Articles by "Kesehatan"

Aceh Afif Maulana Agam AIDS Aipda Dian WR AirterjunLembahAnaiMeluap Aksibersihpantai AksiJalanan Aleknagari Amak Lisa AmalanBulanRajab AnjingPelacak anthropophobia Antikorupsi ApdateKorbanBencanaSumatera Apelsiaga Apeltanggapbencana Arif maulana Arosuka Artikel Artis Minang Asusila balapliar BalapMotor Bali Balikpapan BandarNarkobaKabur Bandung Banji Banjir BanjirAceh BanjirAgam BanjirBandang BanjirPadang BanjirSumatera BanjirSumbar BanjirSumut bansos banten BantuanBencanaAcehHilang BantuanKorbanBencanaPasbar Banyuwangi Bapenda Batam BatangArau Batuk BBM BeaCukai bencana Bencana alam Bencanaalam BencanaAlamSumateraBarat BencanaHidrometeorologi BencanaKotaPadang BencanaSumatera BencanaSumbar BerantasNarkoba BibitSiklonTropis95B BKSDA BMKG BNNPSumbar BNNsumbar BNPB BobonSantoso Box Redaksi BPBDKabupatenAgam BPBDPadang BPBDSumbar BPHMigas BrimobPoldaSumbar Brimobuntukindonesia BRISuperLeague bukit sitinurbaya Bukittinggi BungaBangkai BungaRafflesia BWSS V padang BWSSV BWSSVPadang Calon Bupati cemburubuta CerintIrallozaTasya Cikampek Cikarang CuacaEkstrem cuacapanasekstrem curanmor Daerah danabos Dandrem 032 WBR dankodaeral II Denpasar Depok DeptCollector Dharmasraya Dinas sosial DinasPendidikanSumbar DinasPerpusipPadang DinasPerpustakaandanArsip DinasPertanian dinassosial dinassosialpadang Dirlantas Dirlantas Polda Sumbar DirlantasPoldaSumbar Disdukcapil DitlantasPoldaSumbar DitpolairudPoldaSumbar DPCPKBkotapadang DPDRI DPR DPRD Padang DPRDpadang DPRDsumbar DPUPR DPUPRPadang dubalangkota EmpatPilar Enarotali Evakuasi festival sepakbola Filipina Galodo GalodoLembahAnai gangguanhormon GanjaKering gaya hidup GayaHidup gempa GempaBumi gerakcepatdinsos gorontalo GrasstrackMotocross Gresik GunungMerapiErupsi gurbernurriaukenaottkpk HAM HargaCabaiNaik Haripahlawan Harisumpahpemuda Hidroneteologi Hipnotis HismawaMigas HIV Hot New HubunganSesamaJenis hukum Huntara HUT Humaspolri ke 74 HUT80Brimob Hutan IKW IKWRI IlegalFishing IlegalMinning IllegalLogging Indonesia Indonesia. indonesiamaju infrastruktur Intan jaya Internasional irigasi Islam Islami Jakarta Jakarta Selatan JalanLembahAnaiPutus JalanLongsor JalanRetak Jambi Jawa Tengah Jayapura Jayawijaya JembatanPutus JembatanRetak Jogyakarta jurnalis JusufKalla K9 Kabupaten Agam kabupaten dharmasraya Kabupaten Solok KabupatenAgam KabupatenDharmasraya KabupatenPasamanBarat KabupatenPesisirSelatan kabupatenSolokSelatan KafeKaraoke KAI Sumbar Kakorlantas kakorlantaspolri kapolres kapolressijunjung Kapolri KarangTaruna kasat narkoba KasusMedis keamanan kebakaran KebakaranPasarPayamumbuh KebatanGunungNagoPutus kecamatankototangah kecelakaan kegiatanrutin KejariDharmasraya kejaripadang kejaripesel kekerasan kelangkaanBBM kelangkaansolar Kemenag Kemenhut Kemenkes Kementrian PU kementriankebudayaan KementrianLingkunganHidup KemuliaanBulanRajab kendaraan KeracunanMakanan Kesehatan keselamatan bersama keselamatan kerja kesiapsiagaan kesunyian malam ketertiban umum KetertibanUmum Kiwirok KKB KLHK Kodim 0307 Tanah Datar KomnasHAM komplotanganjalATM KorbanBanjirAgam KorbanBrncanaAgam Korem 032/WB Korpolairud korupsi Kota Padang KotaPadang KotaPariaman KPK Kriminal KRYD KUHP KumpulanDo'a Laksamanamuda Lampung LembahAnai Lembang Leonardy LGBT life style lifestyle Lima Puluh Kota LimaPuluhKota lingkungan listrikilegal literasi lombok timur Longsor LongsorKampusUINImambonjol LowonganKerjaPalsu Madiun Magelang MahardikaMudaIndonesia MahyeldiAnsharullah Makan Bergizi Gratis Makasar Malalak MalPraktek ManfaatAirKelapa manila MapolsekMuaraBatangGadisDibakarMasaa MataElang Medan MengelolaAirUntukNegri mentalhealth Mentawai Mesum Mimika Miras MirasIlegal MobilBencanaDibakarMassa MobilPatwalPoldaSumbarKecelakaan MobilSatpolPPAcehDibakarMassa MogokKerja MTsN10pesisirselatan Muhammadiyah mutilasibayi nagarisolokambah nagarisulitair narkoba Narkotika Nasioanl Nasional ngaraisianok NinjaSawit NTT odgj OknumGuruLGBT Oksibil olahraga Opini OprasiLilinSinggalang2025 oprasimalam oprasitumpasbandar2025 oprasizebra2025 oprasizebrasinggalang2025 OrangHanyut OTTKPK PADA Padang Padang panjang Padang Pariaman PadangAman PadangPariaman PadangRancak PadangSigap Pahlawannasional pajak air tanah Palimanan pandekarancak pantaipadang Papua parenting Pariaman Parlemen Pasaman Pasaman barat pasamanbarat pasang pasarrayapadang Pasuruan Payakumbuh PDAM PeduliBencana Pekanbaru Pelalawan pelayananhumanis pelayanansosial PelemikBantuanAsing PemakamanMasalKorbanBencanaSumbar PembabatanHutan PembalakanHutanMentawai pembalakanLiar Pembunuhan pemerasan Pemko Padang PemkoPadang PemulihanBencana PemutihanPajakKendaraan pencabulan PencarianKorbanBanjirPadang Pencirian PenculikanAnak Pencurian Pendidikan penegakanhukum penemuanbayi penemuanJanin PenemuanJasadBayo penemuanmayat Penertiban Pengancaman pengangguran penganiayaan Pengeroyokan Penggelapan Penjarahan Perbankan Perceraian Perdagangan peristiwa peristiwadaerah perlindungananak Persami PersijaJakarta pertahanan PerumdaAirMinum Pesisir Selatan PesisirSelatan Peti PJN PKL PolaMakan PolantasMenyapa Polda banten Polda Jabar Polda Kalbar Polda Metro Jaya polda Papua POLDA SulBar POLDA SUMBAR PoldaRiau Poldasumbar PoldaSumut Polhut Policegoestoscool Polisi Politik polPP polres Polres 50 kota Polres Dharmasraya Polres Mentawai Polres Padang panjang Polres Pasaman Polres Pasaman Barat Polres Solok Polres solok selatan PolresPadang polrespasaman polrespasamanbarat polrespasbar PolresPayakumbuh polrespesel PolresSolokKota polresSolokSelatan Polresta bukittinggi Polresta Padang PolresTanahDatar polrestapadang POLRI PolriPresisi Polsek bungus barat Polsek Koto Tangah Padang Polsek Lubeg Pontianak PrabowoSubianto PrajuritTNITewas PrediksiCuaca premanisme Presiden RI PrestaPadang psp padang Ptostitusi PuanMaharani Puncak jaya Purwakarta jawabarat QuickWins Razia RekeningDormant Religi RevisiKUHP Riau RidwanKamil RokokIlegal sabu Sajam SakitPerut Sarkel SatgasDamaiCartenz satgasoprasidamai satlantaspolresta SatpolPP SatpolPPAceh Sawahlunto Sawmil SeaGamen2025 segmen sianok seherman SekolahRakyat Semarang semenpadang SemenPadangFC Senjatatajam sepakbola sepakbolaindonesia SepakBolaWanita Serang ServisKendaraanGratisKorbanBanjirAgam SiagaBencana SigapMembangunNegriUntukRakyat Sijunjung sikat singgalang2025 silent treatment simulasibencana Sinkhole siswismptewassaathiking sitinjaulauik Skoliosis SMA1pulaupunjung sobatlalulintasrancakbana solok Solok selatan solokarosuka solokselatan solsel Sosialisasi SPBUganting SPPG STNK Strongpoint subsidi ilegal sukabumi Sulawesi Tenggara Sumatera Barat SumateraBarat Sumaterbarat Sumatra barat Sumbar SungaiKuranji Surabaya swasembadapangan tambangilegal Tanah datar tanahdatar tanggapdarurat TanggapDaruratBencana tawuran TawuranNarkoba Terbaru Ternate Timika Papua timklewang TimnasIndonesiaU22 TimnasWanitaIndonesia TNI TPUTunggulHitam Transformasi polri transpadang transportasi TrukTerbakar tsunamiDrill Tuak Uin UIN IB Padang UpadateKorbanBencanaSumatera UpdateKorbanBanjirSumatera UpdateKorbanBencanaAlam UpdateKorbanBencanaSumatera Utama UUMD3 Viral Yalimo Yogyakarta Yuhukimo
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

 

Serasinews.com, – Sakit perut merupakan keluhan yang sering dialami oleh berbagai kelompok usiataí mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Penyebabnya pun beragam, seperti masuk angin, pola makan yang kurang tepat, stres, perut kembung, sembelit, hingga gangguan pencernaan ringan.

 Kabar baiknya, sakit perut tidak selalu harus ditangani dengan obat-obatan kimia. Ada banyak solusi alami yang aman, praktis, dan cukup efektif untuk meredakan keluhan ini.

Berikut 13 cara alami untuk membantu meredakan sakit perut yang bisa dilakukan di rumah.

1. Kompres Hangat

Kompres hangat dikenal sebagai metode sederhana namun ampuh. Suhu hangat dapat membantu mengendurkan otot perut, meningkatkan aliran darah, serta mengurangi rasa nyeri akibat kram.

Cukup gunakan botol berisi air hangat atau handuk hangat, lalu tempelkan di area perut selama 15–20 menit sambil beristirahat. Cara ini efektif untuk sakit perut akibat masuk angin, kembung, maupun kram menstruasi.

2. Minum Air Hangat

Mengonsumsi air hangat dapat membantu kerja sistem pencernaan menjadi lebih lancar. Selain itu, air hangat juga membantu mengurangi kembung, melancarkan buang air besar, serta menetralkan asam lambung ringan.

3. Jahe

Jahe merupakan salah satu bahan herbal yang terkenal baik untuk pencernaan. Kandungan gingerol di dalamnya memiliki sifat antiinflamasi dan antikejang.

Jahe bisa dikonsumsi dengan cara diseduh menggunakan air panas, dan dapat ditambahkan madu atau perasan lemon untuk menambah rasa. Sangat bermanfaat untuk sakit perut akibat mual, gas berlebih, atau gangguan lambung ringan.

4. Teh Peppermint

Peppermint membantu meredakan kram otot pada saluran pencernaan dan mengurangi produksi gas. Minuman ini cocok untuk mengatasi perut kembung, nyeri perut ringan, serta mual.

5. Pijat Perut Secara Lembut

Pijatan ringan pada perut dengan gerakan searah jarum jam dapat membantu melancarkan pergerakan usus dan mengurangi tekanan akibat gas. Gunakan minyak kayu putih atau minyak zaitun, dan lakukan dengan tekanan lembut.

6. Atur Posisi Tubuh

Berbaring menyamping sambil menarik lutut ke arah dada dapat membantu mengurangi tekanan di area perut. Posisi ini cukup efektif untuk meredakan kram, kembung, dan nyeri akibat gas.

7. Kunyit

Kunyit mengandung kurkumin yang bersifat antiinflamasi alami. Kunyit dapat diseduh dengan air hangat dan dicampur madu untuk membantu mengurangi rasa perih dan gangguan pencernaan ringan.

8. Hindari Makanan Pemicu

Saat perut terasa tidak nyaman, sebaiknya hindari makanan pedas, berminyak, asam, serta minuman bersoda dan berkafein. Pilih makanan yang lebih lembut seperti bubur, nasi hangat, atau pisang.

9. Konsumsi Pisang

Pisang mudah dicerna dan kaya akan kalium yang membantu menjaga keseimbangan elektrolit. Buah ini aman dikonsumsi untuk membantu mengurangi iritasi lambung dan diare ringan, termasuk pada anak-anak.

10. Air Kelapa

Air kelapa bersifat menyegarkan dan membantu menggantikan cairan tubuh. Minuman ini cocok untuk mengatasi perut terasa panas, dehidrasi, dan gangguan pencernaan ringan.

11. Istirahat yang Cukup

Kurang tidur dan stres dapat memperparah sakit perut. Dengan beristirahat yang cukup, tubuh memiliki kesempatan untuk memulihkan diri secara alami.

12. Latihan Pernapasan dan Relaksasi

Teknik pernapasan dalam dapat membantu menenangkan pikiran dan mengurangi ketegangan otot di area perut. Cara ini sangat bermanfaat jika sakit perut dipicu oleh stres atau kecemasan.

13. Probiotik Alami

Makanan seperti yogurt tawar mengandung bakteri baik yang membantu menjaga keseimbangan flora usus. Konsumsi rutin dapat membantu melancarkan pencernaan serta mengurangi kembung dan nyeri ringan.

Kapan Harus Waspada?

Segera konsultasikan ke tenaga medis apabila sakit perut berlangsung lebih dari 2–3 hari, disertai demam tinggi, muntah berulang, nyeri hebat, perut terasa keras, atau terjadi pada anak dengan kondisi lemas.

Sakit perut memang dapat mengganggu aktivitas, namun tidak selalu memerlukan obat-obatan. Dengan perawatan alami seperti kompres hangat, minuman herbal, serta istirahat yang cukup, tubuh sering kali mampu memulihkan diri secara alami.

 Menjaga pola makan sehat, mengelola stres, dan peka terhadap sinyal tubuh adalah kunci utama agar sakit perut tidak mudah kambuh.

(***) 

#SakitPerut #Kesehatan


 

Serasinews.com– Di tengah teriknya cuaca, air kelapa kerap menjadi pilihan utama pelepas dahaga. Rasanya segar, alami, dan sering dianggap sebagai minuman sehat yang aman dikonsumsi setiap hari. Namun, apakah benar air kelapa boleh diminum tanpa batas?

Secara medis, air kelapa aman dikonsumsi setiap hari, tetapi tetap perlu memperhatikan jumlah dan kondisi tubuh.

Air kelapa merupakan cairan alami dari kelapa muda berusia sekitar 6–7 bulan. Dalam satu buah kelapa hijau, umumnya terdapat sekitar setengah hingga satu cangkir air kelapa murni. Penting untuk membedakan air kelapa dengan santan. Air kelapa mengandung sekitar 94 persen air dan hampir tanpa lemak, sementara santan justru tinggi lemak karena berasal dari perasan daging kelapa.

Mengacu pada berbagai sumber kesehatan, termasuk Healthline, air kelapa memang menyimpan banyak manfaat. Namun, konsumsinya sebaiknya tidak berlebihan. Untuk orang dewasa yang sehat, batas aman konsumsi umumnya adalah sekitar satu buah kelapa segar per hari, terutama setelah beraktivitas fisik atau berolahraga, saat tubuh membutuhkan pengganti cairan dan elektrolit.

Kaya Nutrisi Penting

Meski terasa ringan dan sedikit manis, air kelapa mengandung berbagai mineral esensial. Dalam satu cangkir (±240 ml) air kelapa terkandung sekitar:

60 kalori

15 gram karbohidrat

8 gram gula alami

15 persen kebutuhan harian kalium

4 persen magnesium

4 persen kalsium

2 persen fosfor

Kalium menjadi kandungan unggulan yang berperan penting dalam menjaga keseimbangan cairan tubuh, fungsi otot, serta kerja jantung dan sistem saraf.

Menangkal Radikal Bebas

Air kelapa juga mengandung antioksidan alami yang membantu menetralisir radikal bebas. Senyawa ini berperan melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat stres oksidatif, yang diketahui berkaitan dengan berbagai penyakit kronis seperti penyakit jantung, diabetes, hingga penuaan dini.

Berpotensi Mengontrol Gula Darah

Meski memiliki rasa manis, air kelapa memiliki indeks glikemik relatif rendah. Kandungan magnesium di dalamnya diketahui dapat meningkatkan sensitivitas insulin, sehingga bermanfaat bagi penderita diabetes tipe 2 maupun pradiabetes.

Beberapa studi menunjukkan konsumsi air kelapa berpotensi membantu menurunkan kadar HbA1c, indikator kontrol gula darah jangka panjang. Namun demikian, penderita diabetes tetap disarankan membatasi konsumsi sekitar 1–2 cangkir per hari, menghindari produk kemasan dengan gula tambahan, serta berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsinya secara rutin.

Membantu Mencegah Batu Ginjal

Hidrasi yang cukup merupakan kunci utama pencegahan batu ginjal. Air kelapa dinilai efektif membantu mengurangi pembentukan kristal di ginjal dan saluran kemih. Kandungan mineralnya membantu mencegah endapan kalsium dan oksalat, terutama pada individu yang rentan mengalami dehidrasi.

Menjaga Kesehatan Jantung

Manfaat lain air kelapa adalah kontribusinya terhadap kesehatan jantung. Kandungan kaliumnya yang tinggi—sekitar 500 mg per 227 ml—membantu menyeimbangkan kadar natrium dalam tubuh, sehingga dapat membantu menurunkan tekanan darah.

Beberapa ahli bahkan menyarankan konsumsi sekitar 150 ml air kelapa segar di pagi hari untuk membantu menjaga tekanan darah tetap stabil.

Isotonik Alami bagi Tubuh Aktif

Bagi mereka yang aktif berolahraga, air kelapa kerap disebut sebagai minuman isotonik alami. Kandungan elektrolit seperti kalium, natrium, magnesium, dan kalsium membantu menggantikan cairan dan mineral yang hilang melalui keringat. Keunggulannya, air kelapa bebas pewarna dan pemanis buatan, sehingga lebih aman dikonsumsi dalam jangka panjang.

Siapa yang Perlu Waspada?

Meski menyehatkan, air kelapa tidak selalu cocok untuk semua orang. Penderita gangguan fungsi ginjal perlu berhati-hati karena kadar kalium yang tinggi dapat membebani kerja ginjal dan berisiko menyebabkan hiperkalemia. Konsultasi medis sangat dianjurkan sebelum menjadikannya konsumsi harian.

Kesimpulannya, air kelapa boleh diminum setiap hari dan menawarkan banyak manfaat kesehatan, asal dikonsumsi secara wajar dan disesuaikan dengan kondisi tubuh. Satu buah kelapa segar per hari sudah cukup untuk memperoleh manfaat optimal tanpa menimbulkan risiko.

Seperti prinsip dasar dalam dunia medis, alami bukan berarti tanpa batas.

(***)
#ManfaatAirKelapa #Kesehatan
#GayaHidup #Lifestyle

 

Serasinews.com– Batuk yang tidak kunjung sembuh memang menyebalkan, apalagi di musim pancaroba ketika daya tahan tubuh mudah turun. Meski sudah mencoba berbagai obat, dari yang dijual bebas sampai resep dokter, batuk terkadang tetap bertahan berminggu-minggu.

Faktanya, penyebab batuk yang lama tidak selalu berasal dari infeksi. Gaya hidup, kebiasaan sehari-hari, dan jenis makanan yang dikonsumsi bisa memperburuk kondisi saluran pernapasan. Beberapa hal sederhana yang sering diabaikan justru bisa membuat tenggorokan iritasi dan memperlambat proses penyembuhan. Berikut tiga penyebab umum dan cara mudah mengatasinya.

1. Minum Kopi Berlebihan Bisa Memperparah Batuk

Kopi memang nikmat dan bikin semangat, tapi jika batuk tak kunjung reda, sebaiknya batasi konsumsi kopi.

Kafein bersifat diuretik, yang bisa membuat tubuh sedikit dehidrasi. Akibatnya, lendir di tenggorokan menumpuk, memicu rasa gatal, dan batuk lebih sering muncul. Selain itu, sifat asam pada kopi bisa memicu refluks asam lambung (GERD), yang ternyata menjadi penyebab batuk kronis bagi banyak orang.

Sebuah studi di jurnal Chest (2006) menyebutkan, sekitar 75% kasus batuk kronis non-infeksi terkait GERD. Jadi, mengurangi kopi bisa membantu batuk lebih cepat reda.

2. Tidur Cukup untuk Memperkuat Imunitas

Tidur larut malam membuat sistem imun tubuh bekerja kurang optimal. Saat tidur, tubuh memproduksi sitokin, protein penting untuk melawan peradangan dan infeksi. Kurang tidur berarti produksi sitokin menurun, membuat batuk lebih parah.

Selain itu, posisi berbaring membuat lendir sulit keluar, sehingga batuk sering muncul terutama saat malam hari. National Sleep Foundation menyarankan orang dewasa tidur 7–9 jam per malam agar daya tahan tubuh tetap kuat dan saluran napas bisa pulih lebih cepat.

3. Gorengan Bisa Memperburuk Iritasi Tenggorokan

Gorengan memang lezat, tapi bagi yang sedang batuk, sebaiknya dijauhi. Minyak goreng, terutama yang digunakan berulang kali, mengandung radikal bebas dan partikel iritan yang bisa memperparah iritasi tenggorokan. Teksturnya yang renyah juga membuat tenggorokan lebih mudah meradang, sehingga batuk lebih sering dan kering.

Menurut Dr. Anuradha Sharma, ahli paru dari India, makanan berminyak dapat memicu peradangan dan meningkatkan produksi lendir berlebih, terutama bagi penderita alergi atau asma. Banyak pasien batuk kronis membaik hanya dengan berhenti mengonsumsi gorengan.

Batuk Tak Hanya Soal Obat, Tapi Kebiasaan Sehari-hari

Mengatasi batuk bukan hanya soal mencari obat yang paling ampuh, tapi juga memperbaiki kebiasaan harian. Mengurangi kopi, tidur cukup, dan menjauhi gorengan adalah langkah sederhana namun efektif untuk mempercepat pemulihan.

Kalau batuk tetap bertahan lebih dari 3 minggu meski sudah menerapkan tips ini, sebaiknya segera periksa ke dokter. Bisa jadi ada kondisi lain seperti asma, infeksi berulang, atau gangguan lambung yang memerlukan penanganan khusus.

(***)
#Kesehatan #Batuk

 

Serasinews.com, -Di tengah hidup yang serba cepat, pilihan makanan terasa tidak ada habisnya. Dari jajanan pinggir jalan yang aromanya bikin berhenti sejenak, mie instan yang tinggal seduh, sampai minuman kekinian yang tiap minggu ada saja yang viral. Sayangnya, semua kemudahan itu menyimpan ironi: justru makanan yang paling gampang kita dapatkan adalah yang paling sering bikin masalah kesehatan.

Sering kali kita berdalih, “Baru makan sedikit,” atau “Ah cuma sesekali.” Padahal yang berbahaya bukanlah sekali makan, tetapi kebiasaannya yang terjadi berulang setiap hari. Gorengan tiap sore atau mie instan tiap lembur malam—hal kecil seperti itu lama-lama jadi tabungan masalah kesehatan yang menumpuk diam-diam.

Berikut rangkuman 10 makanan dan minuman yang sebenarnya tidak sehat, tetapi hampir pasti kita konsumsi setiap hari—lengkap dengan alasan ilmiahnya dan kenapa kebiasaan ini bisa berbahaya dalam jangka panjang.

1. Gorengan: Nikmatnya Cepat, Dampaknya Lama

Tempe goreng, bakwan, risol—semuanya favorit. Tapi minyak yang dipakai berulang membuat gorengan kaya lemak trans, yang bisa:

menaikkan LDL (kolesterol jahat),

menurunkan HDL (kolesterol baik),

meningkatkan risiko penyakit jantung.

Enaknya sebentar, tapi residunya tertinggal lama di tubuh.

2. Mie Instan: Praktis, Tapi Tinggi Garam

Satu bungkus mie instan bisa mengandung ratusan hingga lebih dari seribu miligram natrium. Kalau sering dimakan:

tekanan darah bisa naik,

ginjal bekerja lebih keras,

tubuh kekurangan zat gizi karena mie hanya kaya karbohidrat, bukan serat atau vitamin.

Belum termasuk bahan aditif dari bumbunya yang dikonsumsi berulang.

3. Minuman Bersoda: Menyegarkan, Tapi Penuh Gula

Satu kaleng soda saja bisa mengandung 7–10 sendok teh gula, sehingga dapat memicu:

obesitas,

diabetes tipe 2,

perlemakan hati,

kerusakan gigi.

Segarnya sesaat, efeknya bertahun-tahun.

4. Snack Kemasan: Renyah, Tapi Tinggi Garam & MSG

Keripik dan kudapan lainnya biasanya mengandung:

garam tinggi,

penguat rasa,

perisa buatan,

bahkan lemak trans di beberapa produk.

Camilan yang tampak "sepele" ini bisa meningkatkan risiko hipertensi dan gangguan metabolik jika jadi kebiasaan.

5. Roti Tawar Putih: Mengenyangkan, Tapi Miskin Nutrisi

Tepung olahan pada roti tawar membuatnya cepat dicerna dan menaikkan gula darah. Nilai gizinya pun rendah. Kalau sering dijadikan menu sarapan tanpa protein atau serat tambahan, tubuh cepat lapar dan konsumsi kalori meningkat.

6. Fast Food: Praktis, Tapi Tinggi Kalori

Burger, ayam goreng cepat saji, hingga kentang goreng mengandung banyak:

kalori,

lemak jenuh,

natrium.

Konsumsi 2–3 kali seminggu saja bisa meningkatkan risiko obesitas, kolesterol tinggi, hingga penyakit jantung.

7. Sosis & Nugget: Favorit Anak, Tapi Ultra-Proses

Produk ini biasanya mengandung:

garam tinggi,

pengawet (nitrit/nitrat),

filler,

perisa buatan.

Pengonsumsiannya yang sering dapat memicu inflamasi dan membebani organ seperti jantung serta ginjal.

8. Es Krim Kemasan: Lembut dan Manis, Tapi Padat Gula

Di balik teksturnya yang creamy, terdapat:

gula tinggi,

lemak jenuh,

kalori besar.

Jika sering dikonsumsi, mudah sekali memicu kenaikan berat badan dan resistensi insulin.

9. Kue & Roti Manis: Bom Kalori yang Tersembunyi

Donat, pastry, dan kue manis umumnya dibuat dari:

gula,

tepung olahan,

mentega atau shortening.

Campuran ini memicu lonjakan gula darah dan dapat meningkatkan risiko diabetes bila dimakan terlalu sering.

10. Minuman Kekinian: Manisnya Berlebihan

Boba, kopi susu gula aren, dan minuman viral lainnya kadang mengandung lebih banyak gula daripada soda. Bahkan ada yang mencapai 300–500 kalori per gelas.

Efeknya:

gula darah naik cepat,

berat badan bertambah,

risiko diabetes meningkat.

Minumannya terlihat ringan, tapi gulanya sama sekali tidak “ringan.”

Nikmati, Tapi Jangan Dijadikan Kebiasaan

Masalah bukan pada makanannya, tetapi seberapa sering kita mengonsumsinya. Tubuh memang tidak protes hari ini, tapi ia mengingat semua yang kita makan. Ketika sinyal-sinyal seperti tekanan darah naik, cepat lelah, atau gula darah mulai bermasalah muncul, biasanya perjalanan sudah telanjur jauh.

(**)
#Kesehatan #GayaHidup
#LifeStyle

 

Serasinews.com,Padang — Kasus HIV/AIDS di Kota Padang mengalami peningkatan signifikan sepanjang tahun 2025. Berdasarkan data terbaru Dinas Kesehatan hingga November 2025, tercatat 192 kasus baru, sehingga total penderita di kota ini mencapai 2.026 orang. Angka tersebut melonjak dibanding tahun sebelumnya yang berjumlah 1.834 kasus.

Kondisi ini mendapat sorotan dari Komisi IV DPRD Kota Padang. Anggota Komisi IV, Erismiarti, menyebut peningkatan tersebut sebagai “alarm sosial” yang menandakan adanya persoalan serius di tengah masyarakat.

“Kita harus bergerak bersama. Tidak cukup hanya Dinas Kesehatan, tetapi juga Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, lembaga masyarakat, hingga tokoh adat dan agama. Semua harus berkolaborasi agar penanganan HIV/AIDS bisa lebih menyeluruh,” ujar Erismiarti, Rabu (12/11/2025).

Menurutnya, upaya penanggulangan tidak bisa hanya berfokus pada aspek medis, tetapi juga perlu memperkuat pendekatan kultural dan spiritual. Nilai-nilai adat dan agama dinilai dapat menjadi benteng sosial yang efektif bila dijalankan secara konsisten.

“Kita harus tegas terhadap perilaku berisiko, tapi jangan sampai menstigma para penderita. Mereka tetap warga Kota Padang yang berhak mendapat perlindungan dan pelayanan kesehatan yang layak,” tegasnya.

Ia menambahkan, DPRD bersama Pemko Padang dan masyarakat harus bertindak cepat agar wabah ini tidak semakin meluas, terutama di kalangan generasi muda.

Didominasi Laki-Laki, Tantangan Terbesar Ada pada Perubahan Perilaku

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Padang, dr. Dessy M. Siddik, membenarkan adanya peningkatan tersebut. Dari 192 kasus baru, 173 di antaranya merupakan laki-laki, sementara 19 lainnya perempuan.

“Sebagian besar penderita baru adalah laki-laki, dan ini berkaitan dengan perilaku seksual berisiko yang tidak sesuai dengan norma sosial,” ungkap dr. Dessy di Gedung DPRD Padang.

Ia menjelaskan, Dinas Kesehatan terus memperkuat program pencegahan melalui penyuluhan, pemeriksaan kesehatan, serta edukasi hidup sehat dan aman. Namun, perubahan perilaku masyarakat menjadi tantangan terbesar.

“Penyebab dominan masih berasal dari hubungan seksual berisiko dan perilaku menyimpang, termasuk hubungan sesama jenis,” tambahnya.

Sosiolog UNP: Minim Edukasi dan Lemahnya Kontrol Sosial Jadi Akar Masalah

Menurut Dr. Erianjoni, sosiolog dari Universitas Negeri Padang, lonjakan kasus HIV/AIDS di Padang berakar pada rendahnya pendidikan dan pengetahuan masyarakat mengenai penyakit tersebut, serta lemahnya kontrol sosial di lingkungan.

“Gaya hidup berisiko seperti seks bebas dan penggunaan narkoba suntik masih menjadi faktor utama. Ditambah lagi, akses informasi dan layanan kesehatan belum menjangkau seluruh kelompok rentan,” jelasnya.

Ia menilai sinergi antarinstansi dan komunitas masyarakat menjadi kunci agar populasi paling rentan bisa lebih mudah menjangkau layanan edukasi, pemeriksaan, dan pendampingan.

“Sinergitas penting, supaya yang sudah terpapar mendapat perawatan dan yang belum bisa lebih terlindungi,” ujarnya.

Fenomena Sosial dan Tantangan Moral di Kota Religius

Erianjoni juga menyoroti meningkatnya perilaku hubungan sesama jenis di kalangan pria sebagai salah satu faktor percepatan penyebaran HIV/AIDS, bahkan mulai merambah lingkungan pelajar.

“Fenomena ini mengkhawatirkan. Nilai adat dan agama harus kembali diperkuat agar masyarakat memiliki kontrol sosial yang lebih baik,” katanya.

Ia mendorong peran aktif niniak mamak, cadiak pandai, ulama, serta Dubalang Kota — lembaga adat penjaga ketertiban sosial — untuk kembali dioptimalkan.

“Dubalang Kota bisa menjadi garda terdepan menjaga ketertiban sosial berbasis nagari. Termasuk mengawasi kelompok berisiko tinggi seperti pekerja malam,” ujarnya menambahkan.

Paradoks di Kota Religius

Lonjakan kasus HIV/AIDS menjadi ironi bagi Kota Padang yang selama ini dikenal religius dan berlandaskan adat Minangkabau. Di balik citra moral dan spiritual yang kuat, muncul kenyataan bahwa penyakit ini telah menyebar di tengah masyarakat sendiri.

Berbagai pihak menegaskan, dibutuhkan kolaborasi lintas sektor, edukasi berkelanjutan, serta penguatan nilai adat dan agama untuk menekan laju penyebaran HIV/AIDS.

“HIV/AIDS bukan hanya masalah medis, tetapi juga krisis sosial dan moral yang mengancam masa depan generasi muda,” tutup Erismiarti.

(Rini/Mond)
#AIDS #HIV #DPRDPadang #Padang #Kesehatan

Serasinews.com, -Bayangkan kamu diundang ke pesta ulang tahun teman. Musiknya ramai, lampu berkelap-kelip, semua orang terlihat bersenang-senang. Tapi ketika berdiri di depan pintu, tanganmu mulai gemetar, napas terasa berat, dan dada seakan terhimpit. Bukan karena tempatnya menyeramkan — melainkan karena di dalam sana ada orang-orang baru.

Jika hanya membayangkannya saja membuatmu ingin pulang, bisa jadi kamu mengalami anthropophobia, atau ketakutan berlebihan terhadap manusia dan interaksi sosial.

Apa Itu Anthropophobia?

Kata anthropophobia berasal dari bahasa Yunani — “anthropos” berarti manusia dan “phobos” berarti ketakutan. Secara sederhana, ini adalah rasa takut intens terhadap orang lain, baik yang dikenal maupun tidak.

Tapi jangan disamakan dengan sekadar rasa malu atau gugup saat bertemu orang baru. Anthropophobia adalah kondisi psikologis yang jauh lebih dalam. Penderitanya bisa merasa panik, berkeringat dingin, bahkan nyaris pingsan hanya karena harus berbicara dengan orang lain. Dalam kondisi ekstrem, mereka bisa memilih hidup menyendiri dan menolak semua bentuk interaksi sosial.

Beda dengan Gangguan Kecemasan Sosial

Sering kali anthropophobia disamakan dengan social anxiety disorder (gangguan kecemasan sosial), padahal keduanya berbeda.

AspekAnthropophobiaSocial Anxiety DisorderFokus ketakutanTakut terhadap manusia secara umumTakut terhadap penilaian sosialPemicuKehadiran orang lainSituasi sosial tertentu (misalnya berbicara di depan umum)DampakBisa menghindari semua kontak sosial, bahkan dengan keluargaMasih bisa bersosialisasi di lingkungan amanSifat ketakutanLuas dan mendalamLebih spesifik pada situasi tertentu

Jadi, kalau orang dengan kecemasan sosial masih bisa nyaman bersama teman dekat, penderita anthropophobia bisa merasa takut bahkan kepada orang yang mereka cintai.

Tanda dan Gejala Anthropophobia

Gejala fisik:

Jantung berdebar kencang saat bertemu orang lain

Tangan gemetar dan berkeringat

Mual, pusing, atau sesak napas

Sulit berbicara, suara terbata-bata

Gejala psikologis:

Cemas berat sebelum pertemuan sosial

Ketakutan irasional akan dihakimi atau disakiti

Pikiran negatif berulang seperti “Aku pasti terlihat bodoh”

Menghindari keramaian atau bahkan panggilan telepon

Mengapa Bisa Terjadi?

Tidak ada satu penyebab pasti, tapi beberapa faktor bisa memicu munculnya anthropophobia:

Pengalaman traumatis
Pernah dipermalukan, ditolak, atau diintimidasi bisa meninggalkan luka sosial mendalam.

Pola asuh yang keras atau menekan
Anak yang tumbuh tanpa rasa aman dan penerimaan bisa kehilangan kepercayaan pada hubungan sosial.

Gangguan psikologis lain
Seperti depresi atau PTSD yang memperparah ketakutan terhadap orang lain.

Dampak dunia digital
Interaksi yang serba daring membuat banyak orang tidak terbiasa dengan komunikasi tatap muka, dan lama-lama merasa canggung atau takut berhadapan langsung.

Seperti Apa Rasanya Hidup dengan Anthropophobia?

“Setiap kali aku melihat orang berjalan ke arahku, seluruh tubuhku seolah membeku. Aku tahu mereka tidak akan menyakitiku, tapi ketakutan itu muncul begitu saja.”

Begitulah pengakuan seorang penderita anthropophobia.
Bayangkan, aktivitas sederhana seperti menyapa orang bisa terasa seperti menghadapi ancaman besar. Hidup menjadi sepi, bukan karena tidak ingin bersosialisasi, tapi karena rasa takut yang terlalu kuat untuk dilawan.

Bisakah Disembuhkan?

Kabar baiknya: anthropophobia bisa diatasi. Dengan terapi dan dukungan yang tepat, penderita bisa belajar kembali merasa aman di tengah orang lain.

Beberapa cara yang umum digunakan:

Terapi Kognitif-Perilaku (CBT)
Membantu mengubah pola pikir negatif menjadi lebih realistis dan sehat.

Desensitisasi Bertahap
Menghadapi ketakutan sedikit demi sedikit — misalnya mulai dari mengirim pesan singkat hingga akhirnya bertemu langsung.

Terapi Kelompok
Dilakukan dalam lingkungan yang aman dan mendukung, agar penderita bisa berlatih bersosialisasi tanpa tekanan.

Dukungan Keluarga dan Sahabat
Kesabaran dan empati orang terdekat sangat berperan dalam proses pemulihan.

Obat-obatan (jika diperlukan)
Dokter dapat meresepkan antidepresan atau obat penenang untuk membantu mengelola gejala kecemasan berat.

Ketakutan Bukanlah Kelemahan

Rasa takut bertemu orang bukan tanda bahwa seseorang lemah — ini adalah reaksi dari luka batin yang belum sembuh.
Dengan waktu, dukungan, dan penanganan profesional, seseorang bisa kembali membuka diri dan menemukan kembali hangatnya hubungan manusia.

Karena di balik setiap ketakutan, selalu ada harapan untuk pulih. 🌿

Sumber Referensi:

American Psychiatric Association. Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-5)

Healthline: Anthropophobia: Symptoms, Causes, and Treatment

Verywell Mind: Understanding the Fear of People (Anthropophobia)

(***) #Kesehatan #MentalHealth #Anthropophobia

 


Serasinews.com,-Bagi banyak orang Indonesia, lontong adalah makanan wajib yang selalu hadir di meja makan — entah jadi teman sate, opor, rendang, atau gado-gado. Tapi, di balik kelezatan dan kepraktisannya, ada satu kebiasaan yang tanpa disadari bisa membawa bahaya: membungkus lontong dengan plastik.

Sekilas memang tampak lebih mudah. Plastik tidak bocor, bentuk lontong lebih padat, dan hasilnya rapi. Namun, di balik semua itu, tersimpan risiko yang bisa mengancam kesehatan — mulai dari gangguan hormon hingga penyakit kanker.

Uap Panas, Plastik, dan Zat Kimia Berbahaya

Ahli gizi masyarakat dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, dr. Tan Shot Yen, menjelaskan bahwa penggunaan plastik untuk mengukus lontong dapat melepaskan bahan kimia berbahaya ke dalam makanan.
Plastik yang terkena panas bisa mengeluarkan zat kimia yang berisiko masuk ke tubuh. Dampaknya bisa menyebabkan gangguan hormon, masalah reproduksi, bahkan kanker,” ujarnya, dikutip dari Antara.

Proses pengukusan lontong yang berlangsung berjam-jam pada suhu tinggi membuat bahan kimia seperti Bisphenol A (BPA) dan phthalates terurai. Kedua zat ini dikenal sebagai endocrine disruptors — senyawa yang bisa meniru atau mengacaukan kerja hormon alami dalam tubuh.
Dalam jangka panjang, paparan zat ini dapat menyebabkan infertilitas, gangguan tumbuh kembang anak, obesitas, diabetes, serta kanker payudara dan prostat.

Tak Semua Plastik Aman untuk Makanan

Masalahnya, banyak plastik yang beredar di pasaran tidak dibuat sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk bahan pangan.
Deputi Fasilitasi Riset dan Inovasi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Agus Haryono, menegaskan bahwa plastik untuk kemasan makanan harus memenuhi standar keamanan tertentu.
“Zat aditif pada plastik yang tidak tahan panas mudah terurai. Bila ikut termakan, bisa menimbulkan kanker atau gangguan hormonal,” jelasnya, dikutip dari kumparanNEWS.

Sayangnya, masih banyak penjual yang memakai plastik biasa — bahkan plastik kresek bekas — untuk membungkus lontong. Praktis, tapi jelas berbahaya.

Kembali ke Pembungkus Alami: Daun Pisang & Janur

Sebenarnya, solusi paling aman sudah ada sejak dulu.
Menurut dr. Tan, membungkus lontong dengan daun pisang atau janur kelapa jauh lebih sehat.
Kedua bahan alami ini tidak hanya bebas bahan kimia, tapi juga mengandung senyawa seperti polifenol yang bersifat antioksidan dan antibakteri. Selain itu, daun memberikan aroma khas yang membuat lontong terasa lebih sedap dan alami.

Daun memberikan cita rasa dan aroma yang tak bisa digantikan plastik. Aman, alami, dan sudah terbukti selama ratusan tahun,” tutur dr. Tan.

Cara Menyimpan Lontong dengan Aman

Selain pembungkus, cara penyimpanan juga penting. Setelah matang, lontong sebaiknya tidak dibiarkan terlalu lama di suhu ruang, karena bisa cepat basi atau terkontaminasi bakteri.
Simpan di kulkas jika tidak langsung dikonsumsi, lalu kukus ulang sebelum disajikan agar tetap hangat dan aman.

Praktis Belum Tentu Sehat

Membungkus lontong dengan plastik memang terlihat praktis, tapi efek jangka panjangnya bisa berbahaya bagi tubuh.
Sudah saatnya kita kembali ke cara tradisional yang lebih sehat dan ramah lingkungan. Selain menjaga kesehatan, langkah kecil ini juga membantu mengurangi limbah plastik yang mencemari bumi.

Ingat: yang praktis belum tentu aman.
Terkadang, cara lama justru lebih bijak — seperti daun pisang dan janur yang setia menjaga cita rasa dan kesehatan kita sejak dulu

(***)


Serasinews.com,- Di era serba digital, di mana hampir setiap aktivitas dilakukan melalui layar, gaya hidup modern perlahan tapi pasti sedang “menggoyang” tulang belakang generasi muda. Generasi Z  yang dikenal cerdas teknologi dan lekat dengan dunia maya  kini menghadapi ancaman kesehatan yang sering tak disadari: skoliosis, kelainan tulang belakang yang dapat mengubah postur tubuh secara permanen.

Fenomena ini bukan lagi sekadar kasus medis yang langka. Seiring meningkatnya waktu yang dihabiskan di depan layar, baik untuk belajar daring, bekerja jarak jauh, maupun sekadar berselancar di media sosial, para ahli mulai mencatat peningkatan kasus skoliosis di kalangan anak muda usia produktif.

Mengenal Skoliosis: Saat Tulang Belakang Tak Lagi Lurus

Menurut penjelasan Mayo Clinic yang dikutip Rabu (8/10/2025), skoliosis adalah kondisi di mana tulang belakang melengkung ke samping, membentuk huruf “S” atau “C”. Akibatnya, postur tubuh penderita terlihat tidak simetris — bahu bisa tampak tidak sejajar, pinggul miring, atau salah satu tulang belikat lebih menonjol dari sisi lainnya.

Pada tahap awal, skoliosis sering kali tidak menimbulkan rasa sakit. Banyak penderita bahkan tidak menyadari bahwa tulang belakangnya mulai mengalami kelengkungan abnormal. Namun, jika dibiarkan tanpa penanganan, kondisi ini dapat berkembang menjadi serius: memicu nyeri punggung kronis, gangguan pernapasan akibat tekanan pada paru-paru, hingga perubahan bentuk tubuh yang memengaruhi kepercayaan diri.

Gaya Hidup Digital: “Racun Halus” Bagi Tulang Belakang

Sejumlah pakar kesehatan menyebut skoliosis kini bukan hanya disebabkan oleh faktor genetik, tetapi juga oleh kebiasaan hidup modern yang nyaris tidak melibatkan gerak fisik. Generasi Z, yang tumbuh di tengah teknologi serba cepat, menjadi kelompok paling rentan.

Berikut beberapa kebiasaan yang sering dilakukan tanpa disadari, namun ternyata menjadi pemicu utama kelainan tulang belakang:

  • Duduk terlalu lama tanpa bergerak. Aktivitas seperti belajar daring, bekerja dari rumah, hingga maraton menonton serial atau bermain gim membuat tubuh jarang berpindah posisi.
  • Menunduk berjam-jam menatap layar gawai. Kebiasaan ini memberi tekanan besar pada leher dan punggung bagian atas.
  • Postur duduk yang salah. Membungkuk di depan meja, bersandar miring, atau duduk di kursi tanpa sandaran punggung yang baik bisa memperburuk posisi tulang belakang.
  • Minim aktivitas fisik. Semakin banyak waktu yang dihabiskan di depan gadget, semakin sedikit kesempatan otot-otot punggung untuk bekerja menopang tulang belakang dengan optimal.

Kombinasi faktor-faktor ini menyebabkan tulang belakang kehilangan keseimbangannya secara perlahan. Bila berlangsung lama, perubahan kecil pada postur bisa berkembang menjadi lengkungan yang menetap  inilah awal mula skoliosis pada anak muda masa kini.

Tanda-Tanda Skoliosis yang Sering Diabaikan

Masalah utama skoliosis adalah gejalanya yang halus dan sering diabaikan. Banyak penderita baru menyadari kondisinya setelah perubahan postur terlihat jelas di cermin. Padahal, mendeteksi lebih awal dapat mencegah kelainan semakin parah.

Beberapa tanda yang patut diwaspadai antara lain:

  • Salah satu bahu tampak lebih tinggi dari yang lain.
  • Pinggul terlihat tidak sejajar atau miring.
  • Salah satu tulang belikat tampak lebih menonjol.
  • Tubuh cenderung condong ke salah satu sisi saat berdiri.
  • Nyeri atau pegal di punggung setelah duduk lama.

Jika tanda-tanda ini muncul, sebaiknya segera berkonsultasi ke dokter spesialis ortopedi. Pemeriksaan sederhana, seperti tes Adam’s Forward Bend atau rontgen tulang belakang, dapat membantu mendeteksi tingkat kelengkungan tulang sejak dini.

Dampak Skoliosis Tak Hanya Soal Penampilan

Banyak orang menganggap skoliosis hanya masalah postur tubuh. Padahal, dampaknya jauh lebih luas. Pada kasus yang berat, skoliosis dapat mengganggu fungsi organ vital. Lengkungan tulang belakang yang ekstrem bisa menekan paru-paru dan jantung, menyebabkan kesulitan bernapas dan menurunkan kapasitas pernapasan.

Selain itu, skoliosis juga dapat menyebabkan nyeri punggung kronis, cepat lelah, serta gangguan keseimbangan tubuh. Dari sisi psikologis, penderita skoliosis berat sering kali mengalami penurunan rasa percaya diri akibat bentuk tubuh yang berubah.

Langkah Pencegahan: Mulai dari Kebiasaan Sederhana

Kabar baiknya, sebagian besar kasus skoliosis ringan dapat dicegah  terutama bila dimulai dari perubahan gaya hidup sejak dini. Para ahli merekomendasikan beberapa langkah praktis berikut:

  1. Perhatikan postur duduk. Pastikan punggung tetap tegak, bahu rileks, dan kaki menapak lantai. Gunakan kursi dengan sandaran yang mendukung tulang belakang.
  2. Batasi waktu menatap layar. Hindari posisi menunduk terlalu lama. Letakkan layar sejajar dengan pandangan mata untuk mengurangi tekanan pada leher.
  3. Rutin berolahraga. Aktivitas seperti berenang, yoga, pilates, atau latihan peregangan ringan dapat memperkuat otot punggung dan menjaga keseimbangan tulang belakang.
  4. Ambil jeda setiap 30–60 menit. Berdiri, berjalan, atau sekadar melakukan peregangan sederhana bisa membantu sirkulasi darah dan mengendurkan otot yang tegang.
  5. Perhatikan posisi tidur. Gunakan kasur yang tidak terlalu empuk dan bantal yang menopang leher dengan baik.

Langkah-langkah sederhana ini bisa menjadi tameng efektif untuk melindungi tulang belakang dari risiko skoliosis di masa depan.

Kesadaran Dini, Investasi Seumur Hidup

Skoliosis kini tak lagi dianggap penyakit orang dewasa. Dengan gaya hidup digital yang serba duduk dan minim gerak, anak muda bahkan remaja sudah mulai menunjukkan gejala kelengkungan tulang sejak dini.

Pencegahan bukan sekadar pilihan, tapi keharusan. Sebab tulang belakang adalah “tiang kehidupan” 1 menopang seluruh struktur tubuh dan menentukan kualitas gerak kita setiap hari.

Generasi Z, dengan segala kemajuannya di dunia digital, dituntut untuk cerdas pula dalam menjaga kesehatannya di dunia nyata. Dengan kesadaran postur dan perubahan kebiasaan kecil, mereka bisa tetap produktif tanpa harus mengorbankan kesehatan tulang belakang.

Jadi, mulai sekarang, tegakkan punggungmu, jauhkan gadget sejenak, dan bergeraklah. Karena skoliosis bisa datang tanpa suara  tapi dampaknya bisa membekas seumur hidup.

(***)

#Skoliosis #Kesehatan #Gayahidup #Lifestyle

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.