Articles by "infrastruktur"

Aceh Afif Maulana Agam AIDS Aipda Dian WR AirterjunLembahAnaiMeluap Aksibersihpantai AksiJalanan Aleknagari Amak Lisa AmalanBulanRajab AnjingPelacak anthropophobia Antikorupsi ApdateKorbanBencanaSumatera Apelsiaga Apeltanggapbencana Arif maulana Arosuka Artikel Artis Minang Asusila balapliar BalapMotor Bali Balikpapan BandarNarkobaKabur Bandung Banji Banjir BanjirAceh BanjirAgam BanjirBandang BanjirPadang BanjirSumatera BanjirSumbar BanjirSumut bansos banten BantuanBencanaAcehHilang BantuanKorbanBencanaPasbar Banyuwangi Bapenda Batam BatangArau Batuk BBM BeaCukai bencana Bencana alam Bencanaalam BencanaAlamSumateraBarat BencanaHidrometeorologi BencanaKotaPadang BencanaSumatera BencanaSumbar BerantasNarkoba BibitSiklonTropis95B BKSDA BMKG BNNPSumbar BNNsumbar BNPB BobonSantoso Box Redaksi BPBDKabupatenAgam BPBDPadang BPBDSumbar BPHMigas BrimobPoldaSumbar Brimobuntukindonesia BRISuperLeague bukit sitinurbaya Bukittinggi BungaBangkai BungaRafflesia BWSS V padang BWSSV BWSSVPadang Calon Bupati cemburubuta CerintIrallozaTasya Cikampek Cikarang CuacaEkstrem cuacapanasekstrem curanmor Daerah danabos Dandrem 032 WBR dankodaeral II Denpasar Depok DeptCollector Dharmasraya Dinas sosial DinasPendidikanSumbar DinasPerpusipPadang DinasPerpustakaandanArsip DinasPertanian dinassosial dinassosialpadang Dirlantas Dirlantas Polda Sumbar DirlantasPoldaSumbar Disdukcapil DitlantasPoldaSumbar DitpolairudPoldaSumbar DPCPKBkotapadang DPDRI DPR DPRD Padang DPRDpadang DPRDsumbar DPUPR DPUPRPadang dubalangkota EmpatPilar Enarotali Evakuasi festival sepakbola Filipina Galodo GalodoLembahAnai gangguanhormon GanjaKering gaya hidup GayaHidup gempa GempaBumi gerakcepatdinsos gorontalo GrasstrackMotocross Gresik GunungMerapiErupsi gurbernurriaukenaottkpk HAM HargaCabaiNaik Haripahlawan Harisumpahpemuda Hidroneteologi Hipnotis HismawaMigas HIV Hot New HubunganSesamaJenis hukum Huntara HUT Humaspolri ke 74 HUT80Brimob Hutan IKW IKWRI IlegalFishing IlegalMinning IllegalLogging Indonesia Indonesia. indonesiamaju infrastruktur Intan jaya Internasional irigasi Islam Islami Jakarta Jakarta Selatan JalanLembahAnaiPutus JalanLongsor JalanRetak Jambi Jawa Tengah Jayapura Jayawijaya JembatanPutus JembatanRetak Jogyakarta jurnalis JusufKalla K9 Kabupaten Agam kabupaten dharmasraya Kabupaten Solok KabupatenAgam KabupatenDharmasraya KabupatenPasamanBarat KabupatenPesisirSelatan kabupatenSolokSelatan KafeKaraoke KAI Sumbar Kakorlantas kakorlantaspolri kapolres kapolressijunjung Kapolri KarangTaruna kasat narkoba KasusMedis keamanan kebakaran KebakaranPasarPayamumbuh KebatanGunungNagoPutus kecamatankototangah kecelakaan kegiatanrutin KejariDharmasraya kejaripadang kejaripesel kekerasan kelangkaanBBM kelangkaansolar Kemenag Kemenhut Kemenkes Kementrian PU kementriankebudayaan KementrianLingkunganHidup KemuliaanBulanRajab kendaraan KeracunanMakanan Kesehatan keselamatan bersama keselamatan kerja kesiapsiagaan kesunyian malam ketertiban umum KetertibanUmum Kiwirok KKB KLHK Kodim 0307 Tanah Datar KomnasHAM komplotanganjalATM KorbanBanjirAgam KorbanBrncanaAgam Korem 032/WB Korpolairud korupsi Kota Padang KotaPadang KotaPariaman KPK Kriminal KRYD KUHP KumpulanDo'a Laksamanamuda Lampung LembahAnai Lembang Leonardy LGBT life style lifestyle Lima Puluh Kota LimaPuluhKota lingkungan listrikilegal literasi lombok timur Longsor LongsorKampusUINImambonjol LowonganKerjaPalsu Madiun Magelang MahardikaMudaIndonesia MahyeldiAnsharullah Makan Bergizi Gratis Makasar Malalak MalPraktek ManfaatAirKelapa manila MapolsekMuaraBatangGadisDibakarMasaa MataElang Medan MengelolaAirUntukNegri mentalhealth Mentawai Mesum Mimika Miras MirasIlegal MobilBencanaDibakarMassa MobilPatwalPoldaSumbarKecelakaan MobilSatpolPPAcehDibakarMassa MogokKerja MTsN10pesisirselatan Muhammadiyah mutilasibayi nagarisolokambah nagarisulitair narkoba Narkotika Nasioanl Nasional ngaraisianok NinjaSawit NTT odgj OknumGuruLGBT Oksibil olahraga Opini OprasiLilinSinggalang2025 oprasimalam oprasitumpasbandar2025 oprasizebra2025 oprasizebrasinggalang2025 OrangHanyut OTTKPK PADA Padang Padang panjang Padang Pariaman PadangAman PadangPariaman PadangRancak PadangSigap Pahlawannasional pajak air tanah Palimanan pandekarancak pantaipadang Papua parenting Pariaman Parlemen Pasaman Pasaman barat pasamanbarat pasang pasarrayapadang Pasuruan Payakumbuh PDAM PeduliBencana Pekanbaru Pelalawan pelayananhumanis pelayanansosial PelemikBantuanAsing PemakamanMasalKorbanBencanaSumbar PembabatanHutan PembalakanHutanMentawai pembalakanLiar Pembunuhan pemerasan Pemko Padang PemkoPadang PemulihanBencana PemutihanPajakKendaraan pencabulan PencarianKorbanBanjirPadang Pencirian PenculikanAnak Pencurian Pendidikan penegakanhukum penemuanbayi penemuanJanin PenemuanJasadBayo penemuanmayat Penertiban Pengancaman pengangguran penganiayaan Pengeroyokan Penggelapan Penjarahan Perbankan Perceraian Perdagangan peristiwa peristiwadaerah perlindungananak Persami PersijaJakarta pertahanan PerumdaAirMinum Pesisir Selatan PesisirSelatan Peti PJN PKL PolaMakan PolantasMenyapa Polda banten Polda Jabar Polda Kalbar Polda Metro Jaya polda Papua POLDA SulBar POLDA SUMBAR PoldaRiau Poldasumbar PoldaSumut Polhut Policegoestoscool Polisi Politik polPP polres Polres 50 kota Polres Dharmasraya Polres Mentawai Polres Padang panjang Polres Pasaman Polres Pasaman Barat Polres Solok Polres solok selatan PolresPadang polrespasaman polrespasamanbarat polrespasbar PolresPayakumbuh polrespesel PolresSolokKota polresSolokSelatan Polresta bukittinggi Polresta Padang PolresTanahDatar polrestapadang POLRI PolriPresisi Polsek bungus barat Polsek Koto Tangah Padang Polsek Lubeg Pontianak PrabowoSubianto PrajuritTNITewas PrediksiCuaca premanisme Presiden RI PrestaPadang psp padang Ptostitusi PuanMaharani Puncak jaya Purwakarta jawabarat QuickWins Razia RekeningDormant Religi RevisiKUHP Riau RidwanKamil RokokIlegal sabu Sajam SakitPerut Sarkel SatgasDamaiCartenz satgasoprasidamai satlantaspolresta SatpolPP SatpolPPAceh Sawahlunto Sawmil SeaGamen2025 segmen sianok seherman SekolahRakyat Semarang semenpadang SemenPadangFC Senjatatajam sepakbola sepakbolaindonesia SepakBolaWanita Serang ServisKendaraanGratisKorbanBanjirAgam SiagaBencana SigapMembangunNegriUntukRakyat Sijunjung sikat singgalang2025 silent treatment simulasibencana Sinkhole siswismptewassaathiking sitinjaulauik Skoliosis SMA1pulaupunjung sobatlalulintasrancakbana solok Solok selatan solokarosuka solokselatan solsel Sosialisasi SPBUganting SPPG STNK Strongpoint subsidi ilegal sukabumi Sulawesi Tenggara Sumatera Barat SumateraBarat Sumaterbarat Sumatra barat Sumbar SungaiKuranji Surabaya swasembadapangan tambangilegal Tanah datar tanahdatar tanggapdarurat TanggapDaruratBencana tawuran TawuranNarkoba Terbaru Ternate Timika Papua timklewang TimnasIndonesiaU22 TimnasWanitaIndonesia TNI TPUTunggulHitam Transformasi polri transpadang transportasi TrukTerbakar tsunamiDrill Tuak Uin UIN IB Padang UpadateKorbanBencanaSumatera UpdateKorbanBanjirSumatera UpdateKorbanBencanaAlam UpdateKorbanBencanaSumatera Utama UUMD3 Viral Yalimo Yogyakarta Yuhukimo
Tampilkan postingan dengan label infrastruktur. Tampilkan semua postingan

 

Serasinews.com, Painan — Pembangunan infrastruktur di wilayah pesisir bukan sekadar soal membuka akses, tetapi juga tentang menjaga keberlangsungan hidup masyarakat di tengah tantangan alam. Di Kabupaten Pesisir Selatan, peran tersebut dijalankan oleh Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) II di bawah Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat, yang terus memperkuat konektivitas wilayah melalui pembangunan jalan dan jembatan strategis.

Salah satu hasil nyata terlihat pada rampungnya preservasi ruas jalan nasional Kambang – Batas Muko-Muko, bagian dari Jalur Lintas Barat Sumatera. Proyek yang kini telah selesai 100 persen itu kembali menghidupkan jalur utama penghubung Sumatera Barat dan Bengkulu, sekaligus memperlancar mobilitas masyarakat dan distribusi logistik antarwilayah.

Ruas jalan yang selama ini menjadi urat nadi ekonomi pesisir tersebut kini tampil dengan kondisi lebih baik. Lapisan aspal baru memperkuat daya tahan jalan terhadap kendaraan berat, sistem drainase diperbaiki untuk mengantisipasi genangan, dan sejumlah titik rawan longsor diperkuat guna meningkatkan keselamatan pengguna jalan.

Kepala Satker PJN II, Masudi, melalui PPK 2.4 Gina Lamria Indriati Tampubolon, menyebutkan bahwa pekerjaan dilakukan sesuai target dan standar teknis yang ditetapkan.

“Perbaikan ini memberikan dampak langsung bagi masyarakat, mulai dari efisiensi waktu perjalanan hingga menurunnya biaya angkutan,” jelasnya.

Selain memperbaiki jalur utama, PJN II juga menaruh perhatian pada akses masyarakat di tingkat lokal. Hal ini diwujudkan melalui pembangunan tiga jembatan gantung di Kabupaten Pesisir Selatan yang telah memasuki tahap kontrak dengan skema tahun jamak dan waktu pelaksanaan selama delapan bulan.

Tiga jembatan yang akan dibangun tersebut adalah:

Jembatan Gantung Duku Subarang Solok di Kecamatan Koto XI Tarusan

Jembatan Gantung Koto Rawang

Jembatan Gantung Limau Gadang

Jembatan gantung ini diharapkan mampu mempermudah aktivitas warga, terutama dalam menjangkau sekolah, fasilitas kesehatan, pasar, serta lahan pertanian yang sebelumnya sulit diakses.

Respon positif pun datang dari masyarakat. Walinagari Duku, Eriidal, mengungkapkan rasa terima kasih atas perhatian pemerintah pusat melalui PJN II.

“Infrastruktur ini sangat berarti bagi warga kami. Akses jadi lebih mudah dan aman,” ujarnya.

Melalui kombinasi pembangunan jalan nasional dan jembatan penghubung antarpermukiman, PJN II menunjukkan komitmen menghadirkan infrastruktur yang tidak hanya fungsional, tetapi juga berdampak langsung pada kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat.

Dengan konektivitas yang semakin baik, Pesisir Selatan kini melangkah menuju wilayah yang lebih terbuka, tangguh, dan siap menghadapi tantangan pembangunan ke depan.

(Rini)

#PJN #Infrastruktur #PesisirSelatan


 

Serasinews.com, Dharmasraya — Jalan penghubung antara Nagari Lubuk Besar dan wilayah Kecamatan Asam Jujuhan, Kabupaten Dharmasraya, kini berada dalam kondisi memprihatinkan. Dari total panjang sekitar 15 kilometer, lebih dari 7 kilometer dilaporkan rusak berat dan sulit dilalui, terutama saat hujan turun.

Ruas jalan yang seharusnya menjadi urat nadi mobilitas warga itu berubah menjadi lintasan berlumpur. Kubangan air, lumpur tebal, dan permukaan jalan licin mendominasi hampir separuh lebih badan jalan. Tak jarang kendaraan roda dua terjatuh, sementara mobil harus didorong secara manual oleh warga karena terperosok lumpur.

“Kalau hujan, jalan ini tidak bisa dilewati dengan normal. Mobil sering terbenam, motor jatuh sudah jadi pemandangan sehari-hari,” kata seorang warga setempat.

Jalur Strategis yang Terabaikan

Jalan ini memiliki peran strategis bagi masyarakat Lubuk Besar dan nagari sekitarnya. Selain menjadi jalur distribusi hasil pertanian dan perkebunan, ruas tersebut juga menjadi akses utama menuju sekolah, fasilitas kesehatan, serta pusat aktivitas ekonomi antar nagari.

Namun kerusakan berkepanjangan membuat roda ekonomi masyarakat tersendat. Biaya angkut meningkat, hasil kebun terlambat dipasarkan, dan waktu tempuh menjadi berlipat ganda.

“Pembeli malas masuk karena jalan rusak. Ongkos naik, hasil kebun susah keluar,” keluh warga lainnya.

Ancaman Nyata bagi Keselamatan

Tak hanya soal ekonomi, kondisi jalan ini juga menyimpan risiko serius bagi keselamatan. Kubangan dalam yang tertutup air sering mengecoh pengendara. Pada malam hari atau saat hujan deras, risiko kecelakaan semakin tinggi.

Sejumlah dokumentasi warga memperlihatkan kendaraan yang terjebak lumpur hingga roda nyaris tenggelam, menegaskan buruknya kondisi infrastruktur tersebut.

Warga Desak Tindakan Nyata

Masyarakat mendesak pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret. Warga menilai perbaikan yang dilakukan selama ini bersifat sementara dan tidak menyentuh akar persoalan.

“Kami tidak meminta yang berlebihan. Ini jalan utama masyarakat. Kalau terus dibiarkan, kami benar-benar terisolasi,” ujar seorang tokoh masyarakat.

Hingga kini, warga masih menunggu komitmen nyata pemerintah daerah untuk memperbaiki jalan tersebut secara menyeluruh. Kerusakan yang terus dibiarkan dikhawatirkan akan memperparah kondisi sosial dan ekonomi masyarakat di wilayah Lubuk Besar dan Asam Jujuhan.

(Rini/Mond)
#Infrastruktur #Daerah
#KabupatenDharmasraya

 

Serasinews.com, Agam – Proyek percepatan penanganan abrasi Pantai Masang, Tiku, Kabupaten Agam, terus dikebut menjelang berakhirnya Tahun Anggaran 2025. Dalam hitungan jam menuju penutupan tahun, aktivitas di lokasi proyek tampak semakin intens demi memastikan pekerjaan berjalan sesuai target.

Pantauan di lapangan pada Selasa (30/12/2025) sekitar pukul 11.00 WIB menunjukkan lalu lalang truk pengangkut batu gajah menuju kawasan pesisir Pantai Masang. Material tersebut menjadi bagian penting dalam upaya penguatan garis pantai yang selama ini tergerus abrasi dan mengancam pemukiman serta fasilitas warga.

Abrasi di Pantai Masang telah berlangsung cukup lama dan menimbulkan kekhawatiran masyarakat pesisir. Selain mengancam infrastruktur dan lahan produktif, kondisi ini juga meningkatkan risiko bencana, terutama saat gelombang tinggi dan cuaca ekstrem melanda wilayah pesisir barat Sumatera.

Seorang sopir truk yang ditemui di wilayah Sikabu, Kampung Tangah, mengungkapkan bahwa dirinya terlibat dalam pengangkutan material proyek.

“Saya mengangkut batu ke arah Tiku. Kegiatan ini sudah berjalan beberapa hari, dan saya baru ikut hari ini,” katanya singkat.

Menurutnya, material batu diambil dari kawasan Jalan Baru Muko-Muko, Maninjau. Informasi tersebut menjadi perhatian penting agar proses pengadaan material tetap sesuai dengan aturan yang berlaku serta memperhatikan aspek kelestarian lingkungan.

Perlu Pengawasan Ketat

Sebagai proyek strategis pemerintah, penanganan abrasi Pantai Masang diharapkan tidak hanya mengejar kecepatan, tetapi juga mengedepankan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan keberlanjutan lingkungan. Sejumlah warga menyatakan dukungan terhadap pembangunan tersebut karena dinilai penting untuk keselamatan kawasan pesisir.

“Manfaatnya jelas untuk melindungi kampung kami dari abrasi. Tapi kami berharap pengawasan tetap ketat agar tidak muncul masalah lingkungan baru,” ujar seorang warga.

Pihak pengawas proyek dan instansi terkait diharapkan terus melakukan pemantauan langsung di lapangan guna memastikan seluruh tahapan pekerjaan berjalan sesuai spesifikasi teknis dan ketentuan hukum.

Dengan kolaborasi antara pemerintah, pelaksana proyek, aparat pengawas, serta masyarakat, proyek penanganan abrasi Pantai Masang diharapkan mampu memberikan perlindungan jangka panjang sekaligus menjadi contoh pembangunan infrastruktur pesisir yang bertanggung jawab dan berkelanjutan di Kabupaten Agam.

(Rini/Mond)

#Infrastruktur #SumateraBarat


 

Serasinews.com, Padang — Pasca-banjir bandang yang melanda Kota Padang pada 28 November 2025, masyarakat kembali dibuat resah oleh kabar bohong mengenai Jembatan Muaro Penjalinan. Informasi yang tersebar di media sosial menyebutkan bahwa jembatan tersebut retak parah dan tidak aman dilalui.

Pemerintah Kota Padang membantah keras kabar tersebut. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Padang, Tri Hadiyanto, menegaskan bahwa jembatan dalam kondisi aman dan layak fungsi.

“Informasi yang menyebut adanya retakan dan kondisi jembatan tidak aman sama sekali tidak benar,” ujar Tri pada Minggu (14/12/2025).

DPUPR memastikan kondisi jembatan melalui pemeriksaan teknis lapangan dan koordinasi dengan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat. Hasilnya, tidak ditemukan kerusakan struktural yang membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Tri menjelaskan, munculnya hoaks ini terkait perbaikan ringan (patching) yang sempat dilakukan pada permukaan aspal jembatan sebelum banjir bandang. Material bekas tambalan itulah yang kemudian disalahartikan sebagai retakan, lalu menyebar luas di media sosial tanpa verifikasi.

Ia menekankan pentingnya menyaring informasi sebelum menyebarkan dan mengimbau warga agar tidak mudah terprovokasi isu yang belum jelas sumbernya. Meski aman, Tri tetap mengingatkan masyarakat agar berhati-hati saat melintas, terutama saat cuaca ekstrem.

“Pemerintah akan selalu memberikan informasi resmi jika ada kondisi yang membahayakan. Tidak perlu panik atas isu yang tidak benar,” pungkasnya.

Dengan klarifikasi ini, Pemerintah Kota Padang berharap kepercayaan publik kembali terjaga dan arus lalu lintas di Jembatan Muaro Penjalinan berjalan normal.

(Rini/Mond)
#Padang #Infrastruktur # DPUPR

 

Serasinews.com,Padang — Ancaman pascabanjir bandang masih membayangi Kota Padang. Di Sungai Batang Arau, kawasan Siteba, gelondongan kayu berukuran besar yang terbawa arus banjir 28 November 2025 tersangkut di bawah Jembatan Siteba, menghantam pilar jembatan dan memicu kekhawatiran akan keselamatan struktur penghubung vital tersebut.

Material kayu yang menumpuk tepat di sekitar pilar dinilai berpotensi mempercepat kerusakan jika debit air kembali meningkat. Kondisi ini mendorong Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Padang untuk segera mengambil langkah pengamanan, meskipun penanganan material banjir secara administratif berada dalam kewenangan Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

“Kami tidak bisa menunggu. Fokus utama kami adalah menjaga pilar jembatan agar tetap aman,” kata Kepala DPUPR Kota Padang, Tri Hadiyanto, Minggu (14/12/2025).

Penanganan Darurat Infrastruktur

Pengangkatan gelondongan kayu dilakukan dalam kondisi sungai yang masih berarus. DPUPR mengerahkan crane serta memanfaatkan ekskavator jepit bantuan pihak swasta untuk menjangkau dan mengangkat kayu satu per satu dari dasar sungai.

Pekerjaan teknis ini telah berlangsung sejak 9 Desember 2025 dan dilakukan secara bertahap guna memastikan tidak ada material tersisa yang dapat kembali menghantam pilar jembatan saat hujan turun.

“Setiap kayu yang berpotensi membahayakan langsung kami evakuasi. Tidak ada yang kami biarkan terlalu lama berada di sekitar pilar,” ujarnya.

Alat Berat Disiagakan

Sebagai langkah antisipasi lanjutan, DPUPR tetap menyiagakan alat berat di lokasi hingga masa tanggap darurat bencana berakhir. Langkah ini dilakukan untuk merespons cepat jika arus sungai kembali membawa material tambahan.

Jembatan Siteba sendiri merupakan jalur strategis yang menopang mobilitas harian warga. Kerusakan pada struktur jembatan akan berdampak luas terhadap aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat.

Upaya cepat yang dilakukan DPUPR Padang menunjukkan bahwa penanganan bencana tidak berhenti saat air surut. Ancaman lanjutan justru kerap muncul setelahnya, dan membutuhkan kehadiran pemerintah yang sigap serta kolaboratif.

(Rini/Mond)
#Infrastruktur #DPUPRPadang #Padang
#BanjirBandang

 

Serasinews.com, Padang — Bencana banjir dan banjir bandang yang melanda Kota Padang pada 25 November 2025 meninggalkan kerusakan infrastruktur dalam skala besar. Pemerintah Kota Padang mencatat total kerugian sementara mencapai Rp264,3 miliar, menggambarkan beratnya dampak terhadap fasilitas publik dan layanan dasar masyarakat.

Data kerusakan dihimpun oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Padang melalui proses pendataan dan verifikasi di berbagai wilayah terdampak.

Transportasi Jadi Sektor Paling Parah

Kepala Dinas PUPR Kota Padang, Tri Hadiyanto, menyebut sektor transportasi mengalami kerusakan paling masif. Sebanyak tujuh jembatan mengalami rusak berat dan satu jembatan rusak ringan akibat hantaman banjir yang membawa material lumpur, kayu, serta bebatuan.

Selain itu, jalan sepanjang 1.884 meter juga mengalami kerusakan di beberapa kecamatan, memutus akses warga, menghambat distribusi logistik, dan melumpuhkan aktivitas ekonomi.

“Total kerugian untuk jembatan dan jalan mencapai Rp157,89 miliar,” ujar Tri Hadiyanto, Senin (8/12/2025).

Kerusakan Bendungan dan Sungai Capai Rp84,36 Miliar

Infrastruktur pengendali air tidak luput dari dampak banjir. Tanggul yang ambruk, erosi tebing, serta pendangkalan sungai meningkatkan potensi bencana susulan.

Total kerugian sektor ini diperkirakan mencapai Rp84,36 miliar, dan memerlukan penanganan segera untuk mencegah risiko lebih besar saat musim hujan.

22 Sekolah Terdampak, Aktivitas Belajar Terganggu

Sebanyak 22 unit sekolah rusak, terdiri dari 8 PAUD, 12 SD, dan 2 SMP. Kerusakan meliputi ruang kelas, atap, pagar, perabotan, hingga fasilitas sanitasi.

Kerugian sektor pendidikan dan gedung pemerintahan ditaksir mencapai Rp5,57 miliar, memaksa beberapa sekolah menghentikan sementara kegiatan belajar dan mencari lokasi alternatif.

Tujuh Intake PDAM Rusak

Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) juga mengalami gangguan serius. Kerusakan pada tujuh intake PDAM menyebabkan pasokan air bersih terganggu untuk ribuan pelanggan.

Nilai kerugiannya mencapai Rp16,52 miliar, meliputi perbaikan pipa, pompa, dan fasilitas pendukung lainnya.

Total Kerugian Tembus Rp264,3 Miliar

Secara keseluruhan, Pemko Padang menetapkan total kerugian infrastruktur akibat banjir mencapai Rp264.356.989.944.

“Angka ini merupakan hasil penghitungan menyeluruh dari seluruh sektor infrastruktur yang terdampak langsung,” tegas Tri Hadiyanto.

Ancaman Bencana Susulan & Kebutuhan Anggaran Besar

Kerusakan yang terjadi menjadi peringatan serius bagi Pemko Padang dan Pemprov Sumatera Barat. Selain biaya rehabilitasi yang besar, kerusakan pada bendungan dan sungai meningkatkan ancaman bencana lanjutan.

Saat ini, Pemko Padang tengah menyusun dokumen rencana rehabilitasi dan rekonstruksi untuk diajukan ke Pemerintah Pusat melalui BNPB dan Kementerian PUPR.

Bencana 25 November menjadi pengingat bahwa ketahanan infrastruktur di daerah rawan hidrometeorologi seperti Padang perlu diperkuat secara menyeluruh.

(Rini/Mond)
#BanjirBandang #Padang
#Infrastruktur

 

Serasinews.com, Sumatera Barat — Akses Jalan Lembah Anai yang terputus akibat banjir bandang mulai kembali bisa dilalui, meski hanya secara terbatas dan khusus untuk kendaraan roda dua. Pembukaan ini dilakukan melalui uji coba tiga hari, mulai Senin, 8 Desember hingga Rabu, 10 Desember 2025, sembari menunggu proses perbaikan jalan yang masih terus berjalan.

Dua Waktu Buka per Hari

Selama masa uji coba, jalur dibuka pada dua sesi:

06.00 – 08.00 WIB

16.30 – 18.30 WIB

Kanit Kamsel Satlantas Polres Padang Panjang, Aiptu Denny Irya Admaja, menyebutkan bahwa rencana awal tiga sesi diturunkan menjadi dua setelah dilakukan koordinasi dengan Hutama Karya Infrastruktur (HKI). Keputusan ini diambil agar pekerjaan perbaikan tetap maksimal tanpa terganggu arus kendaraan.

Jalur Strategis yang Sangat Ditunggu

Sebagai penghubung utama Padang–Bukittinggi dan jalur penting transportasi Sumbar–Riau, Lembah Anai memiliki peran besar bagi mobilitas warga, logistik, hingga pariwisata. Pembukaan terbatas diharapkan mampu mengurangi kepadatan di rute alternatif dan membantu memulihkan aktivitas masyarakat.

Pengendara Diminta Ekstra Hati-hati

Meskipun bisa dilewati, kondisi jalan masih rawan. Beberapa faktor yang perlu diwaspadai:

Jalan masih licin

Ada genangan di sejumlah titik

Curah hujan tinggi masih berpotensi terjadi

Sisa material longsor belum sepenuhnya dibersihkan

Denny mengingatkan agar pengendara tidak memacu kecepatan dan mematuhi arahan petugas yang disiagakan di titik-titik rawan.

Roda Empat Belum Boleh Melintas

Untuk mobil dan kendaraan sejenisnya, belum ada izin pembukaan jalur. Pengguna roda empat diminta menggunakan jalur alternatif sambil menunggu evaluasi lanjutan.

Menurut Denny, kemungkinan jalur baru bisa dibuka untuk roda empat pada 13 Desember 2025, dengan catatan kondisi jalan telah dinyatakan aman oleh HKI dan Kementerian PUPR.

Harapan Pemulihan Lebih Cepat

Pembukaan terbatas ini memberi harapan bagi warga yang menggantungkan aktivitas ekonomi dan mobilitas sehari-hari pada jalur tersebut. Jika uji coba berlangsung lancar, kemungkinan pembukaan penuh dapat dilakukan lebih cepat dari target.

(B1)
#Infrastruktur #BanjirSumbar #GalodoLembahAnai #LembahAnai #SumateraBarat

 

Serasinews.com, Sumatera Barat — Hujan deras yang tak kunjung reda sejak 21 November kembali menguji ketangguhan infrastruktur Sumatera Barat.
Rentetan bencana hidrometeorologi membuat sejumlah ruas jalan provinsi porak-poranda. Kepala Dinas BMCKTR Sumbar, Armizoprades, menyebut 16 ruas jalan kini masuk daftar terdampak, dengan 54 titik kerusakan yang tersebar di berbagai kabupaten/kota.

Di lapangan, kerusakan terlihat dalam banyak wajah: jalan amblas, bahu jalan runtuh tergerus arus, tebing longsor, dua jembatan mengalami kerusakan parah, hingga beberapa kawasan tertutup pohon tumbang. Akibatnya, beberapa wilayah sempat terputus akses dan aktivitas logistik berjalan tersendat.

Skala Kerusakan

Berdasarkan pemetaan awal tim teknis BMCKTR, ditemukan:

11 titik badan jalan amblas

24 titik bahu jalan terban

13 titik longsor

2 jembatan rusak berat

4 titik tertutup pohon tumbang

“Sejak hari pertama, kami bersama berbagai pihak langsung melakukan pembersihan material longsor dan pohon tumbang. Tujuannya jelas: akses evakuasi harus terbuka,” kata Armizoprades.

16 Ruas Jalan yang Terimbas Bencana

Kerusakan tersebar di jalur-jalur penting berikut:

Mangopoh – Padang Luar

Panti – Simpang Empat

Batas Payakumbuh – Suliki – Koto Tinggi

Pangkalan Koto Baru – Sialang – Gelugur

Palupuah – Pua Gadih – Koto Tinggi

Simp. Koto Mambang – Balingka

Matur – Palambayan

Palambayan – Palupuh

Simp. Gantiang Payo – Batas Tanah Datar – Sumani

Pintu Angin – Labuah Saiyo

Sijunjuang – Tanah Badantuang

Guguak Cino – Sitangkai

Teluk Bayur – Nipah – Purus

Teluk Kabung – Mandeh – Tarusan

Lubuak Sikapiang (Simp. Daliak) – Talu (Simp. Gantiang)

Lubuak Basung – Sungai Limau

Setiap ruas menghadapi tantangan berbeda—ada yang tersumbat material longsor setinggi pinggang, ada yang retak dan hilang sebagian, dan ada pula yang tak bisa dilalui karena jembatan nyaris roboh.

Pendataan Masih Terbuka

Kepala Bidang Bina Marga, Adratus Setiawan, menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara. Tim survei terus bergerak ke wilayah-wilayah rawan yang sulit dijangkau.
“Instruksi Gubernur jelas: jangan biarkan masyarakat terisolasi. Jalur logistik harus aman,” tegasnya.
Suasana penyisiran lokasi kerap digambarkan berkabut, basah, dan penuh suara mesin alat berat yang terus bekerja sejak pagi.

Penanganan Terus Berjalan

Meski perbaikan darurat dipercepat, cuaca ekstrem masih menjadi ancaman. Tim memasang rambu peringatan serta mengalihkan arus lalu lintas di beberapa titik untuk mengurangi risiko kecelakaan.
Rekonstruksi permanen baru bisa dilakukan setelah situasi stabil dan pendataan final rampung. Untuk sementara, fokus utama pemerintah adalah memulihkan akses, karena dari akses pula bantuan dan mobilitas warga bergantung.

(Rini/Mond)
#Infrastruktur #Sumbar #Bencana

 

Serasinews.com, Sumatera Barat — Hingga Minggu (30/11), jalan nasional Padang–Bukittinggi di kawasan Lembah Anai masih terputus total. Akses utama yang selama puluhan tahun menjadi jalur ekonomi, pendidikan, serta distribusi logistik itu kini berubah menjadi bentang rusak penuh lumpur, bongkahan batu, dan aliran sungai yang bergeser dari jalur lamanya.

Sedikitnya empat titik kerusakan besar ditemukan sepanjang ruas ini. Kerusakan paling parah berada di kawasan Mega Bendung, di mana badan jalan tergerus hingga menyerupai lembaran tanah yang terkoyak. Aspal pecah, rongga menganga, dan arus deras Batang Anai terus mengikis bagian bawah konstruksi jalan.

Hal yang paling mengejutkan tim di lapangan adalah berubahnya alur sungai. Batang Anai, yang biasanya mengalir di sisi lembah, kini bergerak mendekati bahu jalan seolah mencari jalur baru setelah banjir bandang mengubah kontur lembah.

Di dasar lembah, tiga alat berat terus bekerja membersihkan material, memecah batu besar, dan mengarahkan ulang aliran sungai. Sementara itu, tim Hutama Karya tampak melakukan pengukuran ulang karena kontur topografi kawasan ini tak lagi sama seperti sebelum bencana.

Kapan Jalan Dibuka? Belum Ada Kepastian

Ketidakpastian menjadi hal yang paling dirasakan warga. Hingga kini, belum dipastikan kapan akses vital ini kembali bisa dilewati. Sekretaris Daerah Kota Padang Panjang, Sonny Budaya Putra, menyampaikan bahwa pemerintah pusat telah meminta proses perbaikan dipercepat.

Kami menerima informasi bahwa dalam dua minggu diupayakan jalur dapat dilalui kendaraan kecil lebih dulu,” ujarnya.

Namun bagi masyarakat yang mengandalkan jalur ini—pedagang, perantau, sampai mahasiswa—dua minggu terasa seperti waktu yang sangat panjang.

Dampak Ekonomi dan Sosial Mulai Terasa

Kota Padang Panjang termasuk wilayah yang mencatat dampak paling besar. Arus barang terganggu, aktivitas kerja dan sekolah tersendat, sementara biaya transportasi meningkat karena harus memutar jauh melalui jalur alternatif.

Untuk sementara, satu-satunya akses dari Padang ke wilayah utara Sumbar adalah lewat Sitinjau Lauik yang terjal dan rawan longsor, kemudian memutar ke arah Danau Singkarak. Perjalanan yang biasanya hanya dua jam kini bisa dua hingga tiga kali lebih lama, tergantung cuaca dan kondisi lalu lintas.

Lembah Anai: Luka Alam yang Kembali Terbuka

Secara geografis, kawasan ini memang berada di zona rawan. Pertemuan bukit curam, aliran sungai besar, dan curah hujan tinggi membuatnya kerap dilanda banjir bandang serta longsor. Namun bencana kali ini dinilai sebagai salah satu yang paling merusak dalam beberapa tahun terakhir.

Warga hanya bisa menunggu dengan rasa waswas, mengamati alat berat bekerja di tengah kabut tipis Lembah Anai. Jalur ini bukan hanya sekadar infrastruktur—ia adalah nadi kehidupan ribuan orang dari Padang hingga Agam, dari Tanah Datar hingga Bukittinggi.

Selama jalan itu belum tersambung kembali, denyut kehidupan itu pun ikut tertahan.

(Rini/Mond)
#Infrastruktur #JalanLembahAnaiPutus #SumateraBarat

 

Serasinews.com,Padang — Jembatan Siteba, salah satu jalur penting yang menghubungkan kawasan permukiman di Kota Padang, mengalami kerusakan serius pada Jumat (28/11/2025) dini hari. Retakan besar terlihat pada sambungan antara badan jembatan dan jalan setelah debit Sungai Batang Kuranji meningkat tajam dan membawa material besar yang menghantam pangkal jembatan.

Informasi awal mengenai kondisi tersebut disampaikan melalui grup WhatsApp Pusdalops BPBD Padang sekitar pukul 01.30 WIB. Hujan lebat yang turun sejak malam sebelumnya menyebabkan sungai meluap dan merusak sejumlah infrastruktur di sepanjang bantaran sungai.

Material Tersangkut dan Tekanan Air Picu Retakan

Kalaksa BPBD Padang, Hendri Zilviton, menjelaskan bahwa retakan muncul akibat tumpukan material kayu dan puing yang tersangkut di fondasi jembatan. Tekanan kuat dari arus sungai serta hantaman material membuat sambungan jembatan bergeser dan retak cukup lebar.

“Material menumpuk dan menghantam pangkal jembatan. Itu yang menyebabkan sambungan bergeser,” ujar Hendri.

Meski arus sudah mulai menurun pada siang hari, kondisi sungai masih cukup kuat untuk memicu kerusakan tambahan.

Risiko Putus, Kendaraan Berat Dilarang Melintas

BPBD menilai Jembatan Siteba berada pada kondisi rawan. Jika retakan bertambah atau sambungan semakin melemah, jembatan berpotensi terputus.

“Kendaraan bermuatan berat tidak dianjurkan melintas. Pengendara harus sangat berhati-hati,” kata Hendri.

Petugas gabungan dari BPBD, Dinas PU, serta pemerintah kecamatan telah memasang rambu peringatan dan melakukan pemantauan rutin. Pemeriksaan struktur menyeluruh akan dilakukan setelah kondisi sungai stabil.

Banjir Besar di Padang: Korban Jiwa Bertambah

Kerusakan jembatan ini merupakan salah satu dari banyak dampak banjir besar yang melanda Kota Padang sejak Kamis malam. BPBD mencatat lima orang meninggal dunia dan satu orang masih hilang. Banyak rumah terendam, beberapa akses jalan terputus, dan sejumlah wilayah mengalami pemadaman listrik sementara. Pendataan kerugian masih berlangsung.

Pemantauan Berlanjut

Pemerintah Kota Padang mengimbau warga untuk membatasi aktivitas di sekitar sungai maupun jembatan terdampak. Pemantauan intensif terus dilakukan untuk menentukan apakah Jembatan Siteba perlu ditutup total sementara waktu.

(Rini/Mond)
#Padang #JembatanRetak #Infrastruktur

 

Serasinews.com, Kabupaten Solok – Wakil Bupati Solok H. Candra bersama Anggota DPR RI Komisi V Zigo Rolanda melakukan peninjauan langsung ke proyek pengendalian banjir Batang Lembang di Nagari Salayo, Kecamatan Kubung, Minggu (23/11/2025). Kunjungan ini menjadi bentuk keseriusan pemerintah daerah dan pusat dalam memastikan pembangunan berjalan tepat waktu sekaligus menjawab kebutuhan mendesak masyarakat terhadap solusi banjir yang sudah bertahun-tahun menghantui wilayah tersebut.

Apresiasi Wabup Solok untuk Pemerintah Pusat

Dalam peninjauan itu, Wabup H. Candra menyampaikan terima kasih kepada pemerintah pusat, terutama kepada Zigo Rolanda yang dinilai memiliki peran besar dalam memperjuangkan anggaran dan percepatan realisasi proyek.

“Atas nama Pemkab Solok, kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Zigo atas bantuannya mengawal proyek ini hingga dapat direalisasikan melalui kementerian terkait. Proyek ini sangat membantu warga, khususnya saat hujan deras yang sering menyebabkan sawah dan bahkan sekolah terendam banjir,” ujar Candra.

Ia menambahkan bahwa masyarakat memberi dukungan penuh, termasuk terkait proses pembebasan lahan untuk pekerjaan lanjutan hingga ke perbatasan Kota Solok.

“Masyarakat melalui Camat, Wali Nagari, dan KAN menyatakan siap memberikan lahan jika dibutuhkan. Ini bentuk dukungan luar biasa demi keselamatan bersama,” tambahnya.

Zigo Rolanda: Percepatan Pembangunan Jadi Fokus Utama

Zigo Rolanda menjelaskan bahwa hujan dengan intensitas tinggi beberapa hari terakhir meningkatkan debit air Batang Lembang sehingga ia bersama pemerintah daerah memilih turun langsung mengecek kondisi lapangan.

“Debit air naik cukup signifikan, dan kami menerima laporan dari masyarakat. Karena itu kami segera meninjau untuk memastikan kebutuhan di lapangan terpenuhi,” ungkap Zigo.

Ia menyebutkan bahwa pekerjaan pengendalian banjir di Kabupaten Solok saat ini menggunakan anggaran sekitar Rp48,6 miliar. Sementara sisa pekerjaan dari Salayo menuju batas Kota Solok diperkirakan memerlukan tambahan dana sekitar Rp80 miliar.

“Ini bukan sekadar infrastruktur. Banyak lahan pertanian produktif berada di sekitar aliran sungai, sehingga proyek ini juga berkaitan dengan ketahanan pangan masyarakat,” tegasnya.

PPK Rinaldi Koto: Progres Sesuai Target dan Gunakan Metode Baru

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek, Rinaldi Koto, memaparkan bahwa progres fisik hingga minggu ketiga November telah mencapai 72%, sesuai rencana. Sejumlah bagian bahkan mengalami percepatan berkat dukungan masyarakat dan kondisi lapangan yang mendukung.

Rinaldi menjelaskan bahwa pihaknya menggunakan kombinasi dinding bronjong, beton penahan tanah, serta normalisasi alur sungai untuk mengoptimalkan pengendalian aliran air.

“Sungai Batang Lembang memiliki karakter aliran cepat dan rawan luapan saat curah hujan tinggi. Setelah proyek rampung, risiko banjir diproyeksikan menurun hingga 60–70%, yang tentu sangat berpengaruh bagi keselamatan warga dan produktivitas pertanian,” jelasnya.

Ia berharap sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat terus terjaga hingga proyek selesai sepenuhnya.

Harapan Baru untuk Masyarakat

Selama bertahun-tahun, banjir di sepanjang Batang Lembang menyebabkan kerugian materi, mengganggu aktivitas sekolah, merusak lahan pertanian, bahkan mengancam keselamatan warga. Kehadiran proyek ini menjadi harapan besar bagi masyarakat Kecamatan Kubung dan sekitarnya untuk hidup lebih aman dan lebih produktif.

Pejabat dan Tokoh Masyarakat yang Hadir

Turut mendampingi dalam peninjauan tersebut:

Kadis PUPR Kabupaten Solok Effia Vivi Fortuna

Kadis PRKPP Retni Humaira

Kabid BPBD Indra Muchsis beserta tim

Ketua Golkar Kabupaten Solok Mukhkis Dt. Gampo

Camat, Wali Nagari, KAN, dan tokoh masyarakat setempat

(Rini/Mond)

#BWSSVPadang #Infrastruktur

 




Padang, Serasinews.com — Pemandangan yang memprihatinkan kembali terjadi di tengah pelaksanaan proyek pemerintah. Di lokasi rehabilitasi Gedung Abdullah Kamil di Jalan Diponegoro No. 22, Belakang Tangsi, Kecamatan Padang Barat, sejumlah pekerja terlihat melakukan aktivitas di bagian atap gedung tanpa menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) sebagaimana diatur dalam standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

Proyek bernilai Rp 3,4 miliar lebih ini merupakan bagian dari kegiatan “Penataan dan Pembenahan Aset Budaya Gedung Abdullah Kamil” di bawah Kementerian Kebudayaan, melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Pemanfaatan dan Pembinaan Kebudayaan. Pelaksanaan proyek berada di bawah tanggung jawab Satker Sarana dan Prasarana Kebudayaan, dengan CV. Panca Karya Satria sebagai kontraktor pelaksana, serta CV. Cipta Seroja Consultant sebagai konsultan pengawas.

Minim Pengawasan, Pekerja Bertaruh Nyawa

Pantauan langsung tim media selama beberapa hari di lapangan menunjukkan indikasi kelalaian serius terhadap aspek keselamatan kerja. Para pekerja tampak beraktivitas di ketinggian tanpa sabuk pengaman (safety belt) atau body harness, bahkan sebagian tidak mengenakan helm proyek maupun sepatu keselamatan.
Kondisi ini sangat berisiko dan bisa berujung fatal apabila terjadi terpeleset atau jatuh dari ketinggian.

Fenomena ini memperlihatkan minimnya pengawasan baik dari pihak kontraktor maupun konsultan pengawas. Padahal, dalam setiap proyek pemerintah yang menggunakan dana APBN, penerapan K3 seharusnya menjadi prioritas utama, bukan hanya formalitas administratif semata.

UU Keselamatan Kerja Dilanggar Secara Terang-Terangan

Ketentuan mengenai keselamatan kerja sebenarnya sudah diatur secara tegas dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja.
UU ini menegaskan kewajiban setiap pengusaha atau penyelenggara proyek untuk:

Menyediakan lingkungan kerja yang aman, nyaman, dan bebas bahaya;


Memberikan pelatihan keselamatan;


Menyediakan APD lengkap bagi pekerja;


Serta memastikan peralatan kerja dalam kondisi layak dan terawat.


Selain itu, pekerja juga berhak mengetahui potensi bahaya di tempat kerja dan berhak menolak bekerja apabila keselamatannya tidak terjamin.
Implementasi UU ini diperkuat oleh Permenaker No. 5 Tahun 1996 tentang Sistem Manajemen K3 dan PP No. 50 Tahun 2012 tentang penerapan sistem keselamatan dan kesehatan kerja.

Proyek Berbasis APBN Harus Jadi Teladan

Sangat disayangkan, proyek pemerintah yang seharusnya menjadi contoh penerapan standar K3 yang baik, justru memperlihatkan praktik abai terhadap keselamatan tenaga kerja.
Dana besar yang digelontorkan negara untuk pelestarian aset budaya seperti Gedung Abdullah Kamil seharusnya tidak hanya berorientasi pada hasil fisik, tetapi juga mencerminkan nilai kemanusiaan dan profesionalitas kerja.

Kementerian Diminta Turun Tangan

Kondisi ini harus menjadi alarm serius bagi Kementerian Kebudayaan dan instansi terkait. Diperlukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengawasan proyek, agar kejadian serupa tidak terulang di proyek lain.
Keselamatan kerja bukan hanya kewajiban administratif, tetapi merupakan hak asasi setiap pekerja.
Ketika hak itu diabaikan, maka setiap kecelakaan yang terjadi bukan lagi disebut “musibah”, melainkan konsekuensi dari kelalaian yang seharusnya bisa dicegah.

(Deni/Mond/Rini)
#Infrastruktur #KementerianKebudayaan #KeselamatanKerja

Serasinews.com,Padang Pariaman – Upaya pemerintah memperkuat fondasi ketahanan pangan nasional kini makin terasa di akar rumput. Hal itu terlihat dari kunjungan kerja tim delegasi tingkat tinggi Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan ke Nagari Aia Tajun, Kecamatan Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman, Kamis (tanggal kegiatan).

Rombongan yang dipimpin Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur Dasar, Ir. Rachmat Kaimuddin, bersama perwakilan Kementerian PUPR, Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V Padang, serta unsur pemerintah daerah meninjau langsung progres pelaksanaan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2025 Tahap II. Fokus kegiatan kali ini adalah memastikan efektivitas program optimalisasi infrastruktur irigasi pertanian di wilayah Daerah Irigasi Batang Anai.

Lokasi utama kunjungan berada di lahan Kelompok Tani Saiyo, yang menjadi penerima manfaat langsung dari proyek rehabilitasi saluran irigasi tersebut.

Irigasi Efisien, Produktivitas Meningkat

Sebelum program berjalan, petani di Aia Tajun kerap kesulitan mendapatkan pasokan air, terutama di musim kemarau. Sebagian sawah bahkan terpaksa tidak ditanami karena minimnya aliran air. Namun kini, setelah saluran tersier dan kuarter selesai direhabilitasi, air dari Batang Anai mengalir lancar hingga ke lahan on-farm.

Perubahan itu memberi dampak besar. Indeks Pertanaman (IP) naik signifikan — sawah yang sebelumnya hanya panen sekali, kini bisa dua hingga tiga kali dalam setahun. Produktivitas padi pun meningkat, membawa semangat baru bagi petani setempat.

“Saluran ini bukan sekadar beton dan air yang mengalir, tapi harapan baru bagi kami,” ungkap salah satu anggota Kelompok Tani Saiyo dengan penuh rasa syukur.

Menjaga Air, Menjaga Masa Depan

Dalam dialog di lapangan, Ir. Rachmat Kaimuddin menekankan pentingnya keseimbangan antara ketersediaan air dan pemanfaatan berkelanjutan. Menurutnya, keberhasilan proyek tidak hanya dilihat dari infrastruktur yang terbangun, tetapi juga dari kemampuan masyarakat dalam mengelola dan memelihara jaringan irigasi.

“Sumber daya air Batang Anai adalah berkah yang harus dijaga. Setiap tetes air harus digunakan seefisien mungkin untuk mendukung program Swasembada Pangan Nasional yang menjadi prioritas Presiden Prabowo Subianto,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya sinergi antara pemerintah dan masyarakat. BWS Sumatera V Padang diminta memperkuat koordinasi dengan kelompok tani agar sistem irigasi berjalan optimal dan pembagian air berlangsung adil di semua lahan.

Dukungan Nyata untuk Petani

Kunjungan tersebut menjadi bukti keseriusan pemerintah pusat dalam mempercepat pembangunan infrastruktur dasar di sektor pertanian.
“Tujuan utama kami sederhana: memastikan air sampai ke lahan petani dalam volume dan waktu yang tepat. Karena irigasi yang baik adalah pondasi ketahanan pangan,” ujar salah satu pejabat teknis Kementerian PUPR di lokasi.

Kepala BWS Sumatera V Padang menambahkan, sistem pemantauan lapangan dan program pelatihan petani akan terus diperkuat agar masyarakat dapat mengelola irigasi secara mandiri dan berkelanjutan.

Aia Tajun, Simbol Kebangkitan Sawah Rakyat

Kini, hamparan sawah Aia Tajun kembali hijau. Air yang mengalir di saluran irigasi baru bukan hanya menumbuhkan padi, tapi juga optimisme.
Kunjungan lapangan ini menjadi simbol nyata sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam mewujudkan kedaulatan pangan dari daerah.

Dari Padang Pariaman, pesan itu mengalir jelas:

Ketahanan pangan bukan sekadar slogan — ia tumbuh dari kerja nyata yang berakar di sawah rakyat.

(Mond/Rini/SRP)
#Infrastruktur #BWSSVPadang #Irigasi #PadangPariaman

 

Padang, Serasinews.com—
Terik matahari di kawasan Komplek Perumahan Belimbing, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Jumat (24/10/2025), tidak hanya membakar aspal dan tanah galian, tetapi juga kesabaran para pekerja proyek drainase. Di antara debu dan batu yang berserak, mereka tampak duduk termenung di tepi lubang saluran air yang belum tersentuh semen.

“Sudah siang, tapi semen belum datang. Batu ada, tapi percuma. Kami cuma bisa duduk begini,” ujar seorang pekerja dengan nada kecewa saat ditemui Integritas.

Proyek yang seharusnya menjadi solusi bagi masalah genangan air di kawasan tersebut justru tersendat karena ketiadaan material utama. Tidak ada semen berarti tidak ada pekerjaan — dan bagi para pekerja harian, itu berarti tidak ada penghasilan.

“Kami dibayar kalau kerja. Kalau bahan belum datang, kami tidak dapat apa-apa. Hari ini ya habis begitu saja,” keluhnya, menyeka keringat di wajahnya yang letih.

Warga Ikut Terimbas

Kemacetan kecil kini menjadi pemandangan sehari-hari di jalan utama komplek Belimbing. Separuh badan jalan tertutup galian proyek yang belum rampung, memaksa pengendara melambat dan saling bergantian melewati jalur sempit.

“Anak-anak sekolah, mobil belanja, semua terganggu. Kalau proyeknya molor, kami juga yang susah,” kata Roni, warga setempat, dengan nada kesal.
Ia menilai pelaksanaan proyek tidak disiapkan dengan matang. “Kalau sudah mulai kerja, mestinya bahan sudah lengkap. Jangan warga yang jadi korban,” tambahnya.

Kemarahan di Lapangan

Kekecewaan para pekerja pun tak terbendung. Salah seorang di antaranya melontarkan sindiran keras dalam logat Minang yang kental, “Kalau ndak ado piti, jaan diambiak karajo ko. Atau pinjam dulu piti den. Supayo jan taniayo urang banyak dek awak.”

Ucapan itu menggambarkan rasa frustasi terhadap pelaksana proyek yang dianggap tidak siap secara keuangan maupun manajemen.

Dinas PUPR Belum Memberi Tanggapan

Tim Integritas telah mencoba menelusuri pihak yang bertanggung jawab atas proyek drainase (plat duiker) tersebut. Upaya konfirmasi kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Padang, khususnya Bidang Cipta Karya, belum membuahkan hasil. Hingga berita ini diturunkan, panggilan dan pesan yang dikirim belum mendapat respons.

Minim Transparansi, Masyarakat Pertanyakan Pengawasan

Keterlambatan proyek publik seperti ini menimbulkan tanda tanya besar: bagaimana bisa proyek pemerintah berjalan tanpa kesiapan material yang memadai?
Bagi warga, dampaknya nyata — mulai dari gangguan akses jalan hingga kekhawatiran proyek tak selesai tepat waktu.

“Pemerintah harus tegas pada rekanan yang tidak profesional. Jangan sampai masyarakat terus dirugikan,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.

Catatan Akhir

Proyek drainase Belimbing menjadi potret kecil dari persoalan besar infrastruktur daerah: koordinasi yang lemah, pengawasan yang minim, dan tanggung jawab sosial yang belum tumbuh.

Selama semen belum datang, para pekerja hanya bisa menunggu di tepi galian yang menganga — sementara warga terus berharap agar jalan yang menjadi urat nadi mereka kembali bisa dilewati tanpa hambatan dan kekecewaan.

(Hen/Rini/mond)
#Infrastruktur #Padang

 

  Serasinews.com,Padang,— Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V Padang kini berada di garda depan pelaksanaan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 02 Tahun 2025 tentang percepatan rehabilitasi dan pembangunan jaringan irigasi di seluruh Indonesia.

Lebih dari sekadar membangun saluran air, langkah ini menjadi bagian dari strategi nasional untuk menjaga ketahanan pangan Indonesia di tengah tantangan nyata: perubahan iklim, degradasi lahan, dan kebutuhan air yang terus meningkat.

Fokus di Hulu: Irigasi Tersier, Kunci Produktivitas

Di Sumatera Barat, perhatian utama BWS Sumatera V Padang tertuju pada rehabilitasi jaringan irigasi tersier—jaringan paling dekat dengan lahan pertanian rakyat. Di sinilah dampak nyata terasa. Ketika air mengalir lancar ke sawah, kehidupan petani ikut bergerak.

“Kami tidak hanya membangun saluran, kami menghidupkan kembali pertanian. Ketika air lancar, panen meningkat, ekonomi petani bangkit,” ujar salah satu pejabat teknis BWS. 

Melalui kolaborasi erat dengan pemda, kelompok tani, dan Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A), BWS Sumatera V memastikan seluruh proses berjalan terarah: dari perencanaan teknis, pengerjaan lapangan, hingga pemeliharaan sistem yang efisien.

Manfaat Nyata: Dari Petak Sawah ke Peta Ketahanan Pangan Nasional

Pelaksanaan Inpres ini membuka banyak peluang jangka panjang:

Produktivitas Naik: Air irigasi yang stabil memungkinkan petani menanam lebih sering, meningkatkan indeks pertanaman, dan memperluas lahan produktif.

Swasembada Pangan: Sumatera Barat sebagai lumbung beras di Sumatera kini didukung infrastruktur yang lebih siap, memperkuat kontribusinya pada ketahanan pangan nasional.

Mitigasi Risiko Gagal Panen: Irigasi yang baik jadi benteng menghadapi kekeringan dan perubahan cuaca ekstrem.

Efisiensi dan Inovasi: Teknologi seperti sistem irigasi tertutup, pengaturan debit otomatis, hingga pemantauan digital mulai diterapkan untuk penggunaan air yang lebih hemat dan tepat.

Pemberdayaan Petani: Lewat program padat karya dan penguatan kelembagaan P3A, petani tidak hanya sebagai penerima manfaat, tapi juga pengelola infrastruktur irigasi mereka sendiri.

Pertumbuhan Ekonomi Daerah: Dengan irigasi yang baik, sektor pertanian tumbuh, industri pengolahan hasil tani berkembang, dan ekonomi lokal ikut bergerak.

Kolaborasi: Fondasi Keberlanjutan

Keberhasilan program ini tak lepas dari sinergi antar pihak: pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat. BWS Sumatera V Padang berperan sebagai penghubung antara kebijakan nasional dan realita lapangan.

Lebih dari pembangunan fisik, BWS juga mengembangkan sistem pemantauan berbasis data untuk memastikan proyek berjalan tepat sasaran dan berkelanjutan. Data ini menjadi landasan pengambilan keputusan yang lebih akurat di masa depan.

Menuju Kedaulatan Pangan Lewat Irigasi yang Tangguh

Dengan semangat kolaborasi dan komitmen kuat, program ini diharapkan menjadi landasan Indonesia menuju kemandirian dan kedaulatan pangan. Ini bukan hanya soal membangun saluran air, tetapi soal membangun ekosistem pertanian yang tangguh, modern, dan berkelanjutan.

“Air adalah kehidupan. Dan irigasi, adalah jalannya menuju kesejahteraan,” itulah semangat yang terus mengalir bersama BWS Sumatera V Padang.

Jika kamu butuh versi ringkas, siaran pers, atau naskah video dari narasi ini, tinggal beri tahu.

(Rini

 


Serasinews.comDharmasraya — Di tengah teriknya matahari Sabtu pagi, langkah Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani tampak beriringan dengan Anggota DPR RI Fraksi Golkar Zigo Rolanda. Keduanya meninjau langsung sejumlah proyek strategis yang tengah digarap di berbagai titik Kabupaten Dharmasraya. Bukan sekadar kunjungan formalitas, kegiatan ini menjadi simbol sinergi antara pemerintah daerah dan legislatif pusat dalam mempercepat pembangunan infrastruktur dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Mengawali Langkah di Titik Rawan Banjir

Perjalanan dimulai dari kawasan Sungai Batanghari di Kecamatan Timpeh, di mana pemerintah daerah sedang menyiapkan proyek pengendalian banjir dan pembangunan DAM. Sungai besar yang selama ini menjadi urat nadi perekonomian masyarakat, kini justru menjadi ancaman ketika musim hujan tiba.

“Setiap tahun, ratusan hektare sawah warga di bantaran sungai tergenang. Ini bukan hanya soal air, tapi soal masa depan petani kita,” ujar Bupati Annisa di sela-sela peninjauan.

Zigo Rolanda, yang juga anggota Komisi V DPR RI—komisi yang membidangi infrastruktur dan perhubungan—menyebut proyek ini akan menjadi fokus advokasinya di tingkat pusat. “Kita akan dorong agar pengendalian banjir Batanghari ini mendapat dukungan penuh dari kementerian terkait. Ini proyek yang menyangkut keselamatan warga dan ketahanan pangan daerah,” tegasnya.

Menuju Jalan Ekonomi Baru Dharmasraya

Dari Timpeh, rombongan bergerak menuju Kecamatan Pulau Punjung untuk meninjau proyek peningkatan jalan Dharmasraya Djunction. Jalan ini digadang-gadang bakal menjadi poros ekonomi baru yang menghubungkan pusat pemerintahan dengan kawasan perdagangan dan jasa yang kian tumbuh pesat.

Bupati Annisa menyebut proyek ini sebagai “urat nadi ekonomi baru” Dharmasraya. “Begitu jalan ini rampung, konektivitas antarwilayah akan semakin mudah. Investor akan datang, dan aktivitas perdagangan masyarakat akan meningkat signifikan,” katanya dengan nada optimistis.

Zigo Rolanda menambahkan, jalan bukan sekadar infrastruktur fisik. “Ini infrastruktur sosial. Jalan yang baik memperpendek jarak, mempercepat pertumbuhan ekonomi, dan membuka kesempatan kerja bagi banyak orang,” ujarnya.

Menembus Kawasan Permukiman Kumuh di Sungai Kambut

Kunjungan berlanjut ke Nagari Sungai Kambut, kawasan yang kini tengah menjadi prioritas penataan permukiman. Di sini, kondisi infrastruktur dasar seperti akses air bersih dan sanitasi masih menjadi pekerjaan rumah besar.

Bupati Annisa menegaskan, pemerintah daerah tidak ingin pembangunan hanya berfokus pada proyek besar. “Kita juga ingin masyarakat di kawasan yang selama ini terpinggirkan merasakan langsung hasil pembangunan. Tidak ada yang boleh tertinggal,” ujarnya.

Rombongan menyusuri gang sempit dan berbincang dengan warga setempat. Beberapa ibu rumah tangga menyampaikan harapan sederhana: air bersih yang mengalir lancar dan jalan yang tak lagi becek setiap kali hujan turun.

Zigo mencatat seluruh keluhan itu dan berjanji akan mendorong dukungan program penataan kawasan kumuh dan air bersih melalui kementerian teknis. “Masalah seperti ini tidak bisa dibiarkan berlarut. Kita akan kawal sampai tuntas,” tegasnya.

Menutup Hari di Pasar Modern Sungai Rumbai

Rangkaian kunjungan ditutup di lokasi pembangunan Pasar Modern Sungai Rumbai, proyek yang diharapkan menjadi pusat perdagangan baru di wilayah selatan Dharmasraya. Bangunan megah mulai tampak berdiri, menandakan geliat ekonomi baru di kawasan itu.

“Pasar ini bukan sekadar tempat jual beli, tapi wadah pemberdayaan ekonomi rakyat. Kita ingin pedagang kecil punya tempat yang layak, bersih, dan modern,” tutur Bupati Annisa.

Zigo Rolanda menyambut visi tersebut. Ia menilai pembangunan pasar modern menjadi simbol keberpihakan pemerintah terhadap ekonomi kerakyatan. “Ketika pasar tumbuh, ekonomi rakyat bergerak. Dan ketika ekonomi rakyat bergerak, kesejahteraan akan meningkat,” katanya.

Kolaborasi yang Berbuah Harapan

Dalam kunjungan tersebut, turut hadir Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V yang diwakili oleh Kasi KPISDA Iwan Hernawan, bersama Satker Sonny Iswanto dan TosweriPPK Inpres Tahap 2 Ilham Friezen, serta PPK PJSA Batanghari Rifki. Dari unsur legislatif daerah, tampak hadir pula Anggota DPRD Dharmasraya Fraksi Partai Golkar, di antaranya Sujito, Sasmi Erli, Henrianto, Amrizal, dan Zulhendra Antoni, beserta sejumlah kader non-parlemen lainnya.

Kehadiran berbagai unsur ini menjadi penanda kuat bahwa pembangunan Dharmasraya kini memasuki fase baru  fase sinergi dan akselerasi.

“Pemerintah daerah tidak bisa bekerja sendiri. Butuh dukungan semua pihak, termasuk para wakil rakyat di pusat. Dengan kolaborasi seperti ini, insya Allah Dharmasraya akan semakin maju,” ujar Bupati Annisa menutup kegiatan.

Komitmen untuk Dharmasraya yang Lebih Baik

Menutup kunjungan, Zigo Rolanda kembali menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan aspirasi daerah. “Dharmasraya adalah rumah kita bersama. Saya akan pastikan setiap kebutuhan pembangunan di sini mendapat perhatian di tingkat nasional,” katanya penuh keyakinan.

Dengan kerja nyata dan sinergi yang terjalin antara pemerintah daerah dan pusat, Dharmasraya tampaknya sedang bergerak menuju arah baru daerah yang tangguh menghadapi tantangan, sekaligus adaptif dalam menyongsong masa depan.

(Mond/Rini) 

#Dharmasraya #Infrastruktur #BWSSVPadang


Serasinews.com, Padang – Komitmen nyata Anggota DPRD Kota Padang, Iswanto Kwara, terhadap kebutuhan masyarakat kembali terlihat melalui pelaksanaan proyek rehabilitasi saluran drainase di Kelurahan Padang Pasir, Kecamatan Padang Barat. Proyek yang menjadi bagian dari Pembangunan Saluran Drainase Paket 6 Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Padang ini merupakan hasil dari Pokok Pikiran (Pokir) Iswanto, yang menitikberatkan pada penanggulangan masalah genangan air di kawasan padat aktivitas masyarakat.

Kawasan Padang Pasir selama ini dikenal sebagai salah satu titik yang kerap mengalami genangan, terutama saat curah hujan tinggi. Kondisi itu tak hanya mengganggu aktivitas warga, tetapi juga berdampak terhadap kelancaran akses menuju fasilitas publik seperti Puskesmas Padang Pasir dan Masjid Sahara. Melihat kebutuhan mendesak tersebut, Iswanto Kwara mengusulkan program rehabilitasi drainase sebagai bentuk respon terhadap aspirasi masyarakat yang telah lama disampaikan kepadanya.

“Ini adalah hasil dari keluhan dan aspirasi masyarakat yang kami terima. Banyak warga yang setiap musim hujan mengeluh karena air sering meluap ke jalan bahkan ke halaman rumah. Maka dari itu, kami perjuangkan agar proyek ini bisa segera terealisasi,” ujar Iswanto Kwara, saat mendampingi Wali Kota Padang, Fadly Amran, dalam peninjauan langsung ke lokasi pekerjaan, Rabu (8/10/2025).

Sinergi Legislatif dan Eksekutif: Kolaborasi Nyata untuk Padang yang Lebih Baik

Iswanto menegaskan bahwa dukungan terhadap program pembangunan infrastruktur bukan hanya sekadar formalitas, tetapi merupakan wujud dari tanggung jawab moral dan politik dalam memperjuangkan kesejahteraan masyarakat. Ia menilai, kerja sama antara DPRD dan Pemerintah Kota menjadi kunci untuk mempercepat penanganan berbagai persoalan perkotaan, terutama terkait pengendalian banjir dan genangan air.

“Kami di legislatif tidak ingin hanya berbicara di ruang rapat. Kami ingin hadir di lapangan, mendengar langsung keluhan warga, dan memastikan solusi yang diberikan benar-benar dirasakan manfaatnya. Drainase ini mungkin terlihat sederhana, tapi dampaknya besar bagi warga sekitar,” ungkapnya dengan tegas.

Sementara itu, Wali Kota Padang, Fadly Amran, menyampaikan apresiasi kepada Iswanto Kwara atas inisiatif dan kepeduliannya. Menurutnya, perhatian Iswanto terhadap masalah infrastruktur lingkungan menjadi contoh bagaimana kolaborasi yang baik antara eksekutif dan legislatif dapat memberikan hasil konkret.

“Saya sangat mengapresiasi Pak Iswanto yang telah memperjuangkan proyek ini melalui Pokir-nya. Inilah bentuk nyata sinergi antara DPRD dan Pemerintah Kota. Semoga langkah ini bisa menjadi solusi jangka panjang bagi persoalan genangan di Padang Pasir,” kata Fadly.

Ia juga mengimbau agar masyarakat setempat ikut berpartisipasi menjaga kebersihan lingkungan, tidak membuang sampah ke saluran, serta rutin bergotong royong melakukan pembersihan agar manfaat drainase yang dibangun bisa bertahan lama.

Detail Proyek dan Dampaknya bagi Warga

Kepala Dinas PUPR Kota Padang, Tri Hadiyanto, menjelaskan bahwa pekerjaan rehabilitasi drainase tersebut dilaksanakan secara kontraktual selama 90 hari dengan panjang saluran mencapai 150 meter dan nilai anggaran sekitar Rp587 juta. Lokasi proyek difokuskan di depan Puskesmas Padang Pasir dan Masjid Sahara, dua titik yang sering terdampak genangan air saat hujan deras.

“Tujuan utama pekerjaan ini adalah untuk mengurangi potensi genangan air di kawasan pusat kota yang memiliki aktivitas padat dan mobilitas tinggi. Selain warga, ada juga pengunjung puskesmas dan jamaah masjid yang selama ini terdampak langsung,” jelas Tri.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa Pemko Padang menargetkan dalam lima tahun ke depan tidak ada lagi kawasan rawan banjir di kota ini. Untuk itu, proyek-proyek drainase seperti yang diperjuangkan Iswanto Kwara akan terus dilanjutkan secara berkelanjutan dan terintegrasi dengan program pengendalian banjir lainnya.

Wujud Kepedulian yang Terus Berlanjut

Bagi Iswanto Kwara, pembangunan fisik seperti drainase hanyalah bagian kecil dari upaya besar membangun kota yang layak huni. Ia berkomitmen untuk terus menyerap aspirasi masyarakat dan memperjuangkannya melalui Pokir DPRD agar kebijakan pembangunan selalu berpihak pada kebutuhan nyata warga.

“Kita tidak bisa menutup mata terhadap masalah-masalah sederhana yang justru paling dirasakan warga. Saya akan terus berupaya agar program seperti ini berkelanjutan, tidak hanya di Padang Pasir, tapi juga di kawasan lain yang menghadapi persoalan serupa,” ujarnya.

Dengan terealisasinya proyek rehabilitasi drainase ini, warga Padang Pasir kini memiliki harapan baru untuk terbebas dari genangan air yang telah menjadi masalah bertahun-tahun. Lebih dari itu, proyek ini menjadi bukti bahwa ketika kepedulian bertemu komitmen, perubahan nyata bisa diwujudkan.

(Mond)

#Infrastruktur #DPRDPadang #Padang


Serasinews.com, Pesisir Selatan — Harapan petani untuk bisa panen lebih dari sekali dalam setahun kian mendekati kenyataan. Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V Padang bersama Anggota Komisi V DPR RI, Zigo Rolanda, meninjau langsung progres pembangunan Jaringan Irigasi Daerah Irigasi (D.I) Sawah Laweh di Nagari Duku, Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan.

Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka reses anggota DPR RI, di mana Zigo turun langsung ke lapangan didampingi oleh Kepala Seksi PelaksanaanKepala Seksi KPISDA, serta PPK Irigasi dan Rawa I dan II BWS Sumatera V Padang. Fokus utama kegiatan ini adalah memastikan proyek strategis irigasi berjalan tepat sasaran dan membawa manfaat nyata bagi masyarakat petani.

Dari Sawah Tadah Hujan Menuju Pertanian Produktif

Bagi masyarakat Nagari Duku dan sekitarnya, nama Sawah Laweh bukan sekadar wilayah pertanian biasa. Selama bertahun-tahun, petani di kawasan ini menggantungkan hidup pada hujan. Saat musim kemarau tiba, lahan mengering, dan hasil panen pun menurun drastis.

Namun, melalui pembangunan jaringan irigasi D.I Sawah Laweh, mimpi untuk mengubah sistem pertanian tadah hujan menjadi pertanian beririgasi mulai terwujud. “Selama ini masyarakat hanya bisa menanam sekali setahun. Dengan adanya jaringan irigasi ini, kita berharap ke depan petani bisa menanam hingga tiga kali setahun,” ujar Zigo Rolanda saat berdialog dengan warga dan pelaksana proyek.

Menurut Zigo, infrastruktur irigasi adalah tulang punggung produktivitas pangan di daerah. Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan lembaga teknis seperti BWS Sumatera V untuk memastikan manfaat proyek benar-benar dirasakan masyarakat.


Rp 22,3 Miliar untuk Irigasi Sawah Laweh

Dalam kesempatan itu, Zigo juga mengungkapkan bahwa pemerintah pusat telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 22,3 miliar untuk pembangunan jaringan irigasi di Kabupaten Pesisir Selatan melalui program Inpres Irigasi. Dana tersebut terbagi dalam beberapa tahap, yakni:

  • Tahap II: Rp 2,9 miliar untuk pembangunan jaringan utama;
  • Tahap III: Rp 15,9 miliar untuk penyelesaian jaringan utama lanjutan;
  • dan Rp 3,5 miliar untuk pembangunan jaringan tersier.

Zigo menilai langkah ini sebagai wujud komitmen nyata pemerintah dalam memperkuat sektor pertanian di daerah yang selama ini masih bergantung pada curah hujan. “Infrastruktur air ini bukan hanya soal saluran beton, tapi tentang kehidupan. Air yang mengalir ke sawah berarti mengalirkan harapan baru bagi ribuan keluarga petani,” ujarnya.

Baru 598 Hektare yang Teraliri, Masih Panjang Jalan Menuju 3.273 Hektare

Sementara itu, Kepala Seksi Pelaksanaan BWS Sumatera V Padang menjelaskan bahwa saat ini jaringan irigasi baru mampu mengaliri sekitar 598 hektare sawah dari total 3.273 hektare lahan potensial di D.I Sawah Laweh. Artinya, masih terdapat ribuan hektare sawah yang menunggu aliran air untuk bisa produktif secara optimal.

Untuk mencapai target penuntasan dan memastikan seluruh area bisa dialiri, dibutuhkan anggaran tambahan sekitar Rp 359 miliar. Meski jumlahnya besar, pihak BWS Sumatera V menegaskan komitmennya untuk terus melanjutkan pembangunan secara bertahap sesuai arahan dan ketersediaan anggaran.

“Kami berupaya maksimal agar setiap rupiah yang dikeluarkan memberi manfaat langsung bagi masyarakat. Tantangan teknis di lapangan cukup besar, tapi kami terus berkoordinasi dengan semua pihak agar irigasi ini benar-benar berfungsi optimal,” terang perwakilan BWS Sumatera V Padang.

Harapan Baru dari Sawah Laweh

Bagi petani di Nagari Duku, suara air yang mengalir di saluran irigasi bukan hanya tanda musim tanam telah tiba, tapi juga simbol perubahan. Irigasi D.I Sawah Laweh diharapkan mampu mengubah wajah pertanian di Tarusan menjadi lebih modern, produktif, dan berkelanjutan.

Dengan dukungan berkelanjutan dari pemerintah pusat dan komitmen BWS Sumatera V Padang, harapan untuk menjadikan Pesisir Selatan sebagai lumbung pangan baru di Sumatera Barat tampak semakin nyata.

“Pekerjaan ini memang belum selesai, tapi setiap meter saluran yang terbangun adalah langkah menuju kesejahteraan petani,” tutup Zigo penuh optimisme.

(Mond/Rini) 

#BWSSVPadang #Padang #Infrastruktur

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.