Serasinews.com, BUKITTINGGI – Prestasi membanggakan sekaligus mengharukan ditorehkan atlet Wushu Taolu putri Kabupaten Kepulauan Mentawai, Dinda Wahyuni, dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat (Sumbar) XVI. Ia berhasil meraih medali emas pada nomor Gunshu Putri, sekaligus menghadirkan kebanggaan bagi daerahnya yang baru saja memperingati hari jadi ke-27 pada 4 Oktober 2026.
Keberhasilan Dinda meraih podium tertinggi bukan sekadar pencapaian di arena pertandingan. Medali tersebut menjadi persembahan istimewa bagi Kabupaten Kepulauan Mentawai, sekaligus bentuk penghormatan kepada sang ibu yang selama ini menjadi sumber kekuatan dalam perjalanan hidup dan karier olahraganya.
Tampil dengan penuh konsentrasi dan penghayatan, Dinda menunjukkan kemampuan terbaiknya saat berlaga di GOR Kota Bukittinggi. Ketekunan menjalani latihan dan perjuangan panjang yang telah dilaluinya akhirnya membuahkan hasil manis berupa medali emas.
Usai menerima medali pada Kamis (9/10/2026), Dinda tak mampu menyembunyikan rasa harunya. Baginya, kemenangan tersebut memiliki makna tersendiri karena menjadi persembahan untuk daerah yang dicintainya.
“ Hanya ini yang bisa kita persembahkan pada hari jadinya Kabupaten Kepulauan Mentawai yang ke-27 tahun,” ujar Dinda dengan suara bergetar.
Lebih dari sekadar kemenangan, medali emas ini juga menjadi pencapaian tertinggi dalam perjalanan Dinda di cabang olahraga Wushu Taolu. Ia bahkan menyebut keikutsertaannya dalam Porprov kali ini berpeluang menjadi penampilan terakhirnya, seiring bertambahnya usia serta tuntutan pekerjaan yang harus dijalani.
Jika benar menjadi akhir perjalanannya sebagai atlet, prestasi di Porprov Sumbar XVI akan menjadi penutup yang membanggakan bagi perjalanan panjang yang telah ia bangun selama bertahun-tahun.
Persembahan untuk Sang Ibu
Di balik keberhasilan Dinda, terdapat sosok Elmawati, sang ibu yang membesarkannya seorang diri. Sebagai anak tunggal, Dinda tumbuh dengan menyaksikan perjuangan dan pengorbanan ibunya demi memberikan kehidupan yang terbaik bagi dirinya.
Perjalanan tersebut menjadi salah satu alasan kuat bagi Dinda untuk terus berlatih dan memberikan kemampuan terbaiknya. Karena itu, ketika medali emas berhasil diraih, sosok pertama yang terlintas dalam benaknya adalah sang ibu tercinta.
Dengan mata berkaca-kaca, ia menyampaikan rasa terima kasih atas segala pengorbanan yang telah diberikan selama ini.
“Medali emas ini saya persembahkan untuk mama tercinta yang telah membesarkan saya dengan susah payah. Terima kasih Mama,” tuturnya penuh haru.
Bagi Dinda, medali tersebut menjadi simbol kasih sayang sekaligus ungkapan terima kasih kepada sosok yang senantiasa mendukungnya melewati berbagai tantangan kehidupan.
Terima Kasih untuk Semua Pendukung
Dinda juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai, KONI, serta seluruh ofisial yang telah mendukung perjuangannya selama mengikuti Porprov Sumbar XVI.
Ucapan terima kasih turut disampaikan kepada Kak Yosi, Kak Gita, Dhea, Keken, Nabila, Iqrar Permana Nusantara, dan Daffa, serta para atlet Sanda yang telah memberikan dukungan moral selama dirinya menjalani pertandingan.
Menurutnya, keberhasilan yang diraih tidak terlepas dari dukungan banyak pihak yang terus memberikan semangat hingga ia mampu tampil maksimal di arena.
Menutup pernyataannya, Dinda berharap prestasi yang diraihnya dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda Mentawai, khususnya para atlet yang tengah merintis perjalanan di dunia olahraga.
Ia berpesan agar para atlet muda tidak mudah menyerah dan tetap berani mengejar cita-cita, meskipun harus menghadapi berbagai keterbatasan dan tantangan.
“Mudah-mudahan apa yang saya perjuangkan hari ini bisa menjadi motivasi untuk adik-adik atlet Mentawai selanjutnya. Jangan pernah takut bermimpi,” pesannya.
Dinda juga menyampaikan ucapan selamat atas hari jadi Kabupaten Kepulauan Mentawai yang ke-27.
“Selamat Hari Jadi Kabupaten Kepulauan Mentawai yang ke-27 tahun. Mentawai Progresif!”
Medali emas yang dibawa pulang Dinda Wahyuni menjadi catatan penting bagi olahraga Mentawai. Namun, di balik prestasi tersebut, tersimpan kisah tentang ketekunan, pengorbanan seorang ibu, dan kecintaan seorang anak terhadap daerah asalnya.
Bagi Dinda, kemenangan ini bukan hanya tentang berdiri di podium tertinggi, melainkan tentang menuntaskan perjuangan dengan sebuah persembahan yang penuh makna untuk keluarga dan tanah kelahirannya.
(Kennia Syafina Amran)


Posting Komentar