Latest Post

Aceh Afif Maulana Agam AIDS Aipda Dian WR AirterjunLembahAnaiMeluap Aksibersihpantai AksiJalanan Aleknagari Amak Lisa AmalanBulanRajab AnakHanyut AndreRosiade AnjingPelacak anthropophobia Antikorupsi ApdateKorbanBencanaSumatera Apelsiaga Apeltanggapbencana Arif maulana Arosuka Artikel Artis Minang Asusila balapliar BalapMotor Bali Balikpapan BandarNarkobaKabur Bandung BangunanLiar Banji Banjir BanjirAceh BanjirAgam BanjirBandang BanjirPadang BanjirSumatera BanjirSumbar BanjirSumut BankNagari bansos banten BantuanBencanaAcehHilang BantuanKorbanBencanaPasbar Banyuwangi Bapenda BareskrimPolri Batam BatangArau Batuk BBM BeaCukai bencana Bencana alam Bencanaalam BencanaAlamSumateraBarat BencanaHidrometeorologi BencanaKotaPadang BencanaSumatera BencanaSumbar BerantasNarkoba BeritaDaerah BibitSiklonTropis95B BKSDA BMKG BNNPSumbar BNNsumbar BNPB BobonSantoso Box Redaksi BPBDKabupatenAgam BPBDPadang BPBDSumbar BPHMigas BPJNSumbar BPKB BrimobPoldaSumbar Brimobuntukindonesia BRISuperLeague bukit sitinurbaya Bukittinggi BungaBangkai BungaRafflesia BWSS V padang BWSSV BWSSVPadang Calon Bupati cemburubuta CerintIrallozaTasya Cikampek Cikarang CuacaEkstrem cuacapanasekstrem curanmor Daerah danabos Dandrem 032 WBR DaniFaisal dankodaeral II Demonstrasi Denpasar Depok DeptCollector Dharmasraya Dinas sosial DinasPendidikanSumbar DinasPerpusipPadang DinasPerpustakaandanArsip DinasPertanian dinassosial dinassosialpadang Dirlantas Dirlantas Polda Sumbar DirlantasPoldaSumbar Disdukcapil DitlantasPoldaSumbar DitpolairudPoldaSumbar DPCPKBkotapadang DPDRI DPR DPRD Padang DPRDpadang DPRDsumbar DPUPR DPUPRPadang dubalangkota EmpatPilar Enarotali Evakuasi festival sepakbola Filipina FlyOver Galodo GalodoLembahAnai gangguanhormon GanjaKering gaya hidup GayaHidup gempa GempaBumi gerakcepatdinsos gorontalo GrasstrackMotocross Gresik GunungMerapiErupsi gurbernurriaukenaottkpk HAM HargaCabaiNaik Haripahlawan Harisumpahpemuda Hidroneteologi Hipnotis HismawaMigas HIV Hot New HubunganSesamaJenis hukum Huntara HUT Humaspolri ke 74 HUT80Brimob Hutan HUTKe-64 IKW IKWRI IlegalFishing IlegalMinning IllegalLogging Indonesia Indonesia. indonesiamaju infrastruktur Intan jaya Internasional irigasi Islam Islami Jakarta Jakarta Selatan JalanLembahAnaiPutus JalanLongsor JalanRetak Jambi Jawa Tengah Jayapura Jayawijaya JembatanPutus JembatanRetak Jogyakarta jurnalis JusufKalla K9 Kabupaten Agam kabupaten dharmasraya Kabupaten Solok KabupatenAgam KabupatenDharmasraya KabupatenPasaman KabupatenPasamanBarat KabupatenPesisirSelatan KabupatenpPasaman kabupatenSolokSelatan KafeKaraoke KafeKaroke KAI Sumbar Kakorlantas kakorlantaspolri KAN kapolres kapolressijunjung Kapolri KarangTaruna kasat narkoba KasusMedis keamanan KeamananPublik kebakaran KebakaranPasarPayamumbuh KebatanGunungNagoPutus kecamatankototangah kecelakaan kegiatanrutin KejariDharmasraya kejaripadang kejaripesel KejatiSumbar kekerasan kelangkaanBBM kelangkaansolar KelurahanRimboKaluang Kemenag Kemenhut Kemenkes Kementrian PU kementriankebudayaan KementrianLingkunganHidup KemuliaanBulanRajab kendaraan KeracunanMakanan Kesehatan keselamatan bersama keselamatan kerja kesiapsiagaan kesunyian malam KetahananPangan ketertiban umum KetertibanUmum Kiwirok KKB KLHK Kodim 0307 Tanah Datar KomnasHAM komplotanganjalATM KorbanBanjirAgam KorbanBrncanaAgam Korem 032/WB Korpolairud korupsi Kota Padang KotaBukittinggi KotaPadang KotaPariaman KPK Kriminal KRYD KUHP KumpulanDo'a Laksamanamuda Lampung LapasIIA LayananKesehatan LembahAnai Lembang Leonardy LGBT life style lifestyle Lima Puluh Kota LimaPuluhKota lingkungan listrikilegal literasi lombok timur Longsor LongsorKampusUINImambonjol LowonganKerjaPalsu Madiun Magelang MahardikaMudaIndonesia MahasiswiHilang MahyeldiAnsharullah Makan Bergizi Gratis Makasar Malalak MalPraktek ManfaatAirKelapa manila MapolsekMuaraBatangGadisDibakarMasaa MataElang Medan MengelolaAirUntukNegri mentalhealth Mentawai Mesum Mimika Miras MirasIlegal MobilBencanaDibakarMassa MobilPatwalPoldaSumbarKecelakaan MobilSatpolPPAcehDibakarMassa MobilTerbakar MogokKerja MTsN10pesisirselatan Muhammadiyah Mutasi mutilasibayi nagarisolokambah nagarisulitair narkoba Narkotika Nasioanl Nasional ngaraisianok NinjaSawit NTT odgj OjekOnline OknumGuruLGBT Oksibil olahraga Opini OprasiKeselamatanSinggalang2026 OprasiLilinSinggalang2025 oprasimalam OprasiSinggalang2026 oprasitumpasbandar2025 oprasizebra2025 oprasizebrasinggalang2025 OrangHanyut OTTKPK PabukoanGratis PADA Padang Padang panjang Padang Pariaman PadangAman PadangPariaman PadangRancak PadangSigap Pahlawannasional pajak air tanah Palimanan pandekarancak PanenRaya pantaipadang Papua parenting Pariaman Parlemen Pasaman Pasaman barat pasamanbarat pasang pasarrayapadang Pasuruan Payakumbuh PDAM PeduliBencana Pekanbaru Pelalawan pelayananhumanis PelayananPublik pelayanansosial PelemikBantuanAsing PemakamanMasalKorbanBencanaSumbar Pemasyarakatan PembabatanHutan PembalakanHutanMentawai pembalakanLiar Pembinaan PembinaanWargaBinaan Pembunuhan pemerasan Pemko Padang PemkoPadang PemulihanBencana PemutihanPajakKendaraan pencabulan PencarianKorbanBanjirPadang Pencirian PenculikanAnak Pencurian Pendidikan penegakanhukum penemuanbayi penemuanJanin PenemuanJasadBayo penemuanmayat Penertiban Pengancaman pengangguran penganiayaan Pengeroyokan Penggelapan PenggelapanMotor Penjarahan Perbankan Perceraian Perdagangan Perekonomian peristiwa peristiwadaerah perlindungananak Persami PersijaJakarta pertahanan PerumdaAirMinum Pesisir Selatan PesisirSelatan Peti PJN PKL PolaMakan PolantasMenyapa Polda banten Polda Jabar Polda Kalbar Polda Metro Jaya polda Papua POLDA SulBar POLDA SUMBAR PoldaRiau Poldasumbar PoldaSumut Polhut Policegoestoscool Polisi Politik polPP polres Polres 50 kota Polres Dharmasraya Polres Mentawai Polres Padang panjang Polres Pasaman Polres Pasaman Barat Polres Solok Polres solok selatan PolresPadang polrespasaman polrespasamanbarat polrespasbar PolresPayakumbuh polrespesel PolresSolokKota polresSolokSelatan Polresta bukittinggi Polresta Padang PolresTanahDatar polrestapadang POLRI PolriPresisi Polsek bungus barat Polsek Koto Tangah Padang Polsek Lubeg Pontianak PrabowoSubianto PrajuritTNITewas PrediksiCuaca premanisme Presiden RI PrestaPadang ProyekNasional psp padang Ptostitusi PuanMaharani Puasa Puncak jaya Purwakarta jawabarat QuickWins Ramadhan Razia RekeningDormant Religi RevisiKUHP Riau RidwanKamil RokokIlegal RutanPadang sabu Sajam SakitPerut Sarkel SatgasDamaiCartenz satgasoprasidamai satlantaspolresta SatpolPP SatpolPPAceh Sawahlunto Sawmil SeaGamen2025 segmen sianok seherman SekolahRakyat Semarang semenpadang SemenPadangFC Senjatatajam sepakbola sepakbolaindonesia SepakBolaWanita Serang ServisKendaraanGratisKorbanBanjirAgam SiagaBencana SigapMembangunNegriUntukRakyat Sijunjung sikat singgalang2025 silent treatment simulasibencana Sinkhole siswismptewassaathiking sitinjaulauik Skoliosis SMA1pulaupunjung sobatlalulintasrancakbana solok Solok selatan solokarosuka solokselatan solsel Sosialisasi SPBUganting SPPG STNK Strongpoint subsidi ilegal sukabumi Sulawesi Tenggara Sumatera Barat SumateraBarat Sumaterbarat Sumatra barat Sumbar SungaiKuranji Surabaya swasembadapangan TablighAkbar TambangEmasIlegal tambangilegal TambangIlegalSumbar Tanah datar tanahdatar tanggapdarurat TanggapDaruratBencana tawuran TawuranNarkoba Terbaru Ternate Timika Papua timklewang TimnasIndonesiaU22 TimnasWanitaIndonesia TNI TPUTunggulHitam Transformasi Digital Transformasi polri transpadang TransparansiPublik transportasi TrukTerbakar tsunamiDrill Tuak Uin UIN IB Padang UMKM UNP UpadateKorbanBencanaSumatera UpdateKorbanBanjirSumatera UpdateKorbanBencanaAlam UpdateKorbanBencanaSumatera Utama UUMD3 Viral WargaBinaan Yalimo Yogyakarta Yuhukimo

 

Serasinews.com, Padang Tanah longsor terjadi di area parkir Gedung A dan B Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Kampus III UIN Imam Bonjol, Sungai Bangek, Kota Padang, pada Selasa (25/11/2025) sekitar pukul 13.50 WIB. Material longsor dari tebing di belakang area parkir tiba-tiba meluncur dan menimpa sejumlah kendaraan milik mahasiswa.

Menurut keterangan mahasiswa yang berada di lokasi, suara gemuruh terdengar sesaat sebelum tanah runtuh dan menghantam deretan mobil serta sepeda motor. Beberapa kendaraan dilaporkan mengalami kerusakan pada bodi dan kaca akibat dorongan material tanah.

“Suara runtuhannya keras sekali. Waktu kami lihat, beberapa kendaraan sudah tertimbun,” kata seorang mahasiswa yang menyaksikan kejadian tersebut.

Hingga kini, pihak kampus belum memberikan pernyataan resmi mengenai pemicu longsor maupun jumlah kendaraan yang terdampak. Petugas keamanan telah memasang garis pembatas untuk menutup akses dan memastikan area tetap aman.

Hujan deras yang mengguyur kawasan Sungai Bangek dalam beberapa hari terakhir diduga menjadi faktor yang memicu terjadinya longsor. Mahasiswa yang kendaraannya rusak masih menunggu pendataan serta penjelasan lebih lanjut dari pihak kampus.

(Rini/Mond)
#LongsorKampusUINImamBonjol #UIN #Peristiwa #Longsor

Padang, Serasinews.com— Hujan deras pada Selasa (25/11) pagi menyebabkan empat kendaraan terlibat kecelakaan beruntun di kawasan Panorama Dua, Sitinjau Lauik, Kelurahan Indarung, Lubuk Kilangan, Kota Padang. Salah satu kendaraan bahkan terperosok ke jurang sedalam puluhan meter.

Kondisi jalan yang licin dan jarak pandang terbatas diduga menjadi faktor utama kecelakaan. Sitinjau Lauik sendiri dikenal sebagai jalur ekstrem dengan tanjakan dan turunan curam serta tikungan tajam, sehingga rawan kecelakaan terutama saat hujan.

Saksi mata, Budi, menceritakan bahwa kecelakaan terjadi saat arus kendaraan dari arah Solok menuju Padang padat. “Ada mobil yang tidak bisa mengerem dan mendorong kendaraan di depannya. Satu mobil tergelincir ke pinggir jalan dan jatuh ke jurang,” ujarnya.

Warga dan pengendara lain segera memberikan pertolongan sementara petugas kepolisian, BPBD, dan relawan menuju lokasi untuk evakuasi. Hingga berita ini diturunkan, jumlah korban jiwa maupun luka belum dikonfirmasi secara resmi.

Kapolsek Lubuk Kilangan, Kompol Sosmedya, memastikan timnya masih melakukan olah TKP dan evakuasi kendaraan. Proses evakuasi diperkirakan sulit karena medan curam dan hujan yang belum reda.

Insiden ini kembali menyoroti tingginya risiko di Sitinjau Lauik. Warga berharap pemerintah meningkatkan keamanan jalan, termasuk penambahan rambu peringatan, pembatasan kecepatan, dan pengawasan kendaraan berat. Penyebab pasti kecelakaan masih diselidiki, namun kondisi jalan licin akibat hujan diduga menjadi faktor utama.

(Rini/Mond)
#Peristiwa #Kecelakaan
#SitinjauLauik

 

Serasinews.com,Padang – Hujan deras yang mengguyur Kota Padang sejak Senin malam (24/11/2025) hingga Selasa pagi (25/11/2025) memicu banjir besar di sejumlah wilayah. Salah satu area terdampak parah adalah Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tunggulhitam, yang nyaris tenggelam akibat luapan Sungai Batang Kuranji.

TPU Tunggulhitam Terendam Air hingga Dada Orang Dewasa

Pantauan Selasa pagi menunjukkan area pemakaman berubah menjadi “danau dadakan” dengan air setinggi 50–100 cm, menutupi hampir seluruh permukaan makam. Dari kejauhan, deretan nisan nyaris tak terlihat, sementara beberapa peti jenazah dilaporkan terseret arus karena luapan sungai yang kian besar.

Warga Khawatir, Air Naik Sejak Dini Hari

Farid (37), warga sekitar, mengatakan banjir memasuki area TPU sejak dini hari. “Debit air dari hulu sangat deras, makanya banjir cepat naik,” ujarnya. Hujan yang terus mengguyur sejak malam membuat warga kesulitan melakukan antisipasi.

Permukiman Warga Terancam, Barang-barang Mulai Diungsikan

Ketinggian air juga mengancam permukiman di Kelurahan Air Tawar Timur, Kecamatan Padang Utara. Marni (64) mengatakan, “Kami khawatir air makin naik. Barang-barang sudah kami pindahkan ke tempat lebih tinggi. Air bahkan hampir masuk rumah.” Warga mulai memindahkan kendaraan, perabotan, dan dokumen penting sambil memantau perkembangan debit air.

Transportasi Lumpuh, Lalu Lintas Dialihkan

Banjir juga menutup Jalan Simpang Tunggulhitam menuju Dadok Tunggulhitam dan Siteba dengan ketinggian air 30–50 cm, sehingga hanya kendaraan besar yang bisa melintas. Arus lalu lintas sementara dialihkan ke tepian sungai dekat TPU Tunggulhitam, meski jalur ini juga rawan longsor dan banjir susulan.

Ancaman Banjir Belum Usai

Hingga siang, hujan masih turun dengan intensitas ringan hingga sedang. Warga dan pemerintah setempat terus memantau ketinggian air, mengingat curah hujan diperkirakan masih tinggi beberapa hari ke depan. Situasi ini menjadi perhatian serius terkait risiko banjir lebih besar, kerusakan fasilitas umum, dan potensi masalah kesehatan akibat genangan air.

(Rini/Mond)
#Peristiwa #Banjir #TPUTunggulHitam

 

Serasinews.com, Padang – Curah hujan ekstrem yang mengguyur Kota Padang sejak Selasa (25/11/2025) pagi berubah menjadi bencana bagi warga Jln. Batu Busuk RT 01 RW 3, Kelurahan Lambung Bukit, Kecamatan Pauh. Dalam waktu singkat, debit air meningkat tajam dan meluap ke permukiman, menenggelamkan puluhan rumah. Sedikitnya 50 kepala keluarga menjadi korban terdampak, dan sebagian dari mereka sempat terjebak di dalam rumah saat air naik mendadak.

Kepala BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, menyampaikan bahwa intensitas hujan sejak subuh menjadi pemicu utama banjir. “Kami segera melakukan evakuasi ke area aman. Saat ini proses masih berjalan di lapangan,” ujarnya.

Di lapangan, suasana dramatis tak terhindarkan. Sejak pukul 08.00 WIB, tim gabungan dari BPBD Kota Padang, Basarnas, Damkar, TRC Semen Padang, relawan, dan warga sekitar terus menyisir kawasan yang terdampak. Mereka mengevakuasi kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, hingga ibu hamil menggunakan peralatan seadanya di tengah derasnya arus.

Sebanyak enam personel TRC-PB BPBD turut diturunkan langsung ke titik banjir, dipimpin oleh Kalaksa dan Kabid KL. Meski medan licin dan aliran air kuat, para petugas bekerja bahu-membahu memindahkan warga ke lokasi yang lebih aman.

Hingga laporan ini dibuat, upaya penyelamatan masih berlangsung. Kerugian materi belum dapat dipastikan, namun sejumlah rumah dilaporkan rusak berat akibat hantaman banjir.

Pemerintah Kota Padang mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi hujan susulan dan banjir lanjutan. Warga yang membutuhkan bantuan darurat dapat menghubungi:

Padang Sigap 112

Call Center (0751) 778775

WhatsApp 0858-9152-2181

(Rini/Mond)
#Banjir #Peristiwa #Padang

 

Serasinews.com, Padang — Curah hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kota Padang selama sepekan terakhir kembali menyebabkan gangguan pada layanan air bersih. Hujan yang terus-menerus membuat debit sungai meningkat drastis dan membawa banyak lumpur serta sedimen. Kondisi ini menghambat kinerja sistem pengambilan air (intake) Perumda Air Minum Kota Padang di sejumlah lokasi.

Tingginya tingkat kekeruhan air sungai sebagai sumber baku membuat proses pengolahan tidak bisa berjalan normal. Beberapa intake terpaksa menurunkan kapasitas produksi, bahkan ada yang berhenti beroperasi sementara akibat kondisi yang tidak memungkinkan.

Petugas Tetap Berjibaku di Tengah Hujan Deras

Salah satu titik yang paling parah terdampak adalah Intake Paraku. Pada Selasa (25/11/2025), para petugas terlihat terus bekerja meskipun hujan masih mengguyur deras dan arus sungai sangat kuat. Meski risikonya besar, mereka tetap berupaya agar intake dapat segera kembali berfungsi.

Tumpukan lumpur yang masuk tanpa henti, aliran air yang semakin keruh, serta kondisi medan yang licin membuat pekerjaan semakin berat. Pembersihan saringan, penyesuaian pompa, hingga upaya penanganan manual terus dilakukan sepanjang hari.

Beberapa Intake Lain Ikut Terdampak

Tak hanya Paraku, intake lain milik Perumda Air Minum Kota Padang pun mengalami gangguan serupa. Tingginya kekeruhan air akibat banjir sungai membuat proses pengolahan menurun tajam dan berdampak pada distribusi air ke pelanggan.

Meski demikian, seluruh tim teknis sudah dikerahkan untuk mempercepat penanganan di lapangan.

Pernyataan Resmi dari Kasubag Humas

Kasubag Humas Perumda Air Minum Kota Padang, Adhie Zein, menyampaikan bahwa cuaca ekstrem membawa tantangan besar bagi sistem produksi air bersih.

“Kekeruhan air saat ini berada jauh di atas batas aman pengolahan. Hampir semua intake terdampak lumpur dari luapan sungai. Namun petugas kami tetap bekerja maksimal, siang dan malam, untuk memulihkan produksi,” jelasnya.

Ia juga menekankan bahwa keselamatan petugas tetap menjadi prioritas, namun dedikasi para pekerja lapangan patut diapresiasi.

“Kami memohon pengertian pelanggan atas gangguan yang terjadi. Tim kami tidak tinggal diam—mereka terus berusaha di tengah hujan dan arus deras agar suplai air segera kembali normal. Informasi perkembangan akan kami sampaikan secara berkala,” tambahnya.

Imbauan untuk Masyarakat

Perumda Air Minum Kota Padang mengimbau warga agar berhemat dalam penggunaan air serta menyiapkan cadangan air bersih selama gangguan berlangsung. Warga juga dapat menyampaikan keluhan atau meminta informasi melalui call center, media sosial, maupun kantor unit layanan terdekat.

(Rini/Mond)
#PerumdaAirMinum #Padang

 

Serasinews.com, Padang —
Hujan deras yang terus mengguyur Kota Padang beberapa hari terakhir memberikan dampak serius terhadap operasional Perumda Air Minum Kota Padang. Intensitas curah hujan yang tinggi dan diprediksi masih berlanjut membuat pasokan air baku ke Instalasi Pengolahan Air (IPA) terganggu, bahkan berpotensi terhenti di sejumlah wilayah.

Debit sungai yang meningkat drastis membawa serta material lumpur, kayu, dan sedimen dalam jumlah besar. Akibatnya, proses penyaringan awal di beberapa IPA tidak lagi berjalan optimal. Bar screen yang seharusnya menahan material padat justru kewalahan diterjang arus kuat, menyebabkan sebagian material lolos dan mengganggu unit pengolahan berikutnya. Di beberapa intake, penyumbatan terjadi total sehingga petugas harus turun langsung untuk membersihkannya secara manual—sebuah pekerjaan penuh risiko di tengah kondisi cuaca ekstrem.

Dampak dari gangguan tersebut mulai dirasakan warga. Sejumlah kawasan di Kota Padang mengalami penurunan tekanan hingga penghentian sementara distribusi air bersih. Sebagai langkah darurat, Perumda Air Minum Kota Padang langsung mengerahkan armada mobil tangki ke wilayah-wilayah paling terdampak untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi.

Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Padang, Hendra Pebrizal, melalui Kasubag Humas Adhie Zein, menegaskan bahwa situasi ini menjadi tantangan besar bagi seluruh petugas di lapangan.

“Kami setiap hari menghadapi derasnya arus sungai yang keruh. Petugas tetap turun ke intake meskipun hujan tidak berhenti. Situasinya sangat berbahaya, namun kami berkomitmen menjaga distribusi air tetap berjalan,” ujar Adhie menyampaikan pesan Dirut, Senin (24/11/2025).

Ia menambahkan bahwa seluruh tim teknis, distribusi, dan armada mobil tangki bekerja sepanjang waktu untuk meminimalkan dampak gangguan kepada warga.

“Kami memohon kesabaran masyarakat. Semua sumber daya sudah kami kerahkan, dan kami berharap doa agar petugas selalu diberi keselamatan.”

Perumda Air Minum Kota Padang juga membuka layanan pengaduan dan permintaan suplai air tangki 24 jam melalui nomor 0811-669-123.

Di Balik Derasnya Hujan: Kisah Perjuangan Petugas Air Minum Kota Padang

Saat malam turun dan hujan masih mengguyur tanpa jeda, ketika sebagian besar warga terlelap, sejumlah petugas Perumda Air Minum justru baru memulai tugas. Mereka mengenakan helm keselamatan, sepatu anti selip, dan jas hujan tebal. Cahaya senter di kepala mereka memantul di permukaan sungai yang meluap—menjadi satu-satunya penerang dalam gelapnya malam.

Pertaruhan Nyawa di Titik Intake

Di intake Nanggalo, air sungai berubah pekat, membawa gelondongan kayu, ranting, hingga sampah rumah tangga. Setiap beberapa jam sekali, petugas harus membersihkan bar screen agar penyumbatan tidak menghentikan IPA.

“Kalau dibiarkan sebentar saja, seluruh proses bisa berhenti,” ujar seorang petugas yang wajahnya penuh percikan lumpur.

Dengan alat seadanya, mereka menarik dan memindahkan material berat. Satu langkah keliru bisa berakibat fatal, namun rasa tanggung jawab membuat mereka tetap bertahan di tengah derasnya arus.

Kerja Tanpa Henti, Meski Langit Mengamuk

Ketika IPA terganggu, distribusi ke rumah warga ikut terdampak. Maka armada tangki bergerak. Truk-truk Perumda Air Minum melaju menembus hujan, bahkan ketika listrik di beberapa wilayah padam.

Bagi mereka, pelayanan tidak mengenal kata berhenti.

“Senyum warga itu yang menghapus lelah,” kata seorang sopir armada tangki sambil membantu warga mengisi wadah air.

Dukungan Warga, Energi yang Menguatkan

Meski fisik terkuras, dukungan masyarakat menjadi penyemangat. Ucapan terima kasih, makanan dari komunitas, bahkan sekadar sapaan membuat petugas merasa perjuangan mereka tidak sia-sia.

“Kami sadar pelayanan mungkin belum sempurna. Tapi percayalah, seluruh petugas bekerja dengan sepenuh hati,” ujar Adhie Zein.

Harapan di Tengah Cuaca Ekstrem

Di tengah cuaca yang sulit diprediksi, Perumda Air Minum Kota Padang tetap menegaskan komitmennya untuk melayani. Para petugas tidak hanya menjalankan tugas, tapi juga menjalankan pengabdian bagi kota yang mereka cintai.

Dirut Hendra Pebrizal mengajak masyarakat untuk terus mendukung dan mendoakan para petugas agar selalu dalam lindungan.

(Rini/Mond)
#PerumdaAirMinum
#Padang

Serasinews.com, Sumatera Barat — Cuaca ekstrem kembali menghajar wilayah Sumatera Barat (Sumbar). Sejak Sabtu hingga Minggu (22–23/11), hujan deras yang berlangsung tanpa jeda disertai angin kencang memicu banjir, pohon tumbang, hingga tanah longsor di lima daerah: Kota Padang, Padangpariaman, Kota Solok, Agam, dan Tanahdatar.

Kepala Pelaksana BPBD Sumbar, Era Sukma Munaf, menyebutkan bahwa tingginya curah hujan di atas batas normal menjadi penyebab utama rentetan bencana ini.

“Laporan dari lima kabupaten/kota sudah kami terima. Tim masih melakukan penanganan di lapangan sekaligus mendata kerusakan,” ujarnya, Minggu sore (23/11).

Padang: Angin Kencang Robohkan Pohon, Banjir Melanda Pagi Buta

Kota Padang menjadi daerah pertama yang merasakan dampak cuaca buruk. Angin kuat sejak dini hari merubuhkan beberapa pohon besar di sejumlah titik Kecamatan Koto Tangah dan Padang Barat, sempat menghambat akses lalu lintas warga.

Tak lama setelahnya, sekitar pukul 04.35 WIB, banjir menggenangi wilayah Gunung Pangilun, Nanggalo. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, air masuk ke permukiman warga. BPBD langsung dikerahkan untuk evakuasi dan pembersihan material pohon tumbang.

Padangpariaman: Banjir Meluas, Longsor Putuskan Akses

Kabupaten Padangpariaman menjadi salah satu yang mengalami dampak paling luas. Hujan berintensitas tinggi menenggelamkan lima kecamatan: Lubuk Alung, Batang Anai, Sintuak Toboh Gadang, Ulakan Tapakis, serta 2×11 Anam Lingkung.

Sementara itu, longsor terjadi di Parit Malintang dan 2×11 Kayu Tanam, menutup ruas jalan, merusak saluran irigasi, hingga menimpa satu bangunan SD. Tim TRC-PB bersama pemerintah daerah bergerak cepat meninjau lokasi dan memastikan akses penting tetap bisa ditembus.

Kota Solok: Dua Bangunan Runtuh, Warga Dievakuasi

Sekitar pukul 02.30 WIB, banjir menerjang Kota Solok dan menyebabkan dua bangunan ambruk, termasuk di sekitar Kampus AMIK Kosgoro. Sebanyak 18 jiwa dari enam KK terpaksa dievakuasi. Tim BPBD telah bersiaga sejak awal hujan turun untuk meminimalkan risiko.

Agam: Banjir Bandang Ubah Aliran Sungai

Kabupaten Agam mencatatkan kerusakan paling serius. Selain genangan, banjir bandang melanda Nagari Paninjauan, Tanjung Raya, membawa material lumpur serta batu-batu besar.

Akibatnya, tiga kolam renang tertimbun, sebuah kafe rusak, tiga saung hancur, dan alur sungai berubah total—mengganggu sumber air utama warga.

Di Nagari Pasia Laweh, sepanjang 25 meter badan jalan amblas sedalam 2,5 meter, memutus akses dan membahayakan aktivitas masyarakat.

Tanahdatar: Rumah Rusak dan Perabotan Hanyut

Di Tanahdatar, banjir melanda Nagari Padang Laweh, Batipuh Selatan. Sebuah rumah mengalami rusak sedang dan dinyatakan tak layak dihuni. Arus deras dari sungai setempat juga menyeret berbagai perabotan rumah tangga, menimbulkan kerugian besar. Pemerintah daerah kini berkoordinasi dengan Dinas PU dan DLH untuk langkah penanganan lanjutan.

BPBD Imbau Warga Tetap Siaga

Meski bencana terjadi serempak di lima daerah, BPBD memastikan tidak ada korban jiwa. Pendataan detail kerusakan masih berlangsung di Solok, Agam, dan Tanahdatar.

Era Sukma Munaf mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan.

“Potensi cuaca ekstrem masih tinggi beberapa hari ke depan. Masyarakat di bantaran sungai, lereng bukit, dan wilayah rawan longsor diminta tetap siaga,” tegasnya.

(Rini/Mond)
#Peristiwa #Banjir #Longsor
#BencanaAlam #BPBDSumbar
#SumateraBarat

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.