Latest Post

Aceh Afif Maulana Agam AIDS Aipda Dian WR AirterjunLembahAnaiMeluap Aksibersihpantai AksiJalanan Aleknagari Amak Lisa AmalanBulanRajab AnakHanyut AndreRosiade AnjingPelacak anthropophobia Antikorupsi ApdateKorbanBencanaSumatera Apelsiaga Apeltanggapbencana Arif maulana Arosuka Artikel Artis Minang Asusila balapliar BalapMotor Bali Balikpapan BandarNarkobaKabur Bandung BangunanLiar Banji Banjir BanjirAceh BanjirAgam BanjirBandang BanjirPadang BanjirSumatera BanjirSumbar BanjirSumut BankNagari bansos banten BantuanBencanaAcehHilang BantuanKorbanBencanaPasbar Banyuwangi Bapenda BareskrimPolri Batam BatangArau Batuk BBM BeaCukai bencana Bencana alam Bencanaalam BencanaAlamSumateraBarat BencanaHidrometeorologi BencanaKotaPadang BencanaSumatera BencanaSumbar BerantasNarkoba BeritaDaerah BibitSiklonTropis95B BKSDA BMKG BNNPSumbar BNNsumbar BNPB BobonSantoso Box Redaksi BPBDKabupatenAgam BPBDPadang BPBDSumbar BPHMigas BPJNSumbar BPKB BrimobPoldaSumbar Brimobuntukindonesia BRISuperLeague bukit sitinurbaya Bukittinggi BungaBangkai BungaRafflesia BWSS V padang BWSSV BWSSVPadang Calon Bupati cemburubuta CerintIrallozaTasya Cikampek Cikarang CuacaEkstrem cuacapanasekstrem curanmor Daerah danabos Dandrem 032 WBR DaniFaisal dankodaeral II Demonstrasi Denpasar Depok DeptCollector Dharmasraya Dinas sosial DinasPendidikanSumbar DinasPerpusipPadang DinasPerpustakaandanArsip DinasPertanian dinassosial dinassosialpadang Dirlantas Dirlantas Polda Sumbar DirlantasPoldaSumbar Disdukcapil DitlantasPoldaSumbar DitpolairudPoldaSumbar DPCPKBkotapadang DPDRI DPR DPRD Padang DPRDpadang DPRDsumbar DPUPR DPUPRPadang dubalangkota EmpatPilar Enarotali Evakuasi festival sepakbola Filipina FlyOver Galodo GalodoLembahAnai gangguanhormon GanjaKering gaya hidup GayaHidup gempa GempaBumi gerakcepatdinsos gorontalo GrasstrackMotocross Gresik GunungMerapiErupsi gurbernurriaukenaottkpk HAM HargaCabaiNaik Haripahlawan Harisumpahpemuda Hidroneteologi Hipnotis HismawaMigas HIV Hot New HubunganSesamaJenis hukum Huntara HUT Humaspolri ke 74 HUT80Brimob Hutan HUTKe-64 IKW IKWRI IlegalFishing IlegalMinning IllegalLogging Indonesia Indonesia. indonesiamaju infrastruktur Intan jaya Internasional irigasi Islam Islami Jakarta Jakarta Selatan JalanLembahAnaiPutus JalanLongsor JalanRetak Jambi Jawa Tengah Jayapura Jayawijaya JembatanPutus JembatanRetak Jogyakarta jurnalis JusufKalla K9 Kabupaten Agam kabupaten dharmasraya Kabupaten Solok KabupatenAgam KabupatenDharmasraya KabupatenPasaman KabupatenPasamanBarat KabupatenPesisirSelatan KabupatenpPasaman kabupatenSolokSelatan KafeKaraoke KafeKaroke KAI Sumbar Kakorlantas kakorlantaspolri KAN kapolres kapolressijunjung Kapolri KarangTaruna kasat narkoba KasusMedis keamanan KeamananPublik kebakaran KebakaranPasarPayamumbuh KebatanGunungNagoPutus kecamatankototangah kecelakaan kegiatanrutin KejariDharmasraya kejaripadang kejaripesel KejatiSumbar kekerasan kelangkaanBBM kelangkaansolar KelurahanRimboKaluang Kemenag Kemenhut Kemenkes Kementrian PU kementriankebudayaan KementrianLingkunganHidup KemuliaanBulanRajab kendaraan KeracunanMakanan Kesehatan keselamatan bersama keselamatan kerja kesiapsiagaan kesunyian malam KetahananPangan ketertiban umum KetertibanUmum Kiwirok KKB KLHK Kodim 0307 Tanah Datar KomnasHAM komplotanganjalATM KorbanBanjirAgam KorbanBrncanaAgam Korem 032/WB Korpolairud korupsi Kota Padang KotaBukittinggi KotaPadang KotaPariaman KPK Kriminal KRYD KUHP KumpulanDo'a Laksamanamuda Lampung LapasIIA LayananKesehatan LembahAnai Lembang Leonardy LGBT life style lifestyle Lima Puluh Kota LimaPuluhKota lingkungan listrikilegal literasi lombok timur Longsor LongsorKampusUINImambonjol LowonganKerjaPalsu Madiun Magelang MahardikaMudaIndonesia MahasiswiHilang MahyeldiAnsharullah Makan Bergizi Gratis Makasar Malalak MalPraktek ManfaatAirKelapa manila MapolsekMuaraBatangGadisDibakarMasaa MataElang Medan MengelolaAirUntukNegri mentalhealth Mentawai Mesum Mimika Miras MirasIlegal MobilBencanaDibakarMassa MobilPatwalPoldaSumbarKecelakaan MobilSatpolPPAcehDibakarMassa MobilTerbakar MogokKerja MTsN10pesisirselatan Muhammadiyah Mutasi mutilasibayi nagarisolokambah nagarisulitair narkoba Narkotika Nasioanl Nasional ngaraisianok NinjaSawit NTT odgj OjekOnline OknumGuruLGBT Oksibil olahraga Opini OprasiKeselamatanSinggalang2026 OprasiLilinSinggalang2025 oprasimalam OprasiSinggalang2026 oprasitumpasbandar2025 oprasizebra2025 oprasizebrasinggalang2025 OrangHanyut OTTKPK PabukoanGratis PADA Padang Padang panjang Padang Pariaman PadangAman PadangPariaman PadangRancak PadangSigap Pahlawannasional pajak air tanah Palimanan pandekarancak PanenRaya pantaipadang Papua parenting Pariaman Parlemen Pasaman Pasaman barat pasamanbarat pasang pasarrayapadang Pasuruan Payakumbuh PDAM PeduliBencana Pekanbaru Pelalawan pelayananhumanis PelayananPublik pelayanansosial PelemikBantuanAsing PemakamanMasalKorbanBencanaSumbar Pemasyarakatan PembabatanHutan PembalakanHutanMentawai pembalakanLiar Pembinaan PembinaanWargaBinaan Pembunuhan pemerasan Pemko Padang PemkoPadang PemulihanBencana PemutihanPajakKendaraan pencabulan PencarianKorbanBanjirPadang Pencirian PenculikanAnak Pencurian Pendidikan penegakanhukum penemuanbayi penemuanJanin PenemuanJasadBayo penemuanmayat Penertiban Pengancaman pengangguran penganiayaan Pengeroyokan Penggelapan PenggelapanMotor Penjarahan Perbankan Perceraian Perdagangan Perekonomian peristiwa peristiwadaerah perlindungananak Persami PersijaJakarta pertahanan PerumdaAirMinum Pesisir Selatan PesisirSelatan Peti PJN PKL PolaMakan PolantasMenyapa Polda banten Polda Jabar Polda Kalbar Polda Metro Jaya polda Papua POLDA SulBar POLDA SUMBAR PoldaRiau Poldasumbar PoldaSumut Polhut Policegoestoscool Polisi Politik polPP polres Polres 50 kota Polres Dharmasraya Polres Mentawai Polres Padang panjang Polres Pasaman Polres Pasaman Barat Polres Solok Polres solok selatan PolresPadang polrespasaman polrespasamanbarat polrespasbar PolresPayakumbuh polrespesel PolresSolokKota polresSolokSelatan Polresta bukittinggi Polresta Padang PolresTanahDatar polrestapadang POLRI PolriPresisi Polsek bungus barat Polsek Koto Tangah Padang Polsek Lubeg Pontianak PrabowoSubianto PrajuritTNITewas PrediksiCuaca premanisme Presiden RI PrestaPadang ProyekNasional psp padang Ptostitusi PuanMaharani Puasa Puncak jaya Purwakarta jawabarat QuickWins Ramadhan Razia RekeningDormant Religi RevisiKUHP Riau RidwanKamil RokokIlegal RutanPadang sabu Sajam SakitPerut Sarkel SatgasDamaiCartenz satgasoprasidamai satlantaspolresta SatpolPP SatpolPPAceh Sawahlunto Sawmil SeaGamen2025 segmen sianok seherman SekolahRakyat Semarang semenpadang SemenPadangFC Senjatatajam sepakbola sepakbolaindonesia SepakBolaWanita Serang ServisKendaraanGratisKorbanBanjirAgam SiagaBencana SigapMembangunNegriUntukRakyat Sijunjung sikat singgalang2025 silent treatment simulasibencana Sinkhole siswismptewassaathiking sitinjaulauik Skoliosis SMA1pulaupunjung sobatlalulintasrancakbana solok Solok selatan solokarosuka solokselatan solsel Sosialisasi SPBUganting SPPG STNK Strongpoint subsidi ilegal sukabumi Sulawesi Tenggara Sumatera Barat SumateraBarat Sumaterbarat Sumatra barat Sumbar SungaiKuranji Surabaya swasembadapangan TablighAkbar TambangEmasIlegal tambangilegal TambangIlegalSumbar Tanah datar tanahdatar tanggapdarurat TanggapDaruratBencana tawuran TawuranNarkoba Terbaru Ternate Timika Papua timklewang TimnasIndonesiaU22 TimnasWanitaIndonesia TNI TPUTunggulHitam Transformasi Digital Transformasi polri transpadang TransparansiPublik transportasi TrukTerbakar tsunamiDrill Tuak Uin UIN IB Padang UMKM UNP UpadateKorbanBencanaSumatera UpdateKorbanBanjirSumatera UpdateKorbanBencanaAlam UpdateKorbanBencanaSumatera Utama UUMD3 Viral WargaBinaan Yalimo Yogyakarta Yuhukimo

 

Serasinews.com, Sumatra Barat — Pemerintah pusat akhirnya turun tangan setelah banjir bandang menghantam sejumlah wilayah di Sumatra Barat. Pada Kamis (11/12/2025), Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) resmi menyegel beberapa lokasi tambang yang dinilai berkontribusi terhadap kerentanan bencana. Keputusan cepat ini diambil berdasarkan audit lapangan yang mengungkap berbagai pelanggaran berat, mulai dari reklamasi yang tak dilakukan hingga aktivitas penambangan tanpa dokumen lingkungan.

Audit Bongkar Pelanggaran Serius

Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH, Hanif Faisol Nurofiq, menyampaikan bahwa penyegelan dilakukan setelah tim pengawas menemukan bukaan tambang yang dibiarkan tanpa reklamasi, tanpa pengendalian erosi, serta tanpa pemantauan air larian—kondisi yang mempercepat aliran lumpur dan memperburuk longsor saat banjir bandang terjadi.

Kepatuhan lingkungan bukan sekadar administrasi. Ini menyangkut keselamatan masyarakat,” tegas Hanif.

Selain itu, beberapa lokasi diketahui beroperasi tanpa dokumen persetujuan lingkungan, termasuk AMDAL dan RKL-RPL. Pemeriksaan teknis juga menyoroti drainase buruk dan stabilitas lereng yang tidak sesuai standar.

Penyegelan Bersifat Sementara, Tapi Mengikat

KLH menegaskan bahwa penyegelan dapat dicabut hanya jika perusahaan membuktikan pemenuhan seluruh kewajiban lingkungan, termasuk rencana pemulihan yang terukur. Plang penyegelan dipasang di setiap lokasi agar status hukum diketahui publik.

Potensi Sanksi Administratif hingga Pidana

Tahap pemeriksaan lanjutan akan mencakup:

Evaluasi teknis bekas galian

Analisis aliran air

Peninjauan ulang rencana reklamasi

Audit perizinan tambang

Jika terbukti melakukan pelanggaran berat, perusahaan berpotensi dikenai sanksi administratif hingga pidana sesuai peraturan lingkungan hidup.

Lokasi Penyegelan & Perusahaan Terkait

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sumbar, Tasliatul Fuaddi, membenarkan penyegelan satu lokasi tambang di Nagari Kampuang Tanjuang Koto Mambang Sungai Durian, Kecamatan Patamuan, Padang Pariaman.

Tiga perusahaan yang mendapat teguran adalah:

PT Fathul Jaya Pratama

CV Bumi Perdana

CV Sayang Ibu Sejati

Ketiganya dinilai bertanggung jawab atas buruknya pengelolaan lingkungan serta ketidakpatuhan terhadap perizinan.

KLH: Penyegelan Ini Momentum Perubahan

Hanif menekankan bahwa persoalan tambang tak bisa dipisahkan dari keselamatan masyarakat. Bencana di Sumbar, katanya, bukan sekadar fenomena alam, tetapi juga akibat dari praktik tambang yang mengabaikan kelestarian lingkungan.

Ini bukan sekadar menutup lokasi. Ini panggilan untuk memperbaiki tata kelola lingkungan demi masa depan yang lebih aman,” ujarnya.

KLH/BPLH menjanjikan publikasi berkala hasil pemeriksaan dan mengajak masyarakat serta aparat daerah memperkuat pengawasan, terutama terkait pemulihan DAS, normalisasi jalur air, dan penataan kawasan rawan bencana.

(T)
#KementerianLingkunganHidup #BanjirSumbar #SumateraBarat

 

Serasinews.com,Jakarta — Duka masih menyelimuti Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara setelah banjir bandang dan longsor melanda sejak 24 November 2025. Hingga Jumat (12/12), BNPB melaporkan 995 korban meninggal dunia, bertambah lima jiwa dibanding sehari sebelumnya.

“Total sementara menunjukkan 995 jiwa meninggal dunia di tiga provinsi,” ujar Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam konferensi pers daring.

Jumlah warga hilang turut meningkat menjadi 226 orang, sementara jumlah pengungsi tetap di angka 884.889 jiwa—menjadikannya salah satu krisis kemanusiaan terbesar Indonesia dalam sepuluh tahun terakhir.

Potensi Penurunan Jumlah Korban: Verifikasi Data Temukan Banyak Ketidaksesuaian

Meski mendekati angka seribu, BNPB menyatakan jumlah korban kemungkinan akan menurun seiring verifikasi data yang kini dilakukan lebih ketat pada level kecamatan bersama Dukcapil.

Verifikasi by name by address menemukan sejumlah kejanggalan:

Sebagian jenazah berasal dari area pemakaman, bukan korban bencana.

Beberapa nama yang tercatat meninggal ternyata wafat sebelum bencana.

Ditemukan data ganda serta identitas yang keliru dalam laporan awal.

Mulai besok, BNPB memperkirakan sejumlah kabupaten mulai menggunakan data resmi catatan sipil, menggantikan laporan manual dari lapangan.

Mengapa Banjir di Sumatera Begitu Parah? Tiga Faktor Utama Penyebabnya

Para ahli mengidentifikasi tiga faktor kunci yang membuat bencana ini sangat destruktif:

1. Aktivitas Atmosfer Tinggi di Puncak Musim Hujan

Sumatera utara berada di fase puncak musim hujan dengan dua puncak curah hujan dalam setahun.

Curah hujan >150 mm/hari merupakan kondisi normal.

Beberapa stasiun BMKG mencatat >300 mm/hari, setara banjir besar Jakarta 2020.

2. Pengaruh Siklon Tropis Senyar

Pada 24 November, muncul vortex di Semenanjung Malaysia yang berkembang menjadi Siklon Tropis Senyar di Selat Malaka.
Siklon ini memperkuat hujan ekstrem melalui:

peningkatan uap air,

penguatan awan konvektif,

perluasan cakupan hujan.

3. Kerusakan Lingkungan & Perubahan Tutupan Lahan

Penurunan tutupan vegetasi memperburuk kemampuan tanah menyerap air.
Menurut pakar geospasial ITB, Heri Andreas, banjir besar terjadi ketika daerah yang dahulu menyerap air—seperti hutan—berubah menjadi:

permukiman,

perkebunan intensif,

atau lahan terbuka.

Akibatnya, air hujan mengalir sebagai limpasan cepat, memicu banjir hanya dalam beberapa jam. Heri juga menyoroti bahwa peta bahaya banjir Indonesia belum sepenuhnya akurat, sehingga perencanaan tata ruang berbasis risiko masih lemah.

Ujian Berat bagi Sistem Kebencanaan Indonesia

Bencana di Sumatera menjadi peringatan bahwa Indonesia masih sangat rentan terhadap kombinasi cuaca ekstrem dan degradasi lingkungan.
Tim SAR terus bekerja menyisir puing dan aliran sungai, berupaya menemukan ratusan warga yang belum ditemukan.

Di sisi lain, pemerintah menghadapi pekerjaan besar:
memperbaiki data, memulihkan lingkungan, dan memperkuat mitigasi jangka panjang.

Meski jumlah korban mungkin berubah setelah verifikasi, tragedi ini telah meninggalkan luka mendalam bagi masyarakat Sumatera—sekaligus menjadi alarm keras bagi seluruh Indonesia.

(L6)
#BNPB #UpdateKorbanBencanaSumatera #BencanaSumatera

 

Serasinews.com, Padang — Pencarian dua warga yang hilang akibat banjir di Kampung Apar, Perumahan Abi, Kelurahan Koto Panjang Ikur Koto, Kecamatan Koto Tangah terus dilakukan hingga Jumat (12/12/2025). Memasuki hari keempat pascabencana, keluarga korban masih menunggu kabar, sementara tim penyelamat bekerja keras menghadapi medan sulit dan arus yang masih kuat.

Korban yang hilang adalah seorang wanita lanjut usia, 60 tahun, dan balita berusia 3 tahun, keduanya warga RT 02/RW 04 Kampung Apar. Keduanya diduga terseret arus saat banjir bandang melanda pemukiman. Tragedi bertambah pilu karena ayah sang balita sebelumnya ditemukan meninggal dunia, menguatkan dugaan bahwa kedua korban hanyut bersama derasnya aliran sungai kecil di kawasan tersebut.

Upaya Pencarian yang Masih Berlangsung

Sejak pagi, tim gabungan yang terdiri dari TNI, BPBD Kota Padang, aparat kelurahan, dan warga setempat menyisir sungai dari hulu hingga ratusan meter ke hilir. Pencarian dilakukan dengan:

Menyisir bantaran sungai secara manual

Memeriksa tumpukan kayu, ranting, dan material banjir lainnya

Membuka semak belukar dan pohon tumbang

Menggali celah-celah di mana korban mungkin terjebak

Sungai yang sempit dan berbelok-belok membuat pekerjaan tim lebih berat, karena material hanyut bisa menahan korban di bawahnya.

Tantangan Lapangan

Meski banjir telah surut, arus masih kuat dan air keruh membuat visibilitas sangat rendah. Tim terpaksa memeriksa ulang titik-titik kritis. Beberapa petugas turun ke sungai sambil memegang tali pengaman, sementara warga menebas semak untuk membuka jalur.

Medannya berat, banyak material tersangkut, dan arus masih kencang. Setiap sudut harus diperiksa dengan teliti,” ungkap seorang personel BPBD.

Harapan Keluarga dan Komitmen Tim

Warga dan keluarga korban terus menunggu di tepi sungai, berharap ada kabar baik. Pencarian akan berlangsung sepanjang kondisi memungkinkan, dan tim siap menambah personel jika medan memerlukan tenaga ekstra.

Kami akan terus mencari sampai korban ditemukan,” kata seorang anggota TNI yang terlibat.

Situasi Masih Kritis

Banjir yang melanda Kampung Apar termasuk yang terparah tahun ini. Selain korban hilang, banyak rumah rusak, dan akses jalan sempat terputus akibat derasnya aliran sungai. Hingga saat ini, kedua korban masih belum ditemukan, sementara pencarian terus dijalankan dengan harapan memberi kepastian bagi keluarga dan masyarakat sekitar.

(Rini/Mond)
#PencarianKorbanBanjirPadang
#Padang #Peristiwa

 

Serasinews.com, Padang — Jalur Sitinjau Lauik lebih dari sekadar jalan penghubung Kota Padang dan Kabupaten Solok. Jalur ini adalah urat nadi ekonomi, jalur distribusi logistik, sekaligus salah satu titik paling rawan di Sumatera Barat. Di balik panorama tebing hijau dan tikungan curam yang memikat wisatawan, ada kerja keras aparat Ditlantas Polda Sumatera Barat yang memastikan setiap kendaraan melintas dengan aman.

Tantangan Ekstrem di Setiap Tikungan

Sitinjau Lauik terkenal dengan tanjakan curam lebih dari 15 derajat, tikungan menurun yang berlapis-lapis, serta kondisi tanah yang licin saat hujan. Truk mogok, rem blong, hingga kemacetan panjang bukan hal asing. Setiap gangguan kecil bisa menimbulkan antrean hingga berkilometer, mengganggu distribusi logistik penting ke dan dari Padang.

Tim Urai: Garda Terdepan di Lapangan

Untuk menghadapi tantangan ini, Tim Urai Lalu Lintas ditugaskan menjaga jalur 24 jam. Dilengkapi derek besar, kendaraan taktis, serta kemampuan evakuasi dan rekayasa lalu lintas cepat, Tim Urai bergerak sigap: mendorong kendaraan yang gagal menanjak, mengevakuasi truk mogok, membuka jalur tersumbat, dan membimbing pengemudi baru menghadapi medan berbahaya. Mereka bukan hanya penegak aturan, tapi penyelamat lalu lintas di garis depan.

Komitmen dan Kesadaran Bersama

Direktur Lalu Lintas Polda Sumatera Barat, Kombes Pol H.M. Reza Chairul Akbar Siddiq, menegaskan pentingnya peran Tim Urai dan kesadaran pengendara:
"Keselamatan di Sitinjau Lauik adalah tanggung jawab bersama. Tim Urai ada untuk memastikan jalur ini tetap aman, tapi setiap pengendara harus mematuhi rambu dan menjaga kendaraan dalam kondisi prima."

Siaga Demi Kelancaran Ekonomi

Kelancaran jalur ini berdampak langsung pada ekonomi daerah. Arus logistik bahan pokok, hasil pertanian, dan distribusi industri sangat bergantung pada Sitinjau Lauik. Saat musim mudik atau libur panjang, volume kendaraan meningkat drastis, namun Tim Urai tetap siaga menghadapi segala kondisi, mencegah kemacetan panjang dan kecelakaan besar.

Kesimpulan: Layanan Nyata untuk Masyarakat

Sitinjau Lauik memang menantang, tapi di balik itu ada dedikasi aparat Ditlantas Polda Sumbar yang bekerja tanpa pamrih, melindungi, membantu, dan memastikan roda kehidupan masyarakat tetap berjalan. Dengan kerja sistematis Tim Urai dan kesadaran pengendara, jalur ekstrem ini tetap aman dilintasi kapan pun.

(Rini/Mond)
#DirlantasPoldaSumbar #SitinjauLauik #SumateraBarat

Serasinews.comDharmasraya — Setelah penyidikan selama sekitar empat bulan, Kejaksaan Negeri (Kejari) Dharmasraya menetapkan BY sebagai tersangka dugaan korupsi di Badan Keuangan Daerah (BKD) Dharmasraya. Penetapan ini dilakukan setelah penyidik menemukan bukti permulaan yang cukup dan memenuhi unsur pidana sesuai hukum yang berlaku.

Modus Penyimpangan: SP2D Tanpa Prosedur dan Pencairan Ganda

Hasil penyidikan mengungkap bahwa BY, yang memiliki kewenangan dalam administrasi keuangan daerah, diduga melakukan tindakan yang merugikan keuangan daerah. Salah satu praktik yang ditemukan adalah penerbitan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) tanpa prosedur resmi.
Selain itu, penyidik juga menemukan adanya SP2D ganda untuk kegiatan yang sama, yang menunjukkan adanya perencanaan dan pemanfaatan celah administratif. Akibatnya, kas daerah mengalami kerugian signifikan, dengan total kerugian diperkirakan Rp589.849.590. Temuan ini menegaskan bahwa dugaan penyimpangan yang dilakukan BY bersifat sistematis, bukan sekadar kelalaian administratif.

Kejari Dharmasraya Tegaskan Penegakan Hukum

Kepala Kejaksaan Negeri Dharmasraya menegaskan bahwa penetapan BY sebagai tersangka merupakan bagian dari komitmen lembaga untuk memberantas praktik korupsi di pemerintahan daerah.
“Kami akan mengawal proses hukum hingga tuntas, dengan profesionalisme, proporsionalitas, dan integritas, demi efek jera dan keadilan bagi masyarakat,” ujarnya. Penyidikan akan terus berlanjut, termasuk kemungkinan pengembangan kasus jika ditemukan keterlibatan pihak lain.

Peringatan bagi Aparatur Pemerintah Daerah

Kasus BY menjadi salah satu peringatan keras bagi aparatur pemerintah daerah agar tidak menyalahgunakan kewenangan dalam pengelolaan keuangan negara. Masyarakat berharap proses hukum berlangsung transparan dan menyeluruh, sehingga penegakan hukum dapat menjaga kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah.

(Rini/Mond)
#Korupsi #KejariDharmasraya #Hukum

 

Serasinews.com– Batuk yang tidak kunjung sembuh memang menyebalkan, apalagi di musim pancaroba ketika daya tahan tubuh mudah turun. Meski sudah mencoba berbagai obat, dari yang dijual bebas sampai resep dokter, batuk terkadang tetap bertahan berminggu-minggu.

Faktanya, penyebab batuk yang lama tidak selalu berasal dari infeksi. Gaya hidup, kebiasaan sehari-hari, dan jenis makanan yang dikonsumsi bisa memperburuk kondisi saluran pernapasan. Beberapa hal sederhana yang sering diabaikan justru bisa membuat tenggorokan iritasi dan memperlambat proses penyembuhan. Berikut tiga penyebab umum dan cara mudah mengatasinya.

1. Minum Kopi Berlebihan Bisa Memperparah Batuk

Kopi memang nikmat dan bikin semangat, tapi jika batuk tak kunjung reda, sebaiknya batasi konsumsi kopi.

Kafein bersifat diuretik, yang bisa membuat tubuh sedikit dehidrasi. Akibatnya, lendir di tenggorokan menumpuk, memicu rasa gatal, dan batuk lebih sering muncul. Selain itu, sifat asam pada kopi bisa memicu refluks asam lambung (GERD), yang ternyata menjadi penyebab batuk kronis bagi banyak orang.

Sebuah studi di jurnal Chest (2006) menyebutkan, sekitar 75% kasus batuk kronis non-infeksi terkait GERD. Jadi, mengurangi kopi bisa membantu batuk lebih cepat reda.

2. Tidur Cukup untuk Memperkuat Imunitas

Tidur larut malam membuat sistem imun tubuh bekerja kurang optimal. Saat tidur, tubuh memproduksi sitokin, protein penting untuk melawan peradangan dan infeksi. Kurang tidur berarti produksi sitokin menurun, membuat batuk lebih parah.

Selain itu, posisi berbaring membuat lendir sulit keluar, sehingga batuk sering muncul terutama saat malam hari. National Sleep Foundation menyarankan orang dewasa tidur 7–9 jam per malam agar daya tahan tubuh tetap kuat dan saluran napas bisa pulih lebih cepat.

3. Gorengan Bisa Memperburuk Iritasi Tenggorokan

Gorengan memang lezat, tapi bagi yang sedang batuk, sebaiknya dijauhi. Minyak goreng, terutama yang digunakan berulang kali, mengandung radikal bebas dan partikel iritan yang bisa memperparah iritasi tenggorokan. Teksturnya yang renyah juga membuat tenggorokan lebih mudah meradang, sehingga batuk lebih sering dan kering.

Menurut Dr. Anuradha Sharma, ahli paru dari India, makanan berminyak dapat memicu peradangan dan meningkatkan produksi lendir berlebih, terutama bagi penderita alergi atau asma. Banyak pasien batuk kronis membaik hanya dengan berhenti mengonsumsi gorengan.

Batuk Tak Hanya Soal Obat, Tapi Kebiasaan Sehari-hari

Mengatasi batuk bukan hanya soal mencari obat yang paling ampuh, tapi juga memperbaiki kebiasaan harian. Mengurangi kopi, tidur cukup, dan menjauhi gorengan adalah langkah sederhana namun efektif untuk mempercepat pemulihan.

Kalau batuk tetap bertahan lebih dari 3 minggu meski sudah menerapkan tips ini, sebaiknya segera periksa ke dokter. Bisa jadi ada kondisi lain seperti asma, infeksi berulang, atau gangguan lambung yang memerlukan penanganan khusus.

(***)
#Kesehatan #Batuk

 

Serasinews.com, Payakumbuh – Operasi rutin Satpol PP pada Jumat (12/12/2025) dini hari memunculkan temuan mengejutkan. Seorang ibu dan anaknya diamankan karena dugaan praktik prostitusi terselubung, penyalahgunaan narkoba, dan yang paling mengejutkan: sang ibu diduga menjual anak gadisnya sendiri. Bapak tiri anak tersebut diduga menjadi pengatur kegiatan haram ini, mulai menyiapkan kontrakan, mengatur tamu, hingga menentukan tarif.

Penggerebekan Mendadak di Kontrakan
Kasatpol PP Payakumbuh, Dewi Novita, menjelaskan penggerebekan dilakukan sekitar pukul 01.30 WIB setelah laporan warga tentang aktivitas mencurigakan. Saat pintu dibuka paksa, petugas menemukan ibu, anak, dan seorang pria yang diduga pelanggan.

“Ini seperti adegan sinetron, tapi nyata. Seorang ibu menjual anaknya sendiri dengan bantuan suami barunya,” kata Dewi Novita.

Kontrakan Jadi Lokasi Prostitusi dan Tempat Pakai Narkoba
Pemeriksaan awal menunjukkan kontrakan sudah beberapa bulan digunakan untuk transaksi prostitusi dengan tarif bervariasi. Sang anak mengaku tidak berani menolak karena semuanya dikendalikan ibu dan bapak tirinya. Petugas juga menemukan alat konsumsi narkoba, diduga digunakan oleh ketiganya.

Motif: Kebutuhan Ekonomi dan Narkoba
Interogasi awal mengungkap motif utama: kecanduan narkoba dan kebutuhan ekonomi. Sang ibu disebut menjual tubuh anaknya demi membeli narkoba. Kondisi psikologis anak tampak terguncang saat dibawa ke kantor Satpol PP.

Tindak Lanjut Kasus
Ketiga orang langsung diserahkan ke kepolisian untuk pemeriksaan lanjutan, termasuk tes urine, pendalaman alur prostitusi, dan keterlibatan jaringan lain. Kasus ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah karena melibatkan eksploitasi anak, prostitusi, dan penyalahgunaan narkoba.

Imbauan untuk Warga
Dewi Novita mengimbau masyarakat untuk lebih peka terhadap lingkungan sekitar. “Kalau warga tidak melapor, praktik ini mungkin masih berlangsung. Jangan ragu memberi informasi,” ujarnya.

(Rini/Mond)
#Prostitusi #Narkoba
#Payakumbuh

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.