Serasinews.com, PADANG — Kehadiran Taman Bacaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Kota Padang mulai memberi warna baru bagi aktivitas literasi masyarakat. Sejak resmi dibuka pada Juni 2026, fasilitas tersebut perlahan menjadi salah satu ruang yang dimanfaatkan warga untuk membaca, belajar, maupun mengisi waktu luang dengan kegiatan yang positif.
Tidak hanya pelajar, masyarakat dari berbagai kalangan juga mulai memanfaatkan taman bacaan tersebut. Konsep ruang yang lebih terbuka membuat aktivitas membaca terasa lebih santai dibandingkan suasana perpustakaan konvensional.
Bagi pelajar, taman bacaan dapat menjadi tempat mencari bahan bacaan tambahan maupun referensi untuk menunjang kegiatan belajar. Sementara bagi masyarakat umum, koleksi yang tersedia bisa dimanfaatkan untuk menambah pengetahuan sesuai ketertarikan masing-masing.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padang, Heriza Syafani, mengatakan keberadaan taman bacaan merupakan bagian dari upaya mendekatkan layanan literasi kepada masyarakat.
Menurutnya, perpustakaan dan taman bacaan seharusnya tidak dipandang sebagai tempat yang hanya dikunjungi ketika membutuhkan buku atau referensi. Lebih dari itu, fasilitas tersebut diharapkan berkembang menjadi ruang publik yang mampu membangun kebiasaan membaca.
“Literasi bukan hanya soal bisa membaca. Yang lebih penting adalah bagaimana masyarakat terbiasa mencari, memahami, mengolah, dan menggunakan informasi dengan baik,” ujar Heriza.
Ia menyebut mulai meningkatnya kunjungan menjadi indikasi bahwa minat masyarakat terhadap kegiatan membaca masih terbuka lebar. Menurutnya, lingkungan yang nyaman dan akses yang mudah dapat menjadi salah satu faktor yang mendorong masyarakat kembali menjadikan buku sebagai bagian dari aktivitas sehari-hari.
Heriza juga mengajak masyarakat dari berbagai usia untuk memanfaatkan fasilitas tersebut. Pelajar, mahasiswa, keluarga, orang tua hingga masyarakat umum memiliki kesempatan yang sama untuk datang dan membaca.
“Perpustakaan merupakan ruang publik. Semakin banyak orang datang, membaca, dan beraktivitas di dalamnya, semakin berkembang pula ekosistem literasi kita,” katanya.
Di tengah perkembangan teknologi, tantangan membangun budaya baca memang semakin kompleks. Informasi kini dapat diperoleh dengan cepat melalui telepon pintar, media sosial, dan berbagai platform digital. Namun, kemudahan tersebut juga membuat masyarakat harus semakin cermat dalam menilai informasi.
Menurut Heriza, kemampuan literasi menjadi penting agar masyarakat tidak mudah menerima setiap informasi yang ditemukan di ruang digital.
“Di tengah banyaknya informasi, masyarakat harus mampu mengetahui mana yang benar, mana yang tidak, mana yang bermanfaat dan mana yang justru menyesatkan. Karena itu, budaya membaca dan kemampuan memahami informasi perlu terus diperkuat,” ungkapnya.
Ia menambahkan, penguatan literasi tidak cukup hanya dengan memperbanyak koleksi buku. Tantangan yang lebih besar adalah menciptakan ketertarikan masyarakat untuk datang, membaca, kemudian membawa kebiasaan tersebut ke lingkungan keluarga.
“Kalau anak-anak sudah terbiasa membaca sejak usia dini, mereka memiliki bekal pengetahuan yang lebih kuat. Kebiasaan itu yang perlu kita bangun secara bertahap,” tuturnya.
Taman Bacaan Disperpusip Kota Padang beroperasi mengikuti jam kerja. Khusus Sabtu, fasilitas tersebut tetap dapat digunakan masyarakat mulai pukul 08.00 hingga 13.00 WIB.
Waktu layanan itu memberikan pilihan bagi warga untuk menjadikan akhir pekan sebagai kesempatan membaca bersama keluarga. Anak-anak bisa menikmati buku bacaan, pelajar mencari referensi, sementara orang tua dapat mendampingi sekaligus membangun kebiasaan membaca di lingkungan keluarga.
Heriza menyadari bahwa membangun budaya literasi membutuhkan proses yang panjang. Pemerintah daerah, kata dia, tidak dapat berjalan sendiri karena keluarga, sekolah, komunitas dan masyarakat memiliki peran yang sama pentingnya.
“Budaya membaca tidak akan terbentuk dalam waktu singkat. Pemerintah menyiapkan fasilitas, tetapi masyarakat yang akan menghidupkan ruang tersebut. Ketika taman bacaan dipenuhi aktivitas membaca, itu menunjukkan kesadaran literasi mulai tumbuh,” jelasnya.
Keberadaan taman bacaan tersebut pada akhirnya tidak hanya berbicara tentang buku dan jumlah kunjungan. Ruang tersebut dapat menjadi tempat tumbuhnya rasa ingin tahu, pertukaran gagasan, sekaligus sarana masyarakat memperluas wawasan.
Di tengah pesatnya perubahan teknologi dan arus informasi, membangun kebiasaan membaca menjadi salah satu investasi penting bagi kualitas sumber daya manusia.
Kota yang berkembang tidak hanya membutuhkan pembangunan fisik, tetapi juga masyarakat yang memiliki pengetahuan luas, mampu berpikir kritis dan terus belajar.
Dari sebuah ruang sederhana yang dipenuhi buku, kebiasaan kecil untuk membaca dapat tumbuh menjadi budaya. Dan dari budaya tersebut, berbagai gagasan baru untuk masa depan Kota Padang dapat lahir.(Rini)
Serasinews.com, Kasang, 17 Agustus 2026 — Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia turut diramaikan dengan kegiatan pawai budaya yang diikuti berbagai kalangan masyarakat. Salah satunya adalah TK Al-Qur’an Kasang yang tampil penuh kreativitas dan semangat nasionalisme dalam pawai budaya yang digelar pada Senin, 17 Agustus 2026.
Dalam kegiatan tersebut, para peserta didik TK Al-Qur’an Kasang tampil memukau dengan mengenakan beragam pakaian adat kreasi berbahan plastik.
Kreativitas tersebut tidak hanya menghadirkan tampilan yang unik dan menarik, tetapi juga menjadi bentuk edukasi kepada anak-anak tentang pentingnya memanfaatkan barang bekas menjadi sesuatu yang bernilai dan memiliki unsur seni.
Pawai budaya secara resmi dibuka oleh Camat Zulbasri. Kegiatan dimulai dari kawasan Palapa, di depan Bank Nagari, kemudian peserta berjalan menyusuri rute pawai hingga mencapai garis finis di Gerbang Asrama Haji Batang Anai.
Kehadiran TK Al-Qur’an Kasang mendapat perhatian dari masyarakat yang menyaksikan jalannya pawai. Dengan mengenakan busana adat hasil kreasi, para siswa terlihat antusias mengikuti kegiatan dari awal hingga akhir. Semangat mereka semakin terlihat melalui kekompakan, keceriaan, serta keberanian tampil di hadapan masyarakat.
Tidak hanya para siswa, orang tua peserta didik juga menunjukkan antusiasme yang tinggi. Para orang tua turut berpartisipasi dengan mengenakan pakaian seragam bernuansa adat dan budaya. Kekompakan antara siswa, guru, dan orang tua tersebut menciptakan suasana pawai yang semakin meriah sekaligus memperlihatkan kuatnya kebersamaan keluarga besar TK Al-Qur’an Kasang.
Keterlibatan TK Al-Qur’an Kasang dalam pawai budaya ini menjadi momentum penting untuk menanamkan nilai-nilai cinta tanah air kepada anak sejak usia dini. Melalui kegiatan seperti ini, anak-anak tidak hanya diajak mengenal keberagaman pakaian dan budaya Indonesia, tetapi juga belajar tentang kebersamaan, kreativitas, keberanian, serta semangat memperingati kemerdekaan.
Pawai budaya tersebut akhirnya bukan sekadar kegiatan seremonial dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI, tetapi juga menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengenal dan mencintai kekayaan budaya Indonesia. Penampilan TK Al-Qur’an Kasang dengan busana adat kreasi plastik menjadi salah satu bukti bahwa kreativitas dan semangat kebangsaan dapat ditanamkan sejak usia dini dengan cara yang menyenangkan dan penuh makna.
Kekompakan siswa, guru, dan orang tua dalam kegiatan tersebut diharapkan dapat terus terjaga serta menjadi bagian dari upaya membangun generasi yang kreatif, percaya diri, berbudaya, dan memiliki rasa cinta yang kuat terhadap bangsa dan tanah air.(Rini)
SerasiNews.com, PASAMAN BARAT — Semangat nasionalisme dan penghormatan terhadap jasa para pahlawan terasa kuat di lingkungan Markas Komando Polres Pasaman Barat. Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026, jajaran Polres Pasaman Barat menggelar upacara bendera dengan penuh khidmat dan tertib.
Upacara yang berlangsung di lapangan Mako Polres Pasaman Barat tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Pasaman Barat, AKBP Agung Tribawanto, S.I.K., M.H., yang bertindak sebagai inspektur upacara. Kegiatan diikuti oleh jajaran pejabat utama, para perwira, bintara, tamtama, serta seluruh personel dan staf Polres Pasaman Barat.
Sejak upacara dimulai, seluruh peserta tampak mengikuti setiap tahapan dengan sikap disiplin. Dengan mengenakan seragam dinas secara lengkap dan berdiri dalam barisan yang tertata, para personel menunjukkan penghormatan sekaligus rasa bangga sebagai bagian dari institusi yang memiliki tugas menjaga keamanan dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Prosesi pengibaran Sang Saka Merah Putih menjadi salah satu rangkaian utama dalam upacara tersebut. Bendera Merah Putih dikibarkan dengan penuh penghormatan diiringi suasana yang hening dan penuh penghayatan. Rangkaian kemudian dilanjutkan dengan pembacaan teks Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia serta agenda lainnya sesuai tata upacara peringatan kemerdekaan.
Dalam amanatnya, Kapolres Pasaman Barat mengingatkan seluruh personel bahwa kemerdekaan Indonesia merupakan hasil perjuangan panjang yang dibangun melalui pengorbanan para pendahulu bangsa.
“Kemerdekaan yang kita nikmati saat ini lahir dari perjuangan dan pengorbanan para pahlawan. Karena itu, sebagai generasi penerus, kita memiliki tanggung jawab untuk mengisi kemerdekaan melalui pengabdian, kedisiplinan, serta menjaga persatuan dan kesatuan bangsa,” ujar Kapolres dalam amanatnya.
Ia juga menekankan bahwa momentum peringatan HUT ke-81 RI hendaknya tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial tahunan. Bagi setiap anggota Polri, semangat kemerdekaan harus diwujudkan melalui pelaksanaan tugas yang profesional, bertanggung jawab, serta senantiasa mengedepankan kepentingan masyarakat dan negara.
Menurutnya, menjaga keamanan dan ketertiban merupakan salah satu bentuk nyata dalam mengisi kemerdekaan. Personel Polri diharapkan mampu terus meningkatkan kualitas pelayanan, menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif, serta membangun kepercayaan masyarakat melalui kehadiran yang humanis dan responsif.
Peringatan HUT RI ke-81 di lingkungan Polres Pasaman Barat tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat semangat kebersamaan seluruh personel. Di balik seragam yang dikenakan, terdapat tanggung jawab besar untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) serta memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat.
Semangat kemerdekaan diharapkan tidak berhenti setelah upacara selesai. Nilai-nilai perjuangan, persatuan, gotong royong, disiplin, dan kecintaan terhadap tanah air diharapkan terus diterapkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.
Melalui momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, jajaran Polres Pasaman Barat berkomitmen untuk terus memberikan kontribusi positif dalam menjaga keamanan, meningkatkan pelayanan publik, dan mendukung terciptanya masyarakat yang aman, tertib, serta sejahtera.(**)