Bangun Generasi Cerdas, Disperpusip Padang Hadirkan Festival Literasi
Serasinews.com, Padang - Padang tengah bersiap menyambut sebuah perhelatan yang mengangkat kekuatan ide dan pengetahuan: Festival Literasi Kota Padang. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pada 24 April hingga 3 Mei 2026 di Gedung Youth Center Padang, dan diharapkan menjadi momentum penting dalam memperkuat budaya membaca di tengah masyarakat.
Persiapan festival tersebut kian dimatangkan melalui rapat yang digelar oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padang pada Rabu (22/4). Pertemuan itu melibatkan berbagai unsur pemerintah daerah, termasuk Diskominfo, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Pariwisata, serta dukungan pihak swasta seperti Gramedia. Kehadiran lintas sektor ini menunjukkan bahwa literasi dipandang sebagai tanggung jawab bersama.
Kepala Dispusip Padang, Heriza Syafani, menekankan bahwa festival ini bukan sekadar agenda tahunan, melainkan bagian dari upaya membentuk pola pikir masyarakat. Ia menilai, kemajuan kota tidak bisa dilepaskan dari kemampuan warganya dalam membaca, berpikir kritis, dan berdiskusi secara terbuka.
Menurutnya, tantangan literasi saat ini bukan lagi sebatas akses terhadap bahan bacaan, tetapi bagaimana menumbuhkan minat dan kebiasaan membaca. Oleh karena itu, konsep festival dirancang lebih menarik dengan memadukan unsur edukatif dan hiburan agar mampu menjangkau berbagai kalangan, khususnya generasi muda.
Selama pelaksanaan nanti, beragam kegiatan akan dihadirkan, mulai dari pameran buku, forum diskusi, hingga program interaktif yang melibatkan pelajar. Semua dirancang agar literasi terasa lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari dan tidak lagi dipandang sebagai sesuatu yang kaku.
Selain menjadi ajang edukasi, festival ini juga diharapkan menjadi wadah kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan sektor swasta. Dengan bertemunya berbagai pihak dalam satu ruang, diharapkan lahir sinergi baru untuk memperkuat budaya literasi di Kota Padang.
Harapannya, Festival Literasi ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial semata, melainkan menjadi titik awal gerakan berkelanjutan. Dari sini diharapkan tumbuh komunitas, kolaborasi, hingga kebijakan yang semakin mendukung peningkatan literasi masyarakat.
Dengan semangat kebersamaan, Padang kini tengah merangkai langkah baru menuju masyarakat yang lebih gemar membaca dan berpikir kritis. Festival ini menjadi salah satu pijakan awal untuk mewujudkan tujuan tersebut.
(Rini)







