Articles by "KabupatenAgam"

Aceh Afif Maulana Agam AIDS Aipda Dian WR AirterjunLembahAnaiMeluap Aksibersihpantai AksiJalanan Aleknagari Amak Lisa AmalanBulanRajab AnakHanyut AndreRosiade AnjingPelacak anthropophobia Antikorupsi ApdateKorbanBencanaSumatera Apelsiaga Apeltanggapbencana Arif maulana Arosuka Artikel Artis Minang Asusila balapliar BalapMotor Bali Balikpapan BandarNarkobaKabur Bandung BangunanLiar Banji Banjir BanjirAceh BanjirAgam BanjirBandang BanjirPadang BanjirSumatera BanjirSumbar BanjirSumut bansos banten BantuanBencanaAcehHilang BantuanKorbanBencanaPasbar Banyuwangi Bapenda BareskrimPolri Batam BatangArau Batuk BBM BeaCukai bencana Bencana alam Bencanaalam BencanaAlamSumateraBarat BencanaHidrometeorologi BencanaKotaPadang BencanaSumatera BencanaSumbar BerantasNarkoba BeritaDaerah BibitSiklonTropis95B BKSDA BMKG BNNPSumbar BNNsumbar BNPB BobonSantoso Box Redaksi BPBDKabupatenAgam BPBDPadang BPBDSumbar BPHMigas BPJNSumbar BPKB BrimobPoldaSumbar Brimobuntukindonesia BRISuperLeague bukit sitinurbaya Bukittinggi BungaBangkai BungaRafflesia BWSS V padang BWSSV BWSSVPadang Calon Bupati cemburubuta CerintIrallozaTasya Cikampek Cikarang CuacaEkstrem cuacapanasekstrem curanmor Daerah danabos Dandrem 032 WBR dankodaeral II Demonstrasi Denpasar Depok DeptCollector Dharmasraya Dinas sosial DinasPendidikanSumbar DinasPerpusipPadang DinasPerpustakaandanArsip DinasPertanian dinassosial dinassosialpadang Dirlantas Dirlantas Polda Sumbar DirlantasPoldaSumbar Disdukcapil DitlantasPoldaSumbar DitpolairudPoldaSumbar DPCPKBkotapadang DPDRI DPR DPRD Padang DPRDpadang DPRDsumbar DPUPR DPUPRPadang dubalangkota EmpatPilar Enarotali Evakuasi festival sepakbola Filipina FlyOver Galodo GalodoLembahAnai gangguanhormon GanjaKering gaya hidup GayaHidup gempa GempaBumi gerakcepatdinsos gorontalo GrasstrackMotocross Gresik GunungMerapiErupsi gurbernurriaukenaottkpk HAM HargaCabaiNaik Haripahlawan Harisumpahpemuda Hidroneteologi Hipnotis HismawaMigas HIV Hot New HubunganSesamaJenis hukum Huntara HUT Humaspolri ke 74 HUT80Brimob Hutan IKW IKWRI IlegalFishing IlegalMinning IllegalLogging Indonesia Indonesia. indonesiamaju infrastruktur Intan jaya Internasional irigasi Islam Islami Jakarta Jakarta Selatan JalanLembahAnaiPutus JalanLongsor JalanRetak Jambi Jawa Tengah Jayapura Jayawijaya JembatanPutus JembatanRetak Jogyakarta jurnalis JusufKalla K9 Kabupaten Agam kabupaten dharmasraya Kabupaten Solok KabupatenAgam KabupatenDharmasraya KabupatenPasaman KabupatenPasamanBarat KabupatenPesisirSelatan KabupatenpPasaman kabupatenSolokSelatan KafeKaraoke KafeKaroke KAI Sumbar Kakorlantas kakorlantaspolri KAN kapolres kapolressijunjung Kapolri KarangTaruna kasat narkoba KasusMedis keamanan KeamananPublik kebakaran KebakaranPasarPayamumbuh KebatanGunungNagoPutus kecamatankototangah kecelakaan kegiatanrutin KejariDharmasraya kejaripadang kejaripesel KejatiSumbar kekerasan kelangkaanBBM kelangkaansolar Kemenag Kemenhut Kemenkes Kementrian PU kementriankebudayaan KementrianLingkunganHidup KemuliaanBulanRajab kendaraan KeracunanMakanan Kesehatan keselamatan bersama keselamatan kerja kesiapsiagaan kesunyian malam KetahananPangan ketertiban umum KetertibanUmum Kiwirok KKB KLHK Kodim 0307 Tanah Datar KomnasHAM komplotanganjalATM KorbanBanjirAgam KorbanBrncanaAgam Korem 032/WB Korpolairud korupsi Kota Padang KotaBukittinggi KotaPadang KotaPariaman KPK Kriminal KRYD KUHP KumpulanDo'a Laksamanamuda Lampung LayananKesehatan LembahAnai Lembang Leonardy LGBT life style lifestyle Lima Puluh Kota LimaPuluhKota lingkungan listrikilegal literasi lombok timur Longsor LongsorKampusUINImambonjol LowonganKerjaPalsu Madiun Magelang MahardikaMudaIndonesia MahasiswiHilang MahyeldiAnsharullah Makan Bergizi Gratis Makasar Malalak MalPraktek ManfaatAirKelapa manila MapolsekMuaraBatangGadisDibakarMasaa MataElang Medan MengelolaAirUntukNegri mentalhealth Mentawai Mesum Mimika Miras MirasIlegal MobilBencanaDibakarMassa MobilPatwalPoldaSumbarKecelakaan MobilSatpolPPAcehDibakarMassa MobilTerbakar MogokKerja MTsN10pesisirselatan Muhammadiyah mutilasibayi nagarisolokambah nagarisulitair narkoba Narkotika Nasioanl Nasional ngaraisianok NinjaSawit NTT odgj OjekOnline OknumGuruLGBT Oksibil olahraga Opini OprasiKeselamatanSinggalang2026 OprasiLilinSinggalang2025 oprasimalam OprasiSinggalang2026 oprasitumpasbandar2025 oprasizebra2025 oprasizebrasinggalang2025 OrangHanyut OTTKPK PADA Padang Padang panjang Padang Pariaman PadangAman PadangPariaman PadangRancak PadangSigap Pahlawannasional pajak air tanah Palimanan pandekarancak PanenRaya pantaipadang Papua parenting Pariaman Parlemen Pasaman Pasaman barat pasamanbarat pasang pasarrayapadang Pasuruan Payakumbuh PDAM PeduliBencana Pekanbaru Pelalawan pelayananhumanis PelayananPublik pelayanansosial PelemikBantuanAsing PemakamanMasalKorbanBencanaSumbar Pemasyarakatan PembabatanHutan PembalakanHutanMentawai pembalakanLiar Pembinaan PembinaanWargaBinaan Pembunuhan pemerasan Pemko Padang PemkoPadang PemulihanBencana PemutihanPajakKendaraan pencabulan PencarianKorbanBanjirPadang Pencirian PenculikanAnak Pencurian Pendidikan penegakanhukum penemuanbayi penemuanJanin PenemuanJasadBayo penemuanmayat Penertiban Pengancaman pengangguran penganiayaan Pengeroyokan Penggelapan PenggelapanMotor Penjarahan Perbankan Perceraian Perdagangan peristiwa peristiwadaerah perlindungananak Persami PersijaJakarta pertahanan PerumdaAirMinum Pesisir Selatan PesisirSelatan Peti PJN PKL PolaMakan PolantasMenyapa Polda banten Polda Jabar Polda Kalbar Polda Metro Jaya polda Papua POLDA SulBar POLDA SUMBAR PoldaRiau Poldasumbar PoldaSumut Polhut Policegoestoscool Polisi Politik polPP polres Polres 50 kota Polres Dharmasraya Polres Mentawai Polres Padang panjang Polres Pasaman Polres Pasaman Barat Polres Solok Polres solok selatan PolresPadang polrespasaman polrespasamanbarat polrespasbar PolresPayakumbuh polrespesel PolresSolokKota polresSolokSelatan Polresta bukittinggi Polresta Padang PolresTanahDatar polrestapadang POLRI PolriPresisi Polsek bungus barat Polsek Koto Tangah Padang Polsek Lubeg Pontianak PrabowoSubianto PrajuritTNITewas PrediksiCuaca premanisme Presiden RI PrestaPadang ProyekNasional psp padang Ptostitusi PuanMaharani Puncak jaya Purwakarta jawabarat QuickWins Razia RekeningDormant Religi RevisiKUHP Riau RidwanKamil RokokIlegal RutanPadang sabu Sajam SakitPerut Sarkel SatgasDamaiCartenz satgasoprasidamai satlantaspolresta SatpolPP SatpolPPAceh Sawahlunto Sawmil SeaGamen2025 segmen sianok seherman SekolahRakyat Semarang semenpadang SemenPadangFC Senjatatajam sepakbola sepakbolaindonesia SepakBolaWanita Serang ServisKendaraanGratisKorbanBanjirAgam SiagaBencana SigapMembangunNegriUntukRakyat Sijunjung sikat singgalang2025 silent treatment simulasibencana Sinkhole siswismptewassaathiking sitinjaulauik Skoliosis SMA1pulaupunjung sobatlalulintasrancakbana solok Solok selatan solokarosuka solokselatan solsel Sosialisasi SPBUganting SPPG STNK Strongpoint subsidi ilegal sukabumi Sulawesi Tenggara Sumatera Barat SumateraBarat Sumaterbarat Sumatra barat Sumbar SungaiKuranji Surabaya swasembadapangan TablighAkbar TambangEmasIlegal tambangilegal TambangIlegalSumbar Tanah datar tanahdatar tanggapdarurat TanggapDaruratBencana tawuran TawuranNarkoba Terbaru Ternate Timika Papua timklewang TimnasIndonesiaU22 TimnasWanitaIndonesia TNI TPUTunggulHitam Transformasi Digital Transformasi polri transpadang TransparansiPublik transportasi TrukTerbakar tsunamiDrill Tuak Uin UIN IB Padang UNP UpadateKorbanBencanaSumatera UpdateKorbanBanjirSumatera UpdateKorbanBencanaAlam UpdateKorbanBencanaSumatera Utama UUMD3 Viral WargaBinaan Yalimo Yogyakarta Yuhukimo
Tampilkan postingan dengan label KabupatenAgam. Tampilkan semua postingan

 

Serasinews.com, Agam, Sumatera Barat — Banjir yang dipicu luapan Sungai Asam merendam kawasan Jorong Pasar Rabaa, Nagari Koto Kaciak, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Jumat (2/1) malam. Peristiwa tersebut menyebabkan 17 warga terjebak di dalam rumah hingga akhirnya dievakuasi oleh tim Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kota Padang.

Air banjir dilaporkan mencapai ketinggian sekitar 50 hingga 80 sentimeter dengan arus cukup kuat, menyulitkan warga untuk menyelamatkan diri secara mandiri. Evakuasi dilakukan setelah Basarnas menerima laporan dari Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Agam terkait kondisi darurat di wilayah tersebut.

Koordinator Lapangan Basarnas Padang, Atta Priyono, menyampaikan bahwa tim gabungan Basarnas dan PMI langsung diterjunkan ke lokasi begitu laporan diterima. Petugas menyisir rumah-rumah warga yang tergenang untuk memastikan seluruh penghuni dapat dievakuasi dengan aman.

Sebanyak 17 warga yang terdiri dari anak-anak, orang dewasa, hingga lanjut usia berhasil dipindahkan ke tempat aman, yakni Masjid Nurul Huda Koto Kaciak dan rumah kerabat terdekat.

Menurut Atta, derasnya arus banjir menjadi tantangan utama dalam proses evakuasi. Untuk mengantisipasi risiko, petugas menggunakan tali pengaman saat membantu warga keluar dari rumah.

“Keselamatan warga menjadi prioritas utama. Karena arus cukup deras, evakuasi dilakukan dengan sangat hati-hati,” ujarnya.

Banjir terjadi akibat hujan berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut selama beberapa jam, sehingga Sungai Asam meluap dan air dengan cepat memasuki permukiman warga. Puluhan rumah dilaporkan terdampak dalam kejadian ini.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Seluruh warga yang terdampak berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.

Basarnas dan PMI Agam mengimbau masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir susulan, mengingat curah hujan masih diperkirakan tinggi dalam beberapa hari ke depan.

Warga juga diminta segera mengungsi ke tempat aman apabila ketinggian air kembali meningkat.

(Rini/Mond

#Peristiwa #Daerah #KabupatenAgam

#BanjirAgam



 

Serasinews.com, Agam, Sumatera Barat — Pemerintah Kabupaten Agam terus mempercepat upaya perlindungan dan pemulihan bagi warga terdampak bencana alam. Dari total 539 keluarga yang rumahnya rusak berat dan berada di kawasan rawan bencana, sebanyak 476 keluarga telah menyatakan bersedia direlokasi ke hunian sementara (huntara) yang akan segera dibangun pemerintah.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Agam, Rinaldi, di Lubuk Basung, Senin (15/12/2025). Ia menyebutkan, seluruh keluarga yang bersedia direlokasi telah menandatangani surat pernyataan kesediaan, setelah melalui proses pendataan dan validasi bersama pemerintah nagari.

“Sebanyak 476 keluarga telah menyatakan siap menempati huntara. Data ini sudah kami validasi bersama pemerintah nagari, camat, dan wali nagari,” ujar Rinaldi.

Empat Kecamatan Jadi Lokasi Relokasi

Relokasi akan dilakukan di empat kecamatan terdampak, dengan lokasi huntara yang telah ditinjau langsung oleh tim gabungan pemerintah daerah.

Di Kecamatan Palembayan, sebanyak 225 keluarga akan direlokasi ke huntara yang dibangun di SDN 05 Kayu Pasak Nagari Salareh Aia serta lapangan voli Batu Mandi Nagari Salareh Aia Timur. Lokasi ini dinilai aman dari ancaman banjir dan longsor serta mudah diakses warga.

Sementara di Kecamatan Tanjung Raya, sebanyak 183 keluarga akan menempati huntara di Linggai Park, Nagari Duo Koto, yang dinilai strategis dan dekat dengan fasilitas umum.

Adapun di Kecamatan Ampek Koto, terdapat 54 keluarga yang akan direlokasi ke huntara di lahan DOB Nagari Balingka. Sedangkan di Kecamatan Malalak, sebanyak 14 keluarga akan menempati huntara di lapangan Lampeh Jorong Bukik Malanca, Nagari Malalak Timur.

“Seluruh lokasi telah kami tinjau bersama camat dan wali nagari, dengan mempertimbangkan aspek keamanan dan kelayakan huni,” jelas Rinaldi.

63 Keluarga Masih Menolak Direlokasi

Meski demikian, pemerintah mencatat masih ada 63 keluarga yang menolak direlokasi. Penolakan tersebut umumnya disebabkan oleh keterikatan emosional terhadap rumah lama, kekhawatiran kehilangan mata pencaharian, serta keengganan meninggalkan tanah milik sendiri.

Pemerintah daerah, kata Rinaldi, akan terus melakukan pendekatan persuasif dan dialog agar warga memahami risiko tinggal di zona merah, khususnya di wilayah bantaran sungai dan daerah rawan longsor.

“Keselamatan warga adalah prioritas utama. Rumah yang rusak berat ini berada di kawasan berisiko tinggi,” tegasnya.

Pembangunan Libatkan TNI, Dibiayai BNPB

Dalam waktu dekat, Pemkab Agam akan melakukan survei teknis lanjutan di seluruh lokasi huntara sebelum pembangunan dimulai. Untuk mempercepat proses, pembangunan huntara akan melibatkan TNI.

Hunian sementara yang dibangun bertipe 21, dilengkapi dapur, akses jalan, dan fasilitas pendukung lainnya agar layak dihuni. Seluruh pembiayaan pembangunan bersumber dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Pemerintah menargetkan pembangunan huntara rampung sebelum akhir Desember 2025, sehingga warga dapat segera menempati tempat tinggal yang aman.

“Setelah survei selesai, pembangunan langsung dimulai. Target akhir Desember sudah bisa dihuni,” kata Rinaldi.

Menuju Hunian Tetap Tahun 2026

Rinaldi menegaskan, huntara bersifat sementara dan akan digunakan hingga hunian tetap (huntap) selesai dibangun. Pemkab Agam telah merencanakan pembangunan huntap bagi korban bencana pada tahun 2026 sebagai bagian dari pemulihan jangka panjang.

“Huntara ini menjadi jembatan menuju hunian tetap. Pemerintah berkomitmen memastikan warga bisa kembali hidup aman dan bermartabat,” pungkasnya.

Langkah cepat ini diharapkan mampu menekan risiko bencana lanjutan sekaligus memberikan kepastian dan rasa aman bagi ratusan keluarga terdampak bencana di Kabupaten Agam.

(Rini/Mond)
#KorbanBencanaAgam #BencanaAlam
#KabupatenAgam


Serasinews.com: Agam, Sumatra Barat — Malam turun perlahan di Agam, namun beban yang dibawa warga jauh lebih cepat dan lebih berat. Aroma lumpur, kayu patah, dan tanah yang terguncang masih menyelimuti udara ketika BPBD Kabupaten Agam mengumumkan pembaruan data pada Sabtu (29/11) pukul 20.00 WIB: 4.000 warga harus mengungsi, tersebar di 11 kecamatan. Jumlah korban meninggal naik menjadi 85 orang, sementara 78 lainnya masih belum ditemukan.

Di setiap sudut posko, kisah kehilangan berbaur dengan harapan tipis bahwa keluarga yang hilang masih akan pulang.

Pengungsian Meluas, Kecamatan Demi Kecamatan Terisi

Dalam 24 jam terakhir, arus pengungsian meningkat drastis. Kepala Pelaksana BPBD Agam, Rahmat Lasmono, menyebut bahwa banjir bandang dan longsor datang bertubi-tubi, menghancurkan permukiman di sepanjang aliran sungai dan lereng perbukitan.

Pengungsi kini berasal dari 11 kecamatan. Ini data hingga Sabtu malam,” ujarnya di Lubuk Basung, Minggu (30/11/2025).

Sebaran pengungsi:

Palembayan: 167 jiwa

Ampek Nagari: 600 jiwa

Palupuh: 100 jiwa

Tanjung Mutiara: 965 jiwa

Tanjung Raya: 1.129 jiwa

Baso: 30 jiwa

Malalak: 135 jiwa

Banuhampu: 10 jiwa

Matur: 300 jiwa

Ampek Koto: 778 jiwa

Lubuk Basung: 129 jiwa

Sebanyak 26 dapur umum telah berdiri dan terus beroperasi, menjadi pusat kehidupan sementara bagi ribuan orang.

Rumah-rumah Terusak, Beberapa Hilang Tanpa Jejak

Kerusakan permukiman terlihat di sepanjang jalur banjir:

468 rumah rusak ringan

26 rumah rusak sedang

49 rumah rusak berat

Beberapa rumah hanyut, menyisakan hanya tiang-tiang roboh atau pondasi kosong. Sementara itu, sungai yang berubah warna menjadi cokelat tua mengalirkan sisa-sisa kehidupan warga yang tersapu arus.

Korban Meninggal Bertambah, Palembayan Paling Parah

Jumlah korban meninggal mencapai 85 orang, dengan rincian:

Palembayan: 55 orang

Malalak: 10 orang

Tanjung Raya: 4 orang

Matur: 1 orang

Palupuh: 1 orang

Relawan menggambarkan Palembayan sebagai wilayah paling terdampak. Banyak korban ditemukan tertimbun material galodo atau terseret hingga jauh ke hilir.

78 Orang Belum Ditemukan: Pencarian Terhalang Kondisi

Tim SAR, relawan, dan aparat bekerja tanpa henti, namun medan yang berat memperlambat setiap langkah pencarian. Jalan terputus, jembatan runtuh, dan longsor masih menutup beberapa akses.

Di Nagari Salareh Aia Timur dan Nagari Salareh Aia, upaya pencarian bahkan dilakukan dengan risiko tinggi.

Masih banyak wilayah yang belum bisa dijangkau. Kemungkinan korban bertambah,” ujar Kepala Dinas Kominfo Agam, Roza Syafdefianti.

Lonjakan Angka dalam Dua Hari

Hanya dua hari sebelumnya, jumlah korban meninggal tercatat 60 orang, naik dari 28 korban awal. 54 dari 60 korban tersebut telah teridentifikasi hingga Jumat malam (28/11).

BPBD menyatakan angka-angka ini kemungkinan akan terus berubah seiring ditemukannya korban baru dan masuknya laporan keluarga yang kehilangan anggota.

Agam Masih Berduka

Suara mesin excavator, gemuruh sungai, dan teriakan relawan yang memanggil nama korban masih memenuhi udara Agam. Meski hujan mulai mereda, tanah masih labil dan sungai masih bergejolak.

Di posko Palembayan, seorang penyintas menggenggam anaknya sambil berkata pelan:
Kami selamat… tapi malam itu seperti menelan kampung kami.

Agam masih berada di tengah luka, namun di setiap posko, di setiap tenda, dan di setiap tangan yang saling menggenggam, cahaya kecil tetap menyala.

(Rini/Mond)
#BanjirAgam #Peristiwa #KabupatenAgam #BanjirBandang


Serasinews.com, Agam — Hingga Sabtu (29/11/2025), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis pembaruan data mengenai banjir bandang yang melanda Kabupaten Agam, Sumatra Barat. Jumlah korban meninggal kini tercatat 74 jiwa, sementara 78 warga lainnya masih belum ditemukan.

Curah hujan tinggi sejak beberapa hari terakhir membuat kondisi wilayah Agam terus rawan. Aliran sungai yang meluap dan material yang terbawa dari kawasan perbukitan menjadi pemicu utama banjir bandang yang menghantam permukiman penduduk.

Palembayan: Wilayah Dengan Dampak Terbesar

Menurut laporan Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, data BPBD Agam per Jumat (28/11) pukul 20.00 WIB menunjukkan bahwa Kecamatan Palembayan menjadi titik dengan korban terbanyak.

Di kecamatan ini, tercatat 27 korban meninggal, dengan 21 di antaranya telah teridentifikasi, sementara 6 lainnya masih dalam proses identifikasi.

Rinciannya meliputi:

Kampung Tangah: 7 korban teridentifikasi

Kampung Tangah Timur: 9 korban teridentifikasi

Subarang Ala: 17 korban teridentifikasi

Material banjir berupa kayu, batu, dan lumpur menimbun rumah-rumah warga, menyulitkan upaya pencarian korban.

Korban di Kecamatan Lain

Selain Palembayan, beberapa kecamatan lain juga mengalami dampak signifikan:

Malalak: 10 korban

Tanjung Raya: 2 korban

Palupuh: 1 korban

Matur: 1 korban

Seluruh korban di wilayah ini telah berhasil diidentifikasi.

Pencarian 78 Warga Hilang

Pemkab Agam melaporkan 78 penduduk masih hilang, tersebar sebagai berikut:

Palembayan: 69 orang

Malalak: 7 orang

Tanjung Raya: 2 orang

Tim SAR gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, BPBD, relawan, dan komunitas pecinta alam terus melakukan pencarian meski terkendala lumpur tebal dan akses yang rusak.

Cuaca Ekstrem Belum Berakhir

BMKG memprediksi cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi di wilayah Sumatra bagian barat. Daerah perbukitan seperti Agam berada dalam kondisi siaga akibat risiko banjir dan longsor susulan.

Akses jalan menuju wilayah terdampak yang sempat tertutup material kini mulai dibersihkan untuk mempercepat distribusi logistik dan proses evakuasi.

Langkah Pemulihan dan Harapan Warga

Di tengah situasi yang belum stabil, posko pengungsian terus menerima suplai kebutuhan pokok. Relawan dan tim kesehatan bekerja sepanjang hari, memberikan layanan bagi warga yang terdampak.

Meski duka mendalam terlihat di banyak titik, masyarakat tetap berupaya bertahan dan saling membantu, menunggu kabar terbaru dari tim penyelamat yang masih bekerja di lapangan.

(Rini/Mond)
#BanjirSumbar #Peristiwa #BNPB #KabupatenAgam

 

Serasinews.com,  Agam – Begitu air bah mulai surut dan meninggalkan jejak kerusakan di berbagai sudut Nagari Koto Kaciak, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V Padang langsung bergerak cepat pada Rabu (26/11/2025). Tanpa menunggu lama, tim turun membawa bantuan logistik sekaligus melakukan pemetaan teknis sebagai landasan pemulihan jangka pendek hingga jangka panjang.

Rombongan dipimpin oleh Kepala BWS Sumatera V Padang, Naryo Widodo, didampingi jajaran teknis termasuk Satker OP Satriawan dan PPK Operasi dan Pemeliharaan 2 (PPK OP 2) Erianto—figur yang dikenal selalu berada di lapangan sampai seluruh data benar-benar lengkap.

Setibanya di lokasi, mereka disambut oleh Wakil Bupati Agam, H. Muhammad Iqbal, S.E., M.Com., yang langsung mengarahkan tim meninjau sejumlah titik yang sebelumnya dihantam banjir bandang dan merusak rumah warga, akses jalan, serta bantaran sungai.

Sinergi Pemerintah: “Tak Ada Daerah yang Bisa Hadapi Bencana Sendirian”

Di antara lumpur yang masih basah dan aroma tanah yang terus menguar, Wakil Bupati Iqbal menyampaikan apresiasi atas respons cepat BWS Sumatera V Padang.

“BWS V Padang hadir bukan hanya dengan dukungan teknis, tapi juga memberi dukungan moral yang sangat berarti. Kolaborasi seperti ini membuat pemulihan, terutama perbaikan infrastruktur pengairan dan penguatan bantaran, bisa dilakukan lebih terarah,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah adalah kunci mengurangi dampak bencana yang kian sering menggerus ruang hidup masyarakat.

Bantuan Logistik: Harapan di Tengah Sisa Lumpur

Di lokasi pengungsian, tim BWS menyerahkan paket bantuan kebutuhan dasar kepada warga terdampak. Kepala BWS, Naryo Widodo, menyebut bahwa penanganan manusiawi harus berjalan berdampingan dengan pekerjaan teknis.

“Tugas kami bukan hanya mengelola sungai, tetapi juga menjaga kehidupan di sekitarnya. Bantuan ini adalah langkah awal sebelum penanganan struktural dilakukan,” katanya.

Di sisi lain, seorang warga bernama Ibu Rina tak kuasa menyembunyikan rasa syukur.

“Alhamdulillah… bantuan ini sangat berarti. Kami merasa diperhatikan. Semoga pemulihan bisa cepat selesai,” tuturnya dengan mata berkaca-kaca.

Suara Lapangan: PPK OP 2 Erianto Soroti Pentingnya Empati

Selama peninjauan, PPK OP 2, Erianto, terlihat aktif memeriksa kondisi sungai dan titik-titik rawan, sebagaimana yang selalu ia lakukan sejak awal bencana terjadi.

“Setiap tanggul yang rusak selalu berarti ada keluarga yang kehilangan rasa aman. Karena itu kami tak pernah menunda. Kami harus datang, melihat langsung, dan menentukan langkah sesuai kondisi nyata di lapangan,” katanya.

Ia menegaskan pentingnya sentuhan kemanusiaan di balik pekerjaan teknis.

“Kerusakan bisa dihitung, tapi keresahan warga harus dirasakan. Itu bagian dari tanggung jawab kami,” ucapnya sambil meninjau dinding sungai yang tergerus derasnya arus banjir.

Menuju Pemulihan yang Terencana dan Berkelanjutan

Setelah menyerahkan bantuan dan melakukan peninjauan, tim teknis BWS melanjutkan pendataan rinci: mulai dari pengukuran penampang sungai, pemetaan titik rawan longsor, hingga evaluasi struktur pengendali banjir yang terdampak.

Data ini akan menjadi dasar penyusunan rencana pemulihan, termasuk perbaikan tanggul dan penguatan sistem drainase agar kawasan kembali aman dan berfungsi optimal.

Harapan bersama kini tertuju pada pemulihan Nagari Koto Kaciak—agar dapat bangkit, pulih dari luka bencana, dan kembali hidup tanpa rasa waswas setiap kali hujan tiba.

(Rini/Mond)
#BWSSVPadang #BencanaAlam #KabupatenAgam

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.