Articles by "peristiwa"

Aceh Afif Maulana Agam AIDS Aipda Dian WR AirterjunLembahAnaiMeluap Aksibersihpantai Aleknagari Amak Lisa anthropophobia Antikorupsi Apelsiaga Apeltanggapbencana Arif maulana Arosuka Artikel Artis Minang balapliar Bali Balikpapan Bandung Banjir BanjirAgam BanjirBandang BanjirPadang BanjirSumbar bansos banten Banyuwangi Bapenda Batam BBM bencana Bencana alam Bencanaalam BencanaAlamSumateraBarat BencanaKotaPadang BibitSiklonTropis95B BMKG BNNsumbar BNPB Box Redaksi BPBDSumbar BrimobPoldaSumbar Brimobuntukindonesia bukit sitinurbaya Bukittinggi BWSS V padang BWSSVPadang Calon Bupati cemburubuta Cikampek Cikarang CuacaEkstrem cuacapanasekstrem curanmor danabos Dandrem 032 WBR dankodaeral II Denpasar Depok Dharmasraya Dinas sosial dinassosial dinassosialpadang Dirlantas Dirlantas Polda Sumbar DirlantasPoldaSumbar DitpolairudPoldaSumbar DPCPKBkotapadang DPR DPRD Padang DPRDpadang DPRDsumbar dubalangkota Enarotali Evakuasi festival sepakbola Filipina gangguanhormon GanjaKering gaya hidup GayaHidup gempa gerakcepatdinsos gorontalo Gresik gurbernurriaukenaottkpk HAM HargaCabaiNaik Haripahlawan Harisumpahpemuda Hidroneteologi Hipnotis HIV Hot New hukum HUT Humaspolri ke 74 HUT80Brimob IlegalFishing Indonesia Indonesia. indonesiamaju infrastruktur Intan jaya Internasional irigasi Islami Jakarta Jakarta Selatan JalanLembahAnaiPutus JalanLongsor JalanRetak Jambi Jawa Tengah Jayapura Jayawijaya JembatanPutus JembatanRetak Jogyakarta jurnalis Kabupaten Agam kabupaten dharmasraya Kabupaten Solok KabupatenAgam KabupatenDharmasraya KabupatenPasamanBarat KabupatenPesisirSelatan KAI Sumbar Kakorlantas kakorlantaspolri kapolres kapolressijunjung Kapolri kasat narkoba KasusMedis keamanan kebakaran KebatanGunungNagoPutus kecamatankototangah kecelakaan kegiatanrutin kejaripadang kejaripesel kekerasan kelangkaanBBM kelangkaansolar Kementrian PU kementriankebudayaan kendaraan Kesehatan keselamatan bersama keselamatan kerja kesiapsiagaan kesunyian malam ketertiban umum Kiwirok KKB Kodim 0307 Tanah Datar KomnasHAM komplotanganjalATM Korem 032/WB Korpolairud korupsi Kota Padang KotaPariaman KPK Kriminal KUHP KumpulanDo'a Laksamanamuda Lampung LembahAnai Lembang Leonardy life style lifestyle Lima Puluh Kota lingkungan listrikilegal lombok timur Longsor LongsorKampusUINImambonjol LowonganKerjaPalsu Madiun Magelang MahardikaMudaIndonesia Makan Bergizi Gratis Makasar Malalak MalPraktek manila Medan mentalhealth Mentawai Mimika MTsN10pesisirselatan mutilasibayi nagarisolokambah nagarisulitair narkoba Narkotika Nasioanl Nasional ngaraisianok NTT odgj Oksibil olahraga Opini oprasimalam oprasitumpasbandar2025 oprasizebra2025 oprasizebrasinggalang2025 OrangHanyut OTTKPK PADA Padang Padang panjang Padang Pariaman PadangRancak Pahlawannasional pajak air tanah Palimanan pandekarancak pantaipadang Papua parenting Pariaman Parlemen Pasaman Pasaman barat pasamanbarat pasang pasarrayapadang Pasuruan Payakumbuh PDAM Pekanbaru Pelalawan pelayananhumanis pelayanansosial Pembunuhan pemerasan Pemko Padang PemkoPadang PemutihanPajakKendaraan pencabulan Pencirian Pendidikan penegakanhukum penemuanbayi penemuanmayat Pengancaman pengangguran penganiayaan Penggelapan Penjarahan Perbankan Perceraian Perdagangan peristiwa peristiwadaerah perlindungananak Persami pertahanan PerumdaAirMinum Pesisir Selatan PesisirSelatan Peti PKL PolaMakan PolantasMenyapa Polda banten Polda Jabar Polda Kalbar Polda Metro Jaya polda Papua POLDA SulBar POLDA SUMBAR Poldasumbar Policegoestoscool Politik polPP polres Polres 50 kota Polres Dharmasraya Polres Mentawai Polres Padang panjang Polres Pasaman Polres Pasaman Barat Polres Solok Polres solok selatan polrespasaman polrespasamanbarat polrespasbar polrespesel PolresSolokKota Polresta bukittinggi Polresta Padang polrestapadang POLRI PolriPresisi Polsek bungus barat Polsek Koto Tangah Padang Polsek Lubeg Pontianak PrajuritTNITewas premanisme Presiden RI psp padang Puncak jaya Purwakarta jawabarat QuickWins Razia RekeningDormant Religi RevisiKUHP Riau sabu Sarkel SatgasDamaiCartenz satgasoprasidamai satlantaspolresta SatpolPP Sawahlunto Sawmil segmen sianok seherman SekolahRakyat Semarang semenpadang Senjatatajam sepakbola sepakbolaindonesia Serang Sijunjung sikat singgalang2025 silent treatment simulasibencana siswismptewassaathiking sitinjaulauik Skoliosis SMA1pulaupunjung sobatlalulintasrancakbana solok Solok selatan solokarosuka solokselatan solsel Sosialisasi SPBUganting SPPG Strongpoint subsidi ilegal sukabumi Sulawesi Tenggara Sumatera Barat SumateraBarat Sumatra barat Sumbar Surabaya swasembadapangan tambangilegal Tanah datar tanahdatar tanggapdarurat TanggapDaruratBencana tawuran Terbaru Ternate Timika Papua timklewang TNI TPUTunggulHitam Transformasi polri transpadang transportasi tsunamiDrill Uin UIN IB Padang Utama UUMD3 Viral Yalimo Yogyakarta Yuhukimo
Tampilkan postingan dengan label peristiwa. Tampilkan semua postingan

 

Serasinews.com, Padang — Tanjakan Sitinjau Lauik kembali menimbulkan ancaman bagi pengguna jalan. Pada Minggu (30/11/2025) sekitar pukul 01.00 WIB, jalur Padang–Solok yang dikenal ekstrem itu kembali menjadi lokasi kecelakaan beruntun. Sebuah truk bermuatan berat gagal menanjak, mundur tak terkendali, dan menyeret beberapa kendaraan lain, termasuk sebuah ambulans yang sedang membawa korban banjir bandang.

Dalam gelap dini hari, suara gesekan besi, klakson panik, dan jeritan warga membingungkan suasana. Akses jalan di titik rawan Sitinjau Lauik pun lumpuh total.

Truk Kehabisan Tenaga, Mundur Tak Terkendali

Warga melaporkan truk tampak terseok saat menanjak. Mesin meraung, namun tidak cukup kuat menahan lereng ekstrem Sitinjau Lauik. Dalam hitungan detik, truk mundur dengan cepat.

Awas… mundur!” teriak warga, tapi momentum sudah lepas kendali. Taburan benturan dimulai dengan sebuah minibus, diikuti kendaraan di belakangnya. Ambulans dari Solok yang membawa korban galodo tak sempat menghindar dan ikut terseret.

Polisi Bergerak Cepat

Kapolsek Lubuk Kilangan, Kompol Sosmedya, membenarkan insiden itu dan menyatakan petugas sudah berada di lokasi sejak dini hari. Dalam kondisi minim cahaya, lampu senter, lampu rotator, dan kabut pegunungan membuat suasana di TKP dramatis.

Kemacetan Panjang: Satlantas Turun Tangan

Satlantas Polresta Padang segera mengerahkan personel untuk membuka jalur. Iptu Zulkifli, Kanit Laka Lantas Polresta Padang, mengatakan prioritas utama adalah mengurai kemacetan dan memastikan kendaraan bisa bergerak kembali. Dari arah Solok, arus juga tersendat parah karena rangkaian kendaraan terlibat kecelakaan. Iptu Rido, Kasat Lantas Polres Solok, menyebut situasi belum normal.

Ambulans Jadi Sorotan

Keterlibatan ambulans yang membawa korban banjir bandang menarik perhatian. Petugas memprioritaskan pemindahan pasien ke ambulans lain agar penanganan medis tidak terganggu.

Pendataan dan Penyelidikan Lanjutan

Kepolisian masih mendata jumlah kendaraan yang terlibat, kronologi kecelakaan, dan kemungkinan korban luka. Pemeriksaan truk penyebab insiden, termasuk dugaan kelebihan muatan, masalah teknis, atau human error, akan dilakukan. Rilis resmi dari pihak berwenang akan diterbitkan setelah data terkumpul.

(Rini/Mond)
#Peristiwa #Kecelakaan
#SitinjauLauik #Padang

 

Serasinews.com,PADANG — Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) melalui Pusdalops BPBD kembali merilis data terbaru korban bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah daerah sejak 21 November 2025. Hingga Minggu (30/11) pukul 09.00 WIB, tercatat 129 orang meninggal dunia dan 86 orang masih hilang.

Sekretaris Daerah Provinsi Sumbar, Arry Yuswandi, menyatakan data dihimpun dari laporan resmi kabupaten/kota terdampak. Peningkatan signifikan terjadi di Kota Padang Panjang, dari sebelumnya 7 orang meninggal dan nihil korban hilang, kini menjadi 21 meninggal dan 32 hilang.

“Data akan terus diperbarui seiring masuknya laporan terbaru dari masing-masing daerah,” ujar Arry.

Dari 16 kabupaten/kota terdampak, delapan daerah melaporkan korban jiwa atau hilang, sementara delapan lainnya nihil. Jumlah korban terbanyak berada di Kabupaten Agam.

Rincian korban per kabupaten/kota:

Kabupaten Agam: 87 meninggal, 76 hilang


Kota Padang Panjang: 21 meninggal, 32 hilang


Kota Padang: 10 meninggal, 0 hilang


Kabupaten Tanah Datar: 2 meninggal, 1 hilang


Kabupaten Pasaman Barat: 1 meninggal, 6 hilang


Kabupaten Padang Pariaman: 7 meninggal, 2 hilang


Kota Solok: 1 meninggal, 0 hilang


Kabupaten Pesisir Selatan: 0 meninggal, 1 hilang


8 kabupaten/kota lainnya: nihil korban


Arry menekankan, Kabupaten Agam menjadi daerah paling terdampak dengan 87 korban meninggal dan 76 masih dalam pencarian. Perkembangan data korban, kerusakan, dan kebutuhan penanganan darurat akan terus dipantau melalui Posko Terpadu Penanganan Bencana Provinsi Sumbar.

(Rini/Mond) 

#BanjirSumbar #SumateraBarat

#Peristiwa #BencanaAlam

 

Serasinews.com,Padang —
Kota Padang mengalami salah satu bencana terburuk dalam sejarahnya pada Jumat (28/11/2025). Banjir besar yang datang tiba-tiba menyapu hampir seluruh wilayah kota, menyeret rumah, fasilitas umum, hingga infrastruktur vital. Hingga Sabtu (29/11/2025), total kerugian sementara telah mencapai Rp202,8 miliar.

Wali Kota Padang Fadly Amran menegaskan bahwa banjir kali ini tidak hanya sekadar genangan, tetapi bencana hidrometeorologi besar yang mengguncang ketahanan kota. “Kerusakan yang terjadi sangat berat. Banjir ini bergerak cepat dan merusak banyak titik vital,” ujarnya.

Enam Jembatan Rusak: Empat Putus Total

Sektor jembatan mengalami hantaman paling parah. Dari enam jembatan terdampak, empat putus total dan dua lainnya rusak berat, dengan nilai kerusakan mencapai Rp127 miliar.

Dua jembatan menjadi sorotan utama:

Jembatan Gunung Nago (Pauh – Lubuk Kilangan)
Hancur total, menyisakan patahan beton dan besi yang melengkung. Kerugian: Rp45 miliar.

Jembatan Kalawi, Limau Manis
Ambruk setelah pondasinya tergerus arus kuat. Kerugian: Rp35 miliar.

“Putusnya empat jembatan ini benar-benar memutus pergerakan warga. Logistik, transportasi, hingga evakuasi sangat terhambat,” jelas Kalaksa BPBD Padang, Hendri Zulviton.

Bendungan, Jalan, dan Tebing Ikut Terkoyak

Banjir turut meluluhlantakkan fasilitas air bersih dan jalan. Sebuah bendungan dan intake air minum mengalami kerusakan berat. Jalan Batu Busuk putus total, membuat bantuan sulit menjangkau warga. Di sejumlah titik, tebing jalan runtuh dan memperlihatkan tanah yang terseret arus.

Sistem PDAM Kolaps: 10 Intake Rusak

Kerusakan besar juga terjadi pada layanan air bersih. Sepuluh intake PDAM rusak berat, pipa distribusi patah, dan pompa terendam banjir. Akibatnya, ribuan warga kehilangan akses air bersih—terutama di Koto Tangah, Lubuk Begalung, dan Kuranji.

Di Air Dingin, Koto Tangah, warga kini menghadapi krisis air bersih yang mengkhawatirkan, khususnya bagi kelompok rentan di pengungsian.

Kebutuhan Mendesak di Pengungsian

Di pos-pos pengungsian, kebutuhan dasar belum terpenuhi. Bantuan yang paling dibutuhkan meliputi:

Makanan pokok dan makanan siap saji

Susu formula bayi

Selimut, alas tidur, dan tenda

Obat-obatan dan vitamin

Tenaga kesehatan dan layanan medis

Beberapa warga terpaksa tidur beralaskan kardus, sementara antrean air bersih kian panjang. Anak-anak dan lansia menjadi kelompok yang paling merasakan dampaknya.

Pendataan Terus Berjalan

Menurut BPBD, pendataan kerusakan masih dilakukan. “Angka kerugian bisa bertambah karena ada lokasi yang belum terjangkau akibat akses terputus,” kata Hendri.

Pemulihan kini menjadi prioritas utama. Pemerintah Kota bersama BPBD, TNI, dan Polri berupaya memulihkan kondisi secepat mungkin sebelum hujan susulan kembali mengguyur Padang.

(Rino/Mond)
#BanjirBandang #Padang #Peristiwa


Serasinews.com: Agam, Sumatra Barat — Malam turun perlahan di Agam, namun beban yang dibawa warga jauh lebih cepat dan lebih berat. Aroma lumpur, kayu patah, dan tanah yang terguncang masih menyelimuti udara ketika BPBD Kabupaten Agam mengumumkan pembaruan data pada Sabtu (29/11) pukul 20.00 WIB: 4.000 warga harus mengungsi, tersebar di 11 kecamatan. Jumlah korban meninggal naik menjadi 85 orang, sementara 78 lainnya masih belum ditemukan.

Di setiap sudut posko, kisah kehilangan berbaur dengan harapan tipis bahwa keluarga yang hilang masih akan pulang.

Pengungsian Meluas, Kecamatan Demi Kecamatan Terisi

Dalam 24 jam terakhir, arus pengungsian meningkat drastis. Kepala Pelaksana BPBD Agam, Rahmat Lasmono, menyebut bahwa banjir bandang dan longsor datang bertubi-tubi, menghancurkan permukiman di sepanjang aliran sungai dan lereng perbukitan.

Pengungsi kini berasal dari 11 kecamatan. Ini data hingga Sabtu malam,” ujarnya di Lubuk Basung, Minggu (30/11/2025).

Sebaran pengungsi:

Palembayan: 167 jiwa

Ampek Nagari: 600 jiwa

Palupuh: 100 jiwa

Tanjung Mutiara: 965 jiwa

Tanjung Raya: 1.129 jiwa

Baso: 30 jiwa

Malalak: 135 jiwa

Banuhampu: 10 jiwa

Matur: 300 jiwa

Ampek Koto: 778 jiwa

Lubuk Basung: 129 jiwa

Sebanyak 26 dapur umum telah berdiri dan terus beroperasi, menjadi pusat kehidupan sementara bagi ribuan orang.

Rumah-rumah Terusak, Beberapa Hilang Tanpa Jejak

Kerusakan permukiman terlihat di sepanjang jalur banjir:

468 rumah rusak ringan

26 rumah rusak sedang

49 rumah rusak berat

Beberapa rumah hanyut, menyisakan hanya tiang-tiang roboh atau pondasi kosong. Sementara itu, sungai yang berubah warna menjadi cokelat tua mengalirkan sisa-sisa kehidupan warga yang tersapu arus.

Korban Meninggal Bertambah, Palembayan Paling Parah

Jumlah korban meninggal mencapai 85 orang, dengan rincian:

Palembayan: 55 orang

Malalak: 10 orang

Tanjung Raya: 4 orang

Matur: 1 orang

Palupuh: 1 orang

Relawan menggambarkan Palembayan sebagai wilayah paling terdampak. Banyak korban ditemukan tertimbun material galodo atau terseret hingga jauh ke hilir.

78 Orang Belum Ditemukan: Pencarian Terhalang Kondisi

Tim SAR, relawan, dan aparat bekerja tanpa henti, namun medan yang berat memperlambat setiap langkah pencarian. Jalan terputus, jembatan runtuh, dan longsor masih menutup beberapa akses.

Di Nagari Salareh Aia Timur dan Nagari Salareh Aia, upaya pencarian bahkan dilakukan dengan risiko tinggi.

Masih banyak wilayah yang belum bisa dijangkau. Kemungkinan korban bertambah,” ujar Kepala Dinas Kominfo Agam, Roza Syafdefianti.

Lonjakan Angka dalam Dua Hari

Hanya dua hari sebelumnya, jumlah korban meninggal tercatat 60 orang, naik dari 28 korban awal. 54 dari 60 korban tersebut telah teridentifikasi hingga Jumat malam (28/11).

BPBD menyatakan angka-angka ini kemungkinan akan terus berubah seiring ditemukannya korban baru dan masuknya laporan keluarga yang kehilangan anggota.

Agam Masih Berduka

Suara mesin excavator, gemuruh sungai, dan teriakan relawan yang memanggil nama korban masih memenuhi udara Agam. Meski hujan mulai mereda, tanah masih labil dan sungai masih bergejolak.

Di posko Palembayan, seorang penyintas menggenggam anaknya sambil berkata pelan:
Kami selamat… tapi malam itu seperti menelan kampung kami.

Agam masih berada di tengah luka, namun di setiap posko, di setiap tenda, dan di setiap tangan yang saling menggenggam, cahaya kecil tetap menyala.

(Rini/Mond)
#BanjirAgam #Peristiwa #KabupatenAgam #BanjirBandang

 

Serasinews.com, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara — Warga terdampak banjir bandang dan longsor di Tapanuli Tengah dilaporkan mengambil paksa kebutuhan pokok dari sebuah minimarket di Jalan Padang Sidempuan, Serudik, pada Sabtu (29/11/25).

Aksi ini terjadi ketika sebagian besar warga yang mengungsi ke lokasi darurat mulai kehabisan persediaan makanan. Mereka mengambil beras, mie instan, air mineral, hingga perlengkapan bayi untuk bertahan hidup. Salah seorang warga mengatakan, “Kami sudah dua hari bertahan dengan makanan seadanya. Anak-anak mulai kelaparan, terpaksa kami ambil barang ini.”

Belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian maupun pemerintah daerah mengenai insiden ini. Aparat keamanan kini berjaga di sekitar minimarket untuk mencegah kejadian serupa.

Banjir bandang dan longsor yang terjadi sejak dua hari lalu telah merendam ratusan rumah, memutus akses jalan, dan memaksa ribuan warga mengungsi. Tim SAR gabungan masih melakukan pencarian korban hilang dan evakuasi di beberapa lokasi sulit dijangkau.

Pemerintah daerah menyebut distribusi bantuan logistik sedang berlangsung, namun kondisi jalan yang terputus dan cuaca buruk memperlambat penyaluran. Warga berharap bantuan segera tiba agar kebutuhan dasar pengungsi terpenuhi dan situasi tidak memburuk.

(SH)
#Penjarahan #Peristiwa
#BanjirBandang

 

Serasinews.com, Padang — Suasana tenang di perairan sekitar Pulau Anak Aia, Kota Padang, mendadak berubah pada Sabtu pagi (29/11/2025). Seorang nelayan menemukan sesosok mayat perempuan yang mengapung di permukaan laut. Penemuan tersebut langsung memicu respons cepat dari Tim SAR Direktorat Polairud Polda Sumbar.

Kejadian di Pagi Hari

Sekitar pukul 08.18 WIB, seorang nelayan yang tengah melintas dikejutkan oleh tubuh perempuan yang terapung dalam posisi telungkup. Menyadari situasi berbahaya itu, ia segera mengontak Tim SAR Ditpolairud untuk meminta pertolongan.

Gerak Cepat dari Ditpolairud

Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Susmelawati Rosya, mengonfirmasi bahwa timnya segera diterjunkan menuju koordinat S 00.91783° – E 100.20091°, lokasi ditemukannya mayat.

Pada pukul 08.22 WIB, personel berangkat dari Dermaga Subdit Gakkum Ditpolairud menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB). Perjalanan memakan waktu kurang lebih 40 menit, sebelum akhirnya tim tiba di lokasi pada pukul 09.02 WIB dan langsung mengevakuasi jasad tersebut di tengah kondisi gelombang yang cukup dinamis.

Dibawa untuk Pemeriksaan Lanjutan

Jasad perempuan itu kemudian dibawa ke Dermaga Subdit Gakkum Ditpolairud dan tiba pada pukul 09.40 WIB. Dari sana, tubuh korban langsung dipindahkan ke RS Bhayangkara Polda Sumbar untuk proses identifikasi dan autopsi.

Hingga saat ini, identitas korban masih belum diketahui. Tidak ada dokumen atau tanda pengenal yang ditemukan bersama jenazah. Pihak forensik dan penyidik kini tengah menelusuri ciri fisik serta mencocokkannya dengan laporan orang hilang.

Menunggu Hasil Forensik

Kombes Pol Susmelawati menyatakan bahwa informasi lebih lanjut akan disampaikan setelah pemeriksaan selesai. Ia juga mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga perempuan dalam beberapa hari terakhir agar segera melaporkannya ke kantor polisi terdekat.

Penemuan mayat di wilayah perairan Padang kembali mengingatkan pentingnya kewaspadaan masyarakat, terutama bagi mereka yang sering beraktivitas di laut.

(Rini/Mond)
#PenemuanMayat # Peristiwa
#DitpolairudPoldaSumbar


Serasinews.com, Agam — Hingga Sabtu (29/11/2025), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis pembaruan data mengenai banjir bandang yang melanda Kabupaten Agam, Sumatra Barat. Jumlah korban meninggal kini tercatat 74 jiwa, sementara 78 warga lainnya masih belum ditemukan.

Curah hujan tinggi sejak beberapa hari terakhir membuat kondisi wilayah Agam terus rawan. Aliran sungai yang meluap dan material yang terbawa dari kawasan perbukitan menjadi pemicu utama banjir bandang yang menghantam permukiman penduduk.

Palembayan: Wilayah Dengan Dampak Terbesar

Menurut laporan Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, data BPBD Agam per Jumat (28/11) pukul 20.00 WIB menunjukkan bahwa Kecamatan Palembayan menjadi titik dengan korban terbanyak.

Di kecamatan ini, tercatat 27 korban meninggal, dengan 21 di antaranya telah teridentifikasi, sementara 6 lainnya masih dalam proses identifikasi.

Rinciannya meliputi:

Kampung Tangah: 7 korban teridentifikasi

Kampung Tangah Timur: 9 korban teridentifikasi

Subarang Ala: 17 korban teridentifikasi

Material banjir berupa kayu, batu, dan lumpur menimbun rumah-rumah warga, menyulitkan upaya pencarian korban.

Korban di Kecamatan Lain

Selain Palembayan, beberapa kecamatan lain juga mengalami dampak signifikan:

Malalak: 10 korban

Tanjung Raya: 2 korban

Palupuh: 1 korban

Matur: 1 korban

Seluruh korban di wilayah ini telah berhasil diidentifikasi.

Pencarian 78 Warga Hilang

Pemkab Agam melaporkan 78 penduduk masih hilang, tersebar sebagai berikut:

Palembayan: 69 orang

Malalak: 7 orang

Tanjung Raya: 2 orang

Tim SAR gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, BPBD, relawan, dan komunitas pecinta alam terus melakukan pencarian meski terkendala lumpur tebal dan akses yang rusak.

Cuaca Ekstrem Belum Berakhir

BMKG memprediksi cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi di wilayah Sumatra bagian barat. Daerah perbukitan seperti Agam berada dalam kondisi siaga akibat risiko banjir dan longsor susulan.

Akses jalan menuju wilayah terdampak yang sempat tertutup material kini mulai dibersihkan untuk mempercepat distribusi logistik dan proses evakuasi.

Langkah Pemulihan dan Harapan Warga

Di tengah situasi yang belum stabil, posko pengungsian terus menerima suplai kebutuhan pokok. Relawan dan tim kesehatan bekerja sepanjang hari, memberikan layanan bagi warga yang terdampak.

Meski duka mendalam terlihat di banyak titik, masyarakat tetap berupaya bertahan dan saling membantu, menunggu kabar terbaru dari tim penyelamat yang masih bekerja di lapangan.

(Rini/Mond)
#BanjirSumbar #Peristiwa #BNPB #KabupatenAgam

 

Serasinews.com, Koto XI Tarusan — Martius (53), seorang petani asal Koto Pulau dari Suku Caniago, ditemukan tidak bernyawa di area belakang Kantor KUA Kecamatan Koto XI Tarusan pada Sabtu (29/11/2025) sekitar pukul 08.30 WIB.

Penemuan jasad Martius pertama kali dilaporkan oleh Wali Nagari Batu Hampa Selatan kepada Polsek Tarusan setelah melihat tubuh korban dalam posisi tertelungkup. Menindaklanjuti laporan tersebut, pihak kepolisian segera berkoordinasi dengan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD serta pihak kecamatan untuk proses penanganan di lapangan.

Kapolsek Tarusan bersama TRC Posko Tarusan langsung menuju lokasi guna melakukan evakuasi. Jenazah kemudian dibawa ke Puskesmas Tarusan untuk menjalani pemeriksaan medis awal.

Hingga saat ini, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab kematian Martius. Proses penyelidikan masih berlangsung untuk menguak dugaan awal serta mengumpulkan informasi dari berbagai pihak.

(Rini/Mond)
#PenemuanMayat #Peristiwa #PesisirSelatan

 


Serasinews.com
, Padang
— Hujan deras yang terus mengguyur Kota Padang sejak awal pekan telah memicu serangkaian bencana alam, merusak infrastruktur vital di berbagai titik. Sungai meluap, tebing longsor, dan lima jembatan yang menjadi jalur utama warga kini putus, meninggalkan kesenjangan besar antara kebutuhan masyarakat dan kenyataan di lapangan.

Lima Jembatan Terputus, Akses Warga Terhenti

Berdasarkan data sementara dari BPBD Kota Padang per Jumat pagi (28/11/2025), lima jembatan mengalami kerusakan paling parah:

Jembatan Gunung Nago (Kelurahan Lambung Bukit, Kecamatan Pauh)
Pondasi jembatan ini terkikis arus deras hingga struktur utama ambrol. Warga yang biasa melintas ke pusat kota kini harus menempuh jalur perbukitan yang lebih jauh.

Jembatan Kalawi Koto Panjang (Kelurahan Limau Manis, Kecamatan Pauh)
Lantai jembatan retak panjang dan separuh badan jembatan menggantung tanpa penopang. Petugas sudah memasang garis pembatas, meski masih ada warga yang mencoba mendekat untuk melihat kondisi jembatan.

Jembatan Kampung Tanjuang (Kelurahan Gunung Sarik, Kecamatan Kuranji)
Jembatan ini putus total, menghentikan akses antar-dusun. Beberapa pelajar terpaksa menyeberangi sungai menggunakan rakit darurat sebelum petugas melarang aktivitas tersebut demi keselamatan.

Jembatan Sawah Liek (Kelurahan Kuranji, Kecamatan Kuranji)
Bagian tengah jembatan mengalami kerusakan parah, dengan besi yang terlihat melintir seperti dipelintir tangan raksasa. Warga melaporkan terdengar suara gemuruh saat struktur runtuh pada Kamis malam.

Jembatan di Kelurahan Batipuh Panjang (Kecamatan Koto Tangah)
Banjir dari hulu menyeret kayu dan lumpur hingga pilar penyangga jembatan melemah, menghentikan akses perkampungan ke jalan utama sepenuhnya.

BPBD: Jangan Nekat Melintas

BPBD Kota Padang menegaskan seluruh jembatan tidak boleh dilalui dalam kondisi apa pun, termasuk berjalan kaki. “Risiko runtuhan susulan masih tinggi, keselamatan warga tetap menjadi prioritas,” jelas petugas di lokasi Jembatan Gunung Nago.

Pihak BPBD sedang memetakan jalur alternatif, meski sebagian besar hanya bisa dilalui kendaraan roda dua.

Hujan Masih Intens: Warga Diminta Waspada

BMKG memperkirakan hujan lebat akan terus mengguyur wilayah Padang beberapa hari ke depan. Tanah yang jenuh air meningkatkan risiko longsor dan banjir bandang.

BPBD kembali mengimbau warga untuk:

Menjauhi bantaran sungai dan lereng terjal.

Segera mengungsi bila debit air meningkat.

Melapor bila menemukan tanda retakan tanah atau potensi runtuhan.

Di berbagai titik, warga tampak berjaga di tepi sungai yang keruh, menanti apakah malam nanti akan membawa ketenangan atau bencana baru.

(Rini/Mond)
#Peristiwa #JembatanPutus #Padang #BencanaAlam

 


Serasinews.com, Lembah Anai — Jalur utama Padang–Bukittinggi lumpuh total pada Jumat pagi (28/11) setelah badan jalan di depan Pemandian Mega Mendung, Lembah Anai, Nagari Singgalang, Kecamatan Sepuluh Koto, Kabupaten Tanah Datar, amblas terseret derasnya aliran air. Hujan lebat sejak pagi menyebabkan erosi hebat di sisi jalan hingga menggerus sebagian besar struktur aspal.

Sebagian badan jalan hilang, menyisakan rongga besar yang membuat kendaraan dari kedua arah tidak dapat melintas. Tebing tanah di tepi jalan tampak rapuh, menunjukkan bahwa kerusakan bukan sekadar permukaan, tetapi melibatkan kerusakan struktur yang cukup berat. Arus lalu lintas langsung tersendat; sebagian pengendara memilih putar balik, sementara lainnya menunggu informasi mengenai jalur alternatif.

Petugas dari Polres Tanah Datar dan Dirlantas Polda Sumatera Barat segera menutup total lokasi amblas dan memasang garis pengaman. Tim teknis juga diturunkan untuk menilai kondisi sisa badan jalan serta kestabilan lereng.

Dirlantas Polda Sumatera Barat, Kombes Pol H. M. Reza Chairul Akbar Sidiq, membenarkan penutupan penuh pada jalur tersebut.
Jalur kami tutup total untuk mencegah korban. Kondisi tanah masih labil dan potensi longsor susulan tetap ada. Kami imbau masyarakat menjauhi lokasi dan mengikuti arahan petugas. Gunakan jalur alternatif yang telah disiapkan,” ujarnya.

Ia menyampaikan bahwa pemeriksaan terhadap struktur jalan dan kondisi lereng masih berlangsung. Polda Sumbar juga memantau titik-titik rawan lainnya mengingat hujan dengan intensitas tinggi masih berpotensi menimbulkan bencana.

Kami mengingatkan pengendara agar lebih waspada. Jika melihat tanda-tanda pergerakan tanah, segera menjauh dan laporkan kepada petugas. Keselamatan adalah prioritas,” tambahnya.

Hingga laporan ini dibuat, jalur Padang–Bukittinggi masih ditutup total dan arus kendaraan diarahkan ke jalur alternatif. Pihak kepolisian meminta masyarakat mengikuti informasi resmi dan tidak memasuki area yang telah dipasang pembatas.

(Rini/Mond)
#JalanLongsor #Peristiwa #LembahAnai

 

Serasinews.com, Padang — Warga Kelurahan Pasia Nan Tigo, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, digemparkan oleh penemuan jenazah seorang perempuan di kawasan Pantai Ujung Batu pada Jumat pagi (28/11/2025). Tubuh korban ditemukan tergeletak di tepi pantai oleh seorang warga yang kebetulan melintas.

Berdasarkan informasi awal di lapangan, korban diduga terseret arus banjir bandang yang melanda aliran Sungai Lubuk Minturun. Hujan lebat yang mengguyur wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir menyebabkan debit air sungai meningkat tajam dan memicu aliran deras hingga mengancam permukiman sekitar.

Setelah penemuan itu dilaporkan, aparat Polsek Koto Tangah bersama BPBD Kota Padang dan tim medis segera datang ke lokasi untuk melakukan identifikasi serta mengevakuasi jenazah.

Hingga saat ini identitas korban masih belum dapat dipastikan. Pihak kepolisian masih melakukan pendataan dan menunggu hasil pemeriksaan forensik guna mengetahui penyebab kematian serta memastikan apakah korban merupakan salah satu warga yang sebelumnya dilaporkan hilang akibat banjir bandang.

“Kami masih mengumpulkan informasi. Identitas korban belum dapat dipastikan, dan kami menunggu hasil pemeriksaan dari tim medis,” ujar salah seorang petugas di lokasi.

Informasi lanjutan terkait temuan jenazah ini akan disampaikan setelah proses pemeriksaan oleh pihak berwenang selesai dilakukan.

(Rini/Mond)
#PenemuanMayat #Peristiwa #Padang

 

Serasinews.com, Lampung — Warga Kelurahan Kelapa Tiga, Kecamatan Tanjung Karang Barat, Bandar Lampung, digemparkan oleh temuan jasad seorang janda bernama Wiwik Safitri (50) di dalam rumahnya. Kondisi korban yang sudah membusuk dan mengenakan gaun pengantin berwarna putih membuat suasana di lokasi penemuan semakin mencekam.

Pada Kamis siang (27/11/2025), garis polisi masih membatasi akses ke rumah bercat kusam tersebut. Warga yang berkumpul di sekitar lokasi terlihat masih sulit percaya, mengingat beberapa hari sebelumnya mereka masih melihat Wiwik beraktivitas seperti biasa.

Tiga Hari Tak Ada Kabar, Keluarga Curiga

Jasad Wiwik ditemukan pada Minggu (23/11/2025). Keluarga awalnya bermaksud meminjam motor milik korban, namun mulai curiga karena selama tiga hari Wiwik tak terlihat dan tak merespons panggilan. Begitu rumah dibuka, bau menyengat langsung menyergap.

Di dalam kamar, korban ditemukan telentang di lantai, tubuhnya telah menghitam dan mengeras—tanda ia telah meninggal selama beberapa hari.

“Terakhir beliau kontak hari Kamis sore, bilang sedang pergi dengan seorang teman,” ujar Tri Jayati, bibi korban, dengan suara bergetar.

Ketua RT segera dihubungi, kemudian polisi dari Polsek Tanjung Karang Barat bersama Tim Inafis Polresta Bandar Lampung melakukan olah TKP. Jenazah dibawa ke RS Bhayangkara untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Kepribadian Hangat, Nyawanya Justru Melayang di Tangan Keponakan

Di lingkungan tempat tinggalnya, Wiwik dikenal sebagai kader Posyandu yang aktif dan disenangi warga. Karena itu, kabar kematiannya yang tragis membuat banyak orang terpukul.

Rasa duka itu semakin dalam setelah polisi mengamankan pelaku yang tak lain adalah keponakannya sendiri, Bima Prasetiyo (27). Ia ditangkap beberapa jam setelah jasad ditemukan.

Dalam pemeriksaan, Bima mengakui menghabisi nyawa bibinya pada Jumat (21/11/2025). Ia datang untuk meminta uang, namun ditolak karena sebelumnya ia telah menggadaikan motor korban dan menghabiskan uangnya.

Penolakan itu membuat Bima marah hingga melakukan penganiayaan yang berujung kematian. Setelah itu, ia kabur meninggalkan jasad bibinya begitu saja. Motor yang menjadi sumber masalah diduga telah ia jual.

Lebih memilukan lagi, Wiwik sebelumnya sempat melaporkan Bima atas penggelapan motor, namun memilih mencabut laporan demi memberi kesempatan terakhir bagi keponakannya. Kebaikan hati itulah yang akhirnya membawanya pada akhir tragis.

Gaun Pengantin Masih Menjadi Misteri

Fakta bahwa korban ditemukan mengenakan gaun pengantin membuat publik bertanya-tanya. Bukan pakaian yang biasa dipakainya, polisi belum dapat memastikan apakah Wiwik mengenakannya sendiri atau ada hal lain yang melatarbelakanginya.

“Motif terkait pakaian yang dikenakan korban masih kami selidiki. Kami juga terus mencari motor milik korban,” ujar Kasatreskrim Polresta Bandar Lampung, Kompol Faria Arista.

Bima dijerat Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan, dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara.

Pemakaman Dipenuhi Isak Tangis

Senin pagi, jenazah Wiwik dimakamkan di TPU setempat. Puluhan warga hadir mengiringi pemakaman dengan suasana duka mendalam. Banyak yang menangis mengenang sosok Wiwik yang dikenal baik dan aktif membantu lingkungan.

Kasus ini kini menyisakan pekerjaan bagi polisi untuk mengungkap tuntas peristiwa tragis tersebut, terutama misteri gaun pengantin yang masih menjadi tanda tanya besar bagi keluarga dan warga.

(L6)
#PenemuanMayat #Peristiwa
#Pembunuhan #Kriminal

 

Serasinews.com, Sumatera Barat — Duka kembali menyelimuti ranah Minang. Hingga Jumat pagi, 28 November 2025, Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sumbar mengonfirmasi 22 korban meninggal dunia akibat banjir bandang dan longsor yang menerjang sejumlah wilayah. Sementara itu, 10 orang lainnya masih belum ditemukan, menyisakan kecemasan yang menggantung di antara keluarga yang menunggu kabar.

Dari seluruh korban jiwa, 20 telah berhasil dikenali, sementara dua jenazah lainnya masih menunggu kecocokan identitas. Di tengah upaya pencarian yang belum usai, lima penyintas menjalani perawatan intensif, beberapa masih lemah setelah berjam-jam terperangkap sebelum dievakuasi.

Identifikasi Korban Berjalan di Banyak Lokasi

Kasubdiddokpol Polda Sumbar, dr. Eka Purnama Sari, menjelaskan bahwa proses identifikasi berlangsung paralel di berbagai titik tanpa jeda:

Polresta Padang

Posko DVI RS Bhayangkara Padang

RSUD dr. Rasyidin Padang

Posko DVI Bukittinggi, Padang Pariaman, dan Pasaman Barat

Tim tidak berhenti, karena satu kepastian dapat mengakhiri penantian keluarga,” ujar Eka.

Padang: Suasana Haru Mengiringi Penyerahan Jenazah

Di wilayah Polresta Padang, dua jenazah — Najwa Putri Andira (2,5 bulan) dan Mardalena (65) — diidentifikasi melalui data sekunder. Keduanya langsung diserahkan kepada keluarga di lokasi bencana. Momen itu berlangsung senyap, hanya ditemani suara air yang masih menetes dari pepohonan, seolah turut berduka.

RS Bhayangkara Padang: Sidik Jari Menjawab Pertanyaan

Di posko RS Bhayangkara, delapan jenazah diterima, dan enam telah teridentifikasi lewat sidik jari:

Yerna Wilis (57)

Selvi Marta Putri (20)

Agung Purnomo (35)

Reki Saputra (38)

Robby Handaryo (41)

Junimar (52)

Setiap kecocokan membawa keluarga pada kepastian yang mereka tunggu — meski pahit untuk diterima.

RSUD dr. Rasyidin: Tiga Korban Teridentifikasi

Tiga jenazah lainnya dikenali melalui data sekunder:

Roni Syaputra (42)

Syamsul Kamaruddin (72)

Aidil Putra (13)

Di ruang tunggu rumah sakit, beberapa keluarga tak kuasa menahan tangis ketika kabar disampaikan.

Bukittinggi: Wilayah Paling Parah Terdampak

Jorong Toboh, Malalak Timur, Kabupaten Agam menjadi titik bencana terburuk.
Sembilan orang masih hilang, termasuk anak-anak.
Sementara itu, delapan korban meninggal dari lokasi ini telah teridentifikasi.

Para relawan menggambarkan medan evakuasi sebagai “labirin lumpur”— jalan lenyap ditelan tanah, tebing ambruk, dan sisa-sisa rumah berserakan seperti fragmen kehidupan.

Padang Pariaman & Pasaman Barat

Di Padang Pariaman, Evi Yulia Susanti (52) masih dinyatakan hilang.

Di Pasaman Barat, korban meninggal Roki Hidayat (13) berhasil dikenali.

Pencarian Terus Dilakukan

Tim DVI bekerja bersama Basarnas, BPBD, TNI, Polri, serta perangkat daerah, menggabungkan pencarian manual dengan alat berat. Cuaca yang tak menentu dan medan yang labil menjadi tantangan besar.

Belum Ditetapkan Sebagai Bencana Nasional

Meskipun kerusakan dan korban semakin banyak, pemerintah pusat menyatakan belum ada rencana menetapkan bencana ini sebagai bencana nasional.

Menko PMK Pratikno menegaskan bahwa penanganan saat ini masih dalam koridor bencana daerah, dan ketiga provinsi terdampak telah menetapkan status darurat.

Sikap ini memicu perdebatan kecil di kalangan pemerhati kebencanaan. Ada yang menilai skalanya sudah lintas wilayah, sementara yang lain menilai mekanisme daerah masih memadai.

(Rini/Mond)
#BencanaAlamSumateraBart
#Peristiwa #BencanaAlam

Serasinews.com, Padang 27 November 2025 — Hujan yang terus mengguyur Kota Padang dalam beberapa hari terakhir membuat suasana kota seolah diselimuti tirai kelabu. Intensitas curah hujan yang tinggi memicu berbagai bencana di sejumlah kecamatan. Data sementara dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat setidaknya 55 titik terdampak, meliputi banjir, banjir bandang, longsor, pohon tumbang, hingga angin puting beliung.

Banjir Menggenangi 14 Titik

Banjir terjadi di sejumlah kawasan pemukiman akibat meluapnya drainase dan aliran sungai. Beberapa lokasi terdampak parah berada di Koto Tangah, Nanggalo, Padang Utara, dan Padang Selatan, termasuk kawasan padat penduduk seperti Komplek Villa Bukit Berlindo, Dadok Tunggul Hitam, Air Pacah, dan Tabiang Banda Gadang. Arus air yang deras membuat warga terperangkap di rumah masing-masing.

Beberapa titik banjir terparah:

Komplek Villa Bukit Berlindo Blok C 7, Gunung Pangilun (Padang Utara)

Pangkal Jembatan Palarik City, Air Pacah (Koto Tangah)

Jl. Cikarau & Parak Jambu, Dadok Tunggul Hitam (Koto Tangah)

Tabiang Banda Gadang (Nanggalo)
…dan 10 lokasi lainnya.

12 Titik Banjir Bandang Terjadi

Intensitas hujan tinggi membuat lereng perbukitan jenuh, menyebabkan aliran lumpur menuruni bukit dan memasuki kawasan pemukiman. Wilayah seperti Batu Busuk, Surau Gadang, dan Lubuk Begalung mengalami banjir bandang yang merusak rumah dan fasilitas publik, termasuk SMP Negeri 24 Padang.

Longsor Menutup Akses Jalan di 7 Titik

Material tanah dan batu menutup jalan di kawasan yang berbatasan dengan perbukitan, mengancam akses warga dan rumah-rumah di Teluk Bayur, Lubuk Kilangan, dan Lubuk Minturun.

20 Titik Pohon Tumbang Hambat Aktivitas

Hujan disertai angin kencang membuat puluhan pohon tumbang, menutupi jalan, merusak kabel listrik, dan mengganggu fasilitas publik. Kawasan Lubuk Begalung, Koto Tangah, Lubuk Kilangan, dan Pauh menjadi yang paling terdampak.

BPBD Imbau Warga Tetap Waspada

BPBD Kota Padang mengimbau warga untuk tidak mengabaikan peringatan cuaca ekstrem, terutama bagi yang tinggal dekat sungai, di lereng bukit, atau wilayah rawan banjir. Beberapa langkah yang disarankan:

Mengikuti informasi resmi dari BPBD

Menghindari perjalanan di daerah rawan bencana

Segera melakukan evakuasi jika air mulai naik

Menjaga kebersihan saluran air rumah

Dengan cuaca ekstrem yang masih berlangsung, seluruh warga diminta tetap waspada dan memprioritaskan keselamatan.

(Rini/Mond)
#BencanaKotaPadang
#Padang #Peristiwa

 

Serasinews.com, Pasaman Barat – Kamis (27/11/2025) pagi, Aia Gadang, Kecamatan Pasaman, diselimuti sisa hujan. Tanah licin dan Sungai Batang Pasaman yang meluap menutup jalan, menjadikan perjalanan jenazah Dahrizal (62) penuh tantangan. Kendaraan tak bisa lewat, dan harapan untuk membawa jenazah dengan ambulans lenyap seketika.

Di tengah kondisi itu, warga dan keluarga bersatu. Dengan tandu rakitan, jenazah digotong bergantian, langkah demi langkah, menembus air keruh setinggi lutut. Bukan sekadar estafet, melainkan simbol keteguhan dan solidaritas masyarakat menghadapi alam yang tak bersahabat.

Kepala Dinas Kesehatan Pasaman Barat, Gina Alecia, menyatakan, “Kendaraan tidak bisa menembus genangan. Prioritas utama adalah memastikan jenazah sampai ke rumah duka, meski harus berjalan kaki.”

Rombongan awalnya bergerak dari RSUP M. Djamil Padang pada Rabu (26/11). Sampai di Jembatan Batang Pasaman, mereka terhenti—arus deras menutup jalan nasional. Ambulans tidak bisa melanjutkan perjalanan.

Warga setempat langsung bergerak. Tandu disiapkan, barisan dibentuk, dan jenazah dipindahkan melewati jalur setapak di pinggir jembatan. Lumpur menempel di kaki, arus menyapu perlahan, namun langkah mereka mantap, menyadari bahwa menunda perjalanan terakhir bukanlah pilihan.

Hingga Kamis siang, jalan nasional tetap lumpuh. Debit air tinggi membuat kendaraan menumpuk di kedua sisi. Namun di tengah banjir dan lumpur, gotong-royong tetap menjadi jembatan paling kuat—lebih kokoh daripada beton jembatan yang tak mampu menahan luapan air.

(Rini/Mond)
#Peristiwa #KabupatenPasamanBarat

 

Serasinews.com, Padang — Tim Satgas Brimob Polda Sumbar mengevakuasi lima jenazah di Lumin Park pada Kamis (27/11/2025) pagi. Penemuan ini terjadi setelah laporan warga tentang orang hilang di kawasan tersebut. Seluruh korban kini dibawa ke RSUD Rasidin untuk proses identifikasi.

Menurut Dansat Brimob Polda Sumbar, Kombes Lukman, pencarian dilakukan dengan hati-hati karena medan di lokasi cukup sulit. “Kami bergerak berdasarkan laporan warga, setiap temuan dilaporkan berjenjang. Fokus utama saat ini adalah identifikasi korban dan menjaga keamanan lokasi,” ujarnya.

Hingga saat ini, identitas dan penyebab kematian kelima korban masih dalam penyelidikan. RSUD Rasidin membuka akses bagi keluarga yang merasa kehilangan anggota keluarga untuk melakukan pengecekan data dan kecocokan ciri-ciri korban.

Aparat kepolisian juga menjaga ketat perbatasan kawasan untuk mencegah kerumunan dan memastikan proses penyelidikan berjalan lancar. Masyarakat diimbau menunggu informasi resmi dari kepolisian.

(Rini/Mond)

#BrimobPoldaSumbar #PenemuanMayat #Padang #Peristiwa

Serasinews.com,Malalak- 27 November 2025 – Dentuman deras air bah dari perbukitan Malalak pada Rabu sore mengubah Jorong Toboh, Nagari Malalak Timur, menjadi puing-puing. Dalam hitungan menit, arus deras membawa lumpur, kayu, dan reruntuhan rumah, memutus jalan, dan merenggut nyawa.

Hingga Kamis pagi, dua warga ditemukan meninggal, sementara satu orang masih hilang, terbawa pusaran air bercampur lumpur dan gelondongan kayu. Identitas para korban belum bisa dipastikan karena akses ke lokasi masih sangat terbatas.

“Data yang masuk sangat minim. Kami benar-benar terjebak di posko pengungsian Campago karena akses hampir semuanya terputus,” ujar Camat Malalak, Ulya Satar, dengan suara berat.

Arus Coklat yang Menghantam Tanpa Ampun

Banjir bandang terjadi sekitar pukul 16.00 WIB. Langit tampak normal, namun debit air di hulu meningkat drastis. Apa yang turun bukan air biasa—coklat pekat, sarat lumpur dan kayu, menyeret rumah-rumah dan segala yang dilewatinya.

Sekitar 70 kepala keluarga harus mengungsi, meninggalkan rumah yang kini tertimbun lumpur atau rusak berat.

Pengungsian Terhambat, Akses Lumpuh

Informasi dari grup warga Malalak Membangun menyebutkan ada empat titik pengungsian: Masjid Nurul Falah Limo Badak, Masjid Nurul Sa’adah Jorong Saskand, Masjid Nurul Iman Jorong Bukik Malanca, dan SDN 01 Campago.

Namun akses ke lokasi-lokasi tersebut sulit. Banyak jalur tertutup lumpur dan pohon tumbang. Jalur dari Malalak Barat ke Malalak Utara tertutup longsor, sedangkan jembatan penghubung Malalak Barat–Selatan putus terbawa arus sungai. Jalur ke Balingka sudah terputus sejak 25 November, sehingga rute tersisa hanya Sicincin – Tandikek – Malalak, dengan medan licin dan rawan longsor susulan.

Warga Bertahan di Posko Pengungsian

Di posko, kebutuhan dasar mulai menipis. Bahan pangan, susu bayi, diapers, pembalut, selimut, dan pakaian layak menjadi kebutuhan paling mendesak. Listrik padam sejak Selasa, membuat anak-anak dan bayi bertahan dalam gelap dengan lampu darurat seadanya. Beberapa warga harus mencari sinyal di tebing untuk mengabari keluarga: suara mereka menjadi tanda “Kami masih di sini.”

Menanti Bantuan, Menjaga Harapan

Banjir bandang Malalak menjadi pengingat rapuhnya permukiman di lereng sungai. Saat ini warga berharap bantuan logistik, alat berat, dan evakuasi korban hilang segera datang. Meski kondisi berat, harapan tetap menyala—tipis namun kuat, seperti lampu minyak yang menolak padam di tengah hujan badai.

(Rini/Mond)
#BanjirBandang #Malalak
#SumateraBarat #Peristiwa
#BencanaAlam

 

Serasinews.com, Padang Panjang —
Arus utama Padang–Bukittinggi kembali lumpuh total pada Kamis pagi (27/11/2025) setelah dua titik longsor serentak menutup badan jalan di kawasan Lembah Anai. Material tanah dan batu dari tebing-tebing tua runtuh bersamaan, menjadikan jalur vital Sumatera Barat itu seperti ditutup tirai besar dari alam.

Kapolres Padang Panjang AKBP Kartyana Widyarso Wardoyo Putro, melalui Kasat Lantas AKP Pifzen Finot yang berada langsung di lokasi, mengonfirmasi bahwa longsor terjadi di dua titik: Pendakian Singgalang Kariang dan Pemandian Mega Mendung, keduanya berada di wilayah Kenagarian Singgalang, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar.
“Dua lokasi longsor sepenuhnya tidak dapat dilewati. Jalur Padang–Bukittinggi kami tutup total sampai situasi aman,” ujar AKP Pifzen Finot, suaranya diselingi deru kendaraan terjebak dan alat berat yang masih menunggu kondisi stabil.

Kondisi Terkini: Kendaraan Mengular, Mobilitas Terhenti

Pantauan di Silaing Bawah memperlihatkan antrean panjang kendaraan yang tidak bisa bergerak sedikit pun. Mobil pribadi, bus, hingga truk logistik terjebak tanpa kepastian waktu. Sebagian pengemudi memilih memutar balik, sementara lainnya menepi sembari menunggu kabar terbaru.

Seorang sopir travel yang sudah menempuh perjalanan berjam-jam mengaku tak menerima informasi apa pun sebelumnya. “Begitu sampai, ternyata jalan sudah buntu total,” katanya dengan nada kecewa.

Material Longsor Menutupi Jalan: Tanah, Batu, dan Batang Pohon

Di titik Pendakian Singgalang Kariang, material longsor menggunung hingga setinggi pinggang orang dewasa. Sementara di kawasan Pemandian Mega Mendung, longsoran merentang cukup panjang dan turut menyeret pagar pembatas jalan.

Hujan deras sejak malam sebelumnya diduga jadi pemicu utama. Tebing-tebing di jalur Lembah Anai memang dikenal rawan ambrol ketika curah hujan naik, menjadikannya ancaman rutin bagi pengendara.

Upaya Penanganan: Alat Berat Siaga, Pembersihan Bertahap

Petugas gabungan dari Satlantas Polres Padang Panjang, BPBD Tanah Datar, dan PUPR telah memulai pembersihan manual serta penilaian awal. Namun medan labil dan cuaca berkabut membuat alat berat belum dapat beroperasi maksimal.

“Kami prioritaskan keselamatan personel. Jika kondisi membaik, pembersihan akan dikejar hari ini,” ujar seorang anggota BPBD.

Hingga laporan ini dibuat, tidak ada korban jiwa atau kendaraan yang tertimpa, namun potensi longsor susulan masih sangat mungkin terjadi.

Dampak Lebar: Distribusi Barang & Aktivitas Warga Tersendat

Sebagai jalur utama yang menghubungkan Padang–Bukittinggi, penutupan total ini langsung memukul distribusi logistik, perjalanan wisatawan, serta mobilitas harian warga. Beberapa travel antarkota telah mengalihkan rute, meski konsekuensinya waktu tempuh lebih lama dan biaya meningkat.

Warga berharap pemerintah daerah memberikan pembaruan secara berkala, mengingat jalur alternatif lain belum mampu menampung lonjakan kendaraan yang dialihkan.

(Rini/Mond)
#Peristiwa #LembahAnai #BencanaAlam #Longsor

 

Serasinews.com,  PadangJembatan Gunung Nago yang menjadi penghubung utama antara Kecamatan Kuranji dan Pauh runtuh pada Kamis pagi (27/11/2025) setelah banjir besar dari Sungai Batang Kuranji menghantam struktur jembatan dengan arus yang tak terkendali. Dalam hitungan menit, konstruksi yang telah bertahun-tahun menjadi jalur vital itu tak lagi mampu menahan tekanan air.

Melalui unggahan resmi di Instagram, Polsek Pauh memperingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan. “Jembatan Gunung Nago putus, diimbau untuk masyarakat Pauh untuk tetap waspada,” tulis mereka, menandai situasi yang sedang berkembang cepat.

Derasnya arus yang memutuskan struktur

Video yang beredar menunjukkan kenaikan debit air sejak dini hari. Arus sungai membawa kayu besar, lumpur, dan material lain yang menghantam badan jembatan secara berulang. Tiap benturan memperlihatkan semakin melemahnya bagian tengah.

Seorang warga yang merekam detik-detik terakhir menyebutkan, sekitar pukul enam pagi air sudah menyentuh bagian bawah jembatan. “Tak lama, bagian tengahnya turun, lalu patah,” ungkapnya.

Dalam rekaman lain terdengar warga panik mengingatkan satu sama lain untuk menjauh, tepat sebelum salah satu penyangga utama ikut terseret arus.

Mobilitas warga lumpuh

Jembatan Gunung Nago selama ini menjadi jalur tercepat menuju kawasan Universitas Andalas (UNAND) di Limau Manis dari arah Kuranji dan Belimbing. Setiap pagi dan sore jembatan tersebut dipadati warga, mahasiswa, serta pedagang.

Pasca-runtuhnya jembatan, warga terpaksa mengambil jalur alternatif yang lebih jauh dan berliku. Waktu tempuh meningkat drastis dan aktivitas masyarakat terganggu, termasuk mahasiswa yang hendak mengikuti ujian pagi di kampus.

“Saya sudah berangkat lebih awal, tapi tetap tak bisa lewat. Banyak yang akhirnya tidak sampai ke kampus,” kata salah seorang mahasiswa yang ditemui di lokasi.

Penanganan awal dan pemantauan lanjutan

Petugas BPBD Kota Padang bersama kepolisian segera memasang pembatas untuk mengamankan area. Kondisi cuaca yang masih tidak stabil membuat ancaman runtuhan lanjutan tetap ada.

Belum ada laporan korban jiwa hingga saat ini, namun tim gabungan terus memantau kondisi sungai serta infrastruktur lain di sepanjang aliran Batang Kuranji.

Bagi warga sekitar, robohnya jembatan ini menjadi peringatan keras bahwa curah hujan tinggi bisa mengubah aliran sungai menjadi ancaman nyata dalam waktu singkat.

(Rini/Mond)
#Peristiwa #JembatanGunungNagoPutus #Padang #Banjir

 

Serasinews.com,Padang – Hujan tanpa henti selama beberapa hari terakhir akhirnya memaksa Kota Padang berlutut di bawah derasnya air. Pada Selasa (25/11/2025) menjelang fajar, langit seakan membuka seluruh pintunya. Dalam waktu singkat, ruas-ruas jalan berubah menjadi arus banjir, permukiman terperangkap genangan, dan lebih dari 27 ribu jiwa terseret dalam kondisi darurat.

Kalaksa BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, menggambarkan situasi kota yang seolah dikepung air dari segala arah. “Banjir terjadi hampir di seluruh titik. Jumlah warga terdampak sangat besar,” ujarnya kepada Diskominfo Padang pada Selasa malam.

Data dari Pusdalops BPBD mencatat 27.433 warga terdampak, dengan Kecamatan Koto Tangah menjadi wilayah paling parah—20.983 warganya terendam banjir.

Wilayah lain turut mengalami kondisi serupa:

Nanggalo: 2.232 warga

Padang Utara: 1.486 warga

Lubuk Begalung: 893 jiwa

Pauh: 741 jiwa

Kuranji: 601 jiwa

Padang Barat: 321 jiwa

Padang Timur: 150 jiwa

Bungus Teluk Kabung: 26 jiwa

“Total sembilan kecamatan terdampak,” tambah Hendri, menggambarkan betapa beratnya kerja para petugas yang sejak dini hari berjibaku di lapangan.

Kerusakan fisik pun cukup luas:

2 rumah hanyut

61 rumah rusak sedang

17 rumah rusak ringan

1 rumah ibadah mengalami kerusakan ringan

2 titik longsor memutus akses jalan

2 petak sawah rusak berat

Semua data masih bersifat sementara. Tim BPBD masih terus menyisir wilayah yang belum terjangkau, menembus genangan dan medan licin untuk memastikan kondisi warga.

“Kami akan terus memperbarui informasi terkait banjir, longsor, dan dampak lain akibat hujan ekstrem ini,” ujar Hendri. Di tengah rasa lelah, hanya keteguhan yang tersisa sebagai penggerak para petugas menghadapi malam yang berat bagi Kota Padang.

(Rini/Mond)
#Peristiwa #BencanaAlam #Banjir #Padang

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.