SerasiNews.com, PADANG PARIAMAN, – Suasana haru dan penuh kebersamaan mewarnai acara Purnawiyata dan Pelepasan Siswa TK Al-Qur'an Kasang Tahun Ajaran 2025/2026 yang digelar Minggu (21/6/2026)di lingkungan sekolah. Kegiatan ini menjadi momen istimewa bagi para siswa, orang tua, guru, serta tamu undangan yang turut menyaksikan pelepasan peserta didik menuju jenjang pendidikan dasar.
Sejak pagi, lokasi acara telah dipersiapkan secara bergotong royong oleh para wali murid. Dekorasi dan berbagai perlengkapan disiapkan bersama sebagai bentuk dukungan terhadap suksesnya pelaksanaan acara tahunan tersebut.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pawai yang diikuti seluruh siswa, guru, dan wali murid mengelilingi kawasan sekitar sekolah. Pawai berlangsung meriah dengan menampilkan kekayaan budaya Minangkabau. Para ibu wali murid membawa jamba, wadah makanan tradisional khas Minang yang menjadi simbol kebersamaan dan kekeluargaan.
Tradisi tersebut sejalan dengan tema yang diusung tahun ini, yakni "Peningkatan Nilai-Nilai Budaya Minang dalam Lingkungan Pendidikan Sejak Usia Dini." Melalui tema tersebut, pihak sekolah ingin menanamkan kecintaan terhadap budaya daerah kepada anak-anak sejak usia dini sebagai bekal menghadapi perkembangan zaman yang semakin pesat.
Sebanyak 45 siswa secara resmi dilepas untuk melanjutkan pendidikan ke tingkat Sekolah Dasar. Prosesi pelepasan dilakukan oleh perwakilan Dinas Pendidikan Kabupaten Padang Pariaman, unsur pemerintahan nagari, serta tokoh masyarakat yang hadir memenuhi undangan.
Ketua Yayasan TK Al-Qur'an Kasang, Mardiati, S.Pd.I, dalam sambutannya mengungkapkan rasa bangga atas pencapaian para siswa yang telah menyelesaikan pendidikan di tingkat taman kanak-kanak.
"Kami bersyukur dan bangga melihat anak-anak telah siap melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya. Semoga ilmu Al-Qur'an dan nilai-nilai agama yang mereka peroleh selama belajar di sini menjadi bekal dalam menjalani kehidupan," ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa sejak berdiri pada tahun 1995, Yayasan TK Al-Qur'an Kasang terus berkomitmen memberikan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada aspek akademik, tetapi juga pembentukan karakter, akhlak, serta kecintaan terhadap agama dan budaya Minangkabau.
Acara tersebut turut dihadiri Anggota DPRD Kabupaten Padang Pariaman, Syahrul Usman, serta Ketua DPC Partai Demokrat Padang Pariaman, Januar Bakri, bersama sejumlah tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Syahrul Usman menekankan pentingnya pelestarian budaya lokal di tengah derasnya perkembangan teknologi dan arus globalisasi. Menurutnya, penanaman nilai budaya sejak usia dini akan membentuk karakter serta jati diri generasi muda di masa depan.
Ia juga memberikan motivasi kepada para siswa agar tetap semangat belajar, menghormati orang tua dan guru, serta terus mengembangkan potensi diri demi meraih cita-cita.
Sementara itu, Ketua DPC Partai Demokrat Padang Pariaman, Januar Bakri, menyampaikan bahwa pendidikan anak usia dini merupakan investasi jangka panjang bagi keluarga maupun bangsa. Menurutnya, perhatian pemerintah terhadap lembaga pendidikan anak usia dini perlu terus ditingkatkan agar kualitas sumber daya manusia Indonesia semakin baik.
"Anak-anak adalah generasi penerus bangsa. Pendidikan yang mereka terima sejak usia dini akan menentukan kualitas masa depan daerah maupun negara," katanya.
Sebagai penutup, seluruh peserta mengikuti tradisi makan basamo atau bajamba, yakni makan bersama dalam satu hidangan sebagai simbol persaudaraan, kebersamaan, dan rasa syukur. Suasana penuh keakraban tampak menyatukan pihak sekolah, wali murid, tamu undangan, serta seluruh keluarga besar TK Al-Qur'an Kasang.
Melalui kegiatan purnawiyata yang mengangkat kearifan lokal tersebut, TK Al-Qur'an Kasang berharap para lulusan tidak hanya memiliki bekal ilmu agama, tetapi juga mampu menjaga dan melestarikan nilai-nilai budaya Minangkabau sebagai bagian dari identitas mereka di masa mendatang.
SC:GS
(Rini)
SerasiNews.com, Pasaman Barat – Kepedulian terhadap kesehatan masyarakat ditunjukkan Polres Pasaman Barat melalui kegiatan bakti kesehatan yang digelar di Klinik Pratama Polres Pasaman Barat, Kamis (18/6/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026.
Beragam layanan diberikan kepada masyarakat, mulai dari pemeriksaan kesehatan, pengobatan gratis, donor darah hingga khitanan massal bagi anak-anak. Kegiatan tersebut mendapat respons positif dari warga yang datang memanfaatkan pelayanan yang disediakan.
Kapolres Pasaman Barat, AKBP Agung Tribawanto, S.I.K., mengatakan bahwa kegiatan sosial ini menjadi salah satu bentuk pengabdian Polri kepada masyarakat sekaligus momentum untuk memperkuat kedekatan dengan warga.
Menurutnya, kehadiran Polri tidak hanya berkaitan dengan tugas menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga berperan dalam mendukung kesejahteraan masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan.
Pelaksanaan bakti kesehatan ini melibatkan kerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Pasaman Barat dan PMI Kabupaten Pasaman Barat. Sinergi tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan optimal dan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 127 warga mendapatkan pelayanan kesehatan yang mencakup pemeriksaan tekanan darah, pengecekan kadar gula darah, konsultasi medis, hingga pemberian obat dan vitamin sesuai kebutuhan.
Sementara itu, program khitanan massal diikuti oleh 30 anak. Selain mendapatkan pelayanan medis, para peserta juga menerima bingkisan sebagai bentuk perhatian dari Polres Pasaman Barat.
Tidak hanya masyarakat, personel Polres Pasaman Barat juga turut ambil bagian dalam aksi donor darah. Dari kegiatan tersebut berhasil terkumpul 55 kantong darah yang selanjutnya diserahkan kepada PMI untuk membantu memenuhi kebutuhan darah bagi masyarakat.
Kapolres berharap kegiatan yang mengusung semangat “Polri Untuk Masyarakat” tersebut dapat memberikan manfaat nyata sekaligus mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat.
Kegiatan yang berlangsung hingga siang hari itu berjalan dengan aman dan tertib serta dihadiri jajaran Polres Pasaman Barat, personel Brimob, anggota TNI, serta pengurus Bhayangkari Polres Pasaman Barat.(**)
SerasiNews.com, Pesisir Selatan – Setelah sempat terputus akibat terjangan banjir dan longsor, Jembatan Gantung Duku–Subarang Solok di Kabupaten Pesisir Selatan kini kembali berdiri dan mendekati tahap penyelesaian. Kehadirannya menjadi kabar menggembirakan bagi masyarakat yang selama berbulan-bulan harus menghadapi berbagai keterbatasan akibat rusaknya akses utama penghubung kedua wilayah tersebut.
Berdasarkan data terbaru per 14 Juni 2026, pembangunan jembatan telah mencapai progres fisik sebesar 74,55 persen. Pemerintah melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat menargetkan pekerjaan selesai dan jembatan dapat difungsikan pada 8 Juli 2026 mendatang.
Bagi warga Duku dan Subarang Solok, jembatan ini memiliki arti yang jauh lebih besar daripada sekadar sarana penyeberangan. Infrastruktur tersebut menjadi jalur vital yang menunjang aktivitas pendidikan, perekonomian, layanan kesehatan, hingga hubungan sosial masyarakat sehari-hari.
Ketika bencana merusak jembatan lama, dampaknya langsung dirasakan warga. Anak-anak harus menempuh perjalanan lebih jauh untuk bersekolah, petani dan pedagang mengalami kesulitan mengangkut hasil usaha mereka, sementara akses menuju fasilitas kesehatan menjadi lebih terbatas.
Dalam pembangunan kali ini, pemerintah tidak hanya mengganti jembatan yang rusak, tetapi juga meningkatkan kualitas konstruksinya agar lebih tahan terhadap ancaman bencana di masa depan.
Jembatan baru dibangun dengan panjang bentang sekitar 100 meter dan lebar jalur 1,80 meter. Selain itu, elevasinya ditinggikan sekitar 1,5 meter dibandingkan jembatan sebelumnya sebagai langkah mitigasi menghadapi kemungkinan meningkatnya debit sungai saat musim hujan ekstrem.
BPJN Sumatera Barat menyebutkan bahwa seluruh tahapan pekerjaan dilakukan dengan mengutamakan aspek keselamatan, kenyamanan, dan keandalan bagi pengguna nantinya.
Pembangunan ini mencerminkan pendekatan baru dalam penanganan infrastruktur pasca-bencana, yakni tidak hanya membangun kembali fasilitas yang rusak, tetapi juga memperkuatnya agar lebih tangguh menghadapi risiko yang sama di kemudian hari.
Keberadaan jembatan tersebut nantinya akan memberikan banyak manfaat bagi masyarakat. Akses pendidikan akan kembali normal, distribusi hasil pertanian menjadi lebih lancar, layanan kesehatan dapat dijangkau lebih cepat, serta aktivitas sosial masyarakat dapat berlangsung tanpa hambatan.
Lebih dari itu, proyek ini juga menjadi simbol pemulihan bagi warga yang sempat terdampak bencana. Kehadiran para pekerja konstruksi dan proses pembangunan yang terus berjalan memberikan keyakinan bahwa kehidupan masyarakat perlahan kembali pulih.
Warga berharap cuaca mendukung sehingga pekerjaan dapat selesai sesuai jadwal. Mereka juga menaruh harapan besar agar jembatan yang dibangun dengan desain lebih tinggi dan kokoh ini mampu bertahan menghadapi tantangan alam di masa mendatang.
Saat jembatan resmi dibuka nanti, mungkin tidak ada pesta besar yang menyertainya. Namun bagi masyarakat setempat, momen tersebut akan menjadi tanda bahwa akses, aktivitas, dan harapan yang sempat terputus akhirnya kembali tersambung.
Jembatan Gantung Duku–Subarang Solok bukan hanya penghubung dua wilayah yang dipisahkan sungai, tetapi juga penghubung ribuan harapan warga menuju kehidupan yang lebih baik.
(Rini)
SerasiNews.com, PADANG – Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kota Padang dan kawasan pesisir Sumatera Barat sejak Minggu (14/6/2026) siang mengakibatkan longsor besar di kawasan Bungus Teluk Kabung. Material longsoran menutup seluruh badan Jalan Raya Padang–Painan di sekitar Jembatan Panasahan, Kelurahan Bungus Barat, sehingga jalur utama penghubung Kota Padang dengan Kabupaten Pesisir Selatan tidak dapat dilalui.
Longsor yang dipicu hujan berkepanjangan tersebut menyebabkan arus lalu lintas dari kedua arah terhenti total. Puluhan kendaraan terpaksa mengantre karena timbunan tanah, batu, pohon, dan lumpur menutup akses jalan nasional tersebut.
Jalan Raya Padang–Painan merupakan salah satu jalur transportasi strategis di Sumatera Barat yang setiap hari menjadi lintasan kendaraan pribadi, angkutan umum, hingga kendaraan logistik. Terputusnya akses ini berdampak langsung terhadap mobilitas masyarakat dan distribusi barang ke wilayah pesisir selatan.
Informasi di lapangan menyebutkan hujan deras yang berlangsung selama beberapa jam membuat kondisi lereng perbukitan di sekitar lokasi menjadi labil. Tingginya debit air diduga melemahkan struktur tanah hingga menyebabkan sebagian tebing runtuh dan menimbun ruas jalan.
Sejumlah pengendara yang berada di sekitar lokasi saat kejadian mengaku panik ketika material longsor tiba-tiba meluncur dari lereng bukit. Meski demikian, hingga Minggu petang belum terdapat laporan resmi mengenai korban jiwa maupun kendaraan yang terdampak langsung oleh longsoran.
Petugas gabungan dari BPBD, TNI, Polri, pemerintah daerah, serta instansi terkait segera turun ke lokasi untuk melakukan penanganan darurat. Sejumlah alat berat juga dikerahkan guna mempercepat proses pembersihan material yang menutupi badan jalan.
Namun, upaya penanganan masih menghadapi kendala akibat cuaca yang belum membaik. Hujan yang terus turun di kawasan Bungus membuat petugas harus bekerja dengan kewaspadaan tinggi karena potensi longsor susulan masih mengancam.
Selain mengganggu akses transportasi, kejadian ini juga menimbulkan kekhawatiran bagi warga yang tinggal di sekitar kawasan perbukitan. Masyarakat diminta tetap waspada dan segera mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana serupa di titik-titik rawan longsor lainnya.
Pemerintah mengimbau masyarakat yang berencana melakukan perjalanan melalui jalur Padang–Painan agar menunda keberangkatan untuk sementara waktu hingga proses pembersihan selesai. Pengguna jalan juga disarankan mengikuti informasi resmi dari instansi terkait dan menggunakan jalur alternatif jika tersedia.
Peristiwa ini kembali menegaskan tingginya tingkat kerawanan longsor di sepanjang kawasan Bungus Teluk Kabung saat musim hujan. Kondisi geografis berupa tebing curam yang berbatasan langsung dengan jalan utama menjadikan wilayah tersebut rentan mengalami pergerakan tanah ketika curah hujan meningkat.
Hingga Minggu malam, proses pembersihan material longsor masih terus berlangsung. Petugas tetap bersiaga di lokasi sambil memantau perkembangan cuaca dan kondisi lereng guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya longsor susulan
(Rini)