Serasinews.com, Padang — Curah hujan sedang hingga lebat yang mengguyur Kota Padang sejak Kamis malam hingga Jumat dini hari (2/1/2026) mengakibatkan terjadinya jalan amblas di kawasan Batu Busuk, Kelurahan Kapalo Koto, Kecamatan Pauh. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 01.45 WIB dan menyebabkan akses transportasi warga setempat terputus total.
Dari hasil pemantauan di lokasi, bagian jalan yang amblas diperkirakan sepanjang 15 meter. Kerusakan terlihat cukup parah karena badan jalan runtuh ke arah sungai, sehingga tidak memungkinkan untuk dilalui baik oleh kendaraan roda dua maupun roda empat.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, menyampaikan bahwa kejadian ini dipicu oleh tingginya curah hujan yang berlangsung dalam waktu lama. Kondisi tersebut menyebabkan debit Sungai Batu Busuk meningkat dan menggerus tanah di sekitar struktur jalan.
“Curah hujan yang cukup tinggi sejak malam hari membuat debit sungai naik drastis. Struktur tanah di sekitar jalan menjadi labil dan tidak mampu menahan beban, sehingga terjadi amblas,” jelas Hendri.
Usai kejadian, BPBD Kota Padang bersama Babinsa, relawan Rumah Zakat, serta warga setempat segera turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan awal, mengamankan area, dan memasang rambu peringatan agar tidak dilalui masyarakat.
Hingga Jumat pagi, petugas masih melakukan pemantauan secara intensif. Hujan yang masih turun dikhawatirkan dapat memperburuk kondisi tanah dan memicu longsor susulan di sepanjang aliran sungai.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka, kejadian ini berdampak besar terhadap mobilitas warga. Jalan yang amblas merupakan akses utama masyarakat Batu Busuk menuju pusat kota dan wilayah sekitarnya. Akibat terputusnya jalur tersebut, warga terpaksa menggunakan jalur alternatif yang lebih jauh dan memakan waktu tempuh lebih lama.
BPBD Kota Padang mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di sekitar Sungai Batu Busuk, untuk tetap waspada dan menjauhi lokasi kejadian demi keselamatan. Masyarakat juga diminta segera melapor apabila menemukan tanda-tanda bahaya seperti retakan tanah, pergeseran bangunan, atau peningkatan debit air sungai secara tiba-tiba.
Saat ini, BPBD masih berkoordinasi dengan instansi terkait untuk melakukan kajian teknis serta merencanakan langkah penanganan lanjutan agar akses jalan dapat segera dipulihkan.
(Rini/Mond)
#Peristiwa #BanjirPadang #Padang
#Daerah


Posting Komentar