SerasiNews.com, PADANG — Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, mengapresiasi semangat gotong royong masyarakat Kelurahan Kuranji, Kecamatan Kuranji, dalam membuka akses jalan baru melalui kegiatan Manunggal Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM), Minggu (9/8/2026).
Dalam kunjungannya ke RT 01/RW 08, Maigus Nasir turut menyaksikan langsung proses pengerjaan akses jalan yang dilakukan secara swadaya oleh masyarakat. Kehadiran orang nomor dua di Kota Padang itu sekaligus menjadi penyemangat bagi warga yang bergotong royong membangun jalur transportasi baru di kawasan permukiman tersebut.
Jalur yang sebelumnya belum dapat dilalui kendaraan roda empat kini telah terbuka dan bisa dimanfaatkan masyarakat. Sebagai bentuk penanda pemanfaatan akses tersebut, Maigus Nasir memberikan nama Jalan Ahmad Hussein.
Dalam kesempatan itu, Maigus menyampaikan penghargaan kepada para pemangku adat dan anggota kaum Suku Koto yang dengan sukarela menyerahkan tanah ulayat mereka untuk pembangunan jalan. Lahan yang dihibahkan tersebut memiliki panjang sekitar satu kilometer dan diperuntukkan bagi kepentingan masyarakat.
Menurut Maigus, kesediaan masyarakat menghibahkan tanah ulayat menjadi bukti kuat masih terpeliharanya nilai kebersamaan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat Minangkabau.
“Pemerintah Kota Padang menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas keikhlasan kaum Suku Koto yang telah memberikan tanah ulayat untuk kepentingan bersama. Ini merupakan wujud nyata semangat gotong royong yang menjadi kekuatan masyarakat,” ujar Maigus.
Ia menilai keberadaan Jalan Ahmad Hussein tidak hanya membuka akses baru, tetapi juga berpotensi memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar. Kemudahan mobilitas akan memperlancar distribusi barang dan jasa serta meningkatkan nilai ekonomi lahan di sepanjang kawasan jalan.
Selain itu, akses tersebut juga dinilai penting dari sisi pelayanan publik dan kebencanaan. Dengan jalan yang dapat dilalui kendaraan roda empat, mobil pemadam kebakaran, ambulans, maupun kendaraan pelayanan lainnya akan lebih mudah menjangkau permukiman warga ketika dibutuhkan.
Gotong Royong Jadi Kekuatan Pembangunan
Maigus Nasir menegaskan bahwa kegiatan Manunggal dan BBGRM seharusnya tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial tahunan. Menurutnya, semangat tersebut perlu terus dijaga sebagai kekuatan sosial dalam mendukung percepatan pembangunan di tingkat kelurahan.
Keterbatasan anggaran pemerintah, kata Maigus, dapat disiasati melalui kolaborasi dengan masyarakat. Ketika pemerintah dan warga bersinergi melalui penyediaan lahan, tenaga, serta dukungan lainnya, pembangunan infrastruktur dasar dapat dilakukan lebih cepat dan sesuai kebutuhan masyarakat.
“Anggaran pemerintah tentu memiliki keterbatasan. Namun dengan kekuatan swadaya masyarakat, seperti hibah tanah dan tenaga, pembangunan infrastruktur dapat direalisasikan dengan lebih cepat dan tepat sasaran,” katanya.
Kegiatan tersebut kemudian dilanjutkan dengan gotong royong bersama yang melibatkan jajaran pemerintah daerah, tokoh masyarakat, niniak mamak, serta para pemuda setempat.(**/Rini)


Posting Komentar