Serasinews.com, PESISIR SELATAN — Pembangunan Jembatan Gantung Limau Gadang–Batu Kunik, Kecamatan IV Jurai, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, kini telah rampung dan sudah dapat dimanfaatkan masyarakat.
Jembatan yang menjadi jalur penghubung bagi warga Limau Gadang dan Batu Kunik tersebut dibangun untuk mengatasi persoalan akses yang sebelumnya terganggu akibat bencana alam beberapa tahun lalu. Selama proses pembangunan berlangsung, pekerjaan juga sempat menghadapi kendala banjir di lokasi.
Kini, kondisi jembatan telah berubah secara signifikan. Jalur yang sebelumnya rusak dan membuat masyarakat harus lebih berhati-hati saat melintas, telah menjadi akses yang lebih baik dan nyaman.
Keberadaan jembatan tersebut juga memangkas waktu tempuh masyarakat yang sebelumnya harus menggunakan jalur alternatif. Selain mempermudah mobilitas warga, jembatan ini dinilai penting untuk mendukung aktivitas ekonomi, sosial, serta pendidikan masyarakat setempat.
Seorang warga yang rutin melintasi kawasan tersebut mengaku bersyukur dengan selesainya pembangunan jembatan.
“Perubahannya sangat terasa. Dulu kami harus berhati-hati dan terkadang memilih jalur yang lebih jauh. Sekarang aksesnya jauh lebih nyaman dan mudah dilalui,” ujarnya.
Jembatan Gantung Limau Gadang–Batu Kunik tersebut merupakan proyek yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Berdasarkan informasi pelaksanaan proyek, pembangunan dilakukan melalui kontrak dengan nomor EP-01KCSPV2D4POM22YA4MXC244.
Gina, PPK 2.4 - PJN Wilayah II Sumbar, mengatakan pembangunan Jembatan Gantung Limau Gadang telah selesai. Ia berharap keberadaan infrastruktur tersebut memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat sekitar.
Menurutnya, jembatan ini diharapkan mampu memperlancar mobilitas warga sekaligus menunjang peningkatan aktivitas perekonomian, sosial, dan budaya. Manfaatnya juga sangat dirasakan anak-anak sekolah yang setiap hari menggunakan jalur tersebut.
Gina mengingatkan masyarakat agar ikut menjaga kondisi jembatan dengan mematuhi batas beban kendaraan yang telah ditetapkan.
“Jembatan ini memiliki batas tonase kendaraan maksimal 1,5 ton. Kami berharap masyarakat dapat merawat dan menggunakan jembatan sesuai ketentuan agar kondisinya tetap baik dan dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang,” jelasnya.
Setelah seluruh tahapan administrasi selesai, Jembatan Gantung Limau Gadang selanjutnya akan diserahterimakan kepada Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan untuk pengelolaan lebih lanjut.
Dengan selesainya pembangunan ini, masyarakat diharapkan semakin mudah menjalankan aktivitas sehari-hari, terutama dalam menunjang akses pendidikan, perekonomian, dan hubungan antarwilayah di kawasan Lumpo.(**)


Posting Komentar