Articles by "peristiwa"

Aceh Afif Maulana Agam AIDS Aipda Dian WR AirterjunLembahAnaiMeluap Aksibersihpantai AksiJalanan Aleknagari Amak Lisa AmalanBulanRajab AndreRosiade AnjingPelacak anthropophobia Antikorupsi ApdateKorbanBencanaSumatera Apelsiaga Apeltanggapbencana Arif maulana Arosuka Artikel Artis Minang Asusila balapliar BalapMotor Bali Balikpapan BandarNarkobaKabur Bandung BangunanLiar Banji Banjir BanjirAceh BanjirAgam BanjirBandang BanjirPadang BanjirSumatera BanjirSumbar BanjirSumut bansos banten BantuanBencanaAcehHilang BantuanKorbanBencanaPasbar Banyuwangi Bapenda BareskrimPolri Batam BatangArau Batuk BBM BeaCukai bencana Bencana alam Bencanaalam BencanaAlamSumateraBarat BencanaHidrometeorologi BencanaKotaPadang BencanaSumatera BencanaSumbar BerantasNarkoba BibitSiklonTropis95B BKSDA BMKG BNNPSumbar BNNsumbar BNPB BobonSantoso Box Redaksi BPBDKabupatenAgam BPBDPadang BPBDSumbar BPHMigas BrimobPoldaSumbar Brimobuntukindonesia BRISuperLeague bukit sitinurbaya Bukittinggi BungaBangkai BungaRafflesia BWSS V padang BWSSV BWSSVPadang Calon Bupati cemburubuta CerintIrallozaTasya Cikampek Cikarang CuacaEkstrem cuacapanasekstrem curanmor Daerah danabos Dandrem 032 WBR dankodaeral II Demonstrasi Denpasar Depok DeptCollector Dharmasraya Dinas sosial DinasPendidikanSumbar DinasPerpusipPadang DinasPerpustakaandanArsip DinasPertanian dinassosial dinassosialpadang Dirlantas Dirlantas Polda Sumbar DirlantasPoldaSumbar Disdukcapil DitlantasPoldaSumbar DitpolairudPoldaSumbar DPCPKBkotapadang DPDRI DPR DPRD Padang DPRDpadang DPRDsumbar DPUPR DPUPRPadang dubalangkota EmpatPilar Enarotali Evakuasi festival sepakbola Filipina Galodo GalodoLembahAnai gangguanhormon GanjaKering gaya hidup GayaHidup gempa GempaBumi gerakcepatdinsos gorontalo GrasstrackMotocross Gresik GunungMerapiErupsi gurbernurriaukenaottkpk HAM HargaCabaiNaik Haripahlawan Harisumpahpemuda Hidroneteologi Hipnotis HismawaMigas HIV Hot New HubunganSesamaJenis hukum Huntara HUT Humaspolri ke 74 HUT80Brimob Hutan IKW IKWRI IlegalFishing IlegalMinning IllegalLogging Indonesia Indonesia. indonesiamaju infrastruktur Intan jaya Internasional irigasi Islam Islami Jakarta Jakarta Selatan JalanLembahAnaiPutus JalanLongsor JalanRetak Jambi Jawa Tengah Jayapura Jayawijaya JembatanPutus JembatanRetak Jogyakarta jurnalis JusufKalla K9 Kabupaten Agam kabupaten dharmasraya Kabupaten Solok KabupatenAgam KabupatenDharmasraya KabupatenPasamanBarat KabupatenPesisirSelatan kabupatenSolokSelatan KafeKaraoke KAI Sumbar Kakorlantas kakorlantaspolri kapolres kapolressijunjung Kapolri KarangTaruna kasat narkoba KasusMedis keamanan kebakaran KebakaranPasarPayamumbuh KebatanGunungNagoPutus kecamatankototangah kecelakaan kegiatanrutin KejariDharmasraya kejaripadang kejaripesel kekerasan kelangkaanBBM kelangkaansolar Kemenag Kemenhut Kemenkes Kementrian PU kementriankebudayaan KementrianLingkunganHidup KemuliaanBulanRajab kendaraan KeracunanMakanan Kesehatan keselamatan bersama keselamatan kerja kesiapsiagaan kesunyian malam KetahananPangan ketertiban umum KetertibanUmum Kiwirok KKB KLHK Kodim 0307 Tanah Datar KomnasHAM komplotanganjalATM KorbanBanjirAgam KorbanBrncanaAgam Korem 032/WB Korpolairud korupsi Kota Padang KotaPadang KotaPariaman KPK Kriminal KRYD KUHP KumpulanDo'a Laksamanamuda Lampung LembahAnai Lembang Leonardy LGBT life style lifestyle Lima Puluh Kota LimaPuluhKota lingkungan listrikilegal literasi lombok timur Longsor LongsorKampusUINImambonjol LowonganKerjaPalsu Madiun Magelang MahardikaMudaIndonesia MahyeldiAnsharullah Makan Bergizi Gratis Makasar Malalak MalPraktek ManfaatAirKelapa manila MapolsekMuaraBatangGadisDibakarMasaa MataElang Medan MengelolaAirUntukNegri mentalhealth Mentawai Mesum Mimika Miras MirasIlegal MobilBencanaDibakarMassa MobilPatwalPoldaSumbarKecelakaan MobilSatpolPPAcehDibakarMassa MogokKerja MTsN10pesisirselatan Muhammadiyah mutilasibayi nagarisolokambah nagarisulitair narkoba Narkotika Nasioanl Nasional ngaraisianok NinjaSawit NTT odgj OknumGuruLGBT Oksibil olahraga Opini OprasiLilinSinggalang2025 oprasimalam oprasitumpasbandar2025 oprasizebra2025 oprasizebrasinggalang2025 OrangHanyut OTTKPK PADA Padang Padang panjang Padang Pariaman PadangAman PadangPariaman PadangRancak PadangSigap Pahlawannasional pajak air tanah Palimanan pandekarancak PanenRaya pantaipadang Papua parenting Pariaman Parlemen Pasaman Pasaman barat pasamanbarat pasang pasarrayapadang Pasuruan Payakumbuh PDAM PeduliBencana Pekanbaru Pelalawan pelayananhumanis pelayanansosial PelemikBantuanAsing PemakamanMasalKorbanBencanaSumbar Pemasyarakatan PembabatanHutan PembalakanHutanMentawai pembalakanLiar Pembinaan PembinaanWargaBinaan Pembunuhan pemerasan Pemko Padang PemkoPadang PemulihanBencana PemutihanPajakKendaraan pencabulan PencarianKorbanBanjirPadang Pencirian PenculikanAnak Pencurian Pendidikan penegakanhukum penemuanbayi penemuanJanin PenemuanJasadBayo penemuanmayat Penertiban Pengancaman pengangguran penganiayaan Pengeroyokan Penggelapan Penjarahan Perbankan Perceraian Perdagangan peristiwa peristiwadaerah perlindungananak Persami PersijaJakarta pertahanan PerumdaAirMinum Pesisir Selatan PesisirSelatan Peti PJN PKL PolaMakan PolantasMenyapa Polda banten Polda Jabar Polda Kalbar Polda Metro Jaya polda Papua POLDA SulBar POLDA SUMBAR PoldaRiau Poldasumbar PoldaSumut Polhut Policegoestoscool Polisi Politik polPP polres Polres 50 kota Polres Dharmasraya Polres Mentawai Polres Padang panjang Polres Pasaman Polres Pasaman Barat Polres Solok Polres solok selatan PolresPadang polrespasaman polrespasamanbarat polrespasbar PolresPayakumbuh polrespesel PolresSolokKota polresSolokSelatan Polresta bukittinggi Polresta Padang PolresTanahDatar polrestapadang POLRI PolriPresisi Polsek bungus barat Polsek Koto Tangah Padang Polsek Lubeg Pontianak PrabowoSubianto PrajuritTNITewas PrediksiCuaca premanisme Presiden RI PrestaPadang psp padang Ptostitusi PuanMaharani Puncak jaya Purwakarta jawabarat QuickWins Razia RekeningDormant Religi RevisiKUHP Riau RidwanKamil RokokIlegal RutanPadang sabu Sajam SakitPerut Sarkel SatgasDamaiCartenz satgasoprasidamai satlantaspolresta SatpolPP SatpolPPAceh Sawahlunto Sawmil SeaGamen2025 segmen sianok seherman SekolahRakyat Semarang semenpadang SemenPadangFC Senjatatajam sepakbola sepakbolaindonesia SepakBolaWanita Serang ServisKendaraanGratisKorbanBanjirAgam SiagaBencana SigapMembangunNegriUntukRakyat Sijunjung sikat singgalang2025 silent treatment simulasibencana Sinkhole siswismptewassaathiking sitinjaulauik Skoliosis SMA1pulaupunjung sobatlalulintasrancakbana solok Solok selatan solokarosuka solokselatan solsel Sosialisasi SPBUganting SPPG STNK Strongpoint subsidi ilegal sukabumi Sulawesi Tenggara Sumatera Barat SumateraBarat Sumaterbarat Sumatra barat Sumbar SungaiKuranji Surabaya swasembadapangan TambangEmasIlegal tambangilegal TambangIlegalSumbar Tanah datar tanahdatar tanggapdarurat TanggapDaruratBencana tawuran TawuranNarkoba Terbaru Ternate Timika Papua timklewang TimnasIndonesiaU22 TimnasWanitaIndonesia TNI TPUTunggulHitam Transformasi polri transpadang transportasi TrukTerbakar tsunamiDrill Tuak Uin UIN IB Padang UpadateKorbanBencanaSumatera UpdateKorbanBanjirSumatera UpdateKorbanBencanaAlam UpdateKorbanBencanaSumatera Utama UUMD3 Viral WargaBinaan Yalimo Yogyakarta Yuhukimo
Tampilkan postingan dengan label peristiwa. Tampilkan semua postingan

 

Serasinews.com, Padang — Warga Kota Padang diresahkan oleh dugaan tindakan tidak senonoh yang terjadi di kawasan Masjid Taqwa Bandar Purus, Kelurahan Padang Pasir, Kecamatan Padang Barat, pada Minggu malam, 11 Januari 2026. Seorang pria tak dikenal diduga melakukan perbuatan asusila di sekitar area masjid, termasuk di fasilitas toilet perempuan.

Peristiwa tersebut diketahui saat pelapor bersama seorang temannya baru keluar dari sebuah kafe di sekitar lokasi. Pelapor sempat berhenti di pinggir jalan untuk melepas softlens yang dirasa mengganjal. Pada saat itu, temannya mendengar seseorang memanggil dari arah masjid dan menoleh ke sumber suara.

Secara tiba-tiba, seorang pria tak dikenal diduga memperlihatkan alat kelaminnya ke arah korban. Aksi tersebut membuat korban terkejut dan merasa tidak aman. Pelapor sempat mengingatkan agar temannya tidak menanggapi pelaku, namun pria tersebut terus memanggil dan berusaha menarik perhatian.

Karena perilaku itu berlanjut, pelapor merekam kejadian menggunakan ponsel sebagai bukti. Kejadian tersebut kemudian disampaikan kepada warga sekitar. Namun, menurut pelapor, laporan itu tidak mendapat respons serius dengan alasan pelaku diduga mengalami gangguan kejiwaan dan kerap bertindak tidak wajar.

Situasi semakin memprihatinkan setelah diketahui bahwa pria tersebut berada di area toilet Masjid Taqwa, tepatnya di toilet khusus perempuan. Saat dipergoki warga, pelaku disebut sedang mandi di dalam fasilitas tersebut.

Pelapor menyatakan kekhawatirannya jika kejadian ini dibiarkan tanpa penanganan, karena berpotensi membahayakan perempuan dan anak-anak yang menggunakan fasilitas masjid. Ia mengaku telah mengantongi rekaman video saat pelaku dipergoki warga di dalam toilet wanita.

“Kami khawatir akan ada korban berikutnya. Ini terjadi di area masjid dan toiletnya khusus perempuan,” ujar pelapor.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian maupun pengelola Masjid Taqwa terkait penanganan kasus tersebut. Warga berharap aparat segera bertindak guna menjamin keamanan jamaah serta mencegah terulangnya dugaan tindakan asusila di fasilitas umum dan tempat ibadah.

Peristiwa ini kembali menyoroti pentingnya pengawasan dan penanganan serius terhadap dugaan pelecehan di ruang publik, baik melalui proses hukum maupun pendekatan medis apabila pelaku benar diduga mengalami gangguan kejiwaan.

(Rini/Mond)

#Peristiwa #Padang #Asusila #Viral


 

Serasinews.com, Dharmasraya – Jalan menuju perkebunan PT TKA di Kecamatan Asam Jujuhan, Senin (11/01), dipenuhi warga dari Nagari Alahan Nan Tigo dan Nagari Lubuk Besar. Mereka datang membawa satu pesan tegas: hak kebun plasma 20 persen harus segera direalisasikan.

Sejak pagi hari, ratusan warga berkumpul dan membentangkan spanduk tuntutan di sepanjang akses jalan perusahaan. Tulisan-tulisan bernada protes dan seruan kepatuhan hukum menjadi penanda bahwa aksi ini bukan sekadar luapan emosi, melainkan tuntutan atas hak yang selama ini dinilai terabaikan. Aparat keamanan terlihat berjaga, memastikan aksi berjalan aman dan terkendali.

Dalam orasi yang disampaikan secara bergiliran, masyarakat membeberkan dasar tuntutan mereka. PT TKA diketahui menguasai lahan perkebunan dengan status Hak Guna Usaha (HGU) seluas 12.341,4583 hektare, sebagaimana tercantum dalam SK HGU Nomor 04 Tahun 1986 dan Sertifikat HGU Nomor 03. Dengan luasan tersebut, perusahaan berkewajiban menyediakan kebun plasma seluas 2.468,29166 hektare bagi masyarakat sekitar.

Warga menilai kewajiban tersebut merupakan amanat regulasi yang tidak dapat diabaikan. Mereka menyebut, hingga kini realisasi kebun plasma masih belum memberikan kepastian, padahal perusahaan telah beroperasi dalam jangka waktu yang lama.

Sejumlah spanduk aksi secara gamblang mencantumkan rujukan hukum, di antaranya Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 43 Tahun 2011 serta Putusan Pengadilan Negeri Pulau Punjung Nomor 50/Pdt.G/2022/PN Pul. Bagi warga, pencantuman aturan dan putusan pengadilan itu menjadi penegasan bahwa tuntutan mereka memiliki dasar hukum yang jelas.

Masyarakat berharap keberadaan perusahaan besar di wilayah mereka tidak hanya meninggalkan jejak eksploitasi lahan, tetapi juga menghadirkan keadilan dan kesejahteraan. Kebun plasma dipandang sebagai jalan bagi warga untuk ikut merasakan manfaat ekonomi dari pengelolaan sumber daya di tanah mereka sendiri.

“Perusahaan boleh berusaha, tapi hak masyarakat jangan diabaikan. Kami hanya meminta apa yang seharusnya kami terima,” kata salah seorang warga dalam orasinya.

Aksi damai tersebut berakhir tanpa insiden. Warga menyatakan akan terus menunggu itikad baik dari pihak perusahaan serta peran aktif pemerintah daerah dan instansi terkait. Mereka berharap persoalan kebun plasma ini dapat diselesaikan secara transparan dan berkeadilan, sebelum konflik berkepanjangan tak terhindarkan.

(Mond/Rini)

#Peristiwa #Demonstrasi #Daerah

#KabupatenDharmasraya

 

Serasinews.com, Padang – Kepolisian memastikan dua gumpalan daging yang ditemukan di sebuah rumah kos di Kecamatan Kuranji, Kota Padang, bukan merupakan janin bayi manusia. Hasil pemeriksaan medis menyimpulkan temuan tersebut diduga berasal dari janin hewan.

Kepastian itu disampaikan Kapolsek Kuranji, Kompol Dr. Hendri, S.H., M.H., setelah menerima hasil pemeriksaan dari RS Bhayangkara Polda Sumatera Barat pada Selasa (6/1/2026).

“Berdasarkan hasil medis, gumpalan daging yang ditemukan tersebut bukan janin manusia, melainkan diduga janin hewan,” kata Kompol Hendri, Kamis (8/1/2026).

Temuan itu sebelumnya sempat menggegerkan warga. Dua gumpalan daging ditemukan pada Minggu (4/1/2026) sekitar pukul 10.00 WIB di rumah kos milik Rosmawati, Jalan Bandes Parak Jigarang, Kelurahan Anduring. Satu gumpalan ditemukan di depan rumah kos, sementara satu lainnya berada di dalam bangunan.

Bentuk temuan yang tidak lazim memicu spekulasi di tengah masyarakat, termasuk dugaan pembuangan janin bayi. Warga pun segera melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian.

Menindaklanjuti laporan itu, personel Polsek Kuranji bersama Bhabinkamtibmas langsung mendatangi lokasi. Polisi melakukan pemeriksaan awal dan berkoordinasi dengan Puskesmas Ambacang. Seorang bidan turut dimintai keterangan sebelum kasus dilimpahkan ke Tim Inafis Polresta Padang.

Sekitar pukul 12.20 WIB, petugas Inafis tiba di lokasi untuk melakukan olah TKP, mendokumentasikan temuan, serta memasang garis polisi. Dua gumpalan daging tersebut kemudian diamankan dan dibawa ke RS Bhayangkara Polda Sumbar guna pemeriksaan lanjutan.

Hasil pemeriksaan medis memastikan tidak ada unsur tindak pidana yang berkaitan dengan janin bayi manusia.

“Dengan hasil ini, kami memastikan tidak ditemukan unsur pidana dalam peristiwa tersebut,” tegas Kompol Hendri.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya pada informasi yang belum dipastikan kebenarannya dan tetap menunggu keterangan resmi dari aparat berwenang. 

(*) 

#PenemuanJanin #Peristiwa #Padang


Serasinews.com, Limapuluh Kota – Amblesan tanah besar yang muncul di lahan pertanian Pombatan, Jorong Tepi, Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, masih menjadi perhatian serius warga dan pemerintah setempat. Lubang yang terbentuk sejak Minggu (4/1/2026) itu terus terisi air hingga menyerupai kolam besar dan menyebabkan seluruh sawah di sekitarnya terendam.

Peristiwa tersebut berawal dari retakan kecil di permukaan sawah yang sebelumnya mengalami kekeringan. Dalam waktu singkat, tanah runtuh membentuk lubang berdiameter sekitar 20 meter dengan kedalaman diperkirakan 15 meter. Saat kejadian, warga mendengar suara gemuruh dari bawah tanah, menandakan adanya aliran air kuat di bawah permukaan.

Hingga kini, permukaan air di dalam lubang masih bertambah, meluap ke area sawah dan membuat lahan pertanian tidak dapat digarap. Kondisi ini berdampak langsung pada mata pencaharian petani setempat.

Area Diamankan, Warga Dilarang Mendekat

Aparat kepolisian bersama pemerintah nagari telah memasang garis pengaman dan mengatur lalu lintas warga yang datang ke lokasi. Masyarakat diminta menjauh dari area amblesan karena struktur tanah dinilai belum stabil dan berisiko runtuh kembali.

Plt Wali Nagari Situjuah Batua, Emil Nofri Ihsan Dt Rajo Simarajo, menyampaikan bahwa pemantauan terus dilakukan sambil menunggu kajian teknis dari instansi terkait.

Badan Geologi Pastikan Bukan Sinkhole Karst

Badan Geologi Kementerian ESDM memastikan amblesan tersebut bukan sinkhole karst, melainkan akibat erosi buluh, yaitu pengikisan tanah oleh aliran air bawah tanah pada lapisan tanah vulkanik yang halus.

Menurut Plt Kepala Badan Geologi, Lana Saria, air hujan masuk melalui rekahan tanah dan mengalir di bawah permukaan, menggerus material tanah secara perlahan hingga membentuk rongga besar yang akhirnya runtuh. Kondisi geologi setempat serta curah hujan tinggi mempercepat proses tersebut.

Ia menegaskan, kejadian serupa berpotensi terjadi di lokasi lain dengan karakter tanah yang sama, sehingga kewaspadaan perlu ditingkatkan.

DPRD Dorong Langkah Mitigasi

Anggota DPRD Limapuluh Kota, M. Fajar Rillah Vesky, meminta pemerintah daerah segera berkoordinasi dengan PVMBG untuk melakukan kajian lapangan dan menyusun langkah mitigasi yang jelas.

Selain upaya teknis, DPRD juga menyoroti pentingnya bantuan bagi petani terdampak, mengingat lahan pertanian yang menjadi sumber penghidupan kini tidak dapat digunakan.

Waspada di Balik Air yang Tenang

Meski terlihat tenang, genangan air di dalam lubang amblesan menyimpan potensi bahaya. Rongga bawah tanah yang masih aktif dikhawatirkan dapat memicu runtuhan susulan dan memperluas dampak.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa ancaman geologi dapat terjadi secara perlahan dan tanpa tanda mencolok, bahkan di kawasan pertanian. Pemerintah daerah dan warga kini diminta tetap waspada sembari menunggu hasil kajian lanjutan dari para ahli.

(Rini/Mond

#Sinkhole #Peristiwa #SumateraBarat


 

Serasinews.com, Padang – Sungai-sungai di Kota Padang tak lagi mengalir seperti dulu. Setelah rangkaian banjir dan longsor, alur air berubah arah, melebar, dan perlahan mendekati permukiman warga. Ancaman itu kini nyata, berdiri hanya beberapa langkah dari pintu rumah.

Hujan deras yang mengguyur Padang pada Jumat, 2 Januari 2026, menjadi penanda bahaya yang kian mendesak. Debit air meningkat tajam, tebing sungai tergerus, dan jarak aman yang selama ini diandalkan warga hilang dalam waktu singkat.

Dari Jarak Aman ke Zona Bahaya

Di Lubuk Minturun (Lumin), warga menyaksikan sendiri bagaimana sungai “berpindah tempat”. Sismi Aulia menyebut, aliran sungai yang dahulu berjarak sekitar 20 meter dari rumah kini tinggal sekitar 5 meter. Lebih mengkhawatirkan, arah alirannya tak lagi lurus, melainkan membelok ke kawasan permukiman.

“Sekarang sungainya seperti mengincar rumah kami. Setiap hujan deras, kami selalu waspada. Tidur pun tidak pernah tenang,” katanya.

Sekitar 40 hingga 50 kepala keluarga berada dalam kondisi rawan. Beberapa rumah yang berdiri dekat tebing sungai mengalami runtuhan tanah sedikit demi sedikit. Warga mengaku sudah menyampaikan keluhan ke pihak kelurahan, namun upaya nyata seperti pembangunan DAM atau pemasangan bronjong belum kunjung dilakukan.

Ketika Bendera Putih Menjadi Tanda Bahaya

Situasi lebih genting terjadi di Griya Permata II Banda Gadang. Di kawasan ini, warga mengibarkan bendera putih di depan rumah—bukan sebagai simbol menyerah, melainkan sebagai sinyal darurat.

Syarifah, salah seorang warga, mengatakan perubahan aliran sungai telah membawa bencana langsung. Saat hujan deras mengguyur, sedikitnya 10 rumah hanyut, dua rumah rusak berat, dan akses jalan amblas.

“Sungai sekarang sudah sampai ke depan rumah. Kami benar-benar takut. Rumah saya juga bisa hanyut kapan saja,” ujarnya.

Trauma pascabencana membuat warga belum sempat mengurus laporan resmi. Banyak yang masih berusaha memulihkan diri, sembari dihantui kekhawatiran akan hujan berikutnya.

“Kami hanya berharap ada bantuan cepat. Kalau hujan besar datang lagi, kami tidak punya tempat aman,” tuturnya.

Dampak Kerusakan Alam dan Tata Ruang

Pengamat lingkungan Indang Dewata menilai kondisi ini merupakan akumulasi dari kerusakan hulu sungai dan lemahnya penataan ruang. Material banjir seperti kayu, lumpur, dan pasir menyebabkan pendangkalan sungai, sehingga air meluap dan mencari jalur terdekat—yang sering kali adalah kawasan permukiman.

Ia mengingatkan bahwa aturan sempadan sungai sejatinya melarang pembangunan dalam radius 30 hingga 50 meter dari aliran sungai. Selain itu, kawasan hulu harus dijaga dari pembalakan dan alih fungsi lahan, sementara di hilir diperlukan infrastruktur pengendali banjir dan ruang terbuka hijau.

Tanpa langkah cepat dan tegas, perubahan aliran sungai ini bukan sekadar fenomena alam, melainkan sinyal krisis lingkungan yang lebih besar—di mana warga Kota Padang dipaksa hidup berdampingan dengan ancaman yang terus bergerak mendekat.

(Rini

#BanjirPadang #Padang #Petistiwa


 

Serasinews.com, Padang — Penemuan dua janin bayi menggegerkan warga Jalan Bandes, Parak Jigarang, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, pada Minggu (4/1). Kedua janin tersebut ditemukan di area rumah kos-kosan yang berada di tengah permukiman padat penduduk.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, janin bayi itu diperkirakan berusia sekitar tiga bulan. Warga menemukan keduanya di lokasi terpisah, yakni satu janin di luar area kos-kosan dan satu lainnya di dalam salah satu kamar kos.

Seorang warga setempat, Riki, mengatakan penemuan bermula dari kecurigaan warga yang mencium bau tidak sedap di sekitar kos-kosan. Setelah dilakukan pengecekan, warga menemukan janin bayi tersebut.

“Kami curiga karena ada bau menyengat. Setelah dicek, ternyata ditemukan janin,” ujarnya.

Peristiwa itu sontak membuat warga sekitar terkejut. Sejumlah warga sempat berkumpul di lokasi sebelum kejadian tersebut dilaporkan kepada pihak kepolisian.

Mendapat laporan, aparat kepolisian langsung turun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara. Polisi mengamankan area, mengumpulkan barang bukti, serta meminta keterangan dari saksi-saksi, termasuk penghuni kos dan warga sekitar.

Kedua janin kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Padang untuk menjalani pemeriksaan medis sesuai prosedur.

Hingga saat ini, polisi masih mendalami kasus tersebut guna mengungkap pihak yang bertanggung jawab. Penyelidikan dilakukan dengan menelusuri identitas penghuni kos, memeriksa rekaman kamera pengawas di sekitar lokasi, serta mengumpulkan bukti pendukung lainnya.

Pihak kepolisian memastikan penanganan kasus ini dilakukan secara serius. Warga pun berharap kasus tersebut segera terungkap agar memberikan kejelasan dan tidak kembali terjadi di kemudian hari.

(Rini/Mond

#Peristiwa #PenemuanJaninBayi Padang


 

Serasinews.com, Agam, Sumatera Barat — Banjir yang dipicu luapan Sungai Asam merendam kawasan Jorong Pasar Rabaa, Nagari Koto Kaciak, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Jumat (2/1) malam. Peristiwa tersebut menyebabkan 17 warga terjebak di dalam rumah hingga akhirnya dievakuasi oleh tim Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kota Padang.

Air banjir dilaporkan mencapai ketinggian sekitar 50 hingga 80 sentimeter dengan arus cukup kuat, menyulitkan warga untuk menyelamatkan diri secara mandiri. Evakuasi dilakukan setelah Basarnas menerima laporan dari Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Agam terkait kondisi darurat di wilayah tersebut.

Koordinator Lapangan Basarnas Padang, Atta Priyono, menyampaikan bahwa tim gabungan Basarnas dan PMI langsung diterjunkan ke lokasi begitu laporan diterima. Petugas menyisir rumah-rumah warga yang tergenang untuk memastikan seluruh penghuni dapat dievakuasi dengan aman.

Sebanyak 17 warga yang terdiri dari anak-anak, orang dewasa, hingga lanjut usia berhasil dipindahkan ke tempat aman, yakni Masjid Nurul Huda Koto Kaciak dan rumah kerabat terdekat.

Menurut Atta, derasnya arus banjir menjadi tantangan utama dalam proses evakuasi. Untuk mengantisipasi risiko, petugas menggunakan tali pengaman saat membantu warga keluar dari rumah.

“Keselamatan warga menjadi prioritas utama. Karena arus cukup deras, evakuasi dilakukan dengan sangat hati-hati,” ujarnya.

Banjir terjadi akibat hujan berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut selama beberapa jam, sehingga Sungai Asam meluap dan air dengan cepat memasuki permukiman warga. Puluhan rumah dilaporkan terdampak dalam kejadian ini.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Seluruh warga yang terdampak berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.

Basarnas dan PMI Agam mengimbau masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir susulan, mengingat curah hujan masih diperkirakan tinggi dalam beberapa hari ke depan.

Warga juga diminta segera mengungsi ke tempat aman apabila ketinggian air kembali meningkat.

(Rini/Mond

#Peristiwa #Daerah #KabupatenAgam

#BanjirAgam



 

Serasinews.com, Padang — Banjir mendadak melanda kawasan permukiman di Jalan DPR Ujung, Gang Babussalam 6, Kelurahan Dadok Tunggul Hitam, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Jumat (2/1/2026). Hujan lebat yang turun sejak dini hari menyebabkan saluran drainase tak mampu menampung debit air, sehingga luapan air menggenangi rumah warga.

Air naik dengan cepat dan disertai arus cukup kuat. Warga yang tinggal di kawasan padat penduduk tersebut tak sempat menyelamatkan barang-barang, bahkan sebagian di antaranya terjebak di dalam rumah. Ketinggian air dilaporkan mencapai lutut hingga pinggang orang dewasa.

Situasi darurat ini membuat warga panik, terutama karena anak-anak dan lansia tidak mampu mengevakuasi diri secara mandiri. Beberapa keluarga memilih bertahan sambil menunggu bantuan datang.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang menerima laporan kejadian pada siang hari dan langsung menurunkan Tim Reaksi Cepat ke lokasi sekitar pukul 15.30 WIB. Proses evakuasi dilakukan menggunakan perahu karet karena sejumlah rumah telah terendam cukup dalam.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, mengatakan fokus utama penanganan adalah penyelamatan warga rentan. Petugas menyisir permukiman satu per satu untuk memastikan tidak ada warga yang tertinggal di tengah banjir.

“Evakuasi kami lakukan secara bertahap dan penuh kehati-hatian karena arus air cukup deras,” kata Hendri.

Sebanyak delapan warga berhasil dievakuasi dengan selamat, terdiri dari dua orang dewasa dan enam lainnya anak-anak. Anak-anak dievakuasi dengan cara digendong, sementara warga dewasa dibantu naik ke perahu karet.

Seluruh korban kemudian diungsikan ke Masjid Al-Manar yang berada di lokasi lebih tinggi dan aman dari genangan. Di tempat tersebut, warga mendapat pendampingan awal serta kebutuhan dasar dari petugas dan relawan.

Penanganan banjir melibatkan berbagai unsur, mulai dari BPBD, perangkat kecamatan dan kelurahan, BKO Satpol PP, Kelompok Siaga Bencana, hingga masyarakat setempat yang turut membantu proses evakuasi dan pengamanan lingkungan.

Hingga Jumat sore, BPBD masih melakukan pendataan dampak dan kerugian akibat banjir. Warga diminta tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, mengingat kondisi cuaca di Kota Padang masih berpeluang hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi.

(Rini/Mond) 

#BanjirPadang #Peristiwa #Padang


 

Serasinews.com, Padang — Banjir kembali melanda kawasan Pasar Lalang Guo, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Jumat sore (2/1), akibat meluapnya Sungai Batang Kuranji setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut sejak Kamis malam. Puluhan personel Polresta Padang dikerahkan untuk mengevakuasi warga yang terjebak banjir.

Evakuasi dipimpin Kepala Satuan Reserse Narkoba Polresta Padang, AKP Martadius, bersama personel gabungan dari sejumlah satuan. Dengan peralatan seadanya, petugas menerobos genangan air demi mengevakuasi warga yang masih berada di rumah dan area pasar yang terendam.

Luapan sungai menyebabkan rumah warga serta kawasan pasar terendam air dengan ketinggian bervariasi, mulai dari setinggi lutut hingga pinggang orang dewasa. Akibatnya, aktivitas warga lumpuh dan sebagian terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih aman.

Petugas memprioritaskan penyelamatan anak-anak, lansia, dan perempuan yang kesulitan menyelamatkan diri akibat derasnya arus air. Sejumlah warga hanya mampu menyelamatkan barang seperlunya, sementara petugas turut membantu mengamankan dokumen penting dan barang berharga milik warga.

Kapolresta Padang, Kombes Pol Apri Wibowo, menyatakan pihaknya langsung bergerak cepat setelah menerima laporan adanya warga yang terjebak banjir akibat meluapnya sungai.

“Keselamatan warga adalah prioritas utama kami. Begitu menerima laporan, personel langsung kami terjunkan untuk melakukan evakuasi, terutama terhadap kelompok rentan,” ujarnya.

Selain evakuasi, kepolisian juga melakukan pengamanan di lokasi banjir serta pengaturan arus lalu lintas guna mencegah kemacetan dan kecelakaan akibat genangan air di jalan.

Warga setempat menilai banjir kali ini cukup parah karena debit air sungai naik secara tiba-tiba setelah hujan deras berlangsung selama berjam-jam. Beberapa warga mengaku tidak sempat menyelamatkan barang-barang karena air dengan cepat masuk ke rumah.

Kapolresta Padang mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di bantaran sungai dan wilayah rawan banjir, agar tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, mengingat curah hujan masih tinggi.

Hingga Jumat malam, personel Polresta Padang masih bersiaga di lokasi untuk memastikan seluruh warga telah dievakuasi dan mengantisipasi kemungkinan luapan sungai kembali terjadi.

(Rini/Mond)
#Polri #Peristiwa #BanjirPadang #Daerah
#Padang

 

Serasinews.com, Padang – Longsor terjadi di dua titik kawasan Sitinjau Lauik pada Jumat (2/1/2026) sore. Kejadian ini mengakibatkan terganggunya arus lalu lintas di jalur utama yang menghubungkan Kota Padang dengan Solok.

Menindaklanjuti peristiwa tersebut, pihak terkait segera melakukan penanganan dengan berkoordinasi bersama PT Hutama Karya (HK) untuk membersihkan material longsor yang menutupi badan jalan.

Selama proses pembersihan berlangsung, arus lalu lintas diberlakukan sistem satu arah secara bergantian (buka tutup) guna mencegah kemacetan serta menjaga keselamatan para pengguna jalan.

Hingga saat ini, petugas masih berada di lokasi untuk memastikan penanganan berjalan optimal. Masyarakat diimbau agar tetap waspada saat melintas di kawasan tersebut dan mematuhi arahan petugas di lapangan.

(Rini)
#Peristiwa #SitinjauLauik #Longsor
#Daerah #Padang

 

Serasinews.com, Padang — Curah hujan tinggi yang mengguyur Kota Padang sejak Jumat dini hari (2/1/2026) menyebabkan bencana longsor di kawasan Pagambiran Ampalu Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung. Peristiwa tersebut terjadi di RT 04/RW 18 dan sempat mengagetkan warga setempat.

Tanah di perbukitan sekitar permukiman dilaporkan menjadi tidak stabil akibat hujan deras yang berlangsung selama beberapa jam. Kondisi ini memicu longsoran tanah dan lumpur yang bergerak ke arah permukiman warga, menimbun sejumlah rumah di bawahnya.

Sebelum longsor terjadi, warga sempat mendengar suara gemuruh dari arah perbukitan. Suara tersebut membuat warga panik dan segera berupaya menyelamatkan diri. Beberapa warga berhasil keluar dari rumah sesaat sebelum material longsor menghantam bangunan.

Tim gabungan yang terdiri dari BPBD Kota Padang, TNI, Polri, serta relawan langsung dikerahkan ke lokasi kejadian untuk melakukan evakuasi dan pendataan. Hingga kini, proses pembersihan material longsor masih berlangsung dengan menggunakan peralatan manual maupun alat berat.

Belum terdapat laporan resmi mengenai korban jiwa. Namun, dampak longsor menyebabkan kerusakan parah pada sejumlah rumah dan memaksa beberapa warga mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Pemerintah daerah mengimbau masyarakat yang bermukim di wilayah rawan longsor agar tetap waspada dan segera mengantisipasi kemungkinan bencana susulan, mengingat intensitas hujan di Kota Padang masih berpotensi tinggi dalam beberapa hari ke depan.

(Rini/Mond

#Longsor #Peristiwa #Padang # Daerah


 

Serasinews.com, Padang — Curah hujan sedang hingga lebat yang mengguyur Kota Padang sejak Kamis malam hingga Jumat dini hari (2/1/2026) mengakibatkan terjadinya jalan amblas di kawasan Batu Busuk, Kelurahan Kapalo Koto, Kecamatan Pauh. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 01.45 WIB dan menyebabkan akses transportasi warga setempat terputus total.

Dari hasil pemantauan di lokasi, bagian jalan yang amblas diperkirakan sepanjang 15 meter. Kerusakan terlihat cukup parah karena badan jalan runtuh ke arah sungai, sehingga tidak memungkinkan untuk dilalui baik oleh kendaraan roda dua maupun roda empat.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, menyampaikan bahwa kejadian ini dipicu oleh tingginya curah hujan yang berlangsung dalam waktu lama. Kondisi tersebut menyebabkan debit Sungai Batu Busuk meningkat dan menggerus tanah di sekitar struktur jalan.

“Curah hujan yang cukup tinggi sejak malam hari membuat debit sungai naik drastis. Struktur tanah di sekitar jalan menjadi labil dan tidak mampu menahan beban, sehingga terjadi amblas,” jelas Hendri.

Usai kejadian, BPBD Kota Padang bersama Babinsa, relawan Rumah Zakat, serta warga setempat segera turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan awal, mengamankan area, dan memasang rambu peringatan agar tidak dilalui masyarakat.

Hingga Jumat pagi, petugas masih melakukan pemantauan secara intensif. Hujan yang masih turun dikhawatirkan dapat memperburuk kondisi tanah dan memicu longsor susulan di sepanjang aliran sungai.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka, kejadian ini berdampak besar terhadap mobilitas warga. Jalan yang amblas merupakan akses utama masyarakat Batu Busuk menuju pusat kota dan wilayah sekitarnya. Akibat terputusnya jalur tersebut, warga terpaksa menggunakan jalur alternatif yang lebih jauh dan memakan waktu tempuh lebih lama.

BPBD Kota Padang mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di sekitar Sungai Batu Busuk, untuk tetap waspada dan menjauhi lokasi kejadian demi keselamatan. Masyarakat juga diminta segera melapor apabila menemukan tanda-tanda bahaya seperti retakan tanah, pergeseran bangunan, atau peningkatan debit air sungai secara tiba-tiba.

Saat ini, BPBD masih berkoordinasi dengan instansi terkait untuk melakukan kajian teknis serta merencanakan langkah penanganan lanjutan agar akses jalan dapat segera dipulihkan.

(Rini/Mond

#Peristiwa #BanjirPadang #Padang

#Daerah


 

Serasinews.com, Padang — Aktivitas layanan Bus Trans Padang terhenti total pada Selasa (31/12/2025) setelah para sopir melakukan aksi mogok massal di depan Balai Kota Padang, Aia Pacah. Aksi tersebut dipicu oleh belum dibayarkannya gaji sopir selama tiga bulan, serta tidak jelasnya kontrak kerja dan Bantuan Operasional Khusus (BOK) antara operator dengan Pemerintah Kota Padang.

Sebanyak 54 unit bus yang melayani Koridor 1 hingga 6 terpaksa tidak beroperasi. Kondisi ini berdampak langsung pada ribuan warga yang sehari-hari bergantung pada Trans Padang sebagai moda transportasi utama.

Krisis ini turut menyingkap persoalan serius dalam pengelolaan Trans Padang. Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) sebelumnya menemukan permasalahan tata kelola operasional dengan nilai anggaran mencapai Rp5,291 miliar. Temuan tersebut dinilai memiliki keterkaitan dengan tersendatnya pembayaran hak sopir dan ketidakstabilan operasional layanan.

Para sopir menyatakan permasalahan serupa telah berulang kali terjadi tanpa penyelesaian yang jelas. Mereka menilai lemahnya pengawasan dan manajemen menjadi akar persoalan yang hingga kini belum dibenahi secara menyeluruh.

Ironisnya, hingga berita ini diturunkan, Kepala Dinas Perhubungan Kota Padang, Ances Kurniawan, belum memberikan klarifikasi. Upaya konfirmasi melalui pesan WhatsApp pada Selasa (30/12/2025) tidak mendapat tanggapan.

Mogok massal ini menjadi sinyal darurat bagi Pemerintah Kota Padang. Selain merugikan sopir, lumpuhnya Trans Padang juga mengorbankan kepentingan publik. Masyarakat berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret agar layanan transportasi massal tersebut dapat kembali berjalan dan dikelola secara profesional.

(Rini/Mond)

#Peristiwa #MogokKerja #TransPadang

#Padang

 

Serasinews.com, Padang — Curah hujan tinggi yang mengguyur Kota Padang sejak Selasa siang menyebabkan sejumlah sungai meluap dan memicu banjir di beberapa kawasan rawan. Sekitar pukul 16.00 WIB, air mulai merendam permukiman warga setelah debit sungai naik drastis dalam waktu singkat.

Dampak terparah terjadi di Kecamatan Nanggalo dan Kecamatan Pauh. Luapan air sungai di dua wilayah tersebut menimbulkan kepanikan warga, terutama karena hujan diperkirakan masih akan berlanjut hingga malam hari.

Di Kecamatan Nanggalo, kawasan Tabing Banda Gadang kembali terendam banjir. Air sungai meluap ke permukiman padat penduduk, sementara sistem drainase yang terbatas tidak mampu menahan volume air hujan. Genangan pun cepat meluas ke rumah-rumah warga.

Kawasan Tabing Banda Gadang, Gurun Laweh, dan Kampung Lapai memang dikenal sebagai daerah rawan banjir. Letaknya yang berada di sekitar aliran sungai membuat wilayah ini hampir selalu terdampak setiap kali hujan deras mengguyur Kota Padang.

Camat Nanggalo, Amrizal Rengganis, meminta warga yang tinggal di daerah bantaran sungai untuk meningkatkan kewaspadaan dan segera bersiap jika diperlukan evakuasi.

“Debit Sungai Batang Kuranji di kawasan Gunung Nago mengalami peningkatan cukup signifikan. Kami mengimbau warga yang berada dekat aliran sungai untuk sementara menjauh dan mengutamakan keselamatan,” ujar Amrizal.

Sementara itu, banjir juga melanda Kecamatan Pauh setelah Sungai Batu Busuk meluap dan merendam permukiman warga di RT 03 RW 04, Kelurahan Kapalo Koto. Air sungai naik secara tiba-tiba, memaksa warga menyelamatkan diri ke tempat yang lebih aman.

Sebanyak 16 unit rumah dilaporkan terendam dengan ketinggian air yang bervariasi. Derasnya arus air membawa lumpur serta material kayu dan ranting, sehingga memperparah genangan di sekitar permukiman.

Ketua Posko Talang Mandiri sekaligus Ketua Karang Taruna setempat, M. Ilham, mengatakan relawan bergerak cepat begitu air mulai naik. Warga di titik terendah langsung diarahkan untuk melakukan evakuasi mandiri.

“Kenaikan air terjadi sangat cepat. Kami fokus membantu warga, terutama anak-anak dan lansia, agar bisa berpindah ke lokasi yang lebih aman,” ujarnya.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang telah mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem dan meminta masyarakat di daerah rawan banjir tetap siaga. Petugas bersama relawan terus memantau perkembangan debit sungai serta menyiapkan langkah-langkah penanganan darurat.

Peristiwa ini kembali menegaskan tingginya potensi bencana hidrometeorologi di Kota Padang saat musim hujan, sehingga kewaspadaan dan kesiapsiagaan masyarakat menjadi kunci untuk meminimalkan dampak banjir.

(VLR

#Peristiwa # Banjir

 

Serasinews.com, Padang — Longsor terjadi di Kecamatan Lubuk Kilangan, tepatnya di ruas jalan bawah Panorama 1, pada Selasa (30/12/2025) sekitar pukul 17.30 WIB. Peristiwa tersebut menyebabkan material tanah dan bebatuan menutup sebagian badan jalan, sehingga arus lalu lintas di kawasan itu terganggu.

Informasi dari laporan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) menyebutkan bahwa longsor dipicu oleh kondisi tanah yang tidak stabil. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Meski demikian, pengendara yang melintas diminta untuk lebih berhati-hati.

Penanganan di lokasi terus dilakukan dengan mengerahkan dua unit alat berat milik PT HKI untuk membersihkan material longsoran. Hingga saat ini, proses evakuasi masih berlangsung agar jalan dapat segera difungsikan kembali.

Pihak terkait terus memantau situasi di lapangan serta melakukan koordinasi guna menjamin keselamatan pengguna jalan. Perkembangan selanjutnya akan diinformasikan sesuai dengan kondisi terbaru di lokasi.

Masyarakat diimbau sementara waktu menggunakan jalur alternatif dan meningkatkan kewaspadaan, mengingat potensi longsor susulan masih mungkin terjadi, terutama saat cuaca tidak menentu.

(Rini/Mond)

#Peristiwa #Longsor #SitinjauLauik

 

Serasinews.com, Padang — Layanan Bus Trans Padang Koridor 2 rute Pasa Raya–Bungus Teluk Kabung lumpuh total pada Selasa, 30 Desember 2025. Seluruh armada tidak beroperasi akibat aksi mogok kerja yang dilakukan para sopir dan karyawan. Puluhan bus tampak terparkir di Pool Koridor 2 kawasan Bungus Teluk Kabung, Kota Padang.

Aksi mogok ini dipicu oleh belum dibayarkannya gaji pekerja selama tiga bulan berturut-turut, terhitung sejak Oktober hingga Desember 2025. Kondisi tersebut memicu kekecewaan mendalam para pekerja yang merasa hak dasar mereka sebagai karyawan diabaikan.

Seorang sopir yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan, sejak Oktober 2025 dirinya tidak lagi menerima gaji secara utuh. Ia hanya memperoleh pinjaman sebesar Rp2 juta pada Oktober, sementara gaji bulan November dan Desember belum dibayarkan hingga kini.

“Kami dituntut bekerja profesional dan disiplin, tapi hak kami justru tidak dipenuhi. Bagaimana kami bisa bekerja jika kebutuhan keluarga saja tidak terpenuhi,” ujarnya.

Ia menegaskan, seluruh sopir dan karyawan sepakat tidak akan kembali beroperasi sebelum hak mereka dibayarkan. Aksi mogok ini disebut sebagai langkah terakhir setelah berbagai keluhan yang disampaikan tidak mendapat respons.

Direktur Utama PT Bungus Teluk Kabung, Ajeng, membenarkan adanya tuntutan tersebut. Menurutnya, para pekerja meminta gaji dibayarkan terlebih dahulu sebelum bersedia kembali menjalankan operasional bus.

“Mereka meminta haknya diselesaikan, setelah itu baru mau bekerja kembali,” kata Ajeng.

Namun hingga berita ini diturunkan, belum ada kepastian kapan pembayaran gaji tersebut akan direalisasikan.

Mogok kerja ini berdampak langsung pada masyarakat. Heru, salah seorang calon penumpang, mengaku kecewa karena tidak adanya pemberitahuan terkait penghentian layanan.

“Saya sudah menunggu sejak pukul 06.30 WIB, tapi bus tidak kunjung datang. Saya bisa terlambat masuk kerja,” keluhnya.

Keluhan serupa disampaikan seorang pegawai Kecamatan Bungus Teluk Kabung yang sehari-hari menggunakan Bus Trans Padang sebagai sarana transportasi. Ia mengaku terlambat masuk kantor karena menunggu bus tanpa mengetahui adanya aksi mogok.

Ironisnya, di tengah terganggunya layanan publik ini, pemerintah dan pengelola terkesan bungkam. Upaya konfirmasi kepada Kepala Dinas Perhubungan Kota Padang maupun Direktur Utama PT Padang Sejahtera Mandiri (PSM) selaku Perumda Kota Padang tidak mendapat respons hingga berita ini ditayangkan.

Para sopir dan karyawan menegaskan, aksi mogok akan terus berlanjut hingga persoalan gaji diselesaikan secara menyeluruh. Mereka berharap pemerintah daerah dan pihak terkait segera turun tangan agar layanan transportasi publik kembali normal dan hak pekerja terpenuhi.

Situasi ini pun memunculkan pertanyaan besar: siapa yang bertanggung jawab atas terhentinya layanan publik dan terabaikannya hak pekerja serta penumpang? Hingga kini, jawabannya masih belum jelas.

(Rini/Mond

#Peristiwa #MogokKerja #Padang

#TransPadang


 

Serasinews.com; Agam, Sumatera Barat -   Kabupaten Agam dan sekitarnya diguncang gempa tektonik berkekuatan magnitudo 4,7 pada Minggu (28/12/2025). Meski tergolong gempa menengah, kedalaman yang dangkal memicu getaran kuat yang menimbulkan kerusakan pada puluhan rumah, khususnya di Kecamatan Palembayan.

Berdasarkan catatan BMKG, episentrum berada di darat pada kedalaman 10 kilometer, sekitar 19 kilometer barat daya Bonjol, Kabupaten Pasaman. Kedalaman dangkal ini menyebabkan guncangan dirasakan luas hingga wilayah lain seperti Pasaman Barat, Bukittinggi, Padang Panjang, dan Payakumbuh.

Data sementara dari MDMC Muhammadiyah Palembayan menunjukkan setidaknya 10 rumah rusak berat dan 15 rumah mengalami kerusakan sedang hingga ringan. Kerusakan utama terlihat pada pilar, dinding, dan plafon bangunan. Salah satu wilayah terdampak parah adalah Jorong Koto Alam, termasuk posko kemanusiaan MDMC yang mengalami kerusakan struktural.

“Beberapa bangunan tidak aman untuk ditempati. Pilar retak dan dinding terbelah berisiko jika terjadi gempa susulan,” ujar relawan MDMC di lokasi.

BMKG juga mencatat satu kali gempa susulan pascagempa utama, yang menambah kekhawatiran warga. Hingga Minggu sore, tim relawan bersama aparat pemerintah, TNI-Polri, dan perangkat nagari terus melakukan pendataan dan peninjauan lapangan. Belum ada laporan korban jiwa, tetapi sejumlah warga memilih mengungsi sementara.

Petugas mengimbau masyarakat untuk tidak menempati bangunan yang retak atau rusak dan tetap mengikuti arahan resmi BMKG demi keselamatan.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa Sumatera Barat merupakan wilayah rawan gempa, sehingga kesiapsiagaan dan ketahanan bangunan tetap menjadi kunci mengurangi risiko bencana.

(Rini/Mond

#GempaBumi #SumateraBarat #BMKG

#Peristiwa


 

Serasinews.com, Padang — Kebakaran besar terjadi di kawasan pertokoan sekaligus permukiman padat penduduk di Simpang Pasar Bandar Buat, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, pada Sabtu malam, 27 Desember 2025. Insiden tersebut mengakibatkan satu unit rumah hunian dan tiga petak toko hangus terbakar, dengan total kerugian ditaksir mencapai Rp2,5 miliar.

Peristiwa kebakaran pertama kali diketahui sekitar pukul 20.05 WIB, saat seorang warga melihat asap tebal disertai kobaran api muncul dari salah satu bangunan toko. Menyadari potensi bahaya di kawasan yang padat penduduk, saksi segera melaporkan kejadian tersebut ke Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Padang.

Merespons cepat laporan warga, unit Damkar langsung diberangkatkan pada pukul 20.06 WIB menuju lokasi kejadian yang berjarak sekitar 11 kilometer dari markas. Armada pemadam tiba di tempat kejadian perkara (TKP) pada pukul 20.20 WIB dan segera melakukan pemadaman.

Proses pemadaman berlangsung cukup menantang mengingat lokasi kebakaran berada di tepi jalan utama dengan kepadatan bangunan yang tinggi, sehingga api dengan cepat membesar. Setelah berjibaku selama kurang lebih satu jam, api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 21.05 WIB.

Sebanyak 7 unit armada Damkar Kota Padang dibantu 3 unit armada Damkar Semen Padang, serta 90 personel gabungan, dikerahkan dalam operasi tersebut.

Akibat kebakaran, area seluas ±1.000 meter persegi terdampak langsung. Sementara itu, 3 rumah hunian dan 5 toko lainnya nyaris ikut terbakar, dengan nilai aset yang berhasil diselamatkan diperkirakan mencapai ±Rp10 miliar dari potensi area terdampak seluas ±1.500 meter persegi.

Beruntung, tidak terdapat korban jiwa maupun luka-luka dalam kejadian ini. Satu kepala keluarga dengan empat orang penghuni terdampak, namun tidak sampai mengungsi.

Bangunan yang terbakar diketahui ditempati oleh beberapa pengontrak toko, yakni Syafar Diman (49) pemilik Toko Syafar PMD yang juga menghuni bangunan tersebut, Novi Endri pemilik Novi Elektronik, serta Alvi pemilik Bolu Kukus Malinkundang. Ketiganya berprofesi sebagai wiraswasta. Sementara saksi mata kejadian adalah Mairawati (48), pemilik bangunan.

Hingga saat ini, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang. Lokasi kejadian telah diamankan untuk kepentingan investigasi lanjutan.

Penanganan kebakaran melibatkan sinergi lintas instansi, di antaranya Polisi, TNI, Satpol PP, PMI, dan PLN, guna memastikan situasi tetap kondusif serta mencegah kebakaran meluas.

Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, khususnya di kawasan pertokoan dan permukiman padat penduduk, demi mencegah terjadinya peristiwa serupa.

Layanan Darurat: 📞 Padang Sigap 112

📞 Call Center Damkar 113

(Rini/Mond

#Peristiwa #Kebakaran #Padang


 

Serasinews.com, Padang — Api melahap dua petak rumah toko (ruko) di kawasan Simpang Banda Buek, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, Sabtu malam (27/12/2025). Kebakaran yang terjadi di pinggir jalan utama tersebut sempat mengundang perhatian warga sekitar.

Kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 20.40 WIB. Menurut informasi di lapangan, api pertama kali muncul dari sebuah kios grosir dan dengan cepat menjalar ke bangunan di sebelahnya, termasuk Toko Kue Malin Kundang. Kondisi bangunan yang sebagian besar menggunakan material mudah terbakar menyebabkan api cepat membesar.

Dugaan awal, peristiwa tersebut dipicu oleh korsleting listrik. Petugas Pemadam Kebakaran Kota Padang langsung diterjunkan ke lokasi untuk memadamkan api serta mencegah kebakaran merembet ke bangunan lain. Setelah api berhasil dipadamkan, petugas masih melakukan proses pendinginan untuk memastikan situasi benar-benar aman.

Tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian ini. Meski demikian, kerugian materi diperkirakan cukup besar karena dua petak ruko beserta seluruh isinya mengalami kerusakan berat.

Saat ini, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan guna memastikan penyebab pasti kebakaran.

(Rini)

#Kebakaran #Padang #Peristiwa


 

Serasinews.com, AGAM — Akses jalan nasional yang menghubungkan Bukittinggi–Lubuk Basung terputus total akibat galodo yang menerjang Jorong Pasar Maninjau, Nagari Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Kamis (25/12/2025) siang.

Galodo dipicu hujan deras berkepanjangan yang mengguyur kawasan Maninjau. Arus material berupa batu besar, lumpur, dan kayu menghantam badan jalan hingga menutup seluruh ruas serta merusak struktur aspal di sejumlah titik.

Penutupan jalan diberlakukan tanpa batas waktu karena kondisi di lapangan dinilai masih berbahaya. Seluruh kendaraan, baik roda dua maupun roda empat, tidak dapat melintas dan dialihkan ke jalur alternatif.

Tim gabungan BPBD Kabupaten Agam bersama TNI, Polri, dan pemerintah setempat telah melakukan asesmen awal di lokasi kejadian. Pembersihan material belum bisa dilakukan secara optimal lantaran medan yang sulit dan ancaman galodo susulan yang masih tinggi.

Tidak terdapat laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, terganggunya jalur utama ini berdampak pada aktivitas masyarakat serta distribusi barang di wilayah Tanjung Raya dan sekitarnya.

Pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, menjauhi area terdampak, serta mengikuti informasi resmi terkait perkembangan penanganan bencana dan pembukaan kembali akses jalan.

(Rini/Mond

#Peristiwa # Galodo


Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.