Articles by "peristiwa"

Aceh Afif Maulana Agam AIDS Aipda Dian WR AirterjunLembahAnaiMeluap Aksibersihpantai AksiJalanan Aleknagari Amak Lisa AmalanBulanRajab AnakHanyut AndreRosiade AnjingPelacak anthropophobia Antikorupsi ApdateKorbanBencanaSumatera Apelsiaga Apeltanggapbencana Arif maulana Arosuka Artikel Artis Minang Asusila balapliar BalapMotor Bali Balikpapan BandarNarkobaKabur Bandung BangunanLiar Banji Banjir BanjirAceh BanjirAgam BanjirBandang BanjirPadang BanjirSumatera BanjirSumbar BanjirSumut BankNagari bansos banten BantuanBencanaAcehHilang BantuanKorbanBencanaPasbar Banyuwangi Bapenda BareskrimPolri Batam BatangArau Batuk BBM BeaCukai bencana Bencana alam Bencanaalam BencanaAlamSumateraBarat BencanaHidrometeorologi BencanaKotaPadang BencanaSumatera BencanaSumbar BerantasNarkoba BeritaDaerah BibitSiklonTropis95B BKSDA BMKG BNNPSumbar BNNsumbar BNPB BobonSantoso Box Redaksi BPBDKabupatenAgam BPBDPadang BPBDSumbar BPHMigas BPJNSumbar BPKB BrimobPoldaSumbar Brimobuntukindonesia BRISuperLeague bukit sitinurbaya Bukittinggi BungaBangkai BungaRafflesia BWSS V padang BWSSV BWSSVPadang Calon Bupati cemburubuta CerintIrallozaTasya Cikampek Cikarang CuacaEkstrem cuacapanasekstrem curanmor Daerah danabos Dandrem 032 WBR DaniFaisal dankodaeral II Demonstrasi Denpasar Depok DeptCollector Dharmasraya Dinas sosial DinasPendidikanSumbar DinasPerpusipPadang DinasPerpustakaandanArsip DinasPertanian dinassosial dinassosialpadang Dirlantas Dirlantas Polda Sumbar DirlantasPoldaSumbar Disdukcapil DitlantasPoldaSumbar DitpolairudPoldaSumbar DPCPKBkotapadang DPDRI DPR DPRD Padang DPRDpadang DPRDsumbar DPUPR DPUPRPadang dubalangkota EmpatPilar Enarotali Evakuasi festival sepakbola Filipina FlyOver Galodo GalodoLembahAnai gangguanhormon GanjaKering gaya hidup GayaHidup gempa GempaBumi gerakcepatdinsos gorontalo GrasstrackMotocross Gresik GunungMerapiErupsi gurbernurriaukenaottkpk HAM HargaCabaiNaik Haripahlawan Harisumpahpemuda Hidroneteologi Hipnotis HismawaMigas HIV Hot New HubunganSesamaJenis hukum Huntara HUT Humaspolri ke 74 HUT80Brimob Hutan HUTKe-64 IKW IKWRI IlegalFishing IlegalMinning IllegalLogging Indonesia Indonesia. indonesiamaju infrastruktur Intan jaya Internasional irigasi Islam Islami Jakarta Jakarta Selatan JalanLembahAnaiPutus JalanLongsor JalanRetak Jambi Jawa Tengah Jayapura Jayawijaya JembatanPutus JembatanRetak Jogyakarta jurnalis JusufKalla K9 Kabupaten Agam kabupaten dharmasraya Kabupaten Solok KabupatenAgam KabupatenDharmasraya KabupatenPasaman KabupatenPasamanBarat KabupatenPesisirSelatan KabupatenpPasaman kabupatenSolokSelatan KafeKaraoke KafeKaroke KAI Sumbar Kakorlantas kakorlantaspolri KAN kapolres kapolressijunjung Kapolri KarangTaruna kasat narkoba KasusMedis keamanan KeamananPublik kebakaran KebakaranPasarPayamumbuh KebatanGunungNagoPutus kecamatankototangah kecelakaan kegiatanrutin KejariDharmasraya kejaripadang kejaripesel KejatiSumbar kekerasan kelangkaanBBM kelangkaansolar KelurahanRimboKaluang Kemenag Kemenhut Kemenkes Kementrian PU kementriankebudayaan KementrianLingkunganHidup KemuliaanBulanRajab kendaraan KeracunanMakanan Kesehatan keselamatan bersama keselamatan kerja kesiapsiagaan kesunyian malam KetahananPangan ketertiban umum KetertibanUmum Kiwirok KKB KLHK Kodam XX TIB Kodim 0307 Tanah Datar KomnasHAM komplotanganjalATM KorbanBanjirAgam KorbanBrncanaAgam Korem 032/WB Korpolairud korupsi Kota Padang KotaBukittinggi KotaPadang KotaPariaman KPK Kriminal KRYD KUHP KumpulanDo'a Laksamanamuda Lampung LapasIIA LayananKesehatan LembahAnai Lembang Leonardy LGBT life style lifestyle Lima Puluh Kota LimaPuluhKota lingkungan listrikilegal literasi lombok timur Longsor LongsorKampusUINImambonjol LowonganKerjaPalsu Madiun Magelang MahardikaMudaIndonesia MahasiswiHilang MahyeldiAnsharullah Makan Bergizi Gratis Makasar Malalak MalPraktek ManfaatAirKelapa manila MapolsekMuaraBatangGadisDibakarMasaa MataElang Medan MengelolaAirUntukNegri mentalhealth Mentawai Mesum Mimika Miras MirasIlegal MobilBencanaDibakarMassa MobilPatwalPoldaSumbarKecelakaan MobilSatpolPPAcehDibakarMassa MobilTerbakar MogokKerja MTsN10pesisirselatan Muhammadiyah Mutasi mutilasibayi nagarisolokambah nagarisulitair narkoba Narkotika Nasioanl Nasional ngaraisianok NinjaSawit NTT odgj OjekOnline OknumGuruLGBT Oksibil olahraga Opini OprasiKeselamatanSinggalang2026 OprasiLilinSinggalang2025 oprasimalam OprasiSinggalang2026 oprasitumpasbandar2025 oprasizebra2025 oprasizebrasinggalang2025 OrangHanyut OTTKPK PabukoanGratis PADA Padang Padang panjang Padang Pariaman PadangAman PadangPariaman PadangRancak PadangSigap Pahlawannasional pajak air tanah Palimanan pandekarancak PanenRaya pantaipadang Papua parenting Pariaman Paristiwa Parkir Parlemen Pasaman Pasaman barat pasamanbarat pasang pasarrayapadang Pasuruan Payakumbuh PDAM PeduliBencana Pekanbaru Pelalawan pelayananhumanis PelayananPublik pelayanansosial PelemikBantuanAsing PemakamanMasalKorbanBencanaSumbar Pemasyarakatan PembabatanHutan PembalakanHutanMentawai pembalakanLiar Pembinaan PembinaanWargaBinaan Pembunuhan pemerasan Pemko Padang PemkoPadang PemulihanBencana PemutihanPajakKendaraan pencabulan PencarianKorbanBanjirPadang Pencirian PenculikanAnak Pencurian Pendidikan penegakanhukum penemuanbayi penemuanJanin PenemuanJasadBayo penemuanmayat Penertiban Pengancaman pengangguran penganiayaan Pengeroyokan Penggelapan PenggelapanMotor Penjarahan Perbankan Perceraian Perdagangan Perekonomian peristiwa peristiwadaerah perlindungananak Persami PersijaJakarta pertahanan PerumdaAirMinum Pesisir Selatan PesisirSelatan Peti PJN PKL PolaMakan PolantasMenyapa Polda banten Polda Jabar Polda Kalbar Polda Metro Jaya polda Papua POLDA SulBar POLDA SUMBAR PoldaRiau Poldasumbar PoldaSumut Polhut Policegoestoscool Polisi Politik polPP polres Polres 50 kota Polres Dharmasraya Polres Mentawai Polres Padang panjang Polres Pasaman Polres Pasaman Barat Polres Solok Polres solok selatan PolresPadang polrespasaman polrespasamanbarat polrespasbar PolresPayakumbuh polrespesel PolresSolokKota polresSolokSelatan Polresta bukittinggi Polresta Padang PolresTanahDatar polrestapadang POLRI PolriPresisi Polsek bungus barat Polsek Koto Tangah Padang Polsek Lubeg Pontianak PrabowoSubianto PrajuritTNITewas PrediksiCuaca premanisme Presiden RI PrestaPadang ProyekNasional psp padang Ptostitusi PuanMaharani Puasa Puncak jaya Purwakarta jawabarat QuickWins Ramadhan Razia RekeningDormant Religi RevisiKUHP Riau RidwanKamil RokokIlegal RutanPadang sabu Sajam SakitPerut Sarkel SatgasDamaiCartenz satgasoprasidamai satlantaspolresta SatpolPP SatpolPPAceh Sawahlunto Sawmil SeaGamen2025 segmen sianok seherman SekolahRakyat Semarang semenpadang SemenPadangFC Senjatatajam sepakbola sepakbolaindonesia SepakBolaWanita Serang ServisKendaraanGratisKorbanBanjirAgam SiagaBencana SigapMembangunNegriUntukRakyat Sijunjung sikat singgalang2025 silent treatment simulasibencana Sinkhole siswismptewassaathiking sitinjaulauik Skoliosis SMA1pulaupunjung sobatlalulintasrancakbana solok Solok selatan solokarosuka solokselatan solsel Sosialisasi SPBUganting SPPG STNK Strongpoint subsidi ilegal sukabumi Sulawesi Tenggara Sumatera Barat SumateraBarat Sumaterbarat Sumatra barat Sumbar SungaiKuranji Surabaya swasembadapangan TablighAkbar TambangEmasIlegal tambangilegal TambangIlegalSumbar Tanah datar tanahdatar tanggapdarurat TanggapDaruratBencana tawuran TawuranNarkoba Terbaru Ternate Timika Papua timklewang TimnasIndonesiaU22 TimnasWanitaIndonesia TNI TPUTunggulHitam Transformasi Digital Transformasi polri transpadang TransparansiPublik transportasi TrukTerbakar tsunamiDrill Tuak Uin UIN IB Padang UMKM UNP UpadateKorbanBencanaSumatera UpdateKorbanBanjirSumatera UpdateKorbanBencanaAlam UpdateKorbanBencanaSumatera Utama UUMD3 Viral WargaBinaan Yalimo Yogyakarta Yuhukimo
Tampilkan postingan dengan label peristiwa. Tampilkan semua postingan

 

Serasinews.com, Padang — Curah hujan tinggi yang mengguyur Kota Padang sejak Selasa siang menyebabkan sejumlah sungai meluap dan memicu banjir di beberapa kawasan rawan. Sekitar pukul 16.00 WIB, air mulai merendam permukiman warga setelah debit sungai naik drastis dalam waktu singkat.

Dampak terparah terjadi di Kecamatan Nanggalo dan Kecamatan Pauh. Luapan air sungai di dua wilayah tersebut menimbulkan kepanikan warga, terutama karena hujan diperkirakan masih akan berlanjut hingga malam hari.

Di Kecamatan Nanggalo, kawasan Tabing Banda Gadang kembali terendam banjir. Air sungai meluap ke permukiman padat penduduk, sementara sistem drainase yang terbatas tidak mampu menahan volume air hujan. Genangan pun cepat meluas ke rumah-rumah warga.

Kawasan Tabing Banda Gadang, Gurun Laweh, dan Kampung Lapai memang dikenal sebagai daerah rawan banjir. Letaknya yang berada di sekitar aliran sungai membuat wilayah ini hampir selalu terdampak setiap kali hujan deras mengguyur Kota Padang.

Camat Nanggalo, Amrizal Rengganis, meminta warga yang tinggal di daerah bantaran sungai untuk meningkatkan kewaspadaan dan segera bersiap jika diperlukan evakuasi.

“Debit Sungai Batang Kuranji di kawasan Gunung Nago mengalami peningkatan cukup signifikan. Kami mengimbau warga yang berada dekat aliran sungai untuk sementara menjauh dan mengutamakan keselamatan,” ujar Amrizal.

Sementara itu, banjir juga melanda Kecamatan Pauh setelah Sungai Batu Busuk meluap dan merendam permukiman warga di RT 03 RW 04, Kelurahan Kapalo Koto. Air sungai naik secara tiba-tiba, memaksa warga menyelamatkan diri ke tempat yang lebih aman.

Sebanyak 16 unit rumah dilaporkan terendam dengan ketinggian air yang bervariasi. Derasnya arus air membawa lumpur serta material kayu dan ranting, sehingga memperparah genangan di sekitar permukiman.

Ketua Posko Talang Mandiri sekaligus Ketua Karang Taruna setempat, M. Ilham, mengatakan relawan bergerak cepat begitu air mulai naik. Warga di titik terendah langsung diarahkan untuk melakukan evakuasi mandiri.

“Kenaikan air terjadi sangat cepat. Kami fokus membantu warga, terutama anak-anak dan lansia, agar bisa berpindah ke lokasi yang lebih aman,” ujarnya.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang telah mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem dan meminta masyarakat di daerah rawan banjir tetap siaga. Petugas bersama relawan terus memantau perkembangan debit sungai serta menyiapkan langkah-langkah penanganan darurat.

Peristiwa ini kembali menegaskan tingginya potensi bencana hidrometeorologi di Kota Padang saat musim hujan, sehingga kewaspadaan dan kesiapsiagaan masyarakat menjadi kunci untuk meminimalkan dampak banjir.

(VLR

#Peristiwa # Banjir

 

Serasinews.com, Padang — Longsor terjadi di Kecamatan Lubuk Kilangan, tepatnya di ruas jalan bawah Panorama 1, pada Selasa (30/12/2025) sekitar pukul 17.30 WIB. Peristiwa tersebut menyebabkan material tanah dan bebatuan menutup sebagian badan jalan, sehingga arus lalu lintas di kawasan itu terganggu.

Informasi dari laporan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) menyebutkan bahwa longsor dipicu oleh kondisi tanah yang tidak stabil. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Meski demikian, pengendara yang melintas diminta untuk lebih berhati-hati.

Penanganan di lokasi terus dilakukan dengan mengerahkan dua unit alat berat milik PT HKI untuk membersihkan material longsoran. Hingga saat ini, proses evakuasi masih berlangsung agar jalan dapat segera difungsikan kembali.

Pihak terkait terus memantau situasi di lapangan serta melakukan koordinasi guna menjamin keselamatan pengguna jalan. Perkembangan selanjutnya akan diinformasikan sesuai dengan kondisi terbaru di lokasi.

Masyarakat diimbau sementara waktu menggunakan jalur alternatif dan meningkatkan kewaspadaan, mengingat potensi longsor susulan masih mungkin terjadi, terutama saat cuaca tidak menentu.

(Rini/Mond)

#Peristiwa #Longsor #SitinjauLauik

 

Serasinews.com, Padang — Layanan Bus Trans Padang Koridor 2 rute Pasa Raya–Bungus Teluk Kabung lumpuh total pada Selasa, 30 Desember 2025. Seluruh armada tidak beroperasi akibat aksi mogok kerja yang dilakukan para sopir dan karyawan. Puluhan bus tampak terparkir di Pool Koridor 2 kawasan Bungus Teluk Kabung, Kota Padang.

Aksi mogok ini dipicu oleh belum dibayarkannya gaji pekerja selama tiga bulan berturut-turut, terhitung sejak Oktober hingga Desember 2025. Kondisi tersebut memicu kekecewaan mendalam para pekerja yang merasa hak dasar mereka sebagai karyawan diabaikan.

Seorang sopir yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan, sejak Oktober 2025 dirinya tidak lagi menerima gaji secara utuh. Ia hanya memperoleh pinjaman sebesar Rp2 juta pada Oktober, sementara gaji bulan November dan Desember belum dibayarkan hingga kini.

“Kami dituntut bekerja profesional dan disiplin, tapi hak kami justru tidak dipenuhi. Bagaimana kami bisa bekerja jika kebutuhan keluarga saja tidak terpenuhi,” ujarnya.

Ia menegaskan, seluruh sopir dan karyawan sepakat tidak akan kembali beroperasi sebelum hak mereka dibayarkan. Aksi mogok ini disebut sebagai langkah terakhir setelah berbagai keluhan yang disampaikan tidak mendapat respons.

Direktur Utama PT Bungus Teluk Kabung, Ajeng, membenarkan adanya tuntutan tersebut. Menurutnya, para pekerja meminta gaji dibayarkan terlebih dahulu sebelum bersedia kembali menjalankan operasional bus.

“Mereka meminta haknya diselesaikan, setelah itu baru mau bekerja kembali,” kata Ajeng.

Namun hingga berita ini diturunkan, belum ada kepastian kapan pembayaran gaji tersebut akan direalisasikan.

Mogok kerja ini berdampak langsung pada masyarakat. Heru, salah seorang calon penumpang, mengaku kecewa karena tidak adanya pemberitahuan terkait penghentian layanan.

“Saya sudah menunggu sejak pukul 06.30 WIB, tapi bus tidak kunjung datang. Saya bisa terlambat masuk kerja,” keluhnya.

Keluhan serupa disampaikan seorang pegawai Kecamatan Bungus Teluk Kabung yang sehari-hari menggunakan Bus Trans Padang sebagai sarana transportasi. Ia mengaku terlambat masuk kantor karena menunggu bus tanpa mengetahui adanya aksi mogok.

Ironisnya, di tengah terganggunya layanan publik ini, pemerintah dan pengelola terkesan bungkam. Upaya konfirmasi kepada Kepala Dinas Perhubungan Kota Padang maupun Direktur Utama PT Padang Sejahtera Mandiri (PSM) selaku Perumda Kota Padang tidak mendapat respons hingga berita ini ditayangkan.

Para sopir dan karyawan menegaskan, aksi mogok akan terus berlanjut hingga persoalan gaji diselesaikan secara menyeluruh. Mereka berharap pemerintah daerah dan pihak terkait segera turun tangan agar layanan transportasi publik kembali normal dan hak pekerja terpenuhi.

Situasi ini pun memunculkan pertanyaan besar: siapa yang bertanggung jawab atas terhentinya layanan publik dan terabaikannya hak pekerja serta penumpang? Hingga kini, jawabannya masih belum jelas.

(Rini/Mond

#Peristiwa #MogokKerja #Padang

#TransPadang


 

Serasinews.com; Agam, Sumatera Barat -   Kabupaten Agam dan sekitarnya diguncang gempa tektonik berkekuatan magnitudo 4,7 pada Minggu (28/12/2025). Meski tergolong gempa menengah, kedalaman yang dangkal memicu getaran kuat yang menimbulkan kerusakan pada puluhan rumah, khususnya di Kecamatan Palembayan.

Berdasarkan catatan BMKG, episentrum berada di darat pada kedalaman 10 kilometer, sekitar 19 kilometer barat daya Bonjol, Kabupaten Pasaman. Kedalaman dangkal ini menyebabkan guncangan dirasakan luas hingga wilayah lain seperti Pasaman Barat, Bukittinggi, Padang Panjang, dan Payakumbuh.

Data sementara dari MDMC Muhammadiyah Palembayan menunjukkan setidaknya 10 rumah rusak berat dan 15 rumah mengalami kerusakan sedang hingga ringan. Kerusakan utama terlihat pada pilar, dinding, dan plafon bangunan. Salah satu wilayah terdampak parah adalah Jorong Koto Alam, termasuk posko kemanusiaan MDMC yang mengalami kerusakan struktural.

“Beberapa bangunan tidak aman untuk ditempati. Pilar retak dan dinding terbelah berisiko jika terjadi gempa susulan,” ujar relawan MDMC di lokasi.

BMKG juga mencatat satu kali gempa susulan pascagempa utama, yang menambah kekhawatiran warga. Hingga Minggu sore, tim relawan bersama aparat pemerintah, TNI-Polri, dan perangkat nagari terus melakukan pendataan dan peninjauan lapangan. Belum ada laporan korban jiwa, tetapi sejumlah warga memilih mengungsi sementara.

Petugas mengimbau masyarakat untuk tidak menempati bangunan yang retak atau rusak dan tetap mengikuti arahan resmi BMKG demi keselamatan.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa Sumatera Barat merupakan wilayah rawan gempa, sehingga kesiapsiagaan dan ketahanan bangunan tetap menjadi kunci mengurangi risiko bencana.

(Rini/Mond

#GempaBumi #SumateraBarat #BMKG

#Peristiwa


 

Serasinews.com, Padang — Kebakaran besar terjadi di kawasan pertokoan sekaligus permukiman padat penduduk di Simpang Pasar Bandar Buat, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, pada Sabtu malam, 27 Desember 2025. Insiden tersebut mengakibatkan satu unit rumah hunian dan tiga petak toko hangus terbakar, dengan total kerugian ditaksir mencapai Rp2,5 miliar.

Peristiwa kebakaran pertama kali diketahui sekitar pukul 20.05 WIB, saat seorang warga melihat asap tebal disertai kobaran api muncul dari salah satu bangunan toko. Menyadari potensi bahaya di kawasan yang padat penduduk, saksi segera melaporkan kejadian tersebut ke Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Padang.

Merespons cepat laporan warga, unit Damkar langsung diberangkatkan pada pukul 20.06 WIB menuju lokasi kejadian yang berjarak sekitar 11 kilometer dari markas. Armada pemadam tiba di tempat kejadian perkara (TKP) pada pukul 20.20 WIB dan segera melakukan pemadaman.

Proses pemadaman berlangsung cukup menantang mengingat lokasi kebakaran berada di tepi jalan utama dengan kepadatan bangunan yang tinggi, sehingga api dengan cepat membesar. Setelah berjibaku selama kurang lebih satu jam, api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 21.05 WIB.

Sebanyak 7 unit armada Damkar Kota Padang dibantu 3 unit armada Damkar Semen Padang, serta 90 personel gabungan, dikerahkan dalam operasi tersebut.

Akibat kebakaran, area seluas ±1.000 meter persegi terdampak langsung. Sementara itu, 3 rumah hunian dan 5 toko lainnya nyaris ikut terbakar, dengan nilai aset yang berhasil diselamatkan diperkirakan mencapai ±Rp10 miliar dari potensi area terdampak seluas ±1.500 meter persegi.

Beruntung, tidak terdapat korban jiwa maupun luka-luka dalam kejadian ini. Satu kepala keluarga dengan empat orang penghuni terdampak, namun tidak sampai mengungsi.

Bangunan yang terbakar diketahui ditempati oleh beberapa pengontrak toko, yakni Syafar Diman (49) pemilik Toko Syafar PMD yang juga menghuni bangunan tersebut, Novi Endri pemilik Novi Elektronik, serta Alvi pemilik Bolu Kukus Malinkundang. Ketiganya berprofesi sebagai wiraswasta. Sementara saksi mata kejadian adalah Mairawati (48), pemilik bangunan.

Hingga saat ini, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang. Lokasi kejadian telah diamankan untuk kepentingan investigasi lanjutan.

Penanganan kebakaran melibatkan sinergi lintas instansi, di antaranya Polisi, TNI, Satpol PP, PMI, dan PLN, guna memastikan situasi tetap kondusif serta mencegah kebakaran meluas.

Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, khususnya di kawasan pertokoan dan permukiman padat penduduk, demi mencegah terjadinya peristiwa serupa.

Layanan Darurat: 📞 Padang Sigap 112

📞 Call Center Damkar 113

(Rini/Mond

#Peristiwa #Kebakaran #Padang


 

Serasinews.com, Padang — Api melahap dua petak rumah toko (ruko) di kawasan Simpang Banda Buek, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, Sabtu malam (27/12/2025). Kebakaran yang terjadi di pinggir jalan utama tersebut sempat mengundang perhatian warga sekitar.

Kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 20.40 WIB. Menurut informasi di lapangan, api pertama kali muncul dari sebuah kios grosir dan dengan cepat menjalar ke bangunan di sebelahnya, termasuk Toko Kue Malin Kundang. Kondisi bangunan yang sebagian besar menggunakan material mudah terbakar menyebabkan api cepat membesar.

Dugaan awal, peristiwa tersebut dipicu oleh korsleting listrik. Petugas Pemadam Kebakaran Kota Padang langsung diterjunkan ke lokasi untuk memadamkan api serta mencegah kebakaran merembet ke bangunan lain. Setelah api berhasil dipadamkan, petugas masih melakukan proses pendinginan untuk memastikan situasi benar-benar aman.

Tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian ini. Meski demikian, kerugian materi diperkirakan cukup besar karena dua petak ruko beserta seluruh isinya mengalami kerusakan berat.

Saat ini, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan guna memastikan penyebab pasti kebakaran.

(Rini)

#Kebakaran #Padang #Peristiwa


 

Serasinews.com, AGAM — Akses jalan nasional yang menghubungkan Bukittinggi–Lubuk Basung terputus total akibat galodo yang menerjang Jorong Pasar Maninjau, Nagari Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Kamis (25/12/2025) siang.

Galodo dipicu hujan deras berkepanjangan yang mengguyur kawasan Maninjau. Arus material berupa batu besar, lumpur, dan kayu menghantam badan jalan hingga menutup seluruh ruas serta merusak struktur aspal di sejumlah titik.

Penutupan jalan diberlakukan tanpa batas waktu karena kondisi di lapangan dinilai masih berbahaya. Seluruh kendaraan, baik roda dua maupun roda empat, tidak dapat melintas dan dialihkan ke jalur alternatif.

Tim gabungan BPBD Kabupaten Agam bersama TNI, Polri, dan pemerintah setempat telah melakukan asesmen awal di lokasi kejadian. Pembersihan material belum bisa dilakukan secara optimal lantaran medan yang sulit dan ancaman galodo susulan yang masih tinggi.

Tidak terdapat laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, terganggunya jalur utama ini berdampak pada aktivitas masyarakat serta distribusi barang di wilayah Tanjung Raya dan sekitarnya.

Pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, menjauhi area terdampak, serta mengikuti informasi resmi terkait perkembangan penanganan bencana dan pembukaan kembali akses jalan.

(Rini/Mond

#Peristiwa # Galodo


 

Serasinews.com, Dharmasraya — Sebuah insiden menegangkan terjadi di Jalan Lintas Sumatera, kawasan Gunung Medan, Kabupaten Dharmasraya, pada Selasa (23/12/2025) sekitar pukul 14.20 WIB. Sebuah dump truk pengangkut batu bara dilaporkan terbakar saat melintas, sehingga mengundang kepanikan pengguna jalan dan warga sekitar.

Menurut keterangan saksi, api pertama kali muncul dari ban belakang kanan truk. Asap hitam tebal membubung ke udara, disusul kobaran api yang terus membesar sementara kendaraan masih melaju di jalur utama yang padat.

Seorang warga setempat, Edi (48), mengatakan kondisi truk sebenarnya sudah mencurigakan sejak beberapa ratus meter sebelum kejadian.

“Api sudah terlihat dari ban belakang kanan. Kami sudah berteriak dan memberi isyarat agar sopir berhenti, tapi truk tetap berjalan,” ujarnya.

Upaya serupa juga dilakukan pengendara lain dengan membunyikan klakson dan melambaikan tangan. Namun, sopir diduga belum menyadari sepenuhnya bahaya yang terjadi atau ragu menghentikan kendaraan di jalur lintas utama.

Tak lama kemudian, api semakin membesar hingga sopir akhirnya menghentikan truk. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Meski demikian, arus lalu lintas sempat tersendat, mengingat lokasi kejadian merupakan jalur vital antarprovinsi.

Petugas Satlantas Polres Dharmasraya segera tiba di lokasi untuk mengamankan area dan mengatur lalu lintas, sementara satu unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan api. Petugas berupaya mencegah api merambat ke muatan batu bara dan bagian kendaraan lain yang berisiko memicu ledakan. Setelah beberapa waktu, api berhasil dikendalikan.

Hingga kini, penyebab kebakaran masih diselidiki. Dugaan sementara mengarah pada panas berlebih atau gesekan pada sistem pengereman roda belakang, yang kerap terjadi pada kendaraan berat bermuatan penuh.

Pihak kepolisian mengimbau pengemudi kendaraan berat agar lebih memperhatikan kondisi teknis kendaraan, rutin melakukan pengecekan, serta segera berhenti jika muncul tanda-tanda kebakaran, demi keselamatan bersama.

Insiden ini kembali menegaskan tingginya risiko operasional angkutan berat di Jalur Lintas Sumatera dan pentingnya kewaspadaan serta respons cepat di jalan raya.

(Papa Juan)

#Peristiwa #TrukTerbakar #Dharmasraya

 

Serasinews.com, MANDAILING NATAL — Polda Sumatera Utara mencopot Kapolsek Muara Batang Gadis setelah insiden kaburnya seorang terduga bandar narkoba yang sempat melarikan diri hingga ke Sumatera Barat. Langkah ini diambil sebagai bentuk pertanggungjawaban institusi atas lemahnya pengawasan aparat di lapangan.

Pencopotan tersebut merupakan hasil evaluasi internal Polda Sumut terhadap kinerja jajaran Polres Mandailing Natal, menyusul keresahan masyarakat yang memuncak akibat peristiwa tersebut.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Ferry Walintukan, menyatakan bahwa pergantian jabatan dilakukan untuk menjaga profesionalisme dan kepercayaan publik terhadap Polri.

“Evaluasi dilakukan menyeluruh. Pergantian Kapolsek Muara Batang Gadis adalah bagian dari pembenahan organisasi,” kata Ferry, Senin (22/12).

Kapolsek Nonaktif, Jalani Pemeriksaan

Kapolsek Muara Batang Gadis Iptu Akmaluddin resmi dinonaktifkan dari jabatannya dan dipindahtugaskan sebagai Pama Yanma Polda Sumut guna menjalani pemeriksaan internal.

“Penonaktifan dilakukan sementara selama proses pemeriksaan berlangsung,” ujar Ferry.

Sebagai pengganti sementara, Polda Sumut menunjuk Ipda Samsuri, yang sebelumnya menjabat Kepala SPKT Polres Mandailing Natal, sebagai Pelaksana Tugas Kapolsek Muara Batang Gadis.

Terduga Pelaku Sempat Kabur

Kasus ini menjadi perhatian publik setelah terduga bandar narkoba yang sebelumnya diamankan berhasil melarikan diri dari pengawasan petugas. Informasi pelarian hingga ke wilayah Sumatera Barat memicu kemarahan warga dan menimbulkan berbagai dugaan terhadap aparat kepolisian.

Polda Sumut memastikan bahwa terduga pelaku kini telah kembali diamankan dan situasi keamanan di wilayah Muara Batang Gadis mulai terkendali.

“Yang bersangkutan sudah diamankan. Kondisi di lapangan berangsur kondusif,” jelas Ferry.

Kapolres Tegaskan Tidak Ada Pembebasan

Kapolres Mandailing Natal AKBP Arie Sofandi Paloh menegaskan bahwa terduga bandar narkoba tersebut tidak dilepaskan oleh petugas, melainkan melarikan diri.

“Tidak ada pembebasan. Yang bersangkutan kabur,” tegasnya.

Namun, Arie mengakui bahwa saat diamankan, petugas tidak menemukan barang bukti narkotika. Terduga pelaku dibawa ke Polsek untuk menghindari aksi massa yang mulai memanas.

Publik Menanti Transparansi

Peristiwa ini kembali menyoroti komitmen aparat penegak hukum dalam pemberantasan narkoba di daerah. Pencopotan Kapolsek dinilai sebagai langkah awal, namun publik menuntut transparansi dan ketegasan lanjutan dari hasil pemeriksaan internal.

Kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian kini bergantung pada sejauh mana kasus ini diungkap secara terbuka dan bertanggung jawab.

(K) 

#MapolsekMuaraBatangGadisDibakarMassa #Peristiwa #BandarNarkobaKabur

#PoldaSumut


 

Serasinews.com, Padang Utara — Kebakaran besar menghanguskan deretan rumah toko di Jalan Prof. Hamka, Simpang Cendrawasih, Kelurahan Air Tawar Barat, Kecamatan Padang Utara, Minggu pagi (21/12/2025). Sembilan petak ruko dan satu rumah warga terdampak dalam peristiwa tersebut.

Api dilaporkan mulai berkobar sekitar pukul 06.32 WIB. Kobaran cepat membesar karena bangunan saling berdempetan dan sebagian besar menggunakan material mudah terbakar.

 Kepulan asap hitam sempat menutupi kawasan jalan utama dan memicu kepanikan warga sekitar.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang, Budi Payan, mengatakan pihaknya langsung melakukan penanganan cepat setelah menerima laporan.

“Enam armada dengan sekitar 80 personel kami kerahkan. Petugas tiba di lokasi empat menit setelah laporan diterima,” ujarnya.

Proses pemadaman berlangsung menantang. Api berpotensi merembet ke ruko lain di kawasan padat usaha tersebut. Namun berkat kerja cepat petugas, kebakaran berhasil dikendalikan dan dinyatakan padam sekitar pukul 07.30 WIB.

Berdasarkan keterangan saksi, api diduga berasal dari salah satu toko, lalu menjalar ke bangunan di sekitarnya. Sejumlah usaha kecil yang terdampak antara lain usaha kuliner, toko sepatu, toko makanan hewan, karangan bunga, hingga toko makanan ringan.

Kerugian material diperkirakan mencapai Rp1 miliar. Seluruh ruko yang terbakar mengalami kerusakan berat dan tidak dapat digunakan sementara waktu.

Selain ruko, satu unit rumah warga mengalami kerusakan ringan, terutama di bagian atap. Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian ini. Satu keluarga terdampak namun tidak perlu mengungsi.

Dinas Pemadam Kebakaran mencatat luas area terbakar sekitar 800 meter persegi, sementara 2.500 meter persegi area lainnya sempat terancam sebelum api berhasil dikendalikan.

Hingga kini, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Pihak Damkar mengimbau pemilik ruko dan pelaku usaha untuk memastikan keamanan instalasi listrik serta menyediakan alat pemadam api ringan guna mencegah kejadian serupa.

Peristiwa ini menjadi pengingat penting akan tingginya risiko kebakaran di kawasan pertokoan padat, terutama saat aktivitas ekonomi mulai meningkat.

(Rini/Mond

#Peristiwa #Kebakaran #Padang

 

Serasinews.com, LIMAPULUH KOTA — Suasana tenang menjelang Subuh di VII Koto Talago, Nagari Guguk, Kabupaten Limapuluh Kota, berubah menjadi duka mendalam pada Jumat (19/12/2025). Seorang pensiunan guru, Lidia (61), ditemukan meninggal dunia di halaman depan rumahnya. Kondisi korban menguatkan dugaan adanya tindak kekerasan berat yang berujung pada pembunuhan.

Peristiwa bermula ketika korban berniat menunaikan Salat Subuh berjamaah di masjid dekat rumah. Suaminya, Yelvi Zon, lebih dulu berangkat ke masjid, sementara korban diduga menyusul beberapa saat kemudian.

Namun hingga salat selesai, korban tidak tampak di masjid. Merasa heran, Yelvi Zon bersama seorang saksi kemudian pulang ke rumah. Setibanya di rumah, mereka mendapati kondisi rumah dalam keadaan gelap. Saat lampu dinyalakan, saksi yang lebih dahulu masuk ke halaman mendapati korban tergeletak tak bergerak di halaman depan rumah.

Warga sekitar segera berdatangan untuk memberikan pertolongan. Korban sempat dievakuasi dan dibawa menggunakan ambulans ke klinik kesehatan terdekat, namun nyawanya tidak tertolong. Pihak medis selanjutnya berkoordinasi dengan kepolisian.

Berdasarkan pemeriksaan awal, petugas menemukan sejumlah luka pada tubuh korban. Untuk kepentingan penyelidikan, jenazah kemudian dibawa ke RS Bhayangkara Padang guna dilakukan visum et repertum.

Hasil visum menunjukkan adanya luka akibat benda tajam di bagian wajah serta lebam pada kedua tangan, yang diduga berasal dari benturan benda tumpul. Temuan tersebut mengindikasikan kemungkinan korban sempat melakukan perlawanan sebelum meninggal dunia.

Kapolsek Guguk, AKP Doni Prama Dona, membenarkan bahwa pihaknya tengah melakukan penyelidikan mendalam.

“Dari temuan awal, terdapat dugaan kuat korban mengalami penganiayaan berat hingga meninggal dunia. Kami masih mengumpulkan keterangan saksi dan menelusuri seluruh petunjuk,” ujarnya.

Hingga kini, polisi belum menyimpulkan motif maupun pelaku. Seluruh kemungkinan masih didalami, termasuk dugaan perampokan atau motif lainnya.

Peristiwa ini menimbulkan duka mendalam sekaligus keresahan di tengah masyarakat. Korban dikenal sebagai sosok yang baik dan dihormati di lingkungannya sebagai mantan pendidik.

 Warga berharap aparat penegak hukum dapat segera mengungkap kasus ini demi keadilan bagi korban serta memulihkan rasa aman di lingkungan mereka. 

(Rini/Mond)

#Peristiwa #Kriminal #LimapuluhKota

 

Serasinews.com,Padang — Jalur Sitinjau Lauik, tepatnya di Panorama 2, Kelurahan Indarung, yang sempat tertutup total akibat kecelakaan lalu lintas beruntun, kini mulai berangsur normal. Pada Selasa, arus kendaraan sudah dapat melintas dengan penerapan sistem buka tutup satu lajur.

Insiden kecelakaan di jalur Padang–Solok tersebut menyebabkan kemacetan panjang dari kedua arah, terutama karena beberapa kendaraan berat terlibat dan menghalangi badan jalan. Kondisi ini membuat arus lalu lintas sempat terhenti sepenuhnya selama proses penanganan berlangsung.

Petugas gabungan langsung turun ke lokasi untuk melakukan penanganan cepat. Proses evakuasi kendaraan dilakukan dengan bantuan alat berat milik PT Hutama Karya (HK) agar kendaraan yang mengalami kecelakaan dapat segera dipindahkan dan tidak lagi menghambat arus lalu lintas.

Guna mengurai kepadatan, petugas menerapkan rekayasa lalu lintas buka tutup arus. Pengaturan dilakukan oleh personel kepolisian, Dinas Perhubungan, serta Petugas Pengatur Jalan (PKJR) yang disiagakan di sejumlah titik.

Pengendara diminta untuk mengikuti arahan petugas dan tetap waspada saat melintasi kawasan Sitinjau Lauik yang dikenal memiliki kondisi jalan ekstrem dengan tanjakan, turunan, serta potensi kabut tebal.

Hingga saat ini, situasi di lokasi terpantau aman dan terkendali, meskipun antrean kendaraan masih terjadi. Upaya normalisasi arus lalu lintas terus dilakukan hingga kondisi kembali sepenuhnya lancar.

(Rini/Mond)
#Peristiwa #Kecelakaan #SitinjauLauik

 

Serasinews.com, Padang, 17 Desember 2025 – Ketenteraman jamaah Masjid Al Ikhlas Parupuk III, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, terganggu akibat dugaan perbuatan tidak senonoh yang dilakukan sepasang pria dan wanita di area masjid, Rabu sore. Peristiwa ini diduga terjadi di kamar mandi masjid saat warga bersiap menunaikan salat Ashar.

Menurut keterangan warga sekitar, pasangan tersebut sebelumnya sudah menarik perhatian karena terlihat bermesraan di teras masjid. Salah seorang saksi mata, Novi, mengatakan bahwa warga sempat menegur mereka agar meninggalkan area masjid.
“Sudah ditegur karena bermesraan di teras masjid, tapi bukannya pergi, mereka malah masuk ke kamar mandi masjid,” ujar Novi.

Kecurigaan warga bertambah ketika pasangan itu lama berada di dalam kamar mandi. Salah seorang jamaah, Azka, kemudian menghubungi Ketua RT dan tokoh masyarakat setempat. Beberapa warga pun mendatangi lokasi dan menemukan pasangan tersebut diduga melakukan perbuatan yang tidak pantas di lingkungan masjid.

Warga kemudian mengamankan pasangan itu untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Pria yang diamankan berinisial M, sedangkan perempuan tersebut mengaku berstatus istri orang dengan tiga anak. Ia juga menyebut berasal dari Panti Asuhan Al Falah Mentawai di Jalan Parupuk Raya, Kelurahan Parupuk Tabing, Kecamatan Koto Tangah.

Perempuan itu dibawa kembali ke panti asuhan sambil menunggu kedatangan aparat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan kepolisian untuk penanganan lebih lanjut.

Tokoh masyarakat menyayangkan kejadian ini dan berharap aparat menindak tegas sesuai aturan yang berlaku. “Masjid adalah tempat suci. Perbuatan seperti ini sangat mencederai nilai agama dan moral masyarakat. Kami berharap ada tindakan tegas agar tidak terulang,” ujar salah seorang jamaah.

Hingga sore hari, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian atau Satpol PP mengenai status hukum pasangan tersebut. Aparat diharapkan segera melakukan pemeriksaan untuk memastikan kronologi kejadian dan menentukan langkah hukum selanjutnya.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya menjaga norma, etika, dan kesucian tempat ibadah, sekaligus menambah daftar dugaan kasus asusila di ruang publik Kota Padang.

(Rini/Mond)
#Asusila #Mesum #Peristiwa #Padang

 

Serasinews.com, Padang — Dugaan perbuatan asusila terjadi di sebuah masjid di Kecamatan Bungus Teluk Kabung, Kota Padang, Senin (15/12/2025) siang. Dua orang pria diamankan warga setelah dicurigai melakukan aktivitas tidak pantas di area kamar mandi masjid.

Kedua pria tersebut masing-masing berinisial S (58) dan L (18). Berdasarkan informasi identitas, S diketahui merupakan guru berstatus pegawai negeri sipil (PNS) di Kota Padang, sementara L adalah warga setempat.

Peristiwa bermula ketika sejumlah warga mencurigai keberadaan kedua terduga yang berada cukup lama di kamar mandi masjid. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, warga kemudian mengamankan keduanya dan melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian.

Kapolsek Bungus Teluk Kabung, AKP Syamsurijal, S.H., membenarkan adanya laporan tersebut. Menurutnya, personel kepolisian segera mendatangi lokasi guna mengamankan situasi dan mencegah terjadinya tindakan main hakim sendiri.

“Petugas melakukan pengamanan terhadap yang bersangkutan, mengumpulkan keterangan saksi, serta mengamankan barang-barang yang diduga berkaitan dengan kejadian,” kata AKP Syamsurijal.

Dalam penanganan awal, polisi mengamankan dua unit telepon genggam dan dua unit sepeda motor milik kedua terduga sebagai barang bukti pendukung.

Setelah dilakukan pemeriksaan awal dan pendataan identitas, kedua pria tersebut tidak ditahan di Polsek Bungus Teluk Kabung. Selanjutnya, mereka diserahkan kepada Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Padang untuk penanganan lebih lanjut sesuai kewenangan dan peraturan daerah yang berlaku.

AKP Syamsurijal menegaskan bahwa selama proses penanganan, situasi di lokasi kejadian berlangsung aman dan kondusif. Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan menyerahkan sepenuhnya proses penanganan kepada aparat berwenang.

Hingga kini, Satpol PP Kota Padang masih melakukan pendalaman untuk menentukan langkah hukum selanjutnya.

(TS)
#HubunganSesamaJenis #LGBT
#Peristiwa

 

Serasinews.com, Bandung — Rumah tangga mantan Gubernur Jawa Barat sekaligus eks Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil, tengah menghadapi ujian serius. Istrinya, Atalia Praratya, yang kini menjabat sebagai Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, resmi mengajukan gugatan cerai ke Pengadilan Agama (PA) Bandung.

Kabar ini dikonfirmasi langsung oleh Panitera PA Bandung, Dede Supriadi, yang menyebut bahwa gugatan telah terdaftar secara resmi dan proses persidangan sudah memasuki tahap awal. “Benar, perkara gugatan cerai sudah masuk dan sidang perdana akan digelar dalam waktu dekat,” ujarnya, Senin (15/12).

Dede menambahkan, gugatan diajukan oleh Atalia melalui kuasa hukum sesuai prosedur hukum yang berlaku. Meski nomor perkara tidak disebutkan, pihak PA memastikan sidang perdana telah dijadwalkan untuk pekan ini.

Proses Persidangan Tertutup

Seperti perkara perceraian pada umumnya, seluruh proses persidangan akan berlangsung tertutup demi menjaga privasi para pihak dan mengikuti ketentuan hukum yang berlaku. “Pengadilan Agama Bandung akan memfasilitasi proses hukum ini secara profesional, objektif, dan tertutup,” tegas Dede.

Belum Ada Klarifikasi dari Kedua Pihak

Hingga saat ini, baik Atalia maupun Ridwan Kamil belum memberikan pernyataan resmi terkait alasan pengajuan gugatan cerai. Muslim Jaya Butarbutar, pengacara yang kerap mendampingi Ridwan Kamil, juga mengaku belum mengetahui detail lebih lanjut.

Sorotan Publik dan Implikasi Politik

Gugatan ini menarik perhatian publik karena Ridwan Kamil dan Atalia dikenal sebagai pasangan publik figur yang kerap tampil harmonis. Keduanya juga memiliki peran strategis di kancah politik nasional. Para pengamat menekankan bahwa proses ini merupakan ranah pribadi yang sebaiknya dihormati tanpa spekulasi berlebihan.

Sidang perdana biasanya diawali dengan agenda mediasi, sesuai ketentuan dalam perkara perceraian. Publik kini menantikan perkembangan selanjutnya, dengan harapan proses hukum dapat berjalan adil, bijaksana, dan menjaga martabat semua pihak.

(K)
#RidwanKamil #Perceraian #Peristiwa

 

Serasinews.com, Padang — Hujan deras yang turun tanpa henti sejak Minggu siang, 14 Desember 2025, kembali membawa kekhawatiran bagi warga Kota Padang. Curah hujan tinggi menyebabkan banjir merendam sejumlah kawasan permukiman dan memaksa warga menyelamatkan diri ke tempat yang lebih aman.

Banjir dilaporkan terjadi di Kelurahan Gurun Laweh, Kecamatan Nanggalo, serta Batu Busuk, Kelurahan Lambung Bukit, Kecamatan Pauh. Air yang meluap dengan cepat menggenangi rumah warga, memutus akses jalan, dan menyulitkan aktivitas masyarakat, terutama bagi anak-anak dan warga lanjut usia.

Di Gurun Laweh, tepatnya di RT 02 RW 02, genangan air mencapai setinggi lutut orang dewasa. Kondisi ini membuat warga tidak memiliki banyak waktu untuk menyelamatkan barang-barang mereka. Sebanyak 22 warga akhirnya dievakuasi ke SD Negeri 07 Gurun Laweh yang dijadikan lokasi pengungsian sementara.

Camat Nanggalo, Amrizal Rengganis, mengatakan pihaknya terus memantau kondisi wilayah terdampak dan memastikan seluruh warga berada dalam kondisi aman. Menurutnya, tim kecamatan masih bersiaga penuh karena hujan belum menunjukkan tanda-tanda mereda.

Sementara itu, situasi serupa juga terjadi di kawasan Batu Busuk, Kecamatan Pauh. Hujan lebat di daerah perbukitan menyebabkan aliran sungai meluap dan mengancam rumah-rumah warga di sepanjang bantaran. Proses evakuasi dilakukan oleh tim gabungan dari BPBD Kota Padang, TNI, Polri, serta relawan kebencanaan.

Camat Pauh, Titin Masfetrin, menyampaikan bahwa evakuasi masih berlangsung dan warga terdampak telah diarahkan ke lokasi yang lebih aman. Meski medan cukup sulit dan hujan masih turun, petugas tetap berupaya mengevakuasi warga dengan penuh kehati-hatian.

Hingga Minggu malam, hujan masih mengguyur Kota Padang. Pemerintah daerah mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di daerah rawan banjir dan longsor, agar tetap waspada dan segera mengungsi apabila kondisi membahayakan.

Bagi warga terdampak, malam itu menjadi ujian ketangguhan, sembari berharap hujan segera berhenti dan situasi kembali normal.

(Rini/Mond)
#Peristiwa #BanjirPadang #Padang

 

Serasinews.com, Padang — Hujan deras yang mengguyur Kota Padang sejak Minggu siang, 14 Desember 2025, memicu banjir mendadak di Batu Busuk, Kecamatan Pauh. Air sungai yang meluap masuk ke pemukiman, menenggelamkan rumah warga hingga setinggi lutut orang dewasa dan membuat delapan penghuni terjebak.

Peristiwa paling menegangkan terjadi di sekitar Jembatan Baru Batu Busuk. Dua warga sempat hanyut terseret arus saat mencoba menyelamatkan diri, namun berhasil dievakuasi dan kini kondisinya stabil setelah mendapat perawatan medis. Enam warga lainnya terpaksa mengungsi karena rumah mereka tidak lagi aman.

Evakuasi melibatkan BPBD Kota Padang, Dinas Pemadam Kebakaran, BKO Pauh, perangkat kecamatan dan kelurahan, serta masyarakat setempat. Arus deras dan medan licin membuat proses penyelamatan berlangsung penuh risiko.

Menurut Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, total 15 warga berhasil dievakuasi dari kawasan rawan banjir, termasuk sembilan dewasa dan tiga remaja. Ia mengingatkan warga untuk menjauhi sungai dan segera mencari tempat aman bila debit air meningkat.

Kejadian ini menegaskan bahwa Batu Busuk dan Lambung Bukit masih menjadi wilayah rawan banjir saat hujan lebat. Warga diimbau tetap waspada, sementara pemerintah diminta memperkuat mitigasi agar kejadian serupa tidak terulang.

Di balik derasnya air, keselamatan jiwa tetap menjadi prioritas utama—pelajaran mahal dari alam yang tak boleh diabaikan.

(Rini/Mond)

#Peristiwa #BanjirPadang
#Padang

 

Serasinews.com, Agam — Insiden keracunan makanan menimpa 11 orang pengungsi banjir bandang di Jorong Labuah, Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Para pengungsi tersebut diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan dari dapur umum serta hidangan pecel lele yang dibagikan di lokasi pengungsian.

Peristiwa ini terjadi pada Sabtu (13/12). Sejumlah korban yang terdiri dari anak-anak hingga orang dewasa mengalami keluhan seperti mual, muntah, diare, dan pusing tidak lama setelah menyantap makanan.

Menanggapi kejadian tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten Agam melalui Puskesmas Maninjau segera turun ke lokasi pada Minggu pagi untuk melakukan penyelidikan epidemiologi. Selain pemeriksaan terhadap korban, petugas juga berencana mengambil sampel makanan guna mengidentifikasi sumber keracunan.

Pihak Dinas Kesehatan menyatakan bahwa penyebab pasti keracunan masih dalam proses penyelidikan dan belum dapat disimpulkan.

Seluruh korban kemudian dievakuasi ke RSUD Lubuk Basung untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Langkah ini diambil karena jalur menuju Puskesmas Maninjau tidak dapat dilalui akibat kerusakan akses jalan pascabanjir bandang yang terjadi pada 27 November lalu.

Setibanya di rumah sakit, para korban mendapat perawatan intensif. Hingga Minggu, sebanyak 10 orang telah dipulangkan dalam kondisi membaik, sementara satu korban masih dirawat akibat mengalami dehidrasi.

Dinas Kesehatan Kabupaten Agam mengingatkan pentingnya penerapan standar kebersihan dalam pengolahan makanan di dapur umum, terutama di situasi darurat bencana yang berisiko tinggi menimbulkan masalah kesehatan, khususnya bagi kelompok rentan.

Proses investigasi lanjutan masih terus dilakukan untuk memastikan penyebab kejadian serta mencegah terulangnya kasus serupa di lokasi pengungsian lainnya.

(Rini/Mond)
#KeracunanMakanan
#KorbanBajirAgam #Peristiwa

 

Serasinews.com, Pesisir Selatan — Kebakaran terjadi di kawasan permukiman warga Kenagarian Simpang Gunung Tapan, Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, pada Minggu (14/12/2025) sekitar pukul 01.20 WIB.

Api menghanguskan tiga unit rumah kayu milik warga, dengan rincian satu rumah rusak berat dan dua rumah lainnya mengalami kerusakan ringan. Kerugian materi akibat peristiwa tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp150 juta.

Informasi awal dari lokasi kejadian menyebutkan kebakaran diduga disebabkan oleh korsleting listrik. Material bangunan rumah yang sebagian besar terbuat dari kayu membuat api cepat membesar dan merambat ke bangunan di sekitarnya.

Warga sempat berupaya memadamkan api secara manual sebelum bantuan tiba. Namun, keterbatasan peralatan serta kondisi malam hari menyebabkan api sulit dikendalikan.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Seluruh penghuni rumah berhasil menyelamatkan diri saat api mulai membesar.

Aparat nagari bersama pihak terkait telah melakukan pendataan terhadap rumah terdampak serta menyalurkan bantuan awal kepada korban. Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap instalasi listrik guna mencegah terjadinya kebakaran serupa, terutama di kawasan permukiman padat dan rumah berbahan kayu.

(Ratih)

#Peristiwa #Kebakaran

 

Serasinews.com, Padang — Pencarian dua warga yang hilang akibat banjir di Kampung Apar, Perumahan Abi, Kelurahan Koto Panjang Ikur Koto, Kecamatan Koto Tangah terus dilakukan hingga Jumat (12/12/2025). Memasuki hari keempat pascabencana, keluarga korban masih menunggu kabar, sementara tim penyelamat bekerja keras menghadapi medan sulit dan arus yang masih kuat.

Korban yang hilang adalah seorang wanita lanjut usia, 60 tahun, dan balita berusia 3 tahun, keduanya warga RT 02/RW 04 Kampung Apar. Keduanya diduga terseret arus saat banjir bandang melanda pemukiman. Tragedi bertambah pilu karena ayah sang balita sebelumnya ditemukan meninggal dunia, menguatkan dugaan bahwa kedua korban hanyut bersama derasnya aliran sungai kecil di kawasan tersebut.

Upaya Pencarian yang Masih Berlangsung

Sejak pagi, tim gabungan yang terdiri dari TNI, BPBD Kota Padang, aparat kelurahan, dan warga setempat menyisir sungai dari hulu hingga ratusan meter ke hilir. Pencarian dilakukan dengan:

Menyisir bantaran sungai secara manual

Memeriksa tumpukan kayu, ranting, dan material banjir lainnya

Membuka semak belukar dan pohon tumbang

Menggali celah-celah di mana korban mungkin terjebak

Sungai yang sempit dan berbelok-belok membuat pekerjaan tim lebih berat, karena material hanyut bisa menahan korban di bawahnya.

Tantangan Lapangan

Meski banjir telah surut, arus masih kuat dan air keruh membuat visibilitas sangat rendah. Tim terpaksa memeriksa ulang titik-titik kritis. Beberapa petugas turun ke sungai sambil memegang tali pengaman, sementara warga menebas semak untuk membuka jalur.

Medannya berat, banyak material tersangkut, dan arus masih kencang. Setiap sudut harus diperiksa dengan teliti,” ungkap seorang personel BPBD.

Harapan Keluarga dan Komitmen Tim

Warga dan keluarga korban terus menunggu di tepi sungai, berharap ada kabar baik. Pencarian akan berlangsung sepanjang kondisi memungkinkan, dan tim siap menambah personel jika medan memerlukan tenaga ekstra.

Kami akan terus mencari sampai korban ditemukan,” kata seorang anggota TNI yang terlibat.

Situasi Masih Kritis

Banjir yang melanda Kampung Apar termasuk yang terparah tahun ini. Selain korban hilang, banyak rumah rusak, dan akses jalan sempat terputus akibat derasnya aliran sungai. Hingga saat ini, kedua korban masih belum ditemukan, sementara pencarian terus dijalankan dengan harapan memberi kepastian bagi keluarga dan masyarakat sekitar.

(Rini/Mond)
#PencarianKorbanBanjirPadang
#Padang #Peristiwa

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.