10 Pengunjung Tempat Hiburan di Padang Positif Narkoba Saat Razia
Serasinews.com, Padang – Aktivitas sejumlah tempat hiburan malam di Kota Padang mendapat pemeriksaan aparat gabungan pada Minggu (20/9/2026) dini hari. Razia yang berlangsung sejak tengah malam itu menyasar sejumlah kafe dan tempat karaoke sebagai bagian dari upaya kepolisian mengantisipasi penyalahgunaan dan peredaran narkotika.
Dalam pemeriksaan tersebut, petugas mendapati 10 pengunjung yang hasil tes urinenya menunjukkan positif narkotika. Mereka terdiri dari enam perempuan dan empat laki-laki.
Selain hasil tes urine, petugas juga menemukan sisa ekstasi serta zat aditif dari sejumlah orang yang diperiksa. Temuan tersebut kemudian menjadi bahan bagi penyidik untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Operasi dipimpin Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumatera Barat dengan melibatkan personel lintas satuan dan instansi. Sebanyak 38 personel Ditresnarkoba, enam personel Bidpropam, enam personel Biddokkes, serta 22 personel Ditsamapta ikut diterjunkan.
Kegiatan tersebut turut melibatkan BNNP Sumbar, Polisi Militer TNI AD, Polisi Militer TNI AL, dan Satpol PP Kota Padang.
Untuk memperluas pemeriksaan, petugas membentuk dua tim yang bergerak ke sejumlah lokasi berbeda.
Tim pertama mendatangi Happy Puppy, TeeBox, Paradise Bar N Resto, dan Classic. Lokasi tersebut berada di wilayah Padang Selatan dan Padang Barat.
Sedangkan tim kedua menyasar Happy Family, Denai, Parkit, Damarus, Angel Wing's, serta Hot Station.
Sesampainya di lokasi, petugas memeriksa identitas pengunjung dan melakukan pemeriksaan terhadap orang-orang yang dianggap perlu menjalani tes lebih lanjut. Tes urine kemudian dilakukan untuk mengetahui adanya indikasi penggunaan narkotika.
Dari pemeriksaan tersebut, sebanyak 10 orang dinyatakan positif.
Mereka selanjutnya dibawa ke Mako Polda Sumatera Barat untuk menjalani pemeriksaan. Penyidik tidak hanya mendalami hasil tes urine, tetapi juga menelusuri barang yang ditemukan serta kemungkinan keterkaitannya dengan pihak lain.
Polisi Telusuri Asal Barang
Direktur Reserse Narkoba Polda Sumbar Kombes Pol Wedy Mahadi mengatakan kegiatan tersebut merupakan salah satu langkah kepolisian dalam mempersempit ruang penyalahgunaan dan peredaran narkotika.
Menurut Wedy, tempat hiburan malam menjadi salah satu lingkungan yang perlu mendapat pengawasan karena berpotensi dimanfaatkan untuk aktivitas konsumsi maupun transaksi narkotika.
“Kegiatan ini adalah wujud komitmen kami dalam memberantas peredaran gelap narkotika di wilayah Sumatera Barat, kami tidak akan memberi ruang bagi penyalahgunaan narkoba, terutama di tempat-tempat hiburan malam yang berpotensi menjadi lokasi transaksi maupun konsumsi barang haram tersebut,” ujarnya.
Pemeriksaan terhadap 10 pengunjung tersebut pun masih dikembangkan. Polisi ingin memastikan sumber barang yang ditemukan sekaligus mengungkap kemungkinan adanya pihak lain yang memasok narkotika ke lingkungan tempat hiburan.
Dengan demikian, hasil razia tidak hanya digunakan untuk menangani dugaan penyalahgunaan oleh pengunjung, tetapi juga menjadi pintu masuk bagi penyelidikan lebih lanjut.
Pengelola Diminta Tidak Lalai
Di sisi lain, kepolisian meminta pengelola tempat hiburan malam meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas di lingkungan usahanya.
Wedy mengingatkan agar pengelola tidak membiarkan tempat usaha mereka digunakan sebagai lokasi penyalahgunaan ataupun peredaran narkotika.
“Kami mengimbau kepada seluruh pengelola tempat hiburan malam agar kooperatif dan memperketat pengawasan, jika terbukti ada pembiaran terhadap peredaran narkoba di tempat usahanya, tentu akan ada konsekuensi hukum yang tegas,” katanya.
Pengawasan dari pihak pengelola dinilai penting untuk mencegah tempat hiburan dimanfaatkan sebagai lokasi transaksi maupun konsumsi narkotika.
Libatkan Banyak Unsur
Kabidhumas Polda Sumbar Kombes Pol Susmelawati Rosya mengatakan razia tersebut dilaksanakan dengan melibatkan sejumlah unsur, termasuk TNI dan instansi pemerintah.
Menurutnya, penanganan persoalan narkotika membutuhkan kerja sama berbagai pihak, tidak hanya mengandalkan kepolisian.
“Operasi ini dilaksanakan secara terpadu bersama unsur TNI dan instansi terkait lainnya sebagai bentuk kepedulian bersama dalam menyelamatkan generasi muda dari bahaya penyalahgunaan narkotika,” tutur Susmelawati.
Masyarakat juga diminta ikut berperan dengan memberikan informasi apabila mengetahui adanya dugaan aktivitas peredaran narkotika di lingkungan sekitar.
Sepuluh Pengunjung Masih Diperiksa
Hingga kini, proses pemeriksaan terhadap 10 pengunjung yang dinyatakan positif masih berlangsung. Penyidik akan menentukan langkah selanjutnya berdasarkan hasil pemeriksaan serta barang bukti yang diperoleh.
Selain itu, polisi masih mendalami kemungkinan adanya jaringan yang memasok narkotika ke tempat-tempat hiburan malam tersebut.
Rangkaian pemeriksaan itu diharapkan dapat memberikan gambaran lebih jelas mengenai asal-usul narkotika yang ditemukan dan kemungkinan keterlibatan pihak lain.
Razia dini hari ini menjadi bagian dari upaya aparat melakukan pengawasan sekaligus penindakan terhadap dugaan penyalahgunaan narkotika di sejumlah tempat hiburan malam di Kota Padang.(*)







