Padang, Serasinews.com– Pantai Air Manis menjadi saksi dimulainya Perkemahan Sabtu Minggu (PERSAMI) Korps Kadet Republik Indonesia Gelombang III Tahun 2025. Kegiatan ini resmi dibuka oleh Komandan Kodaeral II, Laksamana Muda TNI Sarimpunan Tanjung, pada Sabtu pagi.
Dalam amanatnya, Dankodaeral II menegaskan bahwa PERSAMI merupakan program strategis untuk membangun karakter generasi muda yang kuat, disiplin, dan mampu memimpin.
Pembentukan Karakter Menyeluruh
Laksda TNI Sarimpunan Tanjung menyoroti pentingnya pengembangan karakter yang tidak hanya berfokus pada fisik, tetapi juga mental, moral, dan kreativitas.
"PERSAMI ini menjadi momentum membentuk generasi muda yang tangguh, disiplin, berjiwa kepemimpinan, serta memiliki kecintaan pada hal-hal positif dan inovatif," ujarnya.
Para kadet, lanjutnya, dibina untuk menumbuhkan nilai fundamental seperti kerja sama, saling menghargai, rasa tanggung jawab, dan kebersamaan.
"Nilai-nilai ini akan memperkuat jiwa korsa dan kemampuan mereka dalam hidup berkelompok," tambahnya.
Apresiasi dan Pesan untuk Kadet
Dankodaeral II menyampaikan apresiasi kepada pembina dan panitia yang telah menyiapkan kegiatan secara optimal. Ia juga berpesan agar para kadet memanfaatkan setiap sesi dengan sungguh-sungguh.
"Gunakan momentum ini untuk menempa diri—baik fisik, mental, maupun spiritual. Jadikan setiap kegiatan sebagai ruang belajar," tegasnya.
Menjadi Pemimpin Masa Depan
Di akhir sambutannya, Laksda TNI Sarimpunan Tanjung kembali mengingatkan esensi semangat seorang kadet: pantang menyerah, disiplin, dan menjunjung cinta tanah air.
Ia menegaskan bahwa para peserta PERSAMI adalah calon pemimpin yang akan membawa Indonesia menuju masa depan gemilang.
"Kalian adalah bagian dari generasi yang akan mengantarkan Indonesia menuju kejayaan—menuju Indonesia Emas. Pegang teguh nilai ini dan jadilah yang terbaik," tutupnya.
Kegiatan pembukaan dihadiri oleh Wakil Komandan Kodaeral II, pejabat utama, perwakilan Forkopimda Sumatera Barat, Sekda Kota Padang, Lurah Air Manis, serta tokoh masyarakat setempat.
(Rini/SRP)
#Persami # kodaeral II
#Laksamanamuda #TNI
NTT, Serasinews.com-Nasib Bripda TT kini berada dalam posisi sulit setelah rekaman dirinya memukul dan menendang dua siswa Sekolah Polisi Negara (SPN) tersebar luas di media sosial.
Dalam video tersebut, Bripda TT—yang disebut sebagai senior—tampak melakukan tindak kekerasan di dalam sebuah ruangan setelah kedua juniornya diketahui merokok.
Kasus ini langsung menarik perhatian publik dan pimpinan Polda Nusa Tenggara Timur (NTT). Kapolda NTT, Irjen Pol Rudi Darmoko, memberikan perhatian khusus dan memerintahkan penanganan disiplin terhadap Bripda TT.
Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol Henry Novika Chandra, menjelaskan bahwa Bripda TT telah diamankan dan ditempatkan dalam Penempatan Khusus (Patsus). Tindakan ini dilakukan untuk mencegah pelaku memengaruhi saksi, menghilangkan barang bukti, atau melarikan diri, serta demi kelancaran pemeriksaan.
“Personel tersebut sudah kami tempatkan di ruang khusus sesuai perintah langsung Kapolda,” ujar Kombes Henry, Jumat (14/11/2025).
Diketahui, Bripda TT adalah anggota Direktorat Samapta Polda NTT dan baru bertugas sekitar 9 bulan sebagai BA Ditsamapta. Peristiwa penganiayaan itu terjadi pada Kamis (13/11/2025).
Kombes Henry menegaskan bahwa Polda NTT tidak menoleransi bentuk kekerasan antarpersonel. Setiap pelanggaran, baik disiplin maupun pidana, akan ditindak tegas.
“Praktik kekerasan tidak bisa dibenarkan. Kepada para senior dan junior, kami ingatkan pentingnya prinsip asih, asah, dan asuh,” tegasnya.
(**)
Padang, Serasinews.com-Rabu (12/11) malam di Pantai Padang berubah dari suasana santai menjadi arena penertiban. Di tengah hembusan angin laut dan keramaian wisatawan, Satgas Pendapatan Kota Padang bersama tim gabungan menggelar operasi besar untuk mengungkap penyalahgunaan listrik pada fasilitas Penerangan Jalan Umum (PJU).
Tim terdiri dari PT PLN, Dishub Kota Padang Bidang PJU, P2TL, Satpol-PP, serta personel TNI dan Polri. Sasaran mereka jelas: menghentikan praktik penggunaan listrik ilegal yang membuat kebocoran pajak PBJT dan merugikan negara.
Lapak-Lapak Gelap yang Mencurigakan
Lokasi pertama yang disisir adalah kawasan Lapau Cimpago, titik yang dipadati pedagang kaki lima setiap malam. Ketika tim mendekat, sejumlah pedagang terlihat tergesa-gesa mematikan lampu masing-masing. Padahal, aktivitas jualan masih berlangsung.
Tindakan itu justru menguatkan kecurigaan. Pemeriksaan lebih dekat menunjukkan beberapa lapak tersambung ke kabel induk PLN di tiang PJU tanpa meteran dan tanpa izin.
“Ini murni pencurian arus. Mereka mengambil daya langsung dari kabel PLN untuk menerangi lapaknya,” ujar Sekretaris Bapenda Kota Padang, Fuji Astomi, yang menyaksikan langsung temuan tersebut.
Instalasi Liar Terbongkar: Dari Tiang PJU hingga Pohon Pinus
Tim kemudian mencopot semua sambungan ilegal yang ditemukan. Kabel panjang menjulur dari tiang PJU, stop kontak dipasang sembarangan di batang pohon pinus, hingga instalasi liar yang membagi arus untuk beberapa lapak—semuanya diamankan sebagai barang bukti.
Fuji menegaskan bahwa praktik tersebut tidak hanya menghilangkan potensi pendapatan daerah, tetapi juga melanggar aturan dan membahayakan publik.
“Kebocoran arus seperti ini merugikan PLN dan pemerintah kota. Pajaknya hilang, dan keamanannya pun tidak terjamin,” ucapnya.
Berusaha Menghilangkan Jejak, Tapi Terlambat
Seorang lelaki terlihat panik ketika tim tiba dan langsung menggulung kabel yang diduga baru saja digunakan. Namun, instalasi liar yang menempel dan menggantung di tiang PJU jelas menunjukkan adanya pelanggaran.
Pengawasan Diperketat, Tak Ada Ruang untuk Pelanggaran Baru
Kabid Pengendalian dan Pelaporan Pendapatan Bapenda Kota Padang, Ikrar Prakarsa, menyampaikan peringatan keras.
“Razia ini bagian dari pengawasan aktif untuk memastikan PBJT tenaga listrik digunakan sesuai aturan,” tutur Ikrar.
Ia menambahkan bahwa tindakan pencurian listrik tidak bisa dianggap sepele.
“Ini bukan hanya merugikan PAD. Instalasi liar bisa menyebabkan korsleting dan membahayakan pengunjung. Kami tidak akan memberi toleransi. Siapa pun yang mencuri listrik akan ditindak tegas,” ujarnya.
Ikrar menegaskan bahwa Pantai Padang akan menjadi fokus pengawasan dalam beberapa minggu ke depan.
“Kalau masih ada yang nekat, kami pastikan ada penindakan lanjutan. Tidak ada alasan dan tidak ada pengecualian,” tegasnya.
PLN: Proses Hukum Mengikuti Temuan Lapangan
Senior Officer Kinerja Transaksi Energi Listrik UP2TL PLN Padang, Rezky Ichwan Karta, memastikan kasus tersebut akan diproses sesuai prosedur resmi.
“Barang bukti sudah kami amankan dan berita acara pemeriksaan akan dibuat. Pelakunya masih dicari, tetapi temuan ini tidak akan dibiarkan begitu saja,” jelasnya.
PLN menegaskan bahwa pencurian listrik dapat dikenai sanksi administrasi hingga pidana.
Kawasan Wisata Tak Boleh Jadi Ladang Pencurian Listrik
Pantai Padang sebagai ikon wisata harus menjadi tempat yang aman, tertib, dan sesuai aturan. Pemerintah kota, PLN, dan aparat keamanan menyatakan komitmennya untuk terus melakukan operasi lanjutan.
Penertiban ini menjadi pesan tegas bagi pelaku usaha: fasilitas publik seperti PJU tidak boleh dipakai seenaknya, apalagi untuk kepentingan komersial tanpa izin.
(Rini)
#Oprasimalam #Listrikilegal
#PKL #pantaipadang #Padang
Padang, Serasinews.com—
Korps Brigade Mobil (Brimob) Polda Sumatera Barat menggelar peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 pada 14 November 2025 di Mako Brimob. Perayaan tahun ini mengangkat tema “Brimob untuk Indonesia: Setia, Berani, dan Peduli”, yang merefleksikan tekad Brimob untuk terus menunjukkan loyalitas, keberanian, dan kepedulian dalam setiap langkah pengabdiannya sebagai pasukan elit Polri.
Rangkaian kegiatan digelar meriah, mulai dari lomba menembak PJU Polda Sumbar, menembak Kasatwil jajaran Polda Sumbar, menembak reaksi perorangan Pamen dan Pama, hingga lomba menembak presisi senjata bahu dan sniper beregu. Tak ketinggalan, kegiatan Satama Challenge, Trilomba, serta lomba kebersihan asrama turut menambah semarak perayaan. Seluruh kegiatan ini dirancang untuk memperkuat kekompakan, mengasah kemampuan personel, dan mendekatkan Brimob dengan masyarakat.
Dansat Brimob Polda Sumbar, Kombes Pol Lukman Syafri Dandel, S.I.K, menyampaikan bahwa peringatan ke-80 ini menjadi momentum penting untuk bersyukur sekaligus mengevaluasi perjalanan panjang Brimob dalam menjaga keamanan dan ketertiban.
“Kekuatan Brimob tidak hanya ada di medan tugas, tetapi juga tumbuh dari keharmonisan dalam keluarga,” ujar Kombes Lukman. (14/11)
Acara tersebut turut dihadiri Kapolda Sumatera Barat Irjen Pol Dr. Drs. Gatot Tri Suryanta, M.Si, para Kapolres se-Sumbar, Pangdam XX/Tuanku Imam Bonjol, Danlantamal II Teluk Bayur, Danlanud St. Syahrir, Kepala BRI Sumbar, Kepala BNN Sumbar, serta tokoh agama dan masyarakat.
Pada kesempatan itu, Brimob kembali menegaskan penghargaan atas perjuangan dan dedikasi para personel dari generasi ke generasi. Kombes Lukman juga mengajak generasi muda untuk bergabung dengan Korps Brimob dan berkontribusi sebagai bagian dari pasukan elit Polri.
Di tengah dinamika keamanan yang semakin kompleks—mulai dari tuntutan profesionalisme hingga ancaman terorisme dan kejahatan berkadar tinggi—Brimob menegaskan komitmennya untuk tetap menjadi pelindung dan pengayom masyarakat.
Suasana perayaan semakin hangat dengan kehadiran warga dan para pengemudi ojek online yang menikmati sajian jajanan gratis yang disediakan sebagai bentuk apresiasi dan kedekatan Brimob dengan masyarakat.
(Rini/jj)
#HUTBrimob #Brimobuntukindonesia
#Padang
Padang, Serasinews.com— Satuan Reserse Kriminal Polres Pasaman Barat berhasil menangkap seorang ayah tiri berinisial JYS, warga Air Bangih, Kecamatan Sei Beremas, yang diduga mencabuli anak tirinya yang masih di bawah umur. Penangkapan dilakukan di Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Padang Pariaman, pada Kamis (6/11/2025), tepat saat pelaku hendak melarikan diri menggunakan pesawat.
Kasat Reskrim Polres Pasbar Iptu Habib Fuad Alhafsi melalui Katim Opsnal, Ipda Alginoganaro, membenarkan bahwa JYS telah dibekuk setelah rangkaian penyelidikan intensif sejak laporan korban masuk ke kepolisian.
Ditangkap Menjelang Naik Pesawat
Informasi keberadaan pelaku di bandara membuat Unit Opsnal bergerak cepat menuju lokasi. JYS berhasil dicegat di depan terminal kedatangan domestik, ketika ia bersiap melangkah menuju area keberangkatan.
“Pelaku tidak melakukan perlawanan ketika kami amankan,” ujar Ipda Alginoganaro.
Aksi Bejat Terjadi Dua Kali
Hasil penyelidikan mengungkap bahwa JYS diduga mencabuli anak tirinya sebanyak dua kali, yakni:
Januari 2024,
April 2025,
Keduanya dilakukan di Kompleks Perumahan PT BTN Nagari Aia Bangih, Kecamatan Sei Beremas. Korban yang mengalami tekanan psikologis akhirnya melapor, dan kasus segera ditindaklanjuti oleh Satreskrim Pasbar.
Kapolres: Tidak Ada Ruang bagi Pelaku Kekerasan Seksual Anak
Kapolres Pasaman Barat, AKBP Agung Tribawanto, menyampaikan sikap tegas terhadap kasus tersebut. Menurutnya, pelaku kekerasan seksual terhadap anak akan diproses tanpa kompromi.
“Ini kejahatan keji. Anak harus dilindungi, bukan menjadi korban dari orang terdekat. Kami pastikan proses hukum berjalan tegas dan cepat,” tegas Kapolres.
Ia menambahkan bahwa korban akan mendapatkan pendampingan dan perlindungan psikologis.
Terancam Hukuman Maksimal 15 Tahun Penjara
JYS kini ditahan di Mapolres Pasaman Barat. Penyidik telah mengumpulkan barang bukti dan meminta keterangan sejumlah saksi. Pelaku dijerat Undang-Undang Perlindungan Anak dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara, serta pemberatan hukuman karena statusnya sebagai ayah tiri.
Kasus ini kembali menegaskan ancaman kekerasan seksual terhadap anak dari lingkungan terdekat dan menjadi peringatan bahwa aparat penegak hukum tidak akan memberi ruang bagi pelaku kabur dari tanggung jawab.
(Rini/Mond)
#Kriminal #PolresPasamanBarat #Pencabulan