PADANG — Pemerintah Kota Padang terus berkomitmen memastikan proyek infrastruktur berjalan selaras dengan pelayanan publik. Hal ini dibuktikan melalui sinergi strategis antara Perumda Air Minum (AM) Kota Padang dan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Padang dalam mengantisipasi dampak pembangunan di kawasan Tarandam, Kelurahan Sawahan, Kecamatan Padang Timur.
Saat ini, Dinas PU Kota Padang tengah gencar melakukan rehabilitasi jaringan drainase di kawasan padat aktivitas tersebut untuk meminimalisasi potensi genangan air. Namun, proyek pelebaran drainase ini berpotensi bersinggungan dengan jaringan pipa distribusi air bersih milik Perumda AM Kota Padang.
Merespons tantangan tersebut, Perumda AM Kota Padang bergerak cepat melakukan penertiban dan penataan ulang posisi pipa sebelum konstruksi utama berjalan penuh. Langkah taktis ini diambil demi menjamin pasokan air bersih ke pelanggan tidak terganggu.
Langkah Antisipatif Menjaga Kontinuitas Layanan
Humas Perumda AM Kota Padang, Adhie Zein, menjelaskan bahwa pembenahan ini merupakan bentuk mitigasi risiko agar aktivitas alat berat atau pengerjaan fisik di lapangan tidak merusak fasilitas publik lainnya.
"Di lokasi tersebut akan dilakukan pelebaran drainase, dan posisi pipa PDAM berada pada area yang bakal terdampak. Untuk mengantisipasi gangguan jika pipa terputus akibat aktivitas pembangunan, kami melakukan penertiban terlebih dahulu," ujar Adhie Zein, Selasa (16/6/2026).
Sebagai solusi teknis, Perumda AM Kota Padang memasang jaringan pipa baru berbahan High-Density Polyethylene (HDPE) dengan diameter DN 80 sepanjang kurang lebih 200 meter. Material HDPE dipilih karena keunggulannya yang fleksibel, tahan korosi, memiliki daya tahan tinggi, serta usia pakai yang panjang.
Investasi Jangka Panjang dan Efisiensi Operasional
Selain menjaga kontinuitas distribusi air selama proyek drainase berlangsung, penataan ulang jaringan pipa tersier ini diproyeksikan membawa dampak positif jangka panjang bagi peningkatan kualitas layanan.
Menurut Adhie, modernisasi infrastruktur ini akan meningkatkan efisiensi operasional secara signifikan, termasuk menekan angka kebocoran air.
"Selain menekan kehilangan air dan memaksimalkan pelayanan kepada pelanggan sekitar, penertiban jaringan ini juga menempatkan pipa tersier pada posisi yang ideal. Hal ini akan memudahkan penambahan pelanggan baru serta rehabilitasi Sambungan Rumah (SR) di masa mendatang," tambah Adhie.
Model Kolaborasi Lintas Sektor
Kolaborasi apik antara Perumda AM dan Dinas PU Kota Padang ini menjadi potret pentingnya koordinasi antarlembaga dalam pembangunan daerah. Melalui perencanaan yang matang, potensi ego sektoral yang kerap merugikan masyarakat dapat dihindari.
Pendekatan kolaboratif ini diharapkan menjadi standar baru bagi pembangunan di Kota Padang: sebuah model di mana peningkatan infrastruktur kota berjalan beriringan tanpa mengorbankan hak masyarakat atas kebutuhan dasar air bersih. Dengan mitigasi yang terukur, rehabilitasi drainase Tarandam ditargetkan rampung dengan lancar, sementara pasokan air bersih warga tetap terjaga aman dan stabil.


Posting Komentar