SerasiNews.com, PADANG – Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kota Padang dan kawasan pesisir Sumatera Barat sejak Minggu (14/6/2026) siang mengakibatkan longsor besar di kawasan Bungus Teluk Kabung. Material longsoran menutup seluruh badan Jalan Raya Padang–Painan di sekitar Jembatan Panasahan, Kelurahan Bungus Barat, sehingga jalur utama penghubung Kota Padang dengan Kabupaten Pesisir Selatan tidak dapat dilalui.
Longsor yang dipicu hujan berkepanjangan tersebut menyebabkan arus lalu lintas dari kedua arah terhenti total. Puluhan kendaraan terpaksa mengantre karena timbunan tanah, batu, pohon, dan lumpur menutup akses jalan nasional tersebut.
Jalan Raya Padang–Painan merupakan salah satu jalur transportasi strategis di Sumatera Barat yang setiap hari menjadi lintasan kendaraan pribadi, angkutan umum, hingga kendaraan logistik. Terputusnya akses ini berdampak langsung terhadap mobilitas masyarakat dan distribusi barang ke wilayah pesisir selatan.
Informasi di lapangan menyebutkan hujan deras yang berlangsung selama beberapa jam membuat kondisi lereng perbukitan di sekitar lokasi menjadi labil. Tingginya debit air diduga melemahkan struktur tanah hingga menyebabkan sebagian tebing runtuh dan menimbun ruas jalan.
Sejumlah pengendara yang berada di sekitar lokasi saat kejadian mengaku panik ketika material longsor tiba-tiba meluncur dari lereng bukit. Meski demikian, hingga Minggu petang belum terdapat laporan resmi mengenai korban jiwa maupun kendaraan yang terdampak langsung oleh longsoran.
Petugas gabungan dari BPBD, TNI, Polri, pemerintah daerah, serta instansi terkait segera turun ke lokasi untuk melakukan penanganan darurat. Sejumlah alat berat juga dikerahkan guna mempercepat proses pembersihan material yang menutupi badan jalan.
Namun, upaya penanganan masih menghadapi kendala akibat cuaca yang belum membaik. Hujan yang terus turun di kawasan Bungus membuat petugas harus bekerja dengan kewaspadaan tinggi karena potensi longsor susulan masih mengancam.
Selain mengganggu akses transportasi, kejadian ini juga menimbulkan kekhawatiran bagi warga yang tinggal di sekitar kawasan perbukitan. Masyarakat diminta tetap waspada dan segera mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana serupa di titik-titik rawan longsor lainnya.
Pemerintah mengimbau masyarakat yang berencana melakukan perjalanan melalui jalur Padang–Painan agar menunda keberangkatan untuk sementara waktu hingga proses pembersihan selesai. Pengguna jalan juga disarankan mengikuti informasi resmi dari instansi terkait dan menggunakan jalur alternatif jika tersedia.
Peristiwa ini kembali menegaskan tingginya tingkat kerawanan longsor di sepanjang kawasan Bungus Teluk Kabung saat musim hujan. Kondisi geografis berupa tebing curam yang berbatasan langsung dengan jalan utama menjadikan wilayah tersebut rentan mengalami pergerakan tanah ketika curah hujan meningkat.
Hingga Minggu malam, proses pembersihan material longsor masih terus berlangsung. Petugas tetap bersiaga di lokasi sambil memantau perkembangan cuaca dan kondisi lereng guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya longsor susulan
(Rini)
SerasiNews.com, PADANG — Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, membuka secara resmi Musabaqah Tilawatil Quran Nasional (MTQN) ke-42 tingkat Kecamatan Padang Timur yang dipusatkan di Lapangan Pondok Indah Pratama, Kelurahan Jati, Minggu (14/6/2026).
Pembukaan MTQN yang mengusung tema “Menyiapkan Generasi Rabbani dengan Semangat Smart Surau dan Cinta Alquran” berlangsung meriah. Kegiatan diawali dengan pawai ta'aruf yang diikuti kontingen dari 10 kelurahan se-Kecamatan Padang Timur.
Dalam sambutannya, Maigus Nasir menegaskan bahwa MTQ memiliki peran penting dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter dan akhlak yang berlandaskan nilai-nilai Alquran.
Menurutnya, MTQ harus menjadi momentum memperkuat pembinaan generasi Qurani sekaligus mendukung terwujudnya visi Kota Padang sebagai kota pintar dan sehat yang berlandaskan agama dan budaya.
“Melalui MTQ, kita ingin melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter dan akhlak Alquran. Inilah fondasi penting dalam mewujudkan Kota Padang yang maju dan sejahtera,” ujar Maigus.
Ia menjelaskan, komitmen Pemerintah Kota Padang dalam memperkuat pendidikan keagamaan diwujudkan melalui Program Unggulan Smart Surau. Program tersebut bahkan telah mendapat perhatian dari berbagai pihak, termasuk Universitas Kuala Lumpur (UniKL) Malaysia yang memberikan kesempatan beasiswa penuh bagi penghafal Alquran asal Kota Padang dengan hafalan minimal 10 juz.
Selain itu, kata Maigus, Pemko Padang juga sedang menjajaki kerja sama beasiswa dengan sejumlah lembaga pendidikan di Timur Tengah, seperti Mesir dan Arab Saudi. Untuk mendukung program tersebut, pemerintah daerah mengalokasikan anggaran sebesar Rp59 miliar pada tahun 2026.
Pada kesempatan itu, Maigus yang juga Ketua Umum LPTQ Kota Padang mengajak seluruh kecamatan untuk mulai melakukan pembinaan secara berkelanjutan terhadap para peserta MTQ. Langkah tersebut dinilai penting sebagai persiapan menghadapi MTQN tingkat Kota Padang yang akan digelar September mendatang.
“Setiap kecamatan harus mulai membina kafilah terbaik sejak sekarang. MTQ tidak boleh berhenti sebagai seremonial, tetapi menjadi wadah pembinaan berkelanjutan untuk melahirkan generasi Qurani yang unggul,” tegasnya.
Ia juga menargetkan Kota Padang mampu meraih prestasi terbaik dan menjadi juara umum pada MTQN tingkat Provinsi Sumatera Barat tahun 2027.
Sementara itu, Camat Padang Timur, Aidil Zulhani, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung penyelenggaraan MTQN ke-42 tingkat Kecamatan Padang Timur, mulai dari tokoh masyarakat, lurah, hingga para donatur.
Aidil menyebutkan, MTQN tahun ini diikuti sebanyak 232 kafilah yang berasal dari 10 kelurahan di Kecamatan Padang Timur. Mereka akan berkompetisi pada berbagai cabang lomba, seperti tilawah Alquran tingkat anak-anak, remaja dan dewasa, Musabaqah Syarhil Quran, Fahmil Quran, tahfiz, tartil, khutbah Jumat, serta azan.
Menurutnya, MTQ tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga sarana untuk meningkatkan pemahaman, penghayatan, dan pengamalan nilai-nilai Alquran di tengah masyarakat.
“MTQ ini menjadi sarana meningkatkan pemahaman, penghayatan, dan pengamalan nilai-nilai Alquran sekaligus menjaring peserta terbaik yang akan mewakili Kecamatan Padang Timur pada MTQN tingkat Kota Padang,” tuturnya.
(Rini)
SerasiNews.com, Padang - (13 Juni 2026) Wali Kota Padang Fadly Amran secara resmi melepas Fathir Verianico (16), siswa MAN 2 Padang, untuk mengikuti Seleksi Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Tingkat Nasional. Kegiatan pelepasan berlangsung di Halaman Kantor Camat Pauh, Sabtu (13/6/2026).
Fathir Verianico menjadi wakil Kota Padang sekaligus Provinsi Sumatera Barat dalam seleksi calon Paskibraka tingkat nasional yang akan berlangsung di Jakarta Selatan pada 15–19 Juli 2026. Ia merupakan salah satu dari enam utusan Sumatera Barat yang berhasil lolos hingga tahap seleksi nasional.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Ketua DPRD Sumbar Muhammad Iqra Chissa Putra, Anggota DPRD Kota Padang Donal Ardi, Kepala Bidang Pembinaan Ideologi, Wawasan Kebangsaan dan Karakter Bangsa Badan Kesbangpol Kota Padang Nofiandi Amir, Camat Pauh Yandry, serta orang tua Fathir Verianico.
Dalam sambutannya, Wali Kota Padang Fadly Amran menyampaikan apresiasi atas capaian Fathir yang telah melalui berbagai tahapan seleksi hingga dipercaya mewakili Kota Padang di tingkat nasional.
“Kesempatan ini merupakan kehormatan sekaligus amanah. Tunjukkan kemampuan terbaik, jaga kesehatan, serta junjung tinggi integritas selama mengikuti seluruh rangkaian seleksi. Kami berharap Fathir dapat lolos dan menjadi bagian dari tim pengibar Sang Saka Merah Putih pada perayaan HUT RI ke-81 pada 17 Agustus 2026 mendatang,” ujar Fadly Amran.
Fadly juga menegaskan bahwa keikutsertaan generasi muda Kota Padang dalam seleksi Paskibraka tingkat nasional merupakan kebanggaan bagi daerah. Selain menjadi sarana pembentukan karakter, disiplin, dan kepemimpinan, kesempatan tersebut juga menjadi ajang untuk mengharumkan nama Kota Padang di tingkat nasional.
Sementara itu, Fathir Verianico mengaku bersyukur atas kesempatan yang diberikan dan bertekad memberikan hasil terbaik selama mengikuti proses seleksi.
“Saya mohon doa dan dukungan dari masyarakat Kota Padang agar dapat lolos seleksi dan mengharumkan nama Kota Padang sebagaimana harapan Bapak Wali Kota,” ungkap Fathir.
Pemerintah Kota Padang berharap Fathir dapat menjalani seluruh tahapan seleksi dengan baik serta mampu mengukir prestasi sebagai wakil daerah di tingkat nasional.
(Rini)
SerasiNews.com, PADANG – Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sumatera Barat terus memperkuat upaya membangun budaya tertib berlalu lintas di kalangan generasi muda. Salah satu langkah yang dilakukan adalah melalui program edukasi NGOPI GENZA (Ngobrol Pintar Bersama Generasi Z dan Alpha) yang kembali menyasar lingkungan sekolah.
Kegiatan yang merupakan bagian dari program Goes To School tersebut digelar di SMKN 7 Padang pada Jumat (12/6/2026). Acara ini melibatkan ratusan siswa dari SMKN 7 Padang, SMKN 8 Padang, dan SMKN 4 Padang yang antusias mengikuti berbagai sesi edukasi keselamatan berkendara.
Program ini menghadirkan sejumlah narasumber dari Ditlantas Polda Sumbar, Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat, serta PT Jasa Raharja Sumatera Barat. Kehadiran berbagai pihak tersebut menunjukkan komitmen bersama dalam menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas yang masih banyak melibatkan kalangan pelajar dan remaja.
Pembukaan kegiatan diawali dengan sambutan dari pihak sekolah dan dilanjutkan dengan penyampaian pesan keselamatan dari perwakilan Ditlantas Polda Sumbar, Dinas Pendidikan, serta Jasa Raharja. Dalam kesempatan tersebut ditegaskan bahwa menciptakan budaya keselamatan di jalan raya bukan hanya tugas kepolisian, melainkan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.
Materi edukasi disampaikan secara interaktif agar mudah dipahami peserta. Kanit 3 Subdit Kamsel Ditlantas Polda Sumbar, AKP Undra, memberikan pemahaman mengenai pentingnya mematuhi aturan lalu lintas. Ia mengingatkan para siswa tentang berbagai pelanggaran yang kerap terjadi, seperti tidak menggunakan helm standar, berkendara tanpa dokumen lengkap, hingga mengabaikan rambu-rambu lalu lintas.
Menurutnya, setiap bentuk pelanggaran berpotensi memicu kecelakaan yang dapat membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya. Untuk meningkatkan partisipasi siswa, sesi edukasi juga diselingi dengan yel-yel keselamatan yang disambut meriah oleh peserta.
Sementara itu, perwakilan PT Jasa Raharja Sumatera Barat memberikan penjelasan mengenai perlindungan dasar bagi korban kecelakaan lalu lintas. Para siswa juga dibekali informasi terkait hak-hak korban dan pentingnya memahami aspek hukum dalam berkendara.
Pada sesi berikutnya, IPTU Rizal Aziz dari Subdit Kamsel Ditlantas Polda Sumbar memaparkan sejumlah faktor yang menjadi penyebab utama kecelakaan lalu lintas. Ia menyebut kelalaian manusia masih menjadi faktor dominan, mulai dari penggunaan telepon seluler saat berkendara, melaju dengan kecepatan tinggi, hingga tidak menggunakan perlengkapan keselamatan.
Selain mendapatkan materi, para siswa aktif mengikuti sesi diskusi dan tanya jawab. Berbagai pertanyaan terkait aturan lalu lintas, keselamatan berkendara, hingga penanganan kecelakaan disampaikan peserta. Panitia juga memberikan apresiasi berupa hadiah kepada siswa yang berpartisipasi aktif.
Kegiatan semakin semarak dengan penampilan seni dari para pelajar yang turut menyampaikan pesan-pesan keselamatan melalui kreativitas mereka.
Direktur Lalu Lintas Polda Sumbar, Kombes Pol Mohammad Reza Chairul Akbar Siddiq, menegaskan bahwa NGOPI GENZA merupakan salah satu upaya membentuk generasi muda yang sadar hukum dan memiliki budaya tertib berlalu lintas.
Menurutnya, Generasi Z dan Alpha akan menjadi kelompok pengguna jalan terbesar di masa mendatang sehingga edukasi keselamatan harus diberikan sejak dini. Ia berharap para pelajar dapat menjadi pelopor keselamatan di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat.
Ia juga menilai pendekatan edukasi melalui sekolah merupakan langkah efektif untuk membangun kesadaran kolektif mengenai pentingnya keselamatan berkendara. Tidak hanya bertujuan mengurangi angka pelanggaran dan kecelakaan, program ini juga diharapkan mampu melahirkan agen perubahan yang dapat menyebarkan budaya tertib berlalu lintas kepada sesama generasi muda.
Program tersebut mendapat apresiasi dari pihak sekolah yang terlibat. Mereka menilai kehadiran Ditlantas Polda Sumbar di lingkungan pendidikan memberikan manfaat besar dalam membangun karakter disiplin dan kesadaran keselamatan bagi para siswa.
Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat juga menyatakan dukungannya terhadap program NGOPI GENZA dan berharap kegiatan serupa dapat diperluas ke lebih banyak sekolah di berbagai daerah. Edukasi mengenai penggunaan helm berstandar SNI, kelengkapan dokumen kendaraan, penggunaan sabuk pengaman, hingga pencegahan balap liar dinilai penting untuk terus disosialisasikan.
Melalui sinergi antara Ditlantas Polda Sumbar, Dinas Pendidikan, Jasa Raharja, dan pihak sekolah, program NGOPI GENZA diharapkan mampu menciptakan generasi muda yang lebih sadar akan pentingnya keselamatan di jalan raya serta menjadi pelopor budaya tertib berlalu lintas di Sumatera Barat.
(Rini)