalur transportasi—dari bandara hingga pasar. Tak hanya itu, Polhut juga diharapkan aktif dalam penyuluhan, mitigasi konflik manusia–satwa, pemantauan potensi kebakaran, serta operasi khusus perlindungan hutan.

Namun kenyataan di lapangan menunjukkan hal sebaliknya. Pembalakan liar justru semakin tak terkendali.

Banjir Bandang di Sumut, Sumbar, dan Aceh: Alarm Keras Kegagalan Pengawasan

Serangkaian banjir bandang yang melanda Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh memperlihatkan betapa rapuhnya pengawasan hutan di kawasan tersebut. Dalam berbagai lokasi terdampak, petugas menemukan kayu gelondongan bertebaran di aliran sungai—bukti telanjang bahwa pembabatan hutan berlangsung masif di hulu.

Batang-batang kayu yang telah dipotong rapi terlihat di sepanjang jalur sungai, menunjukkan bahwa area hutan di sekitarnya telah digunduli. Kerusakan ini memicu longsoran besar, hilangnya daya serap tanah, dan akhirnya menghasilkan banjir bandang yang menghancurkan permukiman warga.

Pengawasan Melemah, Mafia Kayu Kian Berkuasa

Situasi ini mengungkap lemahnya fungsi pengawasan Polhut. Kayu ilegal tetap mengalir ke pasaran, sementara pelaku pembalakan liar sering luput dari jerat hukum. Kurangnya patroli, minim koordinasi, serta penegakan hukum yang tidak tegas membuka peluang besar bagi mafia kayu untuk terus bergerak leluasa.

Jika kondisi ini dibiarkan, jutaan warga di wilayah rawan bencana akan terus hidup dalam bayang-bayang ancaman yang setiap tahun kian besar.

(Mond)
#Polhut #Polisi #Hutan #PembabatanHutan #PembalakanLiar #Banjir #Longsor #BanjirSumbar #BanjirSumut #BanjirAceh

 

Serasinews.com, Jakarta — Tiga provinsi di Sumatera kini berada dalam situasi darurat kemanusiaan yang belum pernah terjadi dalam satu dekade terakhir. Banjir besar dan rangkaian tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat telah merenggut 442 nyawa, sementara 402 orang masih dinyatakan hilang hingga Senin (1/12), menurut laporan terbaru BNPB.

Dari Pos Pendukung Nasional di Tapanuli Utara, Kepala BNPB Letjen Suharyanto menyampaikan bahwa angka korban terus bertambah seiring tim SAR berhasil menembus area-area yang selama ini tertutup lumpur tebal dan reruntuhan tanah.

Sumatera Utara: Pusat Luka Terbesar

Sumatera Utara muncul sebagai daerah dengan dampak paling menghancurkan.
217 warga meninggal dunia, dan 209 lainnya hilang. Banyak di antara korban ditemukan di desa-desa yang sempat terputus total akibat longsor dan rusaknya jalur transportasi.

Wilayah terdampak mencakup Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Tapanuli Utara, Kota Sibolga, Humbang Hasundutan, Pakpak Barat, Padang Sidempuan, Deli Serdang, dan Kepulauan Nias.

Jumlah pengungsi di provinsi ini mencapai puluhan ribu jiwa, tersebar di pos-pos darurat yang masih kekurangan pasokan akibat akses darat yang minim.

Aceh: 11 Kabupaten/Kota Terendam Derita

Di Aceh, bencana memukul 11 wilayah sekaligus, menyebabkan 96 korban meninggal dan 75 orang belum ditemukan. Ribuan rumah terendam, jembatan putus, dan banyak jalur penghubung tertutup lumpur.

Lebih dari 62.000 kepala keluarga mengungsi—angka terbesar di antara tiga provinsi. Sejumlah lokasi pengungsian melaporkan kelangkaan air bersih, selimut, makanan bayi, serta layanan medis, membuat kondisi warga semakin rentan.

Sumatera Barat: Ancaman Susulan Mengintai

Sumatera Barat mencatat 129 korban jiwa, 118 hilang, dan 16 orang luka-luka. Korban tersebar di Agam, Padang Panjang, Padang, Padang Pariaman, Tanah Datar, Pasaman Barat, Pasaman, Solok, Kota Solok, dan Pesisir Selatan.

Total 77.918 jiwa terpaksa meninggalkan rumah mereka. Banyak yang kini tinggal di tenda-tenda darurat di tengah kondisi cuaca yang masih tidak menentu. Ancaman banjir dan longsor susulan terus membayangi, memaksa tim SAR bekerja dengan kewaspadaan tinggi.

Operasi SAR: Perlombaan Melawan Waktu

Operasi pencarian dan penyelamatan kini diperluas dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah, TNI–Polri, Basarnas, lembaga teknis, hingga relawan.

Fokus penanganan meliputi:

Mempercepat evakuasi dan pencarian di zona longsor berat

Memulihkan jalur penghubung ke desa-desa terisolasi

Memenuhi kebutuhan pokok pengungsi, termasuk air, obat, dan sanitasi

Memberikan dukungan psikososial bagi warga yang kehilangan keluarga dan tempat tinggal

Memasuki hari ketujuh status darurat, hujan dengan intensitas tinggi diperkirakan masih akan turun, memperbesar risiko bencana lanjutan yang bisa memperlambat proses pencarian.

(Rini/Mond)
#BNPB #BanjirSumatera #Longsor #Peristiwa

 

Serasinews.com, PADANG PANJANG —
Keheningan tiba-tiba menyelimuti Jembatan Kembar Silaiang Bawah, Padang Panjang Barat, Jumat (28/11/2025). Di tengah hiruk-pikuk evakuasi warga dari zona merah, suara gemuruh yang semula terdengar seperti derasnya arus sungai mendadak berubah menjadi dinding tanah yang meluncur cepat dari arah bukit. Longsor susulan itu datang tanpa pertanda, menghantam tim penyelamat yang sedang bekerja.

Di lokasi itulah tiga prajurit TNI terseret material tanah, batu, dan pepohonan. Satu di antaranya ditemukan gugur, sementara dua lainnya belum ditemukan hingga kini.

Detik-Detik Prajurit Terseret Longsor Susulan

Kapendam XX/TIB Letkol Kav Taufiq menggambarkan situasi itu sebagai “kekacauan yang datang tanpa ampun”. Tim gabungan dari TNI, Polri, Basarnas, BPBD, dan relawan baru saja memindahkan warga dari area rawan ketika kontur bukit yang rapuh kembali bergerak.

Pelda Yudi Gusnadi dan Prada Zeni Marpaung dari Subdenpom XX/5 Padang Panjang berada di sisi kiri jalur evakuasi saat suara retakan terdengar. Mereka tak sempat menghindar ketika longsor susulan turun seperti tirai gelap yang menutup seluruh pandangan.

Tak jauh dari posisi mereka, Serda Robi dari Koramil X/Koto Kodim 0307/Tanah Datar juga terseret material. Tubuhnya lebih cepat ditemukan, namun dalam keadaan tak bernyawa. Jenazahnya segera dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga.

“Longsor susulan itu terjadi sangat cepat. Personel yang sedang membantu masyarakat ikut terdampak material dari atas bukit,” ujar Letkol Taufiq, Sabtu (29/11/2025).

Tugas Kemanusiaan yang Berakhir Duka

Letkol Taufiq menegaskan bahwa medan di Silaiang Bawah memang sangat berat. Hujan berhari-hari membuat tanah di lereng bukit terus bergerak. Retakan baru muncul hampir setiap jam, membuat kerja tim penyelamat seperti berjalan di atas tanah yang bisa ambrol kapan saja.

“Para prajurit ini gugur dalam tugas kemanusiaan. Mereka datang untuk menyelamatkan, bukan justru menjadi korban,” ucapnya penuh duka.

Ia meminta doa dari masyarakat agar rangkaian bencana di Sumbar mereda dan dua prajurit yang hilang segera ditemukan.

Pencarian yang Berpacu dengan Risiko

Hingga pagi ini, tim gabungan masih berusaha membuka akses yang tertimbun material. Ekskavator bekerja perlahan, sementara dari tebing-tebing atas terus terlihat rembesan baru—pertanda kondisi tanah tetap labil.

Pencarian dilakukan sangat hati-hati. Sebatang pohon atau gundukan tanah yang tampak kecil bisa menjadi pemicu longsor berikutnya.

“Keselamatan personel adalah prioritas. Kita tidak ingin jumlah korban bertambah,” tegas Taufiq.

Meski demikian, seluruh unsur—TNI, Polri, Basarnas, BPBD, relawan, hingga masyarakat—tetap bertahan. Mereka bekerja senyap, seakan memahami bahwa setiap detik berarti bagi dua prajurit yang belum ditemukan.

Jejak Pengabdian di Tengah Lumpur

Silaiang Bawah kini bukan hanya lokasi bencana, tetapi saksi bisu pengabdian para prajurit yang bekerja tanpa pamrih. Serda Robi telah kembali ke keluarganya dalam pilu, sementara dua rekannya masih dinanti dalam harapan yang menggantung.

Di balik suara mesin dan gundukan lumpur, tersimpan keyakinan kecil yang tetap dijaga tim pencari: bahwa keberanian mungkin tak selalu memenangkan keadaan, tetapi selalu meninggalkan jejak yang tak akan hilang.

(Rini/Mond)

#PrajuritTNITewas
#Longsor #TNI

 

Serasinews.com, Padang Panjang —
Arus utama Padang–Bukittinggi kembali lumpuh total pada Kamis pagi (27/11/2025) setelah dua titik longsor serentak menutup badan jalan di kawasan Lembah Anai. Material tanah dan batu dari tebing-tebing tua runtuh bersamaan, menjadikan jalur vital Sumatera Barat itu seperti ditutup tirai besar dari alam.

Kapolres Padang Panjang AKBP Kartyana Widyarso Wardoyo Putro, melalui Kasat Lantas AKP Pifzen Finot yang berada langsung di lokasi, mengonfirmasi bahwa longsor terjadi di dua titik: Pendakian Singgalang Kariang dan Pemandian Mega Mendung, keduanya berada di wilayah Kenagarian Singgalang, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar.
“Dua lokasi longsor sepenuhnya tidak dapat dilewati. Jalur Padang–Bukittinggi kami tutup total sampai situasi aman,” ujar AKP Pifzen Finot, suaranya diselingi deru kendaraan terjebak dan alat berat yang masih menunggu kondisi stabil.

Kondisi Terkini: Kendaraan Mengular, Mobilitas Terhenti

Pantauan di Silaing Bawah memperlihatkan antrean panjang kendaraan yang tidak bisa bergerak sedikit pun. Mobil pribadi, bus, hingga truk logistik terjebak tanpa kepastian waktu. Sebagian pengemudi memilih memutar balik, sementara lainnya menepi sembari menunggu kabar terbaru.

Seorang sopir travel yang sudah menempuh perjalanan berjam-jam mengaku tak menerima informasi apa pun sebelumnya. “Begitu sampai, ternyata jalan sudah buntu total,” katanya dengan nada kecewa.

Material Longsor Menutupi Jalan: Tanah, Batu, dan Batang Pohon

Di titik Pendakian Singgalang Kariang, material longsor menggunung hingga setinggi pinggang orang dewasa. Sementara di kawasan Pemandian Mega Mendung, longsoran merentang cukup panjang dan turut menyeret pagar pembatas jalan.

Hujan deras sejak malam sebelumnya diduga jadi pemicu utama. Tebing-tebing di jalur Lembah Anai memang dikenal rawan ambrol ketika curah hujan naik, menjadikannya ancaman rutin bagi pengendara.

Upaya Penanganan: Alat Berat Siaga, Pembersihan Bertahap

Petugas gabungan dari Satlantas Polres Padang Panjang, BPBD Tanah Datar, dan PUPR telah memulai pembersihan manual serta penilaian awal. Namun medan labil dan cuaca berkabut membuat alat berat belum dapat beroperasi maksimal.

“Kami prioritaskan keselamatan personel. Jika kondisi membaik, pembersihan akan dikejar hari ini,” ujar seorang anggota BPBD.

Hingga laporan ini dibuat, tidak ada korban jiwa atau kendaraan yang tertimpa, namun potensi longsor susulan masih sangat mungkin terjadi.

Dampak Lebar: Distribusi Barang & Aktivitas Warga Tersendat

Sebagai jalur utama yang menghubungkan Padang–Bukittinggi, penutupan total ini langsung memukul distribusi logistik, perjalanan wisatawan, serta mobilitas harian warga. Beberapa travel antarkota telah mengalihkan rute, meski konsekuensinya waktu tempuh lebih lama dan biaya meningkat.

Warga berharap pemerintah daerah memberikan pembaruan secara berkala, mengingat jalur alternatif lain belum mampu menampung lonjakan kendaraan yang dialihkan.

(Rini/Mond)
#Peristiwa #LembahAnai #BencanaAlam #Longsor

 

Serasinews.com, Padang Tanah longsor terjadi di area parkir Gedung A dan B Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Kampus III UIN Imam Bonjol, Sungai Bangek, Kota Padang, pada Selasa (25/11/2025) sekitar pukul 13.50 WIB. Material longsor dari tebing di belakang area parkir tiba-tiba meluncur dan menimpa sejumlah kendaraan milik mahasiswa.

Menurut keterangan mahasiswa yang berada di lokasi, suara gemuruh terdengar sesaat sebelum tanah runtuh dan menghantam deretan mobil serta sepeda motor. Beberapa kendaraan dilaporkan mengalami kerusakan pada bodi dan kaca akibat dorongan material tanah.

“Suara runtuhannya keras sekali. Waktu kami lihat, beberapa kendaraan sudah tertimbun,” kata seorang mahasiswa yang menyaksikan kejadian tersebut.

Hingga kini, pihak kampus belum memberikan pernyataan resmi mengenai pemicu longsor maupun jumlah kendaraan yang terdampak. Petugas keamanan telah memasang garis pembatas untuk menutup akses dan memastikan area tetap aman.

Hujan deras yang mengguyur kawasan Sungai Bangek dalam beberapa hari terakhir diduga menjadi faktor yang memicu terjadinya longsor. Mahasiswa yang kendaraannya rusak masih menunggu pendataan serta penjelasan lebih lanjut dari pihak kampus.

(Rini/Mond)
#LongsorKampusUINImamBonjol #UIN #Peristiwa #Longsor

Serasinews.com, Sumatera Barat — Cuaca ekstrem kembali menghajar wilayah Sumatera Barat (Sumbar). Sejak Sabtu hingga Minggu (22–23/11), hujan deras yang berlangsung tanpa jeda disertai angin kencang memicu banjir, pohon tumbang, hingga tanah longsor di lima daerah: Kota Padang, Padangpariaman, Kota Solok, Agam, dan Tanahdatar.

Kepala Pelaksana BPBD Sumbar, Era Sukma Munaf, menyebutkan bahwa tingginya curah hujan di atas batas normal menjadi penyebab utama rentetan bencana ini.

“Laporan dari lima kabupaten/kota sudah kami terima. Tim masih melakukan penanganan di lapangan sekaligus mendata kerusakan,” ujarnya, Minggu sore (23/11).

Padang: Angin Kencang Robohkan Pohon, Banjir Melanda Pagi Buta

Kota Padang menjadi daerah pertama yang merasakan dampak cuaca buruk. Angin kuat sejak dini hari merubuhkan beberapa pohon besar di sejumlah titik Kecamatan Koto Tangah dan Padang Barat, sempat menghambat akses lalu lintas warga.

Tak lama setelahnya, sekitar pukul 04.35 WIB, banjir menggenangi wilayah Gunung Pangilun, Nanggalo. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, air masuk ke permukiman warga. BPBD langsung dikerahkan untuk evakuasi dan pembersihan material pohon tumbang.

Padangpariaman: Banjir Meluas, Longsor Putuskan Akses

Kabupaten Padangpariaman menjadi salah satu yang mengalami dampak paling luas. Hujan berintensitas tinggi menenggelamkan lima kecamatan: Lubuk Alung, Batang Anai, Sintuak Toboh Gadang, Ulakan Tapakis, serta 2×11 Anam Lingkung.

Sementara itu, longsor terjadi di Parit Malintang dan 2×11 Kayu Tanam, menutup ruas jalan, merusak saluran irigasi, hingga menimpa satu bangunan SD. Tim TRC-PB bersama pemerintah daerah bergerak cepat meninjau lokasi dan memastikan akses penting tetap bisa ditembus.

Kota Solok: Dua Bangunan Runtuh, Warga Dievakuasi

Sekitar pukul 02.30 WIB, banjir menerjang Kota Solok dan menyebabkan dua bangunan ambruk, termasuk di sekitar Kampus AMIK Kosgoro. Sebanyak 18 jiwa dari enam KK terpaksa dievakuasi. Tim BPBD telah bersiaga sejak awal hujan turun untuk meminimalkan risiko.

Agam: Banjir Bandang Ubah Aliran Sungai

Kabupaten Agam mencatatkan kerusakan paling serius. Selain genangan, banjir bandang melanda Nagari Paninjauan, Tanjung Raya, membawa material lumpur serta batu-batu besar.

Akibatnya, tiga kolam renang tertimbun, sebuah kafe rusak, tiga saung hancur, dan alur sungai berubah total—mengganggu sumber air utama warga.

Di Nagari Pasia Laweh, sepanjang 25 meter badan jalan amblas sedalam 2,5 meter, memutus akses dan membahayakan aktivitas masyarakat.

Tanahdatar: Rumah Rusak dan Perabotan Hanyut

Di Tanahdatar, banjir melanda Nagari Padang Laweh, Batipuh Selatan. Sebuah rumah mengalami rusak sedang dan dinyatakan tak layak dihuni. Arus deras dari sungai setempat juga menyeret berbagai perabotan rumah tangga, menimbulkan kerugian besar. Pemerintah daerah kini berkoordinasi dengan Dinas PU dan DLH untuk langkah penanganan lanjutan.

BPBD Imbau Warga Tetap Siaga

Meski bencana terjadi serempak di lima daerah, BPBD memastikan tidak ada korban jiwa. Pendataan detail kerusakan masih berlangsung di Solok, Agam, dan Tanahdatar.

Era Sukma Munaf mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan.

“Potensi cuaca ekstrem masih tinggi beberapa hari ke depan. Masyarakat di bantaran sungai, lereng bukit, dan wilayah rawan longsor diminta tetap siaga,” tegasnya.

(Rini/Mond)
#Peristiwa #Banjir #Longsor
#BencanaAlam #BPBDSumbar
#SumateraBarat

Serasinews.com,Kabupaten Solok — Masyarakat Kayu Jao dikejutkan oleh longsor besar yang terjadi pada Senin pagi sekitar 06.30 WIB, menutup seluruh badan jalan lintas provinsi Lubuk Selasih–Alahan Panjang. Jalur utama menuju kawasan Danau Kembar itu kini lumpuh total, membuat ratusan pengendara terjebak di dua arah.

Dipicu Hujan Semalaman

Longsor diperkirakan terjadi akibat curah hujan tinggi sejak tengah malam. Lereng yang jenuh air tidak mampu menahan beban, menyebabkan tanah bercampur batu dan akar pohon meluncur deras ke badan jalan. Material longsor menimbun sekitar 30 meter ruas jalan dan bahkan mencapai halaman depan dua rumah warga.
Beruntung, para penghuni telah mengungsi lebih dulu setelah mendengar suara retakan tanah menjelang subuh.

“Terdengar Seperti Truk Terguling”

Samsul Bahri, Ketua RT setempat, menjadi salah satu saksi pertama kejadian.
“Sekitar jam enam lewat, kami dengar suara keras seperti truk jatuh. Begitu dilihat, tanah dari bukit langsung menutup jalan. Warga sudah waspada sejak dini hari,” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, tidak ada laporan korban jiwa.

Petugas Sudah di Lokasi, Namun Pembersihan Ditunda

Tim gabungan dari PUPR Solok, BPBD, dan Brimob telah tiba di lokasi. Namun proses evakuasi belum dapat dimulai karena lereng masih labil dan hujan terus turun.
“Kami masih menunggu kondisi aman. Potensi longsor susulan tinggi,” kata salah satu petugas.
Alat berat belum bisa diturunkan karena tanah penyangga belum stabil.

Sumbar Terus Dikepung Bencana Hidrometeorologi

Dalam beberapa hari terakhir, Sumatera Barat dilanda hujan ekstrem. Setelah Agam mengalami banjir dan longsor sehari sebelumnya, kini giliran kawasan selatan yang terdampak.
BMKG Minangkabau telah mengeluarkan peringatan Level 3 (Sangat Waspada) hingga 26 November, dengan potensi hujan hingga 150 mm/jam yang berisiko memicu longsor dan banjir bandang.

Arus Kendaraan Terhenti

Bus antarkota, mobil pribadi, hingga truk logistik menumpuk di dua sisi jalan. Sebagian pengendara mencoba mencari jalur alternatif, namun medan yang curam dan licin membuat upaya itu berbahaya.

Alternatif Rute, Tapi Berisiko

Pengendara diarahkan melalui Lubuk Selasih – Padang Panjang – Batusangkar – Alahan Panjang, namun jalur ini juga memiliki beberapa titik rawan longsor. Warga diminta menunda perjalanan bila tidak darurat.

Imbauan Penting

Pemerintah mengingatkan masyarakat untuk:

Menghindari daerah rawan longsor saat hujan.


Tidak berhenti di bawah tebing atau lereng.


Memantau informasi resmi dari BPBD dan BMKG.


Segera menjauh jika terdengar suara retakan tanah.


Memberi tahu keluarga mengenai kondisi jalur Solok–Alahan Panjang.


Peristiwa pagi ini menjadi pengingat bahwa ancaman bencana hidrometeorologi semakin meningkat. Kewaspadaan dan informasi cepat menjadi kunci untuk menghindari jatuhnya korban.

(Rini/Mond)
#Peristiwa #Longsor #Solok

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.