Latest Post

Aceh Afif Maulana Agam AIDS Aipda Dian WR AirterjunLembahAnaiMeluap Aksibersihpantai AksiJalanan Aleknagari Amak Lisa AmalanBulanRajab AndreRosiade AnjingPelacak anthropophobia Antikorupsi ApdateKorbanBencanaSumatera Apelsiaga Apeltanggapbencana Arif maulana Arosuka Artikel Artis Minang Asusila balapliar BalapMotor Bali Balikpapan BandarNarkobaKabur Bandung BangunanLiar Banji Banjir BanjirAceh BanjirAgam BanjirBandang BanjirPadang BanjirSumatera BanjirSumbar BanjirSumut bansos banten BantuanBencanaAcehHilang BantuanKorbanBencanaPasbar Banyuwangi Bapenda BareskrimPolri Batam BatangArau Batuk BBM BeaCukai bencana Bencana alam Bencanaalam BencanaAlamSumateraBarat BencanaHidrometeorologi BencanaKotaPadang BencanaSumatera BencanaSumbar BerantasNarkoba BibitSiklonTropis95B BKSDA BMKG BNNPSumbar BNNsumbar BNPB BobonSantoso Box Redaksi BPBDKabupatenAgam BPBDPadang BPBDSumbar BPHMigas BrimobPoldaSumbar Brimobuntukindonesia BRISuperLeague bukit sitinurbaya Bukittinggi BungaBangkai BungaRafflesia BWSS V padang BWSSV BWSSVPadang Calon Bupati cemburubuta CerintIrallozaTasya Cikampek Cikarang CuacaEkstrem cuacapanasekstrem curanmor Daerah danabos Dandrem 032 WBR dankodaeral II Demonstrasi Denpasar Depok DeptCollector Dharmasraya Dinas sosial DinasPendidikanSumbar DinasPerpusipPadang DinasPerpustakaandanArsip DinasPertanian dinassosial dinassosialpadang Dirlantas Dirlantas Polda Sumbar DirlantasPoldaSumbar Disdukcapil DitlantasPoldaSumbar DitpolairudPoldaSumbar DPCPKBkotapadang DPDRI DPR DPRD Padang DPRDpadang DPRDsumbar DPUPR DPUPRPadang dubalangkota EmpatPilar Enarotali Evakuasi festival sepakbola Filipina Galodo GalodoLembahAnai gangguanhormon GanjaKering gaya hidup GayaHidup gempa GempaBumi gerakcepatdinsos gorontalo GrasstrackMotocross Gresik GunungMerapiErupsi gurbernurriaukenaottkpk HAM HargaCabaiNaik Haripahlawan Harisumpahpemuda Hidroneteologi Hipnotis HismawaMigas HIV Hot New HubunganSesamaJenis hukum Huntara HUT Humaspolri ke 74 HUT80Brimob Hutan IKW IKWRI IlegalFishing IlegalMinning IllegalLogging Indonesia Indonesia. indonesiamaju infrastruktur Intan jaya Internasional irigasi Islam Islami Jakarta Jakarta Selatan JalanLembahAnaiPutus JalanLongsor JalanRetak Jambi Jawa Tengah Jayapura Jayawijaya JembatanPutus JembatanRetak Jogyakarta jurnalis JusufKalla K9 Kabupaten Agam kabupaten dharmasraya Kabupaten Solok KabupatenAgam KabupatenDharmasraya KabupatenPasamanBarat KabupatenPesisirSelatan kabupatenSolokSelatan KafeKaraoke KAI Sumbar Kakorlantas kakorlantaspolri kapolres kapolressijunjung Kapolri KarangTaruna kasat narkoba KasusMedis keamanan kebakaran KebakaranPasarPayamumbuh KebatanGunungNagoPutus kecamatankototangah kecelakaan kegiatanrutin KejariDharmasraya kejaripadang kejaripesel kekerasan kelangkaanBBM kelangkaansolar Kemenag Kemenhut Kemenkes Kementrian PU kementriankebudayaan KementrianLingkunganHidup KemuliaanBulanRajab kendaraan KeracunanMakanan Kesehatan keselamatan bersama keselamatan kerja kesiapsiagaan kesunyian malam ketertiban umum KetertibanUmum Kiwirok KKB KLHK Kodim 0307 Tanah Datar KomnasHAM komplotanganjalATM KorbanBanjirAgam KorbanBrncanaAgam Korem 032/WB Korpolairud korupsi Kota Padang KotaPadang KotaPariaman KPK Kriminal KRYD KUHP KumpulanDo'a Laksamanamuda Lampung LembahAnai Lembang Leonardy LGBT life style lifestyle Lima Puluh Kota LimaPuluhKota lingkungan listrikilegal literasi lombok timur Longsor LongsorKampusUINImambonjol LowonganKerjaPalsu Madiun Magelang MahardikaMudaIndonesia MahyeldiAnsharullah Makan Bergizi Gratis Makasar Malalak MalPraktek ManfaatAirKelapa manila MapolsekMuaraBatangGadisDibakarMasaa MataElang Medan MengelolaAirUntukNegri mentalhealth Mentawai Mesum Mimika Miras MirasIlegal MobilBencanaDibakarMassa MobilPatwalPoldaSumbarKecelakaan MobilSatpolPPAcehDibakarMassa MogokKerja MTsN10pesisirselatan Muhammadiyah mutilasibayi nagarisolokambah nagarisulitair narkoba Narkotika Nasioanl Nasional ngaraisianok NinjaSawit NTT odgj OknumGuruLGBT Oksibil olahraga Opini OprasiLilinSinggalang2025 oprasimalam oprasitumpasbandar2025 oprasizebra2025 oprasizebrasinggalang2025 OrangHanyut OTTKPK PADA Padang Padang panjang Padang Pariaman PadangAman PadangPariaman PadangRancak PadangSigap Pahlawannasional pajak air tanah Palimanan pandekarancak pantaipadang Papua parenting Pariaman Parlemen Pasaman Pasaman barat pasamanbarat pasang pasarrayapadang Pasuruan Payakumbuh PDAM PeduliBencana Pekanbaru Pelalawan pelayananhumanis pelayanansosial PelemikBantuanAsing PemakamanMasalKorbanBencanaSumbar PembabatanHutan PembalakanHutanMentawai pembalakanLiar Pembunuhan pemerasan Pemko Padang PemkoPadang PemulihanBencana PemutihanPajakKendaraan pencabulan PencarianKorbanBanjirPadang Pencirian PenculikanAnak Pencurian Pendidikan penegakanhukum penemuanbayi penemuanJanin PenemuanJasadBayo penemuanmayat Penertiban Pengancaman pengangguran penganiayaan Pengeroyokan Penggelapan Penjarahan Perbankan Perceraian Perdagangan peristiwa peristiwadaerah perlindungananak Persami PersijaJakarta pertahanan PerumdaAirMinum Pesisir Selatan PesisirSelatan Peti PJN PKL PolaMakan PolantasMenyapa Polda banten Polda Jabar Polda Kalbar Polda Metro Jaya polda Papua POLDA SulBar POLDA SUMBAR PoldaRiau Poldasumbar PoldaSumut Polhut Policegoestoscool Polisi Politik polPP polres Polres 50 kota Polres Dharmasraya Polres Mentawai Polres Padang panjang Polres Pasaman Polres Pasaman Barat Polres Solok Polres solok selatan PolresPadang polrespasaman polrespasamanbarat polrespasbar PolresPayakumbuh polrespesel PolresSolokKota polresSolokSelatan Polresta bukittinggi Polresta Padang PolresTanahDatar polrestapadang POLRI PolriPresisi Polsek bungus barat Polsek Koto Tangah Padang Polsek Lubeg Pontianak PrabowoSubianto PrajuritTNITewas PrediksiCuaca premanisme Presiden RI PrestaPadang psp padang Ptostitusi PuanMaharani Puncak jaya Purwakarta jawabarat QuickWins Razia RekeningDormant Religi RevisiKUHP Riau RidwanKamil RokokIlegal sabu Sajam SakitPerut Sarkel SatgasDamaiCartenz satgasoprasidamai satlantaspolresta SatpolPP SatpolPPAceh Sawahlunto Sawmil SeaGamen2025 segmen sianok seherman SekolahRakyat Semarang semenpadang SemenPadangFC Senjatatajam sepakbola sepakbolaindonesia SepakBolaWanita Serang ServisKendaraanGratisKorbanBanjirAgam SiagaBencana SigapMembangunNegriUntukRakyat Sijunjung sikat singgalang2025 silent treatment simulasibencana Sinkhole siswismptewassaathiking sitinjaulauik Skoliosis SMA1pulaupunjung sobatlalulintasrancakbana solok Solok selatan solokarosuka solokselatan solsel Sosialisasi SPBUganting SPPG STNK Strongpoint subsidi ilegal sukabumi Sulawesi Tenggara Sumatera Barat SumateraBarat Sumaterbarat Sumatra barat Sumbar SungaiKuranji Surabaya swasembadapangan TambangEmasIlegal tambangilegal TambangIlegalSumbar Tanah datar tanahdatar tanggapdarurat TanggapDaruratBencana tawuran TawuranNarkoba Terbaru Ternate Timika Papua timklewang TimnasIndonesiaU22 TimnasWanitaIndonesia TNI TPUTunggulHitam Transformasi polri transpadang transportasi TrukTerbakar tsunamiDrill Tuak Uin UIN IB Padang UpadateKorbanBencanaSumatera UpdateKorbanBanjirSumatera UpdateKorbanBencanaAlam UpdateKorbanBencanaSumatera Utama UUMD3 Viral Yalimo Yogyakarta Yuhukimo

 

Serasinews.com, Jakarta – Polri bergerak cepat untuk menindak praktik tambang ilegal di Sumatera Barat yang meresahkan masyarakat dan merusak lingkungan. Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim menurunkan tim khusus untuk menindak semua pelaku, mulai dari penambang lapangan hingga kemungkinan aktor besar di balik kegiatan ilegal tersebut.

Brigjen Pol Irhamni, Direktur Tindak Pidana Tertentu Bareskrim, menyampaikan langkah ini setelah menerima kunjungan anggota DPR RI Andre Rosiade di Mabes Polri, Jakarta, Senin (12/1/2026). Pertemuan itu membahas eskalasi tambang emas ilegal yang selama ini dikeluhkan warga.

“Kami menindak tegas aktivitas tambang ilegal dan mengajak masyarakat melaporkan setiap kegiatan mencurigakan. Laporan akan diproses sesuai ketentuan hukum,” ujar Irhamni.

Penanganan terpadu dan penyelidikan aktor besar

Operasi dilakukan secara terpadu bersama Polda Sumatera Barat dan polres setempat. Bareskrim menekankan bahwa masalah tambang ilegal tidak hanya soal alat berat di lokasi, tetapi juga melibatkan perizinan, pendanaan, dan aliran hasil tambang.

Irhamni menambahkan, penyidik masih mendalami kemungkinan keterlibatan korporasi. “Belum bisa dipastikan, semua masih dalam penyelidikan,” ujarnya.

Dorongan politik untuk tindakan tegas

Andre Rosiade menegaskan bahwa kunjungannya adalah dorongan agar penegakan hukum tidak setengah hati. Ia menekankan praktik ilegal ini merugikan negara, merusak lingkungan, dan membahayakan masyarakat.

“Sesuai arahan Presiden dan Kapolri, Bareskrim menurunkan tim untuk menindak seluruh pelaku tambang ilegal. Diharapkan langkah ini memutus rantai ilegal, memberi efek jera, dan mengembalikan rasa keadilan bagi warga terdampak,” kata Andre.

Dampak serius tambang ilegal

Tambang ilegal sering menimbulkan kerusakan hutan, pencemaran sungai, tanah longsor, dan konflik sosial. Selain itu, praktik ini merampas potensi penerimaan negara dan memberi peluang bagi mafia sumber daya alam.

Dengan turunnya tim khusus Bareskrim, publik menunggu tindakan nyata: tidak hanya penertiban alat berat, tetapi juga pengungkapan siapa yang menikmati hasil tambang ilegal di balik layar. Operasi ini diharapkan menargetkan semua pelaku, termasuk aktor besar jika terbukti terlibat.

(B1) 

#BareskrimPolri #TambangIlegal

#TambangIlegalSumbar

 

Serasinews.com, Tanah Datar — Razia Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang digelar Polres Tanah Datar di kawasan Pulau Aia Tamu, Batang Ombilin, Nagari Simawang, Kecamatan Rambatan, Sabtu malam (10/1/2026), justru membuka dugaan serius adanya kebocoran informasi. Lokasi tambang yang selama ini disebut aktif, mendadak senyap saat aparat tiba.

Operasi yang dipimpin langsung Kapolres Tanah Datar AKBP Nur Ichsan Dwi Septiyanto tersebut tidak menemukan satu pun penambang maupun alat operasional di lokasi. Tidak terdengar suara mesin dompeng, tidak terlihat aktivitas pengerukan, hanya deretan pondok kosong di bantaran sungai yang menjadi saksi aktivitas tambang ilegal sebelumnya.

Razia ini dilakukan menyusul laporan masyarakat yang resah akibat dampak PETI terhadap lingkungan, terutama pencemaran sungai dan kerusakan ekosistem. Namun hasil di lapangan justru memunculkan kecurigaan baru.

Lokasi sudah bersih sebelum razia

Aparat menduga kuat para pelaku telah lebih dahulu melarikan diri setelah menerima informasi terkait rencana operasi. Sejumlah peralatan diduga telah diamankan, sementara pondok-pondok yang ditinggalkan tampak kosong tanpa aktivitas.

Sebagai langkah penegakan hukum dan pencegahan, petugas membakar pondok-pondok liar yang digunakan sebagai tempat tinggal sekaligus basis aktivitas PETI.

Polisi bidik pemodal dan pelindung

Kapolres Tanah Datar AKBP Nur Ichsan Dwi Septiyanto menegaskan, pemberantasan PETI tidak akan berhenti meski razia kali ini tidak membuahkan penangkapan.

“Tambang ilegal ini jelas melanggar hukum dan berdampak besar terhadap lingkungan serta masyarakat. Kami tidak akan berhenti. Penindakan akan terus dilakukan, termasuk menelusuri pemodal dan pihak yang membekingi,” tegasnya, Senin (12/1/2026).

Ia memastikan kepolisian akan meningkatkan patroli, melakukan pemetaan jaringan, serta menggali informasi terkait dugaan keterlibatan oknum tertentu.

Nagari terdampak, warga resah

Wali Nagari Simawang, Firman Malin Panduko, menyatakan aktivitas PETI telah lama menjadi keluhan masyarakat. Menurutnya, sungai yang menjadi sumber air warga kini terancam tercemar.

“Kerusakan sungai langsung berdampak pada kehidupan masyarakat. Kami mendukung penuh langkah aparat agar tambang ilegal ini benar-benar dihentikan,” ujarnya.

Ketua BPRN Nagari Simawang, Ms Dt Rajo Nan Hitam, juga menolak keras segala bentuk PETI yang merusak alam dan tatanan sosial nagari.

“Ini bukan sekadar soal tambang, tapi soal keberlangsungan hidup masyarakat dan lingkungan,” katanya.

Pertanyaan belum terjawab

Kosongnya lokasi tambang saat razia berlangsung meninggalkan tanda tanya besar di tengah publik. Dugaan kebocoran informasi, kemungkinan adanya pelindung, serta kuatnya jaringan PETI menjadi pekerjaan rumah aparat penegak hukum.

Polres Tanah Datar menyatakan akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, pemerintahan nagari, dan masyarakat untuk mengungkap jaringan PETI secara menyeluruh.

Razia ini menegaskan satu hal: tambang ilegal boleh berhenti sementara, namun kerusakan yang ditinggalkan masih nyata dan menunggu penanganan serius.

(Rini/Mond)

#PETI #TambangIlegal #TanahDatar #Daerah


 

Serasinews.com, Dharmasraya – Jalan menuju perkebunan PT TKA di Kecamatan Asam Jujuhan, Senin (11/01), dipenuhi warga dari Nagari Alahan Nan Tigo dan Nagari Lubuk Besar. Mereka datang membawa satu pesan tegas: hak kebun plasma 20 persen harus segera direalisasikan.

Sejak pagi hari, ratusan warga berkumpul dan membentangkan spanduk tuntutan di sepanjang akses jalan perusahaan. Tulisan-tulisan bernada protes dan seruan kepatuhan hukum menjadi penanda bahwa aksi ini bukan sekadar luapan emosi, melainkan tuntutan atas hak yang selama ini dinilai terabaikan. Aparat keamanan terlihat berjaga, memastikan aksi berjalan aman dan terkendali.

Dalam orasi yang disampaikan secara bergiliran, masyarakat membeberkan dasar tuntutan mereka. PT TKA diketahui menguasai lahan perkebunan dengan status Hak Guna Usaha (HGU) seluas 12.341,4583 hektare, sebagaimana tercantum dalam SK HGU Nomor 04 Tahun 1986 dan Sertifikat HGU Nomor 03. Dengan luasan tersebut, perusahaan berkewajiban menyediakan kebun plasma seluas 2.468,29166 hektare bagi masyarakat sekitar.

Warga menilai kewajiban tersebut merupakan amanat regulasi yang tidak dapat diabaikan. Mereka menyebut, hingga kini realisasi kebun plasma masih belum memberikan kepastian, padahal perusahaan telah beroperasi dalam jangka waktu yang lama.

Sejumlah spanduk aksi secara gamblang mencantumkan rujukan hukum, di antaranya Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 43 Tahun 2011 serta Putusan Pengadilan Negeri Pulau Punjung Nomor 50/Pdt.G/2022/PN Pul. Bagi warga, pencantuman aturan dan putusan pengadilan itu menjadi penegasan bahwa tuntutan mereka memiliki dasar hukum yang jelas.

Masyarakat berharap keberadaan perusahaan besar di wilayah mereka tidak hanya meninggalkan jejak eksploitasi lahan, tetapi juga menghadirkan keadilan dan kesejahteraan. Kebun plasma dipandang sebagai jalan bagi warga untuk ikut merasakan manfaat ekonomi dari pengelolaan sumber daya di tanah mereka sendiri.

“Perusahaan boleh berusaha, tapi hak masyarakat jangan diabaikan. Kami hanya meminta apa yang seharusnya kami terima,” kata salah seorang warga dalam orasinya.

Aksi damai tersebut berakhir tanpa insiden. Warga menyatakan akan terus menunggu itikad baik dari pihak perusahaan serta peran aktif pemerintah daerah dan instansi terkait. Mereka berharap persoalan kebun plasma ini dapat diselesaikan secara transparan dan berkeadilan, sebelum konflik berkepanjangan tak terhindarkan.

(Mond/Rini)

#Peristiwa #Demonstrasi #Daerah

#KabupatenDharmasraya

 

Serasinews.com, Jakarta – Anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Sumatera Barat, Andre Rosiade, mendatangi Bareskrim Polri di Jakarta, Senin (12/1/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk melakukan koordinasi intensif dengan Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) terkait maraknya aktivitas penambangan ilegal di Sumatera Barat.

Andre menegaskan, kedatangannya bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bentuk keseriusan dalam mendorong penanganan menyeluruh terhadap praktik tambang ilegal yang dinilai semakin mengkhawatirkan.

“Agenda utama kami adalah koordinasi dengan Dittipidter Bareskrim Mabes Polri terkait kasus penambangan ilegal di Sumatera Barat,” ujar Andre kepada wartawan.

Kasus Nenek Saudah Dinilai Hanya Permukaan

Dalam pertemuan tersebut, Andre turut menyoroti kasus penganiayaan terhadap Nenek Saudah, seorang warga Kabupaten Pasaman yang menjadi korban kekerasan setelah memprotes aktivitas tambang emas ilegal di wilayahnya.

Menurut Andre, peristiwa tersebut bukanlah kasus tunggal, melainkan hanya gambaran kecil dari persoalan yang jauh lebih besar dan telah berlangsung lama.

“Kasus Nenek Saudah itu hanya puncak gunung es. Masalah penambangan ilegal di Sumbar sudah terjadi bertahun-tahun dan bersifat masif,” tegasnya.

Ia menilai, meskipun aparat penegak hukum telah beberapa kali melakukan penindakan, praktik serupa terus berulang dengan pola yang hampir sama.

Minta Aparat Tidak Tutup Mata

Andre meminta aparat penegak hukum di Sumatera Barat tidak menutup mata terhadap keberadaan tambang ilegal yang menurutnya sudah menjadi rahasia umum di berbagai daerah.

“Semua orang tahu di mana saja aktivitas itu berlangsung. Yang dibutuhkan sekarang adalah keberanian untuk menindak secara konsisten dan menyeluruh,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa koordinasi dengan Bareskrim bertujuan agar penanganan hukum tidak berhenti pada pelaku lapangan semata, melainkan menyasar aktor intelektual dan jaringan besar di balik tambang ilegal tersebut.

Tambang Ilegal dan Ancaman Bencana

Andre juga mengaitkan aktivitas tambang ilegal dengan meningkatnya risiko bencana alam di Sumatera Barat. Kerusakan lingkungan akibat eksploitasi tanpa izin dinilai berkontribusi besar terhadap berbagai bencana yang merugikan masyarakat.

“Tambang ilegal bukan hanya kejahatan ekonomi, tapi juga menyangkut keselamatan manusia. Longsor, banjir bandang, dan pendangkalan sungai memiliki keterkaitan erat dengan aktivitas ini,” katanya.

Dorong Penegakan Hukum Menyeluruh

Andre mendesak agar aparat penegak hukum membongkar praktik tambang ilegal hingga ke akar-akarnya, termasuk pihak-pihak yang selama ini diduga memperoleh keuntungan besar dari aktivitas tersebut.

“Penindakan harus menyentuh siapa pun yang terlibat, termasuk yang bermain di belakang layar. Ini soal efek jera, perlindungan lingkungan, dan masa depan masyarakat Sumatera Barat,” pungkasnya.

Ia menegaskan akan terus mengawal proses hukum agar menghasilkan langkah konkret, bukan sekadar wacana atau janji penindakan.

(B1)

#TambangIlegal #Hukum #AndreRosiade





‎Padang — Perumda Air Minum Kota Padang akan melaksanakan pekerjaan koneksi jaringan pipa distribusi berdiameter DN 600 GI ke DN 200 HDPE pada Sabtu, 10 Januari 2026. Langkah ini merupakan bagian dari upaya peningkatan pelayanan dan penguatan keandalan jaringan distribusi agar air bersih menjangkau pelanggan secara lebih merata di seluruh wilayah layanan.
‎Pekerjaan koneksi akan dilakukan di Jalan Gajah Mada, depan MAN 2 Gunung Pangilun, dengan tahapan penggalian dimulai malam ini, dilanjutkan pekerjaan koneksi utama pada pukul 09.00–10.00 WIB besok. Estimasi waktu pekerjaan diperkirakan sekitar enam jam hingga proses normalisasi aliran.

‎Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Padang, Hendra Pebrizal, melalui Kasubag Humas Perumda Air Minum Kota Padang, Adhie Zein, menjelaskan bahwa pekerjaan ini merupakan bagian dari program penguatan jaringan distribusi.

‎Menurutnya, koneksi pipa DN 600 GI x 200 HDPE sangat penting untuk memastikan kontinuitas suplai air ke pelanggan.

‎“Kami terus berupaya meningkatkan kualitas layanan. Pekerjaan koneksi jaringan pipa ini adalah salah satu langkah strategis untuk memperlancar distribusi air bersih agar menjangkau seluruh lapisan pelanggan secara adil dan merata,” ujar Adhie Zein menyampaikan keterangan Direktur Utama.

‎Ia menambahkan, pihaknya memohon maaf atas ketidaknyamanan yang timbul selama pekerjaan berlangsung dan memastikan tim teknis akan bekerja maksimal agar aliran kembali normal secepat mungkin.

‎Sementara itu, Direktur Teknik Perumda Air Minum Kota Padang, Andri Satria, menjelaskan aspek teknis pekerjaan.

‎“Penggalian sudah kami mulai malam ini untuk mempercepat proses. Koneksi utama direncanakan dilakukan sekitar pukul 9–10 pagi, dengan estimasi durasi pekerjaan kurang lebih enam jam. Kami telah menyiapkan langkah-langkah teknis untuk meminimalkan gangguan aliran dan mempercepat normalisasi tekanan setelah pekerjaan selesai,” ujar Andri Satria.

‎Ia juga menegaskan bahwa tim lapangan akan siaga untuk melakukan flushing, pengecekan kebocoran, dan penyesuaian tekanan setelah pekerjaan koneksi selesai.

‎Baca Juga
‎Satpol PP Padang Perketat Disiplin Internal: Sejumlah Personel Diperiksa, Profesionalisme Jadi Taruhan
‎Satpol PP Padang Tertibkan PKL di Pasar Raya, Dua Termos dan Satu Motor Listrik Disita
‎Tiga Skema Bantuan Kemensos untuk Korban Banjir–Longsor di Padang, Proses Pencairan Dikebut
‎Wilayah Terdampak Pengaliran Sementara
‎Selama pekerjaan koneksi berlangsung, akan terjadi gangguan pengaliran air di sejumlah area layanan pusat Kota Padang, meliputi:

‎Gajah Mada
‎Jati
‎Khatib Sulaiman
‎Sudirman
‎Lapai
‎Belanti Barat dan Timur
‎Pramuka
‎S. Parman (sebagian)
‎Ulak Karang Timur dan Barat
‎Pasar Raya
‎Ayani
‎Damar
‎Olo Ladang
‎Belakang Olo
‎Kampung Jawa Dalam
‎Mangunsarkoro
‎Purus Kebun
‎Purus I–V
‎Terandam
‎Alang Lawas
‎Thamrin
‎Sebagian Pondok
‎Imbauan kepada Pelanggan
‎Perumda Air Minum Kota Padang mengimbau seluruh pelanggan di wilayah terdampak untuk:

‎menampung air secukupnya sebagai cadangan,
‎menggunakan air seperlunya selama pekerjaan berlangsung,
‎menunggu proses normalisasi aliran setelah pekerjaan selesai.
‎“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin dirasakan pelanggan. Mohon doa dan dukungan agar pekerjaan berjalan lancar, aman, dan sesuai rencana. Kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik dan terus melakukan pembenahan infrastruktur agar distribusi air semakin andal,” tambah Adhie Zein.

‎Perumda Air Minum Kota Padang juga menyampaikan bahwa informasi lanjutan akan diberikan melalui kanal resmi perusahaan dan mengimbau masyarakat tetap tenang serta memahami bahwa pekerjaan ini dilakukan demi perbaikan layanan jangka panjang.


‎Padang – Di balik kebisingan klakson dan antrean kendaraan yang mengular di Jalan Gajah Mada, Sabtu (10/1/2026), tersimpan sebuah perjuangan yang luput dari pandangan pengendara. Di kedalaman tanah Gunung Pangilun, para pekerja Perumda Air Minum Kota Padang bertarung dengan waktu, lumpur, dan rembesan air yang tak kunjung surut.


‎Proyek koneksi pipa DN 600 GI 200 HDPE ini bukan sekadar urusan teknis. Di bawah sana, galian menyerupai kolam sementara akibat air yang terus merembes, mengancam dinding tanah yang rapuh. Namun, di tengah risiko longsor dan ruang gerak yang sempit, deru alat berat tetap konsisten membelah tanah.


‎Hadir di tengah kepulan debu dan lumpur, Direktur Teknik Perumda Air Minum Kota Padang, Andri Satria, memantau langsung proses pengerjaan. Dengan sepatu bot yang kotor dan sorot mata tajam, ia berdiri di bibir galian, memastikan setiap detail teknis berjalan sesuai rencana.


‎"Air tidak mengenal hari libur, maka kami pun tidak boleh berhenti," tegas Andri. Ia menyadari sepenuhnya bahwa pekerjaan ini berat—pipa yang dalam dan kondisi lapangan yang ekstrem adalah lawan nyata. Namun baginya, menyerah bukan pilihan.


‎Andri juga menitipkan permohonan maaf bagi para pengguna jalan yang terganggu oleh kemacetan. "Kami paham ini tidak nyaman. Tapi yang sedang kami perjuangkan adalah hak warga atas air bersih. Air itu kehidupan; jika distribusinya terhambat, denyut nadi kehidupan warga pun ikut terganggu," tambahnya dengan nada optimis.


‎Di bawah terik matahari, tim lapangan bekerja dalam sunyi, tanpa mengharap tepuk tangan. Bagi mereka, keberhasilan bukan saat proyek selesai, melainkan saat air kembali mengalir jernih di setiap keran rumah warga.


 

Serasinews.com, Jakarta — Skala bencana yang melanda wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat terus menunjukkan dampak serius. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat hingga Jumat (9/1) jumlah korban meninggal dunia mencapai 1.182 orang, sementara 145 warga masih dinyatakan hilang.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan angka tersebut bertambah setelah adanya laporan korban jiwa baru dalam dua hari terakhir dari sejumlah daerah terdampak.

“Penambahan korban berasal dari Aceh Utara satu orang, Langkat dua orang, dan Tapanuli Tengah satu orang. Dengan demikian total korban meninggal dunia saat ini 1.182 jiwa,” ujarnya.

Selain korban jiwa, dampak kemanusiaan masih sangat besar. BNPB mencatat 238.627 orang masih bertahan di pengungsian, kehilangan tempat tinggal, akses air bersih, serta sumber penghidupan. Bantuan logistik dan layanan dasar masih sangat dibutuhkan, terutama bagi kelompok rentan.

Pencarian Korban Bersifat Situasional

Proses pencarian korban hilang terus dilakukan meski tidak lagi bersifat masif. Abdul menjelaskan, operasi SAR kini bersifat situasional dan akan kembali digelar apabila terdapat laporan masyarakat terkait titik dugaan keberadaan korban.

“Data korban hilang terus kami verifikasi bersama pemerintah daerah. Per hari ini jumlahnya 145 orang,” katanya.

Status Darurat Berbeda di Tiap Provinsi

Di Aceh, sebagian besar wilayah telah memasuki fase transisi darurat, menandai peralihan dari upaya penyelamatan menuju pemulihan awal. Namun, empat daerah—Aceh Tengah, Gayo Lues, Aceh Tamiang, dan Pidie Jaya—masih memperpanjang status tanggap darurat. Pemerintah Provinsi Aceh juga memperpanjang status tanggap darurat tingkat provinsi selama 14 hari.

Sementara itu, seluruh wilayah terdampak di Sumatera Utara dan Sumatera Barat telah berada pada fase transisi darurat. Meski operasi pencarian rutin dihentikan, tim SAR tetap siaga di lapangan.

Pemulihan Panjang Menanti

Kerusakan infrastruktur menjadi tantangan utama dalam fase ini. Akses jalan terputus, jembatan rusak, dan gangguan komunikasi masih terjadi di sejumlah lokasi. Ratusan ribu pengungsi masih membutuhkan hunian sementara, layanan kesehatan, kebutuhan dasar, serta dukungan psikososial.

Memasuki masa transisi darurat, pemerintah mulai melakukan pendataan kerusakan rumah, penilaian kebutuhan rekonstruksi, serta perencanaan relokasi bagi kawasan rawan bencana. Namun, beban pemulihan sosial dan ekonomi diperkirakan akan berlangsung lama seiring besarnya dampak yang ditinggalkan bencana ini.

(K) 

#BNPB #UpdateKorbanBencanaSumatera

#Nasional


Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.