Latest Post

Aceh Afif Maulana Agam AIDS Aipda Dian WR AirterjunLembahAnaiMeluap Aksibersihpantai AksiJalanan Aleknagari Amak Lisa AmalanBulanRajab AnakHanyut AndreRosiade AnjingPelacak anthropophobia Antikorupsi ApdateKorbanBencanaSumatera Apelsiaga Apeltanggapbencana Arif maulana Arosuka Artikel Artis Minang Asusila balapliar BalapMotor Bali Balikpapan BandarNarkobaKabur Bandung BangunanLiar Banji Banjir BanjirAceh BanjirAgam BanjirBandang BanjirPadang BanjirSumatera BanjirSumbar BanjirSumut BankNagari bansos banten BantuanBencanaAcehHilang BantuanKorbanBencanaPasbar Banyuwangi Bapenda BareskrimPolri Batam BatangArau Batuk BBM BeaCukai bencana Bencana alam Bencanaalam BencanaAlamSumateraBarat BencanaHidrometeorologi BencanaKotaPadang BencanaSumatera BencanaSumbar BerantasNarkoba BeritaDaerah BibitSiklonTropis95B BKSDA BMKG BNNPSumbar BNNsumbar BNPB BobonSantoso Box Redaksi BPBDKabupatenAgam BPBDPadang BPBDSumbar BPHMigas BPJNSumbar BPKB BrimobPoldaSumbar Brimobuntukindonesia BRISuperLeague bukit sitinurbaya Bukittinggi BungaBangkai BungaRafflesia BWSS V padang BWSSV BWSSVPadang Calon Bupati cemburubuta CerintIrallozaTasya Cikampek Cikarang CuacaEkstrem cuacapanasekstrem curanmor Daerah danabos Dandrem 032 WBR DaniFaisal dankodaeral II Demonstrasi Denpasar Depok DeptCollector Dharmasraya Dinas sosial DinasPendidikanSumbar DinasPerpusipPadang DinasPerpustakaandanArsip DinasPertanian dinassosial dinassosialpadang Dirlantas Dirlantas Polda Sumbar DirlantasPoldaSumbar Disdukcapil DitlantasPoldaSumbar DitpolairudPoldaSumbar DPCPKBkotapadang DPDRI DPR DPRD Padang DPRDpadang DPRDsumbar DPUPR DPUPRPadang dubalangkota EmpatPilar Enarotali Evakuasi festival sepakbola Filipina FlyOver Galodo GalodoLembahAnai gangguanhormon GanjaKering gaya hidup GayaHidup gempa GempaBumi gerakcepatdinsos gorontalo GrasstrackMotocross Gresik GunungMerapiErupsi gurbernurriaukenaottkpk HAM HargaCabaiNaik Haripahlawan Harisumpahpemuda Hidroneteologi Hipnotis HismawaMigas HIV Hot New HubunganSesamaJenis hukum Huntara HUT Humaspolri ke 74 HUT80Brimob Hutan HUTKe-64 IKW IKWRI IlegalFishing IlegalMinning IllegalLogging Indonesia Indonesia. indonesiamaju infrastruktur Intan jaya Internasional irigasi Islam Islami Jakarta Jakarta Selatan JalanLembahAnaiPutus JalanLongsor JalanRetak Jambi Jawa Tengah Jayapura Jayawijaya JembatanPutus JembatanRetak Jogyakarta jurnalis JusufKalla K9 Kabupaten Agam kabupaten dharmasraya Kabupaten Solok KabupatenAgam KabupatenDharmasraya KabupatenPasaman KabupatenPasamanBarat KabupatenPesisirSelatan KabupatenpPasaman kabupatenSolokSelatan KafeKaraoke KafeKaroke KAI Sumbar Kakorlantas kakorlantaspolri KAN kapolres kapolressijunjung Kapolri KarangTaruna kasat narkoba KasusMedis keamanan KeamananPublik kebakaran KebakaranPasarPayamumbuh KebatanGunungNagoPutus kecamatankototangah kecelakaan kegiatanrutin KejariDharmasraya kejaripadang kejaripesel KejatiSumbar kekerasan kelangkaanBBM kelangkaansolar KelurahanRimboKaluang Kemenag Kemenhut Kemenkes Kementrian PU kementriankebudayaan KementrianLingkunganHidup KemuliaanBulanRajab kendaraan KeracunanMakanan Kesehatan keselamatan bersama keselamatan kerja kesiapsiagaan kesunyian malam KetahananPangan ketertiban umum KetertibanUmum Kiwirok KKB KLHK Kodim 0307 Tanah Datar KomnasHAM komplotanganjalATM KorbanBanjirAgam KorbanBrncanaAgam Korem 032/WB Korpolairud korupsi Kota Padang KotaBukittinggi KotaPadang KotaPariaman KPK Kriminal KRYD KUHP KumpulanDo'a Laksamanamuda Lampung LapasIIA LayananKesehatan LembahAnai Lembang Leonardy LGBT life style lifestyle Lima Puluh Kota LimaPuluhKota lingkungan listrikilegal literasi lombok timur Longsor LongsorKampusUINImambonjol LowonganKerjaPalsu Madiun Magelang MahardikaMudaIndonesia MahasiswiHilang MahyeldiAnsharullah Makan Bergizi Gratis Makasar Malalak MalPraktek ManfaatAirKelapa manila MapolsekMuaraBatangGadisDibakarMasaa MataElang Medan MengelolaAirUntukNegri mentalhealth Mentawai Mesum Mimika Miras MirasIlegal MobilBencanaDibakarMassa MobilPatwalPoldaSumbarKecelakaan MobilSatpolPPAcehDibakarMassa MobilTerbakar MogokKerja MTsN10pesisirselatan Muhammadiyah Mutasi mutilasibayi nagarisolokambah nagarisulitair narkoba Narkotika Nasioanl Nasional ngaraisianok NinjaSawit NTT odgj OjekOnline OknumGuruLGBT Oksibil olahraga Opini OprasiKeselamatanSinggalang2026 OprasiLilinSinggalang2025 oprasimalam OprasiSinggalang2026 oprasitumpasbandar2025 oprasizebra2025 oprasizebrasinggalang2025 OrangHanyut OTTKPK PabukoanGratis PADA Padang Padang panjang Padang Pariaman PadangAman PadangPariaman PadangRancak PadangSigap Pahlawannasional pajak air tanah Palimanan pandekarancak PanenRaya pantaipadang Papua parenting Pariaman Parlemen Pasaman Pasaman barat pasamanbarat pasang pasarrayapadang Pasuruan Payakumbuh PDAM PeduliBencana Pekanbaru Pelalawan pelayananhumanis PelayananPublik pelayanansosial PelemikBantuanAsing PemakamanMasalKorbanBencanaSumbar Pemasyarakatan PembabatanHutan PembalakanHutanMentawai pembalakanLiar Pembinaan PembinaanWargaBinaan Pembunuhan pemerasan Pemko Padang PemkoPadang PemulihanBencana PemutihanPajakKendaraan pencabulan PencarianKorbanBanjirPadang Pencirian PenculikanAnak Pencurian Pendidikan penegakanhukum penemuanbayi penemuanJanin PenemuanJasadBayo penemuanmayat Penertiban Pengancaman pengangguran penganiayaan Pengeroyokan Penggelapan PenggelapanMotor Penjarahan Perbankan Perceraian Perdagangan Perekonomian peristiwa peristiwadaerah perlindungananak Persami PersijaJakarta pertahanan PerumdaAirMinum Pesisir Selatan PesisirSelatan Peti PJN PKL PolaMakan PolantasMenyapa Polda banten Polda Jabar Polda Kalbar Polda Metro Jaya polda Papua POLDA SulBar POLDA SUMBAR PoldaRiau Poldasumbar PoldaSumut Polhut Policegoestoscool Polisi Politik polPP polres Polres 50 kota Polres Dharmasraya Polres Mentawai Polres Padang panjang Polres Pasaman Polres Pasaman Barat Polres Solok Polres solok selatan PolresPadang polrespasaman polrespasamanbarat polrespasbar PolresPayakumbuh polrespesel PolresSolokKota polresSolokSelatan Polresta bukittinggi Polresta Padang PolresTanahDatar polrestapadang POLRI PolriPresisi Polsek bungus barat Polsek Koto Tangah Padang Polsek Lubeg Pontianak PrabowoSubianto PrajuritTNITewas PrediksiCuaca premanisme Presiden RI PrestaPadang ProyekNasional psp padang Ptostitusi PuanMaharani Puasa Puncak jaya Purwakarta jawabarat QuickWins Ramadhan Razia RekeningDormant Religi RevisiKUHP Riau RidwanKamil RokokIlegal RutanPadang sabu Sajam SakitPerut Sarkel SatgasDamaiCartenz satgasoprasidamai satlantaspolresta SatpolPP SatpolPPAceh Sawahlunto Sawmil SeaGamen2025 segmen sianok seherman SekolahRakyat Semarang semenpadang SemenPadangFC Senjatatajam sepakbola sepakbolaindonesia SepakBolaWanita Serang ServisKendaraanGratisKorbanBanjirAgam SiagaBencana SigapMembangunNegriUntukRakyat Sijunjung sikat singgalang2025 silent treatment simulasibencana Sinkhole siswismptewassaathiking sitinjaulauik Skoliosis SMA1pulaupunjung sobatlalulintasrancakbana solok Solok selatan solokarosuka solokselatan solsel Sosialisasi SPBUganting SPPG STNK Strongpoint subsidi ilegal sukabumi Sulawesi Tenggara Sumatera Barat SumateraBarat Sumaterbarat Sumatra barat Sumbar SungaiKuranji Surabaya swasembadapangan TablighAkbar TambangEmasIlegal tambangilegal TambangIlegalSumbar Tanah datar tanahdatar tanggapdarurat TanggapDaruratBencana tawuran TawuranNarkoba Terbaru Ternate Timika Papua timklewang TimnasIndonesiaU22 TimnasWanitaIndonesia TNI TPUTunggulHitam Transformasi Digital Transformasi polri transpadang TransparansiPublik transportasi TrukTerbakar tsunamiDrill Tuak Uin UIN IB Padang UMKM UNP UpadateKorbanBencanaSumatera UpdateKorbanBanjirSumatera UpdateKorbanBencanaAlam UpdateKorbanBencanaSumatera Utama UUMD3 Viral WargaBinaan Yalimo Yogyakarta Yuhukimo

 

Serasinews.com, Jakarta — Suasana di kawasan Kalibata, Pancoran, berubah mencekam pada Kamis (11/12/2025) sore. Sebuah insiden pengeroyokan terhadap dua mata elang (debt collector) berujung pada dua kematian, kerusuhan, serta pembakaran warung dan kendaraan warga. Polisi kini bergerak cepat untuk menelusuri kejadian yang memicu kepanikan warga tersebut.

Korban Meninggal Dunia

Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Nicolas Ary Lilipaly memastikan salah satu mata elang yang sebelumnya kritis meninggal dunia setelah menjalani perawatan di rumah sakit. Dengan demikian, total korban tewas menjadi dua orang, masing-masing berinisial MET dan NAT.

“Satu korban meninggal di tempat kejadian, satu lagi meninggal di rumah sakit. Keduanya mengalami penganiayaan oleh orang tidak dikenal,” jelas Nicolas.

Kronologi Awal

Kapolsek Pancoran Kompol Mansur menjelaskan, insiden bermula saat dua mata elang menghentikan seorang pengendara motor di Jalan Raya Kalibata. Saat proses teguran berlangsung, seorang pengemudi mobil yang melintas tiba-tiba turun dan memukul salah satu DC. Selanjutnya, empat hingga lima orang ikut mengeroyok korban.

Aksi ini terjadi sangat cepat dan para pelaku langsung melarikan diri. Polisi masih menyelidiki apakah pengeroyokan ini merupakan aksi spontan atau telah direncanakan.

Kerumunan dan Kerusuhan

Beberapa waktu kemudian, puluhan orang datang ke lokasi, diduga rekan atau simpatisan korban. Massa ini melakukan perusakan dan pembakaran terhadap warung dan kendaraan warga. Warga sekitar menggambarkan situasi sangat mencekam, dengan api membubung tinggi dan pecahan kaca berserakan. Banyak warga memilih mengunci diri di rumah.

Penyelidikan Polisi

Hingga saat ini, polisi belum menangkap pelaku pengeroyokan maupun perusakan. Kesulitan terbesar adalah minimnya saksi yang dapat mengenali wajah para pelaku. Polisi tengah mengumpulkan keterangan saksi dan rekaman CCTV, serta menangani kedua peristiwa ini secara terpisah namun paralel.

Dugaan Motif

Meski motif pasti belum diumumkan, beberapa analis menilai insiden ini bisa terkait dengan sentimen publik terhadap praktik debt collector yang kontroversial. Selama beberapa tahun terakhir, bentrokan antara mata elang dan warga beberapa kali terjadi, dan insiden Kalibata bisa menjadi akumulasi ketegangan tersebut.

Keamanan Diperketat

Polisi meningkatkan patroli di kawasan Pancoran dan Kalibata untuk mencegah balasan atau kerumunan serupa. Keluarga korban sedang menyiapkan pemakaman, sementara pihak kepolisian membuka kemungkinan melakukan autopsi jika diperlukan.

(IN)
#MataElang # DeptCollector
#Pengeroyokan # Kriminal

 

Serasinews.com, Jakarta — Ketegangan menyelimuti kawasan TMP Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan, pada Kamis (11/12/2025). Dua insiden beruntun—pengeroyokan brutal pada sore hari dan aksi pembakaran pada malam harinya—membuat wilayah tersebut berubah menjadi pusat perhatian aparat keamanan.

Polisi Tangani Dua Kasus dalam Waktu Bersamaan

Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Nicolas Ary Lilipaly memastikan jajarannya melakukan penyelidikan ganda: kasus penganiayaan yang menewaskan satu mata elang serta perusakan dan pembakaran yang terjadi beberapa jam setelahnya.

“Seluruh bukti sedang kami kumpulkan. Pelaku pengeroyokan maupun massa perusak akan kami kejar,” ujar Nicolas.

Tim dari Polres Jaksel, Polda Metro Jaya, dan Polsek Pancoran sudah disebar untuk menutup potensi kerusuhan lanjutan.

Satu Tewas, Satu Kritis

Dari dua mata elang yang menjadi sasaran, satu dilaporkan tewas di tempat. Satu lainnya mengalami cedera serius pada kepala dan tangan dan kini dirawat intensif di RS Budi Asih. Polisi menunggu kondisi korban stabil karena kesaksiannya dianggap dapat membuka arah penyelidikan.

Pengeroyokan: Eksekusi Cepat dalam Hitungan Menit

Menurut Kapolsek Pancoran Kompol Mansur, kejadian dimulai sekitar pukul 15.30 WIB ketika dua mata elang menghentikan seorang pengendara motor.

Mansur menjelaskan, sebuah mobil tiba-tiba berhenti di belakang mereka, dan 4–5 orang langsung turun untuk menyerang. Korban dihajar menggunakan tangan kosong lalu diseret ke pinggir jalan sebelum para pelaku kabur. Polisi kini menelusuri rekaman CCTV dan saksi untuk mencari identitas para penyerang.

Pembakaran Kios dan Motor: Motif Masih Gelap

Beberapa jam setelah kejadian pertama, sekelompok massa muncul dan merusak beberapa kios serta membakar sepeda motor. Motif mereka belum jelas. Polisi menelusuri kemungkinan aksi balas dendam, kemarahan spontan warga, atau adanya provokasi terencana.

Aparat Dikerahkan Besar-besaran

Ratusan personel Brimob, Samapta, dan aparat gabungan lainnya kini berjaga di sekitar Kalibata untuk memastikan situasi tidak kembali memanas.

Polisi Ingatkan Warga Hindari Kekerasan

Kepolisian meminta warga tidak terprovokasi dan menyerahkan seluruh proses hukum kepada aparat, mengingat konflik antara debt collector dan warga sering memicu tindakan main hakim sendiri.

Kasus Bisa Melebar

Penyelidikan kini fokus pada identitas pelaku pengeroyokan, hubungan mereka dengan korban, serta asal massa yang melakukan pembakaran. Polisi menyatakan tidak menutup kemungkinan adanya aktor lain yang memanfaatkan situasi untuk memperkeruh keadaan.

(L6)
#DeptCollector #MataElang
#Pengeroyokan #Kriminal
#AksiaJalanan

 

Serasinews.com, Jakarta — Ketegangan meledak di kawasan Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan, Kamis sore (11/12/2025), setelah dua debt collector menjadi korban pengeroyokan oleh sekelompok orang tak dikenal. Satu dari mereka tewas di lokasi, sementara rekannya kritis.

Peristiwa Dimulai Setelah Motor Dihentikan

Menurut Kapolsek Pancoran Kompol Mansur, insiden bermula ketika dua debt collector tersebut memberhentikan seorang pengendara motor. Tak lama setelah motor itu berhenti, sebuah mobil di belakang mereka ikut menepi. Empat hingga lima orang keluar dan tanpa berbicara langsung menyerang kedua pria itu.

“Cepat sekali, tiba-tiba pelaku turun dan langsung mengeroyok,” kata Mansur.

Brutal dan Singkat

Serangan berlangsung hanya dalam hitungan detik. Pukulan, tendangan, hingga hantaman benda tumpul menghujani kedua korban yang tak siap menghadapi serangan mendadak. Mereka jatuh, diseret ke pinggir jalan, dan dibiarkan bersimbah darah. Warga sekitar tak berani mendekat karena kekerasan terjadi begitu cepat dan liar.

Pelaku dan Pemotor Menghilang

Ketika polisi tiba, para pelaku sudah kabur menggunakan mobil mereka. Pengendara motor yang sempat diberhentikan pun ikut lenyap, meninggalkan tanda tanya besar mengenai perannya dalam kejadian tersebut.

Motif Belum Terungkap

Polisi masih menelusuri apakah aksi itu merupakan respons spontan, balas dendam, atau bagian dari konflik yang lebih luas. Minimnya saksi dan cepatnya pelaku bergerak membuat penyelidikan terhambat.

Diduga Terkoordinasi

Meski demikian, pola serangan menunjukkan unsur terencana: mobil berhenti serempak, pelaku turun bersama, pengeroyokan berlangsung cepat, lalu mereka kabur dalam formasi yang rapi.

Penyelidikan Bertumpu pada CCTV

Polsek Pancoran dan Polres Metro Jakarta Selatan kini mengumpulkan rekaman CCTV dari area TMP Kalibata dan jalan-jalan sekitar untuk mengidentifikasi pelaku serta menelusuri jalur pelarian mereka.

Pengingat akan Rentannya Konflik di Jalan Raya

Kasus ini memperlihatkan bagaimana situasi di jalan dapat berubah menjadi kekerasan ekstrem tanpa peringatan. Polisi mengimbau masyarakat agar tidak bertindak sewenang-wenang dan meminta siapa pun yang mengetahui detail kejadian untuk segera memberikan informasi.

(L6)
#Peristiwa #Pengeroyokan
#DeptCollector #MataElang

 

Serasinews.com,Aceh Utara — Pembakaran sebuah mobil dinas Satpol PP yang tengah membawa bantuan bencana di Aceh Utara pada Rabu malam, 10 Desember 2025, menimbulkan kehebohan besar. Berbagai spekulasi langsung menyebar di media sosial, sebagian di antaranya menuding petugas hanya datang untuk berfoto tanpa menyalurkan bantuan.

Kasatpol PP Aceh Utara, Iskandar, pada Kamis (11/12/25), memberikan klarifikasi resmi untuk meluruskan persepsi publik. Ia membenarkan insiden pembakaran, namun menegaskan bahwa alasan yang beredar tidak sesuai fakta.

Klarifikasi: “Kami Sedang Bertugas”

Menurut Iskandar, timnya membawa bantuan dan sedang dalam perjalanan menuju Gampong Sarah.

“Tidak benar jika dikatakan kami datang hanya untuk foto-foto. Kami membawa logistik dan sedang berupaya menyalurkannya,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa informasi yang simpang siur telah memperburuk situasi dan memicu kesalahpahaman warga.

Rekonstruksi Kejadian

1. Berangkat Bersama Rombongan Bupati
Kendaraan Satpol PP merupakan bagian dari rombongan resmi yang ditugaskan menyalurkan bantuan.

2. Terperosok dan Mogok
Saat melintasi Desa Kaki Bale, kendaraan terjebak lumpur dan tidak dapat melanjutkan perjalanan.

3. Rombongan Tersesat
Sebagian bantuan telah dibagikan, sementara sisanya akan dibawa ke Gampong Sarah. Namun kesalahan rute membuat rombongan harus mencari jalur alternatif.

4. Dokumentasi Kondisi Kendaraan
Foto kondisi mobil yang mogok diambil sebagai laporan. Di sinilah muncul miskonsepsi yang kemudian memicu salah tafsir di media sosial.

5. Massa Mulai Berdatangan
Tak lama kemudian, sekelompok warga tiba dan meminta seluruh logistik diturunkan. Penjelasan bahwa bantuan tersebut ditujukan untuk desa lain tidak dihiraukan.

6. Seluruh Paket Diturunkan Paksa
Sekitar 500 paket bantuan akhirnya dipaksa dikeluarkan karena situasi semakin tegang.

7. Seruan Pembakaran
Dari kerumunan terdengar komando untuk membakar mobil. Dalam sekejap, api melalap kendaraan dinas tersebut.

“Kami tidak bisa lagi mengendalikan keadaan,” kata Iskandar.

Polisi Telusuri Pemicu Kerusuhan

Hingga kini, aparat kepolisian masih menyelidiki siapa yang memprovokasi pembakaran. Sejumlah keterangan saksi telah dikumpulkan, termasuk barang bukti dari lokasi.

Tekanan Situasi Bencana dan Misinformasi

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa distribusi bantuan di wilayah terdampak bencana sangat rentan terhadap konflik, terutama ketika informasi tidak akurat menyebar begitu cepat.

(SH)
#Peristiwa #SatpolPPAceh
#MobilSatpolPPAcehDibakarMassa
#MobilBantuanBencanaDibakarMassa

 

Serasinews.com, Aceh — BNPB kembali memperbarui data dampak banjir dan longsor yang menimpa tiga provinsi di Sumatera: Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Dalam rilis resmi yang disampaikan Kamis (11/12/2025), jumlah korban meninggal dunia kini menyentuh 990 jiwa, setelah 21 jenazah tambahan ditemukan oleh tim gabungan sepanjang hari.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengungkapkan bahwa Aceh masih menjadi wilayah dengan penemuan korban terbanyak. Aceh Utara, yang terdampak paling parah, kembali menyumbang sebagian besar penemuan terbaru, disusul tiga jasad di Sumatera Utara dan dua di Sumatera Barat.

Proses Identifikasi Korban Masih Berlangsung

Seluruh jasad yang ditemukan langsung dibawa ke posko DVI yang tersebar di sejumlah kabupaten terdampak untuk dilakukan identifikasi. Proses ini melibatkan BNPB, Basarnas, Polri, TNI, dan para relawan yang bekerja hampir tanpa jeda sejak bencana terjadi.

Pengungsi Berkurang Hampir 10 Ribu Jiwa

Di tengah kabar duka tersebut, terdapat perkembangan positif terkait kondisi pengungsian. Per Kamis (11/12), jumlah pengungsi turun menjadi 884.889 jiwa, berkurang 9.615 jiwa dibandingkan sehari sebelumnya. Penurunan ini terjadi seiring membaiknya sebagian kawasan, terutama lokasi yang banjirnya sudah surut dan telah dinilai aman untuk ditempati kembali.

Akses Terbatas dan Cuaca Masih Mengancam

Meski begitu, tim SAR masih berjibaku dengan kondisi medan yang sulit. Beberapa wilayah masih terisolasi karena jalan rusak, jembatan putus, dan material longsor yang menutupi akses. Di Aceh dan Sumut, pencarian bahkan dilakukan dengan perahu karet dan alat berat, sementara di daerah lain petugas harus berjalan kaki menembus medan berat.

BMKG memperingatkan bahwa curah hujan tinggi masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan, membuat tim penyelamat harus tetap waspada terhadap bencana susulan.

Bencana Terbesar di Sumatera dalam 10 Tahun Terakhir

Dengan jumlah korban yang hampir menembus seribu jiwa, bencana banjir dan longsor ini dinilai sebagai salah satu tragedi terbesar di Sumatera dalam satu dekade. BNPB memastikan operasi pencarian dan penyelamatan akan terus dilanjutkan hingga seluruh laporan orang hilang terverifikasi.

Sementara itu, pemerintah pusat bersama pemerintah daerah tengah mempercepat penyaluran bantuan, perbaikan posko sementara, dan penyusunan langkah pemulihan jangka panjang.

(B1)
#BNPB #BencanaSumatera #UpdateKorbanBencanaSumatera

 

Serasinews.com, Banda Aceh — Publik Aceh kembali dikejutkan oleh kabar hilangnya sekitar 80 ton bantuan logistik untuk korban banjir besar di Bener Meriah dan Aceh Tengah. Informasi itu disampaikan langsung oleh Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) dalam konferensi pers di Banda Aceh, Rabu malam (11/12/2025). Ia menyebut menerima laporan bahwa sebagian bantuan yang sudah dikirim pemerintah dan para donatur tidak lagi diketahui keberadaannya.

“Saya dengar berita burung, ada 80 ton hilang entah ke mana. Kita turunkan semua di Bener Meriah,” kata Mualem dengan nada serius.

Pernyataan tersebut langsung menimbulkan kegaduhan. Hilangnya bantuan sebesar itu menandakan kemungkinan adanya penyimpangan sekaligus memperlihatkan lemahnya pengawasan distribusi di tengah situasi darurat yang menuntut kecepatan dan ketelitian.

Diselidiki TNI–Polri

Mualem menegaskan laporan itu masih perlu diverifikasi. Namun, ia memastikan bahwa pemerintah daerah tidak akan menganggapnya sebagai isu sepele. Ia menyebut Pangdam Iskandar Muda dan Polda Aceh akan dilibatkan untuk menelusuri aliran logistik tersebut.

“Kita cek dulu apa betul atau tidak. Ini ada Pangdam, ada polisi. Jangan sampai ada yang bermain,” tegasnya.

Ia menilai dugaan itu berpotensi merugikan ribuan warga yang mengandalkan bantuan untuk bertahan dalam kondisi pascabencana.

Distribusi Berantakan?

Gubernur juga menyebut pemerintah sebenarnya telah mengirimkan logistik dalam jumlah besar ke wilayah tengah Aceh. Namun, ia mempertanyakan efektivitas distribusi di lapangan.

“Sudah maksimal kita kirim. Tapi pertanyaannya, tepat sasaran atau tidak?” katanya.

Di tengah kondisi darurat, berbagai kiriman dari donatur yang masuk bersamaan berpotensi memicu kekacauan distribusi jika tidak diatur secara sistematis. Karena itu, Mualem meminta Bupati Bener Meriah Tagore Abubakar serta para relawan untuk memastikan pembagian bantuan berlangsung adil dan tertata.

“Mohon agar sembako dibagi seadil-adilnya. Bener Meriah jadi titik masuk logistik karena punya bandara,” ujarnya.

Aceh Tengah Tersenyum Tipis Setelah 13 Hari Gelap

Sementara itu, kabar lain datang dari Aceh Tengah. Setelah 13 hari tanpa listrik, warga akhirnya melihat lampu kembali menyala pada Senin malam (8/12). Meski demikian, aliran listrik masih jauh dari stabil. Pola hidup-padam terus berulang hingga Rabu.

“Alhamdulillah menyala, tapi belum stabil. Malam nyala, pagi padam lagi. Sore nyala, tengah malam padam lagi,” kata Dimas, warga Takengon.

Walau terbatas, listrik yang menyala sesaat telah cukup membantu warga memasak, memompa air, dan mengisi daya ponsel untuk persiapan jika gelap kembali menyelimuti malam.

Kerusakan Infrastruktur Capai 40 Persen

Kepala PLN Takengon, Muhammad Furqan, menjelaskan bahwa sekitar 40 persen infrastruktur listrik di Aceh Tengah rusak. Pemulihan total masih bergantung pada perbaikan tower SUTET jalur Bireuen–Takengon, yang membuat proses perbaikan tidak dapat dipercepat meskipun petugas bekerja siang dan malam.

Bencana Berlapis, Pengawasan Dipertanyakan

Warga Aceh Tengah dan Bener Meriah kini menghadapi tantangan berlapis: pemulihan pascabencana yang melambat, jaringan listrik yang belum pulih, serta mencuatnya dugaan hilangnya puluhan ton bantuan logistik.

Informasi soal 80 ton bantuan yang hilang menjadi sinyal keras agar mekanisme penanganan bencana diawasi lebih ketat. Di lapangan, setiap kilogram bantuan sangat berharga bagi warga yang masih berjuang bangkit dari kehancuran.

Pemerintah Aceh bersama TNI–Polri kini ditunggu publik untuk mengungkap apakah benar ada bantuan dalam jumlah besar yang hilang, atau sekadar simpang siur informasi di tengah kondisi genting.

(L6)

#BantuanBencanaAcehHilang #Peristiwa #BanjirAceh

 

Serasinews.com, Medan — Suasana Subuh di Jalan Dwikora, Kelurahan Tanjung Rejo, Kecamatan Medan Sunggal, mendadak berubah mencekam pada Rabu (10/12/2025). Seorang ibu rumah tangga, Faizah Soraya (42), ditemukan tewas di kamar tidurnya. Yang membuat warga terhenyak, pelaku diduga adalah putri kandungnya sendiri, A (12), siswi kelas VII SMP.

Keheningan pagi yang biasanya ramah tiba-tiba pecah oleh berita tragis yang mengguncang seluruh lingkungan.

Penemuan Pagi Buta: 20 Luka Tusuk di Tubuh Korban

Kepala Lingkungan V, Tono, menjadi orang pertama yang tiba setelah menerima laporan adanya keributan sekitar pukul 04.40 WIB.

“Sampai di sana, ambulans RS Colombia Asia sudah terparkir. Petugas medis keluar dan bilang, ‘Korban sudah tiada,’” ujarnya.

Di dalam kamar, sang suami, Alham, hanya bisa terduduk lemas di samping tubuh istrinya. Awalnya, warga hanya melihat luka di bagian lengan. Namun pemeriksaan polisi mengungkap kenyataan jauh lebih brutal: 20 luka tusukan ditemukan di tubuh Faizah. Pisau dapur yang diduga digunakan dalam kejadian itu berada tak jauh dari tempat kejadian.

Pertengkaran Malam Sebelumnya, Keluarga Dikenal Harmonis

Informasi awal menyebutkan peristiwa ini diawali pertengkaran kecil antara ibu dan anak pada malam sebelumnya. Penyebab cekcok tersebut masih didalami polisi. Namun warga menegaskan keluarga ini dikenal akrab dan rukun.

“Akrab kali mereka. Ibunya sayang betul. Setiap pagi antar si A ke depan rumah, pesankan Grab untuk ke sekolah,” kata Tono.

Nama A selama ini dikenal sebagai anak pendiam dan sopan, sehingga peristiwa ini sulit dipercaya oleh warga sekitar.

Rumah yang Biasanya Hangat Kini Terbungkam Sunyi

Rumah keluarga itu kini disegel garis polisi. Adik pelaku menangis saat jenazah Faizah dibawa menuju pemakaman, sementara sang ayah masih terpukul dan belum bisa memberikan kesaksian lengkap kepada penyidik.

Polisi Dalami Motif, Fokus pada Kondisi Psikologis Anak

Penanganan kasus ini dilakukan oleh Unit PPA Satreskrim Polrestabes Medan. Mengingat usia terduga pelaku yang masih 12 tahun, proses hukum dikategorikan sebagai penanganan anak berhadapan dengan hukum sesuai UU Perlindungan Anak.

Motif masih kami dalami,” ujar AKBP Bayu Putro Wijayanto, Kasat Reskrim Polrestabes Medan.

Terduga Pelaku Mendapat Pendampingan Psikologis dan Hukum

A saat ini menjalani pendampingan dari:

Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak,

Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pengendalian Penduduk,

psikolog anak.

Pendampingan diperlukan untuk menilai kondisi mental serta kemungkinan tekanan atau trauma yang mungkin dialami sebelum kejadian.

Warga Masih Terpukul, Publik Menunggu Penjelasan Motif

Hingga kini, masyarakat masih sulit menerima bahwa anak seusia A bisa terlibat dalam tragedi begitu kejam. Polisi menelusuri berbagai kemungkinan—mulai dari tekanan psikologis hingga pemicu lain yang belum terungkap.

Jenazah Faizah telah dimakamkan dalam suasana duka mendalam. Sementara itu, A harus menjalani proses hukum dan pemeriksaan panjang untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi di balik tragedi ini.

(L6)
#Kriminal #Pembunuhan

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.