Serasinews.com, Padang — Upaya penataan kota terus dilakukan Pemerintah Kota Padang. Melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), sejumlah reklame tanpa izin mulai ditertibkan di berbagai titik strategis pada Rabu (15/4/2026).
Langkah ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menegakkan aturan sekaligus mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Selain itu, penertiban juga ditujukan untuk menciptakan wajah kota yang lebih rapi dan nyaman dilihat.
Pelaksana Tugas Kepala Bapenda Kota Padang, Fuji Astomi, menjelaskan bahwa keberadaan reklame ilegal selama ini tidak hanya mengganggu estetika, tetapi juga berdampak pada kebocoran pendapatan daerah.
Ia menyebutkan, pajak dari sektor reklame memiliki kontribusi cukup besar terhadap PAD. Namun, banyaknya reklame yang tidak terdaftar membuat potensi tersebut tidak dapat dimaksimalkan.
Dalam pelaksanaannya, tim gabungan menyisir sejumlah ruas jalan utama, kawasan usaha, hingga titik dengan lalu lintas padat. Reklame yang tidak memiliki izin langsung ditindak, baik dengan pembongkaran maupun pemberian peringatan kepada pemilik.
Selain berdampak pada pendapatan, pemasangan reklame yang tidak sesuai aturan juga dinilai berisiko terhadap keselamatan, terutama saat kondisi cuaca buruk. Oleh karena itu, penertiban ini juga menyasar aspek keamanan dan ketertiban kota.
Pemerintah berharap ke depan seluruh pemasangan reklame dapat mengikuti aturan yang berlaku, mulai dari perizinan hingga penempatan yang sesuai dengan tata ruang kota.
Bapenda juga mengimbau para pelaku usaha agar lebih patuh terhadap regulasi. Pemerintah menegaskan bahwa aktivitas promosi tetap diperbolehkan selama dilakukan secara legal.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengendalian Bapenda Kota Padang, Ikrar Prakasa, mengungkapkan bahwa wilayah Koto Tangah menjadi lokasi dengan temuan pelanggaran terbanyak dalam kegiatan penertiban kali ini.
Kondisi tersebut menunjukkan masih perlunya peningkatan kesadaran pelaku usaha terhadap pentingnya kepatuhan aturan. Ia menegaskan bahwa penertiban akan terus dilakukan secara berkelanjutan tanpa toleransi bagi pelanggaran.
Melalui langkah ini, Pemerintah Kota Padang berharap tata kelola reklame dapat menjadi lebih tertib, sekaligus menjaga potensi pendapatan daerah agar tidak hilang akibat praktik ilegal.
(Rini)
Serasinews.com;Pasamanbarat,Sumbar– Polres Pasaman Barat menggelar latihan pengendalian massa (Dalmas) di halaman Mapolres setempat, Rabu (15/4/2026).
Personel yang dilibatkan dalam latihan Dalmas tersebut sebanyak 120 orang, yang terdiri dari tim Negosiator, dalmas awal dan dalmas lanjutan serta tenaga Kesehatan lapangan.
Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, S.Ik melalui Kabag SDM Polres Pasaman Barat Kompol Tarpi Niswar selaku koordinator mengatakan bahwa kegiatan latihan dalmas ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan, profesionalisme dan kesiapsiagaan personel dalam menghadapi potensi unjuk rasa hingga kerusuhan.
Latihan ini juga berfungsi sebagai penyegaran dan pengingat kembali materi yang telah diterima personel saat pendidikan. “Hal ini penting kita lakukan guna memastikan keterampilan dan pengetahuan mereka dalam pengendalian massa tetap terasah dan sesuai dengan prosedur operasional standar yang berlaku,” ujar Kompol Tarpi Niswar.
Kabag SDM melanjutkan, fokus kegiatan adalah penguatan formasi dalmas awal dan lanjutan, penggunaan perlengkapan dalmas secara tepat, serta simulasi skenario pengamanan unjuk rasa dengan pendekatan humanis dan terukur.
Latihan ini penting untuk memastikan bahwa personel Polres Pasaman Barat siap menghadapi situasi yang membutuhkan pengendalian massa, sekaligus menjunjung tinggi prinsip-prinsip hak asasi manusia dalam menyampaikan pendapat di muka umum.
“Dengan latihan yang intensif, diharapkan personel kita dapat bertindak profesional, proporsional, dan efektif dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat agar tidak menjurus ke tindakan yang anarkis,” lanjutnya.
Kabag SDM menegaskan bahwa latihan dalmas ini bukan hanya sekadar kesiapan fisik, tetapi juga penguatan mental dan respons personel terhadap dinamika di lapangan.
“Latihan ini juga bertujuan untuk memastikan seluruh personel mampu bertindak cepat, tepat, dan profesional dalam menghadapi situasi kerumunan massa. Pendekatan humanis tetap menjadi prinsip utama kami, sesuai dengan kebijakan Polri yang Presisi,” tegasnya.
Personel Polres Pasaman Barat juga dilatih untuk mampu membedakan pendekatan yang digunakan dalam setiap situasi, termasuk menjalin komunikasi yang efektif dengan koordinator aksi agar situasi dapat dikendalikan.
Kompol Tarpi menambahkan bahwa, latihan Dalmas akan terus dilakukan secara berkala agar setiap personel tetap siap menjalankan tugas kapan pun dibutuhkan. “Dengan latihan rutin seperti ini, kami harapkan respons anggota dilapangan akan semakin sigap, namun tetap mengedepankan sikap santun dan profesional,” pungkasnya. (HumasResPasbar)
serasinews.com,Kabupaten Solok, Sumbar– Dalam apel pagi yang digelar Senin (13/4/2026), Kapolres Arusuka Solok AKBP Agung Pranajaya memberikan penekanan kepada seluruh personel mengenai pentingnya membangun kualitas diri, tidak hanya dari sisi kemampuan kerja, tetapi juga dari mental dan kedisiplinan.
Di hadapan para peserta apel, ia menyampaikan bahwa anggota kepolisian yang baik adalah mereka yang mampu menjalankan tugas dengan penuh rasa tanggung jawab, disertai sikap syukur dan disiplin yang konsisten. Menurutnya, rasa syukur akan mendorong semangat kerja yang lebih positif, sementara kedisiplinan menjadi landasan utama dalam menjaga profesionalitas serta kepercayaan publik.
Kegiatan apel pagi tersebut diikuti oleh seluruh jajaran Polres Arusuka Solok sebagai bagian dari pembinaan rutin. Tujuannya untuk meningkatkan kinerja, memperkuat integritas, serta menumbuhkan rasa tanggung jawab dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.
Melalui arahan ini, seluruh personel diharapkan semakin termotivasi untuk bekerja dengan dedikasi tinggi, menjaga kedisiplinan, serta memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat.(Deni/Rini)
serasinews.com, PESISIR SELATAN – Pemerintah terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga kualitas infrastruktur strategis nasional. Sejak 16 Maret 2026, proyek preservasi jalan nasional di ruas Kambang – Indrapura – Tapan – Batas Jambi serta Tapan – Batas Bengkulu resmi dimulai sebagai langkah nyata memperkuat konektivitas antarwilayah di pesisir selatan Sumatera.
Ruas jalan ini merupakan jalur vital yang menjadi urat nadi distribusi logistik dan mobilitas masyarakat, menghubungkan Provinsi Sumatera Barat dengan Jambi dan Bengkulu. Dengan adanya peningkatan kualitas jalan, diharapkan aktivitas ekonomi dan perjalanan masyarakat menjadi lebih lancar, aman, dan nyaman.
Komitmen Infrastruktur Berkelanjutan
Proyek ini dipercayakan kepada PT. Anatama Konstruksi Utama dengan nilai kontrak sebesar Rp5,82 miliar dan masa pengerjaan selama 291 hari kalender hingga 31 Desember 2026. Berbagai upaya penanganan dilakukan secara terencana dan berkelanjutan, meliputi penanganan dini (holding), pemeliharaan rutin kondisi jalan, serta rehabilitasi minor pada titik-titik yang mengalami penurunan kualitas.
Langkah ini tidak hanya berfokus pada perbaikan, tetapi juga pencegahan agar kerusakan tidak semakin meluas, sehingga usia pakai jalan dapat lebih panjang dan efisien dari segi anggaran.
Drainase Jadi Prioritas Utama
Salah satu fokus penting dalam proyek ini adalah pembenahan sistem drainase sepanjang 500 meter. Upaya ini dilakukan untuk mengatasi permasalahan genangan air akibat sedimentasi saluran yang selama ini menjadi penyebab utama kerusakan jalan.
PPK 2.4, Gina Tampubolon, menegaskan bahwa pembangunan drainase merupakan langkah preventif yang sangat krusial. Dengan sistem aliran air yang baik, badan jalan akan lebih tahan terhadap kerusakan, terutama saat curah hujan tinggi.
Bahu Jalan Lebih Aman dan Tertata
Setelah drainase rampung, pekerjaan dilanjutkan dengan penataan bahu jalan sesuai standar nasional. Pengerasan dan perataan bahu jalan akan memberikan ruang aman bagi pengendara, sekaligus meningkatkan kenyamanan dan estetika jalan secara keseluruhan.
Dampak Nyata bagi Masyarakat
Melalui proyek preservasi ini, masyarakat di wilayah pesisir selatan diharapkan dapat merasakan langsung manfaatnya, mulai dari perjalanan yang lebih nyaman, distribusi barang yang lebih cepat, hingga peningkatan pertumbuhan ekonomi daerah.
Sinergi antara perencanaan yang matang, pengawasan ketat, dan pelaksanaan yang tepat waktu menjadi kunci keberhasilan proyek ini. Infrastruktur yang terjaga dengan baik bukan hanya mendukung mobilitas, tetapi juga menjadi fondasi penting bagi pembangunan daerah yang berkelanjutan.(Rini)