Articles by "Poldasumbar"

Aceh Afif Maulana Agam AIDS Aipda Dian WR AirterjunLembahAnaiMeluap Aksibersihpantai AksiJalanan Aleknagari Amak Lisa AmalanBulanRajab AndreRosiade AnjingPelacak anthropophobia Antikorupsi ApdateKorbanBencanaSumatera Apelsiaga Apeltanggapbencana Arif maulana Arosuka Artikel Artis Minang Asusila balapliar BalapMotor Bali Balikpapan BandarNarkobaKabur Bandung BangunanLiar Banji Banjir BanjirAceh BanjirAgam BanjirBandang BanjirPadang BanjirSumatera BanjirSumbar BanjirSumut bansos banten BantuanBencanaAcehHilang BantuanKorbanBencanaPasbar Banyuwangi Bapenda BareskrimPolri Batam BatangArau Batuk BBM BeaCukai bencana Bencana alam Bencanaalam BencanaAlamSumateraBarat BencanaHidrometeorologi BencanaKotaPadang BencanaSumatera BencanaSumbar BerantasNarkoba BibitSiklonTropis95B BKSDA BMKG BNNPSumbar BNNsumbar BNPB BobonSantoso Box Redaksi BPBDKabupatenAgam BPBDPadang BPBDSumbar BPHMigas BPKB BrimobPoldaSumbar Brimobuntukindonesia BRISuperLeague bukit sitinurbaya Bukittinggi BungaBangkai BungaRafflesia BWSS V padang BWSSV BWSSVPadang Calon Bupati cemburubuta CerintIrallozaTasya Cikampek Cikarang CuacaEkstrem cuacapanasekstrem curanmor Daerah danabos Dandrem 032 WBR dankodaeral II Demonstrasi Denpasar Depok DeptCollector Dharmasraya Dinas sosial DinasPendidikanSumbar DinasPerpusipPadang DinasPerpustakaandanArsip DinasPertanian dinassosial dinassosialpadang Dirlantas Dirlantas Polda Sumbar DirlantasPoldaSumbar Disdukcapil DitlantasPoldaSumbar DitpolairudPoldaSumbar DPCPKBkotapadang DPDRI DPR DPRD Padang DPRDpadang DPRDsumbar DPUPR DPUPRPadang dubalangkota EmpatPilar Enarotali Evakuasi festival sepakbola Filipina FlyOver Galodo GalodoLembahAnai gangguanhormon GanjaKering gaya hidup GayaHidup gempa GempaBumi gerakcepatdinsos gorontalo GrasstrackMotocross Gresik GunungMerapiErupsi gurbernurriaukenaottkpk HAM HargaCabaiNaik Haripahlawan Harisumpahpemuda Hidroneteologi Hipnotis HismawaMigas HIV Hot New HubunganSesamaJenis hukum Huntara HUT Humaspolri ke 74 HUT80Brimob Hutan IKW IKWRI IlegalFishing IlegalMinning IllegalLogging Indonesia Indonesia. indonesiamaju infrastruktur Intan jaya Internasional irigasi Islam Islami Jakarta Jakarta Selatan JalanLembahAnaiPutus JalanLongsor JalanRetak Jambi Jawa Tengah Jayapura Jayawijaya JembatanPutus JembatanRetak Jogyakarta jurnalis JusufKalla K9 Kabupaten Agam kabupaten dharmasraya Kabupaten Solok KabupatenAgam KabupatenDharmasraya KabupatenPasamanBarat KabupatenPesisirSelatan kabupatenSolokSelatan KafeKaraoke KAI Sumbar Kakorlantas kakorlantaspolri KAN kapolres kapolressijunjung Kapolri KarangTaruna kasat narkoba KasusMedis keamanan KeamananPublik kebakaran KebakaranPasarPayamumbuh KebatanGunungNagoPutus kecamatankototangah kecelakaan kegiatanrutin KejariDharmasraya kejaripadang kejaripesel kekerasan kelangkaanBBM kelangkaansolar Kemenag Kemenhut Kemenkes Kementrian PU kementriankebudayaan KementrianLingkunganHidup KemuliaanBulanRajab kendaraan KeracunanMakanan Kesehatan keselamatan bersama keselamatan kerja kesiapsiagaan kesunyian malam KetahananPangan ketertiban umum KetertibanUmum Kiwirok KKB KLHK Kodim 0307 Tanah Datar KomnasHAM komplotanganjalATM KorbanBanjirAgam KorbanBrncanaAgam Korem 032/WB Korpolairud korupsi Kota Padang KotaPadang KotaPariaman KPK Kriminal KRYD KUHP KumpulanDo'a Laksamanamuda Lampung LembahAnai Lembang Leonardy LGBT life style lifestyle Lima Puluh Kota LimaPuluhKota lingkungan listrikilegal literasi lombok timur Longsor LongsorKampusUINImambonjol LowonganKerjaPalsu Madiun Magelang MahardikaMudaIndonesia MahyeldiAnsharullah Makan Bergizi Gratis Makasar Malalak MalPraktek ManfaatAirKelapa manila MapolsekMuaraBatangGadisDibakarMasaa MataElang Medan MengelolaAirUntukNegri mentalhealth Mentawai Mesum Mimika Miras MirasIlegal MobilBencanaDibakarMassa MobilPatwalPoldaSumbarKecelakaan MobilSatpolPPAcehDibakarMassa MobilTerbakar MogokKerja MTsN10pesisirselatan Muhammadiyah mutilasibayi nagarisolokambah nagarisulitair narkoba Narkotika Nasioanl Nasional ngaraisianok NinjaSawit NTT odgj OknumGuruLGBT Oksibil olahraga Opini OprasiLilinSinggalang2025 oprasimalam oprasitumpasbandar2025 oprasizebra2025 oprasizebrasinggalang2025 OrangHanyut OTTKPK PADA Padang Padang panjang Padang Pariaman PadangAman PadangPariaman PadangRancak PadangSigap Pahlawannasional pajak air tanah Palimanan pandekarancak PanenRaya pantaipadang Papua parenting Pariaman Parlemen Pasaman Pasaman barat pasamanbarat pasang pasarrayapadang Pasuruan Payakumbuh PDAM PeduliBencana Pekanbaru Pelalawan pelayananhumanis pelayanansosial PelemikBantuanAsing PemakamanMasalKorbanBencanaSumbar Pemasyarakatan PembabatanHutan PembalakanHutanMentawai pembalakanLiar Pembinaan PembinaanWargaBinaan Pembunuhan pemerasan Pemko Padang PemkoPadang PemulihanBencana PemutihanPajakKendaraan pencabulan PencarianKorbanBanjirPadang Pencirian PenculikanAnak Pencurian Pendidikan penegakanhukum penemuanbayi penemuanJanin PenemuanJasadBayo penemuanmayat Penertiban Pengancaman pengangguran penganiayaan Pengeroyokan Penggelapan Penjarahan Perbankan Perceraian Perdagangan peristiwa peristiwadaerah perlindungananak Persami PersijaJakarta pertahanan PerumdaAirMinum Pesisir Selatan PesisirSelatan Peti PJN PKL PolaMakan PolantasMenyapa Polda banten Polda Jabar Polda Kalbar Polda Metro Jaya polda Papua POLDA SulBar POLDA SUMBAR PoldaRiau Poldasumbar PoldaSumut Polhut Policegoestoscool Polisi Politik polPP polres Polres 50 kota Polres Dharmasraya Polres Mentawai Polres Padang panjang Polres Pasaman Polres Pasaman Barat Polres Solok Polres solok selatan PolresPadang polrespasaman polrespasamanbarat polrespasbar PolresPayakumbuh polrespesel PolresSolokKota polresSolokSelatan Polresta bukittinggi Polresta Padang PolresTanahDatar polrestapadang POLRI PolriPresisi Polsek bungus barat Polsek Koto Tangah Padang Polsek Lubeg Pontianak PrabowoSubianto PrajuritTNITewas PrediksiCuaca premanisme Presiden RI PrestaPadang psp padang Ptostitusi PuanMaharani Puncak jaya Purwakarta jawabarat QuickWins Razia RekeningDormant Religi RevisiKUHP Riau RidwanKamil RokokIlegal RutanPadang sabu Sajam SakitPerut Sarkel SatgasDamaiCartenz satgasoprasidamai satlantaspolresta SatpolPP SatpolPPAceh Sawahlunto Sawmil SeaGamen2025 segmen sianok seherman SekolahRakyat Semarang semenpadang SemenPadangFC Senjatatajam sepakbola sepakbolaindonesia SepakBolaWanita Serang ServisKendaraanGratisKorbanBanjirAgam SiagaBencana SigapMembangunNegriUntukRakyat Sijunjung sikat singgalang2025 silent treatment simulasibencana Sinkhole siswismptewassaathiking sitinjaulauik Skoliosis SMA1pulaupunjung sobatlalulintasrancakbana solok Solok selatan solokarosuka solokselatan solsel Sosialisasi SPBUganting SPPG STNK Strongpoint subsidi ilegal sukabumi Sulawesi Tenggara Sumatera Barat SumateraBarat Sumaterbarat Sumatra barat Sumbar SungaiKuranji Surabaya swasembadapangan TambangEmasIlegal tambangilegal TambangIlegalSumbar Tanah datar tanahdatar tanggapdarurat TanggapDaruratBencana tawuran TawuranNarkoba Terbaru Ternate Timika Papua timklewang TimnasIndonesiaU22 TimnasWanitaIndonesia TNI TPUTunggulHitam Transformasi polri transpadang transportasi TrukTerbakar tsunamiDrill Tuak Uin UIN IB Padang UNP UpadateKorbanBencanaSumatera UpdateKorbanBanjirSumatera UpdateKorbanBencanaAlam UpdateKorbanBencanaSumatera Utama UUMD3 Viral WargaBinaan Yalimo Yogyakarta Yuhukimo
Tampilkan postingan dengan label Poldasumbar. Tampilkan semua postingan

 

Serasinews.com, Pasaman Barat — Polres Pasaman Barat kembali menegaskan komitmennya dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dengan memberikan penghargaan kepada personel berprestasi.

 Penghargaan tersebut diberikan kepada anggota yang dinilai memiliki dedikasi tinggi dalam penanganan bencana alam serta menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.

Upacara pemberian penghargaan digelar di halaman Mapolres Pasaman Barat, Jumat (19/12/2025), dan dipimpin langsung oleh Kapolres Pasaman Barat, AKBP Agung Tribawanto, S.Ik.

Kapolres menyampaikan bahwa penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi pimpinan terhadap personel yang menunjukkan kinerja nyata di lapangan. Pemberian penghargaan tersebut didasarkan pada Surat Keputusan Kapolres Pasaman Barat Nomor: KEP/04/XII/KEP/2025.

“Penghargaan ini diberikan kepada anggota yang mampu menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, hadir di tengah masyarakat, serta memberikan solusi atas permasalahan yang terjadi,” ujar AKBP Agung Tribawanto.

Sebanyak tujuh personel menerima penghargaan atas kontribusi mereka dalam tugas kepolisian. Tiga personel dari Polsek Talamau dinilai berhasil menjalankan tugas penanganan tanggap darurat bencana alam di Kecamatan Talamau dengan cepat dan tepat, serta mengedepankan keselamatan masyarakat.

Sementara itu, empat personel dari Polsek Pasaman diapresiasi atas keberhasilan mereka dalam menangani potensi konflik sosial terkait sengketa tanah di Durian Tiga Batang, Kecamatan Luhak Nan Duo. Pendekatan persuasif dan profesional yang dilakukan dinilai mampu mencegah konflik meluas dan menjaga situasi Kamtibmas tetap kondusif.

Kapolres menambahkan bahwa penanganan bencana maupun konflik sosial menuntut kepekaan, komunikasi yang baik, dan ketegasan dalam bertindak.

Ia berharap penghargaan tersebut dapat menjadi motivasi bagi seluruh personel Polres Pasaman Barat untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Prestasi yang diraih hendaknya dipertahankan dengan menjaga integritas, profesionalisme, dan kepercayaan publik,” tegasnya.

Adapun personel penerima penghargaan yakni:

Iptu Donal — Kapolsek Talamau

Aipda Muhammad Sofyan — PS. Kanit Binmas Polsek Talamau

Bripka Herman Yanto — BA Polsek Talamau

Ipda Luhfi — Kanit Reskrim Polsek Pasaman

Aiptu Suhartono — Kapolpos Simpang Tiga

Aiptu Relfinal Joni — BA Polsek Pasaman

Aipda Wahyul Azizwan — Bhabinkamtibmas Koto Baru

Pemberian penghargaan ini menjadi wujud komitmen Polres Pasaman Barat dalam mendorong profesionalisme dan kinerja personel demi pelayanan kepolisian yang semakin baik.

(Rini/Mond)

#PolresPasamanBarat #Polri

#PoldaSumbar


 

Serasinews.com, PADANG PARIAMAN — Bencana alam yang melanda sejumlah daerah di Sumatera Barat menyisakan persoalan serius, salah satunya krisis air bersih. Kerusakan infrastruktur dan tercemarnya sumber air membuat ribuan warga kehilangan akses terhadap kebutuhan dasar tersebut.

Menanggapi kondisi itu, Polda Sumatera Barat menyiapkan pembangunan 150 titik sumur bor sebagai upaya percepatan pemulihan pascabencana, khususnya di wilayah yang terdampak paling parah.

Kapolda Sumbar Irjen Pol Gatot Tri Suryanta menegaskan, pemenuhan kebutuhan air bersih menjadi prioritas utama karena berkaitan langsung dengan kesehatan dan kelangsungan hidup masyarakat.

“Penyediaan air bersih adalah kebutuhan mendesak. Kami berkomitmen membantu masyarakat agar segera mendapatkan akses air yang layak,” kata Gatot, Minggu (21/12/2025).

Program Berorientasi Jangka Panjang

Gatot menyampaikan hal tersebut saat meninjau lokasi bencana bersama Bupati Padang Pariaman, Kepala BWS V, Plt Kepala BPBD, serta Wakil Menteri PUPR. Peninjauan dilakukan untuk memastikan program pemulihan berjalan efektif dan tepat sasaran.

Menurutnya, pembangunan sumur bor ini dirancang tidak hanya sebagai solusi darurat, tetapi juga untuk menjamin ketersediaan air bersih dalam jangka panjang.

“Kami ingin masyarakat memiliki sumber air permanen dan tidak terus bergantung pada bantuan,” ujarnya.

Sinergi Polda dan BWS

Pembangunan sumur bor dilakukan melalui kerja sama antara Polda Sumbar dan Balai Wilayah Sungai (BWS) V. Polda Sumbar menyiapkan sarana pendukung seperti tandon air, rangka, dan mesin pompa, sementara BWS V menangani aspek teknis pengeboran.

Kolaborasi ini diharapkan mampu mempercepat pemulihan pascabencana dan menjawab kebutuhan vital masyarakat secara berkelanjutan.

Sebaran Lokasi

Sebanyak 150 titik sumur bor akan dibangun di sejumlah daerah terdampak, meliputi Kabupaten Padang Pariaman, Kota Padang, Kota Padang Panjang, Kabupaten Agam, dan Kota Solok.

Daerah-daerah tersebut mengalami kerusakan berat pada jaringan air bersih akibat banjir, longsor, dan pergeseran tanah.

Harapan Pemulihan

Selama pascabencana, warga terpaksa mengandalkan distribusi air bersih menggunakan mobil tangki atau mengambil air dari lokasi yang jauh. Kehadiran sumur bor ini diharapkan dapat memulihkan aktivitas warga, menekan risiko penyakit, serta mendukung pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat.

Melalui program ini, Polda Sumbar menegaskan komitmennya untuk hadir tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga sebagai mitra kemanusiaan dalam penanganan bencana.

(Rini/Mond)

#SumateraBarat #PoldaSumbar #BWSSV #PemulihanBencana #BanjirSumbar

 

Serasinews.com, Padang — Kepolisian Daerah Sumatera Barat resmi menggelar Operasi Lilin Singgalang 2025 guna menjamin keamanan dan kelancaran aktivitas masyarakat selama perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Operasi pengamanan tahunan ini diawali dengan Apel Gelar Pasukan di Lapangan RTH Imam Bonjol, Kota Padang, Jumat (19/12/2025).

Apel tersebut dipimpin langsung oleh Kapolda Sumatera Barat Irjen Pol Gatot Tri Suryanta, serta dihadiri unsur TNI, pemerintah daerah, dan instansi terkait yang tergabung dalam pengamanan terpadu Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Dalam amanat Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo yang dibacakan Kapolda Sumbar, disebutkan bahwa Operasi Lilin Singgalang 2025 berlangsung selama 13 hari, mulai 19 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026.

“Operasi ini bertujuan menciptakan rasa aman, tertib, dan lancar bagi masyarakat selama perayaan Natal dan Tahun Baru di wilayah Sumatera Barat,” ujar Irjen Pol Gatot.

Ribuan Personel Disiagakan di Ratusan Titik Rawan

Sebanyak 4.211 personel gabungan yang terdiri dari Polri, TNI, dan instansi terkait dikerahkan dalam operasi ini. Personel ditempatkan di 443 titik strategis yang memiliki potensi kerawanan dan mobilitas tinggi.

Untuk mendukung pengamanan dan pelayanan masyarakat, Polda Sumbar juga mendirikan 66 pos, terdiri dari 35 pos pengamanan, 27 pos pelayanan, dan 4 pos terpadu yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota.

Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Susmelawati Rosya menjelaskan, setiap pos terpadu diisi personel lintas instansi dengan pola satu pos terpadu di setiap daerah.

“Pos-pos tersebut berada di terminal, pelabuhan, bandara, objek vital nasional, hingga kawasan wisata, sehingga masyarakat dapat memperoleh layanan cepat dan maksimal,” jelasnya.

Cuaca Ekstrem Jadi Fokus Pengamanan

Kapolda Sumbar menegaskan bahwa cuaca ekstrem menjadi tantangan utama Operasi Lilin tahun ini. Curah hujan tinggi berpotensi memicu banjir dan longsor, terutama di jalur penghubung antarwilayah.

Polda Sumbar telah melakukan pemetaan jalur rawan bencana sebagai langkah antisipasi, dengan fokus pengamanan di tempat ibadah, pusat perbelanjaan, objek vital, kawasan wisata, serta jalur strategis.

Sitinjau Lauik Jadi Perhatian Khusus

Jalur Sitinjau Lauik menjadi salah satu titik yang mendapat perhatian serius karena kerap mengalami kemacetan dan gangguan akibat longsor. Di lokasi tersebut telah didirikan pos pengamanan khusus yang dilengkapi perangkat komunikasi Starlink untuk memastikan koordinasi tetap berjalan optimal.

“Kendaraan pengangkut BBM dan logistik menjadi prioritas utama agar distribusi kebutuhan masyarakat tidak terganggu,” ungkap Kombes Pol Susmelawati.

Pengamanan Ibadah, Wisata, dan Distribusi Logistik

Sementara itu, Karo Ops Polda Sumbar Kombes Pol Muhammad Erwin menyampaikan bahwa Operasi Lilin Singgalang 2025 juga difokuskan pada pengamanan ibadah Natal, objek wisata, serta kelancaran distribusi logistik kebencanaan.

Objek pengamanan meliputi terminal, stasiun kereta api, pelabuhan, bandara, gereja, rumah ibadah, tempat wisata, dan pusat perbelanjaan.

“Personel diminta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, baik yang beribadah, berwisata, maupun melakukan perjalanan selama libur Nataru,” ujarnya.

Imbauan Kepada Masyarakat

Polda Sumbar mengimbau masyarakat untuk tetap waspada selama perjalanan, mematuhi aturan lalu lintas, serta mengikuti arahan petugas, mengingat potensi bencana masih cukup tinggi.

Dengan kesiapan personel dan sinergi lintas instansi, Operasi Lilin Singgalang 2025 diharapkan mampu menghadirkan suasana Natal dan Tahun Baru yang aman, nyaman, dan lancar bagi masyarakat Sumatera Barat.


(Rini/Mond)

#OperasiLilinSinggalang2025 #PoldaSumbar #SumateraBarat


 

Serasinews.com, Agam - Pasca banjir dan tanah longsor yang melanda Kabupaten Agam, Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sumatera Barat menunjukkan kepedulian nyata bagi masyarakat terdampak. Pada Rabu (18/12/2025), Ditlantas menggelar bakti sosial berupa Servis dan Cuci Motor Gratis, yang berlangsung di Mako Satpol Airud Polres Agam.

Kegiatan ini menjadi jawaban atas kesulitan warga yang kendaraan mereka rusak, mogok, atau tertutup lumpur akibat bencana. Sejak pagi, ratusan warga tampak memadati lokasi, membawa sepeda motor — yang bagi banyak keluarga merupakan sarana vital untuk bekerja, berdagang, atau mengantar anak ke sekolah.

Motor, Urat Nadi Kehidupan Warga
Direktur Lalu Lintas Polda Sumbar, Kombes Pol H.M. Reza Chairul Akbar Siddiq, menekankan bahwa aksi ini lahir dari kepedulian Polri terhadap kebutuhan mendasar masyarakat pascabencana.

“Bagi sebagian warga, sepeda motor bukan sekadar kendaraan. Ia adalah urat nadi kehidupan — ketika motor rusak, roda kehidupan mereka ikut terhenti,” ujar Kombes Reza dengan nada hangat namun tegas.

Menurutnya, peran Polri tidak hanya soal pengamanan dan penegakan hukum, tapi juga harus hadir secara nyata di sisi kemanusiaan, khususnya saat masyarakat menghadapi kesulitan.

Perawatan Motor Hingga Aman Digunakan
Dalam kegiatan ini, Ditlantas menurunkan personel berkompetensi untuk melakukan perawatan menyeluruh. Mulai dari pembersihan sisa lumpur, pengecekan sistem kelistrikan, rem, rantai, hingga perbaikan ringan mesin. Semua layanan diberikan secara gratis, tanpa biaya sepeser pun.

“Kami ingin memastikan kendaraan warga benar-benar aman digunakan, bukan sekadar dicuci,” tegas Kombes Reza.

Antusiasme Warga dan Dukungan Nyata
Respon masyarakat sangat positif. Banyak warga rela mengantre sejak pagi demi layanan ini. Salah seorang warga terdampak, Abdi (46), mengaku lega dan terbantu.

“Motor saya kemarin mogok karena terendam banjir. Kalau ke bengkel biasa biayanya cukup besar. Sekarang kami masih fokus memperbaiki rumah. Alhamdulillah, bantuan ini sangat meringankan,” ungkapnya dengan haru.

Edukasi Keselamatan Berkendara di Masa Cuaca Ekstrem
Selain servis motor, petugas juga memberikan edukasi keselamatan berlalu lintas, terutama menghadapi cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi. Warga diingatkan selalu memeriksa kondisi kendaraan dan menghindari jalur rawan longsor atau banjir.

Polri Hadir, Masyarakat Pulih
Kegiatan bakti sosial ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat Agam. Ditlantas Polda Sumbar menegaskan komitmennya untuk terus hadir melalui aksi kemanusiaan yang langsung dirasakan warga.

“Pemulihan pascabencana adalah kerja bersama. Polri akan selalu hadir, sekecil apa pun peran yang bisa membantu masyarakat bangkit kembali,” tutup Kombes Reza.

Dengan semangat Polantas Presisi, Ditlantas Polda Sumbar kembali membuktikan bahwa polisi bukan hanya penegak hukum, tapi juga sahabat dan pelindung masyarakat di saat duka maupun harapan,.

(Rini/Mond)
#DirlantasPoldaSumbar
#PoldaSumbar
#ServisKendaraanGratisKorbanBanjirAgam

 

Serasinews.com,Sumatra Barat — Di saat sirene ambulans dan alat berat masih bekerja mengevakuasi korban bencana alam, sebuah ancaman lain mencoba menyelinap diam-diam: narkotika. Para pelaku mengira fokus kemanusiaan aparat akan menjadi celah. Namun dugaan itu keliru.

Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Sumatra Barat justru membuktikan kewaspadaan tidak pernah surut. Dalam operasi senyap selama satu bulan, terhitung 11 November hingga 11 Desember, polisi berhasil menggagalkan peredaran 121,3 kilogram ganja kering dan 51 gram sabu, serta mengamankan 12 tersangka dari jaringan lintas provinsi.

Pengungkapan ini menjadi penegasan: kondisi darurat bukan alasan melemahkan penegakan hukum.

Sindikat Manfaatkan Bencana, Polisi Tetap Siaga

Wakapolda Sumbar Brigjen Pol Solihin mengungkapkan, sindikat narkoba sengaja memilih waktu saat aparat disibukkan dengan operasi kemanusiaan.

“Mereka mengira pengawasan akan longgar. Faktanya, kami tetap bekerja dan justru memperketat pengendalian,” ujar Solihin dalam konferensi pers di Mapolda Sumbar, Jumat (12/12).

Ia menegaskan, sesuai arahan Kapolda Sumbar, tidak ada toleransi terhadap peredaran narkoba dalam situasi apa pun.

“Bencana tidak menghentikan komitmen kami. Perang terhadap narkoba terus berjalan,” tegasnya.

Operasi Intelijen Berlapis

Direktur Reserse Narkoba Polda Sumbar Kombes Pol Wedi Mahadi menjelaskan, pengungkapan ini berawal dari informasi intelijen terkait rencana pengiriman ganja dari arah Panyabungan.

“Informasi awal diperkuat laporan masyarakat. Setelah dianalisis, kami lakukan pemantauan tertutup,” ungkap Wedi.

Pergerakan jaringan dipantau selama dua hari hingga akhirnya, pada 3 Desember, polisi melakukan penyergapan di Rao, Kabupaten Pasaman, wilayah perbatasan Sumatra Barat–Sumatra Utara.

Pasokan Besar Jelang Akhir Tahun

Dari operasi di tiga lokasi berbeda, polisi menyita total 121,3 kilogram ganja kering. Jumlah tersebut diduga kuat sebagai pasokan besar menjelang pergantian tahun.

“Ini bukan jaringan kecil. Sekali pengiriman bisa mencapai ratusan kilogram dan menyasar kota-kota besar seperti Padang, Bukittinggi, dan Payakumbuh,” jelas Wedi.

Mayoritas tersangka berperan sebagai kurir. Salah satunya adalah seorang ibu rumah tangga yang mengaku terlibat karena tekanan ekonomi.

“Ini peringatan serius. Narkoba menyasar siapa saja dan menghancurkan keluarga,” tambahnya.

Barang Bukti Dimusnahkan

Polda Sumbar juga memusnahkan seluruh ganja sitaan yang telah berkekuatan hukum tetap dengan cara dibakar. Langkah ini menjadi simbol ketegasan negara dalam memberantas narkotika.

Para tersangka dijerat Pasal 112 dan 114 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman berat.

“Narkoba adalah kejahatan luar biasa. Penanganannya harus tegas dan tanpa kompromi,” kata Wedi.

Peran Masyarakat Jadi Kunci

Brigjen Pol Solihin menegaskan, perang melawan narkoba tidak bisa hanya mengandalkan aparat.

“Keterlibatan masyarakat sangat penting. Melalui program Subuh Berjamaah, pesan kamtibmas terus kami gaungkan,” ujarnya.

Ketua LKAAM Sumbar, Fauzi Bahar, turut mengapresiasi kinerja Polda Sumbar. Menurutnya, memanfaatkan bencana untuk menyelundupkan narkoba merupakan kejahatan moral yang mencederai nilai adat dan kemanusiaan Minangkabau.

“Ini bukan hanya pelanggaran hukum, tapi pengkhianatan terhadap nilai kemanusiaan,” tegasnya.

Komitmen Tak Pernah Padam

Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Susmelawati Rosya menegaskan, Polda Sumbar akan terus berada di garis depan melindungi generasi muda.

“Bencana bisa datang kapan saja, tapi narkoba tidak boleh diberi ruang. Negara hadir, dan hukum tetap berjalan,” ujarnya.

Di tengah situasi darurat, satu pesan ditegaskan: narkoba tidak memiliki tempat di Sumatra Barat—dalam kondisi apa pun.

(Rini/Mond)
#PoldaSumbar #BerantasNarkoba #GanjaKering

 

Serasinews.com, Sumatera Barat — Duka mendalam menyelimuti Ranah Minang. Rabu (10/12/2025) menjadi hari yang takkan mudah dilupakan bagi ribuan pelayat yang memadati Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi, Padang. Di tengah lautan air mata itu, Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Barat, Irjen Pol. Dr. Drs. Gatot Tri Suryanta, M.Si., CSFA, hadir bukan sebagai pejabat tinggi, tetapi sebagai seorang manusia yang turut larut dalam kesedihan.

Dengan langkah perlahan dan wajah sendu, Kapolda Gatot memimpin langsung salat jenazah untuk para korban galodo — bencana banjir bandang dan longsor yang merenggut ratusan nyawa serta menghancurkan masa depan banyak keluarga.

Suasana masjid berubah menjadi ruang duka yang begitu dalam. Tangisan keluarga bercampur dengan doa yang dipanjatkan lirih. Saf demi saf dipenuhi pelayat yang berdiri dengan tangan terlipat, mengiringi kepergian mereka yang gugur secara tragis.

Iring-Iringan 24 Ambulans, Kota Padang Sunyi dalam Luka

Usai salat jenazah, Kapolda kembali menunjukkan keteladanan. Ia mengawal langsung iring-iringan 24 ambulans yang membawa jenazah para korban menuju pemakaman massal di Bungus.

Puluhan kendaraan pengantar turut mengikuti perjalanan duka tersebut. Sepanjang jalan Kota Padang, sirene ambulans terdengar pilu, seakan menjadi ratapan panjang atas ratusan nyawa yang telah pergi. Warga berdiri di pinggir jalan—sebagian menunduk khidmat, sebagian lagi tak kuasa menahan air mata.

Dalam perjalanan itu, Kapolda Gatot menyampaikan data terbaru dampak bencana galodo dengan suara bergetar:

Korban meninggal dunia: 238 jiwa

Korban teridentifikasi: 205 jiwa

Korban belum teridentifikasi: 33 jiwa

Anggota Polri gugur: 25 jiwa

Korban dari Kabupaten Agam: 8 jiwa

Jenazah dimakamkan massal hari ini: 24 jenazah, terdiri dari:

6 laki-laki dewasa

3 perempuan dewasa

7 anak laki-laki

4 anak perempuan

4 bagian tubuh (body pack)

Asal jenazah yang dimakamkan massal:

17 dari Kabupaten Agam

6 dari Kayu Tanam

1 dari Padang Panjang

Ini musibah yang sangat berat bagi kita semua. Polda Sumbar akan terus berupaya memberikan yang terbaik bagi masyarakat yang terdampak,” ucapnya lirih.

Tangis Kapolda Pecah di Pemakaman Massal Bungus

Suasana semakin memilukan ketika rombongan tiba di lokasi pemakaman massal Bungus. Satu per satu peti jenazah diturunkan ke tanah yang basah, menjadi saksi kepergian mereka untuk selamanya.

Di hadapan liang lahat, Irjen Gatot tak mampu menahan tangis. Dengan tangan menengadah, ia memanjatkan doa dengan suara yang bergetar:

“Ya Allah, terimalah saudara-saudara kami di sisi-Mu. Ampuni dosa mereka dan tempatkan di tempat terbaik.”

Ia juga memohon kekuatan bagi keluarga korban:
Berikan ketabahan dan kesabaran bagi keluarga yang kini menghadapi cobaan amat berat ini.

Dengan penuh kerendahan hati, Kapolda menyampaikan belasungkawa secara pribadi:
Sebagai Kapolda Sumbar, dengan segenap ketulusan, saya menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya. Semoga Allah SWT memberikan rahmat dan ampunan-Nya kepada para korban, serta kekuatan bagi keluarga yang ditinggalkan.

Simbol Kehadiran Negara di Tengah Luka Rakyat

Tindakan Kapolda yang memimpin salat jenazah dan mengawal ambulans hingga ke pemakaman menjadi simbol nyata bahwa negara hadir di tengah duka rakyat. Lebih dari sekadar prosedur, itu adalah wujud empati, solidaritas, dan kemanusiaan dari Polri kepada masyarakat yang tengah berada dalam masa paling kelam.

Di balik tragedi galodo yang merenggut ratusan nyawa—anak-anak, orang tua, petugas, dan warga biasa—terlihat secercah cahaya dari kebersamaan yang terjalin hari itu. Masyarakat tidak dibiarkan berkabung sendirian.

Semoga para korban mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan untuk melanjutkan hidup meski dengan luka yang dalam.

(Rini/Mond)
#BencanaSumbar #PoldaSumbar #PemakamanMassalKorbanBencanaSumbar

 

Serasinews.com,Padang – Kepedulian Polda Sumatera Barat terhadap jurnalis terdampak banjir dan longsor kembali dibuktikan secara nyata. Puluhan insan pers yang menjadi korban bencana hidrometeorologi di sejumlah wilayah Sumbar menerima bantuan sembako dari jajaran Polda Sumbar, Selasa (9/12/2025).

Bantuan secara simbolis dilepas oleh Kapolda Sumbar Irjen Pol. Dr. Drs. Gatot Tri Suryanta, M.Si., CSFA melalui Kabid Humas Kombes Pol Susmelawati Rosya, S.S., M.Tr.A.P., didampingi Dirlantas Polda Sumbar Kombes Pol H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq, S.H., S.I.K., M.H., di SPBP Alai, Kota Padang. Prosesi sederhana ini sarat makna, menegaskan bahwa di balik tugas jurnalistik yang menuntut keberanian, para jurnalis juga manusia yang rentan terdampak musibah.

Jurnalis: Mitra Strategis dan Korban Bencana
Banjir dan longsor yang melanda Kota Padang dan beberapa kabupaten/kota di Sumbar tidak hanya merusak rumah warga, tetapi juga kehidupan para jurnalis. Banyak yang tetap menjalankan tugas di lokasi bencana sambil menanggung kerusakan rumah, kehilangan peralatan kerja, atau bahkan harus mengungsi.

“Kami ingin menunjukkan empati dan perhatian langsung Kapolda terhadap insan pers yang terdampak. Mereka adalah mitra strategis Polri dalam menjaga arus informasi bagi masyarakat,” ujar Kabid Humas Kombes Pol Susmelawati Rosya. Ia menekankan, kehadiran negara wajib dirasakan oleh para jurnalis yang tetap memastikan informasi bencana tersampaikan secara cepat, akurat, dan bertanggung jawab.

Distribusi Bantuan Tepat Sasaran
Dirlantas Polda Sumbar Kombes Pol Reza Chairul Akbar Sidiq memastikan pendistribusian sembako berjalan tertib dan tepat sasaran. Bantuan disalurkan secara door to door ke rumah para jurnalis terdampak, termasuk mereka yang masih mengungsi.

Berdasarkan data yang dihimpun, sebanyak 52 jurnalis dari media cetak, online, dan elektronik menerima bantuan. Sebagian masih tinggal sementara di rumah keluarga karena rumahnya terendam atau rusak berat.

Kapolda Sumbar berharap bantuan ini dapat meringankan beban ekonomi sekaligus menjadi penyemangat bagi jurnalis untuk terus menjalankan tugas mulia menyampaikan informasi kepada masyarakat.

Negara Hadir di Tengah Bencana
Aksi ini menjadi bukti bahwa komitmen Polri dalam penanganan bencana tidak hanya soal keamanan dan evakuasi, tetapi juga kemanusiaan. Di tengah lumpur sisa banjir, kehilangan harta benda, dan kelelahan fisik, bantuan ini menjadi pengingat bahwa para jurnalis tidak sendiri. Negara hadir, dan empati masih hidup.

Di balik setiap berita bencana, ada jurnalis yang juga berjuang menyelamatkan keluarganya, rumahnya, dan masa depannya. Bantuan Polda Sumbar menjadi secercah harapan di tengah situasi sulit itu.

(Rini/Mond)
#DirlantasPoldaSumbar #PoldaSumbar
#Jurnalis

 

Serasinews.com, Padang – Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sumatera Barat kembali menunjukkan bahwa tugas kepolisian tak berhenti di balik kemudi lalu lintas. Ketika lumpur masih menutup halaman rumah dan bau lembap belum juga hilang, mereka hadir dengan sesuatu yang tampak sederhana, namun berarti besar: kepedulian.

Melalui program kemanusiaan rutin “Polantas Menyapa”, puluhan personel Ditlantas turun langsung ke wilayah terdampak banjir. Tanpa sirene, tanpa atribut tegas, hanya rombongan petugas berseragam dengan lengan tergulung, menyusuri titik-titik pengungsian sambil membawa kotak bantuan.

Bantuan yang Sangat Dibutuhkan Warga

Kali ini, bantuan yang dibagikan bukan sembako besar, melainkan makanan siap santap—nasi bungkus panas yang bagi warga terdampak terasa seperti nafas lega yang lama ditunggu.

Bagi keluarga yang dapurnya terendam atau kehilangan peralatan memasak, makanan siap saji menjadi penyelamat cepat: anak-anak tetap bisa makan, para lansia tidak perlu menunggu lama, dan warga dapat bertahan hingga keadaan kembali stabil.

Pernyataan Dirlantas: “Tugas Kami Melampaui Pengaturan Lalu Lintas”

Saat menyalurkan bantuan, Dirlantas Polda Sumbar Kombes Pol H. M. Reza Chairul Sidiq menjelaskan bahwa kehadiran Polantas di tengah warga terdampak merupakan bentuk tanggung jawab moral Polri.

“Kami dari Ditlantas Polda Sumbar hadir melalui program Polantas Menyapa untuk membantu masyarakat yang sedang mengalami musibah banjir,” ujar Reza. “Polantas bukan hanya mengatur arus kendaraan, tetapi juga memiliki kewajiban sosial untuk menunjukkan empati dan membantu warga.”

Ia menegaskan bahwa bantuan yang diberikan mungkin sederhana, namun menyasar kebutuhan paling mendesak: makanan cepat dan layak konsumsi.

“Kami berharap nasi bungkus ini dapat meringankan beban warga, terutama mereka yang masih mengungsi atau rumahnya belum bisa ditempati. Personel kami juga tetap bersiaga di lapangan untuk memberikan respons cepat bila situasi berubah.”

Tanggapan Warga: Haru dan Rasa Tidak Sendirian

Di setiap lokasi pembagian bantuan, wajah lelah yang menyambut kedatangan personel Polantas berubah menjadi senyuman kecil penuh rasa syukur.
Di salah satu sudut pemukiman yang masih digenangi lumpur, Ibu Rina (45) tidak mampu menyembunyikan harunya.

“Kami sangat terbantu dengan kehadiran bapak-bapak Polantas,” tuturnya dengan suara bergetar. “Rumah kami masih belum bisa digunakan untuk memasak. Nasi bungkus ini sangat berarti bagi kami. Semoga Allah membalas kebaikan mereka.”

Beberapa anak tampak duduk di teras rumah, memeluk nasi bungkus hangat itu seperti hadiah yang paling dinanti hari itu.

Lebih dari Sekadar Kegiatan Sosial

Program Polantas Menyapa yang awalnya dirancang sebagai agenda sosial rutin kini menjadi jembatan emosional antara Polri dan masyarakat. Kehadiran Polantas di luar tugas pokoknya menumbuhkan citra aparat yang lebih dekat, manusiawi, dan hadir pada saat-saat paling sulit.

Ke depan, kegiatan ini diharapkan tetap berlanjut, bukan hanya saat bencana melanda, tetapi juga sebagai ruang pertemuan dan interaksi positif agar jarak emosional antara polisi dan masyarakat semakin menyempit.

(Rini/Mond)
#DirlantasPoldaSumbar #PolantasMenyapa #PoldaSumbar

Serasinews.com,Sumatera Barat — Intensitas hujan yang meningkat di berbagai wilayah Sumatera Barat membuat perjalanan darat, khususnya bagi pengendara sepeda motor, menjadi lebih berisiko. Menyikapi kondisi tersebut, Ditlantas Polda Sumbar kembali mengeluarkan imbauan penting terkait keselamatan berkendara di musim hujan.

Curah hujan yang tinggi menyebabkan permukaan jalan licin, jarak pandang menurun, serta potensi banjir dan longsor meningkat. Situasi ini menuntut pengendara untuk lebih waspada dan memastikan kendaraan dalam kondisi terbaik sebelum digunakan.

Kendaraan Harus Prima, Pengendara Harus Siaga

Ditlantas Polda Sumbar menegaskan pentingnya pengecekan kendaraan sebelum memulai perjalanan. Kondisi mesin, rem, dan ban harus dipastikan berfungsi optimal. Penggunaan rem mendadak sangat tidak dianjurkan pada jalan yang basah karena dapat menyebabkan motor terpeleset.

Jas Hujan Aman Wajib Dibawa

Pengendara juga diimbau menggunakan jas hujan yang tidak mengganggu gerakan dan tidak memiliki bagian menjuntai yang bisa tersangkut. Warna cerah dinilai lebih aman karena membantu pengendara terlihat jelas oleh pengguna jalan lainnya.

Nyalakan Lampu untuk Menembus Kabut dan Hujan

Selama hujan, lampu senja wajib dinyalakan. Jika hujan lebat atau kabut menurunkan visibilitas, penggunaan foglamp dapat membantu pengendara lain mengetahui posisi motor Anda. Pencahayaan yang memadai menjadi faktor penting mencegah kecelakaan.

Hindari Genangan dan Titik Rawan Longsor

Banyak titik di Sumatera Barat rawan longsor ketika diguyur hujan deras. Selain itu, genangan air bisa menyebabkan motor kehilangan kendali. Pengendara disarankan menghindari area tersebut dan selalu memperbarui informasi cuaca atau kondisi jalan sebelum berangkat.

Berhenti Jika Kondisi Tidak Aman

Ketika hujan sangat deras hingga jarak pandang terganggu, pengendara dianjurkan mencari tempat aman untuk menepi, seperti pos polisi, warung, atau area berteduh lain yang tidak menghalangi lalu lintas. Menunda perjalanan lebih aman daripada memaksakan diri.

Pesan Ditlantas Polda Sumbar

Direktur Lalu Lintas Polda Sumbar, Kombes Pol Reza Chairul Akbar Siddiq, menekankan bahwa keselamatan harus menjadi prioritas utama.

“Hujan bukan hanya perubahan cuaca, tetapi ujian kewaspadaan bagi pengendara. Banyak kecelakaan terjadi karena tidak menyesuaikan perilaku berkendara dengan kondisi jalan. Kami mengimbau masyarakat untuk memeriksa kendaraan, memakai perlengkapan yang benar, dan tidak memaksakan diri,” ujarnya.

Imbauan ini juga menjadi bagian dari persiapan menghadapi Ops Lilin 2025, di mana mobilitas masyarakat diperkirakan meningkat signifikan.

(Rini/Mond)
#DirlantasPoldaSumbar
#PoldaSumbar #CuacaEkstrem

 


Serasinews.com, Padang — Suasana malam di kawasan pesisir Purus, Kota Padang, mendadak berubah mencekam pada Jumat malam (7/11/2025). Sekitar pukul 21.00 WIB, iring-iringan kendaraan taktis dan mobil patroli polisi memasuki gang-gang sempit di Kelurahan Rimbo Kaluang. Sorot lampu biru berputar di antara rumah-rumah padat penduduk, menandai dimulainya Operasi Terpadu Pemulihan Kampung Rawan Narkotika — sebuah langkah besar yang digerakkan oleh BNN Provinsi Sumatera Barat (BNNP Sumbar), bersama Ditresnarkoba Polda Sumbar dan Satresnarkoba Polresta Padang.

Dalam operasi yang berlangsung hingga tengah malam itu, sebanyak 115 personel gabungan dikerahkan. Mereka terdiri dari anggota BNNP, kepolisian, tim medis, penyidik, hingga unit dokumentasi. Tiap personel sudah mendapat pembagian sektor, lengkap dengan peta gang dan target rumah yang telah lama masuk radar intelijen.

Purus Disisir Total, Delapan Terduga Diamankan

Penyisiran dilakukan di sepanjang Jalan Pasir Purus Atas, salah satu titik rawan yang selama ini dikenal aparat sebagai “zona merah” peredaran sabu. Di lokasi itu, tim gabungan melakukan penggerebekan ke sejumlah rumah kontrakan dan bangunan semi permanen yang disinyalir menjadi tempat transaksi.

Dari hasil penggeledahan, delapan orang terduga penyalahguna narkotika berhasil diamankan. Mereka terdiri dari enam pria dan dua wanita, dengan rentang usia 19 hingga 41 tahun. Sejumlah di antaranya merupakan warga setempat, sementara dua orang diketahui pendatang dari luar daerah.

Petugas turut menemukan dua paket kecil sabu siap edar, sembilan alat isap (bong), 50 kaca pirex, lima unit ponsel, dan dua unit sepeda motor yang diduga digunakan untuk mendistribusikan barang haram tersebut. Barang bukti langsung disegel di tempat kejadian dengan pengawasan ketat tim inafis dan dokumentasi.

“Ini bukan razia biasa. Ini operasi pemulihan lingkungan. Kami ingin memastikan kampung ini bebas dari jaringan narkotika,” tegas Kepala BNNP Sumbar, Brigjen Pol Dr. Ricky Yanuarfi, di lokasi operasi.

Tes Urine di Tempat: Tujuh Positif Sabu

Begitu diamankan, seluruh terduga langsung menjalani tes urine di lokasi penggerebekan menggunakan alat rapid test khusus. Dari hasil pemeriksaan awal, tujuh orang dinyatakan positif mengandung metamfetamin (sabu). Sementara satu orang lainnya masih diperiksa intensif karena diduga berperan sebagai penghubung atau pengintai jaringan.

“Semua hasil positif akan kami tindaklanjuti di kantor BNNP Sumbar untuk proses asesmen. Kami akan menentukan apakah mereka layak direhabilitasi atau diproses hukum untuk membuka jaringan di atasnya,” jelas Brigjen Ricky.

Langkah Terpadu: Dari Penindakan ke Pemulihan

Operasi di Purus ini merupakan bagian dari program nasional “Pemulihan Kampung Rawan Narkotika”, yang bertujuan mengembalikan lingkungan masyarakat dari dominasi pengedar dan pengguna narkoba. Kawasan Purus, terutama Rimbo Kaluang, selama ini menjadi perhatian karena hasil pemetaan intelijen menunjukkan adanya aktivitas distribusi sabu skala kecil hingga menengah.

Selain tindakan represif, BNNP Sumbar menyiapkan tahapan lanjutan berupa intervensi sosial dan rehabilitasi komunitas. Setelah operasi ini, pihak BNN akan menggandeng Pemko Padang, Lurah setempat, Babinsa, Babinkamtibmas, serta tokoh masyarakat dan lembaga sosial untuk membangun sistem pencegahan berkelanjutan.

“Kita tidak hanya ingin menangkap pelaku. Tujuan akhirnya adalah memulihkan kampung, memperbaiki lingkungan sosial, dan menyelamatkan generasi muda dari bahaya narkotika,” ujar Brigjen Ricky dengan nada tegas.

Warga Merasa Lega: ‘Kami Sudah Lama Takut’

Salah seorang warga yang menyaksikan langsung penggerebekan mengaku lega. “Hampir tiap malam selalu ramai orang datang dan pergi. Kami sudah lama resah, tapi takut melapor. Sekarang kami bisa sedikit tenang,” ujar pria berusia 46 tahun yang enggan disebutkan namanya.

Menurut warga lainnya, operasi besar semacam ini sudah lama dinantikan. “Bukan cuma soal narkoba, tapi juga soal keamanan. Banyak anak muda yang ikut-ikutan. Mudah-mudahan habis ini kampung kami benar-benar bersih,” ungkapnya.

Operasi Lanjutan Disiapkan

BNNP Sumbar memastikan bahwa pengungkapan di Purus hanyalah awal. Tim sudah menyiapkan operasi lanjutan untuk menyasar wilayah lain di Kota Padang dan sekitarnya yang juga masuk daftar merah, seperti daerah Kubu Marapalam, Alai Parak Kopi, dan Koto Tangah.

“Ini akan menjadi model operasi berkelanjutan. Kita akan sisir seluruh titik rawan di Sumatera Barat hingga jaringan pengedarnya benar-benar putus,” tutup Brigjen Ricky.

Dengan hasil penggerebekan ini, BNNP Sumbar berharap dapat menelusuri lebih dalam jaringan pemasok sabu yang mengalir ke Kota Padang dan memperkuat sistem pertahanan sosial di tingkat kampung.

(Mond/SRP/Rini)
#Narkoba #BNNPSumbar #Polrestapadang #poldasumbar

 


Serasinews.com,Sumbar, Padang, – Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat menggelar aksi bersih pantai bertajuk “Sinergi Demi Pantai Lestari” di sepanjang Pantai padang, pada  Minggu (26/10/2025). Kegiatan ini berhasil mencatatkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai aksi bersih pantai dengan jumlah peserta terbanyak yang melibatkan lintas instansi dan masyarakat.

Aksi yang dimulai pukul 07.00 WIB ini melibatkan ribuan peserta, termasuk personel Kepolisian, pemerintah daerah, komunitas lingkungan, pelajar, dan masyarakat umum. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan pantai serta memperkuat sinergi antar-elemen masyarakat dalam pelestarian lingkungan.

Kapolda Sumatera Barat, Irjen Pol. Gatot Tri Suryanta, menyampaikan bahwa hari ini, kita berkumpul dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-97 tahun 2025, sekaligus melaksanakan aksi nyata menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan melalui kegiatan bersih pantai. 

Acara ini tidak hanya melibatkan anggota kepolisian, tetapi juga TNI, pelajar, mahasiswa, pelaku UMKM, serta berbagai elemen masyarakat Sumatera Barat. Kehadiran ribuan peserta dari lintas generasi menunjukkan semangat gotong royong dan tanggung jawab sosial yang kuat untuk menjaga kebersihan, khususnya di Pantai Padang.  

"Kegiatan ini bukan sekadar membersihkan pantai dari sampah, tetapi juga menjadi cerminan untuk membersihkan hati dan menanamkan budaya peduli lingkungan sejak dini. Kami ingin menegaskan bahwa Kepolisian tidak hanya bertugas menjaga keamanan masyarakat, tetapi juga menjadi pelopor perubahan positif dalam menjaga lingkungan dan memupuk solidaritas sosial," ujarnya

Lebih lanjut Kapolda mengatakan, Kepada para pemuda dan pelajar, saya sampaikan pesan: Teruslah menjadi generasi yang kreatif, tangguh, dan peduli. Semangat Sumpah Pemuda mengajarkan kita untuk bersatu demi persatuan Indonesia. Mari kita buktikan bahwa dengan kebersamaan dan kepedulian, kita mampu menciptakan kekuatan besar untuk negeri yang kita cintai.  

"Kami menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi, mulai dari Forkopimda, instansi pemerintah, hingga masyarakat luas, Kegiatan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk melaksanakan aksi sosial dan lingkungan yang berkelanjutan," kata Irjen Pol Gatot.

Selain itu, tambah Kapolda, Kami juga berencana menjadikan acara ini sebagai gerakan nasional. Insya Allah, pada awal tahun depan, kami akan mengundang seluruh elemen masyarakat Indonesia untuk menggelar kegiatan serupa, dengan target melibatkan minimal 40.000 peserta, menjadikan aksi bersih lingkungan ini sebagai event nasional yang bermakna.  

"Akhirnya, dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, pada hari ini, 26 Oktober 2025, saya nyatakan kegiatan aksi sosial bersih pantai oleh anggota kepolisian beserta masyarakat Sumatera Barat tahun 2025 resmi dimulai. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala meridhai usaha kita bersama untuk menjaga alam dan memperkuat persaudaraan bangsa," tutup Kapolda Sumbar. 

Dalam waktu tiga jam, peserta berhasil membersihkan pantai dari sampah, mulai dari plastik, kayu, hingga limbah rumah tangga. Untuk mendukung kelancaran aksi, Polda Sumbar mengerahkan truk pengangkut sampah, bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup Kota Padang.

Puncak acara ditandai dengan penyerahan piagam rekor MURI oleh perwakilan MURI kepada Kapolda Sumbar melalui GM PLN Sumbar Ajrun Karim. Rekor ini diberikan atas keberhasilan mengorganisir aksi bersih pantai dengan jumlah peserta terbanyak, mencapai ribuan orang, yang terdiri dari berbagai elemen masyarakat. 

Kajati Sumbar Muhibuddin, yang turut hadir, menyampaikan dukungannya terhadap kegiatan tersebut, terutama gagasan seperti ini patut dikembangkan di seluruh Pprovinsi Sumatera Barat sebab kita ini terbatas bukan milik kita.

 “Aksi ini menjadi contoh nyata bagaimana sinergi antara kepolisian, pemerintah, dan masyarakat dapat menciptakan dampak positif bagi lingkungan. Kami berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut,” ujarnya.

Salah seorang pengunjung menyambut positif kegiatan ini. “Saya senang melihat pantai kami jadi lebih bersih. Semoga ke depan kita semua bisa lebih peduli menjaga lingkungan,” ujar cici, disela-sela kegiatan.

Aksi “Sinergi Demi Pantai Lestari” ini diharapkan menjadi momentum untuk terus memupuk kesadaran kolektif dalam menjaga kelestarian lingkungan pesisir Sumatera Barat, sekaligus memperkuat peran kepolisian sebagai penggerak perubahan positif di masyarakat.(tim)

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.