Latest Post

Aceh Afif Maulana Agam AIDS Aipda Dian WR AirterjunLembahAnaiMeluap Aksibersihpantai AksiJalanan Aleknagari Amak Lisa AnjingPelacak anthropophobia Antikorupsi Apelsiaga Apeltanggapbencana Arif maulana Arosuka Artikel Artis Minang Asusila balapliar BalapMotor Bali Balikpapan Bandung Banji Banjir BanjirAceh BanjirAgam BanjirBandang BanjirPadang BanjirSumatera BanjirSumbar BanjirSumut bansos banten BantuanBencanaAcehHilang BantuanKorbanBencanaPasbar Banyuwangi Bapenda Batam Batuk BBM bencana Bencana alam Bencanaalam BencanaAlamSumateraBarat BencanaHidrometeorologi BencanaKotaPadang BencanaSumatera BencanaSumbar BerantasNarkoba BibitSiklonTropis95B BKSDA BMKG BNNsumbar BNPB BobonSantoso Box Redaksi BPBDKabupatenAgam BPBDPadang BPBDSumbar BPHMigas BrimobPoldaSumbar Brimobuntukindonesia bukit sitinurbaya Bukittinggi BungaBangkai BungaRafflesia BWSS V padang BWSSVPadang Calon Bupati cemburubuta CerintIrallozaTasya Cikampek Cikarang CuacaEkstrem cuacapanasekstrem curanmor danabos Dandrem 032 WBR dankodaeral II Denpasar Depok DeptCollector Dharmasraya Dinas sosial DinasPendidikanSumbar DinasPerpusipPadang DinasPerpustakaandanArsip DinasPertanian dinassosial dinassosialpadang Dirlantas Dirlantas Polda Sumbar DirlantasPoldaSumbar DitpolairudPoldaSumbar DPCPKBkotapadang DPDRI DPR DPRD Padang DPRDpadang DPRDsumbar DPUPR DPUPRPadang dubalangkota EmpatPilar Enarotali Evakuasi festival sepakbola Filipina Galodo GalodoLembahAnai gangguanhormon GanjaKering gaya hidup GayaHidup gempa gerakcepatdinsos gorontalo GrasstrackMotocross Gresik GunungMerapiErupsi gurbernurriaukenaottkpk HAM HargaCabaiNaik Haripahlawan Harisumpahpemuda Hidroneteologi Hipnotis HismawaMigas HIV Hot New HubunganSesamaJenis hukum Huntara HUT Humaspolri ke 74 HUT80Brimob Hutan IKW IKWRI IlegalFishing IllegalLogging Indonesia Indonesia. indonesiamaju infrastruktur Intan jaya Internasional irigasi Islam Islami Jakarta Jakarta Selatan JalanLembahAnaiPutus JalanLongsor JalanRetak Jambi Jawa Tengah Jayapura Jayawijaya JembatanPutus JembatanRetak Jogyakarta jurnalis K9 Kabupaten Agam kabupaten dharmasraya Kabupaten Solok KabupatenAgam KabupatenDharmasraya KabupatenPasamanBarat KabupatenPesisirSelatan KafeKaraoke KAI Sumbar Kakorlantas kakorlantaspolri kapolres kapolressijunjung Kapolri kasat narkoba KasusMedis keamanan kebakaran KebakaranPasarPayamumbuh KebatanGunungNagoPutus kecamatankototangah kecelakaan kegiatanrutin KejariDharmasraya kejaripadang kejaripesel kekerasan kelangkaanBBM kelangkaansolar Kemenhut Kemenkes Kementrian PU kementriankebudayaan KementrianLingkunganHidup kendaraan KeracunanMakanan Kesehatan keselamatan bersama keselamatan kerja kesiapsiagaan kesunyian malam ketertiban umum KetertibanUmum Kiwirok KKB KLHK Kodim 0307 Tanah Datar KomnasHAM komplotanganjalATM KorbanBanjirAgam KorbanBrncanaAgam Korem 032/WB Korpolairud korupsi Kota Padang KotaPadang KotaPariaman KPK Kriminal KRYD KUHP KumpulanDo'a Laksamanamuda Lampung LembahAnai Lembang Leonardy LGBT life style lifestyle Lima Puluh Kota lingkungan listrikilegal literasi lombok timur Longsor LongsorKampusUINImambonjol LowonganKerjaPalsu Madiun Magelang MahardikaMudaIndonesia MahyeldiAnsharullah Makan Bergizi Gratis Makasar Malalak MalPraktek ManfaatAirKelapa manila MataElang Medan MengelolaAirUntukNegri mentalhealth Mentawai Mesum Mimika Miras MirasIlegal MobilBencanaDibakarMassa MobilPatwalPoldaSumbarKecelakaan MobilSatpolPPAcehDibakarMassa MTsN10pesisirselatan mutilasibayi nagarisolokambah nagarisulitair narkoba Narkotika Nasioanl Nasional ngaraisianok NTT odgj OknumGuruLGBT Oksibil olahraga Opini oprasimalam oprasitumpasbandar2025 oprasizebra2025 oprasizebrasinggalang2025 OrangHanyut OTTKPK PADA Padang Padang panjang Padang Pariaman PadangAman PadangRancak PadangSigap Pahlawannasional pajak air tanah Palimanan pandekarancak pantaipadang Papua parenting Pariaman Parlemen Pasaman Pasaman barat pasamanbarat pasang pasarrayapadang Pasuruan Payakumbuh PDAM PeduliBencana Pekanbaru Pelalawan pelayananhumanis pelayanansosial PemakamanMasalKorbanBencanaSumbar PembabatanHutan PembalakanHutanMentawai pembalakanLiar Pembunuhan pemerasan Pemko Padang PemkoPadang PemutihanPajakKendaraan pencabulan PencarianKorbanBanjirPadang Pencirian PenculikanAnak Pencurian Pendidikan penegakanhukum penemuanbayi penemuanmayat Penertiban Pengancaman pengangguran penganiayaan Pengeroyokan Penggelapan Penjarahan Perbankan Perceraian Perdagangan peristiwa peristiwadaerah perlindungananak Persami pertahanan PerumdaAirMinum Pesisir Selatan PesisirSelatan Peti PKL PolaMakan PolantasMenyapa Polda banten Polda Jabar Polda Kalbar Polda Metro Jaya polda Papua POLDA SulBar POLDA SUMBAR PoldaRiau Poldasumbar Polhut Policegoestoscool Polisi Politik polPP polres Polres 50 kota Polres Dharmasraya Polres Mentawai Polres Padang panjang Polres Pasaman Polres Pasaman Barat Polres Solok Polres solok selatan PolresPadang polrespasaman polrespasamanbarat polrespasbar PolresPayakumbuh polrespesel PolresSolokKota Polresta bukittinggi Polresta Padang polrestapadang POLRI PolriPresisi Polsek bungus barat Polsek Koto Tangah Padang Polsek Lubeg Pontianak PrabowoSubianto PrajuritTNITewas PrediksiCuaca premanisme Presiden RI PrestaPadang psp padang Ptostitusi PuanMaharani Puncak jaya Purwakarta jawabarat QuickWins Razia RekeningDormant Religi RevisiKUHP Riau RidwanKamil sabu Sajam Sarkel SatgasDamaiCartenz satgasoprasidamai satlantaspolresta SatpolPP SatpolPPAceh Sawahlunto Sawmil SeaGamen2025 segmen sianok seherman SekolahRakyat Semarang semenpadang Senjatatajam sepakbola sepakbolaindonesia SepakBolaWanita Serang ServisKendaraanGratisKorbanBanjirAgam SiagaBencana SigapMembangunNegriUntukRakyat Sijunjung sikat singgalang2025 silent treatment simulasibencana siswismptewassaathiking sitinjaulauik Skoliosis SMA1pulaupunjung sobatlalulintasrancakbana solok Solok selatan solokarosuka solokselatan solsel Sosialisasi SPBUganting SPPG STNK Strongpoint subsidi ilegal sukabumi Sulawesi Tenggara Sumatera Barat SumateraBarat Sumaterbarat Sumatra barat Sumbar SungaiKuranji Surabaya swasembadapangan tambangilegal Tanah datar tanahdatar tanggapdarurat TanggapDaruratBencana tawuran TawuranNarkoba Terbaru Ternate Timika Papua timklewang TimnasIndonesiaU22 TimnasWanitaIndonesia TNI TPUTunggulHitam Transformasi polri transpadang transportasi tsunamiDrill Tuak Uin UIN IB Padang UpadateKorbanBencanaSumatera UpdateKorbanBanjirSumatera UpdateKorbanBencanaAlam UpdateKorbanBencanaSumatera Utama UUMD3 Viral Yalimo Yogyakarta Yuhukimo

 

Serasinews.com, Padang — Bencana banjir dan banjir bandang yang melanda Kota Padang pada 25 November 2025 meninggalkan kerusakan infrastruktur dalam skala besar. Pemerintah Kota Padang mencatat total kerugian sementara mencapai Rp264,3 miliar, menggambarkan beratnya dampak terhadap fasilitas publik dan layanan dasar masyarakat.

Data kerusakan dihimpun oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Padang melalui proses pendataan dan verifikasi di berbagai wilayah terdampak.

Transportasi Jadi Sektor Paling Parah

Kepala Dinas PUPR Kota Padang, Tri Hadiyanto, menyebut sektor transportasi mengalami kerusakan paling masif. Sebanyak tujuh jembatan mengalami rusak berat dan satu jembatan rusak ringan akibat hantaman banjir yang membawa material lumpur, kayu, serta bebatuan.

Selain itu, jalan sepanjang 1.884 meter juga mengalami kerusakan di beberapa kecamatan, memutus akses warga, menghambat distribusi logistik, dan melumpuhkan aktivitas ekonomi.

“Total kerugian untuk jembatan dan jalan mencapai Rp157,89 miliar,” ujar Tri Hadiyanto, Senin (8/12/2025).

Kerusakan Bendungan dan Sungai Capai Rp84,36 Miliar

Infrastruktur pengendali air tidak luput dari dampak banjir. Tanggul yang ambruk, erosi tebing, serta pendangkalan sungai meningkatkan potensi bencana susulan.

Total kerugian sektor ini diperkirakan mencapai Rp84,36 miliar, dan memerlukan penanganan segera untuk mencegah risiko lebih besar saat musim hujan.

22 Sekolah Terdampak, Aktivitas Belajar Terganggu

Sebanyak 22 unit sekolah rusak, terdiri dari 8 PAUD, 12 SD, dan 2 SMP. Kerusakan meliputi ruang kelas, atap, pagar, perabotan, hingga fasilitas sanitasi.

Kerugian sektor pendidikan dan gedung pemerintahan ditaksir mencapai Rp5,57 miliar, memaksa beberapa sekolah menghentikan sementara kegiatan belajar dan mencari lokasi alternatif.

Tujuh Intake PDAM Rusak

Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) juga mengalami gangguan serius. Kerusakan pada tujuh intake PDAM menyebabkan pasokan air bersih terganggu untuk ribuan pelanggan.

Nilai kerugiannya mencapai Rp16,52 miliar, meliputi perbaikan pipa, pompa, dan fasilitas pendukung lainnya.

Total Kerugian Tembus Rp264,3 Miliar

Secara keseluruhan, Pemko Padang menetapkan total kerugian infrastruktur akibat banjir mencapai Rp264.356.989.944.

“Angka ini merupakan hasil penghitungan menyeluruh dari seluruh sektor infrastruktur yang terdampak langsung,” tegas Tri Hadiyanto.

Ancaman Bencana Susulan & Kebutuhan Anggaran Besar

Kerusakan yang terjadi menjadi peringatan serius bagi Pemko Padang dan Pemprov Sumatera Barat. Selain biaya rehabilitasi yang besar, kerusakan pada bendungan dan sungai meningkatkan ancaman bencana lanjutan.

Saat ini, Pemko Padang tengah menyusun dokumen rencana rehabilitasi dan rekonstruksi untuk diajukan ke Pemerintah Pusat melalui BNPB dan Kementerian PUPR.

Bencana 25 November menjadi pengingat bahwa ketahanan infrastruktur di daerah rawan hidrometeorologi seperti Padang perlu diperkuat secara menyeluruh.

(Rini/Mond)
#BanjirBandang #Padang
#Infrastruktur

Serasinews.com, Payakumbuh — Setelah hampir tiga bulan penyelidikan intensif, kepolisian akhirnya mengungkap penyebab pasti kebakaran hebat yang melanda kawasan pasar Kota Payakumbuh pada Selasa dini hari, 26 Agustus 2025. Tim penyidik memastikan bahwa kobaran api yang muncul sekitar pukul 04.45 WIB itu bukan akibat korsleting listrik, melainkan berasal dari nyala api terbuka yang disengaja. Api baru benar-benar dipadamkan sekitar pukul 09.30 WIB, setelah melahap deretan bangunan dan menimbulkan kerugian besar.

Temuan Labfor: Api Berasal dari Sumber Penyulutan Langsung

Hasil pemeriksaan Bidlabfor Polda Riau menyatakan bahwa titik awal kebakaran berada di Ex-Toko Aprilia. Di lokasi tersebut tidak ditemukan indikasi arus pendek, melainkan bukti bahwa sumber kebakaran berasal dari open flame berupa bara api dan penyulutan menggunakan korek.
Dengan demikian, kebakaran ini dipastikan merupakan tindakan manusia, bukan kecelakaan teknis.

Kasus Resmi Naik Penyidikan, Satu Tersangka Ditangkap

Pada 19 November 2025, Polres Payakumbuh menetapkan seorang pria berinisial “I” sebagai tersangka, setelah penyidik mendapatkan lebih dari dua alat bukti sah. Ia dikenai sangkaan:

Pasal 187 KUHP – sengaja menimbulkan kebakaran

atau Pasal 188 KUHP – kelalaian yang menyebabkan kebakaran

Ancaman hukuman mencapai 5 tahun penjara.

Pengakuan Tersangka: Lem Banteng, Halusinasi, dan Api yang Lepas Kendali

01.30 WIB

Tersangka masuk ke lantai 2 pasar melalui tangga dekat jembatan Panasonic. Ia membawa lem banteng, kemudian:

menghirup lem,

merokok,

dan bermain gim.

02.00–02.15 WIB

Di bawah pengaruh lem, ia mengalami halusinasi dan berjalan tanpa arah hampir satu jam, lalu kembali ke area Ex-Toko Aprilia untuk menghirup lem lagi.

03.30 WIB

Dalam keadaan menggigil dan tidak sadar penuh, ia mengumpulkan plastik bekas lem dan menumpuknya. Untuk menghangatkan diri, ia menyalakan api menggunakan korek.
Namun dorongan gas dari sisa lem membuat api menyala seperti obor. Plastik meleleh, mengenai sekat triplek, dan api cepat menjalar.

Tersangka sempat mencoba memadamkan api di lantai, tetapi kobaran di dinding sudah tak terkendali.

04.00 WIB

Ia panik dan melarikan diri, menuju sebuah warnet di kawasan Bunian. Tak lama setelah itu, pasar berubah menjadi lautan api.

Barang Bukti dan Saksi Lengkap

Penyidik telah mengamankan:

Hasil pemeriksaan Labfor

DVR dan rekaman CCTV

Abu arang, potongan kayu terbakar

Pakaian tersangka
Serta memeriksa 17 saksi, termasuk saksi mata pertama di lokasi.

Tahap II Segera Dilakukan

Berkas perkara dinyatakan hampir lengkap. Dalam waktu dekat, Polres Payakumbuh akan melakukan Tahap II, yakni penyerahan tersangka dan barang bukti ke kejaksaan.
Publik kini menanti putusan majelis hakim: apakah perbuatannya dikategorikan sebagai kelalaian atau justru kesengajaan.

(KP)
#KebakaranPasarPayakumbuh
#Hukum #Peristiwa

 

Serasinews.com, Padang — Pemerintah Provinsi Sumatera Barat hampir dipastikan memperpanjang status tanggap darurat bencana, mengingat sejumlah pekerjaan di lapangan masih jauh dari selesai. Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah menyampaikan bahwa hingga awal pekan ini proses pencarian korban, pembukaan akses yang terputus, serta pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak masih terus dilakukan secara intensif.

“Masih banyak pekerjaan tanggap darurat yang belum tuntas. Karena itu, statusnya hampir pasti diperpanjang,” ujar Mahyeldi, Senin (8/12/2025).

Laporan Daerah Jadi Penentu Perpanjangan Status

Pemprov Sumbar kini menunggu laporan komprehensif dari seluruh bupati dan wali kota sebagai dasar penetapan perpanjangan darurat. Sekda provinsi tengah menyiapkan dokumen evaluasi yang akan dibahas bersama sebelum keputusan resmi diambil.

“Input dari kabupaten dan kota sangat penting agar kebijakan yang diputuskan benar-benar tepat,” jelas Mahyeldi.

Ia menyebutkan, beberapa daerah seperti Kota Solok, Payakumbuh, dan Bukittinggi mulai menunjukkan pemulihan. Namun Kabupaten Agam, Kota Pariaman, Pesisir Selatan, dan beberapa wilayah lain masih membutuhkan penanganan darurat yang intensif.

Ribuan Warga di Pengungsian, Akses Terputus, Bantuan Belum Maksimal

Saat ini sekitar 20.000 warga masih bertahan di lokasi pengungsian karena tempat tinggal mereka mengalami kerusakan berat. Sejumlah akses jalan serta jembatan di titik-titik strategis belum dapat dilalui, sehingga distribusi bantuan belum optimal. Pemerintah daerah bersama TNI-Polri terus berupaya membuka jalur terisolasi tersebut.

“Kita terus menyalurkan kebutuhan pangan. Untuk air bersih, tendon penampungan sudah dikirim dan jaringan distribusi sedang dipulihkan. Pembukaan akses juga dilakukan secara bertahap,” kata Mahyeldi.

Bantuan tambahan berupa selimut, perlengkapan tidur, kebutuhan balita, dan bantuan khusus ibu hamil juga terus dikirimkan.

Hunian Sementara Disiapkan, Rumah Rusak Berat Akan Dibangun Ulang

Warga dengan rumah rusak berat diarahkan untuk tinggal di tenda atau hunian sementara (huntara). Pemerintah bahkan menyiapkan pembangunan rumah kembali bagi warga yang memiliki tanah layak huni.

“Kalau rumah mereka tidak bisa ditempati lagi dan tanahnya ada, pemerintah akan bantu bangun. Kalau tidak punya tanah, kita siapkan lokasi alternatif,” ungkapnya.

Retakan di Perbukitan, Pemetaan Rawan Bencana Dipercepat

Pemprov juga mempercepat pemetaan ulang kawasan rawan bencana, terutama di wilayah perbukitan yang ditemukan memiliki retakan panjang dan berpotensi longsor susulan.

“Data yang akurat menentukan langkah kita, baik saat darurat maupun rekonstruksi. Validasi data di posko harus diperkuat dan daerah lain harus siap membantu jika ada kekurangan,” tegas Mahyeldi.

Koordinasi Diperkuat, Bantuan Diminta Melalui Posko Resmi

Para kepala daerah diminta memperkuat koordinasi dengan Forkopimda demi memastikan penanganan berjalan terpadu dan tepat sasaran. Seluruh posko diminta tetap maksimal melayani pengungsi.

Mahyeldi juga mengimbau masyarakat, komunitas, dan relawan agar menyalurkan bantuan melalui posko resmi agar distribusi lebih teratur dan merata.

“Bantuan dari masyarakat sangat berarti, tetapi harus melalui jalur resmi agar tepat sasaran dan tidak menumpuk di satu lokasi saja,” tutupnya.

(Rini/Mond)

#TanggapDaruratBencana #SumateraBarat #BanjirSumbar

 

Serasinews.com, Kabupaten Agam – Kabupaten Agam, Sumatra Barat, masih menghadapi tantangan berat pascabencana banjir bandang dan longsor yang melanda beberapa wilayah dalam beberapa waktu terakhir. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan bahwa hingga awal Desember 2025, sejumlah daerah masih terisolasi akibat kerusakan akses transportasi dan infrastruktur penting.

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto memaparkan kondisi tersebut dalam rapat terbatas bersama Presiden RI Prabowo Subianto di Istana Negara pada Minggu, 7 Desember 2025. Ia menegaskan bahwa proses pemulihan di Sumatra Barat masih berjalan dan membutuhkan penanganan intensif.

“Di Kabupaten Agam, khususnya wilayah Limo Nagari, masih terdapat kecamatan yang terisolasi. Hal serupa terjadi di Pesisir Selatan serta Tigo Nagari yang aksesnya belum sepenuhnya pulih,” ujar Suharyanto pada Senin (8/12/2025).

Distribusi Logistik Tetap Berjalan Melalui Udara, Darat, dan Air

Meski akses darat masih terputus di beberapa titik, penyaluran bantuan kepada korban bencana tetap berlangsung. BNPB memastikan distribusi logistik dilakukan melalui berbagai jalur, baik udara, darat, maupun air.

Di Pesisir Selatan, bantuan masih bergantung pada transportasi udara. Sementara itu, di Agam, pengiriman bantuan kini dapat dilakukan dengan kombinasi jalur darat, udara, dan air.

BNPB juga mencatat ketersediaan stok logistik di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) berada dalam kondisi aman. Saat ini terdapat 24,22 ton bantuan tersimpan, sementara 98,8 ton lainnya telah disalurkan ke wilayah terdampak.

Akses Jalan Nasional dan Provinsi Mulai Dibuka Bertahap

Terkait konektivitas, jalur nasional Padang–Bukittinggi melalui Bukit Anai dipastikan tidak terputus total. Kendaraan masih dapat melintas melalui jalur alternatif yang telah disiapkan.

Adapun beberapa jalur provinsi masih dalam proses perbaikan, di antaranya:

Jalur Sicincin (Padang Pariaman) – Malalak (Agam) diperkirakan selesai dalam tiga minggu ke depan.

Jalur Padang Luar Bukittinggi – Maninjau ditargetkan normal kembali dalam satu minggu, sesuai laporan Kementerian PUPR.

Keterbatasan ini masih mempengaruhi aktivitas ekonomi, distribusi pertanian, dan mobilitas masyarakat.

Listrik dan Komunikasi Pulih Total, Air Bersih Masih Terkendala

Jaringan listrik dan komunikasi di wilayah terdampak telah pulih 100 persen. Meski begitu, layanan air bersih masih terkendala dan kini dalam tahap perbaikan di 21 kecamatan yang tersebar di tujuh kabupaten/kota. Warga masih bergantung pada bantuan suplai air bersih dari pemerintah dan relawan.

Kebutuhan Anggaran Pemulihan Capai Rp13,52 Triliun

BNPB juga menyampaikan besarnya kebutuhan anggaran untuk memperbaiki infrastruktur pascabencana. Berdasarkan penghitungan sementara Kementerian PUPR, dibutuhkan dana sebesar Rp13,52 triliun untuk memulihkan kondisi infrastruktur menjadi lebih baik dari sebelumnya.

Anggaran tersebut mencakup perbaikan jalan, jembatan, fasilitas umum, jaringan air bersih, hingga infrastruktur permukiman.

Agam Jadi Prioritas Nasional dalam Pemulihan

BNPB menegaskan bahwa pemulihan pascabencana di Sumatra Barat, khususnya Kabupaten Agam, menjadi prioritas pemerintah pusat. Selain fokus pada perbaikan fisik, pemerintah turut mengutamakan pemulihan sosial, ekonomi, dan penanganan trauma bagi warga terdampak.

Suharyanto memastikan kesiapan alutsista seperti helikopter dan alat berat untuk mendukung proses distribusi dan penanganan bencana.

Dengan sejumlah wilayah yang masih terisolasi dan kerusakan infrastruktur yang luas, bencana banjir bandang dan longsor di Sumatra Barat menjadi salah satu tantangan terbesar dalam menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi ekstrem.

(IN)
#BanjirSumbar #BNPB
#

 

Serasinews.com, Sumatera Barat — Akses Jalan Lembah Anai yang terputus akibat banjir bandang mulai kembali bisa dilalui, meski hanya secara terbatas dan khusus untuk kendaraan roda dua. Pembukaan ini dilakukan melalui uji coba tiga hari, mulai Senin, 8 Desember hingga Rabu, 10 Desember 2025, sembari menunggu proses perbaikan jalan yang masih terus berjalan.

Dua Waktu Buka per Hari

Selama masa uji coba, jalur dibuka pada dua sesi:

06.00 – 08.00 WIB

16.30 – 18.30 WIB

Kanit Kamsel Satlantas Polres Padang Panjang, Aiptu Denny Irya Admaja, menyebutkan bahwa rencana awal tiga sesi diturunkan menjadi dua setelah dilakukan koordinasi dengan Hutama Karya Infrastruktur (HKI). Keputusan ini diambil agar pekerjaan perbaikan tetap maksimal tanpa terganggu arus kendaraan.

Jalur Strategis yang Sangat Ditunggu

Sebagai penghubung utama Padang–Bukittinggi dan jalur penting transportasi Sumbar–Riau, Lembah Anai memiliki peran besar bagi mobilitas warga, logistik, hingga pariwisata. Pembukaan terbatas diharapkan mampu mengurangi kepadatan di rute alternatif dan membantu memulihkan aktivitas masyarakat.

Pengendara Diminta Ekstra Hati-hati

Meskipun bisa dilewati, kondisi jalan masih rawan. Beberapa faktor yang perlu diwaspadai:

Jalan masih licin

Ada genangan di sejumlah titik

Curah hujan tinggi masih berpotensi terjadi

Sisa material longsor belum sepenuhnya dibersihkan

Denny mengingatkan agar pengendara tidak memacu kecepatan dan mematuhi arahan petugas yang disiagakan di titik-titik rawan.

Roda Empat Belum Boleh Melintas

Untuk mobil dan kendaraan sejenisnya, belum ada izin pembukaan jalur. Pengguna roda empat diminta menggunakan jalur alternatif sambil menunggu evaluasi lanjutan.

Menurut Denny, kemungkinan jalur baru bisa dibuka untuk roda empat pada 13 Desember 2025, dengan catatan kondisi jalan telah dinyatakan aman oleh HKI dan Kementerian PUPR.

Harapan Pemulihan Lebih Cepat

Pembukaan terbatas ini memberi harapan bagi warga yang menggantungkan aktivitas ekonomi dan mobilitas sehari-hari pada jalur tersebut. Jika uji coba berlangsung lancar, kemungkinan pembukaan penuh dapat dilakukan lebih cepat dari target.

(B1)
#Infrastruktur #BanjirSumbar #GalodoLembahAnai #LembahAnai #SumateraBarat

 

Serasinews.com, Padang Pariaman — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Minangkabau merilis peringatan dini cuaca untuk wilayah Sumatera Barat yang berlaku mulai Senin, 8 Desember 2025 pukul 07.00 WIB hingga Selasa, 9 Desember 2025 pukul 07.00 WIB. Dalam peringatan tersebut, BMKG menyebutkan bahwa sejumlah daerah di Sumbar berpotensi diguyur hujan intensitas sedang hingga lebat, terutama pada periode siang hingga malam hari.

Wilayah dengan Potensi Hujan Lebat

Beberapa kabupaten/kota diprediksi menghadapi kondisi cuaca yang cukup ekstrem antara pukul 13.00 hingga 22.00 WIB. Daerah yang masuk kategori waspada meliputi:

Kabupaten Agam

Bukittinggi

Tanah Datar

Padang Panjang

Sijunjung

Pesisir Selatan

Daerah perbukitan seperti Agam, Tanah Datar, dan Padang Panjang mendapat perhatian khusus karena rentan terhadap bencana hidrometeorologi seperti longsor dan banjir bandang. Sementara itu, Pesisir Selatan memiliki potensi genangan bahkan gelombang tinggi bila hujan datang bersamaan dengan angin kuat.

Pagi Relatif Kondusif, Cuaca Memburuk Saat Sore-Malam

Meski terdapat potensi hujan lebat, kondisi pagi hari diperkirakan masih cerah berawan. Namun memasuki siang hingga malam hari, kelembapan meningkat tajam di berbagai wilayah, memicu terbentuknya awan konvektif. Awan ini kerap membawa hujan deras, kilat, hingga embusan angin kencang.

Suhu Rendah di Dataran Tinggi, Kelembapan Hampir Maksimal

BMKG juga merinci parameter cuaca yang diperkirakan terjadi:

Suhu udara: 13–31°C
Wilayah pegunungan seperti Padang Panjang, Tanah Datar, dan Agam berpotensi mengalami suhu terendah.

Kelembapan: 84–99%
Tingginya kelembapan menandakan kondisi atmosfer yang sangat mendukung terbentuknya hujan lebat.

Angin: 6–21 km/jam
Kecepatan dapat meningkat saat awan Cumulonimbus berkembang.

Kombinasi kelembapan yang tinggi, atmosfer tidak stabil, dan pengaruh dinamika lokal di Sumbar menambah peluang terjadinya cuaca ekstrem.

Peringatan BMKG: Tingkatkan Kewaspadaan

BMKG Minangkabau mengimbau masyarakat, terutama yang tinggal di kawasan rawan bencana, untuk mewaspadai risiko:

Banjir dan genangan

Banjir bandang di daerah aliran sungai

Longsor dan pergerakan tanah

Pohon tumbang karena angin kencang

Daerah yang sebelumnya sudah terdampak bencana hidrometeorologi di bulan-bulan terakhir juga diminta lebih hati-hati karena kondisi tanah masih labil dan rentan longsor susulan.

BMKG mengingatkan masyarakat untuk terus mengikuti perkembangan informasi melalui kanal resmi seperti aplikasi BMKG, Instagram @infobmkg, dan sistem peringatan dini daerah.

Langkah Antisipasi Pemerintah Daerah

Beberapa pemerintah kabupaten/kota di Sumatera Barat sudah mengerahkan BPBD, relawan, serta perangkat nagari untuk memantau lokasi rawan banjir dan longsor. Pembersihan drainase di pusat kota dan kawasan padat penduduk juga dilakukan untuk mengurangi risiko genangan.

(Rini/Mond)
#BMKG #PrediksiCuaca #SumateraBarat

 

Serasinews.com, -Di tengah hidup yang serba cepat, pilihan makanan terasa tidak ada habisnya. Dari jajanan pinggir jalan yang aromanya bikin berhenti sejenak, mie instan yang tinggal seduh, sampai minuman kekinian yang tiap minggu ada saja yang viral. Sayangnya, semua kemudahan itu menyimpan ironi: justru makanan yang paling gampang kita dapatkan adalah yang paling sering bikin masalah kesehatan.

Sering kali kita berdalih, “Baru makan sedikit,” atau “Ah cuma sesekali.” Padahal yang berbahaya bukanlah sekali makan, tetapi kebiasaannya yang terjadi berulang setiap hari. Gorengan tiap sore atau mie instan tiap lembur malam—hal kecil seperti itu lama-lama jadi tabungan masalah kesehatan yang menumpuk diam-diam.

Berikut rangkuman 10 makanan dan minuman yang sebenarnya tidak sehat, tetapi hampir pasti kita konsumsi setiap hari—lengkap dengan alasan ilmiahnya dan kenapa kebiasaan ini bisa berbahaya dalam jangka panjang.

1. Gorengan: Nikmatnya Cepat, Dampaknya Lama

Tempe goreng, bakwan, risol—semuanya favorit. Tapi minyak yang dipakai berulang membuat gorengan kaya lemak trans, yang bisa:

menaikkan LDL (kolesterol jahat),

menurunkan HDL (kolesterol baik),

meningkatkan risiko penyakit jantung.

Enaknya sebentar, tapi residunya tertinggal lama di tubuh.

2. Mie Instan: Praktis, Tapi Tinggi Garam

Satu bungkus mie instan bisa mengandung ratusan hingga lebih dari seribu miligram natrium. Kalau sering dimakan:

tekanan darah bisa naik,

ginjal bekerja lebih keras,

tubuh kekurangan zat gizi karena mie hanya kaya karbohidrat, bukan serat atau vitamin.

Belum termasuk bahan aditif dari bumbunya yang dikonsumsi berulang.

3. Minuman Bersoda: Menyegarkan, Tapi Penuh Gula

Satu kaleng soda saja bisa mengandung 7–10 sendok teh gula, sehingga dapat memicu:

obesitas,

diabetes tipe 2,

perlemakan hati,

kerusakan gigi.

Segarnya sesaat, efeknya bertahun-tahun.

4. Snack Kemasan: Renyah, Tapi Tinggi Garam & MSG

Keripik dan kudapan lainnya biasanya mengandung:

garam tinggi,

penguat rasa,

perisa buatan,

bahkan lemak trans di beberapa produk.

Camilan yang tampak "sepele" ini bisa meningkatkan risiko hipertensi dan gangguan metabolik jika jadi kebiasaan.

5. Roti Tawar Putih: Mengenyangkan, Tapi Miskin Nutrisi

Tepung olahan pada roti tawar membuatnya cepat dicerna dan menaikkan gula darah. Nilai gizinya pun rendah. Kalau sering dijadikan menu sarapan tanpa protein atau serat tambahan, tubuh cepat lapar dan konsumsi kalori meningkat.

6. Fast Food: Praktis, Tapi Tinggi Kalori

Burger, ayam goreng cepat saji, hingga kentang goreng mengandung banyak:

kalori,

lemak jenuh,

natrium.

Konsumsi 2–3 kali seminggu saja bisa meningkatkan risiko obesitas, kolesterol tinggi, hingga penyakit jantung.

7. Sosis & Nugget: Favorit Anak, Tapi Ultra-Proses

Produk ini biasanya mengandung:

garam tinggi,

pengawet (nitrit/nitrat),

filler,

perisa buatan.

Pengonsumsiannya yang sering dapat memicu inflamasi dan membebani organ seperti jantung serta ginjal.

8. Es Krim Kemasan: Lembut dan Manis, Tapi Padat Gula

Di balik teksturnya yang creamy, terdapat:

gula tinggi,

lemak jenuh,

kalori besar.

Jika sering dikonsumsi, mudah sekali memicu kenaikan berat badan dan resistensi insulin.

9. Kue & Roti Manis: Bom Kalori yang Tersembunyi

Donat, pastry, dan kue manis umumnya dibuat dari:

gula,

tepung olahan,

mentega atau shortening.

Campuran ini memicu lonjakan gula darah dan dapat meningkatkan risiko diabetes bila dimakan terlalu sering.

10. Minuman Kekinian: Manisnya Berlebihan

Boba, kopi susu gula aren, dan minuman viral lainnya kadang mengandung lebih banyak gula daripada soda. Bahkan ada yang mencapai 300–500 kalori per gelas.

Efeknya:

gula darah naik cepat,

berat badan bertambah,

risiko diabetes meningkat.

Minumannya terlihat ringan, tapi gulanya sama sekali tidak “ringan.”

Nikmati, Tapi Jangan Dijadikan Kebiasaan

Masalah bukan pada makanannya, tetapi seberapa sering kita mengonsumsinya. Tubuh memang tidak protes hari ini, tapi ia mengingat semua yang kita makan. Ketika sinyal-sinyal seperti tekanan darah naik, cepat lelah, atau gula darah mulai bermasalah muncul, biasanya perjalanan sudah telanjur jauh.

(**)
#Kesehatan #GayaHidup
#LifeStyle

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.