Desember 2025

Aceh Afif Maulana Agam AIDS Aipda Dian WR AirterjunLembahAnaiMeluap Aksibersihpantai AksiJalanan Aleknagari Amak Lisa AmalanBulanRajab AndreRosiade AnjingPelacak anthropophobia Antikorupsi ApdateKorbanBencanaSumatera Apelsiaga Apeltanggapbencana Arif maulana Arosuka Artikel Artis Minang Asusila balapliar BalapMotor Bali Balikpapan BandarNarkobaKabur Bandung BangunanLiar Banji Banjir BanjirAceh BanjirAgam BanjirBandang BanjirPadang BanjirSumatera BanjirSumbar BanjirSumut bansos banten BantuanBencanaAcehHilang BantuanKorbanBencanaPasbar Banyuwangi Bapenda BareskrimPolri Batam BatangArau Batuk BBM BeaCukai bencana Bencana alam Bencanaalam BencanaAlamSumateraBarat BencanaHidrometeorologi BencanaKotaPadang BencanaSumatera BencanaSumbar BerantasNarkoba BibitSiklonTropis95B BKSDA BMKG BNNPSumbar BNNsumbar BNPB BobonSantoso Box Redaksi BPBDKabupatenAgam BPBDPadang BPBDSumbar BPHMigas BrimobPoldaSumbar Brimobuntukindonesia BRISuperLeague bukit sitinurbaya Bukittinggi BungaBangkai BungaRafflesia BWSS V padang BWSSV BWSSVPadang Calon Bupati cemburubuta CerintIrallozaTasya Cikampek Cikarang CuacaEkstrem cuacapanasekstrem curanmor Daerah danabos Dandrem 032 WBR dankodaeral II Demonstrasi Denpasar Depok DeptCollector Dharmasraya Dinas sosial DinasPendidikanSumbar DinasPerpusipPadang DinasPerpustakaandanArsip DinasPertanian dinassosial dinassosialpadang Dirlantas Dirlantas Polda Sumbar DirlantasPoldaSumbar Disdukcapil DitlantasPoldaSumbar DitpolairudPoldaSumbar DPCPKBkotapadang DPDRI DPR DPRD Padang DPRDpadang DPRDsumbar DPUPR DPUPRPadang dubalangkota EmpatPilar Enarotali Evakuasi festival sepakbola Filipina Galodo GalodoLembahAnai gangguanhormon GanjaKering gaya hidup GayaHidup gempa GempaBumi gerakcepatdinsos gorontalo GrasstrackMotocross Gresik GunungMerapiErupsi gurbernurriaukenaottkpk HAM HargaCabaiNaik Haripahlawan Harisumpahpemuda Hidroneteologi Hipnotis HismawaMigas HIV Hot New HubunganSesamaJenis hukum Huntara HUT Humaspolri ke 74 HUT80Brimob Hutan IKW IKWRI IlegalFishing IlegalMinning IllegalLogging Indonesia Indonesia. indonesiamaju infrastruktur Intan jaya Internasional irigasi Islam Islami Jakarta Jakarta Selatan JalanLembahAnaiPutus JalanLongsor JalanRetak Jambi Jawa Tengah Jayapura Jayawijaya JembatanPutus JembatanRetak Jogyakarta jurnalis JusufKalla K9 Kabupaten Agam kabupaten dharmasraya Kabupaten Solok KabupatenAgam KabupatenDharmasraya KabupatenPasamanBarat KabupatenPesisirSelatan kabupatenSolokSelatan KafeKaraoke KAI Sumbar Kakorlantas kakorlantaspolri kapolres kapolressijunjung Kapolri KarangTaruna kasat narkoba KasusMedis keamanan kebakaran KebakaranPasarPayamumbuh KebatanGunungNagoPutus kecamatankototangah kecelakaan kegiatanrutin KejariDharmasraya kejaripadang kejaripesel kekerasan kelangkaanBBM kelangkaansolar Kemenag Kemenhut Kemenkes Kementrian PU kementriankebudayaan KementrianLingkunganHidup KemuliaanBulanRajab kendaraan KeracunanMakanan Kesehatan keselamatan bersama keselamatan kerja kesiapsiagaan kesunyian malam ketertiban umum KetertibanUmum Kiwirok KKB KLHK Kodim 0307 Tanah Datar KomnasHAM komplotanganjalATM KorbanBanjirAgam KorbanBrncanaAgam Korem 032/WB Korpolairud korupsi Kota Padang KotaPadang KotaPariaman KPK Kriminal KRYD KUHP KumpulanDo'a Laksamanamuda Lampung LembahAnai Lembang Leonardy LGBT life style lifestyle Lima Puluh Kota LimaPuluhKota lingkungan listrikilegal literasi lombok timur Longsor LongsorKampusUINImambonjol LowonganKerjaPalsu Madiun Magelang MahardikaMudaIndonesia MahyeldiAnsharullah Makan Bergizi Gratis Makasar Malalak MalPraktek ManfaatAirKelapa manila MapolsekMuaraBatangGadisDibakarMasaa MataElang Medan MengelolaAirUntukNegri mentalhealth Mentawai Mesum Mimika Miras MirasIlegal MobilBencanaDibakarMassa MobilPatwalPoldaSumbarKecelakaan MobilSatpolPPAcehDibakarMassa MogokKerja MTsN10pesisirselatan Muhammadiyah mutilasibayi nagarisolokambah nagarisulitair narkoba Narkotika Nasioanl Nasional ngaraisianok NinjaSawit NTT odgj OknumGuruLGBT Oksibil olahraga Opini OprasiLilinSinggalang2025 oprasimalam oprasitumpasbandar2025 oprasizebra2025 oprasizebrasinggalang2025 OrangHanyut OTTKPK PADA Padang Padang panjang Padang Pariaman PadangAman PadangPariaman PadangRancak PadangSigap Pahlawannasional pajak air tanah Palimanan pandekarancak pantaipadang Papua parenting Pariaman Parlemen Pasaman Pasaman barat pasamanbarat pasang pasarrayapadang Pasuruan Payakumbuh PDAM PeduliBencana Pekanbaru Pelalawan pelayananhumanis pelayanansosial PelemikBantuanAsing PemakamanMasalKorbanBencanaSumbar PembabatanHutan PembalakanHutanMentawai pembalakanLiar Pembunuhan pemerasan Pemko Padang PemkoPadang PemulihanBencana PemutihanPajakKendaraan pencabulan PencarianKorbanBanjirPadang Pencirian PenculikanAnak Pencurian Pendidikan penegakanhukum penemuanbayi penemuanJanin PenemuanJasadBayo penemuanmayat Penertiban Pengancaman pengangguran penganiayaan Pengeroyokan Penggelapan Penjarahan Perbankan Perceraian Perdagangan peristiwa peristiwadaerah perlindungananak Persami PersijaJakarta pertahanan PerumdaAirMinum Pesisir Selatan PesisirSelatan Peti PJN PKL PolaMakan PolantasMenyapa Polda banten Polda Jabar Polda Kalbar Polda Metro Jaya polda Papua POLDA SulBar POLDA SUMBAR PoldaRiau Poldasumbar PoldaSumut Polhut Policegoestoscool Polisi Politik polPP polres Polres 50 kota Polres Dharmasraya Polres Mentawai Polres Padang panjang Polres Pasaman Polres Pasaman Barat Polres Solok Polres solok selatan PolresPadang polrespasaman polrespasamanbarat polrespasbar PolresPayakumbuh polrespesel PolresSolokKota polresSolokSelatan Polresta bukittinggi Polresta Padang PolresTanahDatar polrestapadang POLRI PolriPresisi Polsek bungus barat Polsek Koto Tangah Padang Polsek Lubeg Pontianak PrabowoSubianto PrajuritTNITewas PrediksiCuaca premanisme Presiden RI PrestaPadang psp padang Ptostitusi PuanMaharani Puncak jaya Purwakarta jawabarat QuickWins Razia RekeningDormant Religi RevisiKUHP Riau RidwanKamil RokokIlegal sabu Sajam SakitPerut Sarkel SatgasDamaiCartenz satgasoprasidamai satlantaspolresta SatpolPP SatpolPPAceh Sawahlunto Sawmil SeaGamen2025 segmen sianok seherman SekolahRakyat Semarang semenpadang SemenPadangFC Senjatatajam sepakbola sepakbolaindonesia SepakBolaWanita Serang ServisKendaraanGratisKorbanBanjirAgam SiagaBencana SigapMembangunNegriUntukRakyat Sijunjung sikat singgalang2025 silent treatment simulasibencana Sinkhole siswismptewassaathiking sitinjaulauik Skoliosis SMA1pulaupunjung sobatlalulintasrancakbana solok Solok selatan solokarosuka solokselatan solsel Sosialisasi SPBUganting SPPG STNK Strongpoint subsidi ilegal sukabumi Sulawesi Tenggara Sumatera Barat SumateraBarat Sumaterbarat Sumatra barat Sumbar SungaiKuranji Surabaya swasembadapangan TambangEmasIlegal tambangilegal TambangIlegalSumbar Tanah datar tanahdatar tanggapdarurat TanggapDaruratBencana tawuran TawuranNarkoba Terbaru Ternate Timika Papua timklewang TimnasIndonesiaU22 TimnasWanitaIndonesia TNI TPUTunggulHitam Transformasi polri transpadang transportasi TrukTerbakar tsunamiDrill Tuak Uin UIN IB Padang UpadateKorbanBencanaSumatera UpdateKorbanBanjirSumatera UpdateKorbanBencanaAlam UpdateKorbanBencanaSumatera Utama UUMD3 Viral Yalimo Yogyakarta Yuhukimo

 

Serasinews.com, Tanah Datar – Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanah Datar menetapkan Direktur Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tuah Sepakat, VK, S.E., MBA, sebagai tersangka dalam perkara dugaan penyimpangan pengelolaan keuangan daerah yang menyebabkan kerugian negara sekitar Rp 2,3 miliar.

Penetapan tersangka dilakukan berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Nomor: PRINT-01.a/L.3.17/Fd.1/06/2025 tanggal 18 Juni 2025 dan Surat Penetapan Tersangka Nomor: TAP-01/L.3.17/Fd.2/12/2025. Usai ditetapkan sebagai tersangka, VK langsung ditahan selama 20 hari, terhitung sejak 30 Desember 2025 hingga 18 Januari 2026, di Rutan Kelas IIB Batusangkar.

VK diangkat sebagai Direktur Perumda Tuah Sepakat melalui SK Kuasa Pemilik Modal (KPM) Nomor 500/01/KPM-Perumda TS–2022 tertanggal 30 Maret 2022 untuk masa jabatan 2022–2026. Namun dalam pelaksanaannya, penyidik menilai tersangka mengambil sejumlah kebijakan strategis tanpa persetujuan KPM dan Dewan Pengawas, sehingga bertentangan dengan ketentuan pengelolaan BUMD.

Salah satu temuan penyidik adalah pembukaan Unit Usaha Scooter di kawasan Istano Basa Pagaruyung tanpa persetujuan KPM. Untuk membiayai usaha tersebut, tersangka diduga meminjam dana dari pihak lain sebesar Rp 100 juta, yang digunakan untuk membeli 21 unit scooter. Unit usaha tersebut dinilai tidak memiliki perencanaan bisnis yang sah.

Selain itu, tersangka juga diduga menyewakan tiga unit kendaraan milik Perumda kepada pihak ketiga secara sepihak dengan mekanisme sewa yang tidak jelas serta pembayaran yang tidak sesuai perjanjian, sehingga berpotensi merugikan perusahaan.

Dalam kasus lain, VK diduga menjual satu unit bus aset Perumda tanpa prosedur pelepasan aset yang sah. Sebagian hasil penjualan bus tersebut diketahui masuk ke rekening pribadi tersangka dan tidak dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.

Penyimpangan paling signifikan ditemukan pada pengelolaan penyertaan modal daerah sebesar Rp 4 miliar yang diterima Perumda pada November 2022. Penyidik mengungkap adanya perubahan rekening secara sepihak menjadi rekening giro, dugaan pemalsuan tanda tangan, serta penggunaan rekening tersebut sebagai rekening utama kas Perumda tanpa pengawasan.

Sepanjang tahun 2022 hingga 2023, dana Perumda diketahui mengalir ke sejumlah rekening, termasuk rekening pribadi tersangka dan anggota keluarganya. Penyidik juga menemukan transaksi fiktif, penggunaan dana perusahaan untuk kepentingan pribadi, serta pencatatan sepihak dalam pembukuan.

Pada tahun 2024, tersangka kembali diduga menjual dan menggadaikan sejumlah aset Perumda tanpa prosedur yang sah, dengan seluruh hasil penjualan dan gadai masuk ke rekening pribadinya.

Penyidikan juga mengungkap bahwa Perumda Tuah Sepakat beroperasi tanpa Rencana Bisnis dan RKAP pada tahun 2022, yang merupakan pelanggaran serius terhadap ketentuan tata kelola BUMD.

Berdasarkan hasil perhitungan sementara, kerugian keuangan negara/daerah mencapai Rp 2.318.726.788 dan masih berpotensi bertambah seiring pendalaman penyidikan.

Kepala Kejaksaan Negeri Tanah Datar, Anggiat AP Pardede, SH., MH, menegaskan bahwa pihaknya akan menuntaskan perkara ini secara profesional dan transparan, serta segera melimpahkan perkara ke pengadilan apabila berkas telah lengkap.

(Rini/Mond

#Korupsi #Hukum


 

Serasinews.com, Padang — Aktivitas layanan Bus Trans Padang terhenti total pada Selasa (31/12/2025) setelah para sopir melakukan aksi mogok massal di depan Balai Kota Padang, Aia Pacah. Aksi tersebut dipicu oleh belum dibayarkannya gaji sopir selama tiga bulan, serta tidak jelasnya kontrak kerja dan Bantuan Operasional Khusus (BOK) antara operator dengan Pemerintah Kota Padang.

Sebanyak 54 unit bus yang melayani Koridor 1 hingga 6 terpaksa tidak beroperasi. Kondisi ini berdampak langsung pada ribuan warga yang sehari-hari bergantung pada Trans Padang sebagai moda transportasi utama.

Krisis ini turut menyingkap persoalan serius dalam pengelolaan Trans Padang. Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) sebelumnya menemukan permasalahan tata kelola operasional dengan nilai anggaran mencapai Rp5,291 miliar. Temuan tersebut dinilai memiliki keterkaitan dengan tersendatnya pembayaran hak sopir dan ketidakstabilan operasional layanan.

Para sopir menyatakan permasalahan serupa telah berulang kali terjadi tanpa penyelesaian yang jelas. Mereka menilai lemahnya pengawasan dan manajemen menjadi akar persoalan yang hingga kini belum dibenahi secara menyeluruh.

Ironisnya, hingga berita ini diturunkan, Kepala Dinas Perhubungan Kota Padang, Ances Kurniawan, belum memberikan klarifikasi. Upaya konfirmasi melalui pesan WhatsApp pada Selasa (30/12/2025) tidak mendapat tanggapan.

Mogok massal ini menjadi sinyal darurat bagi Pemerintah Kota Padang. Selain merugikan sopir, lumpuhnya Trans Padang juga mengorbankan kepentingan publik. Masyarakat berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret agar layanan transportasi massal tersebut dapat kembali berjalan dan dikelola secara profesional.

(Rini/Mond)

#Peristiwa #MogokKerja #TransPadang

#Padang

 

Serasinews.com, Agam – Proyek percepatan penanganan abrasi Pantai Masang, Tiku, Kabupaten Agam, terus dikebut menjelang berakhirnya Tahun Anggaran 2025. Dalam hitungan jam menuju penutupan tahun, aktivitas di lokasi proyek tampak semakin intens demi memastikan pekerjaan berjalan sesuai target.

Pantauan di lapangan pada Selasa (30/12/2025) sekitar pukul 11.00 WIB menunjukkan lalu lalang truk pengangkut batu gajah menuju kawasan pesisir Pantai Masang. Material tersebut menjadi bagian penting dalam upaya penguatan garis pantai yang selama ini tergerus abrasi dan mengancam pemukiman serta fasilitas warga.

Abrasi di Pantai Masang telah berlangsung cukup lama dan menimbulkan kekhawatiran masyarakat pesisir. Selain mengancam infrastruktur dan lahan produktif, kondisi ini juga meningkatkan risiko bencana, terutama saat gelombang tinggi dan cuaca ekstrem melanda wilayah pesisir barat Sumatera.

Seorang sopir truk yang ditemui di wilayah Sikabu, Kampung Tangah, mengungkapkan bahwa dirinya terlibat dalam pengangkutan material proyek.

“Saya mengangkut batu ke arah Tiku. Kegiatan ini sudah berjalan beberapa hari, dan saya baru ikut hari ini,” katanya singkat.

Menurutnya, material batu diambil dari kawasan Jalan Baru Muko-Muko, Maninjau. Informasi tersebut menjadi perhatian penting agar proses pengadaan material tetap sesuai dengan aturan yang berlaku serta memperhatikan aspek kelestarian lingkungan.

Perlu Pengawasan Ketat

Sebagai proyek strategis pemerintah, penanganan abrasi Pantai Masang diharapkan tidak hanya mengejar kecepatan, tetapi juga mengedepankan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan keberlanjutan lingkungan. Sejumlah warga menyatakan dukungan terhadap pembangunan tersebut karena dinilai penting untuk keselamatan kawasan pesisir.

“Manfaatnya jelas untuk melindungi kampung kami dari abrasi. Tapi kami berharap pengawasan tetap ketat agar tidak muncul masalah lingkungan baru,” ujar seorang warga.

Pihak pengawas proyek dan instansi terkait diharapkan terus melakukan pemantauan langsung di lapangan guna memastikan seluruh tahapan pekerjaan berjalan sesuai spesifikasi teknis dan ketentuan hukum.

Dengan kolaborasi antara pemerintah, pelaksana proyek, aparat pengawas, serta masyarakat, proyek penanganan abrasi Pantai Masang diharapkan mampu memberikan perlindungan jangka panjang sekaligus menjadi contoh pembangunan infrastruktur pesisir yang bertanggung jawab dan berkelanjutan di Kabupaten Agam.

(Rini/Mond)

#Infrastruktur #SumateraBarat




‎PADANG – Merayakan hari jadinya yang ke-51 pada 30 Desember 2025, Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumda AM) Kota Padang menegaskan posisinya sebagai institusi yang matang dan tahan banting. Mengangkat tema “Mengalirkan Harapan, Membangun Masa Depan”, momentum emas ini menjadi simbol transformasi layanan air bersih yang tidak hanya berorientasi pada bisnis, tetapi juga misi kemanusiaan.
‎Sinergi dan Apresiasi di Hari Jadi
‎Peringatan HUT ke-51 dirayakan dengan khidmat melalui serangkaian aksi sosial, mulai dari donor darah hingga pemberian bantuan bagi pelaku UMKM dan penghargaan bagi pelanggan setia. Walikota Padang, Fadly Amran, hadir langsung sebagai Inspektur Upacara sekaligus mewakili Kuasa Pemilik Modal (KPM).
‎Dalam arahannya, Fadly Amran menekankan vitalitas peran Perumda AM dalam struktur kehidupan masyarakat.
‎“Air adalah kebutuhan mutlak masyarakat. Perumda AM Padang harus mampu menjamin ketersediaannya dalam kondisi apa pun,” tegas Fadly Amran.
‎Ujian Bencana dan Respon Cepat
‎Tahun ke-51 ini menjadi spesial karena dilalui di tengah pemulihan pasca-banjir bandang yang sempat melumpuhkan infrastruktur air kota. Walikota memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi tim di lapangan yang bekerja tanpa kenal lelah memulihkan distribusi. Upaya ini pun mendapat dukungan konkret dari pemerintah pusat melalui alokasi dana bantuan sebesar Rp500 miliar untuk penguatan infrastruktur.
‎Direktur Utama Perumda AM Padang, Hendra Pebrizal, menjadi sosok kunci di balik normalisasi layanan yang tergolong cepat. Saat ini, pihaknya telah berhasil memulihkan 98 persen layanan distribusi air kepada pelanggan.
‎“Saat ini fokus utama kami adalah percepatan pemulihan layanan hingga 100 persen. Insya Allah, sesuai arahan Walikota, dalam satu bulan ke depan pelayanan akan pulih sepenuhnya,” ujar Hendra Pebrizal.
‎Beliau menambahkan bahwa tantangan teknis seperti tingkat kekeruhan air dan perbaikan intake darurat terus dikebut. Proyek rehabilitasi dan rekonstruksi permanen dijadwalkan memulai proses tender pada Januari 2026 dengan target rampung di akhir 2027.
‎Visi Masa Depan: Menuju Perseroda
‎Di bawah kepemimpinan Hendra Pebrizal, Perumda AM Padang tidak hanya ingin sekadar pulih, tetapi juga naik kelas. Rencana besar transformasi kelembagaan dari Perumda menjadi Perseroda kini tengah dimatangkan. Langkah strategis ini diambil untuk meningkatkan fleksibilitas perusahaan dalam menarik investasi dan profesionalisme manajemen.
‎“Transformasi ini penting agar Perumda AM Padang lebih fleksibel, profesional, dan siap bersaing, tanpa meninggalkan esensi pelayanan publik,” jelas Hendra.
‎Dukungan Mitra Strategis
‎Kemeriahan HUT ini juga diperkuat oleh dukungan mitra perbankan. Bank Mega memberikan apresiasi berupa tiket umrah gratis bagi pelanggan beruntung, sementara Bank Nagari menyalurkan 10 unit menara dan tangki air bersih untuk membantu wilayah yang masih terdampak gangguan distribusi.
‎Dengan usia yang lebih dari setengah abad, Perumda AM Kota Padang berkomitmen untuk terus menjadi "Role Model" bagi PDAM secara nasional—sebuah institusi yang tidak hanya mengalirkan air, tetapi juga mengalirkan harapan bagi kesejahteraan warga Kota Padang.(SRP)

 

Serasinews.com, Padang — Curah hujan tinggi yang mengguyur Kota Padang sejak Selasa siang menyebabkan sejumlah sungai meluap dan memicu banjir di beberapa kawasan rawan. Sekitar pukul 16.00 WIB, air mulai merendam permukiman warga setelah debit sungai naik drastis dalam waktu singkat.

Dampak terparah terjadi di Kecamatan Nanggalo dan Kecamatan Pauh. Luapan air sungai di dua wilayah tersebut menimbulkan kepanikan warga, terutama karena hujan diperkirakan masih akan berlanjut hingga malam hari.

Di Kecamatan Nanggalo, kawasan Tabing Banda Gadang kembali terendam banjir. Air sungai meluap ke permukiman padat penduduk, sementara sistem drainase yang terbatas tidak mampu menahan volume air hujan. Genangan pun cepat meluas ke rumah-rumah warga.

Kawasan Tabing Banda Gadang, Gurun Laweh, dan Kampung Lapai memang dikenal sebagai daerah rawan banjir. Letaknya yang berada di sekitar aliran sungai membuat wilayah ini hampir selalu terdampak setiap kali hujan deras mengguyur Kota Padang.

Camat Nanggalo, Amrizal Rengganis, meminta warga yang tinggal di daerah bantaran sungai untuk meningkatkan kewaspadaan dan segera bersiap jika diperlukan evakuasi.

“Debit Sungai Batang Kuranji di kawasan Gunung Nago mengalami peningkatan cukup signifikan. Kami mengimbau warga yang berada dekat aliran sungai untuk sementara menjauh dan mengutamakan keselamatan,” ujar Amrizal.

Sementara itu, banjir juga melanda Kecamatan Pauh setelah Sungai Batu Busuk meluap dan merendam permukiman warga di RT 03 RW 04, Kelurahan Kapalo Koto. Air sungai naik secara tiba-tiba, memaksa warga menyelamatkan diri ke tempat yang lebih aman.

Sebanyak 16 unit rumah dilaporkan terendam dengan ketinggian air yang bervariasi. Derasnya arus air membawa lumpur serta material kayu dan ranting, sehingga memperparah genangan di sekitar permukiman.

Ketua Posko Talang Mandiri sekaligus Ketua Karang Taruna setempat, M. Ilham, mengatakan relawan bergerak cepat begitu air mulai naik. Warga di titik terendah langsung diarahkan untuk melakukan evakuasi mandiri.

“Kenaikan air terjadi sangat cepat. Kami fokus membantu warga, terutama anak-anak dan lansia, agar bisa berpindah ke lokasi yang lebih aman,” ujarnya.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang telah mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem dan meminta masyarakat di daerah rawan banjir tetap siaga. Petugas bersama relawan terus memantau perkembangan debit sungai serta menyiapkan langkah-langkah penanganan darurat.

Peristiwa ini kembali menegaskan tingginya potensi bencana hidrometeorologi di Kota Padang saat musim hujan, sehingga kewaspadaan dan kesiapsiagaan masyarakat menjadi kunci untuk meminimalkan dampak banjir.

(VLR

#Peristiwa # Banjir

 

Serasinews.com, Padang — Longsor terjadi di Kecamatan Lubuk Kilangan, tepatnya di ruas jalan bawah Panorama 1, pada Selasa (30/12/2025) sekitar pukul 17.30 WIB. Peristiwa tersebut menyebabkan material tanah dan bebatuan menutup sebagian badan jalan, sehingga arus lalu lintas di kawasan itu terganggu.

Informasi dari laporan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) menyebutkan bahwa longsor dipicu oleh kondisi tanah yang tidak stabil. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Meski demikian, pengendara yang melintas diminta untuk lebih berhati-hati.

Penanganan di lokasi terus dilakukan dengan mengerahkan dua unit alat berat milik PT HKI untuk membersihkan material longsoran. Hingga saat ini, proses evakuasi masih berlangsung agar jalan dapat segera difungsikan kembali.

Pihak terkait terus memantau situasi di lapangan serta melakukan koordinasi guna menjamin keselamatan pengguna jalan. Perkembangan selanjutnya akan diinformasikan sesuai dengan kondisi terbaru di lokasi.

Masyarakat diimbau sementara waktu menggunakan jalur alternatif dan meningkatkan kewaspadaan, mengingat potensi longsor susulan masih mungkin terjadi, terutama saat cuaca tidak menentu.

(Rini/Mond)

#Peristiwa #Longsor #SitinjauLauik

 

Serasinews.com, Padang — Kejaksaan Negeri (Kejari) Padang mengungkap skandal korupsi besar di sektor perbankan yang menyeret pejabat publik. Tiga orang resmi ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara tindak pidana korupsi manipulasi jaminan kredit pada fasilitas Kredit Modal Kerja Bank Garansi Distribusi Semen di salah satu bank milik negara di Kota Padang. Akibat praktik tersebut, negara dirugikan hingga Rp34 miliar.

Salah satu tersangka diketahui merupakan anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat, sehingga kasus ini menjadi sorotan luas publik.

Manipulasi Agunan Kredit

Kepala Kejaksaan Negeri Padang, Koswara, menyampaikan bahwa penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik menemukan bukti kuat adanya rekayasa jaminan kredit yang dilakukan secara sadar dan terencana.

Ketiga tersangka tersebut yakni:

BSN, Direktur/Komisaris PT Benal Ichsan Persada periode 2013–2020 sekaligus anggota DPRD Sumbar

RA, Senior Relationship Manager bank pada periode 2016–2019

RF, Relationship Manager bank periode 2018–2020

“Penyidik telah menemukan adanya manipulasi jaminan kredit yang menyebabkan kerugian keuangan negara sebesar Rp34 miliar,” ujar Koswara dalam konferensi pers, Senin (29/12/2025).

Peran Krusial Internal Bank

Menurut penyidik, BSN mengajukan kredit dengan agunan yang diduga fiktif atau tidak sah, namun tetap disetujui oleh pihak bank. Persetujuan tersebut dinilai melanggar prinsip kehati-hatian perbankan.

Sementara itu, RA dan RF diduga berperan aktif dalam proses persetujuan dan pencairan kredit. Penyidik menilai, tanpa keterlibatan pejabat internal bank, pencairan kredit bernilai puluhan miliar rupiah tersebut tidak mungkin terjadi.

Dua Tersangka Mangkir

Pada hari pemanggilan setelah penetapan tersangka, hanya RF yang memenuhi panggilan penyidik. Dua tersangka lainnya, BSN dan RA, tidak hadir tanpa keterangan.

“Yang hadir hanya satu tersangka. Dua lainnya tidak memenuhi panggilan, meskipun sebelumnya telah diperiksa sebagai saksi,” jelas Koswara.

Penahanan Masih Dipertimbangkan

Kejari Padang menegaskan bahwa seluruh langkah hukum masih terbuka, termasuk penahanan dan pencekalan ke luar daerah maupun luar negeri.

“Penahanan belum dilakukan, namun opsi tersebut tetap kami pertimbangkan sesuai perkembangan penyidikan,” tegas Koswara.

Ujian Integritas

Kasus ini menjadi ujian serius bagi integritas perbankan BUMN dan lembaga legislatif di Sumatera Barat. Kejaksaan memastikan penyidikan akan terus dikembangkan dan tidak menutup kemungkinan adanya tersangka baru.

Dengan nilai kerugian negara mencapai Rp34 miliar, perkara ini disebut sebagai salah satu kasus korupsi terbesar di Sumbar sepanjang 2025, sekaligus menjadi peringatan keras terhadap praktik manipulasi kredit dan penyalahgunaan jabatan.

(Rini/Mond

#Korupsi #Hukum #KejariPadang


 

Serasinews.com, Padang — Layanan Bus Trans Padang Koridor 2 rute Pasa Raya–Bungus Teluk Kabung lumpuh total pada Selasa, 30 Desember 2025. Seluruh armada tidak beroperasi akibat aksi mogok kerja yang dilakukan para sopir dan karyawan. Puluhan bus tampak terparkir di Pool Koridor 2 kawasan Bungus Teluk Kabung, Kota Padang.

Aksi mogok ini dipicu oleh belum dibayarkannya gaji pekerja selama tiga bulan berturut-turut, terhitung sejak Oktober hingga Desember 2025. Kondisi tersebut memicu kekecewaan mendalam para pekerja yang merasa hak dasar mereka sebagai karyawan diabaikan.

Seorang sopir yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan, sejak Oktober 2025 dirinya tidak lagi menerima gaji secara utuh. Ia hanya memperoleh pinjaman sebesar Rp2 juta pada Oktober, sementara gaji bulan November dan Desember belum dibayarkan hingga kini.

“Kami dituntut bekerja profesional dan disiplin, tapi hak kami justru tidak dipenuhi. Bagaimana kami bisa bekerja jika kebutuhan keluarga saja tidak terpenuhi,” ujarnya.

Ia menegaskan, seluruh sopir dan karyawan sepakat tidak akan kembali beroperasi sebelum hak mereka dibayarkan. Aksi mogok ini disebut sebagai langkah terakhir setelah berbagai keluhan yang disampaikan tidak mendapat respons.

Direktur Utama PT Bungus Teluk Kabung, Ajeng, membenarkan adanya tuntutan tersebut. Menurutnya, para pekerja meminta gaji dibayarkan terlebih dahulu sebelum bersedia kembali menjalankan operasional bus.

“Mereka meminta haknya diselesaikan, setelah itu baru mau bekerja kembali,” kata Ajeng.

Namun hingga berita ini diturunkan, belum ada kepastian kapan pembayaran gaji tersebut akan direalisasikan.

Mogok kerja ini berdampak langsung pada masyarakat. Heru, salah seorang calon penumpang, mengaku kecewa karena tidak adanya pemberitahuan terkait penghentian layanan.

“Saya sudah menunggu sejak pukul 06.30 WIB, tapi bus tidak kunjung datang. Saya bisa terlambat masuk kerja,” keluhnya.

Keluhan serupa disampaikan seorang pegawai Kecamatan Bungus Teluk Kabung yang sehari-hari menggunakan Bus Trans Padang sebagai sarana transportasi. Ia mengaku terlambat masuk kantor karena menunggu bus tanpa mengetahui adanya aksi mogok.

Ironisnya, di tengah terganggunya layanan publik ini, pemerintah dan pengelola terkesan bungkam. Upaya konfirmasi kepada Kepala Dinas Perhubungan Kota Padang maupun Direktur Utama PT Padang Sejahtera Mandiri (PSM) selaku Perumda Kota Padang tidak mendapat respons hingga berita ini ditayangkan.

Para sopir dan karyawan menegaskan, aksi mogok akan terus berlanjut hingga persoalan gaji diselesaikan secara menyeluruh. Mereka berharap pemerintah daerah dan pihak terkait segera turun tangan agar layanan transportasi publik kembali normal dan hak pekerja terpenuhi.

Situasi ini pun memunculkan pertanyaan besar: siapa yang bertanggung jawab atas terhentinya layanan publik dan terabaikannya hak pekerja serta penumpang? Hingga kini, jawabannya masih belum jelas.

(Rini/Mond

#Peristiwa #MogokKerja #Padang

#TransPadang


 

Serasinews.com,Padang – Persoalan penataan ruang publik kembali mencuat di Kota Padang. Kali ini, polemik terjadi di sepanjang Jalan Sutan Syahrir, Kecamatan Padang Selatan, akibat keberadaan papan iklan dan lapak pedagang yang dinilai mengganggu fungsi jalan dan trotoar.

Sejumlah warga dan pengguna jalan mengeluhkan papan iklan milik pedagang yang berdiri di badan jalan. Dari pantauan di lapangan, beberapa papan berukuran sedang hingga besar terlihat dipasang tepat di atas aspal, dengan tiang penyangga yang menyisakan ruang sempit bagi pejalan kaki dan pengendara. Di beberapa titik, pengendara terpaksa memperlambat laju kendaraan karena pandangan terhalang papan iklan tersebut.

Selain itu, aktivitas pedagang yang menempatkan barang dagangan di atas trotoar dan bahu jalan turut memperparah kondisi. Akibatnya, trotoar kehilangan fungsinya sebagai jalur aman pejalan kaki, sehingga warga harus berjalan di badan jalan yang ramai lalu lintas.

Salah seorang pemilik usaha membantah telah menggunakan fasilitas umum. Ia mengklaim papan iklan masih berada di area depan tokonya dan tidak mengganggu arus lalu lintas.

“Iklan itu masih di depan kedai saya sendiri, bukan di badan jalan. Tapi justru usaha saya yang ditertibkan,” ujarnya, Senin (29/12).

Namun, kondisi di lapangan menunjukkan sebaliknya. Papan iklan tampak berdiri di atas aspal dan memakan hampir satu meter lebar jalan. Posisi tersebut dinilai berisiko, terutama saat jam sibuk dan pada malam hari dengan jarak pandang terbatas.

Warga sekitar mengaku sudah lama merasa terganggu. Selain merusak estetika kota, keberadaan papan iklan dan lapak liar dinilai memicu kemacetan serta meningkatkan potensi kecelakaan lalu lintas.

Menindaklanjuti laporan masyarakat, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Padang melakukan penertiban. Kepala Satpol PP Padang, Chandra Eka Putra, S.IP., M.Si., menegaskan bahwa tindakan tersebut sesuai dengan Peraturan Daerah Kota Padang Nomor 01 Tahun 2025 tentang Ketenteraman dan Ketertiban Umum.

“Setiap benda yang ditempatkan di badan jalan atau bahu jalan tanpa izin merupakan pelanggaran dan wajib ditertibkan,” tegasnya.

Penertiban tidak hanya menyasar papan iklan, tetapi juga bangunan dan lapak pedagang yang berdiri di atas fasilitas umum. Kegiatan tersebut dipimpin Kepala Seksi Operasi Satpol PP Padang, Harvi Dasnoer, serta didampingi pihak kecamatan, kelurahan, dan Dubalang Kota Padang Selatan. Meski sempat menuai protes, penertiban berlangsung kondusif.

Pemerintah Kota Padang menegaskan komitmennya menjaga ketertiban ruang publik demi keselamatan dan kenyamanan bersama. Warga berharap langkah ini dilakukan secara konsisten agar jalan dan trotoar dapat kembali berfungsi sesuai peruntukannya.

(Rini/Mond)

#PolPP #Padang


 

Serasinews.com; Agam, Sumatera Barat -   Kabupaten Agam dan sekitarnya diguncang gempa tektonik berkekuatan magnitudo 4,7 pada Minggu (28/12/2025). Meski tergolong gempa menengah, kedalaman yang dangkal memicu getaran kuat yang menimbulkan kerusakan pada puluhan rumah, khususnya di Kecamatan Palembayan.

Berdasarkan catatan BMKG, episentrum berada di darat pada kedalaman 10 kilometer, sekitar 19 kilometer barat daya Bonjol, Kabupaten Pasaman. Kedalaman dangkal ini menyebabkan guncangan dirasakan luas hingga wilayah lain seperti Pasaman Barat, Bukittinggi, Padang Panjang, dan Payakumbuh.

Data sementara dari MDMC Muhammadiyah Palembayan menunjukkan setidaknya 10 rumah rusak berat dan 15 rumah mengalami kerusakan sedang hingga ringan. Kerusakan utama terlihat pada pilar, dinding, dan plafon bangunan. Salah satu wilayah terdampak parah adalah Jorong Koto Alam, termasuk posko kemanusiaan MDMC yang mengalami kerusakan struktural.

“Beberapa bangunan tidak aman untuk ditempati. Pilar retak dan dinding terbelah berisiko jika terjadi gempa susulan,” ujar relawan MDMC di lokasi.

BMKG juga mencatat satu kali gempa susulan pascagempa utama, yang menambah kekhawatiran warga. Hingga Minggu sore, tim relawan bersama aparat pemerintah, TNI-Polri, dan perangkat nagari terus melakukan pendataan dan peninjauan lapangan. Belum ada laporan korban jiwa, tetapi sejumlah warga memilih mengungsi sementara.

Petugas mengimbau masyarakat untuk tidak menempati bangunan yang retak atau rusak dan tetap mengikuti arahan resmi BMKG demi keselamatan.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa Sumatera Barat merupakan wilayah rawan gempa, sehingga kesiapsiagaan dan ketahanan bangunan tetap menjadi kunci mengurangi risiko bencana.

(Rini/Mond

#GempaBumi #SumateraBarat #BMKG

#Peristiwa


 

Serasinews.com, , Padang — Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Padang kembali memperkuat upayanya dalam menjaga ketertiban dan ketenteraman umum dengan menggelar patroli wilayah secara intensif, Jumat dini hari (26/12/2025). Kegiatan ini tidak hanya menekankan pencegahan gangguan keamanan, tetapi juga menyertakan sosialisasi terkait penyelenggaraan wisata yang aman, nyaman, dan menyenangkan menjelang libur Natal dan Tahun Baru.

Patroli dipimpin langsung oleh Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat Satpol PP Kota Padang, Rozaldi Rosman, S.STP., M.Si. Ia menyebutkan bahwa meningkatnya mobilitas masyarakat selama libur panjang berpotensi menimbulkan berbagai persoalan sosial jika tidak diantisipasi.

“Libur Natal dan Tahun Baru selalu diiringi dengan peningkatan aktivitas manusia dan ekonomi. Kita harus bersikap antisipatif agar masyarakat dan wisatawan tetap merasa aman dan nyaman,” ujar Rozaldi.

Selain patroli, petugas juga menyosialisasikan Surat Edaran Wali Kota Padang Nomor: 500.13.2/193/Dispar-pdg/2025 tentang Penyelenggaraan Kegiatan Wisata yang Aman, Nyaman, dan Menyenangkan. Sosialisasi ini ditujukan kepada pelaku usaha dan masyarakat agar ikut berperan aktif menjaga iklim pariwisata yang tertib dan beretika.

Patroli malam menyasar lokasi rawan, termasuk tempat karaoke, hiburan malam, dan kawasan kos-kosan. Petugas melakukan pengecekan identitas penghuni kos untuk memastikan tidak ada pelanggaran norma sosial dan peraturan daerah.

Hasilnya, di wilayah Padang Selatan dan Lubuk Begalung ditemukan beberapa kos-kosan dihuni pasangan laki-laki dan perempuan tanpa ikatan pernikahan. Satpol PP mengamankan empat perempuan dan lima laki-laki terkait temuan ini.

Selain itu, patroli di Jalan Khatib Sulaiman berhasil mengamankan empat remaja yang diduga menyalahgunakan zat terlarang. “Seluruh pihak yang diamankan akan diproses sesuai ketentuan hukum. Pelanggaran ketertiban umum ditangani Satpol PP, sementara dugaan penyalahgunaan narkotika ditangani kepolisian,” jelas Rozaldi.

Di akhir kegiatan, Rozaldi mengimbau masyarakat Kota Padang untuk mendukung upaya Satpol PP dalam menjaga ketertiban. Ia menekankan pentingnya peran serta masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif, terutama saat libur akhir tahun.

“Kami berkomitmen terus hadir di tengah masyarakat. Tujuan utama kami adalah menciptakan rasa aman dan nyaman bagi warga Kota Padang maupun wisatawan,” pungkasnya.

(Rini/Mond) 

#PolPP #Padang #Asusila #Narkoba

 

Serasinews.com; Pasaman, Sumatera Barat — Gempa bumi tektonik kembali mengguncang wilayah Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat. Getaran bermagnitudo 4,7 terjadi pada Minggu pagi, 28 Desember 2025, sekitar pukul 09.11 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.

BMKG mencatat pusat gempa berada di daratan, tepatnya sekitar 19 kilometer barat daya Bonjol, dengan kedalaman 10 kilometer. Kedalaman yang relatif dangkal menyebabkan guncangan terasa cukup kuat oleh masyarakat di sekitar lokasi kejadian.

Hasil analisis BMKG menunjukkan bahwa gempa ini dipicu oleh aktivitas Sesar Kajai–Talamau, salah satu sesar aktif di Sumatera Barat yang berada di jalur Pegunungan Bukit Barisan.

Kepala Stasiun Geofisika Padang Panjang BMKG, Suaidi Ahadi, menjelaskan bahwa gempa tersebut murni berasal dari pergerakan kerak bumi di daratan.

“Gempa dangkal seperti ini biasanya terasa lebih kuat karena sumbernya dekat dengan permukaan. Aktivitas Sesar Kajai–Talamau menjadi penyebab utama kejadian ini,” ujar Suaidi, Minggu (28/12/2025).

Guncangan Terasa di Sejumlah Kota dan Kabupaten

Peta guncangan (shakemap) BMKG menunjukkan intensitas gempa paling terasa di Kabupaten Pasaman dan Pasaman Barat. Getaran juga dirasakan hingga Kabupaten Agam, Kota Bukittinggi, Padang Panjang, serta Payakumbuh.

Beberapa warga mengaku terkejut dan sempat keluar rumah untuk menyelamatkan diri, terutama di kawasan permukiman padat dan bangunan bertingkat.

Satu Gempa Susulan Terpantau

Hingga pukul 09.33 WIB, BMKG mencatat satu kali gempa susulan dengan kekuatan yang sama, yakni magnitudo 4,7. BMKG menegaskan bahwa aktivitas tersebut masih dalam pengamatan dan belum menunjukkan peningkatan yang mengkhawatirkan.

Sampai laporan ini disampaikan, belum terdapat laporan resmi mengenai kerusakan bangunan maupun korban jiwa. Pemerintah daerah bersama BPBD setempat masih melakukan pemantauan langsung ke wilayah terdampak.

Masyarakat Diminta Tetap Waspada

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak terpengaruh informasi yang belum terverifikasi, serta menjauhi bangunan yang mengalami kerusakan akibat gempa.

Warga juga diminta memeriksa kondisi rumah, instalasi listrik, dan jaringan gas, serta mengikuti arahan resmi dari pemerintah dan instansi terkait. Mengingat wilayah Sumatera Barat dilintasi sejumlah sesar aktif, kesiapsiagaan terhadap potensi gempa darat perlu terus ditingkatkan.

(Rini/Mond

#BMKG #GempaBumi #Pasaman

#SumateraBarat

 

Serasinews.com, Padang — Kebakaran besar terjadi di kawasan pertokoan sekaligus permukiman padat penduduk di Simpang Pasar Bandar Buat, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, pada Sabtu malam, 27 Desember 2025. Insiden tersebut mengakibatkan satu unit rumah hunian dan tiga petak toko hangus terbakar, dengan total kerugian ditaksir mencapai Rp2,5 miliar.

Peristiwa kebakaran pertama kali diketahui sekitar pukul 20.05 WIB, saat seorang warga melihat asap tebal disertai kobaran api muncul dari salah satu bangunan toko. Menyadari potensi bahaya di kawasan yang padat penduduk, saksi segera melaporkan kejadian tersebut ke Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Padang.

Merespons cepat laporan warga, unit Damkar langsung diberangkatkan pada pukul 20.06 WIB menuju lokasi kejadian yang berjarak sekitar 11 kilometer dari markas. Armada pemadam tiba di tempat kejadian perkara (TKP) pada pukul 20.20 WIB dan segera melakukan pemadaman.

Proses pemadaman berlangsung cukup menantang mengingat lokasi kebakaran berada di tepi jalan utama dengan kepadatan bangunan yang tinggi, sehingga api dengan cepat membesar. Setelah berjibaku selama kurang lebih satu jam, api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 21.05 WIB.

Sebanyak 7 unit armada Damkar Kota Padang dibantu 3 unit armada Damkar Semen Padang, serta 90 personel gabungan, dikerahkan dalam operasi tersebut.

Akibat kebakaran, area seluas ±1.000 meter persegi terdampak langsung. Sementara itu, 3 rumah hunian dan 5 toko lainnya nyaris ikut terbakar, dengan nilai aset yang berhasil diselamatkan diperkirakan mencapai ±Rp10 miliar dari potensi area terdampak seluas ±1.500 meter persegi.

Beruntung, tidak terdapat korban jiwa maupun luka-luka dalam kejadian ini. Satu kepala keluarga dengan empat orang penghuni terdampak, namun tidak sampai mengungsi.

Bangunan yang terbakar diketahui ditempati oleh beberapa pengontrak toko, yakni Syafar Diman (49) pemilik Toko Syafar PMD yang juga menghuni bangunan tersebut, Novi Endri pemilik Novi Elektronik, serta Alvi pemilik Bolu Kukus Malinkundang. Ketiganya berprofesi sebagai wiraswasta. Sementara saksi mata kejadian adalah Mairawati (48), pemilik bangunan.

Hingga saat ini, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang. Lokasi kejadian telah diamankan untuk kepentingan investigasi lanjutan.

Penanganan kebakaran melibatkan sinergi lintas instansi, di antaranya Polisi, TNI, Satpol PP, PMI, dan PLN, guna memastikan situasi tetap kondusif serta mencegah kebakaran meluas.

Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, khususnya di kawasan pertokoan dan permukiman padat penduduk, demi mencegah terjadinya peristiwa serupa.

Layanan Darurat: 📞 Padang Sigap 112

📞 Call Center Damkar 113

(Rini/Mond

#Peristiwa #Kebakaran #Padang


 

Serasinews.com, Padang — Aksi solidaritas kembali ditunjukkan oleh pemuda Karang Taruna Kecamatan Lubuk Begalung (KT Lubeg) melalui program Lubeg Peduli. Kali ini, kegiatan kemanusiaan tersebut dipusatkan di Kelurahan Gurun Laweh, Kecamatan Nanggalo, salah satu wilayah di Kota Padang yang terdampak cukup parah akibat banjir bandang.

Kegiatan ini merupakan pelaksanaan Lubeg Peduli yang kedua, setelah sebelumnya digelar di Kecamatan Pauh. Dengan mengusung semangat gotong royong, para pemuda KT Lubeg turun langsung ke lapangan untuk membantu warga terdampak, baik melalui penyaluran bantuan maupun aksi sosial secara langsung.

Sejak Sabtu (27/12/2025) pagi, relawan KT Lubeg telah memulai berbagai kegiatan, di antaranya mendirikan dapur umum guna memenuhi kebutuhan konsumsi warga. Selain itu, bantuan perlengkapan sekolah juga disalurkan kepada anak-anak yang peralatan belajarnya rusak akibat banjir.

Tak hanya fokus pada bantuan logistik, KT Lubeg juga melakukan pembersihan lumpur sisa banjir, gotong royong membersihkan lingkungan, serta membantu perbaikan rumah warga yang mengalami kerusakan. Aksi tersebut menjadi wujud nyata kepedulian pemuda terhadap kondisi masyarakat pascabencana.

Perhatian khusus diberikan kepada anak-anak melalui kegiatan trauma healing. Dengan pendekatan permainan dan edukasi sederhana, relawan berupaya mengurangi trauma serta mengembalikan semangat dan keceriaan anak-anak korban banjir.

Ketua Karang Taruna Kecamatan Lubuk Begalung, Zalman Effendi, menyampaikan bahwa kegiatan Lubeg Peduli merupakan bentuk tanggung jawab sosial pemuda untuk hadir membantu masyarakat di saat sulit.

“Alhamdulillah, ini merupakan kegiatan Lubeg Peduli yang kedua. Terima kasih kepada seluruh pengurus dan relawan yang telah mempersiapkan kegiatan ini. Semoga apa yang kami lakukan dapat sedikit meringankan beban masyarakat yang terdampak banjir bandang,” ujarnya.

Kegiatan ini terlaksana berkat kolaborasi berbagai pihak, di antaranya Karang Taruna Kecamatan Nanggalo, Dubalang, serta PKH Lubeg, yang bersama-sama memastikan kegiatan berjalan dengan lancar dan tepat sasaran.

Dukungan juga datang dari Karang Taruna tingkat provinsi dan kota. Ketua Karang Taruna Provinsi Sumatera Barat, Mahdianur, dan Ketua Karang Taruna Kota Padang, Zalmadi, turut hadir serta memberikan apresiasi atas inisiatif sosial yang dilakukan KT Lubeg.

Dalam kesempatan tersebut, Zalmadi juga menyampaikan terima kasih kepada para donatur yang telah mendukung kegiatan ini, termasuk komunitas Habitat Mountaineering Semarang, Pemerintah Desa, Karang Taruna Urip Rahayu, masyarakat Desa Montong Gamang Kecamatan Kopang Lombok Tengah NTB, serta donatur lainnya.

Melalui program Lubeg Peduli, Karang Taruna Kecamatan Lubuk Begalung kembali menegaskan perannya sebagai bagian dari garda terdepan pemuda dalam aksi kemanusiaan. Kehadiran mereka di tengah masyarakat terdampak menjadi bukti bahwa solidaritas dan kepedulian tetap hidup di tengah bencana.

(Rini/Mond)

#BanjirPadang #KarangTaruna


 

Serasinews.com, Sumatera Barat — Jelang libur Natal dan Tahun Baru 2026, Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sumatera Barat mencatat lonjakan signifikan arus kendaraan di sejumlah jalan nasional dan provinsi. Jalur Padang–Solok, Padang–Bukittinggi, dan Lintas Barat Sumatera menjadi titik rawan kemacetan, termasuk jalur wisata dan logistik.

Dirlantas Polda Sumbar, Kombes Pol Reza Chairul Akbar, S.I.K., M.I.K., menegaskan seluruh personel Ditlantas ditugaskan untuk memperketat pengamanan, mengatur arus, dan memberi edukasi langsung kepada pengendara, demi tercapainya Kamseltibcarlantas (Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas).

Jalur Rawan Jadi Prioritas

Jalur Sitinjau Lauik (Padang–Solok) menjadi fokus pengamanan karena medan berbukit, tikungan tajam, dan potensi kecelakaan tinggi. Petugas Ditlantas aktif melakukan patroli, pengaturan lalu lintas, dan imbauan langsung kepada pengendara.

Pengendara diingatkan tidak berhenti atau parkir di lereng dan perbukitan, karena kondisi cuaca ekstrem meningkatkan risiko longsor.

Cuaca Ekstrem, Risiko Tinggi

Cuaca buruk akhir-akhir ini meningkatkan potensi longsor, pohon tumbang, dan jalan licin, terutama di daerah pegunungan. Petugas mengimbau pengendara untuk:

Mengurangi kecepatan saat hujan deras atau kabut tebal

Mematuhi arahan petugas di lapangan

Menghindari perjalanan malam di jalur rawan jika tidak mendesak

Cek Kendaraan Sebelum Perjalanan

Keselamatan juga bergantung pada kesiapan kendaraan. Beberapa hal penting:

Kelayakan Teknis: Rem, ban, tekanan udara, dan lampu kendaraan harus dalam kondisi optimal.

Perlengkapan Darurat: Ban cadangan, dongkrak, segitiga pengaman, dan kotak P3K wajib dibawa.

Patuh Rambu Lalu Lintas: Hindari menyalip di tikungan tajam, tanjakan, turunan, atau garis marka utuh.

Keselamatan Tanggung Jawab Bersama

Kombes Pol Reza Chairul Akbar menekankan bahwa keselamatan jalan raya bukan hanya tugas polisi, tapi tanggung jawab semua pengguna jalan. Pengendara diimbau untuk:

Menjaga jarak aman dan mengendalikan emosi saat berkendara

Tidak memaksakan diri berkendara saat lelah atau mengantuk

Menggunakan pos pelayanan dan pos pengamanan untuk beristirahat

Personel Disiagakan Penuh

Seluruh personel Ditlantas disiagakan di titik rawan kemacetan dan kecelakaan di Sumatera Barat. Kehadiran petugas diharapkan memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat selama libur akhir tahun, sehingga perayaan Natal dan Tahun Baru 2026 dapat berjalan aman, tertib, dan lancar.

(Rini/Mond

#DirlantasPoldaSumbar #Polri

#SumateraBarat


 

Serasinews.com, Solok Selatan — Polres Solok Selatan kembali menunjukkan komitmennya dalam memberantas praktik Tambang Emas Tanpa Izin (PETI). Pada Sabtu (27/12/2025), Tim Satgas Anti Illegal Mining menertibkan lokasi yang diduga sebagai tempat penambangan emas ilegal di aliran Sungai Batanghari, tepatnya di Jorong Gasiang, Nagari Lubuk Ulang Aling Selatan, Kecamatan Sangir Batanghari.

Patroli dipimpin langsung oleh Kanit II Satreskrim Polres Solok Selatan, IPDA Henki Saputra, S.H., dengan melibatkan 12 personel gabungan. Tim bergerak menggunakan satu unit kendaraan patroli, lalu melanjutkan penyisiran sungai dengan satu unit kapal timpek, karena lokasi sulit dijangkau dari darat.

Di lokasi, petugas menemukan satu unit alat penyaring emas (bok) yang diduga digunakan untuk PETI. Meski pelaku tidak ditemukan, alat tersebut langsung dimusnahkan dengan dibakar agar tidak dapat dipakai kembali. Untuk menegaskan hukum, tim memasang garis polisi (police line) dan spanduk bertuliskan “STOP PENAMBANGAN EMAS TANPA IZIN” di sekitar lokasi.

Sejak awal Januari 2025, Kapolres Solok Selatan AKBP M. Faisal Perdana membentuk Satgas Anti Illegal Mining untuk mencegah, mengawasi, dan menindak praktik pertambangan ilegal. Hingga kini, tim bersama Ditkrimsus Polda Sumatera Barat telah menangani 8 laporan polisi dengan 19 orang terduga tersangka. Barang bukti yang diamankan termasuk dua unit excavator, berbagai peralatan tambang ilegal, dan sejumlah peralatan yang dimusnahkan.

Langkah ini menegaskan komitmen Polres Solok Selatan dalam melindungi lingkungan dari kerusakan ekosistem, pencemaran sungai, serta menjaga ketertiban dan keselamatan masyarakat. Selain penindakan hukum, Polres juga fokus pada edukasi dan pencegahan, agar masyarakat lebih sadar menjaga kelestarian lingkungan dan menjauhi aktivitas ilegal.

Polres Solok Selatan mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan atau mendukung PETI dan segera melaporkan jika mengetahui adanya aktivitas ilegal. Penegakan hukum akan terus dilakukan secara tegas, konsisten, dan berkelanjutan demi keamanan dan kelestarian lingkungan Solok Selatan.

(Rini/Mond

#Ilegalminning #KabupatenSolokSelatan

#PolresSolokSelatan


 

Serasinews.com, Padang — Api melahap dua petak rumah toko (ruko) di kawasan Simpang Banda Buek, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, Sabtu malam (27/12/2025). Kebakaran yang terjadi di pinggir jalan utama tersebut sempat mengundang perhatian warga sekitar.

Kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 20.40 WIB. Menurut informasi di lapangan, api pertama kali muncul dari sebuah kios grosir dan dengan cepat menjalar ke bangunan di sebelahnya, termasuk Toko Kue Malin Kundang. Kondisi bangunan yang sebagian besar menggunakan material mudah terbakar menyebabkan api cepat membesar.

Dugaan awal, peristiwa tersebut dipicu oleh korsleting listrik. Petugas Pemadam Kebakaran Kota Padang langsung diterjunkan ke lokasi untuk memadamkan api serta mencegah kebakaran merembet ke bangunan lain. Setelah api berhasil dipadamkan, petugas masih melakukan proses pendinginan untuk memastikan situasi benar-benar aman.

Tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian ini. Meski demikian, kerugian materi diperkirakan cukup besar karena dua petak ruko beserta seluruh isinya mengalami kerusakan berat.

Saat ini, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan guna memastikan penyebab pasti kebakaran.

(Rini)

#Kebakaran #Padang #Peristiwa


 

Serasinews.com, Jakarta – Skala dampak rangkaian bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatera terus menunjukkan angka yang mengkhawatirkan. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, hingga pembaruan terakhir, sebanyak 1.138 orang meninggal dunia, sementara 163 warga masih dinyatakan hilang.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan bahwa data tersebut merupakan hasil konsolidasi laporan resmi dari pemerintah daerah serta tim penanganan bencana yang bertugas di lapangan. Informasi itu disampaikan dalam konferensi pers virtual pada Sabtu (27/12/2025).

“Data korban terus kami perbarui berdasarkan laporan dari daerah terdampak. Hingga saat ini, korban meninggal tercatat 1.138 jiwa, dan 163 orang masih dalam status hilang,” ujar Abdul Muhari.

Operasi SAR Berjalan di Tengah Medan Sulit

BNPB memastikan bahwa operasi pencarian dan pertolongan (SAR) masih dilaksanakan oleh tim gabungan yang melibatkan Basarnas, TNI, Polri, relawan, serta unsur pemerintah daerah. Proses pencarian dilakukan dengan penyisiran darat, pemanfaatan alat berat, dan pemantauan di titik-titik yang mengalami kerusakan paling parah.

Namun, berdasarkan evaluasi teknis dan kondisi lapangan terkini, peluang menemukan korban di kawasan permukiman dan pusat aktivitas masyarakat semakin menurun. Hambatan utama berasal dari medan yang berat, material bencana yang menumpuk, serta cuaca yang belum sepenuhnya mendukung.

Meski menghadapi berbagai kendala, operasi SAR tetap dijalankan sesuai prosedur dan ketentuan waktu yang telah ditetapkan.

Dampak Meluas, Ratusan Ribu Warga Mengungsi

Bencana ini juga berdampak luas terhadap kehidupan masyarakat. BNPB mencatat sebanyak 449.846 warga terpaksa mengungsi dan kini tersebar di berbagai kabupaten dan kota di Sumatera. Para pengungsi menempati posko darurat, fasilitas pendidikan, rumah ibadah, serta tenda-tenda pengungsian yang disiapkan pemerintah.

Dalam masa tanggap darurat, pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi menjadi prioritas utama. BNPB bersama kementerian dan lembaga terkait terus menyalurkan bantuan berupa logistik pangan, air bersih, layanan kesehatan, serta pendampingan psikososial, khususnya bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan ibu hamil.

Imbauan Kewaspadaan dan Penguatan Mitigasi

Seiring masih adanya potensi cuaca ekstrem, BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan bencana susulan. Langkah kesiapsiagaan dinilai penting guna mengantisipasi risiko lanjutan di wilayah terdampak maupun daerah rawan lainnya.

BNPB juga menekankan pentingnya penguatan mitigasi bencana, penataan ruang berbasis risiko, serta peningkatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi situasi darurat. Upaya tersebut dinilai krusial untuk mengurangi dampak bencana di masa mendatang.

Tragedi yang terjadi di Sumatera ini menjadi pengingat serius akan tingginya kerentanan bencana di Indonesia, sekaligus menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun ketangguhan nasional menghadapi ancaman kebencanaan.

(*) 

#BNPB #UpdateKorbanBencanaSumatera

#Nasional


 

Serasinews.com, - Rajab datang bukan sebagai bulan penuh ritual, tetapi sebagai pengingat. Ia hadir di antara waktu-waktu yang sering kita lewati tanpa sadar, membawa pesan agar manusia berhenti sejenak dan menoleh ke dalam dirinya.

Dalam Islam, Rajab termasuk bulan yang dimuliakan Allah SWT. Ia berada di antara empat bulan haram yang sejak dahulu dijaga kehormatannya. Pada bulan ini, seorang hamba diajak untuk lebih berhati-hati dalam bersikap, lebih jujur dalam niat, dan lebih sungguh-sungguh dalam mendekatkan diri kepada Allah.

Para ulama sering menggambarkan Rajab sebagai awal perjalanan ruhani. Ia bukan puncak, tetapi pintu. Dari sinilah kesadaran dibangun sebelum langkah-langkah ibadah diperbanyak di Sya’ban dan disempurnakan di Ramadhan.

Rajab mengajarkan bahwa perubahan besar tidak selalu dimulai dengan amalan yang berat. Ia justru bermula dari taubat yang tulus, istighfar yang konsisten, dan keberanian meninggalkan dosa yang selama ini dianggap biasa. Membersihkan hati di bulan Rajab adalah bentuk persiapan terbaik untuk menyambut cahaya Ramadhan.

Tidak ada ibadah khusus yang diwajibkan pada bulan ini. Namun, setiap amal kebaikan yang dilakukan dengan ikhlas memiliki nilai yang lebih bermakna. Puasa sunnah, sedekah, menjaga lisan, memperbaiki hubungan, serta memperbanyak membaca Al-Qur’an menjadi jalan sederhana untuk mendekatkan diri kepada Allah.

Rajab juga mengingatkan bahwa menjauhi maksiat adalah ibadah yang sering terlupakan. Menahan diri dari ghibah, kedzaliman, dan kelalaian dalam ibadah wajib adalah wujud penghormatan terhadap kemuliaan bulan ini.

Di tengah kesibukan dan rutinitas, Rajab datang sebagai undangan lembut dari Allah SWT—agar manusia kembali menyusun niat, menata hati, dan memperbaiki arah hidupnya.

Sebab Ramadhan tidak hadir untuk orang yang tiba-tiba siap, melainkan untuk mereka yang mulai bersiap sejak sekarang.

Dan Rajab adalah awalnya.

(***) 

#KemuliaanBulanRajab

#AmalanBulanRajab #Islami #Religi


 

Serasinews.com, Padangpariaman – Rasa aman warga Jorong Dusunbaru, Nagari Kasang, Kecamatan Batang Anai, semakin tergerus. Dalam beberapa bulan terakhir, pencurian berulang kali terjadi, menyasar rumah, warung, bahkan fasilitas ibadah.

Kasus terbaru menimpa Kedai Seblak Nilen, milik Leni Agriani, yang dibobol pada Rabu (24/12) dini hari sekitar pukul 01.30 WIB. Pelaku masuk dari bagian belakang kedai, mengambil mesin ketam kayu, mini speaker, serta beberapa makanan dan minuman ringan. Cara pelaku bergerak cepat dan senyap menunjukkan bahwa ia sudah mengenal lingkungan sekitar.

Meski kejadian ini sempat dilaporkan ke Polsek Batang Anai, korban akhirnya urung melanjutkan laporan karena aparat menilai nilai kerugian kecil dan proses hukum akan memakan waktu serta biaya. Hal ini menimbulkan pertanyaan serius: apakah nilai kerugian menentukan serius tidaknya sebuah tindak pidana?

Kasus pencurian lain juga meresahkan warga. Hamdani kehilangan kompor gas portable dan tabungnya, sementara Dasril kehilangan tiga tabung gas dari rumah makannya. Bahkan masjid yang sedang dibangun dilaporkan kehilangan material besi, dan seorang pekerja kehilangan telepon genggam. Kedai Upik berulang kali menjadi sasaran, pelaku bahkan berani membuka teralis besi.

Warga menilai imbauan aparat belum cukup menghadapi pencurian yang kian berani. Tingginya frekuensi kasus menunjukkan adanya masalah struktural, seperti pengawasan yang lemah dan pelaku yang sangat mengenal wilayah.

Kini warga Dusunbaru bertanya-tanya: Mengapa pelaku selalu lolos? Sampai kapan mereka harus hidup dalam rasa was-was? Jika tidak ditangani serius, kampung yang ramah ini bisa berubah menjadi zona rawan kriminal, memaksa warga berjaga sendiri tanpa jaminan perlindungan.

Rasa aman bagi warga bukan sekadar pilihan, tetapi hak dasar yang harus dijaga.

(Zul)

#Pencurian #Kriminal #Padangpariaman


 

Serasinews.com, PADANG — Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Barat mencatat perkembangan serius dalam peta peredaran narkotika sepanjang 2025. Sebanyak 14 Laporan Kasus Narkotika (LKN) berhasil diungkap dengan 37 tersangka, dan seluruhnya berperan sebagai bandar serta kurir. Tidak satu pun berstatus sebagai pengguna.

Temuan ini menandai perubahan signifikan: peredaran narkotika di Sumatera Barat kini bergerak dalam pola terorganisir dan terstruktur, bukan lagi sebatas penyalahgunaan individu.

Kepala BNNP Sumbar, Brigjen Pol Ricky Yanuarfi, menegaskan bahwa capaian tersebut mencerminkan fokus aparat dalam membongkar jaringan inti narkotika.

“Selama 2025 kami menargetkan pengungkapan jaringan. Semua tersangka adalah bandar dan kurir. Tidak ada pengguna yang kami proses,” ujarnya dalam konferensi pers akhir tahun di Padang, Selasa (23/12).

Sumbar Berubah Peran: Dari Penerima Menjadi Pengirim

Ricky mengungkapkan adanya pergeseran pola peredaran narkotika. Jika sebelumnya Sumatera Barat dikenal sebagai daerah tujuan atau transit, kini wilayah ini mulai berfungsi sebagai daerah pengirim ke provinsi lain.

“Kasus terakhir menunjukkan sabu dikirim dari Sumbar ke Sumatera Selatan. Ini menandakan perubahan serius dalam pola distribusi,” jelasnya.

Perubahan tersebut mengindikasikan bahwa Sumbar tidak lagi sekadar pasar, melainkan telah dimanfaatkan sebagai simpul distribusi antarwilayah.

Rumah Singgah dan Gudang Tersembunyi

Dalam sejumlah kasus, petugas tidak langsung menemukan barang bukti dalam jumlah besar. Namun pengembangan penyelidikan mengungkap adanya rumah singgah dan lokasi penyimpanan tersembunyi yang digunakan untuk menampung sabu sebelum diedarkan.

Modus ini menunjukkan cara kerja jaringan narkotika yang rapi, berlapis, dan dirancang untuk menghindari deteksi aparat.

Hingga 20 Kilogram Sabu Masuk Tiap Bulan

Dari hasil evaluasi bersama aparat penegak hukum, BNNP Sumbar memperkirakan sekitar 20 kilogram sabu masuk ke Sumatera Barat setiap bulan. Angka tersebut menunjukkan lonjakan tajam dibandingkan tahun sebelumnya, bahkan pengungkapan internal BNN meningkat hampir 100 persen.

“Ini ancaman serius dan berpotensi menimbulkan dampak sosial yang sangat besar,” tegas Ricky.

Jalur Masuk dan Wilayah Rawan

BNNP Sumbar juga memetakan jalur utama peredaran narkotika. Ganja umumnya masuk melalui wilayah Pasaman, Pasaman Barat, dan Pasaman Timur, sementara sabu berasal dari Sumatera Utara dan Riau melalui jalur lintas provinsi.

Survei BNN mencatat sekitar 1,1 persen penduduk Sumbar terpapar narkotika, dengan hampir 60 persen merupakan pengguna ganja. Mayoritas pasokan narkotika diketahui berasal dari Sumatera Utara.

Hukuman Berat hingga Vonis Mati

Sementara itu, Kasi Narkotika Kejati Sumbar, Rieski, menyampaikan bahwa sejumlah perkara narkotika telah berujung pada tuntutan dan putusan berat, termasuk hukuman mati.

“Beberapa perkara sudah diputus, sementara lainnya masih dalam proses hukum,” ujarnya.

Anak Muda Jadi Target Kurir

Ricky juga menyoroti keterlibatan usia produktif dalam jaringan narkotika. Bandar besar sengaja merekrut anak muda sebagai kurir karena dianggap lebih mudah dikendalikan dan memiliki risiko hukum lebih kecil.

“Rata-rata kurir berusia 24 sampai 35 tahun. Bandar tidak turun langsung karena ancaman hukuman sangat berat,” katanya.

Perlu Perlawanan Bersama

BNNP Sumbar menegaskan bahwa pemberantasan narkotika tidak bisa hanya mengandalkan aparat penegak hukum. Diperlukan kolaborasi lintas sektor serta peran aktif masyarakat untuk mencegah generasi muda terjerumus.

“Tanpa kesadaran bersama, jaringan narkotika akan terus mencari celah,” pungkas Ricky.

Perang melawan narkotika di Sumatera Barat kini memasuki fase baru—lebih kompleks, lebih terorganisir, dan menuntut keterlibatan semua pihak.

(PM) 

#Narkoba #BNNPSumbar


 

Serasinews.com, Padang — Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Padang memperketat pengawasan wilayah menjelang libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Dalam patroli intensif yang digelar Jumat dini hari (26/12/2025), petugas menemukan sejumlah pelanggaran ketertiban umum, termasuk dugaan penyalahgunaan narkotika di ruang publik.

Patroli tersebut dipimpin Kepala Bidang Ketenteraman Umum dan Ketertiban Masyarakat (Tibum dan Tranmas) Satpol PP Kota Padang, Rozaldi Rosman, S.STP., M.Si. Ia menyampaikan bahwa langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan seiring meningkatnya aktivitas masyarakat selama masa libur panjang.

“Pengawasan kami tingkatkan untuk mencegah pelanggaran yang dapat mengganggu ketertiban dan kenyamanan masyarakat,” kata Rozaldi.

Selain patroli, Satpol PP juga melakukan sosialisasi Surat Edaran Wali Kota Padang Nomor 500.13.2/193/Dispar-pdg/2025 tentang pelaksanaan kegiatan wisata yang aman dan tertib selama perayaan Natal dan Tahun Baru. Sosialisasi menyasar pelaku usaha, pengelola hiburan malam, serta masyarakat umum.

Dalam operasi tersebut, petugas melakukan penertiban di sejumlah tempat karaoke dan rumah kos di wilayah Padang Selatan dan Lubuk Begalung. Dari hasil pemeriksaan, sembilan orang—empat perempuan dan lima laki-laki—diamankan karena kedapatan tinggal bersama tanpa ikatan pernikahan.

“Keberadaan mereka telah menimbulkan keresahan warga sekitar,” ujar Rozaldi.

Temuan lain yang menjadi perhatian terjadi di kawasan Khatib Sulaiman. Petugas mengamankan empat remaja yang diduga terlibat penyalahgunaan narkotika jenis ganja kering. Keempatnya langsung diserahkan kepada pihak kepolisian untuk penanganan lebih lanjut sesuai ketentuan hukum.

Rozaldi menegaskan bahwa Satpol PP tidak akan mentolerir segala bentuk pelanggaran yang mengancam ketertiban umum maupun keselamatan generasi muda.

“Kami akan terus meningkatkan patroli dan berharap masyarakat ikut berperan aktif menjaga lingkungan,” pungkasnya.

(Rini/Mond) 

#GanjaKering #PolPP #Padang


 

Serasinews.com, PADANG – Kepolisian Daerah Sumatera Barat melalui Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) kembali hadir membantu masyarakat yang terdampak bencana banjir dan tanah longsor. Lewat program Polri Untuk Masyarakat, Ditlantas Polda Sumbar menggelar pelayanan servis serta cuci sepeda motor secara gratis di sejumlah daerah terdampak.

Kegiatan yang berlangsung dalam dua tahap, yakni pada 17–21 Desember dan 23–24 Desember 2025 ini, berhasil memperbaiki sebanyak 804 unit sepeda motor milik warga. Bantuan tersebut menyasar wilayah Tiku Agam dengan 309 unit kendaraan, Palembayan Agam sebanyak 339 unit, serta Kecamatan Pauh, Kota Padang, sebanyak 156 unit.

Dirlantas Polda Sumbar Kombes Pol Reza Chairul Akbar Siddiq menyampaikan bahwa layanan ini merupakan bentuk empati Polri terhadap masyarakat yang mengalami kesulitan pasca-bencana. Menurutnya, sepeda motor memiliki peran penting sebagai sarana penunjang aktivitas dan mata pencaharian warga.

“Setelah bencana, banyak kendaraan warga rusak akibat terendam air dan lumpur. Kondisi ini tentu berdampak pada aktivitas ekonomi. Melalui servis gratis ini, kami ingin membantu warga agar dapat kembali beraktivitas dan mencari nafkah,” jelasnya.

Ia menambahkan, program tersebut merupakan bagian dari komitmen Polda Sumbar untuk selalu hadir dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat, tidak hanya dalam bidang lalu lintas, tetapi juga dalam aksi kemanusiaan.

Inisiatif ini pun disambut antusias oleh masyarakat. Warga mengaku sangat terbantu dengan kehadiran tim mekanik yang langsung mendatangi lokasi terdampak. Dengan selesainya perbaikan ratusan kendaraan tersebut, diharapkan pemulihan pasca-bencana di Sumatera Barat dapat berjalan lebih cepat dan merata.

 (SRP)

 

Serasinews.com, AGAM — Akses jalan nasional yang menghubungkan Bukittinggi–Lubuk Basung terputus total akibat galodo yang menerjang Jorong Pasar Maninjau, Nagari Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Kamis (25/12/2025) siang.

Galodo dipicu hujan deras berkepanjangan yang mengguyur kawasan Maninjau. Arus material berupa batu besar, lumpur, dan kayu menghantam badan jalan hingga menutup seluruh ruas serta merusak struktur aspal di sejumlah titik.

Penutupan jalan diberlakukan tanpa batas waktu karena kondisi di lapangan dinilai masih berbahaya. Seluruh kendaraan, baik roda dua maupun roda empat, tidak dapat melintas dan dialihkan ke jalur alternatif.

Tim gabungan BPBD Kabupaten Agam bersama TNI, Polri, dan pemerintah setempat telah melakukan asesmen awal di lokasi kejadian. Pembersihan material belum bisa dilakukan secara optimal lantaran medan yang sulit dan ancaman galodo susulan yang masih tinggi.

Tidak terdapat laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, terganggunya jalur utama ini berdampak pada aktivitas masyarakat serta distribusi barang di wilayah Tanjung Raya dan sekitarnya.

Pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, menjauhi area terdampak, serta mengikuti informasi resmi terkait perkembangan penanganan bencana dan pembukaan kembali akses jalan.

(Rini/Mond

#Peristiwa # Galodo


 

Serasinews.com, Jakarta — Bencana banjir dan longsor yang melanda Pulau Sumatera terus meninggalkan duka mendalam. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan, hingga Kamis (25/12), jumlah korban meninggal dunia bertambah menjadi 1.135 orang, sementara 173 warga lainnya masih dinyatakan hilang.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyebutkan bahwa peningkatan jumlah korban jiwa terjadi seiring berjalannya proses evakuasi dan pencarian di lokasi terdampak berat.

“Hari ini kembali ditemukan enam korban meninggal dunia. Total korban jiwa kini mencapai 1.135 orang,” ujar Abdul Muhari.

Dampak Terparah di Tiga Provinsi

Berdasarkan rekapitulasi BNPB, korban meninggal dunia paling banyak tercatat di Aceh dengan 503 orang, disusul Sumatera Utara sebanyak 371 orang, dan Sumatera Barat 261 orang. Ketiga provinsi tersebut mengalami kerusakan luas akibat hujan ekstrem yang memicu banjir bandang dan longsor di berbagai wilayah.

Ratusan Ribu Warga Masih Mengungsi

Selain korban jiwa, bencana ini juga menyebabkan krisis pengungsian. BNPB mencatat, sebanyak 489.864 jiwa terpaksa meninggalkan tempat tinggal mereka dan kini bergantung pada bantuan di pos-pos pengungsian darurat.

Seiring berjalannya waktu, pemerintah daerah mulai menggeser penanganan menuju tahap awal pemulihan. Tercatat 13 kabupaten/kota telah menetapkan status Transisi Darurat ke Pemulihan, yang tersebar di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Penyaluran Bantuan Terus Dipacu

Untuk memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak, BNPB bersama instansi terkait terus mempercepat distribusi bantuan. Di Aceh, sebanyak 37,4 ton logistik telah disalurkan melalui jalur udara karena keterbatasan akses darat.

Sementara itu, Sumatera Utara menerima 8,7 ton bantuan logistik yang didistribusikan melalui jalur darat, dan Sumatera Barat sebanyak 6,1 ton.

Operasi Pencarian Masih Berlangsung

Hingga kini, pencarian terhadap 173 korban hilang masih dilakukan oleh tim gabungan yang melibatkan Basarnas, TNI, Polri, relawan, dan warga setempat. Penyisiran difokuskan pada aliran sungai, kawasan perbukitan, serta permukiman yang terdampak longsor.

BNPB mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi bencana susulan, mengingat intensitas hujan di sejumlah wilayah Sumatera masih cukup tinggi.

Bencana ini kembali menegaskan pentingnya mitigasi dan kesiapsiagaan bencana, termasuk penguatan sistem peringatan dini dan pengelolaan lingkungan, guna mengurangi risiko di masa mendatang.

(Rini/Mond

#BNPB 

#UpdateKorbanBencanaSumatera


 

Serasinews.com, Padang - Menjadi jurnalis bukan hanya soal kesiapan fisik mengejar peristiwa. Lebih dari itu, profesi ini menuntut ketajaman pikiran: mengolah fakta menjadi cerita, merangkai kejadian menjadi makna, lalu menyampaikannya kepada publik dengan akurat dan tepat waktu. Rutinitas turun ke lapangan, berburu berita, dan berpacu dengan deadline nyaris tak mengenal jeda.

Di balik dinamika itu, jurnalis juga membutuhkan ruang untuk berhenti sejenak—melepas penat, meredakan kejenuhan, dan mengisi ulang energi. Ruang itu hadir pada Rabu siang (24/12) di Esa Cafe, kawasan GOR H. Agus Salim, Padang.

Ketua IKW RI, David Efendi, bersama pengurus dan anggota Ikatan Keluarga Wartawan (IKW) berkumpul dalam suasana santai dan penuh kehangatan. Arisan bulanan menjadi agenda utama, dikemas sederhana namun sarat makna kebersamaan.

Kehangatan kian terasa saat alunan lagu mengisi ruangan. Beberapa anggota tampil menyumbangkan suara, menciptakan suasana akrab yang diselingi tawa dan canda. Sejenak, hiruk-pikuk dunia jurnalistik pun terlupakan.

Momen yang paling dinanti tiba saat cabutan arisan dilakukan. Dengan antusias, seluruh anggota menunggu nama yang keluar. Nama Osmond Abu Khalil dari media Dirgantaraonline akhirnya disebut sebagai penerima arisan bulan November. Tepuk tangan pun mengiringi, menandai kegembiraan bersama yang lahir dari rasa kekeluargaan.

Dalam sambutannya, David Efendi menegaskan pentingnya menjaga solidaritas di tengah tantangan profesi.

“Semoga IKW tetap jaya. Bersatu dalam ikatan persaudaraan, terus rawat kebersamaan, dan tetap profesional dalam menjalankan tugas jurnalistik,” ujarnya.

Arisan bulanan ini bukan sekadar kegiatan rutin. Ia menjadi ruang temu, tempat berbagi cerita, serta sarana mempererat ikatan sesama jurnalis. Di tengah derasnya arus informasi dan tekanan pekerjaan, kebersamaan menjadi penopang utama semangat.

Siang itu ditutup dengan senyum, tawa, dan secangkir kopi. Esok hari, mereka kembali ke lapangan. Namun dari Esa Cafe, satu pesan kembali ditegaskan: jurnalisme yang kuat tumbuh dari solidaritas dan rasa kekeluargaan yang terjaga.

(***)

#IKW #Jurnalis


 

Serasinews.com, Padang — Jejak banjir bandang masih terlihat jelas di Perumahan Griya Pratama, RT 07 RW 01, Kelurahan Tabing Banda Gadang, Kecamatan Nanggalo, Kota Padang. Lumpur kering menempel di dinding rumah warga, sementara aroma sisa genangan belum sepenuhnya sirna. Namun di balik sisa-sisa bencana itu, semangat kebersamaan mulai tumbuh kembali.

Rabu (24/12), personel Satgas Penanggulangan Bencana Alam (Gulbencal) Yonif 133/Yudha Sakti turun langsung membantu warga melalui kegiatan karya bakti pembersihan lingkungan pascabanjir. Kehadiran prajurit TNI ini menjadi bukti nyata kepedulian negara terhadap masyarakat yang tengah berjuang memulihkan kehidupan mereka.

Sejak pagi, prajurit berseragam loreng menyusuri gang-gang perumahan. Lumpur tebal diangkat dari lantai rumah, kayu dan puing yang terbawa arus deras dipindahkan, serta saluran air dan fasilitas umum dibersihkan dari tumpukan sampah. Meski seragam mereka basah dan kotor oleh lumpur, semangat pengabdian tetap terpancar.

Kegiatan ini berlangsung dalam suasana gotong royong. Warga setempat turut ambil bagian—ibu-ibu menyiapkan air minum, para bapak membantu mengangkut material, sementara anak-anak menyaksikan dengan wajah ceria. Kebersamaan itu menghadirkan rasa aman dan harapan baru setelah bencana melanda.

“Melihat tentara turun langsung membantu seperti ini, kami merasa tidak sendirian,” ungkap salah seorang warga dengan suara bergetar. Banjir bandang tak hanya merusak rumah, tetapi juga meninggalkan trauma mendalam bagi para korban.

Komandan lapangan, Letda Inf Riki Yosda dari Satgas Gulbencal Yonif 133/Yudha Sakti, menjelaskan bahwa kegiatan pembersihan akan terus dilakukan hingga lingkungan benar-benar pulih dan layak huni.

“Kami akan terus membantu sampai kondisi lingkungan kembali normal. Harapannya, aktivitas warga dapat berjalan seperti sediakala dan beban masyarakat terdampak bisa berkurang,” ujarnya.

Ia menambahkan, karya bakti ini bertujuan mempercepat normalisasi lingkungan sekaligus mencegah timbulnya penyakit pascabanjir. Lingkungan yang bersih menjadi kunci penting dalam memulihkan kehidupan sosial dan ekonomi warga.

Lebih dari sekadar membersihkan lumpur dan puing, kehadiran prajurit Yonif 133/Yudha Sakti memberikan dukungan moril bagi masyarakat Banda Gadang. Di tengah keterbatasan, sinergi antara TNI dan warga menjadi kekuatan untuk bangkit bersama.

Di Perumahan Griya Pratama, karya bakti hari itu menjadi simbol solidaritas dan kemanusiaan—bahwa di balik bencana selalu ada tangan-tangan yang siap menolong, serta harapan untuk memulai kembali kehidupan yang lebih baik.

(Rini/Mond)

#TNI #Padang #BanjirPadang


 

Serasinews.com, PADANG — Aktivitas nongkrong hingga dini hari di kawasan Batang Arau, Kecamatan Padang Selatan, kembali menjadi perhatian aparat. Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Padang menggelar pengawasan pada Rabu (24/12/2025) dini hari setelah menerima banyak laporan masyarakat terkait dugaan pelanggaran ketertiban umum di lokasi tersebut.

Saat petugas tiba, puluhan remaja yang berada di area minim penerangan itu langsung berhamburan meninggalkan lokasi. Namun, sebagian lainnya masih ditemukan berada di sekitar kawasan Batang Arau.

Kepala Bidang Penegakan Peraturan Perundang-Undangan Daerah (P3D) Satpol PP Kota Padang, Rio Ebu Pratama, mengatakan kawasan tersebut kerap dikeluhkan warga karena sering dijadikan tempat berkumpul muda-mudi hingga larut malam.

“Batang Arau ini rawan disalahgunakan. Selain gelap, kami menerima laporan adanya aktivitas yang mengganggu ketenteraman masyarakat, termasuk dugaan konsumsi minuman beralkohol di ruang publik,” ujarnya.

Ditemukan Konsumsi Alkohol di Ruang Publik

Dalam pengawasan tersebut, Satpol PP menemukan sejumlah remaja yang kedapatan mengonsumsi minuman beralkohol di atas kapal yang bersandar di kawasan Batang Arau. Temuan ini menguatkan laporan masyarakat yang selama ini masuk ke Satpol PP.

Menurut Rio Ebu, tindakan tersebut jelas melanggar Perda Nomor 1 Tahun 2025 tentang Ketenteraman dan Ketertiban Umum, serta tidak sesuai dengan norma sosial yang berlaku di Kota Padang.

“Ruang publik tidak boleh disalahgunakan untuk aktivitas yang melanggar aturan dan norma. Ini menjadi perhatian serius kami,” tegasnya.

Belasan Remaja Diamankan

Dalam operasi tersebut, Satpol PP mengamankan 12 orang, terdiri dari sembilan perempuan dan tiga laki-laki. Seluruhnya langsung dibawa ke Markas Komando Satpol PP Kota Padang untuk dilakukan pendataan dan pemeriksaan.

“Mereka akan diproses lebih lanjut oleh PPNS Satpol PP Kota Padang sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” tambah Rio Ebu.

Penertiban Akan Berlanjut

Satpol PP Kota Padang memastikan pengawasan akan terus dilakukan secara rutin, khususnya di titik-titik yang berpotensi menimbulkan gangguan ketertiban dan keresahan masyarakat.

Pemerintah Kota Padang mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga ketertiban lingkungan serta melaporkan setiap aktivitas yang berpotensi melanggar aturan demi terciptanya keamanan dan kenyamanan bersama.

Operasi di Batang Arau ini menegaskan komitmen Pemko Padang bahwa pelanggaran ketertiban umum tidak akan ditoleransi.

(Rini/Mond)

#SatpolPP #Padang #KetertibanUmum #BatangArau

 

Serasinews.com, PADANG — Peredaran narkotika di Sumatera Barat memasuki fase yang lebih berbahaya. Wilayah yang selama ini dikenal sebagai sasaran peredaran narkoba, kini terindikasi kuat telah berubah menjadi bagian dari jalur suplai, terutama untuk narkotika jenis sabu.

Perubahan pola tersebut diungkap Kepala BNNP Sumatera Barat Brigjen Pol Ricky Yanuarfi saat menyampaikan laporan akhir tahun pengungkapan kasus narkotika 2025 di Kantor BNNP Sumbar, Selasa (23/12/2025).

Menurut Ricky, hasil pengungkapan terbaru menunjukkan jaringan narkoba di Sumbar tidak lagi bersifat pasif. Aparat menemukan bukti bahwa pelaku mampu menyimpan sabu dalam jumlah tertentu dan mengirimkannya ke luar provinsi.

“Dalam salah satu kasus, sabu justru dikirim dari Sumatera Barat ke Sumatera Selatan. Ini menunjukkan adanya pergeseran peran jaringan di daerah kita,” ujarnya.

Kasus tersebut awalnya terungkap dari lokasi yang hanya menunjukkan bekas penyalahgunaan narkotika. Namun setelah dilakukan pengembangan, petugas menemukan sabu yang disimpan di rumah pelaku dan siap diedarkan. Temuan ini menguatkan indikasi bahwa Sumbar tidak lagi sekadar menjadi wilayah transit atau konsumsi.

Buronan Jaringan Internasional

Sepanjang 2025, BNNP Sumbar menetapkan tiga orang sebagai DPO dalam kasus peredaran sabu. Ketiganya diduga memiliki keterkaitan dengan jaringan narkotika lintas negara.

“Mayoritas kasus masih melibatkan jaringan lokal. Namun ada tiga DPO yang terafiliasi jaringan internasional dan saat ini masih dalam pengejaran,” kata Ricky.

Penindakan tersebut dilakukan bersama Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumatera Barat.

Fokus Membongkar Bandar

Selama tahun 2025, BNNP Sumbar menangani 14 laporan kasus narkotika dengan total 37 tersangka. Seluruh tersangka merupakan bandar dan kurir, tanpa adanya pengguna yang diamankan.

“Kami fokus pada pengungkapan jaringan dan peredaran, bukan pengguna,” tegas Ricky.

Peredaran Terus Meningkat

Jumlah tersangka dan barang bukti, khususnya sabu, mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Berdasarkan estimasi aparat penegak hukum, hampir 20 kilogram sabu diperkirakan masuk ke Sumatera Barat setiap bulan.

Kondisi ini menjadi sinyal bahwa peredaran narkotika di Sumbar semakin terstruktur dan memerlukan pengawasan lintas sektor yang lebih ketat.

Jalur Masuk Masih Rentan

Untuk narkotika jenis ganja, Pasaman dan Pasaman Barat masih menjadi jalur utama masuk ke Sumatera Barat. Sementara sabu umumnya berasal dari Sumatera Utara dan Riau, melalui jalur darat lintas provinsi.

Faktor geografis dan tingginya mobilitas antarwilayah dinilai menjadi tantangan besar dalam upaya pencegahan.

Ancaman Nyata bagi Masyarakat

Survei BNN menunjukkan sekitar 1,1 persen penduduk Sumatera Barat terpapar narkotika, dengan sekitar 60 persen di antaranya pengguna ganja. Angka ini mencerminkan ancaman serius terhadap ketahanan sosial dan masa depan generasi muda.

BNNP Sumbar menegaskan, perubahan posisi Sumatera Barat dalam peta peredaran narkotika harus menjadi perhatian bersama. Peran aktif masyarakat dan kolaborasi lintas instansi dinilai krusial untuk memutus jaringan narkoba dari hulu hingga hilir.

(Rini/Mond)

#BNNPSumbar #Narkoba #SumateraBarat


 

Serasinews.com, PADANG — Duka akibat bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Barat belum berakhir. Di tengah upaya pencarian korban yang masih hilang, Kepolisian Daerah Sumatera Barat (Polda Sumbar) mengungkapkan bahwa hingga kini sebanyak 28 jenazah korban bencana belum berhasil diidentifikasi.

Wakil Kepala Polda Sumbar, Brigjen Pol Solihin, menyampaikan bahwa puluhan jenazah tersebut saat ini masih menjalani proses identifikasi lanjutan dengan metode forensik yang lebih mendalam di Jakarta.

“Hingga saat ini masih terdapat 28 jenazah yang belum teridentifikasi dan sedang dalam proses pengujian lanjutan di Jakarta,” ujar Solihin di Padang, Selasa (23/12/2025).

Menurutnya, proses identifikasi menghadapi berbagai tantangan, mulai dari kondisi jenazah yang rusak akibat terseret arus deras, tertimbun material longsor, hingga keterbatasan data pembanding dari pihak keluarga korban.

Pencarian Korban Masih Terus Berlangsung

Seiring proses identifikasi, operasi pencarian korban yang dinyatakan hilang juga belum dihentikan. Aparat kepolisian bersama tim SAR gabungan, TNI, relawan, serta masyarakat setempat masih menyisir sejumlah lokasi rawan yang diduga menjadi titik terjebaknya korban.

“Pencarian dan proses identifikasi tetap kami lanjutkan. Polri bersama seluruh pihak terkait akan terus bekerja semaksimal mungkin,” tegas Solihin.

Dari total 16 kabupaten dan kota terdampak, tercatat tiga daerah masih memperpanjang status tanggap darurat, yakni:

Kabupaten Agam

Kabupaten Pasaman Barat

Kabupaten Tanah Datar

Perpanjangan status ini menunjukkan bahwa dampak bencana masih sangat signifikan, baik dari sisi kemanusiaan, infrastruktur, maupun layanan dasar masyarakat.

Data Korban Terus Bertambah

Berdasarkan dashboard Satu Data Bencana Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, dampak bencana hingga saat ini mencatat angka yang mencengangkan:

260 orang meninggal dunia

72 orang masih dinyatakan hilang

382 orang mengalami luka-luka

296.307 jiwa terdampak langsung

Angka tersebut diperkirakan masih dapat berubah seiring berlanjutnya proses pencarian dan identifikasi korban.

Kesehatan Pengungsi Mulai Memburuk

Tak hanya korban jiwa, kondisi kesehatan para pengungsi kini menjadi persoalan serius. Tim Paramedis Jalanan Sumbar menemukan berbagai gangguan kesehatan fisik dan psikologis yang dialami warga selama bertahan di lokasi pengungsian.

Koordinator Paramedis Jalanan Sumbar, Sarah Uzlifah, mengatakan pemeriksaan kesehatan telah dilakukan sejak 30 November 2025, dengan menyisir sejumlah titik terdampak parah seperti:

Batu Busuk

Gurun Laweh

Tabiang Batu Gadang, Kota Padang

Palembayan, Kabupaten Agam

Koto Tuo Sani dan Malalo, Kabupaten Solok

“Keluhan kesehatan yang paling banyak ditemukan adalah sakit kepala, asam lambung, demam, serta luka akibat bencana. Kondisi psikologis pengungsi juga tidak lepas dari tekanan,” ujar Sarah, Kamis (4/12/2025).

Ia menambahkan, banyak pengungsi mengalami sulit tidur, kecemasan berlebih, hingga trauma mendalam akibat peristiwa banjir bandang yang datang secara tiba-tiba.

“Ini juga perlu penanganan lanjutan, tidak bisa diabaikan,” kata Sarah, yang saat ini menempuh pendidikan magister di Fakultas Kedokteran Universitas Andalas.

Hunian Padat Perparah Kondisi Kesehatan

Kondisi tempat tinggal sementara pengungsi disebut sangat memengaruhi kesehatan mereka. Hunian yang padat, minim privasi, serta keterbatasan akses air bersih dan sanitasi menjadi masalah utama.

“Di Palembayan misalnya, banyak warga mengungsi di rumah saudaranya. Rumah yang seharusnya ditempati satu kepala keluarga, kini diisi hingga tiga kepala keluarga,” ungkap Sarah.

Situasi ini membuat pengungsi rentan terserang penyakit menular, kelelahan fisik, serta tekanan mental berkepanjangan.

Kelompok Rentan Butuh Perhatian Khusus

Paramedis Jalanan Sumbar menyoroti kondisi kelompok rentan seperti:

Ibu hamil

Anak-anak

Lansia

Dari hasil pemeriksaan lapangan, kelompok ini menunjukkan tanda-tanda kelelahan serius dan membutuhkan pemantauan medis secara berkala.

“Kami berharap masalah ini menjadi perhatian bersama. Penanganan kesehatan tidak bisa hanya datang sesekali, tetapi harus berkelanjutan, terutama untuk kelompok rentan,” tegas Sarah.

Kolaborasi Kemanusiaan Terus Diperluas

Ke depan, Paramedis Jalanan Sumbar memastikan akan melanjutkan pemeriksaan dan screening kesehatan di titik-titik pengungsian lain yang masih terdampak.

Upaya ini dilakukan melalui kolaborasi lintas lembaga, termasuk dengan Sekolah Gender Sumbar dan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Padang, guna memastikan pendekatan penanganan bencana yang lebih menyeluruh, adil, dan berperspektif kemanusiaan.

“Iya, kita kolaborasi agar penanganan ini tidak hanya medis, tetapi juga menyentuh aspek sosial dan perlindungan warga,” pungkas Sarah.

(L6)

#BanjirSumbar #BencanaAlam #SumateraBarat

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.