Articles by "UpdateKorbanBanjirSumatera"

Aceh Afif Maulana Agam AIDS Aipda Dian WR AirterjunLembahAnaiMeluap Aksibersihpantai AksiJalanan Aleknagari Amak Lisa AmalanBulanRajab AndreRosiade AnjingPelacak anthropophobia Antikorupsi ApdateKorbanBencanaSumatera Apelsiaga Apeltanggapbencana Arif maulana Arosuka Artikel Artis Minang Asusila balapliar BalapMotor Bali Balikpapan BandarNarkobaKabur Bandung BangunanLiar Banji Banjir BanjirAceh BanjirAgam BanjirBandang BanjirPadang BanjirSumatera BanjirSumbar BanjirSumut bansos banten BantuanBencanaAcehHilang BantuanKorbanBencanaPasbar Banyuwangi Bapenda BareskrimPolri Batam BatangArau Batuk BBM BeaCukai bencana Bencana alam Bencanaalam BencanaAlamSumateraBarat BencanaHidrometeorologi BencanaKotaPadang BencanaSumatera BencanaSumbar BerantasNarkoba BibitSiklonTropis95B BKSDA BMKG BNNPSumbar BNNsumbar BNPB BobonSantoso Box Redaksi BPBDKabupatenAgam BPBDPadang BPBDSumbar BPHMigas BrimobPoldaSumbar Brimobuntukindonesia BRISuperLeague bukit sitinurbaya Bukittinggi BungaBangkai BungaRafflesia BWSS V padang BWSSV BWSSVPadang Calon Bupati cemburubuta CerintIrallozaTasya Cikampek Cikarang CuacaEkstrem cuacapanasekstrem curanmor Daerah danabos Dandrem 032 WBR dankodaeral II Demonstrasi Denpasar Depok DeptCollector Dharmasraya Dinas sosial DinasPendidikanSumbar DinasPerpusipPadang DinasPerpustakaandanArsip DinasPertanian dinassosial dinassosialpadang Dirlantas Dirlantas Polda Sumbar DirlantasPoldaSumbar Disdukcapil DitlantasPoldaSumbar DitpolairudPoldaSumbar DPCPKBkotapadang DPDRI DPR DPRD Padang DPRDpadang DPRDsumbar DPUPR DPUPRPadang dubalangkota EmpatPilar Enarotali Evakuasi festival sepakbola Filipina Galodo GalodoLembahAnai gangguanhormon GanjaKering gaya hidup GayaHidup gempa GempaBumi gerakcepatdinsos gorontalo GrasstrackMotocross Gresik GunungMerapiErupsi gurbernurriaukenaottkpk HAM HargaCabaiNaik Haripahlawan Harisumpahpemuda Hidroneteologi Hipnotis HismawaMigas HIV Hot New HubunganSesamaJenis hukum Huntara HUT Humaspolri ke 74 HUT80Brimob Hutan IKW IKWRI IlegalFishing IlegalMinning IllegalLogging Indonesia Indonesia. indonesiamaju infrastruktur Intan jaya Internasional irigasi Islam Islami Jakarta Jakarta Selatan JalanLembahAnaiPutus JalanLongsor JalanRetak Jambi Jawa Tengah Jayapura Jayawijaya JembatanPutus JembatanRetak Jogyakarta jurnalis JusufKalla K9 Kabupaten Agam kabupaten dharmasraya Kabupaten Solok KabupatenAgam KabupatenDharmasraya KabupatenPasamanBarat KabupatenPesisirSelatan kabupatenSolokSelatan KafeKaraoke KAI Sumbar Kakorlantas kakorlantaspolri kapolres kapolressijunjung Kapolri KarangTaruna kasat narkoba KasusMedis keamanan kebakaran KebakaranPasarPayamumbuh KebatanGunungNagoPutus kecamatankototangah kecelakaan kegiatanrutin KejariDharmasraya kejaripadang kejaripesel kekerasan kelangkaanBBM kelangkaansolar Kemenag Kemenhut Kemenkes Kementrian PU kementriankebudayaan KementrianLingkunganHidup KemuliaanBulanRajab kendaraan KeracunanMakanan Kesehatan keselamatan bersama keselamatan kerja kesiapsiagaan kesunyian malam KetahananPangan ketertiban umum KetertibanUmum Kiwirok KKB KLHK Kodim 0307 Tanah Datar KomnasHAM komplotanganjalATM KorbanBanjirAgam KorbanBrncanaAgam Korem 032/WB Korpolairud korupsi Kota Padang KotaPadang KotaPariaman KPK Kriminal KRYD KUHP KumpulanDo'a Laksamanamuda Lampung LembahAnai Lembang Leonardy LGBT life style lifestyle Lima Puluh Kota LimaPuluhKota lingkungan listrikilegal literasi lombok timur Longsor LongsorKampusUINImambonjol LowonganKerjaPalsu Madiun Magelang MahardikaMudaIndonesia MahyeldiAnsharullah Makan Bergizi Gratis Makasar Malalak MalPraktek ManfaatAirKelapa manila MapolsekMuaraBatangGadisDibakarMasaa MataElang Medan MengelolaAirUntukNegri mentalhealth Mentawai Mesum Mimika Miras MirasIlegal MobilBencanaDibakarMassa MobilPatwalPoldaSumbarKecelakaan MobilSatpolPPAcehDibakarMassa MogokKerja MTsN10pesisirselatan Muhammadiyah mutilasibayi nagarisolokambah nagarisulitair narkoba Narkotika Nasioanl Nasional ngaraisianok NinjaSawit NTT odgj OknumGuruLGBT Oksibil olahraga Opini OprasiLilinSinggalang2025 oprasimalam oprasitumpasbandar2025 oprasizebra2025 oprasizebrasinggalang2025 OrangHanyut OTTKPK PADA Padang Padang panjang Padang Pariaman PadangAman PadangPariaman PadangRancak PadangSigap Pahlawannasional pajak air tanah Palimanan pandekarancak PanenRaya pantaipadang Papua parenting Pariaman Parlemen Pasaman Pasaman barat pasamanbarat pasang pasarrayapadang Pasuruan Payakumbuh PDAM PeduliBencana Pekanbaru Pelalawan pelayananhumanis pelayanansosial PelemikBantuanAsing PemakamanMasalKorbanBencanaSumbar Pemasyarakatan PembabatanHutan PembalakanHutanMentawai pembalakanLiar Pembinaan PembinaanWargaBinaan Pembunuhan pemerasan Pemko Padang PemkoPadang PemulihanBencana PemutihanPajakKendaraan pencabulan PencarianKorbanBanjirPadang Pencirian PenculikanAnak Pencurian Pendidikan penegakanhukum penemuanbayi penemuanJanin PenemuanJasadBayo penemuanmayat Penertiban Pengancaman pengangguran penganiayaan Pengeroyokan Penggelapan Penjarahan Perbankan Perceraian Perdagangan peristiwa peristiwadaerah perlindungananak Persami PersijaJakarta pertahanan PerumdaAirMinum Pesisir Selatan PesisirSelatan Peti PJN PKL PolaMakan PolantasMenyapa Polda banten Polda Jabar Polda Kalbar Polda Metro Jaya polda Papua POLDA SulBar POLDA SUMBAR PoldaRiau Poldasumbar PoldaSumut Polhut Policegoestoscool Polisi Politik polPP polres Polres 50 kota Polres Dharmasraya Polres Mentawai Polres Padang panjang Polres Pasaman Polres Pasaman Barat Polres Solok Polres solok selatan PolresPadang polrespasaman polrespasamanbarat polrespasbar PolresPayakumbuh polrespesel PolresSolokKota polresSolokSelatan Polresta bukittinggi Polresta Padang PolresTanahDatar polrestapadang POLRI PolriPresisi Polsek bungus barat Polsek Koto Tangah Padang Polsek Lubeg Pontianak PrabowoSubianto PrajuritTNITewas PrediksiCuaca premanisme Presiden RI PrestaPadang psp padang Ptostitusi PuanMaharani Puncak jaya Purwakarta jawabarat QuickWins Razia RekeningDormant Religi RevisiKUHP Riau RidwanKamil RokokIlegal RutanPadang sabu Sajam SakitPerut Sarkel SatgasDamaiCartenz satgasoprasidamai satlantaspolresta SatpolPP SatpolPPAceh Sawahlunto Sawmil SeaGamen2025 segmen sianok seherman SekolahRakyat Semarang semenpadang SemenPadangFC Senjatatajam sepakbola sepakbolaindonesia SepakBolaWanita Serang ServisKendaraanGratisKorbanBanjirAgam SiagaBencana SigapMembangunNegriUntukRakyat Sijunjung sikat singgalang2025 silent treatment simulasibencana Sinkhole siswismptewassaathiking sitinjaulauik Skoliosis SMA1pulaupunjung sobatlalulintasrancakbana solok Solok selatan solokarosuka solokselatan solsel Sosialisasi SPBUganting SPPG STNK Strongpoint subsidi ilegal sukabumi Sulawesi Tenggara Sumatera Barat SumateraBarat Sumaterbarat Sumatra barat Sumbar SungaiKuranji Surabaya swasembadapangan TambangEmasIlegal tambangilegal TambangIlegalSumbar Tanah datar tanahdatar tanggapdarurat TanggapDaruratBencana tawuran TawuranNarkoba Terbaru Ternate Timika Papua timklewang TimnasIndonesiaU22 TimnasWanitaIndonesia TNI TPUTunggulHitam Transformasi polri transpadang transportasi TrukTerbakar tsunamiDrill Tuak Uin UIN IB Padang UpadateKorbanBencanaSumatera UpdateKorbanBanjirSumatera UpdateKorbanBencanaAlam UpdateKorbanBencanaSumatera Utama UUMD3 Viral WargaBinaan Yalimo Yogyakarta Yuhukimo
Tampilkan postingan dengan label UpdateKorbanBanjirSumatera. Tampilkan semua postingan

 

Serasinews.com, Jakarta — Bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatera terus menelan korban jiwa. Hingga Kamis (18/12), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah korban meninggal dunia mencapai 1.068 orang, bertambah sembilan jiwa dibandingkan laporan sebelumnya yang berjumlah 1.059 orang.

Informasi tersebut disampaikan Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam konferensi pers virtual yang disiarkan melalui kanal YouTube resmi BNPB.

“Terjadi penambahan korban meninggal dunia, dari sebelumnya 1.059 jiwa menjadi 1.068 jiwa,” ujar Abdul.

Korban Bertambah di Tiga Provinsi

Penambahan korban jiwa dilaporkan berasal dari tiga provinsi, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Rinciannya meliputi:

Aceh Utara: 3 orang

Aceh Timur: 2 orang

Tapanuli Selatan (Sumatera Utara): 1 orang

Langkat (Sumatera Utara): 1 orang

Agam (Sumatera Barat): 1 orang

Padang Pariaman (Sumatera Barat): 1 orang

Korban tambahan ditemukan seiring berlanjutnya proses pencarian dan evakuasi, terutama di wilayah terdampak longsor dan banjir bandang dengan akses terbatas serta kondisi cuaca yang belum stabil.

Ratusan Ribu Warga Mengungsi

Selain korban meninggal, sebanyak 198 orang masih dinyatakan hilang. Tim SAR gabungan terus melakukan pencarian dengan dukungan personel, alat berat, dan teknologi pencarian, meski dihadapkan pada medan berat dan potensi longsor susulan.

BNPB juga mencatat 537.185 jiwa terpaksa mengungsi dan kini tersebar di berbagai lokasi pengungsian, mulai dari sekolah, rumah ibadah, hingga tenda-tenda darurat.

“Untuk korban hilang masih ada 198 orang, sementara jumlah pengungsi mencapai 537.185 jiwa,” kata Abdul.

Penanganan Darurat Terus Berlangsung

BNPB bersama pemerintah daerah, TNI, Polri, relawan, dan unsur kemanusiaan lainnya terus mengintensifkan penanganan darurat, termasuk pencarian korban, evakuasi warga, pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi, distribusi logistik, serta layanan kesehatan.

Pemerintah mengimbau masyarakat di wilayah rawan bencana agar tetap meningkatkan kewaspadaan, mengingat potensi cuaca ekstrem masih berpeluang memicu bencana lanjutan.

Tragedi ini menjadi pengingat akan besarnya risiko bencana alam di Indonesia, sekaligus menguji solidaritas seluruh elemen bangsa dalam menghadapi duka yang belum berakhir.

(K)
#UpdateKorbanBencanaSumatera
#BNPB

 

Serasinews.com, Jakarta — Bencana hidrometeorologi yang melanda Sumatera pada penghujung 2025 terus menelan korban. Hingga Rabu, 10 Desember 2025 pukul 14.40 WIB, BNPB melaporkan 969 orang meninggal dan 254 orang masih hilang akibat banjir besar dan longsor yang menghantam Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.
Data terbaru ini diperoleh melalui Dashboard Penanganan Banjir dan Longsor Sumatera, yang terus diperbarui seiring proses evakuasi yang belum berhenti.

Jumlah korban tersebut meningkat dibandingkan sehari sebelumnya, di mana korban meninggal tercatat 964 jiwa. Kenaikan lima korban dalam waktu kurang dari 24 jam mencerminkan masih ditemukannya korban baru di sejumlah titik bencana.

Aceh Menjadi Pusat Dampak Terparah

BNPB merinci sebaran korban meninggal sebagai berikut:

Aceh: 391 jiwa
Terjadi penambahan dua korban. Akses menuju beberapa wilayah, seperti Aceh Tengah dan Aceh Besar, masih terputus akibat jembatan dan jalan runtuh.

Sumatera Utara: 338 jiwa
Tidak ada perubahan data, namun pencarian korban hilang masih dipusatkan di Mandailing Natal dan Tapanuli Selatan.

Sumatera Barat: 235 jiwa
Bertambah satu korban dari hari sebelumnya. Agam, Tanah Datar, dan Pesisir Selatan terpantau menjadi area dengan kerusakan paling besar.

Dengan total mendekati 1.000 korban jiwa, peristiwa ini masuk dalam kategori bencana banjir dan longsor paling fatal dalam 10 tahun terakhir.

Kerusakan Infrastruktur Meluas

Bencana ini tidak hanya merenggut nyawa, tetapi juga merusak fasilitas publik secara masif. BNPB mencatat:

1.200 fasilitas umum rusak

434 rumah ibadah terdampak

219 fasilitas kesehatan rusak

290 kantor pemerintahan terdampak

581 fasilitas pendidikan rusak

498 jembatan putus atau rusak berat

157.900 rumah rusak berbagai kategori

Akibatnya, aktivitas masyarakat lumpuh di ratusan titik, dan pelayanan publik banyak yang harus dipindahkan ke fasilitas darurat.

Puluhan Ribu Mengungsi, Kebutuhan Mendesak Meningkat

Laporan lapangan menunjukkan puluhan ribu warga kini tinggal di posko pengungsian, masjid, sekolah, dan tenda darurat. Kebutuhan yang paling mendesak antara lain:

bahan pangan dan air bersih

obat-obatan serta layanan kesehatan darurat

perlengkapan bayi dan lansia

dukungan psikososial untuk anak-anak

Distribusi bantuan masih terkendala cuaca dan akses yang terputus.

Evakuasi Dihadang Medan Berat

Tim dari Basarnas, TNI, Polri, relawan, dan BPBD masih berupaya menemukan 254 korban hilang. Namun medan ekstrem, longsor susulan, serta minimnya alat berat memperlambat proses pencarian.
Beberapa lokasi dilaporkan tertimbun material longsor setebal lebih dari 5 meter, memaksa tim melakukan penggalian manual dengan risiko tinggi.

Status Darurat Tetap Diperpanjang

BNPB menegaskan status tanggap darurat masih berlaku di sejumlah daerah. Pemerintah pusat mengoordinasikan bantuan lintas instansi dan mengimbau masyarakat tetap waspada, mengingat potensi cuaca ekstrem diperkirakan terus berlanjut hingga akhir Desember 2025.

Dengan korban jiwa yang terus bertambah, kerusakan masif, dan puluhan ribu orang mengungsi, bencana di Sumatera ini menjadi tragedi nasional yang meninggalkan duka mendalam dan membutuhkan penanganan jangka panjang.

(Rini/Mond)
#BencanaSumatera #BanjirSumatera #BNPB #UpdateKorbanBanjirSumatera

 

Serasinews.com, Jakarta — Bencana hidrometeorologi yang melanda beberapa provinsi di Pulau Sumatera terus menimbulkan duka. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperbarui data hingga Selasa petang, 9 Desember, menyebutkan jumlah korban meninggal dunia mencapai 964 jiwa, bertambah tiga orang dari sehari sebelumnya. Semua korban tambahan berasal dari Provinsi Aceh, salah satu wilayah yang paling parah terdampak. Sementara itu, korban hilang kini tercatat 264 orang, menurun dari 293 orang, berkat upaya pencarian intensif tim SAR gabungan.

“Evakuasi dan pencarian korban terus dilakukan meski terkendala cuaca dan medan,” ujar perwakilan BNPB.

Hampir 900 Ribu Warga Mengungsi
Dampak bencana juga terlihat dari lonjakan pengungsi yang kini mencapai 894.101 jiwa, tersebar di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Warga terpaksa meninggalkan rumah akibat banjir, longsor, dan rusaknya akses jalan, serta kini bertahan di posko darurat, sekolah, masjid, maupun tenda pengungsian. Kondisi pengungsian masih membutuhkan perhatian terkait ketersediaan makanan siap saji, air bersih, layanan kesehatan, sanitasi, dan perlindungan bagi anak-anak serta lansia.

Distribusi Bantuan Meningkat
BNPB melaporkan percepatan distribusi logistik. Hingga pukul 14.00 WIB, tercatat:

3 pengiriman darat dengan total 14,08 ton

17 pengiriman udara dengan total 17,54 ton

Total bantuan yang didistribusikan dalam sehari mencapai 31,62 ton, sebagian besar berupa bahan makanan dan kebutuhan pokok.

BBM dan Bahan Makanan Dikirim TNI AU
TNI Angkatan Udara juga dikerahkan untuk wilayah terisolasi:

20 drum BBM solar (4 ton) via pesawat CN TNI AU

10 ton bahan makanan via pesawat Hercules

Bantuan tiba di Bandara Rambele, Aceh, dan langsung disalurkan ke Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Tengah, yang sempat terisolasi akibat putusnya jalur darat.

Operasi Kemanusiaan Diperluas
BNPB memastikan operasi kemanusiaan terus dilakukan, termasuk pencarian korban hilang, pemulihan akses logistik, pelayanan kesehatan darurat, dan pendataan kerusakan rumah serta fasilitas umum. Pemerintah juga mengimbau masyarakat tetap waspada karena potensi cuaca ekstrem masih tinggi.

(Rini/Mond)
#BNPB
#UpdateKorbanBanjirSumatera
#BanjirSumatera

 

Serasinews.com, Jakarta — Gelombang banjir bandang dan longsor yang melanda Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat sejak 24 November 2025 kini tercatat sebagai salah satu bencana paling mematikan dalam 20 tahun terakhir.
Hingga Minggu (7/12/2025) pukul 08.20 WIB, BNPB melaporkan 916 korban jiwa, sementara 274 orang masih hilang. Data ini bersumber dari Dashboard Penanganan Banjir dan Longsor Sumatra yang diperbarui berkala.

Update per 7 Desember 2025: meninggal 916 jiwa, hilang 274 jiwa, terluka 4,2 ribu jiwa,” tulis BNPB dalam keterangannya.

Kerusakan Fisik Meluas: Infrastruktur Lumpuh di Banyak Titik

Skala kerusakan membuat sejumlah wilayah praktis terisolasi. BNPB mencatat:

1.300 fasilitas umum rusak

420 rumah ibadah terdampak

199 fasilitas kesehatan tak berfungsi optimal

234 gedung pemerintahan rusak

697 fasilitas pendidikan terdampak

405 jembatan rusak atau putus

105.900 rumah rusak dari ringan hingga total

Kerusakan ini memutus rantai transportasi dan distribusi, membuat proses evakuasi serta pengiriman bantuan berlangsung sangat lambat.

Korban Terus Bertambah

Pada hari sebelumnya (6/12), korban meninggal berada di angka 914 jiwa. Dalam konferensi pers, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menjelaskan sebaran korban:

Aceh: 359 jiwa

Sumatra Utara: 329 jiwa

Sumatra Barat: 226 jiwa

Ia menegaskan bahwa operasi pencarian masih berlangsung nonstop, namun medan ekstrem dan cuaca buruk menjadi tantangan terbesar.

Penyebab Bencana: Kombinasi Cuaca Ekstrem & Degradasi Lingkungan

Para ahli menilai besarnya dampak bencana ini merupakan hasil dari tumpang-tindih faktor atmosfer dan kerusakan lingkungan.

1. Curah Hujan Ekstrem & Aktivitas Atmosfer Tinggi

Ketua Prodi Meteorologi ITB Muhammad Rais Abdillah menjelaskan bahwa Sumatra utara sedang berada pada puncak musim hujan, dengan intensitas yang mencapai 300 mm/hari di beberapa titik.
Pembentukan Siklon Tropis Senyar di Selat Malaka turut meningkatkan konsentrasi awan hujan, diperkuat fenomena lain seperti cold surge vortex dan sistem awan skala meso.

2. Lingkungan yang Rusak Tidak Lagi Menyerap Air

Dosen ITB Heri Andreas menegaskan bahwa perubahan fungsi lahan membuat wilayah tersebut kehilangan kemampuan alami untuk meresapkan air.
Daerah yang dahulu berhutan kini berubah menjadi area permukiman, perkebunan, hingga lahan terbuka—menyebabkan air hujan langsung mengalir ke sungai dengan volume besar.

3. Berkurangnya Ruang Tampung Alami

Rawa, hutan rawa, dan dataran banjir—yang seharusnya menjadi penahan air—telah banyak berubah fungsi. Kondisi ini membuat wilayah tak mampu menahan tekanan air saat hujan ekstrem datang.

Situasi Pengungsian: Minim Logistik, Akses Terbatas

Ribuan warga bertahan di tenda pengungsian yang penuh sesak. Air bersih terbatas, obat-obatan menipis, dan penyakit infeksi mulai muncul di kalangan anak-anak.
Sejumlah lokasi hanya dapat dijangkau melalui udara, menggunakan helikopter BNPB dan TNI.

Seruan Ahli: Tata Ruang Sumatra Harus Dievaluasi Total

Para pakar mendesak pemerintah untuk melakukan pembenahan besar-besaran terkait:

pengelolaan DAS,

tata ruang berbasis risiko,

pemulihan vegetasi,

serta peningkatan sistem peringatan dini.

“Jika perubahan lahan tak dikendalikan, bencana serupa hanya menunggu waktu,” ujar Heri.

Banjir dan longsor ini bukan sekadar musibah akibat curah hujan ekstrem; ini adalah cerminan rapuhnya ekosistem dan tata ruang.
Upaya pencarian masih berlangsung, dan kemungkinan jumlah korban terus bertambah.

Pesan para ahli jelas: memperbaiki lingkungan dan tata ruang bukan lagi opsi—melainkan kebutuhan mendesak.

(L6)
#BNPB #UpdateKorbanBanjirSumatera
#BencanaAlam

 

Serasinews.com,  Sumatera — Jumlah korban jiwa akibat rangkaian banjir bandang dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat kembali bertambah. Hingga Sabtu (6/12/2025), BNPB melaporkan 914 orang meninggal dunia, naik 47 korban dari hari sebelumnya.

Dalam konferensi pers, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, merinci sebaran korban yang membuat publik terkejut:

Aceh: 359 jiwa (naik 14 dari sebelumnya 345)

Sumatera Utara: 329 jiwa

Sumatera Barat: 226 jiwa

“Ini data terbaru hingga Sabtu siang, hasil sinkronisasi dengan tim SAR gabungan di lapangan,” jelas Muhari.

389 Orang Masih Hilang

Jumlah warga yang masih dicari turun dari 521 menjadi 389 orang, sebuah penurunan signifikan yang sedikit memberi harapan di tengah duka. Banyak warga yang awalnya dilaporkan hilang ternyata ditemukan selamat di titik-titik pengungsian.

Meski demikian, Muhari menegaskan bahwa 389 orang yang belum ditemukan merupakan angka sangat besar sehingga setiap menit pencarian sangat menentukan. Tim SAR kini memperluas area pencarian hingga ke sepanjang aliran sungai, hutan terisolasi, dan lembah yang tertimbun longsor.

Mengapa Dampaknya Begitu Dahsyat?

Menurut BNPB dan para akademisi, sedikitnya tiga faktor kunci saling memperparah besarnya bencana di Sumatera.

1. Atmosfer Sangat Aktif: Siklon, Vortex, dan Hujan Ekstrem

Ketua Program Studi Meteorologi ITB, Muhammad Rais Abdillah, menyebut bahwa Sumatera Utara sedang berada pada puncak musim hujan. Sejumlah data menunjukkan:

Curah hujan mencapai 150–300 mm per hari

Beberapa stasiun BMKG mencatat lebih dari 300 mm, setara dengan level ekstrem banjir Jakarta 2020

Pada 24 November terbentuk vortex dari Semenanjung Malaysia yang berkembang menjadi Siklon Tropis Senyar di Selat Malaka

Siklon ini meningkatkan suplai uap air dan memperluas wilayah hujan, sehingga curah hujan menjadi sangat deras, luas, dan berlangsung lama.

2. Kerusakan Lingkungan Memperburuk Dampak

Menurut Heri Andreas, Dosen Teknik Geodesi dan Geomatika ITB, tingginya kerusakan lingkungan mempercepat terjadinya bencana. Hilangnya tutupan vegetasi, perubahan fungsi lahan, ekspansi permukiman dan perkebunan intensif, serta berkurangnya kapasitas tanah menyerap air membuat volume air besar langsung mengalir deras ke lembah dan sungai, memicu banjir bandang.

3. Kapasitas Tampung Wilayah yang Melemah

Banyak wilayah terdampak telah lama berada di titik kritis—sungai menyempit, sedimentasi tinggi, drainase buruk, serta minimnya kawasan resapan. Kondisi ini membuat infrastruktur pengendali air tak lagi mampu menahan limpasan dalam skala besar.

Heri menambahkan bahwa peta bahaya banjir di Indonesia masih belum memadai sehingga mitigasi risiko belum berjalan efektif.

Luka Panjang Sumatera: Antara Kehilangan dan Harapan

Bencana yang menghantam Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sejak akhir November ini menjadi salah satu yang terburuk dalam satu dekade terakhir. Lebih dari 914 keluarga kehilangan orang tercinta, ratusan lainnya masih hilang, dan ribuan warga terpaksa mengungsi.

Meski demikian, kabar ditemukannya penyintas dari daftar orang hilang menjadi secercah harapan di tengah gelombang duka.

Pencarian, evakuasi, dan pemulihan terus dilakukan. Sementara itu, satu pertanyaan besar kembali muncul:

Seberapa siap kita menghadapi bencana yang kini datang kian sering?

(L6)
#UpdateKorbanBanjirSumatera #BencanaAlam #BanjirSumatera

 

Serasinews.com, SUMATERA — Hujan tanpa jeda yang mengguyur Aceh dan sebagian besar wilayah Sumatera sejak akhir November akhirnya berubah menjadi bencana dahsyat. Bukan sekadar banjir musiman, tetapi tragedi kemanusiaan yang merenggut ratusan nyawa dan meninggalkan luka kolektif bagi jutaan warga.

Per Sabtu, 6 Desember 2025, BNPB mencatat 883 korban meninggal, 520 orang hilang, dan lebih dari 4.200 luka-luka. Angka ini terus bertambah seiring upaya pencarian yang terhambat cuaca buruk dan akses yang terputus.

Agam: Kabupaten yang Dihantam Paling Keras

Dari 51 kabupaten terdampak, Agam di Sumatera Barat menjadi wilayah dengan korban jiwa terbanyak: 171 orang meninggal. Longsor besar menyapu permukiman di kaki bukit hanya dalam hitungan detik, menyisakan tumpukan tanah tebal dan puing bangunan.

Tim SAR masih bekerja siang-malam. Suara mesin alat berat berpadu dengan jeritan keluarga yang mencari anggota keluarganya. Namun beberapa titik masih tak dapat ditembus—jalan lenyap, jembatan runtuh, dan bukit yang terus mengelupas setiap kali hujan turun.

Gelombang Pengungsian Terbesar di Aceh Tamiang

Di Aceh Tamiang, kisahnya tak kalah pahit. Lebih dari 281.300 warga meninggalkan rumah yang tak lagi dapat ditinggali. Balai desa, sekolah, masjid, bahkan emperan toko berubah menjadi tempat perlindungan darurat.

Di banyak posko, muncul persoalan baru: air bersih menipis, sanitasi rusak, anak-anak mulai terserang penyakit kulit, dan aroma obat-obatan bercampur lumpur memenuhi udara.

Kerusakan Fisik yang Masif

Skala kehancuran yang tercatat BNPB memperlihatkan betapa berat dampak bencana ini:

121.500 rumah rusak

1.100 fasilitas umum hancur

270 fasilitas kesehatan terdampak

509 sekolah rusak

338 rumah ibadah terdampak

221 gedung dan kantor rusak

405 jembatan putus atau rusak berat

Jembatan-jembatan yang putus membuat sejumlah wilayah terisolasi total. Bantuan logistik hanya bisa masuk dengan perahu atau jalur udara.

Jembatan Bailey Mulai Dirakit

Pemerintah pusat bergerak cepat. Dua jembatan bailey yang menghubungkan Aceh–Sumut mulai dirakit kembali untuk mengembalikan aliran logistik yang sempat terhenti. Setiap jam sangat berharga karena bantuan ke wilayah pedalaman bergantung pada jalur ini.

Ancaman Belum Usai

BMKG mengingatkan potensi hujan ekstrem masih tinggi. Cuaca sewaktu-waktu dapat memicu longsor susulan dan banjir bandang di daerah yang tanahnya sudah jenuh air.

BNPB mengimbau warga tetap waspada dan tidak kembali ke zona rawan sebelum dinyatakan aman sepenuhnya.

Solidaritas Mengalir

Di tengah duka, gelombang solidaritas menguat. Relawan datang dari berbagai daerah, donasi logistik terus berdatangan, dan lembaga internasional mulai menawarkan dukungan.

Bencana ini tak hanya menguji kesiapan negara, tetapi juga ketangguhan masyarakat untuk bangkit dari kehancuran.

(Rini/Mond)
#BNPB
#UpdateKorbanBanjirSumatera

 

Serasinews.com, Jakarta — Gelombang banjir dan longsor yang menghantam Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat memunculkan dampak kemanusiaan yang sangat besar. BNPB melaporkan bahwa hingga Jumat (5/12) jumlah korban meninggal telah mencapai 836 orang, sementara 509 warga masih belum ditemukan. Skala bencana ini menjadikannya salah satu tragedi hidrometeorologi paling mematikan dalam sepuluh tahun terakhir di Indonesia.

Sumatra Utara Paling Parah Terdampak

Korban jiwa terbanyak berasal dari Sumatra Utara, diikuti Provinsi Aceh dan Sumatra Barat. Hujan ekstrem berkepanjangan memperlemah struktur tanah, memicu rangkaian longsor di wilayah perbukitan serta kawasan aliran sungai.
BNPB juga mencatat 2.700 warga mengalami luka-luka, terutama akibat tertimbun material longsor dan terseret arus banjir saat mencari selamat.

Pendataan masih berlangsung karena sejumlah daerah terpencil belum dapat diakses akibat jalan terputus dan banyak jembatan runtuh.

Rumah dan Infrastruktur Luluh Lantak

Kerusakan fisik cukup masif. Sedikitnya 10.500 rumah rusak di 51 kabupaten/kota. Banyak rumah warga dinyatakan tidak layak huni karena kerusakan berat.

Rincian Kerusakan

Fasilitas umum: 536 unit

Fasilitas kesehatan: 25 unit

Sekolah: 326 unit

Rumah ibadah: 185 unit

Gedung/kantor: 115 unit

Jembatan putus: 295 unit

Putusnya ratusan jembatan membuat beberapa wilayah praktis terisolasi. Bantuan hanya dapat didorong melalui helikopter atau jalur air yang aman.

Bantuan Awal Mulai Mengalir

Untuk memenuhi kebutuhan mendesak para penyintas, BNPB telah menyalurkan berbagai bantuan darurat berupa:

4.400 paket sembako

67 koli pakaian

1.100 matras

40 tenda pengungsi

49 perangkat Starlink untuk mengatasi mati total jaringan komunikasi di daerah terdampak

Teknologi satelit tersebut digunakan untuk mempercepat koordinasi tim penyelamat serta memastikan informasi dari lapangan dapat tersampaikan tanpa hambatan.

Evakuasi Masih Berpacu dengan Cuaca

Tim SAR gabungan terus melakukan pencarian korban meski cuaca tidak bersahabat. Hujan susulan memaksa sejumlah operasi dihentikan sementara karena ancaman longsor.
Ribuan warga kini menghuni pos-pos pengungsian dengan kebutuhan utama berupa air bersih, layanan kesehatan, selimut, serta obat-obatan.

BMKG: Potensi Hujan Ekstrem Belum Usai

BMKG kembali memperingatkan bahwa curah hujan tinggi masih berpotensi terjadi beberapa hari ke depan. Pemerintah daerah diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama di kawasan rawan longsor dan banjir.

Luka Mendalam di Tanah Sumatra

Dengan ratusan korban meninggal dan ratusan lainnya masih hilang, bencana ini meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat di tiga provinsi. Pemerintah pusat menyatakan kesiapan menambah personel dan logistik, sekaligus mulai menyiapkan tahap rehabilitasi jangka panjang.

(K)
#BanjirSumatera #Peristiwa #BNPB
#UpdateKorbanBanjirSumatera

 

Serasinews.com, Jakarta – Gelombang bencana terbesar dalam sepuluh tahun terakhir kembali meninggalkan jejak luka mendalam di Sumatera. Banjir bandang serta longsor yang menyapu Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat kini memasuki fase paling memilukan.

Pada Kamis (4/12), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis pembaruan data terbaru: skala kerusakan jauh melampaui perkiraan awal.
Hingga hari ini, 776 orang dilaporkan meninggal dunia, sementara 564 lainnya masih hilang. Di tengah tumpukan puing dan kubangan lumpur, keluarga korban terus mencari harapan yang tersisa.

Selain korban jiwa, 2.600 warga mengalami luka-luka, mulai dari cedera ringan hingga trauma berat. Sumatera Utara tercatat sebagai provinsi yang paling parah terdampak, disusul Aceh dan Sumatera Barat.

10,4 Ribu Rumah Rata Tanah – 51 Kabupaten/Kota Luluh Lantak

Data BNPB menggambarkan betapa dahsyatnya terjangan bencana kali ini. Permukiman dari pesisir hingga lereng bukit porak-poranda. Rumah warga ambruk, fasilitas umum rusak, dan akses antardaerah terputus.

Kerusakan yang tercatat meliputi:

Rumah & Infrastruktur Warga

10.400 rumah hancur

295 jembatan putus, membuat banyak wilayah benar-benar terisolasi

132 rumah ibadah mengalami kerusakan

Fasilitas Publik

354 fasilitas umum terdampak

213 sekolah rusak

100 gedung pelayanan publik lumpuh

9 fasilitas kesehatan rusak, menghambat layanan medis

Ribuan pengungsi kini bertahan di titik-titik penampungan darurat dengan logistik yang masih terbatas.

Bantuan Mengalir: Dari Sembako hingga Starlink

Untuk mempercepat pemulihan darurat, BNPB mengirimkan bantuan ke berbagai lokasi terdampak di tiga provinsi.

Bantuan yang telah disalurkan mencakup:

4.400 paket sembako

49 perangkat Starlink untuk memulihkan komunikasi di wilayah yang terputus

1.100 matras

67 koli pakaian

40 tenda pengungsian

Perangkat Starlink menjadi tulang punggung komunikasi darurat setelah banyak menara BTS roboh dan jaringan fiber optik terputus tertimbun longsor.

Duka Menggenang Bersama Lumpur

Banjir besar yang datang seketika dan longsor yang menyapu pemukiman membuat banyak warga tak sempat menyelamatkan apapun. Tim SAR masih berjuang menembus lumpur setinggi pinggang, sementara alat berat sulit bergerak akibat jalan runtuh.

Di tenda-tenda pengungsian, relawan medis mencatat peningkatan kasus infeksi kulit, demam, dan gangguan psikologis, terutama pada anak-anak dan lansia.

Jalan Panjang Menuju Pemulihan

Meski cuaca mulai membaik, ancaman banjir susulan dan longsor masih membayangi, terutama di kawasan perbukitan yang tanahnya sudah jenuh air. BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan mengikuti instruksi pemerintah daerah.

Bencana ini diperkirakan menjadi salah satu yang paling mematikan dan merusak di Sumatera dalam satu dekade terakhir, menuntut sinergi besar antara pemerintah, relawan, dan masyarakat.

(K)
#BNPB #UpdateKorbanBanjirSumatera
#BanjirSumatera #BencanaAlam

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.