Articles by "BMKG"

Aceh Afif Maulana Agam AIDS Aipda Dian WR AirterjunLembahAnaiMeluap Aksibersihpantai AksiJalanan Aleknagari Amak Lisa AmalanBulanRajab AndreRosiade AnjingPelacak anthropophobia Antikorupsi ApdateKorbanBencanaSumatera Apelsiaga Apeltanggapbencana Arif maulana Arosuka Artikel Artis Minang Asusila balapliar BalapMotor Bali Balikpapan BandarNarkobaKabur Bandung BangunanLiar Banji Banjir BanjirAceh BanjirAgam BanjirBandang BanjirPadang BanjirSumatera BanjirSumbar BanjirSumut bansos banten BantuanBencanaAcehHilang BantuanKorbanBencanaPasbar Banyuwangi Bapenda BareskrimPolri Batam BatangArau Batuk BBM BeaCukai bencana Bencana alam Bencanaalam BencanaAlamSumateraBarat BencanaHidrometeorologi BencanaKotaPadang BencanaSumatera BencanaSumbar BerantasNarkoba BibitSiklonTropis95B BKSDA BMKG BNNPSumbar BNNsumbar BNPB BobonSantoso Box Redaksi BPBDKabupatenAgam BPBDPadang BPBDSumbar BPHMigas BrimobPoldaSumbar Brimobuntukindonesia BRISuperLeague bukit sitinurbaya Bukittinggi BungaBangkai BungaRafflesia BWSS V padang BWSSV BWSSVPadang Calon Bupati cemburubuta CerintIrallozaTasya Cikampek Cikarang CuacaEkstrem cuacapanasekstrem curanmor Daerah danabos Dandrem 032 WBR dankodaeral II Demonstrasi Denpasar Depok DeptCollector Dharmasraya Dinas sosial DinasPendidikanSumbar DinasPerpusipPadang DinasPerpustakaandanArsip DinasPertanian dinassosial dinassosialpadang Dirlantas Dirlantas Polda Sumbar DirlantasPoldaSumbar Disdukcapil DitlantasPoldaSumbar DitpolairudPoldaSumbar DPCPKBkotapadang DPDRI DPR DPRD Padang DPRDpadang DPRDsumbar DPUPR DPUPRPadang dubalangkota EmpatPilar Enarotali Evakuasi festival sepakbola Filipina Galodo GalodoLembahAnai gangguanhormon GanjaKering gaya hidup GayaHidup gempa GempaBumi gerakcepatdinsos gorontalo GrasstrackMotocross Gresik GunungMerapiErupsi gurbernurriaukenaottkpk HAM HargaCabaiNaik Haripahlawan Harisumpahpemuda Hidroneteologi Hipnotis HismawaMigas HIV Hot New HubunganSesamaJenis hukum Huntara HUT Humaspolri ke 74 HUT80Brimob Hutan IKW IKWRI IlegalFishing IlegalMinning IllegalLogging Indonesia Indonesia. indonesiamaju infrastruktur Intan jaya Internasional irigasi Islam Islami Jakarta Jakarta Selatan JalanLembahAnaiPutus JalanLongsor JalanRetak Jambi Jawa Tengah Jayapura Jayawijaya JembatanPutus JembatanRetak Jogyakarta jurnalis JusufKalla K9 Kabupaten Agam kabupaten dharmasraya Kabupaten Solok KabupatenAgam KabupatenDharmasraya KabupatenPasamanBarat KabupatenPesisirSelatan kabupatenSolokSelatan KafeKaraoke KAI Sumbar Kakorlantas kakorlantaspolri kapolres kapolressijunjung Kapolri KarangTaruna kasat narkoba KasusMedis keamanan kebakaran KebakaranPasarPayamumbuh KebatanGunungNagoPutus kecamatankototangah kecelakaan kegiatanrutin KejariDharmasraya kejaripadang kejaripesel kekerasan kelangkaanBBM kelangkaansolar Kemenag Kemenhut Kemenkes Kementrian PU kementriankebudayaan KementrianLingkunganHidup KemuliaanBulanRajab kendaraan KeracunanMakanan Kesehatan keselamatan bersama keselamatan kerja kesiapsiagaan kesunyian malam ketertiban umum KetertibanUmum Kiwirok KKB KLHK Kodim 0307 Tanah Datar KomnasHAM komplotanganjalATM KorbanBanjirAgam KorbanBrncanaAgam Korem 032/WB Korpolairud korupsi Kota Padang KotaPadang KotaPariaman KPK Kriminal KRYD KUHP KumpulanDo'a Laksamanamuda Lampung LembahAnai Lembang Leonardy LGBT life style lifestyle Lima Puluh Kota LimaPuluhKota lingkungan listrikilegal literasi lombok timur Longsor LongsorKampusUINImambonjol LowonganKerjaPalsu Madiun Magelang MahardikaMudaIndonesia MahyeldiAnsharullah Makan Bergizi Gratis Makasar Malalak MalPraktek ManfaatAirKelapa manila MapolsekMuaraBatangGadisDibakarMasaa MataElang Medan MengelolaAirUntukNegri mentalhealth Mentawai Mesum Mimika Miras MirasIlegal MobilBencanaDibakarMassa MobilPatwalPoldaSumbarKecelakaan MobilSatpolPPAcehDibakarMassa MogokKerja MTsN10pesisirselatan Muhammadiyah mutilasibayi nagarisolokambah nagarisulitair narkoba Narkotika Nasioanl Nasional ngaraisianok NinjaSawit NTT odgj OknumGuruLGBT Oksibil olahraga Opini OprasiLilinSinggalang2025 oprasimalam oprasitumpasbandar2025 oprasizebra2025 oprasizebrasinggalang2025 OrangHanyut OTTKPK PADA Padang Padang panjang Padang Pariaman PadangAman PadangPariaman PadangRancak PadangSigap Pahlawannasional pajak air tanah Palimanan pandekarancak pantaipadang Papua parenting Pariaman Parlemen Pasaman Pasaman barat pasamanbarat pasang pasarrayapadang Pasuruan Payakumbuh PDAM PeduliBencana Pekanbaru Pelalawan pelayananhumanis pelayanansosial PelemikBantuanAsing PemakamanMasalKorbanBencanaSumbar PembabatanHutan PembalakanHutanMentawai pembalakanLiar Pembunuhan pemerasan Pemko Padang PemkoPadang PemulihanBencana PemutihanPajakKendaraan pencabulan PencarianKorbanBanjirPadang Pencirian PenculikanAnak Pencurian Pendidikan penegakanhukum penemuanbayi penemuanJanin PenemuanJasadBayo penemuanmayat Penertiban Pengancaman pengangguran penganiayaan Pengeroyokan Penggelapan Penjarahan Perbankan Perceraian Perdagangan peristiwa peristiwadaerah perlindungananak Persami PersijaJakarta pertahanan PerumdaAirMinum Pesisir Selatan PesisirSelatan Peti PJN PKL PolaMakan PolantasMenyapa Polda banten Polda Jabar Polda Kalbar Polda Metro Jaya polda Papua POLDA SulBar POLDA SUMBAR PoldaRiau Poldasumbar PoldaSumut Polhut Policegoestoscool Polisi Politik polPP polres Polres 50 kota Polres Dharmasraya Polres Mentawai Polres Padang panjang Polres Pasaman Polres Pasaman Barat Polres Solok Polres solok selatan PolresPadang polrespasaman polrespasamanbarat polrespasbar PolresPayakumbuh polrespesel PolresSolokKota polresSolokSelatan Polresta bukittinggi Polresta Padang PolresTanahDatar polrestapadang POLRI PolriPresisi Polsek bungus barat Polsek Koto Tangah Padang Polsek Lubeg Pontianak PrabowoSubianto PrajuritTNITewas PrediksiCuaca premanisme Presiden RI PrestaPadang psp padang Ptostitusi PuanMaharani Puncak jaya Purwakarta jawabarat QuickWins Razia RekeningDormant Religi RevisiKUHP Riau RidwanKamil RokokIlegal sabu Sajam SakitPerut Sarkel SatgasDamaiCartenz satgasoprasidamai satlantaspolresta SatpolPP SatpolPPAceh Sawahlunto Sawmil SeaGamen2025 segmen sianok seherman SekolahRakyat Semarang semenpadang SemenPadangFC Senjatatajam sepakbola sepakbolaindonesia SepakBolaWanita Serang ServisKendaraanGratisKorbanBanjirAgam SiagaBencana SigapMembangunNegriUntukRakyat Sijunjung sikat singgalang2025 silent treatment simulasibencana Sinkhole siswismptewassaathiking sitinjaulauik Skoliosis SMA1pulaupunjung sobatlalulintasrancakbana solok Solok selatan solokarosuka solokselatan solsel Sosialisasi SPBUganting SPPG STNK Strongpoint subsidi ilegal sukabumi Sulawesi Tenggara Sumatera Barat SumateraBarat Sumaterbarat Sumatra barat Sumbar SungaiKuranji Surabaya swasembadapangan TambangEmasIlegal tambangilegal TambangIlegalSumbar Tanah datar tanahdatar tanggapdarurat TanggapDaruratBencana tawuran TawuranNarkoba Terbaru Ternate Timika Papua timklewang TimnasIndonesiaU22 TimnasWanitaIndonesia TNI TPUTunggulHitam Transformasi polri transpadang transportasi TrukTerbakar tsunamiDrill Tuak Uin UIN IB Padang UpadateKorbanBencanaSumatera UpdateKorbanBanjirSumatera UpdateKorbanBencanaAlam UpdateKorbanBencanaSumatera Utama UUMD3 Viral Yalimo Yogyakarta Yuhukimo
Tampilkan postingan dengan label BMKG. Tampilkan semua postingan

 

Serasinews.com; Agam, Sumatera Barat -   Kabupaten Agam dan sekitarnya diguncang gempa tektonik berkekuatan magnitudo 4,7 pada Minggu (28/12/2025). Meski tergolong gempa menengah, kedalaman yang dangkal memicu getaran kuat yang menimbulkan kerusakan pada puluhan rumah, khususnya di Kecamatan Palembayan.

Berdasarkan catatan BMKG, episentrum berada di darat pada kedalaman 10 kilometer, sekitar 19 kilometer barat daya Bonjol, Kabupaten Pasaman. Kedalaman dangkal ini menyebabkan guncangan dirasakan luas hingga wilayah lain seperti Pasaman Barat, Bukittinggi, Padang Panjang, dan Payakumbuh.

Data sementara dari MDMC Muhammadiyah Palembayan menunjukkan setidaknya 10 rumah rusak berat dan 15 rumah mengalami kerusakan sedang hingga ringan. Kerusakan utama terlihat pada pilar, dinding, dan plafon bangunan. Salah satu wilayah terdampak parah adalah Jorong Koto Alam, termasuk posko kemanusiaan MDMC yang mengalami kerusakan struktural.

“Beberapa bangunan tidak aman untuk ditempati. Pilar retak dan dinding terbelah berisiko jika terjadi gempa susulan,” ujar relawan MDMC di lokasi.

BMKG juga mencatat satu kali gempa susulan pascagempa utama, yang menambah kekhawatiran warga. Hingga Minggu sore, tim relawan bersama aparat pemerintah, TNI-Polri, dan perangkat nagari terus melakukan pendataan dan peninjauan lapangan. Belum ada laporan korban jiwa, tetapi sejumlah warga memilih mengungsi sementara.

Petugas mengimbau masyarakat untuk tidak menempati bangunan yang retak atau rusak dan tetap mengikuti arahan resmi BMKG demi keselamatan.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa Sumatera Barat merupakan wilayah rawan gempa, sehingga kesiapsiagaan dan ketahanan bangunan tetap menjadi kunci mengurangi risiko bencana.

(Rini/Mond

#GempaBumi #SumateraBarat #BMKG

#Peristiwa


 

Serasinews.com; Pasaman, Sumatera Barat — Gempa bumi tektonik kembali mengguncang wilayah Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat. Getaran bermagnitudo 4,7 terjadi pada Minggu pagi, 28 Desember 2025, sekitar pukul 09.11 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.

BMKG mencatat pusat gempa berada di daratan, tepatnya sekitar 19 kilometer barat daya Bonjol, dengan kedalaman 10 kilometer. Kedalaman yang relatif dangkal menyebabkan guncangan terasa cukup kuat oleh masyarakat di sekitar lokasi kejadian.

Hasil analisis BMKG menunjukkan bahwa gempa ini dipicu oleh aktivitas Sesar Kajai–Talamau, salah satu sesar aktif di Sumatera Barat yang berada di jalur Pegunungan Bukit Barisan.

Kepala Stasiun Geofisika Padang Panjang BMKG, Suaidi Ahadi, menjelaskan bahwa gempa tersebut murni berasal dari pergerakan kerak bumi di daratan.

“Gempa dangkal seperti ini biasanya terasa lebih kuat karena sumbernya dekat dengan permukaan. Aktivitas Sesar Kajai–Talamau menjadi penyebab utama kejadian ini,” ujar Suaidi, Minggu (28/12/2025).

Guncangan Terasa di Sejumlah Kota dan Kabupaten

Peta guncangan (shakemap) BMKG menunjukkan intensitas gempa paling terasa di Kabupaten Pasaman dan Pasaman Barat. Getaran juga dirasakan hingga Kabupaten Agam, Kota Bukittinggi, Padang Panjang, serta Payakumbuh.

Beberapa warga mengaku terkejut dan sempat keluar rumah untuk menyelamatkan diri, terutama di kawasan permukiman padat dan bangunan bertingkat.

Satu Gempa Susulan Terpantau

Hingga pukul 09.33 WIB, BMKG mencatat satu kali gempa susulan dengan kekuatan yang sama, yakni magnitudo 4,7. BMKG menegaskan bahwa aktivitas tersebut masih dalam pengamatan dan belum menunjukkan peningkatan yang mengkhawatirkan.

Sampai laporan ini disampaikan, belum terdapat laporan resmi mengenai kerusakan bangunan maupun korban jiwa. Pemerintah daerah bersama BPBD setempat masih melakukan pemantauan langsung ke wilayah terdampak.

Masyarakat Diminta Tetap Waspada

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak terpengaruh informasi yang belum terverifikasi, serta menjauhi bangunan yang mengalami kerusakan akibat gempa.

Warga juga diminta memeriksa kondisi rumah, instalasi listrik, dan jaringan gas, serta mengikuti arahan resmi dari pemerintah dan instansi terkait. Mengingat wilayah Sumatera Barat dilintasi sejumlah sesar aktif, kesiapsiagaan terhadap potensi gempa darat perlu terus ditingkatkan.

(Rini/Mond

#BMKG #GempaBumi #Pasaman

#SumateraBarat

 

Serasinews.com, Sumatera Barat — Sejumlah wilayah di Sumatera Barat kembali masuk status waspada longsor. Dalam laporan terbaru BMKG untuk Rabu, 10 Desember 2025, terungkap bahwa beberapa kawasan perbukitan dan jalur utama transportasi berpotensi mengalami gerakan tanah berskala menengah hingga tinggi akibat hujan yang berlangsung sejak siang hingga dini hari.

Informasi ini disampaikan oleh Kepala Kesbangpol Provinsi Sumatera Barat melalui laporan resmi kepada Gubernur, dengan tembusan kepada Wakil Gubernur, Sekda, dan para Asisten. BMKG menilai bahwa tingginya curah hujan beberapa hari terakhir telah menyebabkan kondisi tanah semakin jenuh, sehingga rawan memicu longsor dan runtuhan tebing di sejumlah titik yang selama ini dikenal rentan.

Delapan Kawasan Rawan Longsor yang Menjadi Prioritas

Dalam peta potensi gerakan tanah, BMKG menyoroti delapan wilayah utama yang perlu mendapat perhatian khusus:

Talamau – Gunung Tuleh (Pasaman Barat)
Diprakirakan hujan sejak siang hingga dini hari. Struktur lereng yang terjal dan permukiman di kaki bukit menempatkan wilayah ini pada zona menengah–tinggi.

Bonjol – Lubuk Sikaping – Panti (Pasaman)
Hujan hampir sepanjang hari. Jalur vital antarwilayah ini masuk kategori risiko tinggi, dengan potensi longsor yang dapat menghambat arus kendaraan.

Palupuh (Agam)
Kabut turun hampir sepanjang hari dan hujan ringan berpotensi terjadi malam hari. Meski curah hujan tidak terlalu besar, kontur berbukit membuat kawasan ini tetap menjadi zona menengah.

Tandikek – Malalak (Agam)
Hujan diperkirakan turun dari siang hingga dini hari. Jalur alternatif Padang–Bukittinggi ini merupakan lokasi yang kerap terjadi longsor dan rawan memutus akses.

Lembah Anai (Tanah Datar)
Hujan turun mulai sore hingga ke dini hari. Tebing curam dan aliran air terjun membuat kawasan ini sangat rentan batu dan material tebing jatuh.

Sitinjau Lauik (Kota Padang)
Hujan siang hingga malam diprediksi akan meningkatkan risiko di kawasan yang dikenal dengan tikungan ekstrem dan jurang dalam ini. Sitinjau Lauik masuk zona risiko tinggi.

Kapur IX – Pangkalan (Limapuluh Kota)
Termasuk zona sangat tinggi (magenta). Jalur penghubung Sumbar–Riau ini menjadi titik strategis pergerakan logistik, sehingga gangguan longsor dapat berdampak luas.

Alahan Panjang (Solok)
Kabut pagi hari dan hujan pada sore–malam membuat wilayah dataran tinggi ini rawan, terutama pada area pertanian dan tebing jalan.

Makna Kode Warna BMKG

Hijau: Risiko rendah

Kuning: Risiko menengah

Ungu/Magenta: Risiko tinggi

Sejumlah wilayah prioritas kini berada pada kategori kuning hingga ungu, yang berarti potensi longsor dapat muncul kapan saja bila intensitas hujan meningkat.

Langkah Antisipasi Pemerintah Daerah

Kesbangpol mengeluarkan beberapa arahan penting:

BPBD provinsi dan kabupaten/kota diminta memperkuat pemantauan lapangan.

Camat, wali nagari, dan lurah harus melaporkan segera apabila ditemukan tanda awal pergerakan tanah.

Masyarakat lereng bukit diminta bersiap melakukan evakuasi mandiri jika kondisi memburuk.

Rekayasa lalu lintas disiagakan pada jalur rawan:

Lembah Anai

Sitinjau Lauik

Tandikek–Malalak

Kapur IX–Pangkalan

Posko siaga dan alat berat dipastikan siap untuk operasi tanggap darurat.

Imbauan untuk Pengguna Jalan dan Warga

Pemerintah mengingatkan warga agar:

Menghindari perjalanan malam di jalur rawan.

Tidak berteduh di bawah tebing atau lereng yang tampak labil.

Waspada terhadap tanda-tanda longsor seperti suara gemuruh atau batu yang mulai berguguran.

Pengendara logistik dan perjalanan jarak jauh disarankan memantau informasi BMKG dan BPBD sebelum beraktivitas.

Akhir Tahun di Tengah Cuaca Ekstrem

Masuknya puncak musim hujan pada Desember menjadikan Sumatera Barat harus siaga terhadap banjir, longsor, dan gangguan transportasi. Pemerintah menegaskan bahwa peringatan ini bukan sekadar informasi, melainkan peringatan serius untuk mencegah korban dan kerusakan yang lebih besar.

(*)
#BMKG #CuacaEkstrim #SumateraBarat

 

Serasinews.com, Padang Pariaman — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Minangkabau merilis peringatan dini cuaca untuk wilayah Sumatera Barat yang berlaku mulai Senin, 8 Desember 2025 pukul 07.00 WIB hingga Selasa, 9 Desember 2025 pukul 07.00 WIB. Dalam peringatan tersebut, BMKG menyebutkan bahwa sejumlah daerah di Sumbar berpotensi diguyur hujan intensitas sedang hingga lebat, terutama pada periode siang hingga malam hari.

Wilayah dengan Potensi Hujan Lebat

Beberapa kabupaten/kota diprediksi menghadapi kondisi cuaca yang cukup ekstrem antara pukul 13.00 hingga 22.00 WIB. Daerah yang masuk kategori waspada meliputi:

Kabupaten Agam

Bukittinggi

Tanah Datar

Padang Panjang

Sijunjung

Pesisir Selatan

Daerah perbukitan seperti Agam, Tanah Datar, dan Padang Panjang mendapat perhatian khusus karena rentan terhadap bencana hidrometeorologi seperti longsor dan banjir bandang. Sementara itu, Pesisir Selatan memiliki potensi genangan bahkan gelombang tinggi bila hujan datang bersamaan dengan angin kuat.

Pagi Relatif Kondusif, Cuaca Memburuk Saat Sore-Malam

Meski terdapat potensi hujan lebat, kondisi pagi hari diperkirakan masih cerah berawan. Namun memasuki siang hingga malam hari, kelembapan meningkat tajam di berbagai wilayah, memicu terbentuknya awan konvektif. Awan ini kerap membawa hujan deras, kilat, hingga embusan angin kencang.

Suhu Rendah di Dataran Tinggi, Kelembapan Hampir Maksimal

BMKG juga merinci parameter cuaca yang diperkirakan terjadi:

Suhu udara: 13–31°C
Wilayah pegunungan seperti Padang Panjang, Tanah Datar, dan Agam berpotensi mengalami suhu terendah.

Kelembapan: 84–99%
Tingginya kelembapan menandakan kondisi atmosfer yang sangat mendukung terbentuknya hujan lebat.

Angin: 6–21 km/jam
Kecepatan dapat meningkat saat awan Cumulonimbus berkembang.

Kombinasi kelembapan yang tinggi, atmosfer tidak stabil, dan pengaruh dinamika lokal di Sumbar menambah peluang terjadinya cuaca ekstrem.

Peringatan BMKG: Tingkatkan Kewaspadaan

BMKG Minangkabau mengimbau masyarakat, terutama yang tinggal di kawasan rawan bencana, untuk mewaspadai risiko:

Banjir dan genangan

Banjir bandang di daerah aliran sungai

Longsor dan pergerakan tanah

Pohon tumbang karena angin kencang

Daerah yang sebelumnya sudah terdampak bencana hidrometeorologi di bulan-bulan terakhir juga diminta lebih hati-hati karena kondisi tanah masih labil dan rentan longsor susulan.

BMKG mengingatkan masyarakat untuk terus mengikuti perkembangan informasi melalui kanal resmi seperti aplikasi BMKG, Instagram @infobmkg, dan sistem peringatan dini daerah.

Langkah Antisipasi Pemerintah Daerah

Beberapa pemerintah kabupaten/kota di Sumatera Barat sudah mengerahkan BPBD, relawan, serta perangkat nagari untuk memantau lokasi rawan banjir dan longsor. Pembersihan drainase di pusat kota dan kawasan padat penduduk juga dilakukan untuk mengurangi risiko genangan.

(Rini/Mond)
#BMKG #PrediksiCuaca #SumateraBarat

 

Serasinews.com, Sumatera Barat — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali mengeluarkan peringatan terhadap sistem tekanan rendah yang sejak 21 November 2025 berkembang pesat di perairan timur Aceh hingga Selat Malaka. Bibit siklon yang diberi identitas 95B ini menunjukkan peningkatan kekuatan signifikan dan mulai memengaruhi pola angin serta pembentukan awan hujan di kawasan barat Indonesia.

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengungkapkan bahwa dalam beberapa jam terakhir intensitas sistem tersebut terus menguat. Kondisi ini membuka peluang terjadinya cuaca ekstrem di Aceh, Sumatra Utara, Sumatera Barat, dan Riau. “Masyarakat di wilayah terdampak perlu meningkatkan kewaspadaan,” ujarnya pada Rabu (26/11/2025).

Ia menegaskan bahwa BMKG memantau 95B selama 24 jam penuh untuk mengantisipasi perubahan arah maupun kekuatan sistem. Pemerintah daerah diminta bersiaga menghadapi potensi banjir, banjir pesisir, hingga pohon tumbang akibat angin kencang. “Untuk nelayan dan transportasi laut, gelombang tinggi harus menjadi perhatian utama,” tambahnya.

Penguatan Serius Bibit Siklon

Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto menjelaskan bahwa pusat siklon 95B masih bertahan di perairan timur Aceh berdasarkan analisis 26 November 2025 pukul 01.00 WIB. Keberadaannya memicu perubahan angin dan pembentukan awan konvektif yang meluas, meningkatkan potensi hujan sedang hingga sangat lebat di Aceh, Sumatra Utara, sebagian Sumatera Barat, dan Riau.

Ia menambahkan, kecepatan angin di sekitar sistem telah melampaui 35 knot, menunjukkan peluang besar bagi 95B untuk berkembang menjadi siklon tropis penuh dalam 24 jam ke depan. “Kami imbau masyarakat terus mengikuti informasi resmi BMKG,” katanya.

Dampak 24 Jam Mendatang

Direktur Meteorologi BMKG Andri Ramdhani menuturkan bahwa 95B diperkirakan membawa dampak langsung dalam sehari ke depan. Hujan lebat hingga ekstrem diprediksi mengguyur Aceh dan Sumatra Utara, sementara Sumatera Barat dan Riau berpotensi mengalami peningkatan intensitas hujan disertai angin kencang di sejumlah lokasi.

Dari sisi kelautan, gelombang tinggi setinggi 2,5–4 meter diperkirakan muncul di Selat Malaka bagian tengah, perairan timur Sumatra Utara, dan Samudera Hindia barat Aceh–Nias. Sementara gelombang 1,25–2,5 meter berpotensi terjadi di Selat Malaka bagian utara, perairan Rokan Hilir, serta perairan Dumai–Bengkalis.

“TCWC Jakarta memantau perkembangan ini selama 24 jam. Kami mengingatkan masyarakat untuk selalu merujuk pada kanal resmi BMKG,” tutup Andri.

(Rini/Mond)
#BMKG #CuacaEkstrim #BibitSiklonTropis95B

Serasinews.com, Padang Pariaman – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Minangkabau mengeluarkan peringatan dini terkait meningkatnya potensi bencana hidrometeorologi di Sumatera Barat. Cuaca ekstrem diproyeksikan berlangsung selama satu minggu, mulai 21 hingga 27 November 2025.

BMKG menjelaskan bahwa penguatan Monsun Asia akan memicu dominasi angin baratan di sebagian besar wilayah Indonesia. Ketika bertemu dengan aliran udara basah dari Samudra Hindia dan topografi Bukit Barisan, kondisi ini menghasilkan proses orographic lifting yang intens hingga memicu pembentukan awan hujan tebal.

Selain itu, fenomena atmosfer lain seperti IOD (Indian Ocean Dipole) negatif, aktivitas gelombang Rossby Ekuatorial, serta anomali suhu permukaan laut yang lebih hangat juga turut memperbesar peluang terjadinya hujan lebat dan cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Sumbar.

Ancaman Bencana yang Mengintai

Selama periode tersebut, masyarakat diminta mewaspadai potensi:

Banjir dan banjir bandang

Tanah longsor

Genangan air

Angin kencang

Sambaran petir

Jalan licin akibat hujan berkepanjangan

Wilayah-wilayah rawan diminta meningkatkan kewaspadaan lebih awal.

Kabupaten/Kota dengan Risiko Tertinggi

Menurut BMKG, daerah yang memiliki potensi terdampak paling signifikan meliputi:
Padang Pariaman, Pariaman, Padang, Pesisir Selatan, Sijunjung, Kepulauan Mentawai, Pasaman Barat, Agam, Tanah Datar, Solok, Dharmasraya, Solok Selatan, dan Lima Puluh Kota.

Daerah pesisir dan kawasan sepanjang Bukit Barisan menjadi zona dengan risiko paling tinggi terhadap hujan lebat dan longsor.

Seruan BMKG kepada Masyarakat

Kepala Stasiun Meteorologi Minangkabau, Desindra Deddy Kurniawan, menekankan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat. Ia meminta warga untuk rutin mengecek informasi cuaca, menghindari area rawan longsor, serta segera mencari tempat aman ketika hujan deras turun dalam durasi panjang.

“Kondisi atmosfer saat ini memerlukan kewaspadaan penuh. Kami mengimbau masyarakat mengenali titik rawan bencana dan mengikuti arahan petugas kebencanaan,” ujar Desindra.

Masyarakat dapat memantau informasi resmi melalui Instagram @bmkgminangkabau, aplikasi InfoBMKG, maupun layanan WhatsApp 081268125907.

Mitigasi Dini untuk Minimalkan Risiko

BMKG berharap pemerintah daerah dan warga dapat memperkuat koordinasi, memastikan kesiapan jalur evakuasi, sarana komunikasi, serta memperketat pemantauan di wilayah yang kerap dilanda banjir dan longsor.

Peringatan ini diharapkan menjadi dasar bagi semua pihak untuk mengambil langkah antisipasi sebelum bencana terjadi.

(Rini/Mond)
#BMKG #CuacaEkstrem #SumateraBarat

 

Padang (Serasinews.com) – Cuaca di Kota Padang akhir-akhir ini terasa makin “berdengkang”. Suhu udara siang hari mencapai 38°C, membuat warga merasa seperti dipanggang di bawah matahari. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan, kondisi panas ekstrem ini diperkirakan berlangsung hingga Desember 2025, dipicu oleh pengaruh El Niño dan belum stabilnya peralihan musim.

☀️ Waspada Jam Panas: 10.00 – 16.00 WIB

Dinas Kesehatan Kota Padang mengimbau warga untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan pada jam-jam terik.

“Usahakan tidak beraktivitas berat di luar rumah antara pukul 10.00 hingga 16.00 WIB. Jika terpaksa keluar, cari tempat teduh dan istirahat secara berkala,” ujar dr. Lidia Febrina, Kabid Kesehatan Masyarakat Dinkes Padang, Selasa (28/10/2025).

Lidia menjelaskan, paparan panas berlebih bisa menyebabkan heat exhaustion (kelelahan akibat panas) hingga heatstroke, kondisi darurat yang dapat mengancam nyawa.

👕 Perlindungan Diri: Dari Pakaian hingga Tabir Surya

Warga yang tetap harus beraktivitas di luar disarankan untuk melindungi tubuh dari paparan langsung sinar matahari.
Gunakan pakaian longgar, berbahan ringan, dan berwarna terang agar udara tetap mengalir dan panas tidak mudah terserap.

Hindari pakaian berwarna gelap karena lebih cepat menyerap panas,” tambah Lidia.
Gunakan juga topi lebar, payung, kacamata hitam, serta tabir surya minimal SPF 30. Jangan lupa oles ulang setiap dua jam agar perlindungan tetap maksimal.

💧 Cegah Dehidrasi: Minum Sebelum Haus

Dalam suhu seterik ini, dehidrasi bisa terjadi tanpa terasa. Dinkes mengingatkan masyarakat untuk lebih sering minum air putih, meski tidak merasa haus.
“Hindari kopi, teh, minuman manis, dan alkohol karena mempercepat kehilangan cairan,” kata Lidia.

Konsumsi juga buah-buahan tinggi air seperti semangka, melon, jeruk, atau timun untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh.
Tanda tubuh kekurangan cairan bisa dilihat dari warna urine — jika tampak gelap, segera tambah asupan air.

🌡️ Indeks UV di Level Berisiko Tinggi

BMKG mencatat, indeks sinar ultraviolet (UV) di wilayah Sumatera Barat kini berada di kategori tinggi hingga sangat tinggi.
Artinya, paparan langsung sinar matahari dalam waktu lama bisa memicu kulit terbakar, penuaan dini, hingga risiko kanker kulit.

Fenomena ini terjadi karena minimnya tutupan awan, posisi matahari yang hampir tegak di atas ekuator, serta atmosfer yang kering.

🌤️ Panas Masih Akan Bertahan

BMKG memperkirakan, cuaca panas ekstrem ini belum akan mereda hingga akhir tahun. Masyarakat diminta tetap waspada, menjaga kesehatan, dan menyesuaikan aktivitas harian.

“Fenomena ini masih akan terasa hingga Desember. Mari bersama menjaga tubuh tetap bugar, terutama anak-anak, lansia, dan pekerja lapangan,” tutup dr. Lidia.

📋 Tips Penting untuk Warga:

Hindari keluar rumah pukul 10.00–16.00 WIB

Gunakan pakaian longgar dan berwarna terang

Lindungi diri dengan topi, payung, atau kacamata hitam

Oleskan sunscreen SPF 30 secara rutin

Perbanyak air putih, kurangi kopi dan alkohol

Waspadai tanda dehidrasi: mulut kering, pusing, urine gelap

Dalam cuaca yang “menyengat” seperti ini, satu hal yang pasti: jangan menantang matahari tanpa perlindungan. Tubuh manusia bukan baja — jadi, jaga diri, tetap sejuk, dan minum cukup air!

(Rini)
#CuacaPanasEkstrem #BMKG #Padang

 


Serasinews.com, PADANG PANJANG — Dalam tiga hari terakhir, tanah Sumatera Barat seolah tak pernah benar-benar tenang. Getaran demi getaran mengguncang bumi Ranah Minang  bukan hanya sekali dua kali, melainkan sebanyak 47 kali sejak 14 Oktober hingga 16 Oktober 2025.

Data mencengangkan itu dirilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Padang Panjang, Suaidi Ahadi, Kamis (16/10/2025) pagi.

“Sampai pukul 08.00 WIB, kami mencatat sudah terjadi 47 kali gempa sejak tanggal 14 Oktober. Semua aktivitas gempa tersebut terdeteksi di segmen Sianok bagian utara,” tulis Suaidi dalam keterangan resminya.

Sianok, Urat Patah yang Tak Pernah Tidur

Segmen Sianok bukan sekadar nama di peta geologi. Ia adalah salah satu urat nadi dari Sesar Besar Sumatera patahan raksasa sepanjang ribuan kilometer yang membentang dari Aceh hingga Lampung.
Dan dari lima segmen utama sesar yang melintasi wilayah Sumbar, Sianok-lah yang paling aktif.

“Frekuensi gempa kecil dengan magnitudo di bawah 3,5 ini bisa menjadi pertanda bahwa segmen sedang dalam fase foreshock  atau gempa pendahuluan yang kadang disusul oleh gempa lebih besar (mainshock),” jelas Suaidi.

Dalam istilah ilmiah, rentetan gempa kecil ini adalah bentuk “napas” dari kerak bumi yang sedang menyesuaikan tekanan. Namun di balik bahasa tenang para ahli geofisika itu, tersimpan potensi ancaman serius.

“Kejadian gempa ini merupakan proses pelepasan energi (energy release) dari segmen Sianok yang sedang berusaha mencapai kestabilan,” tambah Suaidi.

Seruan untuk Waspada: Dari Tebing hingga Sungai

Menyikapi pola gempa yang meningkat, BMKG mengimbau agar pemerintah daerah segera memperkuat edukasi mitigasi bencana kepada masyarakat yang tinggal di sekitar zona sesar aktif.

Masyarakat diimbau untuk:

  • Menjauhi tebing curam yang rawan longsor,
  • Mewaspadai aliran sungai di dekat jalur sesar yang berpotensi menjadi sumber galodo (banjir bandang khas Sumatera Barat),
  • Dan yang paling penting, selalu memperbarui informasi resmi dari BMKG.

“Demikian kami sampaikan, semoga menjadi bagian dari kesiapsiagaan dan kewaspadaan bersama,” pungkas Suaidi.

Sianok: Di Balik Keindahan, Tersimpan Luka Bumi

Segmen Sianok merupakan salah satu dari 19 segmen patahan aktif dalam sistem Sesar Besar Sumatera (Sesar Semangko). Panjangnya sekitar 90 kilometer, membentang dari timur laut Danau Singkarak, melewati barat daya Gunung Marapi, hingga Ngarai Sianok di Bukittinggi — kawasan yang terkenal indah, tetapi ternyata juga menyimpan potensi bahaya laten.

Patahan ini bergerak secara horizontal (strike-slip), dengan kecepatan geser mencapai 23 milimeter per tahun.
Jika tekanan terus menumpuk dan tak segera terlepas, segmen ini mampu menghasilkan gempa dahsyat dengan magnitudo hingga 7,4.

Jejak Gempa-Gempa Besar di Sianok

Sejarah mencatat, Sianok bukanlah wilayah asing bagi bencana besar. Beberapa kali, bumi di sepanjang jalurnya pernah pecah dengan kekuatan yang memorakporandakan:

  • 1 Oktober 1822: Segmen ini memicu gempa besar yang mengguncang wilayah pedalaman Sumatera Barat.
  • 4 Agustus 1926: Gempa bermagnitudo 7,0 meluluhlantakkan kawasan antara Bukittinggi dan Danau Singkarak, menelan ratusan korban jiwa dan meninggalkan luka sejarah bagi Sumbar.
  • 6 Maret 2007: Dua gempa beruntun dengan magnitudo 6,4 dan 6,3 kembali mengguncang. Tanah Datar dan Padang Panjang menjadi saksi bisu atas rumah-rumah roboh dan puluhan nyawa melayang.

Kini, hampir dua dekade berselang, Sianok kembali menunjukkan gelagatnya.
Rangkaian 47 gempa dalam waktu tiga hari bisa jadi hanyalah “bisikan” kecil bumi, tapi juga bisa menjadi pertanda sebelum letupan energi besar berikutnya.

Antara Sains dan Kesiapsiagaan

Para ahli mungkin akan memandangnya sebagai data, tren, dan grafik seismik. Tapi bagi masyarakat di kaki Gunung Marapi, di lembah Singkarak, atau di tepi Ngarai Sianok, setiap getaran kecil adalah alarm yang nyata  pengingat bahwa mereka hidup di atas bumi yang terus bergerak.

Sumatera Barat memang indah, tapi di bawah keelokan alamnya, tersimpan kekuatan geologi yang luar biasa — dan tanggung jawab besar untuk selalu waspada.

Sumber: BMKG Geofisika Padang Panjang.

(Riko)

#Gempa #SumateraBarat #BMKG #PatahanSegmensianok

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.