Serasinews.com, Dharmasraya — Jalan penghubung antara Nagari Lubuk Besar dan wilayah Kecamatan Asam Jujuhan, Kabupaten Dharmasraya, kini berada dalam kondisi memprihatinkan. Dari total panjang sekitar 15 kilometer, lebih dari 7 kilometer dilaporkan rusak berat dan sulit dilalui, terutama saat hujan turun.
Ruas jalan yang seharusnya menjadi urat nadi mobilitas warga itu berubah menjadi lintasan berlumpur. Kubangan air, lumpur tebal, dan permukaan jalan licin mendominasi hampir separuh lebih badan jalan. Tak jarang kendaraan roda dua terjatuh, sementara mobil harus didorong secara manual oleh warga karena terperosok lumpur.
“Kalau hujan, jalan ini tidak bisa dilewati dengan normal. Mobil sering terbenam, motor jatuh sudah jadi pemandangan sehari-hari,” kata seorang warga setempat.
Jalur Strategis yang Terabaikan
Jalan ini memiliki peran strategis bagi masyarakat Lubuk Besar dan nagari sekitarnya. Selain menjadi jalur distribusi hasil pertanian dan perkebunan, ruas tersebut juga menjadi akses utama menuju sekolah, fasilitas kesehatan, serta pusat aktivitas ekonomi antar nagari.
Namun kerusakan berkepanjangan membuat roda ekonomi masyarakat tersendat. Biaya angkut meningkat, hasil kebun terlambat dipasarkan, dan waktu tempuh menjadi berlipat ganda.
“Pembeli malas masuk karena jalan rusak. Ongkos naik, hasil kebun susah keluar,” keluh warga lainnya.
Ancaman Nyata bagi Keselamatan
Tak hanya soal ekonomi, kondisi jalan ini juga menyimpan risiko serius bagi keselamatan. Kubangan dalam yang tertutup air sering mengecoh pengendara. Pada malam hari atau saat hujan deras, risiko kecelakaan semakin tinggi.
Sejumlah dokumentasi warga memperlihatkan kendaraan yang terjebak lumpur hingga roda nyaris tenggelam, menegaskan buruknya kondisi infrastruktur tersebut.
Warga Desak Tindakan Nyata
Masyarakat mendesak pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret. Warga menilai perbaikan yang dilakukan selama ini bersifat sementara dan tidak menyentuh akar persoalan.
“Kami tidak meminta yang berlebihan. Ini jalan utama masyarakat. Kalau terus dibiarkan, kami benar-benar terisolasi,” ujar seorang tokoh masyarakat.
Hingga kini, warga masih menunggu komitmen nyata pemerintah daerah untuk memperbaiki jalan tersebut secara menyeluruh. Kerusakan yang terus dibiarkan dikhawatirkan akan memperparah kondisi sosial dan ekonomi masyarakat di wilayah Lubuk Besar dan Asam Jujuhan.
(Rini/Mond)
#Infrastruktur #Daerah
#KabupatenDharmasraya


Posting Komentar