Pembangunan Jembatan Gantung Duku Capai 90 Persen, Warga Koto XI Tarusan Segera Nikmati Akses Transportasi yang Lebih Aman
SerasiNews.com, TARUSAN – Pembangunan Jembatan Gantung Duku di Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan, terus menunjukkan perkembangan positif. Hingga akhir Juli 2026, progres fisik proyek tersebut telah mencapai sekitar 90 persen. Kondisi ini menjadi kabar menggembirakan bagi masyarakat yang telah lama menantikan hadirnya sarana penyeberangan yang lebih aman, nyaman, dan mampu memperlancar aktivitas sehari-hari.
Memasuki tahap akhir pengerjaan, berbagai pekerjaan penyempurnaan masih terus dilakukan di lapangan. Sejumlah pekerja bersama alat berat tampak menyelesaikan bagian-bagian akhir konstruksi dengan mengutamakan ketelitian agar hasil pembangunan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.
Untuk memastikan kualitas pekerjaan tetap terjaga, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.4 Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat, Gina Lamria Indriati Tampubolon, S.T., melakukan peninjauan langsung ke lokasi proyek pada Selasa (28/7/2026). Dalam kunjungan tersebut, ia didampingi Japung Utama Pusat Heri Fasa serta Elvi yang turut melakukan evaluasi terhadap perkembangan pekerjaan.
Peninjauan dilakukan tidak hanya untuk melihat capaian progres fisik, tetapi juga memastikan seluruh tahapan pembangunan berjalan sesuai spesifikasi teknis, memenuhi standar keselamatan kerja, serta dapat diselesaikan tepat waktu sehingga manfaatnya segera dirasakan masyarakat.
Gina menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur harus mengutamakan mutu dan ketahanan konstruksi. Menurutnya, setiap komponen jembatan, mulai dari pondasi, menara penyangga, kabel utama, lantai jembatan, hingga fasilitas pendukung lainnya, harus melalui pemeriksaan secara menyeluruh agar menghasilkan infrastruktur yang kuat, aman, dan memiliki masa layanan yang panjang.
Sementara itu, Japung Utama Pusat Heri Fasa bersama tim teknis melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan pekerjaan di lapangan untuk memastikan seluruh proses tetap mengacu pada standar konstruksi yang berlaku. Di sisi lain, Elvi juga melakukan pengecekan terhadap sejumlah pekerjaan yang masih berada pada tahap penyempurnaan sebagai bagian dari proses pengendalian mutu sebelum proyek dinyatakan selesai sepenuhnya.
Berdasarkan hasil pemantauan di lokasi, pengerjaan kini telah memasuki tahap finishing. Pada fase ini, setiap detail pekerjaan menjadi perhatian utama agar tidak terdapat kekurangan yang dapat memengaruhi kualitas maupun keamanan jembatan saat nantinya digunakan oleh masyarakat.
Keberadaan Jembatan Gantung Duku diharapkan membawa dampak positif bagi kehidupan warga Kecamatan Koto XI Tarusan. Selain memperlancar konektivitas antarwilayah, jembatan tersebut akan mempermudah akses menuju sekolah, fasilitas kesehatan, pusat perdagangan, serta mendukung kelancaran distribusi hasil pertanian dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Dengan progres pembangunan yang telah mencapai sekitar 90 persen disertai pengawasan intensif dari PPK 2.4 BPJN Sumatera Barat, masyarakat berharap proyek ini dapat segera diselesaikan dan dioperasikan. Kehadiran Jembatan Gantung Duku diyakini tidak hanya menjadi penghubung dua kawasan, tetapi juga menjadi salah satu infrastruktur strategis yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan mobilitas warga, dan memperkuat pemerataan pembangunan di Kabupaten Pesisir Selatan.(Rini)







