Latest Post

Aceh Afif Maulana Agam AIDS Aipda Dian WR AirterjunLembahAnaiMeluap Aksibersihpantai AksiJalanan Aleknagari Amak Lisa AmalanBulanRajab AnakHanyut AndreRosiade AnjingPelacak anthropophobia Antikorupsi ApdateKorbanBencanaSumatera Apelsiaga Apeltanggapbencana Arif maulana Arosuka Artikel Artis Minang Asusila balapliar BalapMotor Bali Balikpapan BandarNarkobaKabur Bandung BangunanLiar Banji Banjir BanjirAceh BanjirAgam BanjirBandang BanjirPadang BanjirSumatera BanjirSumbar BanjirSumut BankNagari bansos banten BantuanBencanaAcehHilang BantuanKorbanBencanaPasbar Banyuwangi Bapenda BareskrimPolri Batam BatangArau Batuk BBM BeaCukai bencana Bencana alam Bencanaalam BencanaAlamSumateraBarat BencanaHidrometeorologi BencanaKotaPadang BencanaSumatera BencanaSumbar BerantasNarkoba BeritaDaerah BibitSiklonTropis95B BKSDA BMKG BNNPSumbar BNNsumbar BNPB BobonSantoso Box Redaksi BPBDKabupatenAgam BPBDPadang BPBDSumbar BPHMigas BPJNSumbar BPKB BrimobPoldaSumbar Brimobuntukindonesia BRISuperLeague bukit sitinurbaya Bukittinggi BungaBangkai BungaRafflesia BWSS V padang BWSSV BWSSVPadang Calon Bupati cemburubuta CerintIrallozaTasya Cikampek Cikarang CuacaEkstrem cuacapanasekstrem curanmor Daerah danabos Dandrem 032 WBR DaniFaisal dankodaeral II Demonstrasi Denpasar Depok DeptCollector Dharmasraya Dinas sosial DinasPendidikanSumbar DinasPerpusipPadang DinasPerpustakaandanArsip DinasPertanian dinassosial dinassosialpadang Dirlantas Dirlantas Polda Sumbar DirlantasPoldaSumbar Disdukcapil DitlantasPoldaSumbar DitpolairudPoldaSumbar DPCPKBkotapadang DPDRI DPR DPRD Padang DPRDpadang DPRDsumbar DPUPR DPUPRPadang dubalangkota EmpatPilar Enarotali Evakuasi festival sepakbola Filipina FlyOver Galodo GalodoLembahAnai gangguanhormon GanjaKering gaya hidup GayaHidup gempa GempaBumi gerakcepatdinsos gorontalo GrasstrackMotocross Gresik GunungMerapiErupsi gurbernurriaukenaottkpk HAM HargaCabaiNaik Haripahlawan Harisumpahpemuda Hidroneteologi Hipnotis HismawaMigas HIV Hot New HubunganSesamaJenis hukum Huntara HUT Humaspolri ke 74 HUT80Brimob Hutan HUTKe-64 IKW IKWRI IlegalFishing IlegalMinning IllegalLogging Indonesia Indonesia. indonesiamaju infrastruktur Intan jaya Internasional irigasi Islam Islami Jakarta Jakarta Selatan JalanLembahAnaiPutus JalanLongsor JalanRetak Jambi Jawa Tengah Jayapura Jayawijaya JembatanPutus JembatanRetak Jogyakarta jurnalis JusufKalla K9 Kabupaten Agam kabupaten dharmasraya Kabupaten Solok KabupatenAgam KabupatenDharmasraya KabupatenPasaman KabupatenPasamanBarat KabupatenPesisirSelatan KabupatenpPasaman kabupatenSolokSelatan KafeKaraoke KafeKaroke KAI Sumbar Kakorlantas kakorlantaspolri KAN kapolres kapolressijunjung Kapolri KarangTaruna kasat narkoba KasusMedis keamanan KeamananPublik kebakaran KebakaranPasarPayamumbuh KebatanGunungNagoPutus kecamatankototangah kecelakaan kegiatanrutin KejariDharmasraya kejaripadang kejaripesel KejatiSumbar kekerasan kelangkaanBBM kelangkaansolar KelurahanRimboKaluang Kemenag Kemenhut Kemenkes Kementrian PU kementriankebudayaan KementrianLingkunganHidup KemuliaanBulanRajab kendaraan KeracunanMakanan Kesehatan keselamatan bersama keselamatan kerja kesiapsiagaan kesunyian malam KetahananPangan ketertiban umum KetertibanUmum Kiwirok KKB KLHK Kodam XX TIB Kodim 0307 Tanah Datar KomnasHAM komplotanganjalATM KorbanBanjirAgam KorbanBrncanaAgam Korem 032/WB Korpolairud korupsi Kota Padang KotaBukittinggi KotaPadang KotaPariaman KPK Kriminal KRYD KUHP KumpulanDo'a Laksamanamuda Lampung LapasIIA LayananKesehatan LembahAnai Lembang Leonardy LGBT life style lifestyle Lima Puluh Kota LimaPuluhKota lingkungan listrikilegal literasi lombok timur Longsor LongsorKampusUINImambonjol LowonganKerjaPalsu Madiun Magelang MahardikaMudaIndonesia MahasiswiHilang MahyeldiAnsharullah Makan Bergizi Gratis Makasar Malalak MalPraktek ManfaatAirKelapa manila MapolsekMuaraBatangGadisDibakarMasaa MataElang Medan MengelolaAirUntukNegri mentalhealth Mentawai Mesum Mimika Miras MirasIlegal MobilBencanaDibakarMassa MobilPatwalPoldaSumbarKecelakaan MobilSatpolPPAcehDibakarMassa MobilTerbakar MogokKerja MTsN10pesisirselatan Muhammadiyah Mutasi mutilasibayi nagarisolokambah nagarisulitair narkoba Narkotika Nasioanl Nasional ngaraisianok NinjaSawit NTT odgj OjekOnline OknumGuruLGBT Oksibil olahraga Opini OprasiKeselamatanSinggalang2026 OprasiLilinSinggalang2025 oprasimalam OprasiSinggalang2026 oprasitumpasbandar2025 oprasizebra2025 oprasizebrasinggalang2025 OrangHanyut OTTKPK PabukoanGratis PADA Padang Padang panjang Padang Pariaman PadangAman PadangPariaman PadangRancak PadangSigap Pahlawannasional pajak air tanah Palimanan pandekarancak PanenRaya pantaipadang Papua parenting Pariaman Paristiwa Parkir Parlemen Pasaman Pasaman barat pasamanbarat pasang pasarrayapadang Pasuruan Payakumbuh PDAM PeduliBencana Pekanbaru Pelalawan pelayananhumanis PelayananPublik pelayanansosial PelemikBantuanAsing PemakamanMasalKorbanBencanaSumbar Pemasyarakatan PembabatanHutan PembalakanHutanMentawai pembalakanLiar Pembinaan PembinaanWargaBinaan Pembunuhan pemerasan Pemko Padang PemkoPadang PemulihanBencana PemutihanPajakKendaraan pencabulan PencarianKorbanBanjirPadang Pencirian PenculikanAnak Pencurian Pendidikan penegakanhukum penemuanbayi penemuanJanin PenemuanJasadBayo penemuanmayat Penertiban Pengancaman pengangguran penganiayaan Pengeroyokan Penggelapan PenggelapanMotor Penjarahan Perbankan Perceraian Perdagangan Perekonomian peristiwa peristiwadaerah perlindungananak Persami PersijaJakarta pertahanan PerumdaAirMinum Pesisir Selatan PesisirSelatan Peti PJN PKL PolaMakan PolantasMenyapa Polda banten Polda Jabar Polda Kalbar Polda Metro Jaya polda Papua POLDA SulBar POLDA SUMBAR PoldaRiau Poldasumbar PoldaSumut Polhut Policegoestoscool Polisi Politik polPP polres Polres 50 kota Polres Dharmasraya Polres Mentawai Polres Padang panjang Polres Pasaman Polres Pasaman Barat Polres Solok Polres solok selatan PolresPadang polrespasaman polrespasamanbarat polrespasbar PolresPayakumbuh polrespesel PolresSolokKota polresSolokSelatan Polresta bukittinggi Polresta Padang PolresTanahDatar polrestapadang POLRI PolriPresisi Polsek bungus barat Polsek Koto Tangah Padang Polsek Lubeg Pontianak PrabowoSubianto PrajuritTNITewas PrediksiCuaca premanisme Presiden RI PrestaPadang ProyekNasional psp padang Ptostitusi PuanMaharani Puasa Puncak jaya Purwakarta jawabarat QuickWins Ramadhan Razia RekeningDormant Religi RevisiKUHP Riau RidwanKamil RokokIlegal RutanPadang sabu Sajam SakitPerut Sarkel SatgasDamaiCartenz satgasoprasidamai satlantaspolresta SatpolPP SatpolPPAceh Sawahlunto Sawmil SeaGamen2025 segmen sianok seherman SekolahRakyat Semarang semenpadang SemenPadangFC Senjatatajam sepakbola sepakbolaindonesia SepakBolaWanita Serang ServisKendaraanGratisKorbanBanjirAgam SiagaBencana SigapMembangunNegriUntukRakyat Sijunjung sikat singgalang2025 silent treatment simulasibencana Sinkhole siswismptewassaathiking sitinjaulauik Skoliosis SMA1pulaupunjung sobatlalulintasrancakbana solok Solok selatan solokarosuka solokselatan solsel Sosialisasi SPBUganting SPPG STNK Strongpoint subsidi ilegal sukabumi Sulawesi Tenggara Sumatera Barat SumateraBarat Sumaterbarat Sumatra barat Sumbar SungaiKuranji Surabaya swasembadapangan TablighAkbar TambangEmasIlegal tambangilegal TambangIlegalSumbar Tanah datar tanahdatar tanggapdarurat TanggapDaruratBencana tawuran TawuranNarkoba Terbaru Ternate Timika Papua timklewang TimnasIndonesiaU22 TimnasWanitaIndonesia TNI TPUTunggulHitam Transformasi Digital Transformasi polri transpadang TransparansiPublik transportasi TrukTerbakar tsunamiDrill Tuak Uin UIN IB Padang UMKM UNP UpadateKorbanBencanaSumatera UpdateKorbanBanjirSumatera UpdateKorbanBencanaAlam UpdateKorbanBencanaSumatera Utama UUMD3 Viral WargaBinaan Yalimo Yogyakarta Yuhukimo

 

Serasinews.com, PADANG PANJANG — Ada paradoks yang kini mengemuka di lingkungan Institut Seni Indonesia (ISI) Padang Panjang.

Di satu sisi, pembangunan fisik terus menjadi bagian dari wajah kampus.

Di sisi lain, sejumlah mahasiswa masih berhadapan dengan persoalan yang sangat mendasar: ruang belajar yang terbatas, fasilitas praktik yang belum ideal, peralatan yang dinilai membutuhkan pembaruan, ruang latihan yang dibatasi, hingga kondisi sejumlah fasilitas gedung yang dikeluhkan.

Di titik inilah persoalannya menjadi lebih serius.

Ini bukan lagi sekadar cerita tentang mahasiswa yang mengeluhkan fasilitas.

Ini mulai menjadi pertanyaan tentang arah kebijakan dan skala prioritas pembangunan kampus.

Mahasiswa pun menegaskan, mereka tidak sedang memusuhi pembangunan.

Justru pembangunan tetap mereka dukung.

Yang mereka persoalkan adalah ketika pembangunan fisik berjalan, tetapi kebutuhan yang bersentuhan langsung dengan proses belajar, praktik dan penciptaan karya belum sepenuhnya terjawab.

Mereka tidak bertanya mengapa kampus membangun.

Mereka bertanya: apa yang lebih dulu seharusnya dibangun dan diselesaikan?

---

Ketika Gedung Menjadi Simbol, Fasilitas Menjadi Persoalan

Bagi mahasiswa, bangunan baru tentu bukan sesuatu yang harus ditolak.

Kampus membutuhkan ruang yang layak.

Infrastruktur harus berkembang.

Fasilitas harus ditingkatkan.

Tetapi pembangunan tidak seharusnya berhenti pada bangunan yang terlihat dari luar.

Sebab mahasiswa tidak belajar dari beton.

Mereka belajar dari ruang yang dapat digunakan, studio yang tersedia, peralatan yang berfungsi, teknologi yang relevan, ruang latihan yang dapat diakses, serta lingkungan akademik yang mendukung proses kreatif.

Apalagi ISI Padang Panjang merupakan perguruan tinggi seni.

Karakter pendidikan seni sangat bergantung pada praktik.

Mahasiswa tidak cukup hanya menerima teori.

Mereka harus mencoba, mengulang, bereksperimen, memproduksi karya dan berlatih sampai kemampuan mereka terbentuk.

Maka ketika fasilitas praktik tidak memadai, dampaknya tidak berhenti pada persoalan kenyamanan.

Yang dipertaruhkan adalah kualitas proses pendidikan itu sendiri.

---

Fotografi: Kampus Ada, Tetapi Ruang Belajar Harus Berburu

Keluhan mahasiswa Program Studi Fotografi menjadi salah satu gambaran paling jelas mengenai persoalan tersebut.

Mahasiswa mengaku tidak selalu memiliki ruang yang dapat digunakan secara konsisten untuk menjalankan kegiatan pembelajaran dan praktik.

Dalam kondisi tertentu, mereka harus mencari kelas yang sedang kosong.

Mereka menumpang.

Berpindah.

Menunggu ruang tersedia.

Situasi ini kemudian memunculkan pertanyaan yang sulit dihindari:

Jika mahasiswa harus mencari kelas kosong untuk belajar, di mana sebenarnya ruang belajar mereka?

“Di Fotografi kami sering menumpang dan mencari kelas kosong. Apakah itu namanya adil dan merata?” ujar seorang mahasiswa.

Kalimat tersebut mungkin terdengar sederhana.

Namun maknanya jauh lebih besar.

Ia menyentuh persoalan mengenai pemerataan fasilitas antarprogram studi.

Sebab pemerataan tidak bisa hanya diukur berdasarkan jumlah gedung atau ruangan yang dimiliki kampus.

Setiap disiplin seni memiliki kebutuhan berbeda.

Fotografi membutuhkan ruang yang memungkinkan mahasiswa melakukan praktik, mengembangkan teknik, mengolah karya dan menggunakan berbagai perangkat pendukung.

Jika ruang tersebut tidak tersedia secara konsisten, mahasiswa akhirnya harus menyesuaikan diri dengan ruang yang ada.

Pertanyaannya kemudian:

Apakah kebutuhan ruang masing-masing program studi sudah benar-benar dihitung berdasarkan karakter pendidikannya?

Atau pembangunan selama ini lebih banyak diukur dari apa yang tampak secara fisik?

---

Seni Musik: Ketika Waktu Belajar Bertabrakan dengan Jam Operasional

Persoalan lain muncul dari mahasiswa Program Studi Seni Musik.

Bagi mereka, kuliah tidak otomatis berakhir ketika dosen meninggalkan ruang kelas.

Ada latihan ansambel.

Ada latihan kelompok.

Ada persiapan ujian.

Ada persiapan pertunjukan.

Ada latihan orkestra.

Dan semua itu membutuhkan waktu.

Dalam banyak kondisi, malam hari justru menjadi waktu yang paling memungkinkan bagi mahasiswa untuk berkumpul dan berlatih.

Namun mahasiswa mengaku penggunaan ruang pada malam hari menghadapi pembatasan.

“Waktu yang bisa kami gunakan untuk latihan justru malam. Tetapi ketika kami latihan, kami diminta keluar,” ujar mahasiswa.

Di sini terdapat persoalan yang patut dijawab pengelola kampus.

Bagaimana menyelaraskan jam operasional fasilitas dengan karakter pendidikan seni?

Sebab ruang latihan musik bukan sekadar ruangan kosong.

Ruang tersebut merupakan bagian dari laboratorium akademik.

Di sana mahasiswa membangun kemampuan musikal.

Di sana mereka melakukan latihan berulang.

Di sana sebuah kelompok menyatukan permainan.

Di sana mereka mempersiapkan ujian dan pertunjukan.

Jika kebutuhan akademik mahasiswa berlangsung hingga malam, tetapi akses terhadap ruang justru dibatasi pada waktu tersebut, maka harus ada mekanisme yang mampu mempertemukan kedua kepentingan itu.

Aturan tentu diperlukan.

Keamanan tentu penting.

Tetapi kebijakan fasilitas juga harus mampu menjawab kebutuhan akademik.

Jangan sampai kampus memiliki ruang, tetapi mahasiswa tidak memiliki waktu untuk menggunakannya.

---

Televisi dan Film: Ketika Teknologi Kampus Dikejar Perkembangan Industri

Di Program Studi Televisi dan Film, persoalannya berbeda lagi.

Mahasiswa menyoroti kondisi sejumlah peralatan praktik yang dinilai sudah lama digunakan dan membutuhkan pembaruan.

Persoalan ini menjadi penting karena teknologi industri televisi dan film tidak pernah berhenti bergerak.

Kamera berkembang.

Perangkat audio berkembang.

Teknologi pencahayaan berkembang.

Sistem editing berkembang.

Teknik produksi berubah.

Industri bergerak cepat.

Pertanyaannya bukan sekadar apakah alat yang tersedia masih bisa menyala atau masih bisa digunakan.

Pertanyaan yang lebih penting adalah:

Apakah mahasiswa sedang belajar dengan teknologi yang masih relevan dengan dunia industri yang akan mereka masuki?

Jika kampus menginginkan lulusan yang siap menghadapi industri kreatif, maka fasilitas praktik menjadi salah satu instrumen penting.

Mahasiswa perlu mendapatkan pengalaman dengan perangkat yang memungkinkan mereka memahami perkembangan teknologi produksi.

Sebab ada risiko yang tidak boleh diabaikan:

ketika industri berlari, tetapi fasilitas pendidikan berjalan terlalu lambat, mahasiswa yang akhirnya harus mengejar ketertinggalan.

---

Kebocoran, Tetesan Air dan Toilet: Persoalan Lama yang Tak Boleh Dianggap Sepele

Keluhan mahasiswa juga menyentuh kondisi sejumlah bangunan dan fasilitas pendukung.

Mulai dari kebocoran, lantai yang terkena tetesan air hingga fasilitas toilet yang dinilai belum memadai.

Sekilas, persoalan itu mungkin tampak kecil jika dibandingkan dengan pembangunan gedung bernilai besar.

Tetapi bagi mahasiswa yang menggunakannya setiap hari, persoalan kecil tersebut justru menjadi pengalaman nyata.

Di sinilah pentingnya pemeliharaan.

Membangun gedung dan merawat gedung adalah dua pekerjaan yang sama-sama penting.

Gedung baru tanpa pemeliharaan yang baik pada akhirnya juga akan menghadapi persoalan.

Begitu pula fasilitas lama yang terus digunakan tanpa pembaruan atau perbaikan yang memadai.

Karena itu, pembangunan semestinya tidak hanya berbicara tentang proyek baru.

Ada pertanyaan lain yang harus dijawab:

Bagaimana memastikan aset yang sudah dimiliki kampus tetap layak digunakan mahasiswa?

---

Pembangunan yang Belum Tuntas: Mengapa dan Sampai Kapan?

Yang juga menjadi sorotan adalah keberadaan sejumlah pembangunan fisik yang dinilai belum selesai.

Mahasiswa menyebut kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan.

Jika sebuah pembangunan memang dibutuhkan, tentu penyelesaiannya menjadi penting agar manfaatnya bisa segera dirasakan.

Namun ketika pembangunan berhenti atau belum memberikan manfaat sebagaimana diharapkan, publik berhak mengetahui:

Apa kendalanya?

Mengapa belum selesai?

Bagaimana status pekerjaannya?

Kapan ditargetkan rampung?

Dan yang paling penting:

Kapan mahasiswa dapat menggunakannya?

Pertanyaan tersebut bukan berarti mahasiswa menolak pembangunan.

Sebaliknya, mahasiswa justru meminta agar pembangunan yang telah direncanakan benar-benar memberikan manfaat.

Sebab bangunan yang belum dapat digunakan belum bisa disebut sebagai solusi.

---

Bukan Anti-Pembangunan, Tetapi Anti-Salah Prioritas

Di sinilah inti persoalannya.

Mahasiswa tidak sedang berdiri berhadapan dengan pembangunan.

Mereka justru sedang mempertanyakan urutan prioritas.

Sebuah kampus tentu membutuhkan pembangunan fisik.

Tetapi pada saat bersamaan, mahasiswa membutuhkan ruang belajar.

Mereka membutuhkan studio.

Mereka membutuhkan alat praktik.

Mereka membutuhkan ruang latihan.

Mereka membutuhkan fasilitas yang terawat.

Mereka membutuhkan teknologi yang tidak terlalu jauh tertinggal dari kebutuhan industri.

Dan mereka membutuhkan kepastian bahwa fasilitas tersebut benar-benar dapat digunakan ketika diperlukan.

Maka pembangunan idealnya tidak berjalan sendiri.

Gedung harus dibangun. Fasilitas harus dipenuhi. Peralatan harus diperbarui. Bangunan harus dirawat.

Semua harus berjalan beriringan.

---

Pertanyaan yang Kini Tak Bisa Dihindari

Rangkaian persoalan tersebut pada akhirnya membawa satu pertanyaan besar:

Apa sebenarnya desain besar pembangunan fasilitas ISI Padang Panjang?

Apakah seluruh pembangunan telah disusun berdasarkan pemetaan kebutuhan setiap program studi?

Bagaimana skala prioritasnya?

Mana yang dianggap paling mendesak?

Bagaimana kampus menentukan kebutuhan ruang?

Bagaimana pengadaan dan pembaruan peralatan praktik dilakukan?

Bagaimana pemeliharaan gedung direncanakan?

Bagaimana mahasiswa dapat menggunakan ruang latihan di luar jam perkuliahan?

Dan bagaimana memastikan fasilitas pendidikan seni tetap mengikuti perkembangan industri kreatif?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut semakin penting karena mahasiswa merupakan kelompok yang paling langsung menggunakan fasilitas kampus.

Mereka bukan sekadar penerima kebijakan.

Mereka adalah pengguna utama.

Karena itu, suara mereka layak menjadi salah satu bahan evaluasi dalam menentukan arah pembangunan fasilitas.

---

Jangan Sampai Kampus Terlihat Maju, Tetapi Mahasiswa Masih Berjuang Mencari Ruang

Ada perbedaan antara kampus yang sedang dibangun dan kampus yang sedang memperbaiki kualitas pendidikan.

Keduanya memang bisa berjalan bersamaan.

Namun pembangunan fisik tidak boleh menjadi satu-satunya ukuran kemajuan.

Sebab kemajuan kampus seharusnya terasa ketika mahasiswa masuk ke ruang kelas.

Terasa ketika mereka memasuki studio.

Terasa ketika mereka mengambil kamera.

Terasa ketika mereka memainkan alat musik.

Terasa ketika mereka melakukan produksi.

Terasa ketika mereka menyelesaikan sebuah karya.

Dan terasa ketika mereka tidak lagi harus bertanya:

“Ruang kosong ada di mana?”

“Kapan kami boleh latihan?”

“Mengapa alat ini belum diperbarui?”

“Kapan fasilitas ini diperbaiki?”

Jika pertanyaan-pertanyaan semacam itu masih terus muncul, maka pembangunan fasilitas perlu dievaluasi bukan hanya dari sisi apa yang dibangun, tetapi juga apa yang belum terselesaikan.

---

Bola Ada di Tangan Rektorat

Kini bola berada di tangan pengelola ISI Padang Panjang.

Mahasiswa sudah menyampaikan keresahan mereka.

Publik tinggal menunggu penjelasan dari pihak kampus.

Bukan sekadar pernyataan bahwa pembangunan sedang berjalan.

Bukan sekadar janji bahwa fasilitas akan diperbaiki.

Tetapi data, peta kebutuhan, skala prioritas, target penyelesaian dan langkah konkret.

Sebab transparansi dalam pembangunan kampus bukan ancaman.

Justru transparansi merupakan bagian dari upaya memastikan setiap pembangunan benar-benar memberi manfaat.

Pada akhirnya, pertanyaan mahasiswa sederhana:

Untuk apa membangun kampus jika fasilitas yang menjadi denyut kehidupan akademiknya masih dipersoalkan?

ISI Padang Panjang tidak hanya membutuhkan gedung yang berdiri.

Ia membutuhkan ruang yang hidup.

Membutuhkan studio yang bisa digunakan.

Membutuhkan alat yang relevan.

Membutuhkan ruang latihan yang dapat diakses.

Membutuhkan fasilitas yang terawat.

Dan yang paling penting, membutuhkan kebijakan pembangunan yang benar-benar berpihak pada kebutuhan akademik.

Karena kampus seni bukan museum bangunan.

Ia adalah tempat lahirnya karya.

Dan karya tidak lahir hanya dari beton dan dinding.

Karya lahir dari ruang, alat, waktu, kesempatan dan fasilitas yang memungkinkan mahasiswa terus berlatih dan mencipta.

Maka persoalan fasilitas di ISI Padang Panjang kini layak dilihat lebih jauh.

Bukan lagi sekadar:

“Ada fasilitas atau tidak?”

Melainkan:

“Apakah pembangunan yang dilakukan sudah benar-benar menjawab kebutuhan mahasiswa?”

Jika jawabannya belum, maka kritik mahasiswa bukan sekadar keluhan.

Ia adalah alarm agar arah pembangunan kampus tidak kehilangan tujuan utamanya: menghadirkan pendidikan yang layak, relevan dan mampu melahirkan seniman-seniman berkualitas.(**)


Serasinews.com, Padang - Dalam upaya memastikan infrastruktur pengambilan air baku tetap berfungsi secara optimal, Balai Wilayah Sungai Sumatera V (BWSS V) melaksanakan pekerjaan perbaikan pada Mercu Intake Lubuk Paraku.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari langkah pemeliharaan dan peningkatan kondisi bangunan intake yang memiliki peran penting dalam mendukung proses pengambilan serta pengaliran air baku.

Pelaksanaan pekerjaan diawali dengan pemeriksaan kondisi fisik bangunan untuk mengidentifikasi bagian-bagian yang membutuhkan penanganan. Selanjutnya, dilakukan perbaikan pada sejumlah bagian mercu yang mengalami kerusakan maupun penurunan kondisi, disertai pekerjaan pendukung sesuai kebutuhan teknis di lapangan.

Melalui pekerjaan ini, BWSS V berupaya menjaga agar Mercu Intake Lubuk Paraku dapat menjalankan fungsinya secara lebih optimal dan andal. Pemeliharaan infrastruktur tersebut juga diharapkan dapat menunjang keberlangsungan sistem penyediaan air baku sehingga kebutuhan masyarakat terhadap layanan air dapat terus didukung dengan baik.

Perbaikan dan pemeliharaan infrastruktur sumber daya air menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan fungsi bangunan serta memperpanjang usia layanan infrastruktur di lapangan.(**)


 

Serasinews.com, Kasang, Batang Anai — TK Al-Qur’an Kasang, Korong Guci Kasang, menyelenggarakan upacara bendera yang berlangsung dengan khidmat dan tertib. Kegiatan tersebut turut didampingi oleh Camat Batang Anai, Zul Basri, S. sos.  bersama staf kecamatan, Rudi Tirtana.

Upacara bendera ini menjadi momentum yang tidak hanya menanamkan nilai kedisiplinan, nasionalisme, dan cinta tanah air kepada para peserta didik, tetapi juga mempererat kebersamaan antara pihak sekolah dan wali murid.

Yang menarik, pelaksanaan upacara melibatkan wali murid sebagai petugas upacara bendera. Keterlibatan tersebut menunjukkan dukungan dan kepedulian orang tua terhadap berbagai kegiatan pendidikan yang dilaksanakan oleh sekolah.

Sementara itu, wali murid yang tidak terlibat sebagai petugas upacara turut menunjukkan kekompakan dengan mengenakan baju adat Basiba, salah satu busana tradisional Minangkabau.

 Kehadiran busana adat tersebut memberikan nuansa budaya yang kuat sekaligus menjadi bentuk kepedulian dalam melestarikan nilai-nilai budaya Minangkabau sejak usia dini.

Para murid TK Al-Qur’an Kasang juga mengikuti seluruh rangkaian upacara dengan tertib. Mereka tampak antusias dan disiplin dalam mengikuti setiap prosesi upacara hingga selesai. Suasana tersebut mencerminkan keberhasilan sekolah dalam membangun karakter peserta didik melalui kegiatan yang sederhana namun sarat dengan nilai pendidikan.

Camat Batang Anai, Zul Basri, S. sos.  dalam kehadirannya memberikan dukungan terhadap kegiatan yang dilaksanakan oleh TK Al-Qur’an Kasang. Kehadiran pemerintah kecamatan bersama jajaran diharapkan semakin memperkuat sinergi antara pemerintah, sekolah, dan masyarakat dalam mendukung pendidikan anak-anak di wilayah Batang Anai.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Kepala Yayasan TK Al-Qur’an Kasang, Mardiati, S.Pd.I, serta Kepala Sekolah TK Al-Qur’an Kasang, Iranovita, S.Pd.

 Kehadiran jajaran sekolah dan yayasan semakin menambah semarak kegiatan sekaligus menjadi bentuk komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang berkualitas dan berkarakter.

Pelaksanaan upacara bendera dengan melibatkan wali murid dan penggunaan busana adat Basiba menjadi perpaduan antara pendidikan karakter, semangat kebangsaan, dan pelestarian budaya.

 Kegiatan seperti ini diharapkan dapat terus dilaksanakan secara berkesinambungan sehingga anak-anak tidak hanya tumbuh menjadi generasi yang disiplin dan cinta tanah air, tetapi juga mengenal serta menghargai budaya daerahnya sejak dini.

Dengan berlangsungnya kegiatan secara tertib dan penuh kebersamaan, upacara bendera di TK Al-Qur’an Kasang menjadi salah satu contoh nyata kolaborasi antara sekolah, orang tua, pemerintah, dan masyarakat dalam menciptakan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pembelajaran, tetapi juga pembentukan karakter dan pelestarian budaya.(Rini)



Serasinews.com, PASAMAN BARAT — Penolakan meminjam sepeda motor berujung aksi mengamuk seorang remaja berinisial AD (18) di Jorong Rimbo Janduang, Nagari Lingkuang Aua Baru, Kecamatan Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat.

AD diamankan Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Satreskrim Polres Pasaman Barat setelah mengancam penghuni rumah menggunakan sebilah pisau dan merusak sejumlah perabot rumah tangga.

Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (28/8/2026) sekitar pukul 21.30 WIB. Situasi di lokasi sempat mencekam sebelum polisi datang setelah menerima laporan masyarakat melalui layanan Call Center 110 Polres Pasaman Barat.

Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, S.I.K., M.H., melalui Kasat Reskrim Iptu A. Agung Ngurah Santa Subrata, S.Tr.K., mengatakan laporan tersebut langsung ditindaklanjuti dengan mengerahkan tim URC yang dipimpin Ipda Algino Ganaro.

“Begitu laporan diterima, personel langsung bergerak menuju lokasi untuk memastikan informasi sekaligus mengendalikan situasi,” ujar Iptu A. Agung dalam keterangannya, Selasa (1/9/2026).

Rumah Berantakan, Dinding Penuh Bekas Sabetan

Saat tiba di lokasi, petugas mendapati kondisi rumah sudah berantakan. Sejumlah barang mengalami kerusakan akibat ulah AD.

Perabot rumah tangga seperti speaker dan lemari kayu ditemukan dalam kondisi rusak. Sementara itu, pada bagian dinding rumah terdapat sejumlah bekas goresan dan sabetan yang diduga berasal dari pisau yang dibawa pelaku.

Petugas kemudian melakukan tindakan pengamanan. AD berhasil diringkus tanpa memberikan perlawanan berarti.

Polisi turut mengamankan barang bukti berupa satu bilah pisau dapur yang diduga digunakan AD ketika mengancam penghuni rumah.

Setelah diamankan, AD langsung dibawa ke Mapolres Pasaman Barat untuk menjalani pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut.

Emosi karena Tak Diizinkan Pinjam Motor

Dari keterangan Rasni (44), ibu kandung AD, polisi mengetahui aksi tersebut bermula dari persoalan sepeda motor.

AD diketahui meminta meminjam kendaraan milik ibunya. Namun, permintaan tersebut ditolak oleh Rasni.

Penolakan itu diduga membuat AD tersulut emosi. Ia kemudian mengambil pisau, mengancam penghuni rumah dan merusak berbagai barang yang berada di sekitarnya.

Menurut polisi, keputusan Rasni tidak memberikan sepeda motor bukan tanpa alasan. Sang ibu khawatir kendaraan tersebut akan dijual atau digadaikan oleh anaknya untuk mendapatkan uang.

Kekhawatiran tersebut berkaitan dengan kebiasaan AD yang disebut telah lama kecanduan judi online.

“Dari hasil pemeriksaan terhadap ibu pelaku, diketahui AD telah lama mengalami kecanduan judi online. Ibunya khawatir kendaraan tersebut akan dijual atau digadaikan untuk memenuhi kebutuhan bermain judi,” jelas Iptu A. Agung.

Bukan Kali Pertama Mengamuk

Polisi juga mengungkap adanya riwayat perilaku agresif yang disebut telah beberapa kali dilakukan AD terhadap keluarganya.

Berdasarkan keterangan ibunya, AD kerap mengamuk dan mengintimidasi keluarga apabila keinginannya tidak dipenuhi.

Permintaan tersebut beragam, mulai dari meminta uang, meminta dibelikan rokok, hingga meminjam kendaraan.

Dalam kejadian terakhir, aksi tersebut menjadi lebih serius karena AD menggunakan senjata tajam dan melakukan perusakan di dalam rumah.

Atas pertimbangan keamanan, polisi memutuskan menahan AD untuk mencegah terjadinya tindakan yang lebih berbahaya.

“Dengan adanya bukti permulaan yang cukup dan keterangan saksi di TKP, pelaku langsung kami tahan untuk mencegah adanya korban jiwa maupun tindakan anarkis yang lebih parah,” kata Kasat Reskrim.

Kondisi Mental dan Pengaruh Narkoba Masih Didalami

Penyidik Satreskrim Polres Pasaman Barat hingga kini masih mendalami latar belakang aksi tersebut, termasuk kondisi mental dan psikologis AD.

Polisi juga berkoordinasi dengan instansi terkait untuk melakukan tes urine terhadap pelaku.

Pemeriksaan itu dilakukan guna memastikan apakah AD berada di bawah pengaruh narkotika atau zat adiktif lainnya ketika melakukan aksi pengancaman dan perusakan.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, AD dijerat dengan ketentuan pidana pengancaman menggunakan senjata tajam sebagaimana diatur dalam Pasal 307 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.

Pelaku terancam hukuman pidana penjara paling lama tujuh tahun.

Polisi masih melanjutkan proses penyidikan dengan memeriksa saksi-saksi dan mendalami barang bukti serta kondisi pelaku.(**)


 


Serasinews.com, PADANG — Sejumlah posisi penting di lingkungan Polda Sumatera Barat mengalami perombakan. Empat pejabat utama (PJU) mendapat penugasan baru berdasarkan dua Surat Telegram Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang diterbitkan pada 30 Agustus 2026.

Jabatan yang mengalami perubahan meliputi Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum), Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus), Kepala Bidang Profesi dan Pengamanan (Kabidpropam), serta Kepala Biro Sumber Daya Manusia (Karo SDM).

Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Susmelawati Rosya membenarkan adanya perubahan tersebut. Menurutnya, mutasi itu tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/1878/VIII/KEP dan ST/1877/VIII/KEP tertanggal 30 Agustus 2026.

“Ya, benar. Itu sesuai dengan Surat Telegram Kapolri Nomor ST/1878/VIII/KEP dan ST/1877/VIII/KEP tertanggal 30 Agustus 2026,” kata Susmelawati saat dikonfirmasi, Senin (31/8/2026).

Salah satu perubahan terjadi pada jajaran reserse. Kombes Pol Teddy Fanani yang sebelumnya menjabat Dirreskrimum Polda Sumbar mendapat tugas sebagai Dosen Kepolisian Madya Tk. II pada STIK Lemdiklat Polri.

Kursi Dirreskrimum selanjutnya ditempati AKBP Umar. Perwira tersebut sebelumnya bertugas sebagai Wadirreskrimum Polda Jawa Timur.

Pergantian juga terjadi di Ditreskrimsus Polda Sumbar. Kombes Pol Andry Kurniawan yang sebelumnya memimpin direktorat tersebut kini mendapat penugasan sebagai Kabagrendikjarlat Waketbidakademik STIK Lemdiklat Polri.

Posisi yang ditinggalkan Andry kemudian dipercayakan kepada Kombes Pol Siswantoro. Sebelumnya, Siswantoro merupakan Kabidpropam Polda Sumbar.

Perubahan tersebut sekaligus memicu pergantian di tubuh Propam. Jabatan Kabidpropam Polda Sumbar kini diemban Kombes Pol Tony Pantano yang sebelumnya bertugas sebagai Kabidpropam Polda Papua Barat.

Dengan demikian, Siswantoro meninggalkan jabatan Kabidpropam untuk menjalankan tugas barunya sebagai Dirreskrimsus Polda Sumbar, sedangkan Tony Pantano masuk menggantikannya di bidang pengawasan internal.

Sementara itu, posisi Karo SDM Polda Sumbar juga ikut berganti. Kombes Pol Anissullah M. Ridha mendapat penugasan sebagai Karo SDM Polda Sumatera Selatan.

Jabatan tersebut kemudian diisi Kombes Pol Wahyu Rohadi. Sebelum ditunjuk ke Polda Sumbar, Wahyu Rohadi bertugas sebagai Assessor SDM Kepolisian Madya Tk. III SSDM Polri.

Jika dirangkum, empat perubahan jabatan dalam mutasi terbaru tersebut adalah:

Dirreskrimum Polda Sumbar dari Kombes Pol Teddy Fanani kepada AKBP Umar.

Dirreskrimsus Polda Sumbar dari Kombes Pol Andry Kurniawan kepada Kombes Pol Siswantoro.

Kabidpropam Polda Sumbar dari Kombes Pol Siswantoro kepada Kombes Pol Tony Pantano.

Karo SDM Polda Sumbar dari Kombes Pol Anissullah M. Ridha kepada Kombes Pol Wahyu Rohadi.

Rotasi ini membuat sejumlah wajah baru mengisi posisi strategis di Polda Sumbar. Perubahan tersebut juga diikuti dengan perpindahan sejumlah perwira ke satuan kerja lain, termasuk lingkungan pendidikan dan kewilayahan Polri.

Mutasi jabatan di lingkungan Polri merupakan bagian dari mekanisme organisasi dan pembinaan karier personel. Selain memberikan kesempatan kepada perwira untuk menjalankan tanggung jawab di tempat baru, rotasi juga dilakukan untuk menyesuaikan kebutuhan organisasi.

Bagi Polda Sumbar, perubahan pada empat posisi tersebut akan menjadi bagian dari dinamika kepemimpinan di bidang penegakan hukum, pengawasan internal, maupun pengelolaan personel.

Para pejabat yang baru ditunjuk diharapkan dapat segera menyesuaikan diri dan meneruskan program kerja yang telah berjalan. Tantangan berikutnya adalah memastikan perubahan struktur tersebut tetap diikuti dengan peningkatan kinerja serta pelayanan kepolisian kepada masyarakat.(**)


Serasinews.com, PADANG — Kehadiran Taman Bacaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Kota Padang mulai memberi warna baru bagi aktivitas literasi masyarakat. Sejak resmi dibuka pada Juni 2026, fasilitas tersebut perlahan menjadi salah satu ruang yang dimanfaatkan warga untuk membaca, belajar, maupun mengisi waktu luang dengan kegiatan yang positif.

Tidak hanya pelajar, masyarakat dari berbagai kalangan juga mulai memanfaatkan taman bacaan tersebut. Konsep ruang yang lebih terbuka membuat aktivitas membaca terasa lebih santai dibandingkan suasana perpustakaan konvensional.

Bagi pelajar, taman bacaan dapat menjadi tempat mencari bahan bacaan tambahan maupun referensi untuk menunjang kegiatan belajar. Sementara bagi masyarakat umum, koleksi yang tersedia bisa dimanfaatkan untuk menambah pengetahuan sesuai ketertarikan masing-masing.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padang, Heriza Syafani, mengatakan keberadaan taman bacaan merupakan bagian dari upaya mendekatkan layanan literasi kepada masyarakat.

Menurutnya, perpustakaan dan taman bacaan seharusnya tidak dipandang sebagai tempat yang hanya dikunjungi ketika membutuhkan buku atau referensi. Lebih dari itu, fasilitas tersebut diharapkan berkembang menjadi ruang publik yang mampu membangun kebiasaan membaca.

“Literasi bukan hanya soal bisa membaca. Yang lebih penting adalah bagaimana masyarakat terbiasa mencari, memahami, mengolah, dan menggunakan informasi dengan baik,” ujar Heriza.

Ia menyebut mulai meningkatnya kunjungan menjadi indikasi bahwa minat masyarakat terhadap kegiatan membaca masih terbuka lebar. Menurutnya, lingkungan yang nyaman dan akses yang mudah dapat menjadi salah satu faktor yang mendorong masyarakat kembali menjadikan buku sebagai bagian dari aktivitas sehari-hari.

Heriza juga mengajak masyarakat dari berbagai usia untuk memanfaatkan fasilitas tersebut. Pelajar, mahasiswa, keluarga, orang tua hingga masyarakat umum memiliki kesempatan yang sama untuk datang dan membaca.

“Perpustakaan merupakan ruang publik. Semakin banyak orang datang, membaca, dan beraktivitas di dalamnya, semakin berkembang pula ekosistem literasi kita,” katanya.

Di tengah perkembangan teknologi, tantangan membangun budaya baca memang semakin kompleks. Informasi kini dapat diperoleh dengan cepat melalui telepon pintar, media sosial, dan berbagai platform digital. Namun, kemudahan tersebut juga membuat masyarakat harus semakin cermat dalam menilai informasi.

Menurut Heriza, kemampuan literasi menjadi penting agar masyarakat tidak mudah menerima setiap informasi yang ditemukan di ruang digital.

“Di tengah banyaknya informasi, masyarakat harus mampu mengetahui mana yang benar, mana yang tidak, mana yang bermanfaat dan mana yang justru menyesatkan. Karena itu, budaya membaca dan kemampuan memahami informasi perlu terus diperkuat,” ungkapnya.

Ia menambahkan, penguatan literasi tidak cukup hanya dengan memperbanyak koleksi buku. Tantangan yang lebih besar adalah menciptakan ketertarikan masyarakat untuk datang, membaca, kemudian membawa kebiasaan tersebut ke lingkungan keluarga.

“Kalau anak-anak sudah terbiasa membaca sejak usia dini, mereka memiliki bekal pengetahuan yang lebih kuat. Kebiasaan itu yang perlu kita bangun secara bertahap,” tuturnya.

Taman Bacaan Disperpusip Kota Padang beroperasi mengikuti jam kerja. Khusus Sabtu, fasilitas tersebut tetap dapat digunakan masyarakat mulai pukul 08.00 hingga 13.00 WIB.

Waktu layanan itu memberikan pilihan bagi warga untuk menjadikan akhir pekan sebagai kesempatan membaca bersama keluarga. Anak-anak bisa menikmati buku bacaan, pelajar mencari referensi, sementara orang tua dapat mendampingi sekaligus membangun kebiasaan membaca di lingkungan keluarga.

Heriza menyadari bahwa membangun budaya literasi membutuhkan proses yang panjang. Pemerintah daerah, kata dia, tidak dapat berjalan sendiri karena keluarga, sekolah, komunitas dan masyarakat memiliki peran yang sama pentingnya.

“Budaya membaca tidak akan terbentuk dalam waktu singkat. Pemerintah menyiapkan fasilitas, tetapi masyarakat yang akan menghidupkan ruang tersebut. Ketika taman bacaan dipenuhi aktivitas membaca, itu menunjukkan kesadaran literasi mulai tumbuh,” jelasnya.

Keberadaan taman bacaan tersebut pada akhirnya tidak hanya berbicara tentang buku dan jumlah kunjungan. Ruang tersebut dapat menjadi tempat tumbuhnya rasa ingin tahu, pertukaran gagasan, sekaligus sarana masyarakat memperluas wawasan.

Di tengah pesatnya perubahan teknologi dan arus informasi, membangun kebiasaan membaca menjadi salah satu investasi penting bagi kualitas sumber daya manusia.

Kota yang berkembang tidak hanya membutuhkan pembangunan fisik, tetapi juga masyarakat yang memiliki pengetahuan luas, mampu berpikir kritis dan terus belajar.

Dari sebuah ruang sederhana yang dipenuhi buku, kebiasaan kecil untuk membaca dapat tumbuh menjadi budaya. Dan dari budaya tersebut, berbagai gagasan baru untuk masa depan Kota Padang dapat lahir.(Rini)

 

Serasinews.com, Kasang, 17 Agustus 2026 — Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia turut diramaikan dengan kegiatan pawai budaya yang diikuti berbagai kalangan masyarakat. Salah satunya adalah TK Al-Qur’an Kasang yang tampil penuh kreativitas dan semangat nasionalisme dalam pawai budaya yang digelar pada Senin, 17 Agustus 2026.

Dalam kegiatan tersebut, para peserta didik TK Al-Qur’an Kasang tampil memukau dengan mengenakan beragam pakaian adat kreasi berbahan plastik.

 Kreativitas tersebut tidak hanya menghadirkan tampilan yang unik dan menarik, tetapi juga menjadi bentuk edukasi kepada anak-anak tentang pentingnya memanfaatkan barang bekas menjadi sesuatu yang bernilai dan memiliki unsur seni.

Pawai budaya secara resmi dibuka oleh Camat Zulbasri. Kegiatan dimulai dari kawasan Palapa, di depan Bank Nagari, kemudian peserta berjalan menyusuri rute pawai hingga mencapai garis finis di Gerbang Asrama Haji Batang Anai.

Kehadiran TK Al-Qur’an Kasang mendapat perhatian dari masyarakat yang menyaksikan jalannya pawai. Dengan mengenakan busana adat hasil kreasi, para siswa terlihat antusias mengikuti kegiatan dari awal hingga akhir. Semangat mereka semakin terlihat melalui kekompakan, keceriaan, serta keberanian tampil di hadapan masyarakat.

Tidak hanya para siswa, orang tua peserta didik juga menunjukkan antusiasme yang tinggi. Para orang tua turut berpartisipasi dengan mengenakan pakaian seragam bernuansa adat dan budaya. Kekompakan antara siswa, guru, dan orang tua tersebut menciptakan suasana pawai yang semakin meriah sekaligus memperlihatkan kuatnya kebersamaan keluarga besar TK Al-Qur’an Kasang.

Keterlibatan TK Al-Qur’an Kasang dalam pawai budaya ini menjadi momentum penting untuk menanamkan nilai-nilai cinta tanah air kepada anak sejak usia dini. Melalui kegiatan seperti ini, anak-anak tidak hanya diajak mengenal keberagaman pakaian dan budaya Indonesia, tetapi juga belajar tentang kebersamaan, kreativitas, keberanian, serta semangat memperingati kemerdekaan.

Pawai budaya tersebut akhirnya bukan sekadar kegiatan seremonial dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI, tetapi juga menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengenal dan mencintai kekayaan budaya Indonesia. Penampilan TK Al-Qur’an Kasang dengan busana adat kreasi plastik menjadi salah satu bukti bahwa kreativitas dan semangat kebangsaan dapat ditanamkan sejak usia dini dengan cara yang menyenangkan dan penuh makna.

Kekompakan siswa, guru, dan orang tua dalam kegiatan tersebut diharapkan dapat terus terjaga serta menjadi bagian dari upaya membangun generasi yang kreatif, percaya diri, berbudaya, dan memiliki rasa cinta yang kuat terhadap bangsa dan tanah air.(Rini)

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.