Articles by "peristiwa"

Aceh Afif Maulana Agam AIDS Aipda Dian WR AirterjunLembahAnaiMeluap Aksibersihpantai AksiJalanan Aleknagari Amak Lisa AmalanBulanRajab AnakHanyut AndreRosiade AnjingPelacak anthropophobia Antikorupsi ApdateKorbanBencanaSumatera Apelsiaga Apeltanggapbencana Arif maulana Arosuka Artikel Artis Minang Asusila balapliar BalapMotor Bali Balikpapan BandarNarkobaKabur Bandung BangunanLiar Banji Banjir BanjirAceh BanjirAgam BanjirBandang BanjirPadang BanjirSumatera BanjirSumbar BanjirSumut bansos banten BantuanBencanaAcehHilang BantuanKorbanBencanaPasbar Banyuwangi Bapenda BareskrimPolri Batam BatangArau Batuk BBM BeaCukai bencana Bencana alam Bencanaalam BencanaAlamSumateraBarat BencanaHidrometeorologi BencanaKotaPadang BencanaSumatera BencanaSumbar BerantasNarkoba BeritaDaerah BibitSiklonTropis95B BKSDA BMKG BNNPSumbar BNNsumbar BNPB BobonSantoso Box Redaksi BPBDKabupatenAgam BPBDPadang BPBDSumbar BPHMigas BPJNSumbar BPKB BrimobPoldaSumbar Brimobuntukindonesia BRISuperLeague bukit sitinurbaya Bukittinggi BungaBangkai BungaRafflesia BWSS V padang BWSSV BWSSVPadang Calon Bupati cemburubuta CerintIrallozaTasya Cikampek Cikarang CuacaEkstrem cuacapanasekstrem curanmor Daerah danabos Dandrem 032 WBR DaniFaisal dankodaeral II Demonstrasi Denpasar Depok DeptCollector Dharmasraya Dinas sosial DinasPendidikanSumbar DinasPerpusipPadang DinasPerpustakaandanArsip DinasPertanian dinassosial dinassosialpadang Dirlantas Dirlantas Polda Sumbar DirlantasPoldaSumbar Disdukcapil DitlantasPoldaSumbar DitpolairudPoldaSumbar DPCPKBkotapadang DPDRI DPR DPRD Padang DPRDpadang DPRDsumbar DPUPR DPUPRPadang dubalangkota EmpatPilar Enarotali Evakuasi festival sepakbola Filipina FlyOver Galodo GalodoLembahAnai gangguanhormon GanjaKering gaya hidup GayaHidup gempa GempaBumi gerakcepatdinsos gorontalo GrasstrackMotocross Gresik GunungMerapiErupsi gurbernurriaukenaottkpk HAM HargaCabaiNaik Haripahlawan Harisumpahpemuda Hidroneteologi Hipnotis HismawaMigas HIV Hot New HubunganSesamaJenis hukum Huntara HUT Humaspolri ke 74 HUT80Brimob Hutan IKW IKWRI IlegalFishing IlegalMinning IllegalLogging Indonesia Indonesia. indonesiamaju infrastruktur Intan jaya Internasional irigasi Islam Islami Jakarta Jakarta Selatan JalanLembahAnaiPutus JalanLongsor JalanRetak Jambi Jawa Tengah Jayapura Jayawijaya JembatanPutus JembatanRetak Jogyakarta jurnalis JusufKalla K9 Kabupaten Agam kabupaten dharmasraya Kabupaten Solok KabupatenAgam KabupatenDharmasraya KabupatenPasaman KabupatenPasamanBarat KabupatenPesisirSelatan KabupatenpPasaman kabupatenSolokSelatan KafeKaraoke KafeKaroke KAI Sumbar Kakorlantas kakorlantaspolri KAN kapolres kapolressijunjung Kapolri KarangTaruna kasat narkoba KasusMedis keamanan KeamananPublik kebakaran KebakaranPasarPayamumbuh KebatanGunungNagoPutus kecamatankototangah kecelakaan kegiatanrutin KejariDharmasraya kejaripadang kejaripesel KejatiSumbar kekerasan kelangkaanBBM kelangkaansolar Kemenag Kemenhut Kemenkes Kementrian PU kementriankebudayaan KementrianLingkunganHidup KemuliaanBulanRajab kendaraan KeracunanMakanan Kesehatan keselamatan bersama keselamatan kerja kesiapsiagaan kesunyian malam KetahananPangan ketertiban umum KetertibanUmum Kiwirok KKB KLHK Kodim 0307 Tanah Datar KomnasHAM komplotanganjalATM KorbanBanjirAgam KorbanBrncanaAgam Korem 032/WB Korpolairud korupsi Kota Padang KotaBukittinggi KotaPadang KotaPariaman KPK Kriminal KRYD KUHP KumpulanDo'a Laksamanamuda Lampung LayananKesehatan LembahAnai Lembang Leonardy LGBT life style lifestyle Lima Puluh Kota LimaPuluhKota lingkungan listrikilegal literasi lombok timur Longsor LongsorKampusUINImambonjol LowonganKerjaPalsu Madiun Magelang MahardikaMudaIndonesia MahasiswiHilang MahyeldiAnsharullah Makan Bergizi Gratis Makasar Malalak MalPraktek ManfaatAirKelapa manila MapolsekMuaraBatangGadisDibakarMasaa MataElang Medan MengelolaAirUntukNegri mentalhealth Mentawai Mesum Mimika Miras MirasIlegal MobilBencanaDibakarMassa MobilPatwalPoldaSumbarKecelakaan MobilSatpolPPAcehDibakarMassa MobilTerbakar MogokKerja MTsN10pesisirselatan Muhammadiyah Mutasi mutilasibayi nagarisolokambah nagarisulitair narkoba Narkotika Nasioanl Nasional ngaraisianok NinjaSawit NTT odgj OjekOnline OknumGuruLGBT Oksibil olahraga Opini OprasiKeselamatanSinggalang2026 OprasiLilinSinggalang2025 oprasimalam OprasiSinggalang2026 oprasitumpasbandar2025 oprasizebra2025 oprasizebrasinggalang2025 OrangHanyut OTTKPK PabukoanGratis PADA Padang Padang panjang Padang Pariaman PadangAman PadangPariaman PadangRancak PadangSigap Pahlawannasional pajak air tanah Palimanan pandekarancak PanenRaya pantaipadang Papua parenting Pariaman Parlemen Pasaman Pasaman barat pasamanbarat pasang pasarrayapadang Pasuruan Payakumbuh PDAM PeduliBencana Pekanbaru Pelalawan pelayananhumanis PelayananPublik pelayanansosial PelemikBantuanAsing PemakamanMasalKorbanBencanaSumbar Pemasyarakatan PembabatanHutan PembalakanHutanMentawai pembalakanLiar Pembinaan PembinaanWargaBinaan Pembunuhan pemerasan Pemko Padang PemkoPadang PemulihanBencana PemutihanPajakKendaraan pencabulan PencarianKorbanBanjirPadang Pencirian PenculikanAnak Pencurian Pendidikan penegakanhukum penemuanbayi penemuanJanin PenemuanJasadBayo penemuanmayat Penertiban Pengancaman pengangguran penganiayaan Pengeroyokan Penggelapan PenggelapanMotor Penjarahan Perbankan Perceraian Perdagangan peristiwa peristiwadaerah perlindungananak Persami PersijaJakarta pertahanan PerumdaAirMinum Pesisir Selatan PesisirSelatan Peti PJN PKL PolaMakan PolantasMenyapa Polda banten Polda Jabar Polda Kalbar Polda Metro Jaya polda Papua POLDA SulBar POLDA SUMBAR PoldaRiau Poldasumbar PoldaSumut Polhut Policegoestoscool Polisi Politik polPP polres Polres 50 kota Polres Dharmasraya Polres Mentawai Polres Padang panjang Polres Pasaman Polres Pasaman Barat Polres Solok Polres solok selatan PolresPadang polrespasaman polrespasamanbarat polrespasbar PolresPayakumbuh polrespesel PolresSolokKota polresSolokSelatan Polresta bukittinggi Polresta Padang PolresTanahDatar polrestapadang POLRI PolriPresisi Polsek bungus barat Polsek Koto Tangah Padang Polsek Lubeg Pontianak PrabowoSubianto PrajuritTNITewas PrediksiCuaca premanisme Presiden RI PrestaPadang ProyekNasional psp padang Ptostitusi PuanMaharani Puasa Puncak jaya Purwakarta jawabarat QuickWins Ramadhan Razia RekeningDormant Religi RevisiKUHP Riau RidwanKamil RokokIlegal RutanPadang sabu Sajam SakitPerut Sarkel SatgasDamaiCartenz satgasoprasidamai satlantaspolresta SatpolPP SatpolPPAceh Sawahlunto Sawmil SeaGamen2025 segmen sianok seherman SekolahRakyat Semarang semenpadang SemenPadangFC Senjatatajam sepakbola sepakbolaindonesia SepakBolaWanita Serang ServisKendaraanGratisKorbanBanjirAgam SiagaBencana SigapMembangunNegriUntukRakyat Sijunjung sikat singgalang2025 silent treatment simulasibencana Sinkhole siswismptewassaathiking sitinjaulauik Skoliosis SMA1pulaupunjung sobatlalulintasrancakbana solok Solok selatan solokarosuka solokselatan solsel Sosialisasi SPBUganting SPPG STNK Strongpoint subsidi ilegal sukabumi Sulawesi Tenggara Sumatera Barat SumateraBarat Sumaterbarat Sumatra barat Sumbar SungaiKuranji Surabaya swasembadapangan TablighAkbar TambangEmasIlegal tambangilegal TambangIlegalSumbar Tanah datar tanahdatar tanggapdarurat TanggapDaruratBencana tawuran TawuranNarkoba Terbaru Ternate Timika Papua timklewang TimnasIndonesiaU22 TimnasWanitaIndonesia TNI TPUTunggulHitam Transformasi Digital Transformasi polri transpadang TransparansiPublik transportasi TrukTerbakar tsunamiDrill Tuak Uin UIN IB Padang UNP UpadateKorbanBencanaSumatera UpdateKorbanBanjirSumatera UpdateKorbanBencanaAlam UpdateKorbanBencanaSumatera Utama UUMD3 Viral WargaBinaan Yalimo Yogyakarta Yuhukimo
Tampilkan postingan dengan label peristiwa. Tampilkan semua postingan



Serasinews.com, PADANG PANJANG — Akses utama Padang–Padang Panjang di kawasan Lembah Anai terganggu akibat terban badan jalan yang terjadi pada Sabtu (7/2/2026). Lokasi terban berada di KM 66+700, tepat sebelum jembatan kembar dari arah Kota Padang.

Kerusakan tersebut menyebabkan penyempitan badan jalan sehingga hanya satu jalur yang dapat digunakan. Untuk menjaga keselamatan pengguna jalan, kepolisian menerapkan rekayasa lalu lintas dengan sistem satu arah dan pengaturan ketat di lokasi kejadian.

Satuan Lalu Lintas Polres Padang Panjang melarang keras kendaraan bertonase berat, khususnya truk roda enam, melintasi jalur Lembah Anai. Larangan ini juga diberlakukan bagi kendaraan yang mencoba memodifikasi jumlah roda agar tetap dapat melintas.

“Kendaraan berat tidak kami izinkan lewat karena berisiko memperparah kerusakan dan membahayakan pengendara lain,” kata Brigadir Bambang dari Satlantas Polres Padang Panjang.

Sebagai langkah antisipasi, pengemudi truk dan kendaraan besar diarahkan untuk menggunakan jalur alternatif Sitinjau Lauik meskipun jarak tempuh lebih panjang.

Untuk kendaraan lain, jalur Lembah Anai dibuka secara terbatas dengan sistem buka-tutup. Kepolisian menjadwalkan pengaturan lalu lintas bergantian mulai pukul 17.00 WIB, menyesuaikan dengan kondisi arus dan situasi di lapangan.

Akibat kejadian ini, antrean kendaraan tidak terhindarkan, terutama pada jam padat sore hingga malam hari. Pengendara diimbau meningkatkan kewaspadaan, menjaga jarak aman, serta mematuhi arahan petugas demi keselamatan bersama.

Hingga saat ini belum dilaporkan adanya korban jiwa. Aparat kepolisian bersama instansi terkait masih melakukan pemantauan serta menyiapkan langkah penanganan lanjutan. Masyarakat diminta mengikuti informasi resmi dan mempertimbangkan jalur alternatif sampai kondisi jalan kembali normal.

(BP) 

#Peristiwa #Infrastruktur

#LembahAnai

 

Serasinews.com,PADANG – Seorang warga binaan Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Padang dilaporkan meninggal dunia saat menjalani perawatan medis di RSUD Rasidin, Kota Padang. Narapidana kasus narkotika tersebut wafat pada Senin (2/2/2026) sekitar pukul 15.00 WIB.

Kepala Rutan Kelas IIB Padang, Mai Yudiansyah, menyampaikan bahwa warga binaan itu sebelumnya mengalami penurunan kondisi kesehatan. Petugas medis rutan sempat memberikan penanganan awal sebelum akhirnya memutuskan untuk merujuk yang bersangkutan ke rumah sakit.

“Setelah dilakukan pemeriksaan, kondisi warga binaan tidak memungkinkan untuk dirawat di rutan sehingga kami langsung melakukan rujukan ke RSUD Rasidin. Almarhum diketahui memiliki riwayat penyakit jantung,” ujar Mai Yudiansyah saat dikonfirmasi, Selasa (3/2/2026).

Ia menjelaskan, selama menjalani perawatan di rumah sakit, narapidana tersebut tetap berada dalam pengawasan petugas rutan sesuai prosedur pengamanan. Pihak keluarga juga diberi kesempatan untuk mendampingi selama proses perawatan berlangsung.

“Pengawalan dilakukan oleh petugas, dan keluarga turut mendampingi. Semua proses kami jalankan sesuai aturan yang berlaku,” jelasnya.

Mai menegaskan bahwa pelayanan kesehatan bagi warga binaan menjadi prioritas pihak rutan. Setiap keluhan kesehatan yang disampaikan narapidana, kata dia, akan langsung ditangani oleh petugas medis dan dievaluasi untuk menentukan langkah lanjutan.

“Kami memiliki standar operasional pelayanan kesehatan. Apabila kondisi tidak bisa ditangani di rutan, maka rujukan ke rumah sakit menjadi langkah yang harus diambil,” katanya.

Setelah dinyatakan meninggal dunia oleh tim medis RSUD Rasidin, jenazah warga binaan tersebut diserahkan kepada keluarga untuk proses pemakaman.

Pihak Rutan Kelas IIB Padang menyatakan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas layanan kesehatan serta pengawasan terhadap kondisi warga binaan guna memastikan hak dasar mereka tetap terpenuhi selama menjalani masa pidana.

(Rini/Mond)

#Peristiwa #Padang #RutanPadang #WargaBinaan #LayananKesehatan



Serasinews.com, Padang – Musibah laut kembali menelan korban jiwa di Kota Padang. Tiga bocah laki-laki dilaporkan hanyut terseret ombak saat bermain di kawasan Pantai Ujung Batu Pasir, Sabtu (31/1/2026) siang. Seluruh korban akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Peristiwa tragis itu terjadi sekitar pukul 12.00 WIB. Ketiga anak yang masih berusia 7 dan 8 tahun awalnya bermain di tepi pantai tanpa menyadari kondisi ombak yang cukup kuat. Arus laut yang tiba-tiba berubah menyeret mereka ke tengah laut dalam waktu singkat.

Warga sekitar yang melihat kejadian tersebut langsung berusaha menolong dan meminta bantuan. Namun, kuatnya ombak membuat upaya penyelamatan tidak membuahkan hasil. Laporan kejadian segera diteruskan kepada pihak berwenang.

Tim Basarnas bersama Brimob Polda Sumatera Barat kemudian melakukan operasi pencarian dengan menyisir perairan dan sepanjang garis pantai. Pada hari pertama pencarian, dua korban berhasil ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa. Sementara satu korban lainnya masih dinyatakan hilang.

Pencarian dilanjutkan hingga keesokan harinya. Pada Minggu (1/2/2026), korban terakhir ditemukan sekitar 500 meter dari lokasi awal kejadian. Jenazah langsung dievakuasi dan diserahkan kepada keluarga.

Dengan ditemukannya seluruh korban, operasi pencarian resmi dihentikan. Duka mendalam menyelimuti keluarga korban dan masyarakat sekitar pantai.

Kejadian ini menjadi peringatan bagi masyarakat akan bahaya aktivitas di kawasan pesisir, terutama saat kondisi ombak tidak bersahabat. Orang tua dan pengunjung pantai diimbau untuk lebih waspada serta tidak lengah dalam mengawasi anak-anak.

(Rini/Mond) 

#Peristiwa #AnakHanyut #Padang





Serasinews.com, Padang – Petugas Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Padang kembali menggagalkan upaya penyelundupan barang terlarang ke dalam rutan. Seorang pengunjung wanita tertangkap menyembunyikan satu unit handphone di dalam pembalut yang dikenakannya saat hendak membesuk warga binaan, Selasa (26/1/2026).

Percobaan penyelundupan tersebut terungkap saat petugas melakukan pemeriksaan rutin terhadap pengunjung. Kecurigaan muncul ketika petugas menemukan adanya benda tidak wajar saat pemeriksaan fisik, sehingga dilakukan pengecekan lebih lanjut sesuai prosedur yang berlaku.

Kepala Rutan Kelas IIA Padang, Maiyudiansyah, melalui Kepala Pengamanan Rutan (KPR) Aidil, membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, petugas berhasil menemukan handphone yang sengaja disembunyikan dengan modus yang cukup berisiko.

“Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan satu unit handphone yang disembunyikan di dalam pembalut pengunjung wanita. Barang tersebut langsung kami amankan,” kata Aidil.

Berdasarkan pengakuan yang bersangkutan, handphone itu rencananya akan diberikan kepada salah satu warga binaan yang masih memiliki hubungan keluarga. Diketahui, penggunaan handphone di dalam rutan dilarang keras karena berpotensi disalahgunakan untuk aktivitas ilegal yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban.

Aidil menegaskan, handphone tersebut tidak sempat masuk ke area hunian warga binaan karena berhasil diamankan sejak di pintu pemeriksaan.

“Ini merupakan bukti kewaspadaan dan kesigapan petugas dalam mencegah masuknya barang terlarang ke dalam rutan,” ujarnya.

Pihak rutan telah melakukan pendataan identitas serta pemeriksaan lanjutan terhadap pengunjung tersebut. Rutan Kelas IIA Padang memilih memberikan peringatan keras dan pembinaan, namun menegaskan akan mengambil tindakan tegas jika pelanggaran serupa kembali terulang.

“Kami berkomitmen memberantas peredaran barang terlarang, khususnya handphone dan narkoba, demi menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan rutan,” tegas Aidil.

Rutan Kelas IIA Padang juga mengimbau seluruh pengunjung agar mematuhi peraturan yang berlaku dan tidak mencoba melakukan penyelundupan dalam bentuk apa pun. Pengawasan akan terus diperketat guna menciptakan lingkungan rutan yang aman dan kondusif.

(rini/Mond)

#RutanPadang #Peristiwa #Padang


 

Serasinews.com, Pasaman - Seorang mahasiswi Universitas Andalas (Unand) yang mengikuti program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Nagari Ladang Panjang, Kecamatan Tigo Nagari, Kabupaten Pasaman, sempat dinyatakan hilang sebelum akhirnya ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri di sebuah kebun sawit, Sabtu (24/1/2026) malam.

Mahasiswi tersebut sebelumnya meninggalkan posko KKN di Batu Karuik pada Sabtu sore untuk mencari jaringan internet. Karena keterbatasan sinyal di sekitar posko, korban diketahui berjalan semakin jauh ke arah area perkebunan.

Menurut keterangan ketua regu KKN setempat, sebelum kehilangan kontak, korban sempat mengirimkan titik lokasi terakhir melalui ponselnya. Lokasi tersebut menunjukkan posisi korban berada di kawasan kebun sawit yang cukup jauh dari permukiman warga.

Setelah beberapa jam tidak dapat dihubungi, rekan-rekan KKN merasa khawatir dan segera melaporkan kejadian tersebut kepada warga sekitar. Pencarian pun dilakukan secara bersama-sama dengan menyusuri area sesuai titik koordinat terakhir yang diterima.

Korban akhirnya ditemukan dalam kondisi pingsan dan langsung dievakuasi untuk mendapatkan pertolongan pertama. Hingga malam hari, kondisi korban dilaporkan mulai membaik dan dalam penanganan pihak terkait.

Di sisi lain, beredar cerita di tengah masyarakat bahwa lokasi ditemukannya korban berada di dekat area pemakaman yang dikenal cukup angker oleh warga setempat. Meski demikian, mahasiswa KKN dan warga menegaskan bahwa tidak ada kepastian terkait isu tersebut dan fokus utama adalah keselamatan korban.

Pihak terkait mengingatkan seluruh peserta KKN agar lebih waspada selama menjalankan kegiatan, menghindari bepergian seorang diri, serta selalu berkoordinasi dengan rekan satu tim dan masyarakat setempat.

(Rini/Mond

#Peristiwa # MahasiswiHilang

#Daerah # KanupatenPasaman


Serasinews.com, Bukittinggi — Kecelakaan lalu lintas beruntun yang melibatkan tiga unit mobil terjadi di kawasan By Pass, Gulai Bancah, Kota Bukittinggi, pada Senin (26/1/2026) pagi.

Dalam kejadian tersebut, satu unit mobil Suzuki R3 dilaporkan terguling dan masuk ke dalam selokan di pinggir jalan. Sementara dua kendaraan lain yang terlibat dalam kecelakaan ini masing-masing adalah satu unit mobil L300 dan sebuah mobil box.

Hingga berita ini diturunkan, kronologi pasti terjadinya kecelakaan masih belum diketahui. Kondisi para pengemudi maupun penumpang dari masing-masing kendaraan yang terlibat juga masih dalam pendataan oleh pihak berwenang.

Petugas kepolisian tampak berada di lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengatur arus lalu lintas yang sempat mengalami kemacetan akibat insiden tersebut. Warga sekitar turut membantu proses evakuasi kendaraan dari lokasi kejadian.

Pihak kepolisian hingga saat ini belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab kecelakaan maupun jumlah korban. Kasus kecelakaan beruntun ini masih dalam penanganan aparat kepolisian setempat.

(Eri)

#Peristiwa #Daerah #Kecelakaan #KotaBukittinggi


 

Serasinews.com, Padang — Sebuah mobil terbakar di depan Kampus Universitas Negeri Padang (UNP), kawasan Lubuk Buaya, Kota Padang, Selasa sore (20/1/2026). Kejadian yang berlangsung sekitar pukul 16.47 WIB tersebut sempat mengejutkan warga dan pengguna jalan di sekitar lokasi.

Menurut informasi awal, mobil yang terparkir di pinggir Jalan Adinegoro itu tiba-tiba mengeluarkan api dari bagian kendaraan. Dalam waktu singkat, kobaran api membesar disertai asap hitam pekat yang membumbung tinggi, sehingga menarik perhatian masyarakat sekitar.

Warga yang berada di lokasi berusaha memberikan pertolongan dengan peralatan seadanya sambil menunggu kedatangan petugas pemadam kebakaran. Akibat kejadian ini, arus lalu lintas di sekitar Kampus UNP sempat melambat karena banyaknya kendaraan yang berhenti dan kerumunan warga yang menyaksikan peristiwa tersebut.

Petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi dan langsung melakukan proses pemadaman serta pendinginan. Dari hasil pemeriksaan awal, petugas menemukan empat jerigen berisi bahan bakar minyak (BBM) jenis bensin di dalam mobil Honda Brio yang terbakar tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi terkait korban jiwa. Sementara itu, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang, termasuk kemungkinan adanya unsur kelalaian atau faktor lainnya.

Pihak kepolisian juga terlihat berada di lokasi untuk mengamankan area kejadian dan mengatur arus lalu lintas. Informasi lanjutan masih menunggu keterangan resmi dari pihak terkait.

(Rini/Mond)

#Peristiwa #Padang #MobilTerbakar #UNP


 

Serasinews.com, Padang — Warga Kota Padang diresahkan oleh dugaan tindakan tidak senonoh yang terjadi di kawasan Masjid Taqwa Bandar Purus, Kelurahan Padang Pasir, Kecamatan Padang Barat, pada Minggu malam, 11 Januari 2026. Seorang pria tak dikenal diduga melakukan perbuatan asusila di sekitar area masjid, termasuk di fasilitas toilet perempuan.

Peristiwa tersebut diketahui saat pelapor bersama seorang temannya baru keluar dari sebuah kafe di sekitar lokasi. Pelapor sempat berhenti di pinggir jalan untuk melepas softlens yang dirasa mengganjal. Pada saat itu, temannya mendengar seseorang memanggil dari arah masjid dan menoleh ke sumber suara.

Secara tiba-tiba, seorang pria tak dikenal diduga memperlihatkan alat kelaminnya ke arah korban. Aksi tersebut membuat korban terkejut dan merasa tidak aman. Pelapor sempat mengingatkan agar temannya tidak menanggapi pelaku, namun pria tersebut terus memanggil dan berusaha menarik perhatian.

Karena perilaku itu berlanjut, pelapor merekam kejadian menggunakan ponsel sebagai bukti. Kejadian tersebut kemudian disampaikan kepada warga sekitar. Namun, menurut pelapor, laporan itu tidak mendapat respons serius dengan alasan pelaku diduga mengalami gangguan kejiwaan dan kerap bertindak tidak wajar.

Situasi semakin memprihatinkan setelah diketahui bahwa pria tersebut berada di area toilet Masjid Taqwa, tepatnya di toilet khusus perempuan. Saat dipergoki warga, pelaku disebut sedang mandi di dalam fasilitas tersebut.

Pelapor menyatakan kekhawatirannya jika kejadian ini dibiarkan tanpa penanganan, karena berpotensi membahayakan perempuan dan anak-anak yang menggunakan fasilitas masjid. Ia mengaku telah mengantongi rekaman video saat pelaku dipergoki warga di dalam toilet wanita.

“Kami khawatir akan ada korban berikutnya. Ini terjadi di area masjid dan toiletnya khusus perempuan,” ujar pelapor.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian maupun pengelola Masjid Taqwa terkait penanganan kasus tersebut. Warga berharap aparat segera bertindak guna menjamin keamanan jamaah serta mencegah terulangnya dugaan tindakan asusila di fasilitas umum dan tempat ibadah.

Peristiwa ini kembali menyoroti pentingnya pengawasan dan penanganan serius terhadap dugaan pelecehan di ruang publik, baik melalui proses hukum maupun pendekatan medis apabila pelaku benar diduga mengalami gangguan kejiwaan.

(Rini/Mond)

#Peristiwa #Padang #Asusila #Viral


 

Serasinews.com, Dharmasraya – Jalan menuju perkebunan PT TKA di Kecamatan Asam Jujuhan, Senin (11/01), dipenuhi warga dari Nagari Alahan Nan Tigo dan Nagari Lubuk Besar. Mereka datang membawa satu pesan tegas: hak kebun plasma 20 persen harus segera direalisasikan.

Sejak pagi hari, ratusan warga berkumpul dan membentangkan spanduk tuntutan di sepanjang akses jalan perusahaan. Tulisan-tulisan bernada protes dan seruan kepatuhan hukum menjadi penanda bahwa aksi ini bukan sekadar luapan emosi, melainkan tuntutan atas hak yang selama ini dinilai terabaikan. Aparat keamanan terlihat berjaga, memastikan aksi berjalan aman dan terkendali.

Dalam orasi yang disampaikan secara bergiliran, masyarakat membeberkan dasar tuntutan mereka. PT TKA diketahui menguasai lahan perkebunan dengan status Hak Guna Usaha (HGU) seluas 12.341,4583 hektare, sebagaimana tercantum dalam SK HGU Nomor 04 Tahun 1986 dan Sertifikat HGU Nomor 03. Dengan luasan tersebut, perusahaan berkewajiban menyediakan kebun plasma seluas 2.468,29166 hektare bagi masyarakat sekitar.

Warga menilai kewajiban tersebut merupakan amanat regulasi yang tidak dapat diabaikan. Mereka menyebut, hingga kini realisasi kebun plasma masih belum memberikan kepastian, padahal perusahaan telah beroperasi dalam jangka waktu yang lama.

Sejumlah spanduk aksi secara gamblang mencantumkan rujukan hukum, di antaranya Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 43 Tahun 2011 serta Putusan Pengadilan Negeri Pulau Punjung Nomor 50/Pdt.G/2022/PN Pul. Bagi warga, pencantuman aturan dan putusan pengadilan itu menjadi penegasan bahwa tuntutan mereka memiliki dasar hukum yang jelas.

Masyarakat berharap keberadaan perusahaan besar di wilayah mereka tidak hanya meninggalkan jejak eksploitasi lahan, tetapi juga menghadirkan keadilan dan kesejahteraan. Kebun plasma dipandang sebagai jalan bagi warga untuk ikut merasakan manfaat ekonomi dari pengelolaan sumber daya di tanah mereka sendiri.

“Perusahaan boleh berusaha, tapi hak masyarakat jangan diabaikan. Kami hanya meminta apa yang seharusnya kami terima,” kata salah seorang warga dalam orasinya.

Aksi damai tersebut berakhir tanpa insiden. Warga menyatakan akan terus menunggu itikad baik dari pihak perusahaan serta peran aktif pemerintah daerah dan instansi terkait. Mereka berharap persoalan kebun plasma ini dapat diselesaikan secara transparan dan berkeadilan, sebelum konflik berkepanjangan tak terhindarkan.

(Mond/Rini)

#Peristiwa #Demonstrasi #Daerah

#KabupatenDharmasraya

 

Serasinews.com, Padang – Kepolisian memastikan dua gumpalan daging yang ditemukan di sebuah rumah kos di Kecamatan Kuranji, Kota Padang, bukan merupakan janin bayi manusia. Hasil pemeriksaan medis menyimpulkan temuan tersebut diduga berasal dari janin hewan.

Kepastian itu disampaikan Kapolsek Kuranji, Kompol Dr. Hendri, S.H., M.H., setelah menerima hasil pemeriksaan dari RS Bhayangkara Polda Sumatera Barat pada Selasa (6/1/2026).

“Berdasarkan hasil medis, gumpalan daging yang ditemukan tersebut bukan janin manusia, melainkan diduga janin hewan,” kata Kompol Hendri, Kamis (8/1/2026).

Temuan itu sebelumnya sempat menggegerkan warga. Dua gumpalan daging ditemukan pada Minggu (4/1/2026) sekitar pukul 10.00 WIB di rumah kos milik Rosmawati, Jalan Bandes Parak Jigarang, Kelurahan Anduring. Satu gumpalan ditemukan di depan rumah kos, sementara satu lainnya berada di dalam bangunan.

Bentuk temuan yang tidak lazim memicu spekulasi di tengah masyarakat, termasuk dugaan pembuangan janin bayi. Warga pun segera melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian.

Menindaklanjuti laporan itu, personel Polsek Kuranji bersama Bhabinkamtibmas langsung mendatangi lokasi. Polisi melakukan pemeriksaan awal dan berkoordinasi dengan Puskesmas Ambacang. Seorang bidan turut dimintai keterangan sebelum kasus dilimpahkan ke Tim Inafis Polresta Padang.

Sekitar pukul 12.20 WIB, petugas Inafis tiba di lokasi untuk melakukan olah TKP, mendokumentasikan temuan, serta memasang garis polisi. Dua gumpalan daging tersebut kemudian diamankan dan dibawa ke RS Bhayangkara Polda Sumbar guna pemeriksaan lanjutan.

Hasil pemeriksaan medis memastikan tidak ada unsur tindak pidana yang berkaitan dengan janin bayi manusia.

“Dengan hasil ini, kami memastikan tidak ditemukan unsur pidana dalam peristiwa tersebut,” tegas Kompol Hendri.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya pada informasi yang belum dipastikan kebenarannya dan tetap menunggu keterangan resmi dari aparat berwenang. 

(*) 

#PenemuanJanin #Peristiwa #Padang


Serasinews.com, Limapuluh Kota – Amblesan tanah besar yang muncul di lahan pertanian Pombatan, Jorong Tepi, Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, masih menjadi perhatian serius warga dan pemerintah setempat. Lubang yang terbentuk sejak Minggu (4/1/2026) itu terus terisi air hingga menyerupai kolam besar dan menyebabkan seluruh sawah di sekitarnya terendam.

Peristiwa tersebut berawal dari retakan kecil di permukaan sawah yang sebelumnya mengalami kekeringan. Dalam waktu singkat, tanah runtuh membentuk lubang berdiameter sekitar 20 meter dengan kedalaman diperkirakan 15 meter. Saat kejadian, warga mendengar suara gemuruh dari bawah tanah, menandakan adanya aliran air kuat di bawah permukaan.

Hingga kini, permukaan air di dalam lubang masih bertambah, meluap ke area sawah dan membuat lahan pertanian tidak dapat digarap. Kondisi ini berdampak langsung pada mata pencaharian petani setempat.

Area Diamankan, Warga Dilarang Mendekat

Aparat kepolisian bersama pemerintah nagari telah memasang garis pengaman dan mengatur lalu lintas warga yang datang ke lokasi. Masyarakat diminta menjauh dari area amblesan karena struktur tanah dinilai belum stabil dan berisiko runtuh kembali.

Plt Wali Nagari Situjuah Batua, Emil Nofri Ihsan Dt Rajo Simarajo, menyampaikan bahwa pemantauan terus dilakukan sambil menunggu kajian teknis dari instansi terkait.

Badan Geologi Pastikan Bukan Sinkhole Karst

Badan Geologi Kementerian ESDM memastikan amblesan tersebut bukan sinkhole karst, melainkan akibat erosi buluh, yaitu pengikisan tanah oleh aliran air bawah tanah pada lapisan tanah vulkanik yang halus.

Menurut Plt Kepala Badan Geologi, Lana Saria, air hujan masuk melalui rekahan tanah dan mengalir di bawah permukaan, menggerus material tanah secara perlahan hingga membentuk rongga besar yang akhirnya runtuh. Kondisi geologi setempat serta curah hujan tinggi mempercepat proses tersebut.

Ia menegaskan, kejadian serupa berpotensi terjadi di lokasi lain dengan karakter tanah yang sama, sehingga kewaspadaan perlu ditingkatkan.

DPRD Dorong Langkah Mitigasi

Anggota DPRD Limapuluh Kota, M. Fajar Rillah Vesky, meminta pemerintah daerah segera berkoordinasi dengan PVMBG untuk melakukan kajian lapangan dan menyusun langkah mitigasi yang jelas.

Selain upaya teknis, DPRD juga menyoroti pentingnya bantuan bagi petani terdampak, mengingat lahan pertanian yang menjadi sumber penghidupan kini tidak dapat digunakan.

Waspada di Balik Air yang Tenang

Meski terlihat tenang, genangan air di dalam lubang amblesan menyimpan potensi bahaya. Rongga bawah tanah yang masih aktif dikhawatirkan dapat memicu runtuhan susulan dan memperluas dampak.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa ancaman geologi dapat terjadi secara perlahan dan tanpa tanda mencolok, bahkan di kawasan pertanian. Pemerintah daerah dan warga kini diminta tetap waspada sembari menunggu hasil kajian lanjutan dari para ahli.

(Rini/Mond

#Sinkhole #Peristiwa #SumateraBarat


 

Serasinews.com, Padang – Sungai-sungai di Kota Padang tak lagi mengalir seperti dulu. Setelah rangkaian banjir dan longsor, alur air berubah arah, melebar, dan perlahan mendekati permukiman warga. Ancaman itu kini nyata, berdiri hanya beberapa langkah dari pintu rumah.

Hujan deras yang mengguyur Padang pada Jumat, 2 Januari 2026, menjadi penanda bahaya yang kian mendesak. Debit air meningkat tajam, tebing sungai tergerus, dan jarak aman yang selama ini diandalkan warga hilang dalam waktu singkat.

Dari Jarak Aman ke Zona Bahaya

Di Lubuk Minturun (Lumin), warga menyaksikan sendiri bagaimana sungai “berpindah tempat”. Sismi Aulia menyebut, aliran sungai yang dahulu berjarak sekitar 20 meter dari rumah kini tinggal sekitar 5 meter. Lebih mengkhawatirkan, arah alirannya tak lagi lurus, melainkan membelok ke kawasan permukiman.

“Sekarang sungainya seperti mengincar rumah kami. Setiap hujan deras, kami selalu waspada. Tidur pun tidak pernah tenang,” katanya.

Sekitar 40 hingga 50 kepala keluarga berada dalam kondisi rawan. Beberapa rumah yang berdiri dekat tebing sungai mengalami runtuhan tanah sedikit demi sedikit. Warga mengaku sudah menyampaikan keluhan ke pihak kelurahan, namun upaya nyata seperti pembangunan DAM atau pemasangan bronjong belum kunjung dilakukan.

Ketika Bendera Putih Menjadi Tanda Bahaya

Situasi lebih genting terjadi di Griya Permata II Banda Gadang. Di kawasan ini, warga mengibarkan bendera putih di depan rumah—bukan sebagai simbol menyerah, melainkan sebagai sinyal darurat.

Syarifah, salah seorang warga, mengatakan perubahan aliran sungai telah membawa bencana langsung. Saat hujan deras mengguyur, sedikitnya 10 rumah hanyut, dua rumah rusak berat, dan akses jalan amblas.

“Sungai sekarang sudah sampai ke depan rumah. Kami benar-benar takut. Rumah saya juga bisa hanyut kapan saja,” ujarnya.

Trauma pascabencana membuat warga belum sempat mengurus laporan resmi. Banyak yang masih berusaha memulihkan diri, sembari dihantui kekhawatiran akan hujan berikutnya.

“Kami hanya berharap ada bantuan cepat. Kalau hujan besar datang lagi, kami tidak punya tempat aman,” tuturnya.

Dampak Kerusakan Alam dan Tata Ruang

Pengamat lingkungan Indang Dewata menilai kondisi ini merupakan akumulasi dari kerusakan hulu sungai dan lemahnya penataan ruang. Material banjir seperti kayu, lumpur, dan pasir menyebabkan pendangkalan sungai, sehingga air meluap dan mencari jalur terdekat—yang sering kali adalah kawasan permukiman.

Ia mengingatkan bahwa aturan sempadan sungai sejatinya melarang pembangunan dalam radius 30 hingga 50 meter dari aliran sungai. Selain itu, kawasan hulu harus dijaga dari pembalakan dan alih fungsi lahan, sementara di hilir diperlukan infrastruktur pengendali banjir dan ruang terbuka hijau.

Tanpa langkah cepat dan tegas, perubahan aliran sungai ini bukan sekadar fenomena alam, melainkan sinyal krisis lingkungan yang lebih besar—di mana warga Kota Padang dipaksa hidup berdampingan dengan ancaman yang terus bergerak mendekat.

(Rini

#BanjirPadang #Padang #Petistiwa


 

Serasinews.com, Padang — Penemuan dua janin bayi menggegerkan warga Jalan Bandes, Parak Jigarang, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, pada Minggu (4/1). Kedua janin tersebut ditemukan di area rumah kos-kosan yang berada di tengah permukiman padat penduduk.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, janin bayi itu diperkirakan berusia sekitar tiga bulan. Warga menemukan keduanya di lokasi terpisah, yakni satu janin di luar area kos-kosan dan satu lainnya di dalam salah satu kamar kos.

Seorang warga setempat, Riki, mengatakan penemuan bermula dari kecurigaan warga yang mencium bau tidak sedap di sekitar kos-kosan. Setelah dilakukan pengecekan, warga menemukan janin bayi tersebut.

“Kami curiga karena ada bau menyengat. Setelah dicek, ternyata ditemukan janin,” ujarnya.

Peristiwa itu sontak membuat warga sekitar terkejut. Sejumlah warga sempat berkumpul di lokasi sebelum kejadian tersebut dilaporkan kepada pihak kepolisian.

Mendapat laporan, aparat kepolisian langsung turun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara. Polisi mengamankan area, mengumpulkan barang bukti, serta meminta keterangan dari saksi-saksi, termasuk penghuni kos dan warga sekitar.

Kedua janin kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Padang untuk menjalani pemeriksaan medis sesuai prosedur.

Hingga saat ini, polisi masih mendalami kasus tersebut guna mengungkap pihak yang bertanggung jawab. Penyelidikan dilakukan dengan menelusuri identitas penghuni kos, memeriksa rekaman kamera pengawas di sekitar lokasi, serta mengumpulkan bukti pendukung lainnya.

Pihak kepolisian memastikan penanganan kasus ini dilakukan secara serius. Warga pun berharap kasus tersebut segera terungkap agar memberikan kejelasan dan tidak kembali terjadi di kemudian hari.

(Rini/Mond

#Peristiwa #PenemuanJaninBayi Padang


 

Serasinews.com, Agam, Sumatera Barat — Banjir yang dipicu luapan Sungai Asam merendam kawasan Jorong Pasar Rabaa, Nagari Koto Kaciak, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Jumat (2/1) malam. Peristiwa tersebut menyebabkan 17 warga terjebak di dalam rumah hingga akhirnya dievakuasi oleh tim Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kota Padang.

Air banjir dilaporkan mencapai ketinggian sekitar 50 hingga 80 sentimeter dengan arus cukup kuat, menyulitkan warga untuk menyelamatkan diri secara mandiri. Evakuasi dilakukan setelah Basarnas menerima laporan dari Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Agam terkait kondisi darurat di wilayah tersebut.

Koordinator Lapangan Basarnas Padang, Atta Priyono, menyampaikan bahwa tim gabungan Basarnas dan PMI langsung diterjunkan ke lokasi begitu laporan diterima. Petugas menyisir rumah-rumah warga yang tergenang untuk memastikan seluruh penghuni dapat dievakuasi dengan aman.

Sebanyak 17 warga yang terdiri dari anak-anak, orang dewasa, hingga lanjut usia berhasil dipindahkan ke tempat aman, yakni Masjid Nurul Huda Koto Kaciak dan rumah kerabat terdekat.

Menurut Atta, derasnya arus banjir menjadi tantangan utama dalam proses evakuasi. Untuk mengantisipasi risiko, petugas menggunakan tali pengaman saat membantu warga keluar dari rumah.

“Keselamatan warga menjadi prioritas utama. Karena arus cukup deras, evakuasi dilakukan dengan sangat hati-hati,” ujarnya.

Banjir terjadi akibat hujan berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut selama beberapa jam, sehingga Sungai Asam meluap dan air dengan cepat memasuki permukiman warga. Puluhan rumah dilaporkan terdampak dalam kejadian ini.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Seluruh warga yang terdampak berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.

Basarnas dan PMI Agam mengimbau masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir susulan, mengingat curah hujan masih diperkirakan tinggi dalam beberapa hari ke depan.

Warga juga diminta segera mengungsi ke tempat aman apabila ketinggian air kembali meningkat.

(Rini/Mond

#Peristiwa #Daerah #KabupatenAgam

#BanjirAgam



 

Serasinews.com, Padang — Banjir mendadak melanda kawasan permukiman di Jalan DPR Ujung, Gang Babussalam 6, Kelurahan Dadok Tunggul Hitam, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Jumat (2/1/2026). Hujan lebat yang turun sejak dini hari menyebabkan saluran drainase tak mampu menampung debit air, sehingga luapan air menggenangi rumah warga.

Air naik dengan cepat dan disertai arus cukup kuat. Warga yang tinggal di kawasan padat penduduk tersebut tak sempat menyelamatkan barang-barang, bahkan sebagian di antaranya terjebak di dalam rumah. Ketinggian air dilaporkan mencapai lutut hingga pinggang orang dewasa.

Situasi darurat ini membuat warga panik, terutama karena anak-anak dan lansia tidak mampu mengevakuasi diri secara mandiri. Beberapa keluarga memilih bertahan sambil menunggu bantuan datang.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang menerima laporan kejadian pada siang hari dan langsung menurunkan Tim Reaksi Cepat ke lokasi sekitar pukul 15.30 WIB. Proses evakuasi dilakukan menggunakan perahu karet karena sejumlah rumah telah terendam cukup dalam.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, mengatakan fokus utama penanganan adalah penyelamatan warga rentan. Petugas menyisir permukiman satu per satu untuk memastikan tidak ada warga yang tertinggal di tengah banjir.

“Evakuasi kami lakukan secara bertahap dan penuh kehati-hatian karena arus air cukup deras,” kata Hendri.

Sebanyak delapan warga berhasil dievakuasi dengan selamat, terdiri dari dua orang dewasa dan enam lainnya anak-anak. Anak-anak dievakuasi dengan cara digendong, sementara warga dewasa dibantu naik ke perahu karet.

Seluruh korban kemudian diungsikan ke Masjid Al-Manar yang berada di lokasi lebih tinggi dan aman dari genangan. Di tempat tersebut, warga mendapat pendampingan awal serta kebutuhan dasar dari petugas dan relawan.

Penanganan banjir melibatkan berbagai unsur, mulai dari BPBD, perangkat kecamatan dan kelurahan, BKO Satpol PP, Kelompok Siaga Bencana, hingga masyarakat setempat yang turut membantu proses evakuasi dan pengamanan lingkungan.

Hingga Jumat sore, BPBD masih melakukan pendataan dampak dan kerugian akibat banjir. Warga diminta tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, mengingat kondisi cuaca di Kota Padang masih berpeluang hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi.

(Rini/Mond) 

#BanjirPadang #Peristiwa #Padang


 

Serasinews.com, Padang — Banjir kembali melanda kawasan Pasar Lalang Guo, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Jumat sore (2/1), akibat meluapnya Sungai Batang Kuranji setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut sejak Kamis malam. Puluhan personel Polresta Padang dikerahkan untuk mengevakuasi warga yang terjebak banjir.

Evakuasi dipimpin Kepala Satuan Reserse Narkoba Polresta Padang, AKP Martadius, bersama personel gabungan dari sejumlah satuan. Dengan peralatan seadanya, petugas menerobos genangan air demi mengevakuasi warga yang masih berada di rumah dan area pasar yang terendam.

Luapan sungai menyebabkan rumah warga serta kawasan pasar terendam air dengan ketinggian bervariasi, mulai dari setinggi lutut hingga pinggang orang dewasa. Akibatnya, aktivitas warga lumpuh dan sebagian terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih aman.

Petugas memprioritaskan penyelamatan anak-anak, lansia, dan perempuan yang kesulitan menyelamatkan diri akibat derasnya arus air. Sejumlah warga hanya mampu menyelamatkan barang seperlunya, sementara petugas turut membantu mengamankan dokumen penting dan barang berharga milik warga.

Kapolresta Padang, Kombes Pol Apri Wibowo, menyatakan pihaknya langsung bergerak cepat setelah menerima laporan adanya warga yang terjebak banjir akibat meluapnya sungai.

“Keselamatan warga adalah prioritas utama kami. Begitu menerima laporan, personel langsung kami terjunkan untuk melakukan evakuasi, terutama terhadap kelompok rentan,” ujarnya.

Selain evakuasi, kepolisian juga melakukan pengamanan di lokasi banjir serta pengaturan arus lalu lintas guna mencegah kemacetan dan kecelakaan akibat genangan air di jalan.

Warga setempat menilai banjir kali ini cukup parah karena debit air sungai naik secara tiba-tiba setelah hujan deras berlangsung selama berjam-jam. Beberapa warga mengaku tidak sempat menyelamatkan barang-barang karena air dengan cepat masuk ke rumah.

Kapolresta Padang mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di bantaran sungai dan wilayah rawan banjir, agar tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, mengingat curah hujan masih tinggi.

Hingga Jumat malam, personel Polresta Padang masih bersiaga di lokasi untuk memastikan seluruh warga telah dievakuasi dan mengantisipasi kemungkinan luapan sungai kembali terjadi.

(Rini/Mond)
#Polri #Peristiwa #BanjirPadang #Daerah
#Padang

 

Serasinews.com, Padang – Longsor terjadi di dua titik kawasan Sitinjau Lauik pada Jumat (2/1/2026) sore. Kejadian ini mengakibatkan terganggunya arus lalu lintas di jalur utama yang menghubungkan Kota Padang dengan Solok.

Menindaklanjuti peristiwa tersebut, pihak terkait segera melakukan penanganan dengan berkoordinasi bersama PT Hutama Karya (HK) untuk membersihkan material longsor yang menutupi badan jalan.

Selama proses pembersihan berlangsung, arus lalu lintas diberlakukan sistem satu arah secara bergantian (buka tutup) guna mencegah kemacetan serta menjaga keselamatan para pengguna jalan.

Hingga saat ini, petugas masih berada di lokasi untuk memastikan penanganan berjalan optimal. Masyarakat diimbau agar tetap waspada saat melintas di kawasan tersebut dan mematuhi arahan petugas di lapangan.

(Rini)
#Peristiwa #SitinjauLauik #Longsor
#Daerah #Padang

 

Serasinews.com, Padang — Curah hujan tinggi yang mengguyur Kota Padang sejak Jumat dini hari (2/1/2026) menyebabkan bencana longsor di kawasan Pagambiran Ampalu Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung. Peristiwa tersebut terjadi di RT 04/RW 18 dan sempat mengagetkan warga setempat.

Tanah di perbukitan sekitar permukiman dilaporkan menjadi tidak stabil akibat hujan deras yang berlangsung selama beberapa jam. Kondisi ini memicu longsoran tanah dan lumpur yang bergerak ke arah permukiman warga, menimbun sejumlah rumah di bawahnya.

Sebelum longsor terjadi, warga sempat mendengar suara gemuruh dari arah perbukitan. Suara tersebut membuat warga panik dan segera berupaya menyelamatkan diri. Beberapa warga berhasil keluar dari rumah sesaat sebelum material longsor menghantam bangunan.

Tim gabungan yang terdiri dari BPBD Kota Padang, TNI, Polri, serta relawan langsung dikerahkan ke lokasi kejadian untuk melakukan evakuasi dan pendataan. Hingga kini, proses pembersihan material longsor masih berlangsung dengan menggunakan peralatan manual maupun alat berat.

Belum terdapat laporan resmi mengenai korban jiwa. Namun, dampak longsor menyebabkan kerusakan parah pada sejumlah rumah dan memaksa beberapa warga mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Pemerintah daerah mengimbau masyarakat yang bermukim di wilayah rawan longsor agar tetap waspada dan segera mengantisipasi kemungkinan bencana susulan, mengingat intensitas hujan di Kota Padang masih berpotensi tinggi dalam beberapa hari ke depan.

(Rini/Mond

#Longsor #Peristiwa #Padang # Daerah


 

Serasinews.com, Padang — Curah hujan sedang hingga lebat yang mengguyur Kota Padang sejak Kamis malam hingga Jumat dini hari (2/1/2026) mengakibatkan terjadinya jalan amblas di kawasan Batu Busuk, Kelurahan Kapalo Koto, Kecamatan Pauh. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 01.45 WIB dan menyebabkan akses transportasi warga setempat terputus total.

Dari hasil pemantauan di lokasi, bagian jalan yang amblas diperkirakan sepanjang 15 meter. Kerusakan terlihat cukup parah karena badan jalan runtuh ke arah sungai, sehingga tidak memungkinkan untuk dilalui baik oleh kendaraan roda dua maupun roda empat.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, menyampaikan bahwa kejadian ini dipicu oleh tingginya curah hujan yang berlangsung dalam waktu lama. Kondisi tersebut menyebabkan debit Sungai Batu Busuk meningkat dan menggerus tanah di sekitar struktur jalan.

“Curah hujan yang cukup tinggi sejak malam hari membuat debit sungai naik drastis. Struktur tanah di sekitar jalan menjadi labil dan tidak mampu menahan beban, sehingga terjadi amblas,” jelas Hendri.

Usai kejadian, BPBD Kota Padang bersama Babinsa, relawan Rumah Zakat, serta warga setempat segera turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan awal, mengamankan area, dan memasang rambu peringatan agar tidak dilalui masyarakat.

Hingga Jumat pagi, petugas masih melakukan pemantauan secara intensif. Hujan yang masih turun dikhawatirkan dapat memperburuk kondisi tanah dan memicu longsor susulan di sepanjang aliran sungai.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka, kejadian ini berdampak besar terhadap mobilitas warga. Jalan yang amblas merupakan akses utama masyarakat Batu Busuk menuju pusat kota dan wilayah sekitarnya. Akibat terputusnya jalur tersebut, warga terpaksa menggunakan jalur alternatif yang lebih jauh dan memakan waktu tempuh lebih lama.

BPBD Kota Padang mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di sekitar Sungai Batu Busuk, untuk tetap waspada dan menjauhi lokasi kejadian demi keselamatan. Masyarakat juga diminta segera melapor apabila menemukan tanda-tanda bahaya seperti retakan tanah, pergeseran bangunan, atau peningkatan debit air sungai secara tiba-tiba.

Saat ini, BPBD masih berkoordinasi dengan instansi terkait untuk melakukan kajian teknis serta merencanakan langkah penanganan lanjutan agar akses jalan dapat segera dipulihkan.

(Rini/Mond

#Peristiwa #BanjirPadang #Padang

#Daerah


 

Serasinews.com, Padang — Aktivitas layanan Bus Trans Padang terhenti total pada Selasa (31/12/2025) setelah para sopir melakukan aksi mogok massal di depan Balai Kota Padang, Aia Pacah. Aksi tersebut dipicu oleh belum dibayarkannya gaji sopir selama tiga bulan, serta tidak jelasnya kontrak kerja dan Bantuan Operasional Khusus (BOK) antara operator dengan Pemerintah Kota Padang.

Sebanyak 54 unit bus yang melayani Koridor 1 hingga 6 terpaksa tidak beroperasi. Kondisi ini berdampak langsung pada ribuan warga yang sehari-hari bergantung pada Trans Padang sebagai moda transportasi utama.

Krisis ini turut menyingkap persoalan serius dalam pengelolaan Trans Padang. Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) sebelumnya menemukan permasalahan tata kelola operasional dengan nilai anggaran mencapai Rp5,291 miliar. Temuan tersebut dinilai memiliki keterkaitan dengan tersendatnya pembayaran hak sopir dan ketidakstabilan operasional layanan.

Para sopir menyatakan permasalahan serupa telah berulang kali terjadi tanpa penyelesaian yang jelas. Mereka menilai lemahnya pengawasan dan manajemen menjadi akar persoalan yang hingga kini belum dibenahi secara menyeluruh.

Ironisnya, hingga berita ini diturunkan, Kepala Dinas Perhubungan Kota Padang, Ances Kurniawan, belum memberikan klarifikasi. Upaya konfirmasi melalui pesan WhatsApp pada Selasa (30/12/2025) tidak mendapat tanggapan.

Mogok massal ini menjadi sinyal darurat bagi Pemerintah Kota Padang. Selain merugikan sopir, lumpuhnya Trans Padang juga mengorbankan kepentingan publik. Masyarakat berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret agar layanan transportasi massal tersebut dapat kembali berjalan dan dikelola secara profesional.

(Rini/Mond)

#Peristiwa #MogokKerja #TransPadang

#Padang

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.