Latest Post

Aceh Afif Maulana Agam AIDS Aipda Dian WR AirterjunLembahAnaiMeluap Aksibersihpantai AksiJalanan Aleknagari Amak Lisa AmalanBulanRajab AnakHanyut AndreRosiade AnjingPelacak anthropophobia Antikorupsi ApdateKorbanBencanaSumatera Apelsiaga Apeltanggapbencana Arif maulana Arosuka Artikel Artis Minang Asusila balapliar BalapMotor Bali Balikpapan BandarNarkobaKabur Bandung BangunanLiar Banji Banjir BanjirAceh BanjirAgam BanjirBandang BanjirPadang BanjirSumatera BanjirSumbar BanjirSumut BankNagari bansos banten BantuanBencanaAcehHilang BantuanKorbanBencanaPasbar Banyuwangi Bapenda BareskrimPolri Batam BatangArau Batuk BBM BeaCukai bencana Bencana alam Bencanaalam BencanaAlamSumateraBarat BencanaHidrometeorologi BencanaKotaPadang BencanaSumatera BencanaSumbar BerantasNarkoba BeritaDaerah BibitSiklonTropis95B BKSDA BMKG BNNPSumbar BNNsumbar BNPB BobonSantoso Box Redaksi BPBDKabupatenAgam BPBDPadang BPBDSumbar BPHMigas BPJNSumbar BPKB BrimobPoldaSumbar Brimobuntukindonesia BRISuperLeague bukit sitinurbaya Bukittinggi BungaBangkai BungaRafflesia BWSS V padang BWSSV BWSSVPadang Calon Bupati cemburubuta CerintIrallozaTasya Cikampek Cikarang CuacaEkstrem cuacapanasekstrem curanmor Daerah danabos Dandrem 032 WBR DaniFaisal dankodaeral II Demonstrasi Denpasar Depok DeptCollector Dharmasraya Dinas sosial DinasPendidikanSumbar DinasPerpusipPadang DinasPerpustakaandanArsip DinasPertanian dinassosial dinassosialpadang Dirlantas Dirlantas Polda Sumbar DirlantasPoldaSumbar Disdukcapil DitlantasPoldaSumbar DitpolairudPoldaSumbar DPCPKBkotapadang DPDRI DPR DPRD Padang DPRDpadang DPRDsumbar DPUPR DPUPRPadang dubalangkota EmpatPilar Enarotali Evakuasi festival sepakbola Filipina FlyOver Galodo GalodoLembahAnai gangguanhormon GanjaKering gaya hidup GayaHidup gempa GempaBumi gerakcepatdinsos gorontalo GrasstrackMotocross Gresik GunungMerapiErupsi gurbernurriaukenaottkpk HAM HargaCabaiNaik Haripahlawan Harisumpahpemuda Hidroneteologi Hipnotis HismawaMigas HIV Hot New HubunganSesamaJenis hukum Huntara HUT Humaspolri ke 74 HUT80Brimob Hutan HUTKe-64 IKW IKWRI IlegalFishing IlegalMinning IllegalLogging Indonesia Indonesia. indonesiamaju infrastruktur Intan jaya Internasional irigasi Islam Islami Jakarta Jakarta Selatan JalanLembahAnaiPutus JalanLongsor JalanRetak Jambi Jawa Tengah Jayapura Jayawijaya JembatanPutus JembatanRetak Jogyakarta jurnalis JusufKalla K9 Kabupaten Agam kabupaten dharmasraya Kabupaten Solok KabupatenAgam KabupatenDharmasraya KabupatenPasaman KabupatenPasamanBarat KabupatenPesisirSelatan KabupatenpPasaman kabupatenSolokSelatan KafeKaraoke KafeKaroke KAI Sumbar Kakorlantas kakorlantaspolri KAN kapolres kapolressijunjung Kapolri KarangTaruna kasat narkoba KasusMedis keamanan KeamananPublik kebakaran KebakaranPasarPayamumbuh KebatanGunungNagoPutus kecamatankototangah kecelakaan kegiatanrutin KejariDharmasraya kejaripadang kejaripesel KejatiSumbar kekerasan kelangkaanBBM kelangkaansolar KelurahanRimboKaluang Kemenag Kemenhut Kemenkes Kementrian PU kementriankebudayaan KementrianLingkunganHidup KemuliaanBulanRajab kendaraan KeracunanMakanan Kesehatan keselamatan bersama keselamatan kerja kesiapsiagaan kesunyian malam KetahananPangan ketertiban umum KetertibanUmum Kiwirok KKB KLHK Kodim 0307 Tanah Datar KomnasHAM komplotanganjalATM KorbanBanjirAgam KorbanBrncanaAgam Korem 032/WB Korpolairud korupsi Kota Padang KotaBukittinggi KotaPadang KotaPariaman KPK Kriminal KRYD KUHP KumpulanDo'a Laksamanamuda Lampung LapasIIA LayananKesehatan LembahAnai Lembang Leonardy LGBT life style lifestyle Lima Puluh Kota LimaPuluhKota lingkungan listrikilegal literasi lombok timur Longsor LongsorKampusUINImambonjol LowonganKerjaPalsu Madiun Magelang MahardikaMudaIndonesia MahasiswiHilang MahyeldiAnsharullah Makan Bergizi Gratis Makasar Malalak MalPraktek ManfaatAirKelapa manila MapolsekMuaraBatangGadisDibakarMasaa MataElang Medan MengelolaAirUntukNegri mentalhealth Mentawai Mesum Mimika Miras MirasIlegal MobilBencanaDibakarMassa MobilPatwalPoldaSumbarKecelakaan MobilSatpolPPAcehDibakarMassa MobilTerbakar MogokKerja MTsN10pesisirselatan Muhammadiyah Mutasi mutilasibayi nagarisolokambah nagarisulitair narkoba Narkotika Nasioanl Nasional ngaraisianok NinjaSawit NTT odgj OjekOnline OknumGuruLGBT Oksibil olahraga Opini OprasiKeselamatanSinggalang2026 OprasiLilinSinggalang2025 oprasimalam OprasiSinggalang2026 oprasitumpasbandar2025 oprasizebra2025 oprasizebrasinggalang2025 OrangHanyut OTTKPK PabukoanGratis PADA Padang Padang panjang Padang Pariaman PadangAman PadangPariaman PadangRancak PadangSigap Pahlawannasional pajak air tanah Palimanan pandekarancak PanenRaya pantaipadang Papua parenting Pariaman Parlemen Pasaman Pasaman barat pasamanbarat pasang pasarrayapadang Pasuruan Payakumbuh PDAM PeduliBencana Pekanbaru Pelalawan pelayananhumanis PelayananPublik pelayanansosial PelemikBantuanAsing PemakamanMasalKorbanBencanaSumbar Pemasyarakatan PembabatanHutan PembalakanHutanMentawai pembalakanLiar Pembinaan PembinaanWargaBinaan Pembunuhan pemerasan Pemko Padang PemkoPadang PemulihanBencana PemutihanPajakKendaraan pencabulan PencarianKorbanBanjirPadang Pencirian PenculikanAnak Pencurian Pendidikan penegakanhukum penemuanbayi penemuanJanin PenemuanJasadBayo penemuanmayat Penertiban Pengancaman pengangguran penganiayaan Pengeroyokan Penggelapan PenggelapanMotor Penjarahan Perbankan Perceraian Perdagangan Perekonomian peristiwa peristiwadaerah perlindungananak Persami PersijaJakarta pertahanan PerumdaAirMinum Pesisir Selatan PesisirSelatan Peti PJN PKL PolaMakan PolantasMenyapa Polda banten Polda Jabar Polda Kalbar Polda Metro Jaya polda Papua POLDA SulBar POLDA SUMBAR PoldaRiau Poldasumbar PoldaSumut Polhut Policegoestoscool Polisi Politik polPP polres Polres 50 kota Polres Dharmasraya Polres Mentawai Polres Padang panjang Polres Pasaman Polres Pasaman Barat Polres Solok Polres solok selatan PolresPadang polrespasaman polrespasamanbarat polrespasbar PolresPayakumbuh polrespesel PolresSolokKota polresSolokSelatan Polresta bukittinggi Polresta Padang PolresTanahDatar polrestapadang POLRI PolriPresisi Polsek bungus barat Polsek Koto Tangah Padang Polsek Lubeg Pontianak PrabowoSubianto PrajuritTNITewas PrediksiCuaca premanisme Presiden RI PrestaPadang ProyekNasional psp padang Ptostitusi PuanMaharani Puasa Puncak jaya Purwakarta jawabarat QuickWins Ramadhan Razia RekeningDormant Religi RevisiKUHP Riau RidwanKamil RokokIlegal RutanPadang sabu Sajam SakitPerut Sarkel SatgasDamaiCartenz satgasoprasidamai satlantaspolresta SatpolPP SatpolPPAceh Sawahlunto Sawmil SeaGamen2025 segmen sianok seherman SekolahRakyat Semarang semenpadang SemenPadangFC Senjatatajam sepakbola sepakbolaindonesia SepakBolaWanita Serang ServisKendaraanGratisKorbanBanjirAgam SiagaBencana SigapMembangunNegriUntukRakyat Sijunjung sikat singgalang2025 silent treatment simulasibencana Sinkhole siswismptewassaathiking sitinjaulauik Skoliosis SMA1pulaupunjung sobatlalulintasrancakbana solok Solok selatan solokarosuka solokselatan solsel Sosialisasi SPBUganting SPPG STNK Strongpoint subsidi ilegal sukabumi Sulawesi Tenggara Sumatera Barat SumateraBarat Sumaterbarat Sumatra barat Sumbar SungaiKuranji Surabaya swasembadapangan TablighAkbar TambangEmasIlegal tambangilegal TambangIlegalSumbar Tanah datar tanahdatar tanggapdarurat TanggapDaruratBencana tawuran TawuranNarkoba Terbaru Ternate Timika Papua timklewang TimnasIndonesiaU22 TimnasWanitaIndonesia TNI TPUTunggulHitam Transformasi Digital Transformasi polri transpadang TransparansiPublik transportasi TrukTerbakar tsunamiDrill Tuak Uin UIN IB Padang UMKM UNP UpadateKorbanBencanaSumatera UpdateKorbanBanjirSumatera UpdateKorbanBencanaAlam UpdateKorbanBencanaSumatera Utama UUMD3 Viral WargaBinaan Yalimo Yogyakarta Yuhukimo

 

Serasinews.com, Padang — Keramaian Pasar Raya Padang mendadak berubah tegang pada Selasa (9/12/2025) siang ketika Satuan Polisi Pamong Praja Kota Padang kembali melakukan penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) di area yang telah ditetapkan sebagai zona larangan berdagang. Suara protes pedagang dan imbauan petugas bersahut-sahutan di tengah padatnya aktivitas pasar.

Operasi kali ini dipimpin Kasi Operasional Satpol PP, Harvi Dasnoer, dengan menyasar badan jalan, trotoar, hingga area parkir—lokasi yang kerap ditempati pedagang meski telah beberapa kali ditertibkan. Banyak pedagang kedapatan kembali membuka lapak setelah petugas meninggalkan lokasi sebelumnya, sehingga memicu kemacetan dan mengganggu pejalan kaki.

Saat petugas meminta para pedagang berpindah ke lokasi yang telah disediakan, sebagian besar merespons dengan penolakan. Mereka mengaku kesulitan menarik pembeli bila dipindahkan ke tempat resmi. Adu argumentasi pun tak terhindarkan, membuat situasi sempat memanas.

Meski demikian, Satpol PP tetap memilih menyampaikan imbauan secara persuasif, menegaskan bahwa penertiban bukan upaya menghalangi pedagang mencari nafkah, melainkan langkah penataan agar Pasar Raya tetap tertib dan aman.

“Kami memahami kebutuhan masyarakat, tetapi aturan harus tetap berjalan untuk menjaga kepentingan bersama,” ujar Harvi di tengah pelaksanaan penertiban.

Setelah beberapa kali peringatan tidak diindahkan, petugas akhirnya mengamankan belasan lapak beserta perlengkapannya ke Mako Satpol PP Kota Padang untuk diproses PPNS sesuai aturan yang berlaku.

Kasat Pol PP Kota Padang, Chandra Eka Putra, menambahkan bahwa upaya menata Pasar Raya bukanlah kebijakan dadakan. Proses panjang berupa sosialisasi, himbauan, serta dialog telah dilakukan jauh sebelum penertiban rutin dilaksanakan.

“Penertiban ini bukan untuk menyulitkan pedagang, tetapi agar Pasar Raya menjadi ruang bersama yang tertib dan nyaman. Jika dibiarkan, yang rugi bukan hanya pengguna jalan, tapi juga pedagang yang sudah patuh aturan,” ujar Chandra.

Ia memastikan bahwa pengawasan akan terus dilakukan secara berkelanjutan, bukan hanya sesekali, dan menegaskan bahwa Satpol PP selalu terbuka untuk berdialog dengan para pedagang guna mencari solusi yang adil.

Operasi akhirnya berakhir tanpa bentrok fisik, namun menyisakan kekecewaan di kalangan pedagang. Penertiban ini menjadi sinyal kuat bahwa penggunaan fasilitas umum secara ilegal tidak akan ditoleransi, dan penataan Pasar Raya akan tetap dilanjutkan.

(Rini/Mond)
#PKL #PolPP #Padang

 

Serasinews.com, Padang – Suara gemuruh air cokelat pekat masih mendominasi aliran Sungai Kuranji, Kota Padang, Sumatera Barat. Sungai yang selama puluhan tahun menjadi penopang kehidupan warga kini berubah seketika. Lebarnya melebar drastis hingga 30–50 meter, menggerus tanah-tanah yang dulu menjadi fondasi kokoh bagi permukiman penduduk.

Di kawasan Tabing Banda Gadang, Kecamatan Nanggalo, kerusakan tampak nyata. Lima rumah warga hilang tersapu banjir, dua lainnya hancur berat. Puing bangunan, kayu berserakan, dan timbunan lumpur tebal menjadi saksi bisu kedahsyatan banjir bandang yang menerjang pada 26–27 November 2025.

“Berdasarkan laporan tim satgas di lapangan, terdapat lima rumah yang hanyut dan dua mengalami kerusakan berat,” ujar Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (PKHL) KLHK, Thomas Nifinluri, saat meninjau lokasi bencana, Selasa (9/12/2025).

DAS Kuranji: Jalur Air Besar yang Mengamuk

Sungai Kuranji merupakan bagian dari Daerah Aliran Sungai (DAS) Kawasan Air Dingin seluas sekitar 21 ribu hektare berdasarkan data BPDAS Agam Kuantan. Wilayah itu terdiri atas:

APL: 9.069,93 ha

Hutan lindung: 2.888,36 ha

Suaka margasatwa: 9.263,74 ha

Tubuh air: 106,16 ha

DAS sepanjang 24 km ini membentang dari hulu hingga muara di pesisir Kota Padang. Menurut Thomas, sekitar 50 persen wilayah DAS berada dalam kawasan konservasi dan kawasan industri, sementara sisanya merupakan APL dan area air.

Bencana ini tidak hanya menyapu permukiman, tetapi juga mengancam ekosistem hutan, satwa liar, hingga stabilitas hidrologi kota.

Longsoran Raksasa dari Hulu: Pemicu Utama

Kepala BKSDA Sumbar, Hartono, menjelaskan bahwa pelebaran Sungai Kuranji bukan sekadar akibat luapan air, melainkan hantaman material longsoran dalam jumlah sangat besar dari kawasan hulu.

Material tersebut berupa kayu besar, lumpur pekat, batuan, dan tanah lepas yang meluncur deras dan menerjang badan sungai.

“Pelebaran sungai mencapai 50 meter akibat material besar yang terbawa dari hulu,” jelas Hartono di Posko Penanggulangan Bencana Banjir Kementerian Kehutanan di Padang.

Analisis citra satelit mengungkap adanya longsoran masif di Suaka Margasatwa Barisan, sekitar 11 kilometer dari lokasi banjir.

“Longsoran di kawasan suaka margasatwa itu jumlahnya sangat besar dan menjadi sumber masuknya gelombang material ke Sungai Kuranji,” tambahnya.

Memeriksa Penyebab: Faktor Alam atau Degradasi Hutan?

BKSDA Sumbar bersama tim PKH, Mabes Polri, dan Polda Sumbar kini terus memantau kondisi hulu. Pemeriksaan difokuskan pada:

Kondisi tutupan hutan sebelum bencana

Perubahan vegetasi dalam 1–3 minggu terakhir

Potensi aktivitas manusia yang mengganggu kawasan

“Kami akan mengecek kondisi tegakan dan tutupan lahan apakah masih baik sebelum bencana,” kata Hartono.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan apakah bencana murni terjadi karena proses alam atau ada unsur kerusakan lingkungan yang memperparah.

Padang Dikepung Lima DAS Berisiko Tinggi

Kota Padang memiliki lima DAS besar, tiga di antaranya merupakan DAS dengan risiko banjir bandang paling tinggi. Letak geografis kota yang berada di antara Pegunungan Barisan dan pesisir Samudera Hindia menjadikan wilayah ini sangat rentan terhadap banjir bandang, longsor, dan aliran debris.

Perubahan Sungai Bersifat Permanen

Hartono menegaskan bahwa perubahan Sungai Kuranji bukan fenomena sementara. Struktur alur sungai telah berubah secara permanen akibat volume material longsoran yang sangat besar.

“Dengan ruasan sebesar itu dan kubikasi material yang terbawa, ini jelas bukan kejadian berskala kecil,” ujarnya.

Kondisi ini menyebabkan:

Risiko banjir susulan meningkat

Kapasitas aliran sungai berubah

Ancaman erosi dan amblesan tanah makin besar

Luka yang Dalam bagi Warga

Bagi masyarakat Tabing Banda Gadang, bencana ini bukan sekadar catatan statistik. Rumah yang hilang berarti hilangnya seluruh kehidupan mereka. Kini, warga harus memulai dari awal, sementara rasa cemas terhadap bencana susulan masih terus menghantui.

Sungai Kuranji yang dulunya menjadi sumber air, tempat mencari ikan, dan jalur kehidupan kini berubah menjadi simbol amarah alam yang belum sepenuhnya mereda.

(L6)

#Padang #BanjirPadang #SungaiKuranji

 

Serasinews.com, Jakarta – Di tengah bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Aceh, Ketua DPR RI Puan Maharani menyampaikan keyakinannya bahwa Indonesia masih mampu menangani seluruh dampak bencana tanpa bantuan asing.

Usai mengikuti agenda di Gedung DPR RI pada Selasa (9/12/2025), Puan menuturkan bahwa pemerintah telah mengerahkan seluruh kekuatan nasional untuk memastikan keselamatan warga dan memulihkan wilayah terdampak.

“Pemerintah sudah menurunkan semua sumber daya yang diperlukan. Untuk saat ini, kita memaksimalkan bantuan dari dalam negeri,” kata Puan.

Sumber Daya Nasional Masih Memadai

Puan menyebut laporan yang diterima DPR menunjukkan bahwa stok logistik, tenaga medis, alat berat, serta tim tanggap darurat berada pada kondisi aman. Karena itu, ia mendukung langkah pemerintah yang belum membuka akses bantuan internasional.

“Bantuan yang ada saat ini masih mencukupi. Kita masih mampu menangani sendiri,” tegasnya.

Menurut Puan, seluruh kementerian, lembaga negara, serta relawan telah bergerak serempak di lokasi-lokasi terdampak.

“Semua tim sudah berada di lapangan. Relawan tambahan pun sedang bersiap untuk diberangkatkan,” ujarnya.

Pemerintah Yakin dengan Kapasitas Sendiri

Nada optimistis ini sejalan dengan pernyataan Menko Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar. Ia menegaskan bahwa kekuatan nasional masih lebih dari cukup untuk menangani bencana di Sumatra.

“Kita masih kuat, jadi belum perlu minta bantuan luar,” ujarnya pada Senin (8/12/2025).

Muhaimin memastikan anggaran, personel, dan peralatan penanggulangan bencana masih berada pada tingkat yang aman.

Menlu: Tawaran Bantuan Dihargai, Tapi Indonesia Mandiri

Menteri Luar Negeri Sugiono menambahkan bahwa sejumlah negara sahabat memang telah menawarkan bantuan. Namun pemerintah memilih untuk tetap mengandalkan kemampuan sendiri terlebih dahulu.

“Banyak yang menawarkan bantuan dan kami sangat berterima kasih. Namun Indonesia masih bisa mengatasi situasi ini,” kata Sugiono.

Ia menegaskan bahwa kerja sama internasional tetap terbuka bila kondisi di lapangan memburuk.

Fokus pada Penyelamatan dan Pemulihan

Saat ini, pemerintah memusatkan perhatian pada evakuasi korban, pemenuhan kebutuhan pengungsi, pendistribusian logistik, layanan kesehatan, serta perbaikan infrastruktur dasar. Ribuan personel gabungan terus bekerja di tengah kondisi medan yang sulit dan cuaca ekstrem.

Banjir dan longsor dalam beberapa hari terakhir telah merusak permukiman, fasilitas umum, dan jalur transportasi, serta memaksa ribuan warga mengungsi.

Melalui sikap tegas para pejabat negara, pemerintah menegaskan bahwa Indonesia tetap berdiri di atas kaki sendiri dalam menghadapi bencana, sembari tetap menghargai solidaritas global yang datang.

(L6)
#BencanaSumatera #PuanMaharani
#Nasional

 

Serasinews.com, Padang — Bencana banjir dan banjir bandang yang melanda Kota Padang pada 25 November 2025 meninggalkan kerusakan infrastruktur dalam skala besar. Pemerintah Kota Padang mencatat total kerugian sementara mencapai Rp264,3 miliar, menggambarkan beratnya dampak terhadap fasilitas publik dan layanan dasar masyarakat.

Data kerusakan dihimpun oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Padang melalui proses pendataan dan verifikasi di berbagai wilayah terdampak.

Transportasi Jadi Sektor Paling Parah

Kepala Dinas PUPR Kota Padang, Tri Hadiyanto, menyebut sektor transportasi mengalami kerusakan paling masif. Sebanyak tujuh jembatan mengalami rusak berat dan satu jembatan rusak ringan akibat hantaman banjir yang membawa material lumpur, kayu, serta bebatuan.

Selain itu, jalan sepanjang 1.884 meter juga mengalami kerusakan di beberapa kecamatan, memutus akses warga, menghambat distribusi logistik, dan melumpuhkan aktivitas ekonomi.

“Total kerugian untuk jembatan dan jalan mencapai Rp157,89 miliar,” ujar Tri Hadiyanto, Senin (8/12/2025).

Kerusakan Bendungan dan Sungai Capai Rp84,36 Miliar

Infrastruktur pengendali air tidak luput dari dampak banjir. Tanggul yang ambruk, erosi tebing, serta pendangkalan sungai meningkatkan potensi bencana susulan.

Total kerugian sektor ini diperkirakan mencapai Rp84,36 miliar, dan memerlukan penanganan segera untuk mencegah risiko lebih besar saat musim hujan.

22 Sekolah Terdampak, Aktivitas Belajar Terganggu

Sebanyak 22 unit sekolah rusak, terdiri dari 8 PAUD, 12 SD, dan 2 SMP. Kerusakan meliputi ruang kelas, atap, pagar, perabotan, hingga fasilitas sanitasi.

Kerugian sektor pendidikan dan gedung pemerintahan ditaksir mencapai Rp5,57 miliar, memaksa beberapa sekolah menghentikan sementara kegiatan belajar dan mencari lokasi alternatif.

Tujuh Intake PDAM Rusak

Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) juga mengalami gangguan serius. Kerusakan pada tujuh intake PDAM menyebabkan pasokan air bersih terganggu untuk ribuan pelanggan.

Nilai kerugiannya mencapai Rp16,52 miliar, meliputi perbaikan pipa, pompa, dan fasilitas pendukung lainnya.

Total Kerugian Tembus Rp264,3 Miliar

Secara keseluruhan, Pemko Padang menetapkan total kerugian infrastruktur akibat banjir mencapai Rp264.356.989.944.

“Angka ini merupakan hasil penghitungan menyeluruh dari seluruh sektor infrastruktur yang terdampak langsung,” tegas Tri Hadiyanto.

Ancaman Bencana Susulan & Kebutuhan Anggaran Besar

Kerusakan yang terjadi menjadi peringatan serius bagi Pemko Padang dan Pemprov Sumatera Barat. Selain biaya rehabilitasi yang besar, kerusakan pada bendungan dan sungai meningkatkan ancaman bencana lanjutan.

Saat ini, Pemko Padang tengah menyusun dokumen rencana rehabilitasi dan rekonstruksi untuk diajukan ke Pemerintah Pusat melalui BNPB dan Kementerian PUPR.

Bencana 25 November menjadi pengingat bahwa ketahanan infrastruktur di daerah rawan hidrometeorologi seperti Padang perlu diperkuat secara menyeluruh.

(Rini/Mond)
#BanjirBandang #Padang
#Infrastruktur

Serasinews.com, Payakumbuh — Setelah hampir tiga bulan penyelidikan intensif, kepolisian akhirnya mengungkap penyebab pasti kebakaran hebat yang melanda kawasan pasar Kota Payakumbuh pada Selasa dini hari, 26 Agustus 2025. Tim penyidik memastikan bahwa kobaran api yang muncul sekitar pukul 04.45 WIB itu bukan akibat korsleting listrik, melainkan berasal dari nyala api terbuka yang disengaja. Api baru benar-benar dipadamkan sekitar pukul 09.30 WIB, setelah melahap deretan bangunan dan menimbulkan kerugian besar.

Temuan Labfor: Api Berasal dari Sumber Penyulutan Langsung

Hasil pemeriksaan Bidlabfor Polda Riau menyatakan bahwa titik awal kebakaran berada di Ex-Toko Aprilia. Di lokasi tersebut tidak ditemukan indikasi arus pendek, melainkan bukti bahwa sumber kebakaran berasal dari open flame berupa bara api dan penyulutan menggunakan korek.
Dengan demikian, kebakaran ini dipastikan merupakan tindakan manusia, bukan kecelakaan teknis.

Kasus Resmi Naik Penyidikan, Satu Tersangka Ditangkap

Pada 19 November 2025, Polres Payakumbuh menetapkan seorang pria berinisial “I” sebagai tersangka, setelah penyidik mendapatkan lebih dari dua alat bukti sah. Ia dikenai sangkaan:

Pasal 187 KUHP – sengaja menimbulkan kebakaran

atau Pasal 188 KUHP – kelalaian yang menyebabkan kebakaran

Ancaman hukuman mencapai 5 tahun penjara.

Pengakuan Tersangka: Lem Banteng, Halusinasi, dan Api yang Lepas Kendali

01.30 WIB

Tersangka masuk ke lantai 2 pasar melalui tangga dekat jembatan Panasonic. Ia membawa lem banteng, kemudian:

menghirup lem,

merokok,

dan bermain gim.

02.00–02.15 WIB

Di bawah pengaruh lem, ia mengalami halusinasi dan berjalan tanpa arah hampir satu jam, lalu kembali ke area Ex-Toko Aprilia untuk menghirup lem lagi.

03.30 WIB

Dalam keadaan menggigil dan tidak sadar penuh, ia mengumpulkan plastik bekas lem dan menumpuknya. Untuk menghangatkan diri, ia menyalakan api menggunakan korek.
Namun dorongan gas dari sisa lem membuat api menyala seperti obor. Plastik meleleh, mengenai sekat triplek, dan api cepat menjalar.

Tersangka sempat mencoba memadamkan api di lantai, tetapi kobaran di dinding sudah tak terkendali.

04.00 WIB

Ia panik dan melarikan diri, menuju sebuah warnet di kawasan Bunian. Tak lama setelah itu, pasar berubah menjadi lautan api.

Barang Bukti dan Saksi Lengkap

Penyidik telah mengamankan:

Hasil pemeriksaan Labfor

DVR dan rekaman CCTV

Abu arang, potongan kayu terbakar

Pakaian tersangka
Serta memeriksa 17 saksi, termasuk saksi mata pertama di lokasi.

Tahap II Segera Dilakukan

Berkas perkara dinyatakan hampir lengkap. Dalam waktu dekat, Polres Payakumbuh akan melakukan Tahap II, yakni penyerahan tersangka dan barang bukti ke kejaksaan.
Publik kini menanti putusan majelis hakim: apakah perbuatannya dikategorikan sebagai kelalaian atau justru kesengajaan.

(KP)
#KebakaranPasarPayakumbuh
#Hukum #Peristiwa

 

Serasinews.com, Padang — Pemerintah Provinsi Sumatera Barat hampir dipastikan memperpanjang status tanggap darurat bencana, mengingat sejumlah pekerjaan di lapangan masih jauh dari selesai. Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah menyampaikan bahwa hingga awal pekan ini proses pencarian korban, pembukaan akses yang terputus, serta pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak masih terus dilakukan secara intensif.

“Masih banyak pekerjaan tanggap darurat yang belum tuntas. Karena itu, statusnya hampir pasti diperpanjang,” ujar Mahyeldi, Senin (8/12/2025).

Laporan Daerah Jadi Penentu Perpanjangan Status

Pemprov Sumbar kini menunggu laporan komprehensif dari seluruh bupati dan wali kota sebagai dasar penetapan perpanjangan darurat. Sekda provinsi tengah menyiapkan dokumen evaluasi yang akan dibahas bersama sebelum keputusan resmi diambil.

“Input dari kabupaten dan kota sangat penting agar kebijakan yang diputuskan benar-benar tepat,” jelas Mahyeldi.

Ia menyebutkan, beberapa daerah seperti Kota Solok, Payakumbuh, dan Bukittinggi mulai menunjukkan pemulihan. Namun Kabupaten Agam, Kota Pariaman, Pesisir Selatan, dan beberapa wilayah lain masih membutuhkan penanganan darurat yang intensif.

Ribuan Warga di Pengungsian, Akses Terputus, Bantuan Belum Maksimal

Saat ini sekitar 20.000 warga masih bertahan di lokasi pengungsian karena tempat tinggal mereka mengalami kerusakan berat. Sejumlah akses jalan serta jembatan di titik-titik strategis belum dapat dilalui, sehingga distribusi bantuan belum optimal. Pemerintah daerah bersama TNI-Polri terus berupaya membuka jalur terisolasi tersebut.

“Kita terus menyalurkan kebutuhan pangan. Untuk air bersih, tendon penampungan sudah dikirim dan jaringan distribusi sedang dipulihkan. Pembukaan akses juga dilakukan secara bertahap,” kata Mahyeldi.

Bantuan tambahan berupa selimut, perlengkapan tidur, kebutuhan balita, dan bantuan khusus ibu hamil juga terus dikirimkan.

Hunian Sementara Disiapkan, Rumah Rusak Berat Akan Dibangun Ulang

Warga dengan rumah rusak berat diarahkan untuk tinggal di tenda atau hunian sementara (huntara). Pemerintah bahkan menyiapkan pembangunan rumah kembali bagi warga yang memiliki tanah layak huni.

“Kalau rumah mereka tidak bisa ditempati lagi dan tanahnya ada, pemerintah akan bantu bangun. Kalau tidak punya tanah, kita siapkan lokasi alternatif,” ungkapnya.

Retakan di Perbukitan, Pemetaan Rawan Bencana Dipercepat

Pemprov juga mempercepat pemetaan ulang kawasan rawan bencana, terutama di wilayah perbukitan yang ditemukan memiliki retakan panjang dan berpotensi longsor susulan.

“Data yang akurat menentukan langkah kita, baik saat darurat maupun rekonstruksi. Validasi data di posko harus diperkuat dan daerah lain harus siap membantu jika ada kekurangan,” tegas Mahyeldi.

Koordinasi Diperkuat, Bantuan Diminta Melalui Posko Resmi

Para kepala daerah diminta memperkuat koordinasi dengan Forkopimda demi memastikan penanganan berjalan terpadu dan tepat sasaran. Seluruh posko diminta tetap maksimal melayani pengungsi.

Mahyeldi juga mengimbau masyarakat, komunitas, dan relawan agar menyalurkan bantuan melalui posko resmi agar distribusi lebih teratur dan merata.

“Bantuan dari masyarakat sangat berarti, tetapi harus melalui jalur resmi agar tepat sasaran dan tidak menumpuk di satu lokasi saja,” tutupnya.

(Rini/Mond)

#TanggapDaruratBencana #SumateraBarat #BanjirSumbar

 

Serasinews.com, Kabupaten Agam – Kabupaten Agam, Sumatra Barat, masih menghadapi tantangan berat pascabencana banjir bandang dan longsor yang melanda beberapa wilayah dalam beberapa waktu terakhir. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan bahwa hingga awal Desember 2025, sejumlah daerah masih terisolasi akibat kerusakan akses transportasi dan infrastruktur penting.

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto memaparkan kondisi tersebut dalam rapat terbatas bersama Presiden RI Prabowo Subianto di Istana Negara pada Minggu, 7 Desember 2025. Ia menegaskan bahwa proses pemulihan di Sumatra Barat masih berjalan dan membutuhkan penanganan intensif.

“Di Kabupaten Agam, khususnya wilayah Limo Nagari, masih terdapat kecamatan yang terisolasi. Hal serupa terjadi di Pesisir Selatan serta Tigo Nagari yang aksesnya belum sepenuhnya pulih,” ujar Suharyanto pada Senin (8/12/2025).

Distribusi Logistik Tetap Berjalan Melalui Udara, Darat, dan Air

Meski akses darat masih terputus di beberapa titik, penyaluran bantuan kepada korban bencana tetap berlangsung. BNPB memastikan distribusi logistik dilakukan melalui berbagai jalur, baik udara, darat, maupun air.

Di Pesisir Selatan, bantuan masih bergantung pada transportasi udara. Sementara itu, di Agam, pengiriman bantuan kini dapat dilakukan dengan kombinasi jalur darat, udara, dan air.

BNPB juga mencatat ketersediaan stok logistik di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) berada dalam kondisi aman. Saat ini terdapat 24,22 ton bantuan tersimpan, sementara 98,8 ton lainnya telah disalurkan ke wilayah terdampak.

Akses Jalan Nasional dan Provinsi Mulai Dibuka Bertahap

Terkait konektivitas, jalur nasional Padang–Bukittinggi melalui Bukit Anai dipastikan tidak terputus total. Kendaraan masih dapat melintas melalui jalur alternatif yang telah disiapkan.

Adapun beberapa jalur provinsi masih dalam proses perbaikan, di antaranya:

Jalur Sicincin (Padang Pariaman) – Malalak (Agam) diperkirakan selesai dalam tiga minggu ke depan.

Jalur Padang Luar Bukittinggi – Maninjau ditargetkan normal kembali dalam satu minggu, sesuai laporan Kementerian PUPR.

Keterbatasan ini masih mempengaruhi aktivitas ekonomi, distribusi pertanian, dan mobilitas masyarakat.

Listrik dan Komunikasi Pulih Total, Air Bersih Masih Terkendala

Jaringan listrik dan komunikasi di wilayah terdampak telah pulih 100 persen. Meski begitu, layanan air bersih masih terkendala dan kini dalam tahap perbaikan di 21 kecamatan yang tersebar di tujuh kabupaten/kota. Warga masih bergantung pada bantuan suplai air bersih dari pemerintah dan relawan.

Kebutuhan Anggaran Pemulihan Capai Rp13,52 Triliun

BNPB juga menyampaikan besarnya kebutuhan anggaran untuk memperbaiki infrastruktur pascabencana. Berdasarkan penghitungan sementara Kementerian PUPR, dibutuhkan dana sebesar Rp13,52 triliun untuk memulihkan kondisi infrastruktur menjadi lebih baik dari sebelumnya.

Anggaran tersebut mencakup perbaikan jalan, jembatan, fasilitas umum, jaringan air bersih, hingga infrastruktur permukiman.

Agam Jadi Prioritas Nasional dalam Pemulihan

BNPB menegaskan bahwa pemulihan pascabencana di Sumatra Barat, khususnya Kabupaten Agam, menjadi prioritas pemerintah pusat. Selain fokus pada perbaikan fisik, pemerintah turut mengutamakan pemulihan sosial, ekonomi, dan penanganan trauma bagi warga terdampak.

Suharyanto memastikan kesiapan alutsista seperti helikopter dan alat berat untuk mendukung proses distribusi dan penanganan bencana.

Dengan sejumlah wilayah yang masih terisolasi dan kerusakan infrastruktur yang luas, bencana banjir bandang dan longsor di Sumatra Barat menjadi salah satu tantangan terbesar dalam menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi ekstrem.

(IN)
#BanjirSumbar #BNPB
#

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.