SerasiNews.com, Sumatera Barat - Pemerintah melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Sumatera Barat terus mempercepat penanganan kerusakan ruas jalan nasional Kambang–Balai Selasa hingga Indrapura di Kabupaten Pesisir Selatan. Jalur strategis yang menjadi penghubung utama distribusi logistik dan mobilitas masyarakat di pesisir selatan Sumatera Barat itu kini tengah menjalani pekerjaan preservasi secara intensif.
Perbaikan dilakukan menyusul meningkatnya kerusakan jalan akibat tingginya volume kendaraan berat, cuaca ekstrem, serta genangan air yang mempercepat penurunan kualitas aspal. Penanganan yang dilakukan tidak hanya sebatas tambal sulam, namun juga menyasar perbaikan sistem pendukung jalan agar kerusakan tidak terus berulang.
Kepala Satker PJN Wilayah II Sumbar, Masudi, mengatakan pihaknya bergerak cepat menindaklanjuti laporan masyarakat terkait kondisi jalan yang dinilai membahayakan pengguna. Tim teknis bersama kontraktor pelaksana telah diterjunkan ke sejumlah titik prioritas untuk mempercepat proses pengerjaan.
Menurut Masudi, ruas Kambang hingga Indrapura memiliki peran penting sebagai jalur penghubung antardaerah menuju Jambi dan Bengkulu. Karena itu, kelancaran akses transportasi di kawasan tersebut harus tetap terjaga demi mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.
Selain fokus pada perbaikan badan jalan, BPJN Sumbar juga meminta pihak pelaksana melengkapi area proyek dengan rambu-rambu keselamatan, lampu peringatan, dan penanda kerja guna meminimalkan risiko kecelakaan, terutama saat malam hari dan cuaca buruk.
Sementara itu, PPK 2.4 Satker PJN Wilayah II Sumbar, Gina Lamria Indriati Tampubolon, menjelaskan bahwa pekerjaan preservasi mencakup kawasan Kambang, Tapan hingga perbatasan Bengkulu dan Jambi. Penanganan dilakukan dengan sistem prioritas, terutama di titik yang memiliki tingkat kerusakan tinggi dan padat aktivitas masyarakat.
Salah satu lokasi yang menjadi perhatian utama berada di sekitar SDN 07 Labuhan Balai Selasa karena tingginya mobilitas warga dan pelajar di kawasan tersebut.
Gina menambahkan, pekerjaan teknis yang dilakukan bukan hanya pengaspalan ulang, tetapi juga grading atau pembentukan kembali kemiringan bahu jalan. Langkah ini bertujuan memperbaiki aliran air menuju drainase agar tidak terjadi genangan di atas permukaan jalan.
Ia menjelaskan, selama ini endapan tanah dan pertumbuhan rumput liar menyebabkan bahu jalan lebih tinggi dibanding badan jalan. Kondisi tersebut membuat air hujan tertahan dan mempercepat kerusakan aspal, seperti retak hingga munculnya lubang.
Menurutnya, perbaikan drainase menjadi bagian penting dalam menjaga umur layanan jalan nasional agar lebih tahan terhadap beban lalu lintas dan perubahan cuaca.
BPJN Sumbar mencatat beberapa titik pekerjaan telah menunjukkan progres signifikan. Pada ruas Tapan–Batas Bengkulu, penanganan fungsional bahkan disebut telah selesai dan sudah bisa dimanfaatkan masyarakat secara optimal.
Di lapangan, proses pengerjaan berlangsung hampir sepanjang hari dengan melibatkan alat berat, pekerja lapangan, serta pengaturan lalu lintas agar aktivitas kendaraan tetap berjalan selama proyek berlangsung.
Bagi masyarakat Pesisir Selatan, keberadaan jalan nasional ini sangat vital karena menjadi jalur utama distribusi hasil pertanian, perikanan, akses pendidikan, hingga layanan kesehatan dan logistik antardaerah.
Melalui percepatan preservasi tersebut, pemerintah berharap kondisi jalan nasional di wilayah pesisir selatan Sumatera Barat kembali mantap, aman dilalui, serta mampu mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
(Rini)
SerasiNews.com, Padang - Aparat Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditkrimsus) Polda Sumbar melakukan pengawasan intensif di sejumlah SPBU di Kota Padang menyusul kelangkaan BBM subsidi yang masih terjadi di berbagai daerah di Sumatera Barat.
Kegiatan inspeksi yang berlangsung selama tiga hari itu dipimpin langsung oleh Dirkrimsus Polda Sumbar, Kombes Pol Andry Kurniawan. Dalam pemeriksaan tersebut, petugas menemukan sejumlah kendaraan yang dicurigai terlibat praktik pengisian BBM subsidi secara ilegal.
Beberapa kendaraan diketahui telah dimodifikasi dengan tangki tambahan berkapasitas besar untuk menampung solar subsidi dalam jumlah lebih banyak. Polisi juga menemukan dugaan penggunaan pelat nomor berbeda pada kendaraan yang sama guna melakukan pengisian berulang di sejumlah SPBU.
Menurut Kombes Pol Andry, praktik tersebut diduga menjadi salah satu faktor penyebab distribusi BBM subsidi tidak berjalan normal sehingga masyarakat kesulitan mendapatkan solar.
Selain melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan, petugas juga memberikan peringatan kepada pengelola SPBU agar tidak melayani pembelian BBM subsidi melebihi ketentuan yang berlaku.
Kelangkaan BBM subsidi disebut berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat, terutama sopir angkutan barang, bus, dan pelaku usaha kecil yang menggantungkan operasional mereka pada solar subsidi.
Polda Sumbar juga mendalami dugaan penyaluran BBM subsidi ke aktivitas tambang emas ilegal atau PETI yang masih marak di sejumlah wilayah. Aktivitas tersebut membutuhkan konsumsi BBM cukup besar untuk menjalankan mesin tambang.
Akibat kondisi tersebut, antrean kendaraan di SPBU terus terjadi dan memicu kemacetan di beberapa titik. Polisi menegaskan akan terus memperketat pengawasan serta menindak tegas pelaku penyalahgunaan BBM subsidi agar distribusinya tepat sasaran.
(Rini)