Serasinews.com, Kasang, 17 Agustus 2026 — Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia turut diramaikan dengan kegiatan pawai budaya yang diikuti berbagai kalangan masyarakat. Salah satunya adalah TK Al-Qur’an Kasang yang tampil penuh kreativitas dan semangat nasionalisme dalam pawai budaya yang digelar pada Senin, 17 Agustus 2026.
Dalam kegiatan tersebut, para peserta didik TK Al-Qur’an Kasang tampil memukau dengan mengenakan beragam pakaian adat kreasi berbahan plastik.
Kreativitas tersebut tidak hanya menghadirkan tampilan yang unik dan menarik, tetapi juga menjadi bentuk edukasi kepada anak-anak tentang pentingnya memanfaatkan barang bekas menjadi sesuatu yang bernilai dan memiliki unsur seni.
Pawai budaya secara resmi dibuka oleh Camat Zulbasri. Kegiatan dimulai dari kawasan Palapa, di depan Bank Nagari, kemudian peserta berjalan menyusuri rute pawai hingga mencapai garis finis di Gerbang Asrama Haji Batang Anai.
Kehadiran TK Al-Qur’an Kasang mendapat perhatian dari masyarakat yang menyaksikan jalannya pawai. Dengan mengenakan busana adat hasil kreasi, para siswa terlihat antusias mengikuti kegiatan dari awal hingga akhir. Semangat mereka semakin terlihat melalui kekompakan, keceriaan, serta keberanian tampil di hadapan masyarakat.
Tidak hanya para siswa, orang tua peserta didik juga menunjukkan antusiasme yang tinggi. Para orang tua turut berpartisipasi dengan mengenakan pakaian seragam bernuansa adat dan budaya. Kekompakan antara siswa, guru, dan orang tua tersebut menciptakan suasana pawai yang semakin meriah sekaligus memperlihatkan kuatnya kebersamaan keluarga besar TK Al-Qur’an Kasang.
Keterlibatan TK Al-Qur’an Kasang dalam pawai budaya ini menjadi momentum penting untuk menanamkan nilai-nilai cinta tanah air kepada anak sejak usia dini. Melalui kegiatan seperti ini, anak-anak tidak hanya diajak mengenal keberagaman pakaian dan budaya Indonesia, tetapi juga belajar tentang kebersamaan, kreativitas, keberanian, serta semangat memperingati kemerdekaan.
Pawai budaya tersebut akhirnya bukan sekadar kegiatan seremonial dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI, tetapi juga menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengenal dan mencintai kekayaan budaya Indonesia. Penampilan TK Al-Qur’an Kasang dengan busana adat kreasi plastik menjadi salah satu bukti bahwa kreativitas dan semangat kebangsaan dapat ditanamkan sejak usia dini dengan cara yang menyenangkan dan penuh makna.
Kekompakan siswa, guru, dan orang tua dalam kegiatan tersebut diharapkan dapat terus terjaga serta menjadi bagian dari upaya membangun generasi yang kreatif, percaya diri, berbudaya, dan memiliki rasa cinta yang kuat terhadap bangsa dan tanah air.(Rini)
SerasiNews.com, PASAMAN BARAT — Semangat nasionalisme dan penghormatan terhadap jasa para pahlawan terasa kuat di lingkungan Markas Komando Polres Pasaman Barat. Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026, jajaran Polres Pasaman Barat menggelar upacara bendera dengan penuh khidmat dan tertib.
Upacara yang berlangsung di lapangan Mako Polres Pasaman Barat tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Pasaman Barat, AKBP Agung Tribawanto, S.I.K., M.H., yang bertindak sebagai inspektur upacara. Kegiatan diikuti oleh jajaran pejabat utama, para perwira, bintara, tamtama, serta seluruh personel dan staf Polres Pasaman Barat.
Sejak upacara dimulai, seluruh peserta tampak mengikuti setiap tahapan dengan sikap disiplin. Dengan mengenakan seragam dinas secara lengkap dan berdiri dalam barisan yang tertata, para personel menunjukkan penghormatan sekaligus rasa bangga sebagai bagian dari institusi yang memiliki tugas menjaga keamanan dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Prosesi pengibaran Sang Saka Merah Putih menjadi salah satu rangkaian utama dalam upacara tersebut. Bendera Merah Putih dikibarkan dengan penuh penghormatan diiringi suasana yang hening dan penuh penghayatan. Rangkaian kemudian dilanjutkan dengan pembacaan teks Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia serta agenda lainnya sesuai tata upacara peringatan kemerdekaan.
Dalam amanatnya, Kapolres Pasaman Barat mengingatkan seluruh personel bahwa kemerdekaan Indonesia merupakan hasil perjuangan panjang yang dibangun melalui pengorbanan para pendahulu bangsa.
“Kemerdekaan yang kita nikmati saat ini lahir dari perjuangan dan pengorbanan para pahlawan. Karena itu, sebagai generasi penerus, kita memiliki tanggung jawab untuk mengisi kemerdekaan melalui pengabdian, kedisiplinan, serta menjaga persatuan dan kesatuan bangsa,” ujar Kapolres dalam amanatnya.
Ia juga menekankan bahwa momentum peringatan HUT ke-81 RI hendaknya tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial tahunan. Bagi setiap anggota Polri, semangat kemerdekaan harus diwujudkan melalui pelaksanaan tugas yang profesional, bertanggung jawab, serta senantiasa mengedepankan kepentingan masyarakat dan negara.
Menurutnya, menjaga keamanan dan ketertiban merupakan salah satu bentuk nyata dalam mengisi kemerdekaan. Personel Polri diharapkan mampu terus meningkatkan kualitas pelayanan, menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif, serta membangun kepercayaan masyarakat melalui kehadiran yang humanis dan responsif.
Peringatan HUT RI ke-81 di lingkungan Polres Pasaman Barat tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat semangat kebersamaan seluruh personel. Di balik seragam yang dikenakan, terdapat tanggung jawab besar untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) serta memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat.
Semangat kemerdekaan diharapkan tidak berhenti setelah upacara selesai. Nilai-nilai perjuangan, persatuan, gotong royong, disiplin, dan kecintaan terhadap tanah air diharapkan terus diterapkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.
Melalui momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, jajaran Polres Pasaman Barat berkomitmen untuk terus memberikan kontribusi positif dalam menjaga keamanan, meningkatkan pelayanan publik, dan mendukung terciptanya masyarakat yang aman, tertib, serta sejahtera.(**)
Serasinews.com, PESISIR SELATAN — Pembangunan Jembatan Gantung Limau Gadang–Batu Kunik, Kecamatan IV Jurai, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, kini telah rampung dan sudah dapat dimanfaatkan masyarakat.
Jembatan yang menjadi jalur penghubung bagi warga Limau Gadang dan Batu Kunik tersebut dibangun untuk mengatasi persoalan akses yang sebelumnya terganggu akibat bencana alam beberapa tahun lalu. Selama proses pembangunan berlangsung, pekerjaan juga sempat menghadapi kendala banjir di lokasi.
Kini, kondisi jembatan telah berubah secara signifikan. Jalur yang sebelumnya rusak dan membuat masyarakat harus lebih berhati-hati saat melintas, telah menjadi akses yang lebih baik dan nyaman.
Keberadaan jembatan tersebut juga memangkas waktu tempuh masyarakat yang sebelumnya harus menggunakan jalur alternatif. Selain mempermudah mobilitas warga, jembatan ini dinilai penting untuk mendukung aktivitas ekonomi, sosial, serta pendidikan masyarakat setempat.
Seorang warga yang rutin melintasi kawasan tersebut mengaku bersyukur dengan selesainya pembangunan jembatan.
“Perubahannya sangat terasa. Dulu kami harus berhati-hati dan terkadang memilih jalur yang lebih jauh. Sekarang aksesnya jauh lebih nyaman dan mudah dilalui,” ujarnya.
Jembatan Gantung Limau Gadang–Batu Kunik tersebut merupakan proyek yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Berdasarkan informasi pelaksanaan proyek, pembangunan dilakukan melalui kontrak dengan nomor EP-01KCSPV2D4POM22YA4MXC244.
Gina, PPK 2.4 - PJN Wilayah II Sumbar, mengatakan pembangunan Jembatan Gantung Limau Gadang telah selesai. Ia berharap keberadaan infrastruktur tersebut memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat sekitar.
Menurutnya, jembatan ini diharapkan mampu memperlancar mobilitas warga sekaligus menunjang peningkatan aktivitas perekonomian, sosial, dan budaya. Manfaatnya juga sangat dirasakan anak-anak sekolah yang setiap hari menggunakan jalur tersebut.
Gina mengingatkan masyarakat agar ikut menjaga kondisi jembatan dengan mematuhi batas beban kendaraan yang telah ditetapkan.
“Jembatan ini memiliki batas tonase kendaraan maksimal 1,5 ton. Kami berharap masyarakat dapat merawat dan menggunakan jembatan sesuai ketentuan agar kondisinya tetap baik dan dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang,” jelasnya.
Setelah seluruh tahapan administrasi selesai, Jembatan Gantung Limau Gadang selanjutnya akan diserahterimakan kepada Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan untuk pengelolaan lebih lanjut.
Dengan selesainya pembangunan ini, masyarakat diharapkan semakin mudah menjalankan aktivitas sehari-hari, terutama dalam menunjang akses pendidikan, perekonomian, dan hubungan antarwilayah di kawasan Lumpo.(**)