Pada hari Sabtu bertepatan dengan malam Minggu hari yang begitu indah dilangit terang bulan yang begitu terang seterang hati Panitia UPA. Bertepatan pada saat ini Panitia UPA menyusun Rapat kedua untuk musyawarah UPA.
Panitia yang hadir saat ini di antaranya, Ketua Pelaksana UPA Hendrizon, SH., MH., Ade Gustari, SH., CPM., Mukhni Wendi, SH., Ronny Liswandi, SH., MH.
Para yang hadir sangat antusias terlaksananya UPA( Ujian Profesi Advokat). Semua Panitia yang hadir menyampaikan saran dan pendapat untuk terlaksananya UPA tersebut.
Hendrizon, SH., MH. selaku ketua pelaksana menyampaikan, bahwa dengan terlaksananya UPA kami Peradi RBA akan melahirkan Pengacara/ Penasehat Hukum yang handal untuk masa depan, jelasnya.
Ditambahkan lagi, agar yang akan lulus bisa lebih profesinal menjalankan tugas profesi advokat.
Ditambahkan oleh anggota Panitia, Ade Gustari, saya sangat mendukung dengan lahirnya advokat baru untuk masa depan agar bermanfaat bagi Masyarakat Sumbar dan Indonsia pada umumnya terutama bagi mereka yang mencari keadilan.
Disela- sela gurau Ade Gustari, SH., mengatakan, dengan berkumpul berpendapat untuk satu tujuan agar terlaksananya UPA lancar, aman dan terkendali.
Sebagai Drafting dalam rapat Mukhni Wendi, SH. mengukapkan, dengan alotnya masing- masing anggota Panitia menyampaikan pendapatnya, saya sangat bangga dan menyetujui kesepakatan rapat bersama tanpa ada paksaan.
Ditambahkanya, dengan alotnya masing-masing pendapat anggota panitia maka terciptalah sebuah kesimpulan yang sangat luar biasa.
Anggota Panitia Ronny Liswandi, SH., MH. mengatakan, bahwasanya hasil rapat kedua saat ini menghasilkan buah pikiran sesuai yang kami harapkan bersama.
Tepat jam 23 Wib mufakat Panitia UPA kedua telah tercapai dengan hasil Hasil rapat kami. (**)
SerasiNews.com, Sumatera Barat - Pemerintah melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Sumatera Barat terus mempercepat penanganan kerusakan ruas jalan nasional Kambang–Balai Selasa hingga Indrapura di Kabupaten Pesisir Selatan. Jalur strategis yang menjadi penghubung utama distribusi logistik dan mobilitas masyarakat di pesisir selatan Sumatera Barat itu kini tengah menjalani pekerjaan preservasi secara intensif.
Perbaikan dilakukan menyusul meningkatnya kerusakan jalan akibat tingginya volume kendaraan berat, cuaca ekstrem, serta genangan air yang mempercepat penurunan kualitas aspal. Penanganan yang dilakukan tidak hanya sebatas tambal sulam, namun juga menyasar perbaikan sistem pendukung jalan agar kerusakan tidak terus berulang.
Kepala Satker PJN Wilayah II Sumbar, Masudi, mengatakan pihaknya bergerak cepat menindaklanjuti laporan masyarakat terkait kondisi jalan yang dinilai membahayakan pengguna. Tim teknis bersama kontraktor pelaksana telah diterjunkan ke sejumlah titik prioritas untuk mempercepat proses pengerjaan.
Menurut Masudi, ruas Kambang hingga Indrapura memiliki peran penting sebagai jalur penghubung antardaerah menuju Jambi dan Bengkulu. Karena itu, kelancaran akses transportasi di kawasan tersebut harus tetap terjaga demi mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.
Selain fokus pada perbaikan badan jalan, BPJN Sumbar juga meminta pihak pelaksana melengkapi area proyek dengan rambu-rambu keselamatan, lampu peringatan, dan penanda kerja guna meminimalkan risiko kecelakaan, terutama saat malam hari dan cuaca buruk.
Sementara itu, PPK 2.4 Satker PJN Wilayah II Sumbar, Gina Lamria Indriati Tampubolon, menjelaskan bahwa pekerjaan preservasi mencakup kawasan Kambang, Tapan hingga perbatasan Bengkulu dan Jambi. Penanganan dilakukan dengan sistem prioritas, terutama di titik yang memiliki tingkat kerusakan tinggi dan padat aktivitas masyarakat.
Salah satu lokasi yang menjadi perhatian utama berada di sekitar SDN 07 Labuhan Balai Selasa karena tingginya mobilitas warga dan pelajar di kawasan tersebut.
Gina menambahkan, pekerjaan teknis yang dilakukan bukan hanya pengaspalan ulang, tetapi juga grading atau pembentukan kembali kemiringan bahu jalan. Langkah ini bertujuan memperbaiki aliran air menuju drainase agar tidak terjadi genangan di atas permukaan jalan.
Ia menjelaskan, selama ini endapan tanah dan pertumbuhan rumput liar menyebabkan bahu jalan lebih tinggi dibanding badan jalan. Kondisi tersebut membuat air hujan tertahan dan mempercepat kerusakan aspal, seperti retak hingga munculnya lubang.
Menurutnya, perbaikan drainase menjadi bagian penting dalam menjaga umur layanan jalan nasional agar lebih tahan terhadap beban lalu lintas dan perubahan cuaca.
BPJN Sumbar mencatat beberapa titik pekerjaan telah menunjukkan progres signifikan. Pada ruas Tapan–Batas Bengkulu, penanganan fungsional bahkan disebut telah selesai dan sudah bisa dimanfaatkan masyarakat secara optimal.
Di lapangan, proses pengerjaan berlangsung hampir sepanjang hari dengan melibatkan alat berat, pekerja lapangan, serta pengaturan lalu lintas agar aktivitas kendaraan tetap berjalan selama proyek berlangsung.
Bagi masyarakat Pesisir Selatan, keberadaan jalan nasional ini sangat vital karena menjadi jalur utama distribusi hasil pertanian, perikanan, akses pendidikan, hingga layanan kesehatan dan logistik antardaerah.
Melalui percepatan preservasi tersebut, pemerintah berharap kondisi jalan nasional di wilayah pesisir selatan Sumatera Barat kembali mantap, aman dilalui, serta mampu mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
(Rini)