Latest Post

Aceh Afif Maulana Agam AIDS Aipda Dian WR AirterjunLembahAnaiMeluap Aksibersihpantai AksiJalanan Aleknagari Amak Lisa AmalanBulanRajab AnakHanyut AndreRosiade AnjingPelacak anthropophobia Antikorupsi ApdateKorbanBencanaSumatera Apelsiaga Apeltanggapbencana Arif maulana Arosuka Artikel Artis Minang Asusila balapliar BalapMotor Bali Balikpapan BandarNarkobaKabur Bandung BangunanLiar Banji Banjir BanjirAceh BanjirAgam BanjirBandang BanjirPadang BanjirSumatera BanjirSumbar BanjirSumut BankNagari bansos banten BantuanBencanaAcehHilang BantuanKorbanBencanaPasbar Banyuwangi Bapenda BareskrimPolri Batam BatangArau Batuk BBM BeaCukai bencana Bencana alam Bencanaalam BencanaAlamSumateraBarat BencanaHidrometeorologi BencanaKotaPadang BencanaSumatera BencanaSumbar BerantasNarkoba BeritaDaerah BibitSiklonTropis95B BKSDA BMKG BNNPSumbar BNNsumbar BNPB BobonSantoso Box Redaksi BPBDKabupatenAgam BPBDPadang BPBDSumbar BPHMigas BPJNSumbar BPKB BrimobPoldaSumbar Brimobuntukindonesia BRISuperLeague bukit sitinurbaya Bukittinggi BungaBangkai BungaRafflesia BWSS V padang BWSSV BWSSVPadang Calon Bupati cemburubuta CerintIrallozaTasya Cikampek Cikarang CuacaEkstrem cuacapanasekstrem curanmor Daerah danabos Dandrem 032 WBR DaniFaisal dankodaeral II Demonstrasi Denpasar Depok DeptCollector Dharmasraya Dinas sosial DinasPendidikanSumbar DinasPerpusipPadang DinasPerpustakaandanArsip DinasPertanian dinassosial dinassosialpadang Dirlantas Dirlantas Polda Sumbar DirlantasPoldaSumbar Disdukcapil DitlantasPoldaSumbar DitpolairudPoldaSumbar DPCPKBkotapadang DPDRI DPR DPRD Padang DPRDpadang DPRDsumbar DPUPR DPUPRPadang dubalangkota EmpatPilar Enarotali Evakuasi festival sepakbola Filipina FlyOver Galodo GalodoLembahAnai gangguanhormon GanjaKering gaya hidup GayaHidup gempa GempaBumi gerakcepatdinsos gorontalo GrasstrackMotocross Gresik GunungMerapiErupsi gurbernurriaukenaottkpk HAM HargaCabaiNaik Haripahlawan Harisumpahpemuda Hidroneteologi Hipnotis HismawaMigas HIV Hot New HubunganSesamaJenis hukum Huntara HUT Humaspolri ke 74 HUT80Brimob Hutan HUTKe-64 IKW IKWRI IlegalFishing IlegalMinning IllegalLogging Indonesia Indonesia. indonesiamaju infrastruktur Intan jaya Internasional irigasi Islam Islami Jakarta Jakarta Selatan JalanLembahAnaiPutus JalanLongsor JalanRetak Jambi Jawa Tengah Jayapura Jayawijaya JembatanPutus JembatanRetak Jogyakarta jurnalis JusufKalla K9 Kabupaten Agam kabupaten dharmasraya Kabupaten Solok KabupatenAgam KabupatenDharmasraya KabupatenPasaman KabupatenPasamanBarat KabupatenPesisirSelatan KabupatenpPasaman kabupatenSolokSelatan KafeKaraoke KafeKaroke KAI Sumbar Kakorlantas kakorlantaspolri KAN kapolres kapolressijunjung Kapolri KarangTaruna kasat narkoba KasusMedis keamanan KeamananPublik kebakaran KebakaranPasarPayamumbuh KebatanGunungNagoPutus kecamatankototangah kecelakaan kegiatanrutin KejariDharmasraya kejaripadang kejaripesel KejatiSumbar kekerasan kelangkaanBBM kelangkaansolar KelurahanRimboKaluang Kemenag Kemenhut Kemenkes Kementrian PU kementriankebudayaan KementrianLingkunganHidup KemuliaanBulanRajab kendaraan KeracunanMakanan Kesehatan keselamatan bersama keselamatan kerja kesiapsiagaan kesunyian malam KetahananPangan ketertiban umum KetertibanUmum Kiwirok KKB KLHK Kodim 0307 Tanah Datar KomnasHAM komplotanganjalATM KorbanBanjirAgam KorbanBrncanaAgam Korem 032/WB Korpolairud korupsi Kota Padang KotaBukittinggi KotaPadang KotaPariaman KPK Kriminal KRYD KUHP KumpulanDo'a Laksamanamuda Lampung LapasIIA LayananKesehatan LembahAnai Lembang Leonardy LGBT life style lifestyle Lima Puluh Kota LimaPuluhKota lingkungan listrikilegal literasi lombok timur Longsor LongsorKampusUINImambonjol LowonganKerjaPalsu Madiun Magelang MahardikaMudaIndonesia MahasiswiHilang MahyeldiAnsharullah Makan Bergizi Gratis Makasar Malalak MalPraktek ManfaatAirKelapa manila MapolsekMuaraBatangGadisDibakarMasaa MataElang Medan MengelolaAirUntukNegri mentalhealth Mentawai Mesum Mimika Miras MirasIlegal MobilBencanaDibakarMassa MobilPatwalPoldaSumbarKecelakaan MobilSatpolPPAcehDibakarMassa MobilTerbakar MogokKerja MTsN10pesisirselatan Muhammadiyah Mutasi mutilasibayi nagarisolokambah nagarisulitair narkoba Narkotika Nasioanl Nasional ngaraisianok NinjaSawit NTT odgj OjekOnline OknumGuruLGBT Oksibil olahraga Opini OprasiKeselamatanSinggalang2026 OprasiLilinSinggalang2025 oprasimalam OprasiSinggalang2026 oprasitumpasbandar2025 oprasizebra2025 oprasizebrasinggalang2025 OrangHanyut OTTKPK PabukoanGratis PADA Padang Padang panjang Padang Pariaman PadangAman PadangPariaman PadangRancak PadangSigap Pahlawannasional pajak air tanah Palimanan pandekarancak PanenRaya pantaipadang Papua parenting Pariaman Parlemen Pasaman Pasaman barat pasamanbarat pasang pasarrayapadang Pasuruan Payakumbuh PDAM PeduliBencana Pekanbaru Pelalawan pelayananhumanis PelayananPublik pelayanansosial PelemikBantuanAsing PemakamanMasalKorbanBencanaSumbar Pemasyarakatan PembabatanHutan PembalakanHutanMentawai pembalakanLiar Pembinaan PembinaanWargaBinaan Pembunuhan pemerasan Pemko Padang PemkoPadang PemulihanBencana PemutihanPajakKendaraan pencabulan PencarianKorbanBanjirPadang Pencirian PenculikanAnak Pencurian Pendidikan penegakanhukum penemuanbayi penemuanJanin PenemuanJasadBayo penemuanmayat Penertiban Pengancaman pengangguran penganiayaan Pengeroyokan Penggelapan PenggelapanMotor Penjarahan Perbankan Perceraian Perdagangan Perekonomian peristiwa peristiwadaerah perlindungananak Persami PersijaJakarta pertahanan PerumdaAirMinum Pesisir Selatan PesisirSelatan Peti PJN PKL PolaMakan PolantasMenyapa Polda banten Polda Jabar Polda Kalbar Polda Metro Jaya polda Papua POLDA SulBar POLDA SUMBAR PoldaRiau Poldasumbar PoldaSumut Polhut Policegoestoscool Polisi Politik polPP polres Polres 50 kota Polres Dharmasraya Polres Mentawai Polres Padang panjang Polres Pasaman Polres Pasaman Barat Polres Solok Polres solok selatan PolresPadang polrespasaman polrespasamanbarat polrespasbar PolresPayakumbuh polrespesel PolresSolokKota polresSolokSelatan Polresta bukittinggi Polresta Padang PolresTanahDatar polrestapadang POLRI PolriPresisi Polsek bungus barat Polsek Koto Tangah Padang Polsek Lubeg Pontianak PrabowoSubianto PrajuritTNITewas PrediksiCuaca premanisme Presiden RI PrestaPadang ProyekNasional psp padang Ptostitusi PuanMaharani Puasa Puncak jaya Purwakarta jawabarat QuickWins Ramadhan Razia RekeningDormant Religi RevisiKUHP Riau RidwanKamil RokokIlegal RutanPadang sabu Sajam SakitPerut Sarkel SatgasDamaiCartenz satgasoprasidamai satlantaspolresta SatpolPP SatpolPPAceh Sawahlunto Sawmil SeaGamen2025 segmen sianok seherman SekolahRakyat Semarang semenpadang SemenPadangFC Senjatatajam sepakbola sepakbolaindonesia SepakBolaWanita Serang ServisKendaraanGratisKorbanBanjirAgam SiagaBencana SigapMembangunNegriUntukRakyat Sijunjung sikat singgalang2025 silent treatment simulasibencana Sinkhole siswismptewassaathiking sitinjaulauik Skoliosis SMA1pulaupunjung sobatlalulintasrancakbana solok Solok selatan solokarosuka solokselatan solsel Sosialisasi SPBUganting SPPG STNK Strongpoint subsidi ilegal sukabumi Sulawesi Tenggara Sumatera Barat SumateraBarat Sumaterbarat Sumatra barat Sumbar SungaiKuranji Surabaya swasembadapangan TablighAkbar TambangEmasIlegal tambangilegal TambangIlegalSumbar Tanah datar tanahdatar tanggapdarurat TanggapDaruratBencana tawuran TawuranNarkoba Terbaru Ternate Timika Papua timklewang TimnasIndonesiaU22 TimnasWanitaIndonesia TNI TPUTunggulHitam Transformasi Digital Transformasi polri transpadang TransparansiPublik transportasi TrukTerbakar tsunamiDrill Tuak Uin UIN IB Padang UMKM UNP UpadateKorbanBencanaSumatera UpdateKorbanBanjirSumatera UpdateKorbanBencanaAlam UpdateKorbanBencanaSumatera Utama UUMD3 Viral WargaBinaan Yalimo Yogyakarta Yuhukimo

Serasinews.com, Padang Pariaman – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Minangkabau mengeluarkan peringatan dini terkait meningkatnya potensi bencana hidrometeorologi di Sumatera Barat. Cuaca ekstrem diproyeksikan berlangsung selama satu minggu, mulai 21 hingga 27 November 2025.

BMKG menjelaskan bahwa penguatan Monsun Asia akan memicu dominasi angin baratan di sebagian besar wilayah Indonesia. Ketika bertemu dengan aliran udara basah dari Samudra Hindia dan topografi Bukit Barisan, kondisi ini menghasilkan proses orographic lifting yang intens hingga memicu pembentukan awan hujan tebal.

Selain itu, fenomena atmosfer lain seperti IOD (Indian Ocean Dipole) negatif, aktivitas gelombang Rossby Ekuatorial, serta anomali suhu permukaan laut yang lebih hangat juga turut memperbesar peluang terjadinya hujan lebat dan cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Sumbar.

Ancaman Bencana yang Mengintai

Selama periode tersebut, masyarakat diminta mewaspadai potensi:

Banjir dan banjir bandang

Tanah longsor

Genangan air

Angin kencang

Sambaran petir

Jalan licin akibat hujan berkepanjangan

Wilayah-wilayah rawan diminta meningkatkan kewaspadaan lebih awal.

Kabupaten/Kota dengan Risiko Tertinggi

Menurut BMKG, daerah yang memiliki potensi terdampak paling signifikan meliputi:
Padang Pariaman, Pariaman, Padang, Pesisir Selatan, Sijunjung, Kepulauan Mentawai, Pasaman Barat, Agam, Tanah Datar, Solok, Dharmasraya, Solok Selatan, dan Lima Puluh Kota.

Daerah pesisir dan kawasan sepanjang Bukit Barisan menjadi zona dengan risiko paling tinggi terhadap hujan lebat dan longsor.

Seruan BMKG kepada Masyarakat

Kepala Stasiun Meteorologi Minangkabau, Desindra Deddy Kurniawan, menekankan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat. Ia meminta warga untuk rutin mengecek informasi cuaca, menghindari area rawan longsor, serta segera mencari tempat aman ketika hujan deras turun dalam durasi panjang.

“Kondisi atmosfer saat ini memerlukan kewaspadaan penuh. Kami mengimbau masyarakat mengenali titik rawan bencana dan mengikuti arahan petugas kebencanaan,” ujar Desindra.

Masyarakat dapat memantau informasi resmi melalui Instagram @bmkgminangkabau, aplikasi InfoBMKG, maupun layanan WhatsApp 081268125907.

Mitigasi Dini untuk Minimalkan Risiko

BMKG berharap pemerintah daerah dan warga dapat memperkuat koordinasi, memastikan kesiapan jalur evakuasi, sarana komunikasi, serta memperketat pemantauan di wilayah yang kerap dilanda banjir dan longsor.

Peringatan ini diharapkan menjadi dasar bagi semua pihak untuk mengambil langkah antisipasi sebelum bencana terjadi.

(Rini/Mond)
#BMKG #CuacaEkstrem #SumateraBarat

 

Serasinews.com, Tanah Datar — Ruas jalan nasional Padang–Bukittinggi di kawasan Air Terjun Lembah Anai, Nagari Singgalang, Kecamatan Sepuluh Koto, ditutup sementara setelah air terjun tersebut tiba-tiba meluap hingga membanjiri badan jalan, Minggu (23/11/2025).

Video dan foto yang beredar di media sosial, termasuk dari akun Instagram @infosumbar, memperlihatkan derasnya air yang jatuh dari tebing dan langsung menyapu permukaan jalan. Dalam hitungan menit, debit air meningkat drastis hingga membuat arus lalu lintas terhenti total.

Arus Deras Menghentikan Lalu Lintas, Pengendara Saling Peringatkan

Meluapnya air yang datang mendadak membuat banyak pengendara terkejut dan memilih menghentikan kendaraan demi keselamatan. Beberapa pengendara tampak memberi isyarat kepada pengguna jalan lain untuk tidak mendekat ke area yang terendam.

Udin, pengendara asal Padang yang tengah melintas, mengatakan peristiwa tersebut sangat menegangkan.

“Air dari atas langsung turun besar sekali, seperti tumpah ke jalan. Semua orang langsung berhenti,” tuturnya.

Sebagian pengendara memilih menepi jauh dari tebing, mengantisipasi kemungkinan adanya material yang ikut terbawa aliran air.

Fenomena Berulang, Namun Debit Hari Ini Tak Biasa

Menurut warga setempat, Tomi, meluapnya Air Terjun Lembah Anai merupakan hal yang kadang terjadi saat curah hujan tinggi. Namun, ia menyebut kondisi kali ini lebih ekstrem dibanding sebelumnya.

“Biasanya meluap kalau hujan, tapi kali ini paling deras. Jalannya benar-benar tertutup air,” ucapnya.

Ia memperkirakan tingginya aliran air dipicu hujan lebat berkepanjangan di bagian hulu sehingga volume air meningkat secara mendadak.

Pengamanan Diperlukan untuk Cegah Risiko

Warga dan pengendara meminta penanganan cepat dari pemerintah daerah serta instansi terkait. Selain menutup jalan, dikhawatirkan juga adanya bahaya yang datang dari batu atau kayu yang berpotensi ikut terbawa arus dari tebing.

Jalur Padang–Bukittinggi merupakan salah satu rute utama di Sumatera Barat sehingga pembukaan kembali jalan sangat dinantikan para pengguna jalan.

Belum Ada Informasi Resmi

Hingga saat ini, kepolisian maupun dinas terkait belum mengeluarkan keterangan resmi mengenai kondisi terkini, dampak kerusakan, atau perkiraan waktu normalisasi jalan.

(Rini/Mond)

#Peristiwa #AirTerjunLembahAnaiMeluap #TanahDatar

 

Serasinews.com, Pelalawan – Suasana di Polres Pelalawan berubah tegang ketika seorang bidan desa berinisial Ev (29) digiring penyidik menuju ruang tahanan perempuan. Dengan raut wajah yang pucat dan mata sembab, Ev resmi ditetapkan sebagai tersangka serta langsung ditahan terkait dugaan malapraktik sunat yang menyebabkan luka serius pada seorang bocah sekolah dasar.

Kasus ini bermula dari tindakan sunat yang dilakukan Ev pada Juni 2025 di Desa Pulau Muda, Kecamatan Teluk Meranti. Prosedur yang seharusnya rutin itu justru berakhir tragis. Pasiennya, bocah berinisial AS (9), mengalami cedera berat pada bagian kepala kemaluan hingga harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Mediasi Berulang Kali Buntu

Upaya penyelesaian secara kekeluargaan sempat ditempuh. Namun, proses mediasi antara keluarga AS dan pihak bidan tidak pernah mencapai titik temu. Rasa kecewa keluarga korban membuat perkara ini dibawa ke ranah hukum dan akhirnya naik ke tahap penyidikan.

Setelah memenuhi panggilan kedua sebagai tersangka, Ev langsung kami lakukan penahanan dan ditempatkan di ruang tahanan Polres Pelalawan,” ungkap Kapolres Pelalawan AKBP John Louis Letedara melalui Kasat Reskrim AKP I Gede Eka Yoga Pranata, Sabtu (22/11).

Sebelumnya, Ev sempat tidak hadir pada panggilan pertama penyidik sehingga dilakukan pemanggilan ulang.

Ancaman Hukuman Hingga 5 Tahun Penjara

Polisi menetapkan Ev sebagai tersangka berdasarkan pemeriksaan saksi, hasil analisis medis, serta keterangan ahli. Ia dijerat Pasal 360 KUHP mengenai kelalaian yang menyebabkan luka berat serta ketentuan dalam UU No. 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan. Atas pasal-pasal tersebut, Ev terancam hukuman maksimal lima tahun penjara.

Sejumlah pihak mulai dari keluarga korban, tenaga kesehatan, hingga organisasi profesi telah dimintai keterangan untuk memperkuat berkas penyidikan.

Momen Penahanan yang Menegangkan

Pantauan di lokasi menunjukkan Ev berjalan perlahan menuju sel tahanan, tampak berusaha menenangkan diri. Beberapa petugas Satreskrim mengawalnya dengan ketat. Sesampainya di depan pintu sel perempuan, Ev sempat menarik napas panjang sebelum akhirnya masuk ke ruang tahanan.

Proses Hukum Berlanjut

Hingga kini penyidik masih melengkapi berkas perkara. Apabila dinyatakan lengkap atau P21 oleh Kejaksaan, Ev akan segera menjalani proses persidangan. Sementara itu, keluarga AS berharap kesehatan sang anak semakin membaik dan proses hukum dapat memberikan rasa keadilan.

(R)
#Malpraktek #KasusMedis #Pelalawan

Serasinews.com, -Sebuah laporan yang dikutip China Times menyebutkan temuan menarik dari Dr. Deng Wenxin (Rumah Sakit Keelung, Taiwan): kombinasi pola makan ketat dan olahraga teratur selama 8 minggu dilaporkan mampu menurunkan usia biologis peserta sekitar 2–3 tahun berdasarkan penanda metilasi DNA. Klaim seperti ini tentu menggoda—siapa yang tak ingin kembali “muda”? Namun sebelum menirunya, kita perlu memahami apa yang sebenarnya diuji, bagaimana mekanismenya, serta apa risiko dan batas amannya.

Berikut rangkuman lengkap dan panduan praktisnya.

Ringkasan Temuan Utama

Jenis studi: Uji klinis skala kecil (43 peserta).


Intervensi: Pola makan yang dioptimalkan untuk mendukung jalur metilasi + olahraga intensitas sedang-tinggi + gaya hidup sehat (puasa intermiten, tidur cukup, manajemen stres).


Hasil: Penurunan usia biologis ~2 tahun dari baseline dan ~3 tahun dibandingkan kelompok kontrol.


Catatan: Studi berukuran kecil, sehingga hasilnya perlu replikasi dalam skala besar dan jangka panjang.


Apa Itu Usia Biologis? Mengapa Metilasi DNA Penting?

Usia biologis mencerminkan kondisi fungsi tubuh, bukan angka di KTP. Metode modern mengukurnya melalui epigenetic clock, yaitu pola metilasi DNA yang berubah seiring bertambahnya usia serta dipengaruhi nutrisi, stres, tidur, dan aktivitas fisik. Teorinya: bila lingkungan tubuh diperbaiki, jam epigenetik ikut bergerak ke arah lebih “muda”.

Apa yang Dimakan para Peserta? (Versi yang Dilaporkan)

Program diet dalam studi ini cukup spesifik dan intens:

Sumber Protein

Sekitar 170 g daging per hari (idealnya hewani pakan rumput tanpa antibiotik).


Organ hewan: hati 3×/minggu (±85 g/porsi).


Telur: 5–10 butir/minggu, disarankan telur omega-3.


Sayuran (porsi ketat setiap hari)

2 cangkir sayuran berdaun hijau.


2 cangkir sayuran silangan (brokoli, kembang kol).


3 cangkir sayuran berwarna.


1–2 buah bit.


Kacang & biji

Biji labu & bunga matahari: masing-masing 4 sdm/hari.


Superfood pendukung

Setengah cangkir beri, kunyit, bawang putih, teh hijau/oolong pekat.


Buah rendah glikemik

2 porsi per hari (apel, jeruk bali, kiwi).


Perubahan gaya hidup

Puasa intermiten 12 jam.


Kurangi gula tambahan & plastik.


Latihan intensitas 60–80% selama 30 menit × 5 kali/minggu.


Tidur ≥7 jam, latihan pernapasan.


Kenapa Komponennya Seperti Itu? (Mekanisme Singkat)

Protein & organ → kaya B12, folat, kolin—kunci jalur metilasi DNA.


Sayuran hijau & silangan → menyediakan folat & sulforaphane untuk regulasi epigenetik.


Beri, teh hijau, kunyit → polifenol antioksidan penurun inflamasi.


Puasa & olahraga → meningkatkan sensitivitas insulin, perbaikan sel, dan jalur anti-penuaan seperti mitofagi.


Risiko: Siapa yang Harus Waspada?

Beberapa komponen diet ini dapat berisiko jika diterapkan tanpa pengawasan:

Hati tinggi vitamin A → risiko toksisitas bila dikonsumsi berlebihan.


Protein sangat tinggi → perlu hati-hati pada penderita penyakit ginjal.


Purin tinggi dalam daging organ → memicu asam urat.


Peminum antikoagulan harus menghindari perubahan diet ekstrem yang memengaruhi pembekuan.


Ibu hamil/menyusui, anak, lansia frailtidak disarankan meniru pola ekstrem ini.


Selalu lakukan pemeriksaan darah dan konsultasi medis bila ingin mencoba pendekatan intensif.


Cara Aman Menerapkan Prinsipnya: Panduan 8 Minggu (Versi Moderat)

Berikut pendekatan yang lebih aman dan masih berorientasi pada prinsip studi.

Minggu 1–2: Persiapan

Pemeriksaan darah: fungsi ginjal, hati, lipid, glukosa, uric acid, vitamin D/B12/folat.


Mulai puasa 12 jam.


Tambah sayuran hijau dan silangan.


Kurangi gula tambahan.


Mulai latihan ringan 2×/minggu.


Minggu 3–6: Peningkatan Intensitas

Protein ditargetkan ±150–170 g/hari (sesuai kondisi medis).


Mulai konsumsi hati 1×/minggu, bukan langsung 3×.


Sayuran total bertahap menuju 6–7 cangkir/hari.


Biji 2–4 sdm/hari.


Latihan 3×/minggu intensitas sedang-tinggi.


Tidur ≥7 jam, latihan pernapasan.


Minggu 7–8: Optimalisasi

Bila aman dari hasil cek darah: frekuensi organ boleh dinaikkan secara hati-hati.


Latihan 5×/minggu.


Evaluasi energi, tidur, pencernaan, performa latihan.


Ulang cek darah.


Contoh Menu Harian (Versi Moderat)

Sarapan: Omelet 2 telur + bayam + apel.
Makan siang: 150 g daging sapi panggang + salad brokoli–wortel + 2 sdm biji.
Camilan: Setengah cangkir beri + kacang.
Makan malam: 120–150 g ikan + ubi panggang + kangkung + bit.
Minuman: Teh hijau/oolong, air putih.

FAQ Pendek

Apakah hasilnya permanen?
Belum diketahui. Perubahan metilasi bisa bersifat dinamis.

Haruskah makan hati?
Tidak. Banyak orang tidak cocok atau punya risiko tertentu.

Harus HIIT?
Tidak wajib—cardio + strength intensitas moderat-tinggi juga efektif.

Tujuannya menurunkan berat?
Bukan itu fokus utama—yang ditargetkan adalah fungsi metabolik & epigenetik.

Kesimpulan

Program 8 minggu ala Dr. Deng menunjukkan potensi bahwa pola hidup intensif dapat mengubah penanda metilasi DNA dalam waktu singkat. Meski hasilnya menarik, bukti masih terbatas dan perlu studi lanjutan. Jika ingin mencoba, lakukan dengan pendekatan bertahap, aman, dan idealnya didampingi tenaga medis. Yang terpenting: pola hidup sehat yang konsisten jauh lebih penting daripada eksperimen ekstrem jangka pendek.

(**)

 

Serasinews.com, Papua — Upaya panjang aparat keamanan menindak jaringan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) kembali membuahkan hasil. Maam Taplo, anggota KKB Kodap XV Ngalum Kupel yang selama empat tahun masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) atas kasus pembunuhan tenaga kesehatan di Kiwirok, akhirnya berhasil ditangkap.

Penangkapan berlangsung pada Sabtu (22/11) sekitar pukul 12.20 WIT di kawasan Arso Swakarsa, Kabupaten Keerom. Operasi gabungan Satgas Damai Cartenz dan Polres Keerom itu dilakukan setelah serangkaian penyelidikan intensif terhadap pergerakan Taplo, yang dikenal kerap berpindah-pindah demi lolos dari kejaran aparat.

Penangkapan Setelah Pelacakan Panjang

Tim bergerak cepat setelah memastikan lokasi keberadaan Maam Taplo. Meski memiliki rekam jejak kekerasan, ia berhasil diamankan tanpa perlawanan.

Dari pemeriksaan awal terungkap informasi penting: pada Agustus 2025, Taplo sempat keluar dari Kiwirok menuju Jayapura untuk mendapatkan perawatan di RS Vanimo, Papua Nugini, menggunakan surat rujukan dari Puskesmas Kiwirok. Setelah diamankan, ia langsung dibawa ke Polda Papua untuk pemeriksaan lanjutan oleh penyidik Ditreskrimum.

Rekam Jejak Kekerasan

Nama Maam Taplo sudah lama dikenal warga Kiwirok dan Pegunungan Bintang sebagai salah satu pelaku utama aksi brutal KKB. Ia disebut terlibat dalam tragedi kemanusiaan pada 13 September 2021—serangan terhadap tenaga kesehatan di Puskesmas Kiwirok.

Pembunuhan yang Menyisakan Trauma

Dalam insiden itu, nakes Gabriella Meilani tewas mengenaskan akibat luka bacok dan tusukan. Sepuluh tenaga kesehatan lainnya, termasuk dr. Restu Pamangi dan Siti Khotijah, juga mengalami luka berat dan trauma mendalam.

Pembakaran Fasilitas Publik

Setelah menyerang para nakes, kelompok tersebut membakar berbagai fasilitas umum, meliputi:

Bank Papua

Puskesmas Kiwirok

Pasar

Perumahan puskesmas

Kantor distrik

Aksi ini membuat pelayanan publik lumpuh total dan memaksa warga mengungsi demi keselamatan.

Serangan terhadap Aparat

Taplo juga dikaitkan dengan sejumlah serangan lain, seperti:

Penembakan di Lapangan Terbang Kiwirok

Penyerangan Pos Brimob Resimen III

Kontak tembak yang menewaskan Prada Beryl Kholif A.R

Rentetan tindakan ini mempertegas perannya sebagai salah satu pengacau keamanan wilayah Pegunungan Bintang.

Penangkapan Menjadi Pintu Masuk Pengungkapan Jaringan

Kepala Operasi Damai Cartenz, Brigjen Pol Faizal Ramadhani, menyatakan bahwa keberhasilan ini merupakan langkah besar dalam proses penegakan hukum.

“Penangkapan ini adalah titik penting untuk memberikan keadilan bagi para korban. Pelaku dengan rekam jejak kekerasan seperti ini harus bertanggung jawab penuh,” ujarnya.

Wakilnya, Kombes Pol Adarma Sinaga, menambahkan bahwa upaya memburu jaringan KKB tidak berhenti di sini.

“Kami terus memonitor pergerakan jaringan dan memastikan keamanan masyarakat. Penegakan hukum dilakukan tanpa kompromi,” tegasnya.

Saat ini penyidik mendalami peran Taplo dalam berbagai aksi kekerasan di Pegunungan Bintang dan Kiwirok. Penangkapan ini diharapkan menjadi pintu masuk mengungkap jaringan KKB yang masih aktif.

(K)
#KKB #SatgasDamaiCartenz

 

Serasinews.com,Padang — Suasana di Mako Ditpolairud Muara Padang mendadak serius pada Jumat (21/11). Tumpukan ikan seberat 219 kilogram, hasil praktik illegal fishing di Perairan Muara Padang, perlahan menghitam dilalap api. Asap putih mengepul ke langit saat petugas memusnahkan barang bukti yang berasal dari aksi pengeboman ikan di Perairan Bajo, Kepulauan Mentawai, yang terjadi pada 29 Oktober 2024.

Pemusnahan berlangsung di halaman markas Ditpolairud, dipimpin langsung oleh Direktur Polairud Polda Sumbar Kombes Pol Marsdianto, SH, SIK. Hadir pula perwakilan Kejari Padang, Dewi Permana, serta penasihat hukum para tersangka, Hendrizal, yang mengikuti proses hingga akhir.

Terbongkar Berkat Laporan Nelayan: Praktik Terlarang yang Membahayakan

Menurut Kombes Pol Marsdianto, kasus ini berawal dari laporan masyarakat yang curiga akan aktivitas mencurigakan di kawasan perairan. Para pelaku diduga menggunakan potasium, bahan kimia berbahaya yang mematikan ikan dalam hitungan detik.

“Nelayan melihat aktivitas yang tidak biasa. Informasi itu langsung direspons cepat oleh Unit Gakkum di bawah pimpinan Kompol Zalukhu,” ujar Marsdianto.

Menjelang pukul 18.00 WIB, tim melakukan penyergapan terhadap sebuah kapal yang diduga terlibat. Empat pria langsung diamankan tanpa perlawanan di Perairan Muara Padang.

Empat Tersangka dan Modus Mematikan: Potasium Dicampur, Ikan Mati Seketika

Keempat tersangka yang diamankan adalah:

FF (30) — nakhoda KM Doni 10

MR (32)

MP (19)

CF (35)

Dalam pemeriksaan, para pelaku mengaku mencampur potasium dengan ikan, kemudian menghancurkannya menggunakan blender sebelum menyebarkannya ke laut. Campuran itu membuat ikan mati seketika dan mengapung, memudahkan mereka untuk mengumpulkannya.

“Selain sangat membahayakan kesehatan manusia, metode ini merusak ekosistem laut. Terumbu karang yang menjadi tempat hidup ikan karang ikut hancur,” tegas Marsdianto.

Jeratan Pidana Mengintai: Pelaku Terancam Hukuman Berat

Para tersangka kini menjalani proses hukum dan dijerat Pasal 84 Ayat 1 dan 2 UU Nomor 45 Tahun 2009 tentang Perikanan. Ketentuan ini memberikan sanksi tegas bagi siapa pun yang menangkap ikan menggunakan bahan kimia atau alat yang merusak lingkungan.

Ancaman hukumannya tidak main-main—mulai dari pidana penjara hingga denda besar.

Penasihat Hukum: “Kami Menghormati Proses”

Penasihat hukum tersangka, Hafnizal SH, menegaskan bahwa pihaknya akan tetap mendampingi klien selama seluruh proses berlangsung.

“Benar, kami hadir menyaksikan pemusnahan 219 kilogram ikan itu. Kami hormati setiap tahapan proses hukum,” katanya singkat.

Pemusnahan Barang Bukti: Peringatan Keras untuk Perusak Laut

Pembakaran ikan hasil illegal fishing ini bukan hanya formalitas hukum. Tindakan tersebut menjadi pesan tegas bagi siapa pun yang mencoba merusak ekosistem laut di Sumatera Barat.

Dengan dimusnahkannya 219 kilogram ikan ini, aparat berharap tidak ada lagi praktik serupa, sehingga perairan Mentawai dapat kembali pulih dari ancaman kerusakan.

(PM)
#IllegalFishing #DitpolairudPoldaSumbar

Serasinews.com, Jakarta – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menyoroti lima pasal krusial dalam KUHAP terbaru yang baru saja disahkan DPR. Ketua Komnas HAM, Anis Hidayah, dalam pernyataan resminya pada Sabtu (22/11/2025), menyebut sejumlah ketentuan dalam regulasi tersebut berpotensi membuka ruang pelanggaran HAM secara lebih luas dan sistemik.

Anis menilai revisi KUHAP seharusnya menjadi momentum emas memperkuat perlindungan warga dalam proses penegakan hukum. Namun, sejumlah ketentuan justru dinilai melemahkan kontrol terhadap kewenangan aparat.

1. Wewenang Penyelidikan dan Penyidikan Dinilai Terlalu Mengambang

Komnas HAM menyoroti longgarnya kontrol terhadap penggunaan upaya paksa oleh aparat. Menurut Anis, perlu mekanisme pengawasan yang ketat agar kewenangan luas tersebut tidak mengarah pada intimidasi maupun kekerasan terhadap saksi, tersangka, maupun korban.

2. Instrumen Upaya Paksa Minim Perlindungan HAM

Penangkapan, penahanan, penetapan tersangka, penggeledahan hingga penyadapan disebut masih belum dilengkapi parameter yang jelas. Komnas HAM menilai warga harus memiliki jalur keberatan yang mudah serta transparan ketika merasa dirugikan tindakan aparat.

3. Praperadilan Hanya Sentuh Administratif, Abaikan Substansi

Ketentuan praperadilan yang hanya memeriksa aspek formil dikritik sebagai tidak memadai. Komnas HAM mengingatkan bahwa praktik pelanggaran HAM dalam proses hukum sering terjadi pada aspek materiil—misalnya penyiksaan saat pemeriksaan atau paksaan untuk mendapatkan pengakuan.

4. Frasa 'Segala Sesuatu' Sebagai Alat Bukti Dianggap Berbahaya

Perluasan definisi alat bukti yang mencakup “segala sesuatu yang diperoleh secara legal” dinilai rawan disalahartikan. Komnas HAM memperingatkan frasa tersebut dapat membuka pintu bagi pembenaran bukti dari sumber ilegal, termasuk penyadapan tanpa izin.

5. Ketentuan Koneksitas Sipil–Militer Masih Kabur

Konsep “titik berat kerugian” dalam penentuan yurisdiksi kasus yang melibatkan unsur sipil dan militer disebut belum tegas. Dalam kondisi seperti ini, ada kekhawatiran kasus yang seharusnya diadili di peradilan umum justru dialihkan ke peradilan militer yang lebih tertutup.

Lima Sikap Resmi Komnas HAM terhadap KUHAP Baru

Menanggapi temuan tersebut, Komnas HAM menyampaikan lima sikap resmi:

Menghormati Pengesahan DPR sebagai bagian dari mandat legislasi negara.

Meminta Salinan Resmi KUHAP untuk memastikan keakuratan analisis.

Melakukan Kajian Mandiri guna menilai implikasi aturan terhadap perlindungan HAM.

Mendukung Judicial Review sebagai hak masyarakat mencari keadilan.

Mendorong Partisipasi Publik dan Masa Transisi dalam penyusunan dan penerapan peraturan pelaksana.

(T)

#KUHAP #KomnasHAM #HAM #Nasional #RevisiKUHAP

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.