Serasinews.com, Padang — Dalam upaya memperkuat pengawasan dan pengamanan pembangunan strategis, Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat (Kejati Sumbar) resmi menandatangani pakta integritas bersama Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Sumatera Barat (BPJN Sumbar), Selasa (7/4/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Lantai 5 Kantor Kejati Sumbar tersebut menjadi langkah konkret dalam mendukung program Pengamanan Pembangunan Strategis (PPS), khususnya terhadap lima kegiatan pembangunan infrastruktur jalan nasional yang direncanakan pada tahun 2026 di wilayah Sumatera Barat.
Penandatanganan pakta integritas ini menegaskan komitmen kedua institusi dalam mewujudkan tata kelola pembangunan yang transparan, akuntabel, dan bebas dari praktik penyimpangan. Melalui PPS, Kejati Sumbar akan memberikan pendampingan hukum serta mitigasi risiko terhadap potensi permasalahan yang dapat menghambat jalannya proyek strategis.
Perwakilan Kejati Sumbar dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa keterlibatan kejaksaan bukan hanya dalam aspek penegakan hukum, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam mengawal pembangunan agar berjalan tepat waktu, tepat mutu, dan tepat sasaran.
Sementara itu, pihak BPJN Sumbar menyambut baik sinergi ini sebagai bentuk dukungan terhadap kelancaran pelaksanaan proyek infrastruktur, yang memiliki peran penting dalam meningkatkan konektivitas dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Dengan adanya kolaborasi ini, diharapkan seluruh proses pembangunan strategis di Sumatera Barat pada tahun 2026 dapat berjalan optimal, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.
(Rini)
Serasinews.com, PASAMAN BARAT | Suasana Command Center Polres Pasaman Barat dipenuhi keseriusan saat jajaran personel mengikuti Zoom Meeting dalam rangka Dialog Penguatan Internal Polri Ke-1. Kegiatan ini mengangkat tema “Tantangan Hukum di Era Artificial Intelligence”, yang kini menjadi perhatian serius dalam dunia penegakan hukum.
Wakapolres Pasaman Barat memimpin langsung jalannya kegiatan tersebut sebagai bagian dari implementasi kepemimpinan Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, S.I.K., dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia di lingkungan Polri.
Dengan penuh perhatian, para personel mengikuti paparan yang ditampilkan melalui layar besar. Materi yang disampaikan menggambarkan bagaimana perkembangan teknologi telah membawa perubahan signifikan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam pola kejahatan.
Dalam arahannya, Wakapolres Pasaman Barat menegaskan bahwa kemajuan teknologi seperti kecerdasan buatan harus direspon dengan kesiapan yang matang. Polisi tidak bisa lagi hanya mengandalkan metode konvensional dalam menjalankan tugas.
Ia menjelaskan bahwa tantangan hukum di era digital semakin kompleks, mulai dari kejahatan siber hingga persoalan etika dalam penggunaan teknologi. Oleh karena itu, pemahaman hukum harus terus diperbarui.
Lebih jauh, Wakapolres Pasbar mengingatkan bahwa integritas tetap menjadi landasan utama dalam setiap langkah penegakan hukum. Nilai-nilai kejujuran dan tanggung jawab tidak boleh tergeser oleh perubahan zaman.
Para peserta terlihat aktif menyimak dan mencatat berbagai poin penting. Hal ini menunjukkan keseriusan dalam menyerap materi yang nantinya akan diterapkan dalam tugas di lapangan.
Wakapolres Pasaman Barat juga mendorong seluruh personel untuk membuka diri terhadap perkembangan teknologi. Menurutnya, teknologi harus menjadi alat bantu dalam meningkatkan kinerja, bukan justru menjadi hambatan.
Ia menekankan bahwa kejahatan berbasis digital membutuhkan pendekatan yang berbeda. Polisi harus mampu memahami pola-pola baru yang muncul seiring dengan perkembangan teknologi.
Selain itu, kemampuan analisis dan kecerdasan berpikir menjadi hal yang sangat penting. Polisi masa kini dituntut tidak hanya kuat secara fisik, tetapi juga cerdas dalam mengambil keputusan.
Dalam kegiatan tersebut, semangat kebersamaan juga terasa kuat. Seluruh personel memiliki tanggung jawab yang sama dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Wakapolres Pasbar mengajak seluruh anggota untuk terus meningkatkan kapasitas diri, baik melalui pelatihan maupun pembelajaran mandiri. Hal ini penting agar polisi tetap relevan di tengah perubahan global.
Ia juga menekankan pentingnya komunikasi yang baik dengan masyarakat. Polisi harus hadir sebagai sosok yang humanis, mudah diakses, dan mampu memberikan solusi.
Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat kesiapan internal Polres Pasaman Barat menghadapi tantangan masa depan.
Dengan semangat yang sama, seluruh personel diharapkan mampu menjalankan tugas dengan profesional, serta tetap mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan dalam setiap tindakan. ( Tim )
Serasinews.com : AIR BANGIS, PASBAR - Di sebuah sudut Nagari Air Bangis, Kecamatan Sungai Beremas, terdapat sebuah rumah sederhana yang jauh dari keramaian. Di tempat itulah sepasang suami istri menjalani hari-hari mereka dengan penuh keterbatasan, dalam kondisi kesehatan yang tidak lagi memungkinkan untuk hidup seperti biasa.
Suasana rumah itu cenderung sunyi, hanya diisi oleh rutinitas sederhana yang dilakukan dengan perlahan dan penuh kehati-hatian. Setiap gerakan terasa berat, setiap aktivitas membutuhkan tenaga dan kesabaran yang tidak sedikit.
Sang suami telah mengalami kelumpuhan sejak satu tahun terakhir. Tubuh yang dulu kuat kini hanya mampu bertahan di tempat, bergantung pada bantuan orang lain untuk sekadar berpindah posisi.
Sementara itu, sang istri juga tengah berjuang melawan penyakit stroke yang membuat geraknya terbatas. Kondisi ini membuatnya tidak lagi mampu menjalankan aktivitas rumah tangga seperti sebelumnya.
Dalam keadaan seperti itu, keduanya hanya bisa saling menguatkan dalam diam. Tidak banyak kata yang terucap, namun kebersamaan menjadi satu-satunya kekuatan yang tersisa.
Keterbatasan fisik membuat mereka kehilangan sumber penghasilan. Hari-hari mereka bergantung pada bantuan dari lingkungan sekitar yang peduli dengan kondisi mereka.
Anak-anak mereka yang juga memiliki tanggung jawab masing-masing belum sepenuhnya mampu menjadi penopang kehidupan keluarga, sehingga beban yang ada terasa semakin berat.
Rumah sederhana itu menjadi saksi bagaimana mereka bertahan dalam keadaan yang serba terbatas, tanpa banyak pilihan selain menerima dan menjalani.
Di tengah kondisi tersebut, langkah aparat kepolisian dari Polsek Sungai Beremas hadir membawa suasana yang berbeda. Kehadiran mereka tidak menciptakan jarak, melainkan menghadirkan rasa hangat yang jarang dirasakan.
Kapolsek Sungai Beremas AKP Elvis Susilo bersama personel datang dengan pendekatan yang sederhana. Tidak ada protokoler yang kaku, tidak ada kesan formal yang berlebihan.
Sapaan hangat dan percakapan ringan menjadi awal pertemuan. Suasana yang sebelumnya sunyi perlahan berubah menjadi lebih hidup dan penuh rasa.
Kehadiran tersebut merupakan bagian dari arah kepemimpinan Kapolres Pasaman Barat, AKBP Agung Tribawanto, S.I.K., yang menekankan pentingnya pendekatan humanis dalam setiap pelaksanaan tugas kepolisian.
Pendekatan ini bukan sekadar konsep, tetapi diwujudkan dalam tindakan nyata yang langsung menyentuh kehidupan masyarakat yang membutuhkan.
Dalam kunjungan itu, bantuan berupa kebutuhan pokok diserahkan. Beras, telur, dan minyak goreng menjadi bentuk perhatian yang diberikan untuk membantu meringankan beban sehari-hari.
Bantuan tersebut mungkin terlihat sederhana, namun memiliki arti besar bagi keluarga yang sedang menghadapi kesulitan.
Yang paling terasa bukan hanya bantuan itu sendiri, tetapi kehadiran polisi yang datang dengan empati dan kepedulian.
Percakapan yang terjadi menghadirkan kehangatan yang sulit diungkapkan. Ada senyum kecil yang muncul di tengah kondisi yang selama ini dipenuhi kesunyian.
Momen itu menjadi bukti bahwa kepedulian tidak harus datang dalam bentuk besar. Kehadiran yang tulus sudah cukup untuk memberikan kekuatan.
Kehadiran polisi dalam situasi seperti ini menunjukkan bahwa tugas mereka tidak hanya sebatas penegakan hukum, tetapi juga menyentuh sisi kemanusiaan yang lebih dalam.
Pendekatan humanis yang dilakukan menjadi gambaran bahwa pelayanan bisa hadir dengan cara yang sederhana, tanpa jarak, dan benar-benar dirasakan.
Di Air Bangis, hari itu, bukan sekadar kunjungan yang terjadi. Ada kepedulian yang tumbuh, ada harapan yang kembali hadir.
Dan bagi pasangan tersebut, kehadiran itu menjadi penguat bahwa mereka tidak sendiri dalam menghadapi hidup. Masih ada yang peduli, masih ada yang datang, dan masih ada harapan yang tersisa. ( Tim )
Serasinews.com, SUMBAR - Di balik keindahan alam Lembah Anai yang kembali memikat, tersimpan upaya besar dalam memulihkan salah satu jalur vital di Sumatera Barat. Pasca bencana alam yang sempat mengganggu akses, kini jalur tersebut dipastikan tetap dibuka selama 24 jam demi menjaga kelancaran mobilitas masyarakat.
Dirlantas Polda Sumbar Kombes Pol H. Muhammad Reza Chairul Akbar Sidiq, S.H., S.I.K., M.H menjadi sosok sentral dalam memastikan kebijakan ini berjalan dengan baik. Ia menegaskan bahwa pembukaan jalur selama 24 jam merupakan langkah strategis untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang sangat bergantung pada akses tersebut.
“Kami memahami bahwa jalur ini sangat penting bagi masyarakat. Oleh karena itu, jalur Lembah Anai kami buka 24 jam untuk kendaraan roda dua dan roda empat, dengan tetap mengedepankan keselamatan sebagai prioritas utama,” ujarnya.
Menurutnya, kebijakan ini tidak diambil secara sembarangan. Setiap keputusan telah melalui pertimbangan matang, termasuk aspek teknis pekerjaan perbaikan jalan yang masih berlangsung hingga saat ini.
“Namun perlu dipahami, sistem buka tutup tetap bersifat situasional. Jika ada pekerjaan yang membutuhkan sterilisasi jalur, maka akses akan ditutup sementara demi keselamatan bersama,” tegasnya.
Setelah penegasan dari Dirlantas, Kasat Lantas Polres Padang Panjang AKP Pifzen Finot, S.H., M.H menyampaikan pesan yang menyentuh sisi kemanusiaan kepada masyarakat.
“Kami di lapangan melihat langsung bagaimana masyarakat sangat bergantung pada jalur ini. Karena itu, kami hadir bukan hanya mengatur lalu lintas, tetapi juga memastikan setiap perjalanan masyarakat berlangsung dengan aman dan nyaman,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa keselamatan adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya aparat kepolisian.
“Perjalanan bukan sekadar sampai tujuan, tetapi bagaimana kita bisa tiba dengan selamat. Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keselamatan, mematuhi arahan petugas, dan tetap waspada karena kondisi jalan masih dalam proses perbaikan,” tuturnya dengan penuh empati.
Di lapangan, personel kepolisian terus berjaga tanpa mengenal waktu. Mereka menjadi garda terdepan dalam mengatur arus lalu lintas sekaligus memastikan tidak terjadi kemacetan maupun potensi kecelakaan.
Kebijakan pembukaan jalur selama 24 jam ini juga membawa dampak positif bagi aktivitas ekonomi masyarakat. Distribusi barang dan jasa tetap berjalan, sehingga roda perekonomian tidak terhambat.
Meski demikian, terdapat pengecualian untuk kendaraan pengangkut BBM yang harus mengikuti pengaturan khusus. Hal ini dilakukan demi menjaga keamanan dan kelancaran di jalur yang masih dalam tahap perbaikan.
Dirlantas Kombes Pol H. Muhammad Reza Chairul Akbar Sidiq kembali mengingatkan bahwa kondisi alam di kawasan Lembah Anai masih perlu diwaspadai, terutama saat cuaca ekstrem yang berpotensi menimbulkan longsor.
Dengan kerja sama antara aparat dan masyarakat, diharapkan proses pemulihan jalur ini dapat berjalan dengan lancar hingga tuntas. Kesadaran dan kepatuhan menjadi kunci utama dalam menjaga keselamatan bersama.
Catatan Redaksi
Langkah kepolisian membuka jalur Lembah Anai selama 24 jam merupakan bentuk nyata pelayanan kepada masyarakat yang membutuhkan akses tanpa hambatan.
Namun di balik itu, polisi juga mengingatkan bahwa keselamatan adalah hal utama yang tidak bisa ditawar.
Masyarakat diharapkan tidak hanya memanfaatkan akses yang ada, tetapi juga ikut menjaga keselamatan diri dan orang lain dengan mematuhi aturan serta arahan petugas di lapangan.
TIM RMO