Latest Post

Aceh Afif Maulana Agam AIDS Aipda Dian WR AirterjunLembahAnaiMeluap Aksibersihpantai AksiJalanan Aleknagari Amak Lisa AmalanBulanRajab AnakHanyut AndreRosiade AnjingPelacak anthropophobia Antikorupsi ApdateKorbanBencanaSumatera Apelsiaga Apeltanggapbencana Arif maulana Arosuka Artikel Artis Minang Asusila balapliar BalapMotor Bali Balikpapan BandarNarkobaKabur Bandung BangunanLiar Banji Banjir BanjirAceh BanjirAgam BanjirBandang BanjirPadang BanjirSumatera BanjirSumbar BanjirSumut bansos banten BantuanBencanaAcehHilang BantuanKorbanBencanaPasbar Banyuwangi Bapenda BareskrimPolri Batam BatangArau Batuk BBM BeaCukai bencana Bencana alam Bencanaalam BencanaAlamSumateraBarat BencanaHidrometeorologi BencanaKotaPadang BencanaSumatera BencanaSumbar BerantasNarkoba BeritaDaerah BibitSiklonTropis95B BKSDA BMKG BNNPSumbar BNNsumbar BNPB BobonSantoso Box Redaksi BPBDKabupatenAgam BPBDPadang BPBDSumbar BPHMigas BPJNSumbar BPKB BrimobPoldaSumbar Brimobuntukindonesia BRISuperLeague bukit sitinurbaya Bukittinggi BungaBangkai BungaRafflesia BWSS V padang BWSSV BWSSVPadang Calon Bupati cemburubuta CerintIrallozaTasya Cikampek Cikarang CuacaEkstrem cuacapanasekstrem curanmor Daerah danabos Dandrem 032 WBR dankodaeral II Demonstrasi Denpasar Depok DeptCollector Dharmasraya Dinas sosial DinasPendidikanSumbar DinasPerpusipPadang DinasPerpustakaandanArsip DinasPertanian dinassosial dinassosialpadang Dirlantas Dirlantas Polda Sumbar DirlantasPoldaSumbar Disdukcapil DitlantasPoldaSumbar DitpolairudPoldaSumbar DPCPKBkotapadang DPDRI DPR DPRD Padang DPRDpadang DPRDsumbar DPUPR DPUPRPadang dubalangkota EmpatPilar Enarotali Evakuasi festival sepakbola Filipina FlyOver Galodo GalodoLembahAnai gangguanhormon GanjaKering gaya hidup GayaHidup gempa GempaBumi gerakcepatdinsos gorontalo GrasstrackMotocross Gresik GunungMerapiErupsi gurbernurriaukenaottkpk HAM HargaCabaiNaik Haripahlawan Harisumpahpemuda Hidroneteologi Hipnotis HismawaMigas HIV Hot New HubunganSesamaJenis hukum Huntara HUT Humaspolri ke 74 HUT80Brimob Hutan IKW IKWRI IlegalFishing IlegalMinning IllegalLogging Indonesia Indonesia. indonesiamaju infrastruktur Intan jaya Internasional irigasi Islam Islami Jakarta Jakarta Selatan JalanLembahAnaiPutus JalanLongsor JalanRetak Jambi Jawa Tengah Jayapura Jayawijaya JembatanPutus JembatanRetak Jogyakarta jurnalis JusufKalla K9 Kabupaten Agam kabupaten dharmasraya Kabupaten Solok KabupatenAgam KabupatenDharmasraya KabupatenPasaman KabupatenPasamanBarat KabupatenPesisirSelatan KabupatenpPasaman kabupatenSolokSelatan KafeKaraoke KafeKaroke KAI Sumbar Kakorlantas kakorlantaspolri KAN kapolres kapolressijunjung Kapolri KarangTaruna kasat narkoba KasusMedis keamanan KeamananPublik kebakaran KebakaranPasarPayamumbuh KebatanGunungNagoPutus kecamatankototangah kecelakaan kegiatanrutin KejariDharmasraya kejaripadang kejaripesel kekerasan kelangkaanBBM kelangkaansolar Kemenag Kemenhut Kemenkes Kementrian PU kementriankebudayaan KementrianLingkunganHidup KemuliaanBulanRajab kendaraan KeracunanMakanan Kesehatan keselamatan bersama keselamatan kerja kesiapsiagaan kesunyian malam KetahananPangan ketertiban umum KetertibanUmum Kiwirok KKB KLHK Kodim 0307 Tanah Datar KomnasHAM komplotanganjalATM KorbanBanjirAgam KorbanBrncanaAgam Korem 032/WB Korpolairud korupsi Kota Padang KotaBukittinggi KotaPadang KotaPariaman KPK Kriminal KRYD KUHP KumpulanDo'a Laksamanamuda Lampung LayananKesehatan LembahAnai Lembang Leonardy LGBT life style lifestyle Lima Puluh Kota LimaPuluhKota lingkungan listrikilegal literasi lombok timur Longsor LongsorKampusUINImambonjol LowonganKerjaPalsu Madiun Magelang MahardikaMudaIndonesia MahasiswiHilang MahyeldiAnsharullah Makan Bergizi Gratis Makasar Malalak MalPraktek ManfaatAirKelapa manila MapolsekMuaraBatangGadisDibakarMasaa MataElang Medan MengelolaAirUntukNegri mentalhealth Mentawai Mesum Mimika Miras MirasIlegal MobilBencanaDibakarMassa MobilPatwalPoldaSumbarKecelakaan MobilSatpolPPAcehDibakarMassa MobilTerbakar MogokKerja MTsN10pesisirselatan Muhammadiyah mutilasibayi nagarisolokambah nagarisulitair narkoba Narkotika Nasioanl Nasional ngaraisianok NinjaSawit NTT odgj OknumGuruLGBT Oksibil olahraga Opini OprasiKeselamatanSinggalang2026 OprasiLilinSinggalang2025 oprasimalam oprasitumpasbandar2025 oprasizebra2025 oprasizebrasinggalang2025 OrangHanyut OTTKPK PADA Padang Padang panjang Padang Pariaman PadangAman PadangPariaman PadangRancak PadangSigap Pahlawannasional pajak air tanah Palimanan pandekarancak PanenRaya pantaipadang Papua parenting Pariaman Parlemen Pasaman Pasaman barat pasamanbarat pasang pasarrayapadang Pasuruan Payakumbuh PDAM PeduliBencana Pekanbaru Pelalawan pelayananhumanis PelayananPublik pelayanansosial PelemikBantuanAsing PemakamanMasalKorbanBencanaSumbar Pemasyarakatan PembabatanHutan PembalakanHutanMentawai pembalakanLiar Pembinaan PembinaanWargaBinaan Pembunuhan pemerasan Pemko Padang PemkoPadang PemulihanBencana PemutihanPajakKendaraan pencabulan PencarianKorbanBanjirPadang Pencirian PenculikanAnak Pencurian Pendidikan penegakanhukum penemuanbayi penemuanJanin PenemuanJasadBayo penemuanmayat Penertiban Pengancaman pengangguran penganiayaan Pengeroyokan Penggelapan PenggelapanMotor Penjarahan Perbankan Perceraian Perdagangan peristiwa peristiwadaerah perlindungananak Persami PersijaJakarta pertahanan PerumdaAirMinum Pesisir Selatan PesisirSelatan Peti PJN PKL PolaMakan PolantasMenyapa Polda banten Polda Jabar Polda Kalbar Polda Metro Jaya polda Papua POLDA SulBar POLDA SUMBAR PoldaRiau Poldasumbar PoldaSumut Polhut Policegoestoscool Polisi Politik polPP polres Polres 50 kota Polres Dharmasraya Polres Mentawai Polres Padang panjang Polres Pasaman Polres Pasaman Barat Polres Solok Polres solok selatan PolresPadang polrespasaman polrespasamanbarat polrespasbar PolresPayakumbuh polrespesel PolresSolokKota polresSolokSelatan Polresta bukittinggi Polresta Padang PolresTanahDatar polrestapadang POLRI PolriPresisi Polsek bungus barat Polsek Koto Tangah Padang Polsek Lubeg Pontianak PrabowoSubianto PrajuritTNITewas PrediksiCuaca premanisme Presiden RI PrestaPadang ProyekNasional psp padang Ptostitusi PuanMaharani Puncak jaya Purwakarta jawabarat QuickWins Razia RekeningDormant Religi RevisiKUHP Riau RidwanKamil RokokIlegal RutanPadang sabu Sajam SakitPerut Sarkel SatgasDamaiCartenz satgasoprasidamai satlantaspolresta SatpolPP SatpolPPAceh Sawahlunto Sawmil SeaGamen2025 segmen sianok seherman SekolahRakyat Semarang semenpadang SemenPadangFC Senjatatajam sepakbola sepakbolaindonesia SepakBolaWanita Serang ServisKendaraanGratisKorbanBanjirAgam SiagaBencana SigapMembangunNegriUntukRakyat Sijunjung sikat singgalang2025 silent treatment simulasibencana Sinkhole siswismptewassaathiking sitinjaulauik Skoliosis SMA1pulaupunjung sobatlalulintasrancakbana solok Solok selatan solokarosuka solokselatan solsel Sosialisasi SPBUganting SPPG STNK Strongpoint subsidi ilegal sukabumi Sulawesi Tenggara Sumatera Barat SumateraBarat Sumaterbarat Sumatra barat Sumbar SungaiKuranji Surabaya swasembadapangan TambangEmasIlegal tambangilegal TambangIlegalSumbar Tanah datar tanahdatar tanggapdarurat TanggapDaruratBencana tawuran TawuranNarkoba Terbaru Ternate Timika Papua timklewang TimnasIndonesiaU22 TimnasWanitaIndonesia TNI TPUTunggulHitam Transformasi Digital Transformasi polri transpadang TransparansiPublik transportasi TrukTerbakar tsunamiDrill Tuak Uin UIN IB Padang UNP UpadateKorbanBencanaSumatera UpdateKorbanBanjirSumatera UpdateKorbanBencanaAlam UpdateKorbanBencanaSumatera Utama UUMD3 Viral WargaBinaan Yalimo Yogyakarta Yuhukimo

 

Serasinews.com, Padang — Curah hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kota Padang selama sepekan terakhir kembali menyebabkan gangguan pada layanan air bersih. Hujan yang terus-menerus membuat debit sungai meningkat drastis dan membawa banyak lumpur serta sedimen. Kondisi ini menghambat kinerja sistem pengambilan air (intake) Perumda Air Minum Kota Padang di sejumlah lokasi.

Tingginya tingkat kekeruhan air sungai sebagai sumber baku membuat proses pengolahan tidak bisa berjalan normal. Beberapa intake terpaksa menurunkan kapasitas produksi, bahkan ada yang berhenti beroperasi sementara akibat kondisi yang tidak memungkinkan.

Petugas Tetap Berjibaku di Tengah Hujan Deras

Salah satu titik yang paling parah terdampak adalah Intake Paraku. Pada Selasa (25/11/2025), para petugas terlihat terus bekerja meskipun hujan masih mengguyur deras dan arus sungai sangat kuat. Meski risikonya besar, mereka tetap berupaya agar intake dapat segera kembali berfungsi.

Tumpukan lumpur yang masuk tanpa henti, aliran air yang semakin keruh, serta kondisi medan yang licin membuat pekerjaan semakin berat. Pembersihan saringan, penyesuaian pompa, hingga upaya penanganan manual terus dilakukan sepanjang hari.

Beberapa Intake Lain Ikut Terdampak

Tak hanya Paraku, intake lain milik Perumda Air Minum Kota Padang pun mengalami gangguan serupa. Tingginya kekeruhan air akibat banjir sungai membuat proses pengolahan menurun tajam dan berdampak pada distribusi air ke pelanggan.

Meski demikian, seluruh tim teknis sudah dikerahkan untuk mempercepat penanganan di lapangan.

Pernyataan Resmi dari Kasubag Humas

Kasubag Humas Perumda Air Minum Kota Padang, Adhie Zein, menyampaikan bahwa cuaca ekstrem membawa tantangan besar bagi sistem produksi air bersih.

“Kekeruhan air saat ini berada jauh di atas batas aman pengolahan. Hampir semua intake terdampak lumpur dari luapan sungai. Namun petugas kami tetap bekerja maksimal, siang dan malam, untuk memulihkan produksi,” jelasnya.

Ia juga menekankan bahwa keselamatan petugas tetap menjadi prioritas, namun dedikasi para pekerja lapangan patut diapresiasi.

“Kami memohon pengertian pelanggan atas gangguan yang terjadi. Tim kami tidak tinggal diam—mereka terus berusaha di tengah hujan dan arus deras agar suplai air segera kembali normal. Informasi perkembangan akan kami sampaikan secara berkala,” tambahnya.

Imbauan untuk Masyarakat

Perumda Air Minum Kota Padang mengimbau warga agar berhemat dalam penggunaan air serta menyiapkan cadangan air bersih selama gangguan berlangsung. Warga juga dapat menyampaikan keluhan atau meminta informasi melalui call center, media sosial, maupun kantor unit layanan terdekat.

(Rini/Mond)
#PerumdaAirMinum #Padang

 

Serasinews.com, Padang —
Hujan deras yang terus mengguyur Kota Padang beberapa hari terakhir memberikan dampak serius terhadap operasional Perumda Air Minum Kota Padang. Intensitas curah hujan yang tinggi dan diprediksi masih berlanjut membuat pasokan air baku ke Instalasi Pengolahan Air (IPA) terganggu, bahkan berpotensi terhenti di sejumlah wilayah.

Debit sungai yang meningkat drastis membawa serta material lumpur, kayu, dan sedimen dalam jumlah besar. Akibatnya, proses penyaringan awal di beberapa IPA tidak lagi berjalan optimal. Bar screen yang seharusnya menahan material padat justru kewalahan diterjang arus kuat, menyebabkan sebagian material lolos dan mengganggu unit pengolahan berikutnya. Di beberapa intake, penyumbatan terjadi total sehingga petugas harus turun langsung untuk membersihkannya secara manual—sebuah pekerjaan penuh risiko di tengah kondisi cuaca ekstrem.

Dampak dari gangguan tersebut mulai dirasakan warga. Sejumlah kawasan di Kota Padang mengalami penurunan tekanan hingga penghentian sementara distribusi air bersih. Sebagai langkah darurat, Perumda Air Minum Kota Padang langsung mengerahkan armada mobil tangki ke wilayah-wilayah paling terdampak untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi.

Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Padang, Hendra Pebrizal, melalui Kasubag Humas Adhie Zein, menegaskan bahwa situasi ini menjadi tantangan besar bagi seluruh petugas di lapangan.

“Kami setiap hari menghadapi derasnya arus sungai yang keruh. Petugas tetap turun ke intake meskipun hujan tidak berhenti. Situasinya sangat berbahaya, namun kami berkomitmen menjaga distribusi air tetap berjalan,” ujar Adhie menyampaikan pesan Dirut, Senin (24/11/2025).

Ia menambahkan bahwa seluruh tim teknis, distribusi, dan armada mobil tangki bekerja sepanjang waktu untuk meminimalkan dampak gangguan kepada warga.

“Kami memohon kesabaran masyarakat. Semua sumber daya sudah kami kerahkan, dan kami berharap doa agar petugas selalu diberi keselamatan.”

Perumda Air Minum Kota Padang juga membuka layanan pengaduan dan permintaan suplai air tangki 24 jam melalui nomor 0811-669-123.

Di Balik Derasnya Hujan: Kisah Perjuangan Petugas Air Minum Kota Padang

Saat malam turun dan hujan masih mengguyur tanpa jeda, ketika sebagian besar warga terlelap, sejumlah petugas Perumda Air Minum justru baru memulai tugas. Mereka mengenakan helm keselamatan, sepatu anti selip, dan jas hujan tebal. Cahaya senter di kepala mereka memantul di permukaan sungai yang meluap—menjadi satu-satunya penerang dalam gelapnya malam.

Pertaruhan Nyawa di Titik Intake

Di intake Nanggalo, air sungai berubah pekat, membawa gelondongan kayu, ranting, hingga sampah rumah tangga. Setiap beberapa jam sekali, petugas harus membersihkan bar screen agar penyumbatan tidak menghentikan IPA.

“Kalau dibiarkan sebentar saja, seluruh proses bisa berhenti,” ujar seorang petugas yang wajahnya penuh percikan lumpur.

Dengan alat seadanya, mereka menarik dan memindahkan material berat. Satu langkah keliru bisa berakibat fatal, namun rasa tanggung jawab membuat mereka tetap bertahan di tengah derasnya arus.

Kerja Tanpa Henti, Meski Langit Mengamuk

Ketika IPA terganggu, distribusi ke rumah warga ikut terdampak. Maka armada tangki bergerak. Truk-truk Perumda Air Minum melaju menembus hujan, bahkan ketika listrik di beberapa wilayah padam.

Bagi mereka, pelayanan tidak mengenal kata berhenti.

“Senyum warga itu yang menghapus lelah,” kata seorang sopir armada tangki sambil membantu warga mengisi wadah air.

Dukungan Warga, Energi yang Menguatkan

Meski fisik terkuras, dukungan masyarakat menjadi penyemangat. Ucapan terima kasih, makanan dari komunitas, bahkan sekadar sapaan membuat petugas merasa perjuangan mereka tidak sia-sia.

“Kami sadar pelayanan mungkin belum sempurna. Tapi percayalah, seluruh petugas bekerja dengan sepenuh hati,” ujar Adhie Zein.

Harapan di Tengah Cuaca Ekstrem

Di tengah cuaca yang sulit diprediksi, Perumda Air Minum Kota Padang tetap menegaskan komitmennya untuk melayani. Para petugas tidak hanya menjalankan tugas, tapi juga menjalankan pengabdian bagi kota yang mereka cintai.

Dirut Hendra Pebrizal mengajak masyarakat untuk terus mendukung dan mendoakan para petugas agar selalu dalam lindungan.

(Rini/Mond)
#PerumdaAirMinum
#Padang

Serasinews.com, Sumatera Barat — Cuaca ekstrem kembali menghajar wilayah Sumatera Barat (Sumbar). Sejak Sabtu hingga Minggu (22–23/11), hujan deras yang berlangsung tanpa jeda disertai angin kencang memicu banjir, pohon tumbang, hingga tanah longsor di lima daerah: Kota Padang, Padangpariaman, Kota Solok, Agam, dan Tanahdatar.

Kepala Pelaksana BPBD Sumbar, Era Sukma Munaf, menyebutkan bahwa tingginya curah hujan di atas batas normal menjadi penyebab utama rentetan bencana ini.

“Laporan dari lima kabupaten/kota sudah kami terima. Tim masih melakukan penanganan di lapangan sekaligus mendata kerusakan,” ujarnya, Minggu sore (23/11).

Padang: Angin Kencang Robohkan Pohon, Banjir Melanda Pagi Buta

Kota Padang menjadi daerah pertama yang merasakan dampak cuaca buruk. Angin kuat sejak dini hari merubuhkan beberapa pohon besar di sejumlah titik Kecamatan Koto Tangah dan Padang Barat, sempat menghambat akses lalu lintas warga.

Tak lama setelahnya, sekitar pukul 04.35 WIB, banjir menggenangi wilayah Gunung Pangilun, Nanggalo. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, air masuk ke permukiman warga. BPBD langsung dikerahkan untuk evakuasi dan pembersihan material pohon tumbang.

Padangpariaman: Banjir Meluas, Longsor Putuskan Akses

Kabupaten Padangpariaman menjadi salah satu yang mengalami dampak paling luas. Hujan berintensitas tinggi menenggelamkan lima kecamatan: Lubuk Alung, Batang Anai, Sintuak Toboh Gadang, Ulakan Tapakis, serta 2×11 Anam Lingkung.

Sementara itu, longsor terjadi di Parit Malintang dan 2×11 Kayu Tanam, menutup ruas jalan, merusak saluran irigasi, hingga menimpa satu bangunan SD. Tim TRC-PB bersama pemerintah daerah bergerak cepat meninjau lokasi dan memastikan akses penting tetap bisa ditembus.

Kota Solok: Dua Bangunan Runtuh, Warga Dievakuasi

Sekitar pukul 02.30 WIB, banjir menerjang Kota Solok dan menyebabkan dua bangunan ambruk, termasuk di sekitar Kampus AMIK Kosgoro. Sebanyak 18 jiwa dari enam KK terpaksa dievakuasi. Tim BPBD telah bersiaga sejak awal hujan turun untuk meminimalkan risiko.

Agam: Banjir Bandang Ubah Aliran Sungai

Kabupaten Agam mencatatkan kerusakan paling serius. Selain genangan, banjir bandang melanda Nagari Paninjauan, Tanjung Raya, membawa material lumpur serta batu-batu besar.

Akibatnya, tiga kolam renang tertimbun, sebuah kafe rusak, tiga saung hancur, dan alur sungai berubah total—mengganggu sumber air utama warga.

Di Nagari Pasia Laweh, sepanjang 25 meter badan jalan amblas sedalam 2,5 meter, memutus akses dan membahayakan aktivitas masyarakat.

Tanahdatar: Rumah Rusak dan Perabotan Hanyut

Di Tanahdatar, banjir melanda Nagari Padang Laweh, Batipuh Selatan. Sebuah rumah mengalami rusak sedang dan dinyatakan tak layak dihuni. Arus deras dari sungai setempat juga menyeret berbagai perabotan rumah tangga, menimbulkan kerugian besar. Pemerintah daerah kini berkoordinasi dengan Dinas PU dan DLH untuk langkah penanganan lanjutan.

BPBD Imbau Warga Tetap Siaga

Meski bencana terjadi serempak di lima daerah, BPBD memastikan tidak ada korban jiwa. Pendataan detail kerusakan masih berlangsung di Solok, Agam, dan Tanahdatar.

Era Sukma Munaf mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan.

“Potensi cuaca ekstrem masih tinggi beberapa hari ke depan. Masyarakat di bantaran sungai, lereng bukit, dan wilayah rawan longsor diminta tetap siaga,” tegasnya.

(Rini/Mond)
#Peristiwa #Banjir #Longsor
#BencanaAlam #BPBDSumbar
#SumateraBarat

Serasinews.com, Pesisir Selatan —
Upaya pencarian terhadap Utat (70), warga Kampung Akad, Nagari Kambang Utara, Kecamatan Lengayang, masih terus dilakukan setelah ia dilaporkan hilang terseret arus sungai pada Senin (24/11) sekitar pukul 11.00 WIB. Peristiwa itu terjadi ketika korban dalam perjalanan pulang dari ladang dan mencoba menyeberangi sungai yang tengah meluap akibat hujan deras sejak pagi.

Kronologi Singkat Kejadian

Korban diketahui berupaya menyeberang menggunakan sebuah ember besar sebagai alat bantu sambil membawa perlengkapan bertani. Namun, arus sungai yang sangat kuat membuat korban kehilangan keseimbangan hingga hanyut terbawa arus. Sejumlah warga yang menemukan ember serta alat-alat korban sekitar satu kilometer dari titik kejadian segera melaporkan hal tersebut kepada pemerintah nagari dan BPBD.

Tim Gabungan Kerahkan Perahu Karet

Setelah menerima laporan, tim gabungan yang terdiri dari BPBD Posko Kambang, Basarnas, Tagana, Polsek Lengayang, TNI, perangkat nagari, dan warga setempat langsung melakukan penyisiran. Dua perahu karet diturunkan untuk menyisir aliran sungai serta area rawan tempat korban kemungkinan tersangkut. Pencarian dilakukan dengan penuh kewaspadaan mengingat kondisi arus yang masih cukup deras dan medan sungai yang curam.

Cuaca Ekstrem Menghambat Pencarian

Meski tim telah menyisir berbagai titik sepanjang hari, hujan lebat yang kembali mengguyur wilayah tersebut memaksa operasi pencarian dihentikan sementara pada Senin sore. Debit air yang terus meningkat membuat situasi tidak aman bagi petugas. Pencarian akan kembali dilanjutkan pada Selasa pagi apabila cuaca memungkinkan.

Peringatan untuk Masyarakat

Pihak BPBD mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di dekat sungai ataupun area yang rawan banjir. Dengan intensitas hujan yang masih tinggi, risiko bencana hidrometeorologi seperti banjir dan arus sungai berbahaya diperkirakan masih akan terjadi. Warga diminta untuk tidak menyeberang sungai jika debit air meningkat demi keselamatan.

(Rini/Mond)

#Peristiwa #OrangHanyut #CuacaEkstrim #PesisirSelatan

Serasinews.com, Padang — Cuaca ekstrem yang masih melanda Kota Padang kembali diwarnai musibah. Kali ini, kobaran api menghanguskan empat unit rumah kontrakan di Kelurahan Alang Laweh, Kecamatan Padang Selatan, Senin (24/11/2025) sekitar pukul 14.30 WIB.

Bangunan kontrakan milik Erman/Syarifudin yang dihuni empat kepala keluarga—Darlis, Ferizon, Fetrina, dan Fatmasari—tiba-tiba dilalap api. Sebanyak 10 jiwa terpaksa berlarian keluar ketika api yang diduga berasal dari salah satu petak kontrakan mendadak membesar dan menyambar ke unit lainnya.

Api Melonjak Cepat, Warga Berusaha Menyelamatkan Barang

Asap pekat pertama kali terlihat dari salah satu kontrakan sebelum api menjalar dengan cepat. Warga langsung panik dan berteriak memperingatkan penghuni lain agar segera keluar.

“Bangunannya banyak dari bahan yang mudah terbakar. Api langsung besar,” ujar seorang warga yang menyaksikan kejadian.

Di tengah gang yang sempit dan padat, warga berusaha mengevakuasi barang berharga seadanya. Sebagian mencoba memadamkan api menggunakan peralatan seadanya sambil menunggu bantuan datang.

Damkar Kerahkan 5 Armada, Akses Sempit Jadi Tantangan

Menerima laporan kebakaran, Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang mengerahkan 5 armada dengan total 75 personel. Namun akses menuju lokasi menjadi kendala utama.

“Jalan sempit membuat mobil pemadam tak bisa masuk dekat titik api. Selang harus ditarik jauh,” kata Kepala Dinas Damkar Padang, Budi Payan.

Dengan dukungan TNI, Polri, dan perangkat kelurahan, petugas akhirnya memadamkan api dalam waktu 35 menit, tepat pada pukul 15.12 WIB.

Kerugian Mencapai Rp400 Juta, Banyak Aset Berhasil Diselamatkan

Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Namun kerugian materi ditaksir sekitar Rp400 juta setelah sebagian besar barang milik penghuni kontrakan hangus terbakar.

Menurut Damkar, total aset senilai Rp1,5 miliar di area sekitar berhasil diselamatkan berkat respons cepat petugas dan warga.

Hingga sore, sisa bangunan tampak berupa puing dan arang, sementara tim Damkar masih melakukan pendinginan untuk mencegah api kembali muncul.

Warga Diimbau Tetap Waspada Meski Musim Hujan

Budi Payan mengingatkan bahwa risiko kebakaran tetap tinggi meskipun Kota Padang tengah memasuki musim hujan.

“Banyak kebakaran terjadi karena korsleting atau kelalaian kecil. Warga diminta rutin mengecek instalasi listrik dan berhati-hati saat memasak,” ujarnya.

Korban Mengungsi, Pemerintah Siapkan Bantuan Darurat

Para korban kini mengungsi di rumah kerabat dan tetangga sekitar. Pihak kelurahan sedang mendata kebutuhan mendesak serta menyiapkan langkah bantuan sementara bagi keluarga terdampak.

Warga berharap pemerintah segera menyediakan tempat tinggal sementara dan bantuan material agar mereka dapat memulai kembali kehidupan sehari-hari.

(Rini/Mond)
#Peristiwa #Kebakaran
#Padang

 

Dharmasraya, Serasinews.com– Dinas Kesehatan (Dinkes) Dharmasraya merilis data terbaru terkait jumlah pasien HIV yang aktif mendapatkan terapi antiretroviral (ARV) di wilayah tersebut pada tahun 2025. Sebanyak 49 pasien tercatat rutin menjalani pengobatan, dengan distribusi yang berbeda-beda di tiap kecamatan.

Koto Baru dan Pulau Punjung Menjadi Titik Konsentrasi Pasien Terbanyak

Dari laporan yang diterbitkan, dua kecamatan menunjukkan angka kasus tertinggi, yaitu:

Koto Baru: 12 pasien

Pulau Punjung: 11 pasien

Keduanya disebut menjadi prioritas penanganan karena merupakan kawasan dengan mobilitas penduduk yang tinggi serta aktivitas ekonomi yang lebih padat dibanding wilayah lain.

Sebaran Kasus di Kecamatan Lain

Beberapa kecamatan mencatat jumlah pasien pada kategori menengah, yakni antara 4–7 orang:

Sitiung: 7 orang

Timpeh: 5 orang

Koto Salak: 4 orang

Adapun kecamatan dengan jumlah kasus rendah (2–3 orang) antara lain:

Koto Besar: 3 orang

Sembilan Koto: 2 orang

Sungai Rumbai: 2 orang

Dinkes juga mencatat adanya 3 pasien dari luar Dharmasraya yang memilih menjalani pengobatan di fasilitas kesehatan setempat.

Data Menjadi Dasar Penguatan Strategi Daerah

Menurut Dinkes Dharmasraya, angka ini menjadi indikator penting untuk merancang upaya pencegahan dan penanganan HIV/AIDS, mencakup:

Peningkatan edukasi publik

Pemerataan akses tes HIV

Pengurangan stigma terhadap ODHA

Penguatan layanan pengobatan dan pendampingan

“Informasi ini membantu kami menentukan fokus intervensi di wilayah dengan kebutuhan penanganan lebih besar. Kami mendorong masyarakat untuk melakukan tes HIV serta aktif mengikuti edukasi,” ujar perwakilan Dinkes.

Stigma dan Minimnya Edukasi Masih Jadi Kendala Utama

Meski program sosialisasi terus ditingkatkan, masyarakat disebut masih banyak yang memiliki pemahaman keliru mengenai HIV. Stigma sosial juga menyebabkan sebagian orang enggan melakukan pemeriksaan atau mencari penanganan dini, sehingga banyak kasus baru diketahui dalam kondisi sudah berat.

Padahal, dengan terapi yang tepat, ODHA tetap dapat menjalani kehidupan sehat dan produktif.

Edukasi dan Kolaborasi Jadi Langkah Kunci

Pemerintah daerah menekankan bahwa HIV/AIDS bukan hanya persoalan kesehatan, tetapi juga tantangan sosial. Edukasi berkelanjutan dari sekolah hingga tingkat nagari terus diperkuat, termasuk melalui penyuluhan berbasis komunitas, layanan mobile clinic, dan kerja sama dengan tokoh masyarakat.

Menuju Dharmasraya Bebas HIV/AIDS

Dengan memperluas akses informasi, memperkuat layanan kesehatan, serta menghapus stigma, pemerintah optimistis laju penularan HIV dapat ditekan. Dinkes mengajak seluruh elemen masyarakat berperan aktif dalam pencegahan maupun dukungan terhadap ODHA.

“Melalui kerja bersama dan pemahaman yang benar, kita dapat memutus rantai penularan dan membantu pasien menjalani hidup yang lebih baik,” tutup Dinkes.

(Rini/Mond)
#HIV #aids
#KabupatenDharmasraya

 

Serasinews.com, Kabupaten Solok – Wakil Bupati Solok H. Candra bersama Anggota DPR RI Komisi V Zigo Rolanda melakukan peninjauan langsung ke proyek pengendalian banjir Batang Lembang di Nagari Salayo, Kecamatan Kubung, Minggu (23/11/2025). Kunjungan ini menjadi bentuk keseriusan pemerintah daerah dan pusat dalam memastikan pembangunan berjalan tepat waktu sekaligus menjawab kebutuhan mendesak masyarakat terhadap solusi banjir yang sudah bertahun-tahun menghantui wilayah tersebut.

Apresiasi Wabup Solok untuk Pemerintah Pusat

Dalam peninjauan itu, Wabup H. Candra menyampaikan terima kasih kepada pemerintah pusat, terutama kepada Zigo Rolanda yang dinilai memiliki peran besar dalam memperjuangkan anggaran dan percepatan realisasi proyek.

“Atas nama Pemkab Solok, kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Zigo atas bantuannya mengawal proyek ini hingga dapat direalisasikan melalui kementerian terkait. Proyek ini sangat membantu warga, khususnya saat hujan deras yang sering menyebabkan sawah dan bahkan sekolah terendam banjir,” ujar Candra.

Ia menambahkan bahwa masyarakat memberi dukungan penuh, termasuk terkait proses pembebasan lahan untuk pekerjaan lanjutan hingga ke perbatasan Kota Solok.

“Masyarakat melalui Camat, Wali Nagari, dan KAN menyatakan siap memberikan lahan jika dibutuhkan. Ini bentuk dukungan luar biasa demi keselamatan bersama,” tambahnya.

Zigo Rolanda: Percepatan Pembangunan Jadi Fokus Utama

Zigo Rolanda menjelaskan bahwa hujan dengan intensitas tinggi beberapa hari terakhir meningkatkan debit air Batang Lembang sehingga ia bersama pemerintah daerah memilih turun langsung mengecek kondisi lapangan.

“Debit air naik cukup signifikan, dan kami menerima laporan dari masyarakat. Karena itu kami segera meninjau untuk memastikan kebutuhan di lapangan terpenuhi,” ungkap Zigo.

Ia menyebutkan bahwa pekerjaan pengendalian banjir di Kabupaten Solok saat ini menggunakan anggaran sekitar Rp48,6 miliar. Sementara sisa pekerjaan dari Salayo menuju batas Kota Solok diperkirakan memerlukan tambahan dana sekitar Rp80 miliar.

“Ini bukan sekadar infrastruktur. Banyak lahan pertanian produktif berada di sekitar aliran sungai, sehingga proyek ini juga berkaitan dengan ketahanan pangan masyarakat,” tegasnya.

PPK Rinaldi Koto: Progres Sesuai Target dan Gunakan Metode Baru

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek, Rinaldi Koto, memaparkan bahwa progres fisik hingga minggu ketiga November telah mencapai 72%, sesuai rencana. Sejumlah bagian bahkan mengalami percepatan berkat dukungan masyarakat dan kondisi lapangan yang mendukung.

Rinaldi menjelaskan bahwa pihaknya menggunakan kombinasi dinding bronjong, beton penahan tanah, serta normalisasi alur sungai untuk mengoptimalkan pengendalian aliran air.

“Sungai Batang Lembang memiliki karakter aliran cepat dan rawan luapan saat curah hujan tinggi. Setelah proyek rampung, risiko banjir diproyeksikan menurun hingga 60–70%, yang tentu sangat berpengaruh bagi keselamatan warga dan produktivitas pertanian,” jelasnya.

Ia berharap sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat terus terjaga hingga proyek selesai sepenuhnya.

Harapan Baru untuk Masyarakat

Selama bertahun-tahun, banjir di sepanjang Batang Lembang menyebabkan kerugian materi, mengganggu aktivitas sekolah, merusak lahan pertanian, bahkan mengancam keselamatan warga. Kehadiran proyek ini menjadi harapan besar bagi masyarakat Kecamatan Kubung dan sekitarnya untuk hidup lebih aman dan lebih produktif.

Pejabat dan Tokoh Masyarakat yang Hadir

Turut mendampingi dalam peninjauan tersebut:

Kadis PUPR Kabupaten Solok Effia Vivi Fortuna

Kadis PRKPP Retni Humaira

Kabid BPBD Indra Muchsis beserta tim

Ketua Golkar Kabupaten Solok Mukhkis Dt. Gampo

Camat, Wali Nagari, KAN, dan tokoh masyarakat setempat

(Rini/Mond)

#BWSSVPadang #Infrastruktur

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.