Articles by "UpdateKorbanBencanaSumatera"

Aceh Afif Maulana Agam AIDS Aipda Dian WR AirterjunLembahAnaiMeluap Aksibersihpantai AksiJalanan Aleknagari Amak Lisa AmalanBulanRajab AndreRosiade AnjingPelacak anthropophobia Antikorupsi ApdateKorbanBencanaSumatera Apelsiaga Apeltanggapbencana Arif maulana Arosuka Artikel Artis Minang Asusila balapliar BalapMotor Bali Balikpapan BandarNarkobaKabur Bandung BangunanLiar Banji Banjir BanjirAceh BanjirAgam BanjirBandang BanjirPadang BanjirSumatera BanjirSumbar BanjirSumut bansos banten BantuanBencanaAcehHilang BantuanKorbanBencanaPasbar Banyuwangi Bapenda BareskrimPolri Batam BatangArau Batuk BBM BeaCukai bencana Bencana alam Bencanaalam BencanaAlamSumateraBarat BencanaHidrometeorologi BencanaKotaPadang BencanaSumatera BencanaSumbar BerantasNarkoba BibitSiklonTropis95B BKSDA BMKG BNNPSumbar BNNsumbar BNPB BobonSantoso Box Redaksi BPBDKabupatenAgam BPBDPadang BPBDSumbar BPHMigas BPKB BrimobPoldaSumbar Brimobuntukindonesia BRISuperLeague bukit sitinurbaya Bukittinggi BungaBangkai BungaRafflesia BWSS V padang BWSSV BWSSVPadang Calon Bupati cemburubuta CerintIrallozaTasya Cikampek Cikarang CuacaEkstrem cuacapanasekstrem curanmor Daerah danabos Dandrem 032 WBR dankodaeral II Demonstrasi Denpasar Depok DeptCollector Dharmasraya Dinas sosial DinasPendidikanSumbar DinasPerpusipPadang DinasPerpustakaandanArsip DinasPertanian dinassosial dinassosialpadang Dirlantas Dirlantas Polda Sumbar DirlantasPoldaSumbar Disdukcapil DitlantasPoldaSumbar DitpolairudPoldaSumbar DPCPKBkotapadang DPDRI DPR DPRD Padang DPRDpadang DPRDsumbar DPUPR DPUPRPadang dubalangkota EmpatPilar Enarotali Evakuasi festival sepakbola Filipina FlyOver Galodo GalodoLembahAnai gangguanhormon GanjaKering gaya hidup GayaHidup gempa GempaBumi gerakcepatdinsos gorontalo GrasstrackMotocross Gresik GunungMerapiErupsi gurbernurriaukenaottkpk HAM HargaCabaiNaik Haripahlawan Harisumpahpemuda Hidroneteologi Hipnotis HismawaMigas HIV Hot New HubunganSesamaJenis hukum Huntara HUT Humaspolri ke 74 HUT80Brimob Hutan IKW IKWRI IlegalFishing IlegalMinning IllegalLogging Indonesia Indonesia. indonesiamaju infrastruktur Intan jaya Internasional irigasi Islam Islami Jakarta Jakarta Selatan JalanLembahAnaiPutus JalanLongsor JalanRetak Jambi Jawa Tengah Jayapura Jayawijaya JembatanPutus JembatanRetak Jogyakarta jurnalis JusufKalla K9 Kabupaten Agam kabupaten dharmasraya Kabupaten Solok KabupatenAgam KabupatenDharmasraya KabupatenPasaman KabupatenPasamanBarat KabupatenPesisirSelatan kabupatenSolokSelatan KafeKaraoke KAI Sumbar Kakorlantas kakorlantaspolri KAN kapolres kapolressijunjung Kapolri KarangTaruna kasat narkoba KasusMedis keamanan KeamananPublik kebakaran KebakaranPasarPayamumbuh KebatanGunungNagoPutus kecamatankototangah kecelakaan kegiatanrutin KejariDharmasraya kejaripadang kejaripesel kekerasan kelangkaanBBM kelangkaansolar Kemenag Kemenhut Kemenkes Kementrian PU kementriankebudayaan KementrianLingkunganHidup KemuliaanBulanRajab kendaraan KeracunanMakanan Kesehatan keselamatan bersama keselamatan kerja kesiapsiagaan kesunyian malam KetahananPangan ketertiban umum KetertibanUmum Kiwirok KKB KLHK Kodim 0307 Tanah Datar KomnasHAM komplotanganjalATM KorbanBanjirAgam KorbanBrncanaAgam Korem 032/WB Korpolairud korupsi Kota Padang KotaBukittinggi KotaPadang KotaPariaman KPK Kriminal KRYD KUHP KumpulanDo'a Laksamanamuda Lampung LembahAnai Lembang Leonardy LGBT life style lifestyle Lima Puluh Kota LimaPuluhKota lingkungan listrikilegal literasi lombok timur Longsor LongsorKampusUINImambonjol LowonganKerjaPalsu Madiun Magelang MahardikaMudaIndonesia MahasiswiHilang MahyeldiAnsharullah Makan Bergizi Gratis Makasar Malalak MalPraktek ManfaatAirKelapa manila MapolsekMuaraBatangGadisDibakarMasaa MataElang Medan MengelolaAirUntukNegri mentalhealth Mentawai Mesum Mimika Miras MirasIlegal MobilBencanaDibakarMassa MobilPatwalPoldaSumbarKecelakaan MobilSatpolPPAcehDibakarMassa MobilTerbakar MogokKerja MTsN10pesisirselatan Muhammadiyah mutilasibayi nagarisolokambah nagarisulitair narkoba Narkotika Nasioanl Nasional ngaraisianok NinjaSawit NTT odgj OknumGuruLGBT Oksibil olahraga Opini OprasiLilinSinggalang2025 oprasimalam oprasitumpasbandar2025 oprasizebra2025 oprasizebrasinggalang2025 OrangHanyut OTTKPK PADA Padang Padang panjang Padang Pariaman PadangAman PadangPariaman PadangRancak PadangSigap Pahlawannasional pajak air tanah Palimanan pandekarancak PanenRaya pantaipadang Papua parenting Pariaman Parlemen Pasaman Pasaman barat pasamanbarat pasang pasarrayapadang Pasuruan Payakumbuh PDAM PeduliBencana Pekanbaru Pelalawan pelayananhumanis pelayanansosial PelemikBantuanAsing PemakamanMasalKorbanBencanaSumbar Pemasyarakatan PembabatanHutan PembalakanHutanMentawai pembalakanLiar Pembinaan PembinaanWargaBinaan Pembunuhan pemerasan Pemko Padang PemkoPadang PemulihanBencana PemutihanPajakKendaraan pencabulan PencarianKorbanBanjirPadang Pencirian PenculikanAnak Pencurian Pendidikan penegakanhukum penemuanbayi penemuanJanin PenemuanJasadBayo penemuanmayat Penertiban Pengancaman pengangguran penganiayaan Pengeroyokan Penggelapan Penjarahan Perbankan Perceraian Perdagangan peristiwa peristiwadaerah perlindungananak Persami PersijaJakarta pertahanan PerumdaAirMinum Pesisir Selatan PesisirSelatan Peti PJN PKL PolaMakan PolantasMenyapa Polda banten Polda Jabar Polda Kalbar Polda Metro Jaya polda Papua POLDA SulBar POLDA SUMBAR PoldaRiau Poldasumbar PoldaSumut Polhut Policegoestoscool Polisi Politik polPP polres Polres 50 kota Polres Dharmasraya Polres Mentawai Polres Padang panjang Polres Pasaman Polres Pasaman Barat Polres Solok Polres solok selatan PolresPadang polrespasaman polrespasamanbarat polrespasbar PolresPayakumbuh polrespesel PolresSolokKota polresSolokSelatan Polresta bukittinggi Polresta Padang PolresTanahDatar polrestapadang POLRI PolriPresisi Polsek bungus barat Polsek Koto Tangah Padang Polsek Lubeg Pontianak PrabowoSubianto PrajuritTNITewas PrediksiCuaca premanisme Presiden RI PrestaPadang psp padang Ptostitusi PuanMaharani Puncak jaya Purwakarta jawabarat QuickWins Razia RekeningDormant Religi RevisiKUHP Riau RidwanKamil RokokIlegal RutanPadang sabu Sajam SakitPerut Sarkel SatgasDamaiCartenz satgasoprasidamai satlantaspolresta SatpolPP SatpolPPAceh Sawahlunto Sawmil SeaGamen2025 segmen sianok seherman SekolahRakyat Semarang semenpadang SemenPadangFC Senjatatajam sepakbola sepakbolaindonesia SepakBolaWanita Serang ServisKendaraanGratisKorbanBanjirAgam SiagaBencana SigapMembangunNegriUntukRakyat Sijunjung sikat singgalang2025 silent treatment simulasibencana Sinkhole siswismptewassaathiking sitinjaulauik Skoliosis SMA1pulaupunjung sobatlalulintasrancakbana solok Solok selatan solokarosuka solokselatan solsel Sosialisasi SPBUganting SPPG STNK Strongpoint subsidi ilegal sukabumi Sulawesi Tenggara Sumatera Barat SumateraBarat Sumaterbarat Sumatra barat Sumbar SungaiKuranji Surabaya swasembadapangan TambangEmasIlegal tambangilegal TambangIlegalSumbar Tanah datar tanahdatar tanggapdarurat TanggapDaruratBencana tawuran TawuranNarkoba Terbaru Ternate Timika Papua timklewang TimnasIndonesiaU22 TimnasWanitaIndonesia TNI TPUTunggulHitam Transformasi polri transpadang transportasi TrukTerbakar tsunamiDrill Tuak Uin UIN IB Padang UNP UpadateKorbanBencanaSumatera UpdateKorbanBanjirSumatera UpdateKorbanBencanaAlam UpdateKorbanBencanaSumatera Utama UUMD3 Viral WargaBinaan Yalimo Yogyakarta Yuhukimo
Tampilkan postingan dengan label UpdateKorbanBencanaSumatera. Tampilkan semua postingan

 

Serasinews.com, Jakarta — Skala bencana yang melanda wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat terus menunjukkan dampak serius. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat hingga Jumat (9/1) jumlah korban meninggal dunia mencapai 1.182 orang, sementara 145 warga masih dinyatakan hilang.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan angka tersebut bertambah setelah adanya laporan korban jiwa baru dalam dua hari terakhir dari sejumlah daerah terdampak.

“Penambahan korban berasal dari Aceh Utara satu orang, Langkat dua orang, dan Tapanuli Tengah satu orang. Dengan demikian total korban meninggal dunia saat ini 1.182 jiwa,” ujarnya.

Selain korban jiwa, dampak kemanusiaan masih sangat besar. BNPB mencatat 238.627 orang masih bertahan di pengungsian, kehilangan tempat tinggal, akses air bersih, serta sumber penghidupan. Bantuan logistik dan layanan dasar masih sangat dibutuhkan, terutama bagi kelompok rentan.

Pencarian Korban Bersifat Situasional

Proses pencarian korban hilang terus dilakukan meski tidak lagi bersifat masif. Abdul menjelaskan, operasi SAR kini bersifat situasional dan akan kembali digelar apabila terdapat laporan masyarakat terkait titik dugaan keberadaan korban.

“Data korban hilang terus kami verifikasi bersama pemerintah daerah. Per hari ini jumlahnya 145 orang,” katanya.

Status Darurat Berbeda di Tiap Provinsi

Di Aceh, sebagian besar wilayah telah memasuki fase transisi darurat, menandai peralihan dari upaya penyelamatan menuju pemulihan awal. Namun, empat daerah—Aceh Tengah, Gayo Lues, Aceh Tamiang, dan Pidie Jaya—masih memperpanjang status tanggap darurat. Pemerintah Provinsi Aceh juga memperpanjang status tanggap darurat tingkat provinsi selama 14 hari.

Sementara itu, seluruh wilayah terdampak di Sumatera Utara dan Sumatera Barat telah berada pada fase transisi darurat. Meski operasi pencarian rutin dihentikan, tim SAR tetap siaga di lapangan.

Pemulihan Panjang Menanti

Kerusakan infrastruktur menjadi tantangan utama dalam fase ini. Akses jalan terputus, jembatan rusak, dan gangguan komunikasi masih terjadi di sejumlah lokasi. Ratusan ribu pengungsi masih membutuhkan hunian sementara, layanan kesehatan, kebutuhan dasar, serta dukungan psikososial.

Memasuki masa transisi darurat, pemerintah mulai melakukan pendataan kerusakan rumah, penilaian kebutuhan rekonstruksi, serta perencanaan relokasi bagi kawasan rawan bencana. Namun, beban pemulihan sosial dan ekonomi diperkirakan akan berlangsung lama seiring besarnya dampak yang ditinggalkan bencana ini.

(K) 

#BNPB #UpdateKorbanBencanaSumatera

#Nasional


 

Serasinews.com, Jakarta — Jumlah korban meninggal akibat banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah Sumatera kembali bertambah. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan, hingga Selasa (6/1), total korban jiwa mencapai 1.178 orang, sementara 148 orang masih dinyatakan hilang.

Tambahan korban meninggal terbaru dilaporkan berasal dari Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, sebanyak satu orang. Informasi tersebut disampaikan Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam keterangan pers di Jakarta.

BNPB memastikan jumlah korban hilang belum mengalami perubahan. Proses pencarian oleh tim SAR gabungan masih terus berlangsung di berbagai lokasi terdampak, meski terkendala kondisi medan yang sulit dan cuaca yang belum stabil.

Data BNPB mencatat, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, menjadi wilayah dengan jumlah korban hilang terbanyak, yakni 74 orang.

Sementara itu, Provinsi Aceh mencatat korban meninggal dunia paling banyak, dengan total 543 orang. Dampak besar juga terjadi di Sumatera Utara dan Sumatera Barat, yang mengalami banjir bandang serta longsor di sejumlah kabupaten.

BNPB menegaskan operasi pencarian dan pertolongan (SAR) masih akan dilanjutkan dan dievaluasi sesuai perkembangan status tanggap darurat provinsi pada 8 Januari 2026.

Selain korban jiwa, jumlah pengungsi akibat bencana ini mencapai 242.174 jiwa. Aceh menjadi provinsi dengan pengungsi terbanyak, sekitar 217 ribu orang, yang tersebar di posko darurat, sekolah, rumah ibadah, dan fasilitas umum.

Wilayah dengan konsentrasi pengungsi terbesar di Aceh meliputi Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh Utara, dan Gayo Lues.

Pemerintah pusat dan daerah saat ini memprioritaskan penanganan darurat, termasuk evakuasi korban, pencarian warga hilang, serta pemenuhan kebutuhan dasar para pengungsi.

Bencana banjir dan longsor yang terjadi sejak awal tahun ini menjadi salah satu krisis kemanusiaan terbesar di Sumatera, sekaligus menegaskan pentingnya kesiapsiagaan dan mitigasi bencana menghadapi cuaca ekstrem.

(Rini/Mond) 

#UpdateKorbanBencanaSumatera #BNPB

#Nasional


 

Serasinews.com, Jakarta — Dampak bencana hidrometeorologi yang melanda Pulau Sumatra sejak akhir 2025 terus menunjukkan angka yang mengkhawatirkan. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, hingga 4 Januari 2026, jumlah korban meninggal dunia mencapai 1.177 orang, sementara lebih dari 242 ribu warga harus meninggalkan rumah mereka dan mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Pembaruan data tersebut disampaikan Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, berdasarkan rekapitulasi terakhir per Minggu sore. Dalam sehari, jumlah korban meninggal bertambah 10 orang dari laporan sebelumnya.

Penambahan korban berasal dari Aceh Utara, Tapanuli Selatan di Sumatra Utara, serta Sumatra Barat. BNPB menyebut, sebagian besar korban meninggal akibat tertimbun longsor, terseret banjir bandang, dan terjebak di permukiman yang ambruk akibat hujan ekstrem berkepanjangan.

Ratusan Orang Masih Hilang

Di tengah proses pencarian, tim SAR gabungan juga melakukan pembaruan data warga hilang. Sebanyak 17 orang yang sebelumnya dilaporkan hilang telah ditemukan atau dipastikan selamat setelah verifikasi lapangan.

Namun demikian, hingga saat ini 148 orang masih dinyatakan hilang dan terus dicari oleh tim gabungan yang melibatkan Basarnas, TNI, Polri, BPBD, serta relawan.

Pengungsian Masih Padat

Jumlah pengungsi tercatat mencapai 242.174 jiwa yang tersebar di berbagai wilayah terdampak. Banyak di antaranya tidak dapat kembali ke rumah karena kerusakan berat, genangan banjir yang belum surut, atau lokasi tempat tinggal yang masih berisiko longsor.

Kondisi pengungsian masih menghadapi tantangan, terutama dalam pemenuhan air bersih, layanan kesehatan, serta perlindungan bagi kelompok rentan seperti balita, lansia, dan ibu hamil.

Status Darurat Belum Merata

Di Aceh, sebanyak 10 kabupaten/kota masih menjalani status tanggap darurat, sementara 8 daerah lainnya mulai beralih ke fase transisi menuju pemulihan.

Berbeda dengan Aceh, seluruh wilayah di Sumatra Utara telah keluar dari status tanggap darurat dan memasuki masa transisi. Tercatat 14 daerah berada pada tahap transisi darurat, sementara dua daerah mengakhiri masa darurat tanpa perpanjangan.

Sementara itu di Sumatra Barat, Kabupaten Agam masih mempertahankan status tanggap darurat menyusul tingginya potensi longsor susulan akibat kondisi tanah yang belum stabil.

BNPB Perkuat Mitigasi

BNPB menegaskan upaya mitigasi terus diperkuat, terutama di wilayah dengan risiko tinggi. Langkah yang dilakukan meliputi pemantauan intensif curah hujan, penutupan jalur rawan longsor, edukasi masyarakat, hingga relokasi sementara warga dari zona berbahaya.

BNPB juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, mengingat ancaman bencana hidrometeorologi masih tinggi seiring puncak musim hujan yang diperkirakan berlangsung dalam beberapa bulan ke depan.

(L6) 

#UpdateKorbanBencanaSumatera #BNPB

#Nasional


 

Serasinews.com, Jakarta – Skala dampak rangkaian bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatera terus menunjukkan angka yang mengkhawatirkan. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, hingga pembaruan terakhir, sebanyak 1.138 orang meninggal dunia, sementara 163 warga masih dinyatakan hilang.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan bahwa data tersebut merupakan hasil konsolidasi laporan resmi dari pemerintah daerah serta tim penanganan bencana yang bertugas di lapangan. Informasi itu disampaikan dalam konferensi pers virtual pada Sabtu (27/12/2025).

“Data korban terus kami perbarui berdasarkan laporan dari daerah terdampak. Hingga saat ini, korban meninggal tercatat 1.138 jiwa, dan 163 orang masih dalam status hilang,” ujar Abdul Muhari.

Operasi SAR Berjalan di Tengah Medan Sulit

BNPB memastikan bahwa operasi pencarian dan pertolongan (SAR) masih dilaksanakan oleh tim gabungan yang melibatkan Basarnas, TNI, Polri, relawan, serta unsur pemerintah daerah. Proses pencarian dilakukan dengan penyisiran darat, pemanfaatan alat berat, dan pemantauan di titik-titik yang mengalami kerusakan paling parah.

Namun, berdasarkan evaluasi teknis dan kondisi lapangan terkini, peluang menemukan korban di kawasan permukiman dan pusat aktivitas masyarakat semakin menurun. Hambatan utama berasal dari medan yang berat, material bencana yang menumpuk, serta cuaca yang belum sepenuhnya mendukung.

Meski menghadapi berbagai kendala, operasi SAR tetap dijalankan sesuai prosedur dan ketentuan waktu yang telah ditetapkan.

Dampak Meluas, Ratusan Ribu Warga Mengungsi

Bencana ini juga berdampak luas terhadap kehidupan masyarakat. BNPB mencatat sebanyak 449.846 warga terpaksa mengungsi dan kini tersebar di berbagai kabupaten dan kota di Sumatera. Para pengungsi menempati posko darurat, fasilitas pendidikan, rumah ibadah, serta tenda-tenda pengungsian yang disiapkan pemerintah.

Dalam masa tanggap darurat, pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi menjadi prioritas utama. BNPB bersama kementerian dan lembaga terkait terus menyalurkan bantuan berupa logistik pangan, air bersih, layanan kesehatan, serta pendampingan psikososial, khususnya bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan ibu hamil.

Imbauan Kewaspadaan dan Penguatan Mitigasi

Seiring masih adanya potensi cuaca ekstrem, BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan bencana susulan. Langkah kesiapsiagaan dinilai penting guna mengantisipasi risiko lanjutan di wilayah terdampak maupun daerah rawan lainnya.

BNPB juga menekankan pentingnya penguatan mitigasi bencana, penataan ruang berbasis risiko, serta peningkatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi situasi darurat. Upaya tersebut dinilai krusial untuk mengurangi dampak bencana di masa mendatang.

Tragedi yang terjadi di Sumatera ini menjadi pengingat serius akan tingginya kerentanan bencana di Indonesia, sekaligus menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun ketangguhan nasional menghadapi ancaman kebencanaan.

(*) 

#BNPB #UpdateKorbanBencanaSumatera

#Nasional


 

Serasinews.com, Jakarta — Bencana banjir dan longsor yang melanda Pulau Sumatera terus meninggalkan duka mendalam. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan, hingga Kamis (25/12), jumlah korban meninggal dunia bertambah menjadi 1.135 orang, sementara 173 warga lainnya masih dinyatakan hilang.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyebutkan bahwa peningkatan jumlah korban jiwa terjadi seiring berjalannya proses evakuasi dan pencarian di lokasi terdampak berat.

“Hari ini kembali ditemukan enam korban meninggal dunia. Total korban jiwa kini mencapai 1.135 orang,” ujar Abdul Muhari.

Dampak Terparah di Tiga Provinsi

Berdasarkan rekapitulasi BNPB, korban meninggal dunia paling banyak tercatat di Aceh dengan 503 orang, disusul Sumatera Utara sebanyak 371 orang, dan Sumatera Barat 261 orang. Ketiga provinsi tersebut mengalami kerusakan luas akibat hujan ekstrem yang memicu banjir bandang dan longsor di berbagai wilayah.

Ratusan Ribu Warga Masih Mengungsi

Selain korban jiwa, bencana ini juga menyebabkan krisis pengungsian. BNPB mencatat, sebanyak 489.864 jiwa terpaksa meninggalkan tempat tinggal mereka dan kini bergantung pada bantuan di pos-pos pengungsian darurat.

Seiring berjalannya waktu, pemerintah daerah mulai menggeser penanganan menuju tahap awal pemulihan. Tercatat 13 kabupaten/kota telah menetapkan status Transisi Darurat ke Pemulihan, yang tersebar di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Penyaluran Bantuan Terus Dipacu

Untuk memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak, BNPB bersama instansi terkait terus mempercepat distribusi bantuan. Di Aceh, sebanyak 37,4 ton logistik telah disalurkan melalui jalur udara karena keterbatasan akses darat.

Sementara itu, Sumatera Utara menerima 8,7 ton bantuan logistik yang didistribusikan melalui jalur darat, dan Sumatera Barat sebanyak 6,1 ton.

Operasi Pencarian Masih Berlangsung

Hingga kini, pencarian terhadap 173 korban hilang masih dilakukan oleh tim gabungan yang melibatkan Basarnas, TNI, Polri, relawan, dan warga setempat. Penyisiran difokuskan pada aliran sungai, kawasan perbukitan, serta permukiman yang terdampak longsor.

BNPB mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi bencana susulan, mengingat intensitas hujan di sejumlah wilayah Sumatera masih cukup tinggi.

Bencana ini kembali menegaskan pentingnya mitigasi dan kesiapsiagaan bencana, termasuk penguatan sistem peringatan dini dan pengelolaan lingkungan, guna mengurangi risiko di masa mendatang.

(Rini/Mond

#BNPB 

#UpdateKorbanBencanaSumatera


 

Serasinews.com, Jakarta — Bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera terus menunjukkan dampak kemanusiaan yang besar. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah korban jiwa dan kerusakan infrastruktur yang signifikan di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat hingga Jumat malam, 19 Desember 2025.

Berdasarkan Dashboard Penanganan Banjir dan Longsor Sumatera BNPB, total korban meninggal dunia mencapai 1.072 orang, sementara 186 orang masih dinyatakan hilang. Selain itu, sekitar 7.000 warga mengalami luka-luka akibat bencana tersebut.

BNPB juga melaporkan kerusakan besar pada permukiman dan fasilitas publik. Sebanyak 157.900 rumah warga tercatat rusak dengan tingkat kerusakan bervariasi. Dampak bencana turut melumpuhkan berbagai fasilitas penting, antara lain 1.600 fasilitas umum, 434 rumah ibadah, 219 fasilitas kesehatan, 290 gedung pemerintahan, 967 fasilitas pendidikan, serta 145 jembatan yang rusak atau tidak dapat difungsikan. Kondisi ini menyebabkan banyak wilayah terisolasi dan menghambat distribusi bantuan serta proses evakuasi.

Sebagai langkah penanganan darurat, pemerintah pusat menyalurkan Dana Kemasyarakatan Presiden sebesar Rp 268 miliar. Dana tersebut telah masuk ke APBD tiga provinsi dan 52 kabupaten/kota terdampak untuk mempercepat respons di lapangan. Setiap kabupaten/kota menerima Rp 4 miliar, sedangkan masing-masing provinsi memperoleh Rp 20 miliar, sehingga pemerintah daerah dapat langsung menggunakan anggaran tersebut tanpa menunggu prosedur tambahan.

Sementara itu, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menyampaikan bahwa Aceh menjadi wilayah dengan tingkat kerusakan paling berat. Sejumlah daerah yang sebelumnya terisolasi, seperti Aceh Tengah dan Kabupaten Bener Meriah, kini mulai dapat diakses meski masih terbatas untuk kendaraan tertentu. Pemerintah bersama TNI terus membuka jalur alternatif guna memperlancar distribusi logistik ke wilayah yang belum sepenuhnya terjangkau.

Meski akses antar kabupaten di Aceh dilaporkan telah terbuka, tantangan masih besar pada jalur antar kecamatan dan desa. Pemerintah menegaskan akan terus mempercepat pembukaan akses dan penanganan infrastruktur agar proses bantuan dan pemulihan dapat berjalan lebih optimal.

Bencana banjir dan longsor ini menjadi ujian serius bagi upaya penanganan darurat sekaligus pemulihan jangka panjang. Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, aparat, relawan, serta masyarakat diharapkan mampu mempercepat evakuasi, pemenuhan kebutuhan dasar, dan rekonstruksi pascabencana.

(L6)
#UpdateKorbanBencanaSumatera
#BNPB


Serasinews.com, Jakarta – Rentetan bencana alam yang melanda Pulau Sumatera kembali menambah daftar duka. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah korban meninggal dunia akibat banjir bandang dan longsor kini mencapai 1.059 jiwa, setelah ditemukannya enam korban tambahan pada Rabu (17/12/2025).

Informasi tersebut disampaikan Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam konferensi pers daring, Rabu sore.

“Jumlah korban meninggal dunia hari ini bertambah enam orang, sehingga total mencapai 1.059 jiwa,” kata Muhari.

Di tengah bertambahnya korban jiwa, perkembangan positif tercatat pada proses pencarian. Jumlah warga yang dilaporkan hilang menurun dari 200 orang menjadi 192 orang, seiring ditemukannya sejumlah korban dalam operasi pencarian dan pertolongan (SAR) yang masih berlangsung.

Sementara itu, jumlah pengungsi juga mengalami penurunan signifikan. Dari sebelumnya 606.040 orang, kini tercatat 588.226 jiwa masih berada di pengungsian. Penurunan ini terjadi karena sebagian warga mulai kembali ke rumah masing-masing, meski banyak di antaranya mendapati hunian dalam kondisi rusak berat bahkan hancur total.

Operasi SAR Terus Berjalan di Tiga Provinsi

BNPB menegaskan bahwa operasi SAR masih berlangsung secara intensif di tiga provinsi terdampak paling parah, yakni Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh. Pencarian difokuskan pada wilayah rawan longsor, aliran sungai, serta permukiman yang terdampak banjir bandang.

Sumatera Utara

Kabupaten Tapanuli Tengah: Kecamatan Sukabangun dan Aloban Bair

Kabupaten Tapanuli Selatan: Kecamatan Batang Toru

Kota Sibolga: Kecamatan Sibolga Kota

Sumatera Barat

Kabupaten Agam: Kecamatan Malalak dan Palembangan

Kota Padang Panjang: Aliran Sungai Batang Anai

Kabupaten Pariaman: Aliran Sungai Batang Anai

Kabupaten Tanah Datar: Aliran Sungai Batang Anai

Aceh Operasi SAR dilakukan di enam kabupaten, yaitu:

Bener Meriah

Aceh Utara

Aceh Tengah

Bireuen

Nagan Raya

Aceh Tamiang

Wilayah-wilayah tersebut terdampak banjir, longsor, serta luapan sungai akibat hujan deras yang terjadi selama beberapa hari berturut-turut.

Tantangan Cuaca dan Medan Ekstrem

Muhari menjelaskan, proses pencarian dihadapkan pada berbagai kendala, mulai dari cuaca yang belum stabil, akses jalan terputus, hingga kondisi tanah yang masih labil dan berpotensi longsor susulan.

Meski demikian, tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, relawan, serta masyarakat setempat terus melakukan pencarian dengan mengutamakan keselamatan personel.

“Kami terus berpacu dengan waktu untuk menemukan korban yang masih hilang, dengan tetap memperhatikan faktor keselamatan di lapangan,” ujar Muhari.

Tragedi Kemanusiaan Skala Besar

Dengan korban jiwa yang telah melampaui seribu orang serta ratusan ribu warga terdampak, bencana ini menjadi salah satu tragedi kemanusiaan terbesar di Sumatera dalam beberapa tahun terakhir. Pemerintah pusat dan daerah memastikan penanganan darurat, distribusi bantuan logistik, layanan kesehatan, serta pemulihan infrastruktur dasar terus berjalan.

BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana susulan, mengingat intensitas curah hujan di sejumlah wilayah Sumatera masih tergolong tinggi.

Di balik deretan angka dan data, tersimpan kisah kehilangan, duka mendalam, serta harapan besar agar mereka yang masih hilang dapat segera ditemukan.

(K)
#UpdateKorbanBencanaSumatera
#BNPB

 

Serasinews.com, Jakarta/Aceh — Rangkaian bencana banjir besar dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatera meninggalkan duka mendalam. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, total korban jiwa kini mencapai 1.006 orang, menjadikannya salah satu bencana hidrometeorologi paling mematikan di Indonesia sepanjang akhir 2025.

Data terbaru tersebut disampaikan oleh Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam konferensi pers penanganan bencana yang digelar secara daring dari Media Center Kantor Gubernur Aceh, Sabtu (13/12/2025).

“Berdasarkan rekapitulasi terbaru dari tiga provinsi terdampak, jumlah korban meninggal dunia telah mencapai 1.006 jiwa,” ujar Abdul Muhari.

Korban Bertambah di Seluruh Wilayah Terdampak

BNPB melaporkan adanya penambahan korban jiwa di ketiga provinsi yang terdampak bencana, yakni:

Aceh: meningkat dari 411 menjadi 415 jiwa

Sumatera Utara: bertambah dari 343 menjadi 349 jiwa

Sumatera Barat: naik dari 241 menjadi 242 jiwa

Penambahan tersebut terjadi seiring ditemukannya korban yang sebelumnya tertimbun longsor atau terseret arus banjir, khususnya di wilayah dengan medan sulit dan akses terbatas.

Korban Hilang dan Pengungsi Berangsur Menurun

Di tengah situasi darurat, BNPB mencatat perkembangan positif. Jumlah korban hilang berkurang dari 226 orang menjadi 217 orang, berkat operasi pencarian intensif yang dilakukan oleh tim gabungan TNI, Polri, Basarnas, BPBD, serta relawan.

Selain itu, jumlah pengungsi juga menurun signifikan, dari 884.889 jiwa menjadi 654.642 jiwa. Penurunan ini dipengaruhi oleh surutnya banjir di beberapa daerah serta mulai pulihnya akses menuju permukiman warga.

Meski demikian, BNPB mengingatkan bahwa kondisi di lapangan belum sepenuhnya aman. Banyak warga kembali ke rumah yang mengalami kerusakan berat, bahkan hancur, dengan keterbatasan kebutuhan dasar.

Hambatan Serius di Lapangan

Proses penanganan bencana masih dihadapkan pada berbagai kendala. Cuaca yang belum stabil, potensi longsor susulan, serta kerusakan infrastruktur menjadi tantangan utama dalam distribusi bantuan dan evakuasi korban.

Di wilayah pedalaman Aceh dan Sumatera Barat, tim SAR harus membuka jalur terputus menggunakan alat berat. Sementara di Sumatera Utara, banjir bandang telah mengubah alur sungai, menyulitkan proses pencarian korban.

Tiga Fokus Utama BNPB

Dalam masa tanggap darurat, BNPB bersama pemerintah daerah memprioritaskan tiga langkah utama:

Melanjutkan pencarian dan penyelamatan korban yang masih hilang

Memastikan pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi, seperti pangan, air bersih, layanan kesehatan, dan sanitasi

Mempercepat pemulihan infrastruktur vital, termasuk jalan, jembatan, dan fasilitas kesehatan

BNPB juga mengimbau masyarakat di wilayah rawan bencana untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, mengingat curah hujan tinggi masih berpotensi terjadi di berbagai wilayah Sumatera.

Duka Mendalam dan Peringatan Nasional

Bencana banjir dan longsor ini menjadi tragedi kemanusiaan yang meninggalkan luka mendalam bagi ribuan keluarga. Dengan lebih dari seribu korban jiwa, peristiwa ini sekaligus menjadi peringatan serius akan meningkatnya ancaman bencana hidrometeorologi ekstrem di Indonesia.

BNPB menegaskan pentingnya penguatan mitigasi bencana, pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan, serta kesiapsiagaan masyarakat, guna menghadapi dampak perubahan iklim yang semakin nyata dan tak terduga.

(B1)
#UpdateKorbanBencanaSumatera #BNPB

 

Serasinews.com, Aceh — BNPB kembali memperbarui data dampak banjir dan longsor yang menimpa tiga provinsi di Sumatera: Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Dalam rilis resmi yang disampaikan Kamis (11/12/2025), jumlah korban meninggal dunia kini menyentuh 990 jiwa, setelah 21 jenazah tambahan ditemukan oleh tim gabungan sepanjang hari.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengungkapkan bahwa Aceh masih menjadi wilayah dengan penemuan korban terbanyak. Aceh Utara, yang terdampak paling parah, kembali menyumbang sebagian besar penemuan terbaru, disusul tiga jasad di Sumatera Utara dan dua di Sumatera Barat.

Proses Identifikasi Korban Masih Berlangsung

Seluruh jasad yang ditemukan langsung dibawa ke posko DVI yang tersebar di sejumlah kabupaten terdampak untuk dilakukan identifikasi. Proses ini melibatkan BNPB, Basarnas, Polri, TNI, dan para relawan yang bekerja hampir tanpa jeda sejak bencana terjadi.

Pengungsi Berkurang Hampir 10 Ribu Jiwa

Di tengah kabar duka tersebut, terdapat perkembangan positif terkait kondisi pengungsian. Per Kamis (11/12), jumlah pengungsi turun menjadi 884.889 jiwa, berkurang 9.615 jiwa dibandingkan sehari sebelumnya. Penurunan ini terjadi seiring membaiknya sebagian kawasan, terutama lokasi yang banjirnya sudah surut dan telah dinilai aman untuk ditempati kembali.

Akses Terbatas dan Cuaca Masih Mengancam

Meski begitu, tim SAR masih berjibaku dengan kondisi medan yang sulit. Beberapa wilayah masih terisolasi karena jalan rusak, jembatan putus, dan material longsor yang menutupi akses. Di Aceh dan Sumut, pencarian bahkan dilakukan dengan perahu karet dan alat berat, sementara di daerah lain petugas harus berjalan kaki menembus medan berat.

BMKG memperingatkan bahwa curah hujan tinggi masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan, membuat tim penyelamat harus tetap waspada terhadap bencana susulan.

Bencana Terbesar di Sumatera dalam 10 Tahun Terakhir

Dengan jumlah korban yang hampir menembus seribu jiwa, bencana banjir dan longsor ini dinilai sebagai salah satu tragedi terbesar di Sumatera dalam satu dekade. BNPB memastikan operasi pencarian dan penyelamatan akan terus dilanjutkan hingga seluruh laporan orang hilang terverifikasi.

Sementara itu, pemerintah pusat bersama pemerintah daerah tengah mempercepat penyaluran bantuan, perbaikan posko sementara, dan penyusunan langkah pemulihan jangka panjang.

(B1)
#BNPB #BencanaSumatera #UpdateKorbanBencanaSumatera

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.