serasinews.com, PESISIR SELATAN — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memperkuat upaya penanganan darurat pascabencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda kawasan Batang Tapan, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat. Langkah ini dilakukan untuk mengurangi risiko bencana susulan sekaligus mempercepat pemulihan akses jalan yang terdampak.
Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, saat meninjau langsung lokasi bencana pada Senin (19/10), meminta tim teknis segera memeriksa kondisi kawasan hulu Sungai Batang Tapan. Pemeriksaan tersebut difokuskan pada kemungkinan terbentuknya bendungan alami akibat material longsoran yang menumpuk dan berpotensi menghambat aliran sungai.
Kondisi tersebut menjadi perhatian serius, terutama karena curah hujan di wilayah setempat masih tinggi. Jika aliran sungai tersumbat dan terjadi pelepasan air secara tiba-tiba, risiko banjir bandang susulan dapat meningkat.
Dody menegaskan, pemeriksaan di kawasan hulu merupakan bagian penting dari langkah mitigasi untuk mengantisipasi ancaman lanjutan dan melindungi warga yang berada di wilayah rawan bencana.
“Langkah antisipasi di kawasan hulu sungai ini amat krusial untuk mencegah bencana serupa daripada berulang dan melindungi keselamatan masyarakat,” tegasnya saat melakukan peninjauan.
Di samping upaya mitigasi tersebut, Kementerian PU juga menangani kerusakan pada ruas Jalan Tapan–Batas Jambi yang terputus akibat longsor. Tim lapangan bersama operator alat berat dikerahkan untuk menyingkirkan material yang menutupi badan jalan dan mendukung pembukaan akses secara bertahap.
Petugas juga memasang rambu-rambu peringatan serta melakukan pengamanan di sekitar titik terdampak. Langkah ini diperlukan untuk mengurangi risiko kecelakaan dan menjaga keselamatan pengguna jalan selama proses penanganan darurat berlangsung.
Untuk penanganan jangka panjang, Kementerian PU tengah menyiapkan langkah perbaikan permanen, termasuk penguatan lereng dan perlindungan struktur badan jalan agar lebih tahan terhadap potensi longsor berikutnya.
Pelaksanaan penanganan tersebut akan dikoordinasikan dengan Pemerintah Daerah Sumatera Barat. Sinergi antarpihak diharapkan dapat mempercepat pemulihan infrastruktur sekaligus meningkatkan keamanan jalur transportasi yang menjadi penghubung antardaerah.
Kementerian PU menempatkan penanganan darurat dan mitigasi bencana sebagai prioritas, dengan tetap memperhatikan keselamatan petugas serta masyarakat di sekitar lokasi terdampak.(Rini)


Posting Komentar