Latest Post

Aceh Afif Maulana Agam AIDS Aipda Dian WR AirterjunLembahAnaiMeluap Aksibersihpantai AksiJalanan Aleknagari Amak Lisa AmalanBulanRajab AndreRosiade AnjingPelacak anthropophobia Antikorupsi ApdateKorbanBencanaSumatera Apelsiaga Apeltanggapbencana Arif maulana Arosuka Artikel Artis Minang Asusila balapliar BalapMotor Bali Balikpapan BandarNarkobaKabur Bandung BangunanLiar Banji Banjir BanjirAceh BanjirAgam BanjirBandang BanjirPadang BanjirSumatera BanjirSumbar BanjirSumut bansos banten BantuanBencanaAcehHilang BantuanKorbanBencanaPasbar Banyuwangi Bapenda BareskrimPolri Batam BatangArau Batuk BBM BeaCukai bencana Bencana alam Bencanaalam BencanaAlamSumateraBarat BencanaHidrometeorologi BencanaKotaPadang BencanaSumatera BencanaSumbar BerantasNarkoba BibitSiklonTropis95B BKSDA BMKG BNNPSumbar BNNsumbar BNPB BobonSantoso Box Redaksi BPBDKabupatenAgam BPBDPadang BPBDSumbar BPHMigas BrimobPoldaSumbar Brimobuntukindonesia BRISuperLeague bukit sitinurbaya Bukittinggi BungaBangkai BungaRafflesia BWSS V padang BWSSV BWSSVPadang Calon Bupati cemburubuta CerintIrallozaTasya Cikampek Cikarang CuacaEkstrem cuacapanasekstrem curanmor Daerah danabos Dandrem 032 WBR dankodaeral II Demonstrasi Denpasar Depok DeptCollector Dharmasraya Dinas sosial DinasPendidikanSumbar DinasPerpusipPadang DinasPerpustakaandanArsip DinasPertanian dinassosial dinassosialpadang Dirlantas Dirlantas Polda Sumbar DirlantasPoldaSumbar Disdukcapil DitlantasPoldaSumbar DitpolairudPoldaSumbar DPCPKBkotapadang DPDRI DPR DPRD Padang DPRDpadang DPRDsumbar DPUPR DPUPRPadang dubalangkota EmpatPilar Enarotali Evakuasi festival sepakbola Filipina Galodo GalodoLembahAnai gangguanhormon GanjaKering gaya hidup GayaHidup gempa GempaBumi gerakcepatdinsos gorontalo GrasstrackMotocross Gresik GunungMerapiErupsi gurbernurriaukenaottkpk HAM HargaCabaiNaik Haripahlawan Harisumpahpemuda Hidroneteologi Hipnotis HismawaMigas HIV Hot New HubunganSesamaJenis hukum Huntara HUT Humaspolri ke 74 HUT80Brimob Hutan IKW IKWRI IlegalFishing IlegalMinning IllegalLogging Indonesia Indonesia. indonesiamaju infrastruktur Intan jaya Internasional irigasi Islam Islami Jakarta Jakarta Selatan JalanLembahAnaiPutus JalanLongsor JalanRetak Jambi Jawa Tengah Jayapura Jayawijaya JembatanPutus JembatanRetak Jogyakarta jurnalis JusufKalla K9 Kabupaten Agam kabupaten dharmasraya Kabupaten Solok KabupatenAgam KabupatenDharmasraya KabupatenPasamanBarat KabupatenPesisirSelatan kabupatenSolokSelatan KafeKaraoke KAI Sumbar Kakorlantas kakorlantaspolri kapolres kapolressijunjung Kapolri KarangTaruna kasat narkoba KasusMedis keamanan kebakaran KebakaranPasarPayamumbuh KebatanGunungNagoPutus kecamatankototangah kecelakaan kegiatanrutin KejariDharmasraya kejaripadang kejaripesel kekerasan kelangkaanBBM kelangkaansolar Kemenag Kemenhut Kemenkes Kementrian PU kementriankebudayaan KementrianLingkunganHidup KemuliaanBulanRajab kendaraan KeracunanMakanan Kesehatan keselamatan bersama keselamatan kerja kesiapsiagaan kesunyian malam ketertiban umum KetertibanUmum Kiwirok KKB KLHK Kodim 0307 Tanah Datar KomnasHAM komplotanganjalATM KorbanBanjirAgam KorbanBrncanaAgam Korem 032/WB Korpolairud korupsi Kota Padang KotaPadang KotaPariaman KPK Kriminal KRYD KUHP KumpulanDo'a Laksamanamuda Lampung LembahAnai Lembang Leonardy LGBT life style lifestyle Lima Puluh Kota LimaPuluhKota lingkungan listrikilegal literasi lombok timur Longsor LongsorKampusUINImambonjol LowonganKerjaPalsu Madiun Magelang MahardikaMudaIndonesia MahyeldiAnsharullah Makan Bergizi Gratis Makasar Malalak MalPraktek ManfaatAirKelapa manila MapolsekMuaraBatangGadisDibakarMasaa MataElang Medan MengelolaAirUntukNegri mentalhealth Mentawai Mesum Mimika Miras MirasIlegal MobilBencanaDibakarMassa MobilPatwalPoldaSumbarKecelakaan MobilSatpolPPAcehDibakarMassa MogokKerja MTsN10pesisirselatan Muhammadiyah mutilasibayi nagarisolokambah nagarisulitair narkoba Narkotika Nasioanl Nasional ngaraisianok NinjaSawit NTT odgj OknumGuruLGBT Oksibil olahraga Opini OprasiLilinSinggalang2025 oprasimalam oprasitumpasbandar2025 oprasizebra2025 oprasizebrasinggalang2025 OrangHanyut OTTKPK PADA Padang Padang panjang Padang Pariaman PadangAman PadangPariaman PadangRancak PadangSigap Pahlawannasional pajak air tanah Palimanan pandekarancak pantaipadang Papua parenting Pariaman Parlemen Pasaman Pasaman barat pasamanbarat pasang pasarrayapadang Pasuruan Payakumbuh PDAM PeduliBencana Pekanbaru Pelalawan pelayananhumanis pelayanansosial PelemikBantuanAsing PemakamanMasalKorbanBencanaSumbar PembabatanHutan PembalakanHutanMentawai pembalakanLiar Pembunuhan pemerasan Pemko Padang PemkoPadang PemulihanBencana PemutihanPajakKendaraan pencabulan PencarianKorbanBanjirPadang Pencirian PenculikanAnak Pencurian Pendidikan penegakanhukum penemuanbayi penemuanJanin PenemuanJasadBayo penemuanmayat Penertiban Pengancaman pengangguran penganiayaan Pengeroyokan Penggelapan Penjarahan Perbankan Perceraian Perdagangan peristiwa peristiwadaerah perlindungananak Persami PersijaJakarta pertahanan PerumdaAirMinum Pesisir Selatan PesisirSelatan Peti PJN PKL PolaMakan PolantasMenyapa Polda banten Polda Jabar Polda Kalbar Polda Metro Jaya polda Papua POLDA SulBar POLDA SUMBAR PoldaRiau Poldasumbar PoldaSumut Polhut Policegoestoscool Polisi Politik polPP polres Polres 50 kota Polres Dharmasraya Polres Mentawai Polres Padang panjang Polres Pasaman Polres Pasaman Barat Polres Solok Polres solok selatan PolresPadang polrespasaman polrespasamanbarat polrespasbar PolresPayakumbuh polrespesel PolresSolokKota polresSolokSelatan Polresta bukittinggi Polresta Padang PolresTanahDatar polrestapadang POLRI PolriPresisi Polsek bungus barat Polsek Koto Tangah Padang Polsek Lubeg Pontianak PrabowoSubianto PrajuritTNITewas PrediksiCuaca premanisme Presiden RI PrestaPadang psp padang Ptostitusi PuanMaharani Puncak jaya Purwakarta jawabarat QuickWins Razia RekeningDormant Religi RevisiKUHP Riau RidwanKamil RokokIlegal sabu Sajam SakitPerut Sarkel SatgasDamaiCartenz satgasoprasidamai satlantaspolresta SatpolPP SatpolPPAceh Sawahlunto Sawmil SeaGamen2025 segmen sianok seherman SekolahRakyat Semarang semenpadang SemenPadangFC Senjatatajam sepakbola sepakbolaindonesia SepakBolaWanita Serang ServisKendaraanGratisKorbanBanjirAgam SiagaBencana SigapMembangunNegriUntukRakyat Sijunjung sikat singgalang2025 silent treatment simulasibencana Sinkhole siswismptewassaathiking sitinjaulauik Skoliosis SMA1pulaupunjung sobatlalulintasrancakbana solok Solok selatan solokarosuka solokselatan solsel Sosialisasi SPBUganting SPPG STNK Strongpoint subsidi ilegal sukabumi Sulawesi Tenggara Sumatera Barat SumateraBarat Sumaterbarat Sumatra barat Sumbar SungaiKuranji Surabaya swasembadapangan TambangEmasIlegal tambangilegal TambangIlegalSumbar Tanah datar tanahdatar tanggapdarurat TanggapDaruratBencana tawuran TawuranNarkoba Terbaru Ternate Timika Papua timklewang TimnasIndonesiaU22 TimnasWanitaIndonesia TNI TPUTunggulHitam Transformasi polri transpadang transportasi TrukTerbakar tsunamiDrill Tuak Uin UIN IB Padang UpadateKorbanBencanaSumatera UpdateKorbanBanjirSumatera UpdateKorbanBencanaAlam UpdateKorbanBencanaSumatera Utama UUMD3 Viral Yalimo Yogyakarta Yuhukimo

 

Serasinews.com, Padang – Sungai-sungai di Kota Padang tak lagi mengalir seperti dulu. Setelah rangkaian banjir dan longsor, alur air berubah arah, melebar, dan perlahan mendekati permukiman warga. Ancaman itu kini nyata, berdiri hanya beberapa langkah dari pintu rumah.

Hujan deras yang mengguyur Padang pada Jumat, 2 Januari 2026, menjadi penanda bahaya yang kian mendesak. Debit air meningkat tajam, tebing sungai tergerus, dan jarak aman yang selama ini diandalkan warga hilang dalam waktu singkat.

Dari Jarak Aman ke Zona Bahaya

Di Lubuk Minturun (Lumin), warga menyaksikan sendiri bagaimana sungai “berpindah tempat”. Sismi Aulia menyebut, aliran sungai yang dahulu berjarak sekitar 20 meter dari rumah kini tinggal sekitar 5 meter. Lebih mengkhawatirkan, arah alirannya tak lagi lurus, melainkan membelok ke kawasan permukiman.

“Sekarang sungainya seperti mengincar rumah kami. Setiap hujan deras, kami selalu waspada. Tidur pun tidak pernah tenang,” katanya.

Sekitar 40 hingga 50 kepala keluarga berada dalam kondisi rawan. Beberapa rumah yang berdiri dekat tebing sungai mengalami runtuhan tanah sedikit demi sedikit. Warga mengaku sudah menyampaikan keluhan ke pihak kelurahan, namun upaya nyata seperti pembangunan DAM atau pemasangan bronjong belum kunjung dilakukan.

Ketika Bendera Putih Menjadi Tanda Bahaya

Situasi lebih genting terjadi di Griya Permata II Banda Gadang. Di kawasan ini, warga mengibarkan bendera putih di depan rumah—bukan sebagai simbol menyerah, melainkan sebagai sinyal darurat.

Syarifah, salah seorang warga, mengatakan perubahan aliran sungai telah membawa bencana langsung. Saat hujan deras mengguyur, sedikitnya 10 rumah hanyut, dua rumah rusak berat, dan akses jalan amblas.

“Sungai sekarang sudah sampai ke depan rumah. Kami benar-benar takut. Rumah saya juga bisa hanyut kapan saja,” ujarnya.

Trauma pascabencana membuat warga belum sempat mengurus laporan resmi. Banyak yang masih berusaha memulihkan diri, sembari dihantui kekhawatiran akan hujan berikutnya.

“Kami hanya berharap ada bantuan cepat. Kalau hujan besar datang lagi, kami tidak punya tempat aman,” tuturnya.

Dampak Kerusakan Alam dan Tata Ruang

Pengamat lingkungan Indang Dewata menilai kondisi ini merupakan akumulasi dari kerusakan hulu sungai dan lemahnya penataan ruang. Material banjir seperti kayu, lumpur, dan pasir menyebabkan pendangkalan sungai, sehingga air meluap dan mencari jalur terdekat—yang sering kali adalah kawasan permukiman.

Ia mengingatkan bahwa aturan sempadan sungai sejatinya melarang pembangunan dalam radius 30 hingga 50 meter dari aliran sungai. Selain itu, kawasan hulu harus dijaga dari pembalakan dan alih fungsi lahan, sementara di hilir diperlukan infrastruktur pengendali banjir dan ruang terbuka hijau.

Tanpa langkah cepat dan tegas, perubahan aliran sungai ini bukan sekadar fenomena alam, melainkan sinyal krisis lingkungan yang lebih besar—di mana warga Kota Padang dipaksa hidup berdampingan dengan ancaman yang terus bergerak mendekat.

(Rini

#BanjirPadang #Padang #Petistiwa


 

Serasinews.com, Padang — Penemuan dua janin bayi menggegerkan warga Jalan Bandes, Parak Jigarang, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, pada Minggu (4/1). Kedua janin tersebut ditemukan di area rumah kos-kosan yang berada di tengah permukiman padat penduduk.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, janin bayi itu diperkirakan berusia sekitar tiga bulan. Warga menemukan keduanya di lokasi terpisah, yakni satu janin di luar area kos-kosan dan satu lainnya di dalam salah satu kamar kos.

Seorang warga setempat, Riki, mengatakan penemuan bermula dari kecurigaan warga yang mencium bau tidak sedap di sekitar kos-kosan. Setelah dilakukan pengecekan, warga menemukan janin bayi tersebut.

“Kami curiga karena ada bau menyengat. Setelah dicek, ternyata ditemukan janin,” ujarnya.

Peristiwa itu sontak membuat warga sekitar terkejut. Sejumlah warga sempat berkumpul di lokasi sebelum kejadian tersebut dilaporkan kepada pihak kepolisian.

Mendapat laporan, aparat kepolisian langsung turun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara. Polisi mengamankan area, mengumpulkan barang bukti, serta meminta keterangan dari saksi-saksi, termasuk penghuni kos dan warga sekitar.

Kedua janin kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Padang untuk menjalani pemeriksaan medis sesuai prosedur.

Hingga saat ini, polisi masih mendalami kasus tersebut guna mengungkap pihak yang bertanggung jawab. Penyelidikan dilakukan dengan menelusuri identitas penghuni kos, memeriksa rekaman kamera pengawas di sekitar lokasi, serta mengumpulkan bukti pendukung lainnya.

Pihak kepolisian memastikan penanganan kasus ini dilakukan secara serius. Warga pun berharap kasus tersebut segera terungkap agar memberikan kejelasan dan tidak kembali terjadi di kemudian hari.

(Rini/Mond

#Peristiwa #PenemuanJaninBayi Padang


 

Serasinews.com, Jakarta — Dampak bencana hidrometeorologi yang melanda Pulau Sumatra sejak akhir 2025 terus menunjukkan angka yang mengkhawatirkan. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, hingga 4 Januari 2026, jumlah korban meninggal dunia mencapai 1.177 orang, sementara lebih dari 242 ribu warga harus meninggalkan rumah mereka dan mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Pembaruan data tersebut disampaikan Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, berdasarkan rekapitulasi terakhir per Minggu sore. Dalam sehari, jumlah korban meninggal bertambah 10 orang dari laporan sebelumnya.

Penambahan korban berasal dari Aceh Utara, Tapanuli Selatan di Sumatra Utara, serta Sumatra Barat. BNPB menyebut, sebagian besar korban meninggal akibat tertimbun longsor, terseret banjir bandang, dan terjebak di permukiman yang ambruk akibat hujan ekstrem berkepanjangan.

Ratusan Orang Masih Hilang

Di tengah proses pencarian, tim SAR gabungan juga melakukan pembaruan data warga hilang. Sebanyak 17 orang yang sebelumnya dilaporkan hilang telah ditemukan atau dipastikan selamat setelah verifikasi lapangan.

Namun demikian, hingga saat ini 148 orang masih dinyatakan hilang dan terus dicari oleh tim gabungan yang melibatkan Basarnas, TNI, Polri, BPBD, serta relawan.

Pengungsian Masih Padat

Jumlah pengungsi tercatat mencapai 242.174 jiwa yang tersebar di berbagai wilayah terdampak. Banyak di antaranya tidak dapat kembali ke rumah karena kerusakan berat, genangan banjir yang belum surut, atau lokasi tempat tinggal yang masih berisiko longsor.

Kondisi pengungsian masih menghadapi tantangan, terutama dalam pemenuhan air bersih, layanan kesehatan, serta perlindungan bagi kelompok rentan seperti balita, lansia, dan ibu hamil.

Status Darurat Belum Merata

Di Aceh, sebanyak 10 kabupaten/kota masih menjalani status tanggap darurat, sementara 8 daerah lainnya mulai beralih ke fase transisi menuju pemulihan.

Berbeda dengan Aceh, seluruh wilayah di Sumatra Utara telah keluar dari status tanggap darurat dan memasuki masa transisi. Tercatat 14 daerah berada pada tahap transisi darurat, sementara dua daerah mengakhiri masa darurat tanpa perpanjangan.

Sementara itu di Sumatra Barat, Kabupaten Agam masih mempertahankan status tanggap darurat menyusul tingginya potensi longsor susulan akibat kondisi tanah yang belum stabil.

BNPB Perkuat Mitigasi

BNPB menegaskan upaya mitigasi terus diperkuat, terutama di wilayah dengan risiko tinggi. Langkah yang dilakukan meliputi pemantauan intensif curah hujan, penutupan jalur rawan longsor, edukasi masyarakat, hingga relokasi sementara warga dari zona berbahaya.

BNPB juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, mengingat ancaman bencana hidrometeorologi masih tinggi seiring puncak musim hujan yang diperkirakan berlangsung dalam beberapa bulan ke depan.

(L6) 

#UpdateKorbanBencanaSumatera #BNPB

#Nasional


 

Serasinews.com, Pasaman Barat — Kapolres Pasaman Barat, AKBP Agung Tribawanto, menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah melakukan pembiaran terhadap aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI). Ia juga membantah keras isu adanya setoran atau yang disebut “uang payung” kepada oknum kepolisian.

Menurut AKBP Agung, tudingan tersebut tidak memiliki dasar yang jelas dan berpotensi menyesatkan opini publik serta merugikan institusi Polri yang selama ini konsisten menindak praktik pertambangan ilegal.

“Perlu saya tegaskan, tidak ada pembiaran, tidak ada uang payung, dan tidak ada perlindungan terhadap aktivitas tambang ilegal. Polres Pasaman Barat berkomitmen menindak tegas PETI tanpa pandang bulu,” ujarnya, Senin.

Penegakan Hukum Terus Dilakukan

Kapolres menjelaskan bahwa jajarannya secara aktif dan berkelanjutan melaksanakan penegakan hukum (gakkum) di sejumlah wilayah yang terindikasi sebagai lokasi PETI. Upaya tersebut dilakukan melalui patroli rutin, penyelidikan, hingga penindakan sesuai aturan hukum yang berlaku.

Ia mengakui bahwa penanganan PETI menghadapi berbagai kendala di lapangan, seperti medan yang sulit, lokasi tambang yang berpindah-pindah, serta modus pelaku yang menghentikan aktivitas saat mengetahui adanya patroli. Meski demikian, hal tersebut tidak mengurangi komitmen kepolisian untuk terus melakukan penindakan.

“Setiap laporan dan informasi dari masyarakat kami tindaklanjuti berdasarkan hasil pemetaan dan data intelijen. Penegakan hukum dilakukan secara serius, bukan sekadar formalitas,” jelasnya.

Oknum Tidak Akan Dilindungi

Menanggapi isu keterlibatan oknum aparat, termasuk dugaan penyaluran BBM subsidi dan kebocoran informasi razia, AKBP Agung menegaskan bahwa Polres Pasaman Barat tidak akan memberikan toleransi terhadap anggota yang terbukti melanggar hukum.

“Jika ada anggota yang terlibat, silakan laporkan dengan bukti yang jelas. Kami akan proses secara tegas, baik secara etik maupun pidana. Tidak ada yang kebal hukum,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa penyalahgunaan BBM subsidi untuk kegiatan ilegal merupakan pelanggaran serius dan menjadi perhatian khusus kepolisian bersama instansi terkait.

Upaya Preventif Lewat Edukasi Masyarakat

Selain penindakan, Polres Pasaman Barat juga mengedepankan langkah preventif melalui kegiatan sosialisasi kepada masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda, serta pemerintah nagari. Sosialisasi tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran akan dampak negatif PETI terhadap lingkungan dan kehidupan sosial.

Kapolres menekankan bahwa PETI dapat merusak ekosistem sungai, mengancam kesehatan warga, merusak lahan pertanian, serta memicu konflik sosial dan bencana lingkungan.

“Keuntungan sesaat dari tambang ilegal tidak sebanding dengan kerusakan yang harus ditanggung generasi mendatang,” ujarnya.

Ajak Masyarakat Berperan Aktif

AKBP Agung juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh isu yang belum terverifikasi serta berperan aktif melaporkan aktivitas PETI maupun dugaan penyimpangan aparat melalui mekanisme resmi.

“Penanganan PETI tidak bisa dilakukan polisi sendiri. Dukungan dan partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan agar upaya ini berjalan efektif dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Dengan kombinasi penegakan hukum yang tegas dan pendekatan edukatif, Polres Pasaman Barat menegaskan komitmennya berada di garis terdepan dalam memerangi tambang emas ilegal demi menjaga kelestarian lingkungan dan kepentingan masyarakat luas.

(Rini

#Peti #polresPasamanBarat


 

Serasinews.com, Tanah Datar — Upaya pemberantasan peredaran narkotika terus digencarkan Polres Tanah Datar. Kali ini, Satuan Reserse Narkoba berhasil mengungkap kasus penyalahgunaan narkotika golongan I jenis sabu dengan mengamankan dua orang pria pada Kamis, 1 Januari 2026, sekitar pukul 21.30 WIB.

Kedua pria tersebut berinisial AP (35) dan PH (41), yang diketahui merupakan warga Kabupaten Tanah Datar. Penindakan dilakukan di rumah orang tua salah satu pelaku yang berada di Jorong Sungai Tarab, Nagari Sungai Tarab, Kecamatan Sungai Tarab.

Kasus ini terungkap setelah polisi menerima laporan masyarakat terkait dugaan aktivitas peredaran sabu yang melibatkan AP. Menindaklanjuti informasi tersebut, tim Satresnarkoba melakukan serangkaian penyelidikan hingga akhirnya mengamankan AP di sebuah rumah kontrakan di wilayah Lima Kaum.

Meski tidak ditemukan narkotika saat penggeledahan awal, hasil pemeriksaan terhadap AP mengungkap bahwa barang haram tersebut dititipkan kepada rekannya, PH. Berdasarkan keterangan itu, petugas kemudian bergerak ke rumah orang tua PH di Jorong Sungai Tarab dan menemukan satu paket sabu yang diakui sebagai titipan dari AP.

Pengembangan kasus dilanjutkan dengan penggeledahan di rumah AP. Dari lokasi tersebut, petugas kembali menemukan satu paket sabu yang disembunyikan di bawah karpet, serta satu set alat hisap sabu yang diduga digunakan untuk mengonsumsi narkotika.

Seluruh rangkaian penindakan dilakukan secara terbuka dan disaksikan oleh kepala jorong serta warga setempat. Kedua pelaku juga mengakui bahwa seluruh barang bukti yang diamankan adalah milik mereka.

Kapolres Tanah Datar AKBP Dr. Nur Ichsan Dwi Septiyanto, S.H., S.I.K., M.I.K., melalui Kasat Reserse Narkoba, menegaskan bahwa pengungkapan ini merupakan bentuk keseriusan jajaran Polres Tanah Datar dalam menekan peredaran narkotika di wilayah hukumnya.

“Kami akan terus melakukan penindakan tegas terhadap pelaku narkotika. Dukungan dan informasi dari masyarakat sangat penting dalam upaya ini,” ujarnya.

Saat ini, kedua pelaku telah diamankan di Mapolres Tanah Datar untuk menjalani proses penyidikan. Polisi masih melakukan pendalaman guna mengungkap kemungkinan adanya jaringan lain yang terlibat.

Polres Tanah Datar juga mengimbau masyarakat agar aktif melaporkan setiap aktivitas mencurigakan terkait narkotika demi menjaga keamanan dan keselamatan generasi muda.

(*)

#Narkoba #Kriminal #PolresTanahDatar

 

Serasinews.com, Agam, Sumatera Barat — Banjir yang dipicu luapan Sungai Asam merendam kawasan Jorong Pasar Rabaa, Nagari Koto Kaciak, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Jumat (2/1) malam. Peristiwa tersebut menyebabkan 17 warga terjebak di dalam rumah hingga akhirnya dievakuasi oleh tim Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kota Padang.

Air banjir dilaporkan mencapai ketinggian sekitar 50 hingga 80 sentimeter dengan arus cukup kuat, menyulitkan warga untuk menyelamatkan diri secara mandiri. Evakuasi dilakukan setelah Basarnas menerima laporan dari Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Agam terkait kondisi darurat di wilayah tersebut.

Koordinator Lapangan Basarnas Padang, Atta Priyono, menyampaikan bahwa tim gabungan Basarnas dan PMI langsung diterjunkan ke lokasi begitu laporan diterima. Petugas menyisir rumah-rumah warga yang tergenang untuk memastikan seluruh penghuni dapat dievakuasi dengan aman.

Sebanyak 17 warga yang terdiri dari anak-anak, orang dewasa, hingga lanjut usia berhasil dipindahkan ke tempat aman, yakni Masjid Nurul Huda Koto Kaciak dan rumah kerabat terdekat.

Menurut Atta, derasnya arus banjir menjadi tantangan utama dalam proses evakuasi. Untuk mengantisipasi risiko, petugas menggunakan tali pengaman saat membantu warga keluar dari rumah.

“Keselamatan warga menjadi prioritas utama. Karena arus cukup deras, evakuasi dilakukan dengan sangat hati-hati,” ujarnya.

Banjir terjadi akibat hujan berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut selama beberapa jam, sehingga Sungai Asam meluap dan air dengan cepat memasuki permukiman warga. Puluhan rumah dilaporkan terdampak dalam kejadian ini.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Seluruh warga yang terdampak berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.

Basarnas dan PMI Agam mengimbau masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir susulan, mengingat curah hujan masih diperkirakan tinggi dalam beberapa hari ke depan.

Warga juga diminta segera mengungsi ke tempat aman apabila ketinggian air kembali meningkat.

(Rini/Mond

#Peristiwa #Daerah #KabupatenAgam

#BanjirAgam



 Serasinews.com, Tanah Datar — Komitmen Polres Tanah Datar dalam memberantas narkotika kembali dibuktikan. Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) berhasil menangkap dua terduga pengedar sabu di Kecamatan Lima Kaum, Kamis (1/1/2026) sore.

Dua pelaku, GAP (28), perempuan, dan RF (28), laki-laki, ditangkap sekitar pukul 17.00 WIB di pinggir Jalan Raya Jorong Balai Labuah Ateh, Nagari Lima Kaum, yang kerap diduga menjadi lokasi transaksi narkotika.

Pengungkapan bermula dari penyelidikan intensif tim Satresnarkoba. Dari pengembangan informasi, polisi mengetahui waktu dan lokasi transaksi, lalu melakukan pengintaian. Saat tiba di TKP, pelaku yang berboncengan sepeda motor mencoba melarikan diri, bahkan sempat membuang satu paket sabu ke pinggir jalan. Namun, petugas berhasil mengamankan keduanya beserta barang bukti.

Di hadapan masyarakat yang menyaksikan, kedua pelaku mengakui kepemilikan sabu, yang diduga akan diedarkan di Tanah Datar dan sekitarnya.

Kapolres Tanah Datar, AKBP Dr. Nur Ichsan Dwi Septiyanto, S.H., S.I.K., M.I.K., melalui Kasat Reserse Narkoba menegaskan, penindakan ini bagian dari langkah tegas Polres untuk memutus rantai peredaran narkotika. “Kami tidak memberi ruang bagi peredaran narkoba. Kami juga mengajak masyarakat aktif memberikan informasi terkait penyalahgunaan narkotika,” jelasnya.

Saat ini, kedua pelaku dan barang bukti diamankan di Mapolres Tanah Datar untuk proses penyidikan lebih lanjut. Polisi juga terus mengembangkan kasus guna mengungkap kemungkinan adanya jaringan lain.

Polres Tanah Datar menegaskan komitmen perang terhadap narkoba melalui patroli, penyelidikan, dan penindakan demi lingkungan yang aman, sehat, dan bebas narkotika. 

(Rini/Mond

#Kriminal #Narkoba


Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.