Articles by "Banjir"

Aceh Afif Maulana Agam AIDS Aipda Dian WR AirterjunLembahAnaiMeluap Aksibersihpantai AksiJalanan Aleknagari Amak Lisa AmalanBulanRajab AnjingPelacak anthropophobia Antikorupsi ApdateKorbanBencanaSumatera Apelsiaga Apeltanggapbencana Arif maulana Arosuka Artikel Artis Minang Asusila balapliar BalapMotor Bali Balikpapan BandarNarkobaKabur Bandung Banji Banjir BanjirAceh BanjirAgam BanjirBandang BanjirPadang BanjirSumatera BanjirSumbar BanjirSumut bansos banten BantuanBencanaAcehHilang BantuanKorbanBencanaPasbar Banyuwangi Bapenda Batam BatangArau Batuk BBM BeaCukai bencana Bencana alam Bencanaalam BencanaAlamSumateraBarat BencanaHidrometeorologi BencanaKotaPadang BencanaSumatera BencanaSumbar BerantasNarkoba BibitSiklonTropis95B BKSDA BMKG BNNPSumbar BNNsumbar BNPB BobonSantoso Box Redaksi BPBDKabupatenAgam BPBDPadang BPBDSumbar BPHMigas BrimobPoldaSumbar Brimobuntukindonesia BRISuperLeague bukit sitinurbaya Bukittinggi BungaBangkai BungaRafflesia BWSS V padang BWSSV BWSSVPadang Calon Bupati cemburubuta CerintIrallozaTasya Cikampek Cikarang CuacaEkstrem cuacapanasekstrem curanmor Daerah danabos Dandrem 032 WBR dankodaeral II Denpasar Depok DeptCollector Dharmasraya Dinas sosial DinasPendidikanSumbar DinasPerpusipPadang DinasPerpustakaandanArsip DinasPertanian dinassosial dinassosialpadang Dirlantas Dirlantas Polda Sumbar DirlantasPoldaSumbar Disdukcapil DitpolairudPoldaSumbar DPCPKBkotapadang DPDRI DPR DPRD Padang DPRDpadang DPRDsumbar DPUPR DPUPRPadang dubalangkota EmpatPilar Enarotali Evakuasi festival sepakbola Filipina Galodo GalodoLembahAnai gangguanhormon GanjaKering gaya hidup GayaHidup gempa GempaBumi gerakcepatdinsos gorontalo GrasstrackMotocross Gresik GunungMerapiErupsi gurbernurriaukenaottkpk HAM HargaCabaiNaik Haripahlawan Harisumpahpemuda Hidroneteologi Hipnotis HismawaMigas HIV Hot New HubunganSesamaJenis hukum Huntara HUT Humaspolri ke 74 HUT80Brimob Hutan IKW IKWRI IlegalFishing IlegalMinning IllegalLogging Indonesia Indonesia. indonesiamaju infrastruktur Intan jaya Internasional irigasi Islam Islami Jakarta Jakarta Selatan JalanLembahAnaiPutus JalanLongsor JalanRetak Jambi Jawa Tengah Jayapura Jayawijaya JembatanPutus JembatanRetak Jogyakarta jurnalis JusufKalla K9 Kabupaten Agam kabupaten dharmasraya Kabupaten Solok KabupatenAgam KabupatenDharmasraya KabupatenPasamanBarat KabupatenPesisirSelatan kabupatenSolokSelatan KafeKaraoke KAI Sumbar Kakorlantas kakorlantaspolri kapolres kapolressijunjung Kapolri KarangTaruna kasat narkoba KasusMedis keamanan kebakaran KebakaranPasarPayamumbuh KebatanGunungNagoPutus kecamatankototangah kecelakaan kegiatanrutin KejariDharmasraya kejaripadang kejaripesel kekerasan kelangkaanBBM kelangkaansolar Kemenag Kemenhut Kemenkes Kementrian PU kementriankebudayaan KementrianLingkunganHidup KemuliaanBulanRajab kendaraan KeracunanMakanan Kesehatan keselamatan bersama keselamatan kerja kesiapsiagaan kesunyian malam ketertiban umum KetertibanUmum Kiwirok KKB KLHK Kodim 0307 Tanah Datar KomnasHAM komplotanganjalATM KorbanBanjirAgam KorbanBrncanaAgam Korem 032/WB Korpolairud korupsi Kota Padang KotaPadang KotaPariaman KPK Kriminal KRYD KUHP KumpulanDo'a Laksamanamuda Lampung LembahAnai Lembang Leonardy LGBT life style lifestyle Lima Puluh Kota LimaPuluhKota lingkungan listrikilegal literasi lombok timur Longsor LongsorKampusUINImambonjol LowonganKerjaPalsu Madiun Magelang MahardikaMudaIndonesia MahyeldiAnsharullah Makan Bergizi Gratis Makasar Malalak MalPraktek ManfaatAirKelapa manila MapolsekMuaraBatangGadisDibakarMasaa MataElang Medan MengelolaAirUntukNegri mentalhealth Mentawai Mesum Mimika Miras MirasIlegal MobilBencanaDibakarMassa MobilPatwalPoldaSumbarKecelakaan MobilSatpolPPAcehDibakarMassa MogokKerja MTsN10pesisirselatan Muhammadiyah mutilasibayi nagarisolokambah nagarisulitair narkoba Narkotika Nasioanl Nasional ngaraisianok NinjaSawit NTT odgj OknumGuruLGBT Oksibil olahraga Opini OprasiLilinSinggalang2025 oprasimalam oprasitumpasbandar2025 oprasizebra2025 oprasizebrasinggalang2025 OrangHanyut OTTKPK PADA Padang Padang panjang Padang Pariaman PadangAman PadangPariaman PadangRancak PadangSigap Pahlawannasional pajak air tanah Palimanan pandekarancak pantaipadang Papua parenting Pariaman Parlemen Pasaman Pasaman barat pasamanbarat pasang pasarrayapadang Pasuruan Payakumbuh PDAM PeduliBencana Pekanbaru Pelalawan pelayananhumanis pelayanansosial PelemikBantuanAsing PemakamanMasalKorbanBencanaSumbar PembabatanHutan PembalakanHutanMentawai pembalakanLiar Pembunuhan pemerasan Pemko Padang PemkoPadang PemulihanBencana PemutihanPajakKendaraan pencabulan PencarianKorbanBanjirPadang Pencirian PenculikanAnak Pencurian Pendidikan penegakanhukum penemuanbayi penemuanJanin PenemuanJasadBayo penemuanmayat Penertiban Pengancaman pengangguran penganiayaan Pengeroyokan Penggelapan Penjarahan Perbankan Perceraian Perdagangan peristiwa peristiwadaerah perlindungananak Persami PersijaJakarta pertahanan PerumdaAirMinum Pesisir Selatan PesisirSelatan Peti PJN PKL PolaMakan PolantasMenyapa Polda banten Polda Jabar Polda Kalbar Polda Metro Jaya polda Papua POLDA SulBar POLDA SUMBAR PoldaRiau Poldasumbar PoldaSumut Polhut Policegoestoscool Polisi Politik polPP polres Polres 50 kota Polres Dharmasraya Polres Mentawai Polres Padang panjang Polres Pasaman Polres Pasaman Barat Polres Solok Polres solok selatan PolresPadang polrespasaman polrespasamanbarat polrespasbar PolresPayakumbuh polrespesel PolresSolokKota polresSolokSelatan Polresta bukittinggi Polresta Padang PolresTanahDatar polrestapadang POLRI PolriPresisi Polsek bungus barat Polsek Koto Tangah Padang Polsek Lubeg Pontianak PrabowoSubianto PrajuritTNITewas PrediksiCuaca premanisme Presiden RI PrestaPadang psp padang Ptostitusi PuanMaharani Puncak jaya Purwakarta jawabarat QuickWins Razia RekeningDormant Religi RevisiKUHP Riau RidwanKamil RokokIlegal sabu Sajam SakitPerut Sarkel SatgasDamaiCartenz satgasoprasidamai satlantaspolresta SatpolPP SatpolPPAceh Sawahlunto Sawmil SeaGamen2025 segmen sianok seherman SekolahRakyat Semarang semenpadang SemenPadangFC Senjatatajam sepakbola sepakbolaindonesia SepakBolaWanita Serang ServisKendaraanGratisKorbanBanjirAgam SiagaBencana SigapMembangunNegriUntukRakyat Sijunjung sikat singgalang2025 silent treatment simulasibencana Sinkhole siswismptewassaathiking sitinjaulauik Skoliosis SMA1pulaupunjung sobatlalulintasrancakbana solok Solok selatan solokarosuka solokselatan solsel Sosialisasi SPBUganting SPPG STNK Strongpoint subsidi ilegal sukabumi Sulawesi Tenggara Sumatera Barat SumateraBarat Sumaterbarat Sumatra barat Sumbar SungaiKuranji Surabaya swasembadapangan tambangilegal Tanah datar tanahdatar tanggapdarurat TanggapDaruratBencana tawuran TawuranNarkoba Terbaru Ternate Timika Papua timklewang TimnasIndonesiaU22 TimnasWanitaIndonesia TNI TPUTunggulHitam Transformasi polri transpadang transportasi TrukTerbakar tsunamiDrill Tuak Uin UIN IB Padang UpadateKorbanBencanaSumatera UpdateKorbanBanjirSumatera UpdateKorbanBencanaAlam UpdateKorbanBencanaSumatera Utama UUMD3 Viral Yalimo Yogyakarta Yuhukimo
Tampilkan postingan dengan label Banjir. Tampilkan semua postingan

 

Serasinews.com, Padang — Curah hujan tinggi yang mengguyur Kota Padang sejak Selasa siang menyebabkan sejumlah sungai meluap dan memicu banjir di beberapa kawasan rawan. Sekitar pukul 16.00 WIB, air mulai merendam permukiman warga setelah debit sungai naik drastis dalam waktu singkat.

Dampak terparah terjadi di Kecamatan Nanggalo dan Kecamatan Pauh. Luapan air sungai di dua wilayah tersebut menimbulkan kepanikan warga, terutama karena hujan diperkirakan masih akan berlanjut hingga malam hari.

Di Kecamatan Nanggalo, kawasan Tabing Banda Gadang kembali terendam banjir. Air sungai meluap ke permukiman padat penduduk, sementara sistem drainase yang terbatas tidak mampu menahan volume air hujan. Genangan pun cepat meluas ke rumah-rumah warga.

Kawasan Tabing Banda Gadang, Gurun Laweh, dan Kampung Lapai memang dikenal sebagai daerah rawan banjir. Letaknya yang berada di sekitar aliran sungai membuat wilayah ini hampir selalu terdampak setiap kali hujan deras mengguyur Kota Padang.

Camat Nanggalo, Amrizal Rengganis, meminta warga yang tinggal di daerah bantaran sungai untuk meningkatkan kewaspadaan dan segera bersiap jika diperlukan evakuasi.

“Debit Sungai Batang Kuranji di kawasan Gunung Nago mengalami peningkatan cukup signifikan. Kami mengimbau warga yang berada dekat aliran sungai untuk sementara menjauh dan mengutamakan keselamatan,” ujar Amrizal.

Sementara itu, banjir juga melanda Kecamatan Pauh setelah Sungai Batu Busuk meluap dan merendam permukiman warga di RT 03 RW 04, Kelurahan Kapalo Koto. Air sungai naik secara tiba-tiba, memaksa warga menyelamatkan diri ke tempat yang lebih aman.

Sebanyak 16 unit rumah dilaporkan terendam dengan ketinggian air yang bervariasi. Derasnya arus air membawa lumpur serta material kayu dan ranting, sehingga memperparah genangan di sekitar permukiman.

Ketua Posko Talang Mandiri sekaligus Ketua Karang Taruna setempat, M. Ilham, mengatakan relawan bergerak cepat begitu air mulai naik. Warga di titik terendah langsung diarahkan untuk melakukan evakuasi mandiri.

“Kenaikan air terjadi sangat cepat. Kami fokus membantu warga, terutama anak-anak dan lansia, agar bisa berpindah ke lokasi yang lebih aman,” ujarnya.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang telah mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem dan meminta masyarakat di daerah rawan banjir tetap siaga. Petugas bersama relawan terus memantau perkembangan debit sungai serta menyiapkan langkah-langkah penanganan darurat.

Peristiwa ini kembali menegaskan tingginya potensi bencana hidrometeorologi di Kota Padang saat musim hujan, sehingga kewaspadaan dan kesiapsiagaan masyarakat menjadi kunci untuk meminimalkan dampak banjir.

(VLR

#Peristiwa # Banjir

 

Serasinews.com,Padang — Pemerintah Kota Padang menetapkan hari Kamis, 27 November 2025, sebagai hari libur untuk seluruh siswa SD dan SMP. Kebijakan ini diambil setelah meningkatnya risiko banjir hidrometeorologi yang sejak dini hari melanda sejumlah kecamatan di kota tersebut. Keputusan disampaikan langsung oleh Wali Kota Padang, Fadly Amran, sebagai langkah cepat untuk menjaga keselamatan peserta didik.

Curah Hujan Ekstrem, Debit Sungai Meningkat

Hujan deras yang turun sejak malam menyebabkan debit beberapa sungai besar seperti Batang Kuranji, Batang Arau, dan Batang Air Dingin naik tajam. Di beberapa daerah rawan seperti Kuranji, Lubuk Kilangan, Nanggalo, dan Pauh, air mulai masuk ke permukiman warga.

BPBD Kota Padang mencatat genangan setinggi 30–70 cm serta laporan potensi longsor di kawasan perbukitan. Sejak subuh, tim TRC BPBD, Damkar, dan relawan sudah turun ke lapangan melakukan pemantauan dan penanganan cepat.

Keselamatan Siswa Jadi Prioritas

Di tengah kondisi cuaca yang belum stabil, Wali Kota Fadly Amran menegaskan bahwa keselamatan siswa tidak bisa ditawar.

“Dengan mempertimbangkan situasi dan potensi banjir susulan, kegiatan belajar mengajar untuk tingkat SD dan SMP kami hentikan sementara hingga ada pemberitahuan berikutnya,” ujarnya dalam pernyataan resmi.

Ia juga mengimbau orang tua agar memastikan anak-anak tetap berada di rumah dan menjauhi area sungai, saluran air besar, serta kawasan rawan longsor.

Sekolah Diminta Siaga

Dinas Pendidikan Kota Padang mengarahkan semua kepala sekolah untuk:

Memantau kondisi sekitar sekolah,

Mengirim laporan berkala terkait potensi kerusakan fasilitas,

Menyiapkan skema pembelajaran jarak jauh jika libur diperpanjang,

Berkoordinasi dengan komite sekolah untuk kebutuhan darurat.

BPBD juga terus memperbarui peta risiko banjir sebagai dasar penentuan zona aman dan zona merah.

Warga Diminta Tetap Waspada

Pemko Padang kembali mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan menghadapi cuaca ekstrem.

“Tetap waspada dan prioritaskan keselamatan. Hindari aktivitas di kawasan rawan. Semoga kita semua dilindungi Allah SWT,” tutur Fadly.

Layanan aduan cepat BPBD dan aplikasi SiTanggap juga dibuka untuk menerima laporan terkait banjir, pohon tumbang, maupun kondisi darurat lainnya.

Prediksi Cuaca: Hujan Masih Berlanjut

BMKG Minangkabau memprediksi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih akan mendominasi wilayah Padang selama dua hari ke depan, terutama pada sore hingga malam hari. Kondisi ini meningkatkan potensi banjir rob di daerah pesisir serta longsor di kawasan berbukit.

(Rini/Mond)
#Padang #BencanaAlam #Banjir
#Hidroneteorologi

 

Serasinews.com,  PadangJembatan Gunung Nago yang menjadi penghubung utama antara Kecamatan Kuranji dan Pauh runtuh pada Kamis pagi (27/11/2025) setelah banjir besar dari Sungai Batang Kuranji menghantam struktur jembatan dengan arus yang tak terkendali. Dalam hitungan menit, konstruksi yang telah bertahun-tahun menjadi jalur vital itu tak lagi mampu menahan tekanan air.

Melalui unggahan resmi di Instagram, Polsek Pauh memperingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan. “Jembatan Gunung Nago putus, diimbau untuk masyarakat Pauh untuk tetap waspada,” tulis mereka, menandai situasi yang sedang berkembang cepat.

Derasnya arus yang memutuskan struktur

Video yang beredar menunjukkan kenaikan debit air sejak dini hari. Arus sungai membawa kayu besar, lumpur, dan material lain yang menghantam badan jembatan secara berulang. Tiap benturan memperlihatkan semakin melemahnya bagian tengah.

Seorang warga yang merekam detik-detik terakhir menyebutkan, sekitar pukul enam pagi air sudah menyentuh bagian bawah jembatan. “Tak lama, bagian tengahnya turun, lalu patah,” ungkapnya.

Dalam rekaman lain terdengar warga panik mengingatkan satu sama lain untuk menjauh, tepat sebelum salah satu penyangga utama ikut terseret arus.

Mobilitas warga lumpuh

Jembatan Gunung Nago selama ini menjadi jalur tercepat menuju kawasan Universitas Andalas (UNAND) di Limau Manis dari arah Kuranji dan Belimbing. Setiap pagi dan sore jembatan tersebut dipadati warga, mahasiswa, serta pedagang.

Pasca-runtuhnya jembatan, warga terpaksa mengambil jalur alternatif yang lebih jauh dan berliku. Waktu tempuh meningkat drastis dan aktivitas masyarakat terganggu, termasuk mahasiswa yang hendak mengikuti ujian pagi di kampus.

“Saya sudah berangkat lebih awal, tapi tetap tak bisa lewat. Banyak yang akhirnya tidak sampai ke kampus,” kata salah seorang mahasiswa yang ditemui di lokasi.

Penanganan awal dan pemantauan lanjutan

Petugas BPBD Kota Padang bersama kepolisian segera memasang pembatas untuk mengamankan area. Kondisi cuaca yang masih tidak stabil membuat ancaman runtuhan lanjutan tetap ada.

Belum ada laporan korban jiwa hingga saat ini, namun tim gabungan terus memantau kondisi sungai serta infrastruktur lain di sepanjang aliran Batang Kuranji.

Bagi warga sekitar, robohnya jembatan ini menjadi peringatan keras bahwa curah hujan tinggi bisa mengubah aliran sungai menjadi ancaman nyata dalam waktu singkat.

(Rini/Mond)
#Peristiwa #JembatanGunungNagoPutus #Padang #Banjir

 

Serasinews.com:Padang, Sumatera Barat – Dalam gelap malam yang hanya diterangi lampu taktis dan sorot senter, personel Satuan Brimob (Satbrimob) Polda Sumbar bergerak cepat menembus kawasan yang tergenang banjir, Senin (24/11). Hujan deras sejak sore membuat air naik drastis dan sejumlah permukiman terisolasi hanya dalam beberapa jam.

Tanpa menunggu pagi, ratusan personel dikerahkan. Perahu karet, rompi pelampung, tandu lipat, hingga alat penerangan disiapkan dalam hitungan menit. Jalan-jalan yang berubah menjadi lorong air menjadi rute yang harus ditembus demi memastikan tak ada warga yang terjebak di dalam rumah.

Prioritas Evakuasi: Anak-anak, Lansia, dan Kelompok Rentan

Dikonfirmasi oleh Dansat Brimob Polda Sumbar Kombes Pol Lukman SD Malik melalui Kabag Ops Satbrimob, Kompol Doni Lisman, pengerahan personel dilakukan segera setelah laporan pertama diterima.

“Begitu informasi masuk, tim langsung menuju lokasi terdampak. Prioritas kami jelas: mengevakuasi kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, lansia, dan penyandang disabilitas,” ujar Kompol Doni, Selasa (25/11).

Di banyak titik, akses utama sudah tak bisa dilewati, memaksa personel masuk melalui jalur alternatif. Rumah-rumah yang gelap karena aliran listrik dipadamkan diperiksa satu per satu untuk memastikan tak ada warga tertinggal.

Lebih dari Evakuasi: Penyisiran, Pemantauan, dan Pengamanan Jalur

Operasi semalam penuh itu bukan hanya soal memindahkan warga ke titik aman. Personel Brimob juga melakukan pemantauan ketinggian air, penyisiran rumah-rumah terisolasi, dan pengamanan jalur evakuasi sebelum warga dipindahkan.

Di beberapa lokasi, arus air tidak merata dan membentuk pusaran berbahaya. Untuk itu, setiap tim wajib melaporkan kondisi melalui HT secara berkala.

“Fokus utama adalah keselamatan warga, tapi kondisi yang dinamis membuat keselamatan personel juga harus dijaga,” jelas Doni.

Bantuan Lanjut: Amankan Dokumen Warga dan Dirikan Dapur Umum

Selain mengevakuasi, personel Brimob membantu warga menyelamatkan dokumen penting seperti surat tanah, ijazah, dan obat-obatan. Pada area yang aman, tim logistik mendirikan titik pengungsian darurat lengkap dengan tenda besar.

Tak lama setelah kelompok pertama tiba, dapur umum langsung beroperasi menyediakan makanan hangat. Kehadiran tenda dan layanan cepat ini memberi rasa aman awal bagi warga yang baru saja meninggalkan rumah mereka.

Puluhan Warga Berhasil Diselamatkan

Berkat koordinasi cepat antara Brimob, BPBD, pemerintah daerah, dan warga, puluhan orang berhasil dievakuasi dalam operasi yang berlangsung sepanjang malam. Meski arus deras, listrik padam, dan hujan tak berhenti, operasi berjalan lancar tanpa korban jiwa tambahan.

“Kami bekerja dalam tekanan, tapi komitmen anggota sangat kuat. Selama masih ada warga yang butuh bantuan, mereka tidak akan berhenti,” tegas Kompol Doni.

Sinergi Jadi Kunci

Kompol Doni kembali menegaskan bahwa penanganan bencana membutuhkan kerja sama banyak pihak. Dalam situasi banjir seperti ini, kolaborasi lintas instansi dan gotong royong masyarakat menjadi kunci mempercepat pemulihan.

“Dengan koordinasi dan dukungan yang baik, dampak bencana bisa ditekan dan proses pemulihan berjalan lebih cepat,” tutupnya.

(PM)
#BrimobPoldaSumbar #Padang #Banjir

 

Serasinews.com,Padang – Hujan tanpa henti selama beberapa hari terakhir akhirnya memaksa Kota Padang berlutut di bawah derasnya air. Pada Selasa (25/11/2025) menjelang fajar, langit seakan membuka seluruh pintunya. Dalam waktu singkat, ruas-ruas jalan berubah menjadi arus banjir, permukiman terperangkap genangan, dan lebih dari 27 ribu jiwa terseret dalam kondisi darurat.

Kalaksa BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, menggambarkan situasi kota yang seolah dikepung air dari segala arah. “Banjir terjadi hampir di seluruh titik. Jumlah warga terdampak sangat besar,” ujarnya kepada Diskominfo Padang pada Selasa malam.

Data dari Pusdalops BPBD mencatat 27.433 warga terdampak, dengan Kecamatan Koto Tangah menjadi wilayah paling parah—20.983 warganya terendam banjir.

Wilayah lain turut mengalami kondisi serupa:

Nanggalo: 2.232 warga

Padang Utara: 1.486 warga

Lubuk Begalung: 893 jiwa

Pauh: 741 jiwa

Kuranji: 601 jiwa

Padang Barat: 321 jiwa

Padang Timur: 150 jiwa

Bungus Teluk Kabung: 26 jiwa

“Total sembilan kecamatan terdampak,” tambah Hendri, menggambarkan betapa beratnya kerja para petugas yang sejak dini hari berjibaku di lapangan.

Kerusakan fisik pun cukup luas:

2 rumah hanyut

61 rumah rusak sedang

17 rumah rusak ringan

1 rumah ibadah mengalami kerusakan ringan

2 titik longsor memutus akses jalan

2 petak sawah rusak berat

Semua data masih bersifat sementara. Tim BPBD masih terus menyisir wilayah yang belum terjangkau, menembus genangan dan medan licin untuk memastikan kondisi warga.

“Kami akan terus memperbarui informasi terkait banjir, longsor, dan dampak lain akibat hujan ekstrem ini,” ujar Hendri. Di tengah rasa lelah, hanya keteguhan yang tersisa sebagai penggerak para petugas menghadapi malam yang berat bagi Kota Padang.

(Rini/Mond)
#Peristiwa #BencanaAlam #Banjir #Padang

 

Serasinews.com,Padang – Hujan deras yang mengguyur Kota Padang sejak Senin malam (24/11/2025) hingga Selasa pagi (25/11/2025) memicu banjir besar di sejumlah wilayah. Salah satu area terdampak parah adalah Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tunggulhitam, yang nyaris tenggelam akibat luapan Sungai Batang Kuranji.

TPU Tunggulhitam Terendam Air hingga Dada Orang Dewasa

Pantauan Selasa pagi menunjukkan area pemakaman berubah menjadi “danau dadakan” dengan air setinggi 50–100 cm, menutupi hampir seluruh permukaan makam. Dari kejauhan, deretan nisan nyaris tak terlihat, sementara beberapa peti jenazah dilaporkan terseret arus karena luapan sungai yang kian besar.

Warga Khawatir, Air Naik Sejak Dini Hari

Farid (37), warga sekitar, mengatakan banjir memasuki area TPU sejak dini hari. “Debit air dari hulu sangat deras, makanya banjir cepat naik,” ujarnya. Hujan yang terus mengguyur sejak malam membuat warga kesulitan melakukan antisipasi.

Permukiman Warga Terancam, Barang-barang Mulai Diungsikan

Ketinggian air juga mengancam permukiman di Kelurahan Air Tawar Timur, Kecamatan Padang Utara. Marni (64) mengatakan, “Kami khawatir air makin naik. Barang-barang sudah kami pindahkan ke tempat lebih tinggi. Air bahkan hampir masuk rumah.” Warga mulai memindahkan kendaraan, perabotan, dan dokumen penting sambil memantau perkembangan debit air.

Transportasi Lumpuh, Lalu Lintas Dialihkan

Banjir juga menutup Jalan Simpang Tunggulhitam menuju Dadok Tunggulhitam dan Siteba dengan ketinggian air 30–50 cm, sehingga hanya kendaraan besar yang bisa melintas. Arus lalu lintas sementara dialihkan ke tepian sungai dekat TPU Tunggulhitam, meski jalur ini juga rawan longsor dan banjir susulan.

Ancaman Banjir Belum Usai

Hingga siang, hujan masih turun dengan intensitas ringan hingga sedang. Warga dan pemerintah setempat terus memantau ketinggian air, mengingat curah hujan diperkirakan masih tinggi beberapa hari ke depan. Situasi ini menjadi perhatian serius terkait risiko banjir lebih besar, kerusakan fasilitas umum, dan potensi masalah kesehatan akibat genangan air.

(Rini/Mond)
#Peristiwa #Banjir #TPUTunggulHitam

 

Serasinews.com, Padang – Curah hujan ekstrem yang mengguyur Kota Padang sejak Selasa (25/11/2025) pagi berubah menjadi bencana bagi warga Jln. Batu Busuk RT 01 RW 3, Kelurahan Lambung Bukit, Kecamatan Pauh. Dalam waktu singkat, debit air meningkat tajam dan meluap ke permukiman, menenggelamkan puluhan rumah. Sedikitnya 50 kepala keluarga menjadi korban terdampak, dan sebagian dari mereka sempat terjebak di dalam rumah saat air naik mendadak.

Kepala BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, menyampaikan bahwa intensitas hujan sejak subuh menjadi pemicu utama banjir. “Kami segera melakukan evakuasi ke area aman. Saat ini proses masih berjalan di lapangan,” ujarnya.

Di lapangan, suasana dramatis tak terhindarkan. Sejak pukul 08.00 WIB, tim gabungan dari BPBD Kota Padang, Basarnas, Damkar, TRC Semen Padang, relawan, dan warga sekitar terus menyisir kawasan yang terdampak. Mereka mengevakuasi kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, hingga ibu hamil menggunakan peralatan seadanya di tengah derasnya arus.

Sebanyak enam personel TRC-PB BPBD turut diturunkan langsung ke titik banjir, dipimpin oleh Kalaksa dan Kabid KL. Meski medan licin dan aliran air kuat, para petugas bekerja bahu-membahu memindahkan warga ke lokasi yang lebih aman.

Hingga laporan ini dibuat, upaya penyelamatan masih berlangsung. Kerugian materi belum dapat dipastikan, namun sejumlah rumah dilaporkan rusak berat akibat hantaman banjir.

Pemerintah Kota Padang mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi hujan susulan dan banjir lanjutan. Warga yang membutuhkan bantuan darurat dapat menghubungi:

Padang Sigap 112

Call Center (0751) 778775

WhatsApp 0858-9152-2181

(Rini/Mond)
#Banjir #Peristiwa #Padang

Serasinews.com, Sumatera Barat — Cuaca ekstrem kembali menghajar wilayah Sumatera Barat (Sumbar). Sejak Sabtu hingga Minggu (22–23/11), hujan deras yang berlangsung tanpa jeda disertai angin kencang memicu banjir, pohon tumbang, hingga tanah longsor di lima daerah: Kota Padang, Padangpariaman, Kota Solok, Agam, dan Tanahdatar.

Kepala Pelaksana BPBD Sumbar, Era Sukma Munaf, menyebutkan bahwa tingginya curah hujan di atas batas normal menjadi penyebab utama rentetan bencana ini.

“Laporan dari lima kabupaten/kota sudah kami terima. Tim masih melakukan penanganan di lapangan sekaligus mendata kerusakan,” ujarnya, Minggu sore (23/11).

Padang: Angin Kencang Robohkan Pohon, Banjir Melanda Pagi Buta

Kota Padang menjadi daerah pertama yang merasakan dampak cuaca buruk. Angin kuat sejak dini hari merubuhkan beberapa pohon besar di sejumlah titik Kecamatan Koto Tangah dan Padang Barat, sempat menghambat akses lalu lintas warga.

Tak lama setelahnya, sekitar pukul 04.35 WIB, banjir menggenangi wilayah Gunung Pangilun, Nanggalo. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, air masuk ke permukiman warga. BPBD langsung dikerahkan untuk evakuasi dan pembersihan material pohon tumbang.

Padangpariaman: Banjir Meluas, Longsor Putuskan Akses

Kabupaten Padangpariaman menjadi salah satu yang mengalami dampak paling luas. Hujan berintensitas tinggi menenggelamkan lima kecamatan: Lubuk Alung, Batang Anai, Sintuak Toboh Gadang, Ulakan Tapakis, serta 2×11 Anam Lingkung.

Sementara itu, longsor terjadi di Parit Malintang dan 2×11 Kayu Tanam, menutup ruas jalan, merusak saluran irigasi, hingga menimpa satu bangunan SD. Tim TRC-PB bersama pemerintah daerah bergerak cepat meninjau lokasi dan memastikan akses penting tetap bisa ditembus.

Kota Solok: Dua Bangunan Runtuh, Warga Dievakuasi

Sekitar pukul 02.30 WIB, banjir menerjang Kota Solok dan menyebabkan dua bangunan ambruk, termasuk di sekitar Kampus AMIK Kosgoro. Sebanyak 18 jiwa dari enam KK terpaksa dievakuasi. Tim BPBD telah bersiaga sejak awal hujan turun untuk meminimalkan risiko.

Agam: Banjir Bandang Ubah Aliran Sungai

Kabupaten Agam mencatatkan kerusakan paling serius. Selain genangan, banjir bandang melanda Nagari Paninjauan, Tanjung Raya, membawa material lumpur serta batu-batu besar.

Akibatnya, tiga kolam renang tertimbun, sebuah kafe rusak, tiga saung hancur, dan alur sungai berubah total—mengganggu sumber air utama warga.

Di Nagari Pasia Laweh, sepanjang 25 meter badan jalan amblas sedalam 2,5 meter, memutus akses dan membahayakan aktivitas masyarakat.

Tanahdatar: Rumah Rusak dan Perabotan Hanyut

Di Tanahdatar, banjir melanda Nagari Padang Laweh, Batipuh Selatan. Sebuah rumah mengalami rusak sedang dan dinyatakan tak layak dihuni. Arus deras dari sungai setempat juga menyeret berbagai perabotan rumah tangga, menimbulkan kerugian besar. Pemerintah daerah kini berkoordinasi dengan Dinas PU dan DLH untuk langkah penanganan lanjutan.

BPBD Imbau Warga Tetap Siaga

Meski bencana terjadi serempak di lima daerah, BPBD memastikan tidak ada korban jiwa. Pendataan detail kerusakan masih berlangsung di Solok, Agam, dan Tanahdatar.

Era Sukma Munaf mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan.

“Potensi cuaca ekstrem masih tinggi beberapa hari ke depan. Masyarakat di bantaran sungai, lereng bukit, dan wilayah rawan longsor diminta tetap siaga,” tegasnya.

(Rini/Mond)
#Peristiwa #Banjir #Longsor
#BencanaAlam #BPBDSumbar
#SumateraBarat

 

Serasinews.com, Pesisir Selatan – Hujan deras yang terus mengguyur Kabupaten Pesisir Selatan sejak Minggu hingga Senin pagi (23–24/11) menyebabkan Sungai Batang Tarusan meluap. Peningkatan debit air membuat kawasan Nagari Duku, Kecamatan Koto XI Tarusan terendam banjir dan memutus total akses jalan nasional Padang–Painan.

Pada Senin pagi, air yang menggenangi badan jalan mencapai ketinggian yang sama sekali tidak memungkinkan kendaraan melintas. Arus lalu lintas dari dua arah dihentikan, sementara pengendara baik dari Padang maupun Painan terpaksa memutar balik. Kendaraan berbagai jenis terlihat mengantre lalu kembali karena jalan benar-benar tidak dapat dilewati.

Rizki (25), pengendara yang hendak menuju Padang, mengaku terpaksa kembali ke Painan setelah menemukan ruas jalan di Nagari Duku sudah terendam cukup dalam. “Saya sudah setengah perjalanan ke Padang, tapi sampai di Nagari Duku jalan sudah tak bisa dilewati. Banyak kendaraan berhenti, dan akhirnya kami memilih putar balik,” ujarnya.

Kondisi tersebut juga dibenarkan Mulyadi (60), warga setempat yang sudah terbiasa menghadapi banjir di wilayah itu. Menurutnya, hujan dengan intensitas tinggi selama dua hari terakhir membuat Sungai Batang Tarusan tidak mampu menampung debit air. Akibatnya, air meluap ke permukiman dan menutup sebagian jalur utama yang menjadi penghubung vital Pesisir Selatan. “Setiap hujan lebat, kawasan ini memang rawan. Tapi kali ini lebih parah. Air tidak surut-surut, sedangkan hujan turun sejak dini hari,” kata Mulyadi.

Banjir ini tidak hanya menghentikan mobilitas masyarakat, tetapi juga menghambat aktivitas ekonomi. Sejumlah kendaraan pengangkut kebutuhan harian terpaksa tertahan, dan pelaku usaha yang mengandalkan distribusi Padang–Painan mengalami penundaan. “Kalau jalan ditutup lama, ekonomi warga pasti terganggu. Banyak yang bergantung pada pasokan dari Padang,” tambahnya.

Hingga berita ini diturunkan, petugas masih memantau kondisi dan belum dapat memastikan kapan jalan bisa kembali dilalui. Warga dan pengendara diimbau menghindari jalur tersebut untuk sementara dan mencari rute alternatif sambil menunggu hujan mereda dan genangan surut.

(Obroy)
#Banjir #Peristiwa #KabupatenPesisirSelatan

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.