Latest Post

Aceh Afif Maulana Agam AIDS Aipda Dian WR AirterjunLembahAnaiMeluap Aksibersihpantai AksiJalanan Aleknagari Amak Lisa AmalanBulanRajab AnakHanyut AndreRosiade AnjingPelacak anthropophobia Antikorupsi ApdateKorbanBencanaSumatera Apelsiaga Apeltanggapbencana Arif maulana Arosuka Artikel Artis Minang Asusila balapliar BalapMotor Bali Balikpapan BandarNarkobaKabur Bandung BangunanLiar Banji Banjir BanjirAceh BanjirAgam BanjirBandang BanjirPadang BanjirSumatera BanjirSumbar BanjirSumut bansos banten BantuanBencanaAcehHilang BantuanKorbanBencanaPasbar Banyuwangi Bapenda BareskrimPolri Batam BatangArau Batuk BBM BeaCukai bencana Bencana alam Bencanaalam BencanaAlamSumateraBarat BencanaHidrometeorologi BencanaKotaPadang BencanaSumatera BencanaSumbar BerantasNarkoba BeritaDaerah BibitSiklonTropis95B BKSDA BMKG BNNPSumbar BNNsumbar BNPB BobonSantoso Box Redaksi BPBDKabupatenAgam BPBDPadang BPBDSumbar BPHMigas BPJNSumbar BPKB BrimobPoldaSumbar Brimobuntukindonesia BRISuperLeague bukit sitinurbaya Bukittinggi BungaBangkai BungaRafflesia BWSS V padang BWSSV BWSSVPadang Calon Bupati cemburubuta CerintIrallozaTasya Cikampek Cikarang CuacaEkstrem cuacapanasekstrem curanmor Daerah danabos Dandrem 032 WBR dankodaeral II Demonstrasi Denpasar Depok DeptCollector Dharmasraya Dinas sosial DinasPendidikanSumbar DinasPerpusipPadang DinasPerpustakaandanArsip DinasPertanian dinassosial dinassosialpadang Dirlantas Dirlantas Polda Sumbar DirlantasPoldaSumbar Disdukcapil DitlantasPoldaSumbar DitpolairudPoldaSumbar DPCPKBkotapadang DPDRI DPR DPRD Padang DPRDpadang DPRDsumbar DPUPR DPUPRPadang dubalangkota EmpatPilar Enarotali Evakuasi festival sepakbola Filipina FlyOver Galodo GalodoLembahAnai gangguanhormon GanjaKering gaya hidup GayaHidup gempa GempaBumi gerakcepatdinsos gorontalo GrasstrackMotocross Gresik GunungMerapiErupsi gurbernurriaukenaottkpk HAM HargaCabaiNaik Haripahlawan Harisumpahpemuda Hidroneteologi Hipnotis HismawaMigas HIV Hot New HubunganSesamaJenis hukum Huntara HUT Humaspolri ke 74 HUT80Brimob Hutan IKW IKWRI IlegalFishing IlegalMinning IllegalLogging Indonesia Indonesia. indonesiamaju infrastruktur Intan jaya Internasional irigasi Islam Islami Jakarta Jakarta Selatan JalanLembahAnaiPutus JalanLongsor JalanRetak Jambi Jawa Tengah Jayapura Jayawijaya JembatanPutus JembatanRetak Jogyakarta jurnalis JusufKalla K9 Kabupaten Agam kabupaten dharmasraya Kabupaten Solok KabupatenAgam KabupatenDharmasraya KabupatenPasaman KabupatenPasamanBarat KabupatenPesisirSelatan KabupatenpPasaman kabupatenSolokSelatan KafeKaraoke KafeKaroke KAI Sumbar Kakorlantas kakorlantaspolri KAN kapolres kapolressijunjung Kapolri KarangTaruna kasat narkoba KasusMedis keamanan KeamananPublik kebakaran KebakaranPasarPayamumbuh KebatanGunungNagoPutus kecamatankototangah kecelakaan kegiatanrutin KejariDharmasraya kejaripadang kejaripesel KejatiSumbar kekerasan kelangkaanBBM kelangkaansolar Kemenag Kemenhut Kemenkes Kementrian PU kementriankebudayaan KementrianLingkunganHidup KemuliaanBulanRajab kendaraan KeracunanMakanan Kesehatan keselamatan bersama keselamatan kerja kesiapsiagaan kesunyian malam KetahananPangan ketertiban umum KetertibanUmum Kiwirok KKB KLHK Kodim 0307 Tanah Datar KomnasHAM komplotanganjalATM KorbanBanjirAgam KorbanBrncanaAgam Korem 032/WB Korpolairud korupsi Kota Padang KotaBukittinggi KotaPadang KotaPariaman KPK Kriminal KRYD KUHP KumpulanDo'a Laksamanamuda Lampung LayananKesehatan LembahAnai Lembang Leonardy LGBT life style lifestyle Lima Puluh Kota LimaPuluhKota lingkungan listrikilegal literasi lombok timur Longsor LongsorKampusUINImambonjol LowonganKerjaPalsu Madiun Magelang MahardikaMudaIndonesia MahasiswiHilang MahyeldiAnsharullah Makan Bergizi Gratis Makasar Malalak MalPraktek ManfaatAirKelapa manila MapolsekMuaraBatangGadisDibakarMasaa MataElang Medan MengelolaAirUntukNegri mentalhealth Mentawai Mesum Mimika Miras MirasIlegal MobilBencanaDibakarMassa MobilPatwalPoldaSumbarKecelakaan MobilSatpolPPAcehDibakarMassa MobilTerbakar MogokKerja MTsN10pesisirselatan Muhammadiyah mutilasibayi nagarisolokambah nagarisulitair narkoba Narkotika Nasioanl Nasional ngaraisianok NinjaSawit NTT odgj OjekOnline OknumGuruLGBT Oksibil olahraga Opini OprasiKeselamatanSinggalang2026 OprasiLilinSinggalang2025 oprasimalam OprasiSinggalang2026 oprasitumpasbandar2025 oprasizebra2025 oprasizebrasinggalang2025 OrangHanyut OTTKPK PADA Padang Padang panjang Padang Pariaman PadangAman PadangPariaman PadangRancak PadangSigap Pahlawannasional pajak air tanah Palimanan pandekarancak PanenRaya pantaipadang Papua parenting Pariaman Parlemen Pasaman Pasaman barat pasamanbarat pasang pasarrayapadang Pasuruan Payakumbuh PDAM PeduliBencana Pekanbaru Pelalawan pelayananhumanis PelayananPublik pelayanansosial PelemikBantuanAsing PemakamanMasalKorbanBencanaSumbar Pemasyarakatan PembabatanHutan PembalakanHutanMentawai pembalakanLiar Pembinaan PembinaanWargaBinaan Pembunuhan pemerasan Pemko Padang PemkoPadang PemulihanBencana PemutihanPajakKendaraan pencabulan PencarianKorbanBanjirPadang Pencirian PenculikanAnak Pencurian Pendidikan penegakanhukum penemuanbayi penemuanJanin PenemuanJasadBayo penemuanmayat Penertiban Pengancaman pengangguran penganiayaan Pengeroyokan Penggelapan PenggelapanMotor Penjarahan Perbankan Perceraian Perdagangan peristiwa peristiwadaerah perlindungananak Persami PersijaJakarta pertahanan PerumdaAirMinum Pesisir Selatan PesisirSelatan Peti PJN PKL PolaMakan PolantasMenyapa Polda banten Polda Jabar Polda Kalbar Polda Metro Jaya polda Papua POLDA SulBar POLDA SUMBAR PoldaRiau Poldasumbar PoldaSumut Polhut Policegoestoscool Polisi Politik polPP polres Polres 50 kota Polres Dharmasraya Polres Mentawai Polres Padang panjang Polres Pasaman Polres Pasaman Barat Polres Solok Polres solok selatan PolresPadang polrespasaman polrespasamanbarat polrespasbar PolresPayakumbuh polrespesel PolresSolokKota polresSolokSelatan Polresta bukittinggi Polresta Padang PolresTanahDatar polrestapadang POLRI PolriPresisi Polsek bungus barat Polsek Koto Tangah Padang Polsek Lubeg Pontianak PrabowoSubianto PrajuritTNITewas PrediksiCuaca premanisme Presiden RI PrestaPadang ProyekNasional psp padang Ptostitusi PuanMaharani Puncak jaya Purwakarta jawabarat QuickWins Razia RekeningDormant Religi RevisiKUHP Riau RidwanKamil RokokIlegal RutanPadang sabu Sajam SakitPerut Sarkel SatgasDamaiCartenz satgasoprasidamai satlantaspolresta SatpolPP SatpolPPAceh Sawahlunto Sawmil SeaGamen2025 segmen sianok seherman SekolahRakyat Semarang semenpadang SemenPadangFC Senjatatajam sepakbola sepakbolaindonesia SepakBolaWanita Serang ServisKendaraanGratisKorbanBanjirAgam SiagaBencana SigapMembangunNegriUntukRakyat Sijunjung sikat singgalang2025 silent treatment simulasibencana Sinkhole siswismptewassaathiking sitinjaulauik Skoliosis SMA1pulaupunjung sobatlalulintasrancakbana solok Solok selatan solokarosuka solokselatan solsel Sosialisasi SPBUganting SPPG STNK Strongpoint subsidi ilegal sukabumi Sulawesi Tenggara Sumatera Barat SumateraBarat Sumaterbarat Sumatra barat Sumbar SungaiKuranji Surabaya swasembadapangan TambangEmasIlegal tambangilegal TambangIlegalSumbar Tanah datar tanahdatar tanggapdarurat TanggapDaruratBencana tawuran TawuranNarkoba Terbaru Ternate Timika Papua timklewang TimnasIndonesiaU22 TimnasWanitaIndonesia TNI TPUTunggulHitam Transformasi Digital Transformasi polri transpadang TransparansiPublik transportasi TrukTerbakar tsunamiDrill Tuak Uin UIN IB Padang UNP UpadateKorbanBencanaSumatera UpdateKorbanBanjirSumatera UpdateKorbanBencanaAlam UpdateKorbanBencanaSumatera Utama UUMD3 Viral WargaBinaan Yalimo Yogyakarta Yuhukimo

Serasinews.com,  - Dalam sejarah Islam, banyak kisah yang mengabadikan keutamaan para sahabat Nabi Muhammad ï·º. Salah satunya adalah cerita ketika seorang pendeta Yahudi datang kepada Khalifah Umar bin Khattab dengan membawa sejumlah pertanyaan pelik yang ia yakini tidak mudah dijawab. Peristiwa ini kemudian menjadi saksi keilmuan Sayyidina Ali bin Abi Thalib, sekaligus meneguhkan keyakinan bahwa ilmu adalah senjata terkuat seorang mukmin.

Latar Belakang: Kedatangan Sang Pendeta

Pada masa kekhalifahan Umar bin Khattab, banyak tokoh dari berbagai agama yang ingin menguji kecerdasan dan keyakinan kaum Muslimin. Di antara mereka, seorang pendeta Yahudi datang dengan membawa sederet pertanyaan yang dianggap hanya bisa dijawab oleh orang yang benar-benar menguasai ilmu agama.

Pendeta itu menemui Umar dan berkata:

"Wahai Amirul Mukminin, aku ingin mengajukan beberapa pertanyaan. Jika engkau dapat menjawabnya, aku akan mempertimbangkan kebenaran agama Islam. Namun jika engkau tidak mampu, maka biarkanlah aku tetap dalam keyakinanku."

Umar, yang terkenal dengan kebijaksanaan sekaligus kewaspadaannya, tidak gegabah. Ia menyadari bahwa pertanyaan ini bukan sekadar ujian intelektual, tetapi juga menyangkut marwah Islam di mata seorang pemuka agama lain. Maka Umar pun berkata dengan tenang:

"Aku akan memanggil orang yang paling tepat untuk menjawabmu. Ia adalah pintu ilmu, saudara sepupu sekaligus menantu Rasulullah ï·º."

Dengan penuh keyakinan, Umar lalu memanggil Sayyidina Ali bin Abi Thalib.

Pertanyaan-Pertanyaan Sang Pendeta

Setelah Ali hadir, pendeta itu mengajukan pertanyaan pertamanya dengan nada menantang:

"Apa yang tidak diciptakan oleh Allah?"

Ali menjawab tegas:

"Allah menciptakan segala sesuatu. Namun satu hal yang tidak Allah ciptakan adalah huruf-huruf Al-Qur’an, sebab ia adalah kalam-Nya yang azali, bukan makhluk."

"Siapakah wanita yang melahirkan tetapi tidak memiliki rahim?"

Ali menjawab dengan senyum penuh ketenangan:

"Wanita itu adalah Hawa. Allah menciptakannya dari tulang rusuk Nabi Adam, bukan dari rahim seorang ibu."

"Apakah kubur yang berjalan bersama isinya?"

Ali menjawab tanpa ragu:

"Itu adalah ikan paus yang menelan Nabi Yunus. Perut paus itu menjadi kubur bagi beliau, namun tetap bergerak di tengah lautan."

"Apakah sesuatu yang diciptakan Allah namun dianggap besar padahal kecil, dan dianggap kecil padahal besar?"

Ali menjelaskan dengan mendalam:

"Sesuatu yang dianggap besar padahal kecil adalah dunia dengan segala perhiasannya. Sementara sesuatu yang dianggap kecil padahal besar adalah amal saleh yang dilakukan dengan ikhlas."

"Apakah sesuatu yang bernapas tetapi tidak memiliki ruh?"

Ali menjawab dengan lantang:

"Itu adalah waktu subuh, sebagaimana firman Allah: 'Dan demi subuh apabila ia mulai bernapas.' (QS. At-Takwir: 18)."

Keheningan yang Memukau

Setiap jawaban Ali membuat pendeta itu terdiam. Ia mendapati bahwa jawaban yang diberikan bukan sekadar logika, tetapi penuh dengan kedalaman makna, bersandar pada dalil, dan disampaikan dengan keyakinan yang tak tergoyahkan.

Umar yang menyaksikan dialog itu pun tersenyum lega. Ia tahu bahwa pilihannya memanggil Ali bukanlah keputusan keliru. Justru di situlah terlihat betapa dalamnya ilmu Ali ilmu yang diperoleh dari didikan langsung Rasulullah ï·º.

Hikmah dari Kisah Ini

Kisah pertemuan Umar, Ali, dan pendeta Nasrani ini memberikan banyak pelajaran:

Kerendahan hati seorang pemimpin. Umar tidak merasa harus menjawab semua pertanyaan sendiri. Ia tahu kapan harus menyerahkan urusan pada yang lebih ahli.

Keutamaan ilmu Sayyidina Ali. Julukan Bab al-‘Ilm (Pintu Ilmu) bukan sekadar simbolis, tetapi nyata dalam sejarah.

Dialog antaragama. Kisah ini menunjukkan bahwa Islam tidak anti-dialog, bahkan justru menyambut pertanyaan dengan jawaban yang bijaksana.

Iman yang kokoh. Jawaban Ali tidak hanya rasional, tetapi juga penuh dengan spiritualitas, membuktikan bahwa iman sejati berdiri di atas ilmu.

Dialog antara Sayyidina Ali dan pendeta Nasrani di masa Khalifah Umar bin Khattab adalah potret indah bagaimana Islam mengajarkan keterbukaan, kecerdasan, dan kedalaman ilmu. Bagi umat Islam, kisah ini adalah pengingat bahwa kebenaran tidak hanya dipertahankan dengan pedang, tetapi juga dengan akal, ilmu, dan hujjah yang kuat.

Ali bukan hanya seorang panglima yang gagah di medan perang, tetapi juga ulama yang tak tertandingi dalam medan ilmu. Maka tak berlebihan bila Nabi Muhammad ï·º pernah bersabda:

"Aku adalah kota ilmu, dan Ali adalah pintunya."


(***)

#Islami #Religi


Serasinews.com,Padang – Karang Taruna Kota Padang tahun ini memasuki usia yang tak lagi muda. Menginjak usia ke-65, organisasi kepemudaan yang menjadi wadah pembinaan dan pemberdayaan generasi muda ini tidak hanya hadir dengan semangat kebersamaan, tetapi juga menawarkan rangkaian kegiatan yang sarat makna.

Dengan mengusung tema “Berkarya, Mengabdi, dan Peduli”, Karang Taruna Kota Padang berkomitmen melahirkan generasi muda yang mandiri, tangguh, inovatif, sekaligus memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Semangat ini juga sejalan dengan visi Pemerintah Kota Padang dalam mewujudkan Padang Smart City, di mana peran pemuda menjadi salah satu motor penggeraknya.

Rangkaian Acara HUT ke-65 Karang Taruna Kota Padang

Ketua Karang Taruna Kota Padang, Zalmadi, S.Hum, mengungkapkan bahwa rangkaian acara HUT tahun ini dikemas tidak hanya sekadar hiburan, melainkan juga menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Berikut agenda yang telah disusun:

1. Turnamen Mini Soccer Karang Taruna Cup

19–21 September 2025

Lapangan Top Score Arena, Tunggul Hitam

Turnamen ini menjadi ajang silaturahmi dan sportivitas bagi pemuda se-Kota Padang. Bukan sekadar pertandingan, kegiatan ini diharapkan mempererat persaudaraan lintas komunitas pemuda sekaligus menumbuhkan semangat sportivitas.

2. Karang Taruna Go To School

15–23 September 2025

Sekolah-sekolah di Kota Padang

Program ini membawa Karang Taruna lebih dekat dengan dunia pendidikan. Dalam kunjungannya, mereka akan menyerahkan bantuan perlengkapan sekolah untuk siswa kurang mampu. “Ini bentuk kepedulian nyata kami terhadap pendidikan anak bangsa. Karena pendidikan adalah pintu awal menuju generasi muda yang mandiri dan cerdas,” jelas Zalmadi.

3. Lomba Pop Solo Religi

25 September 2025

Lapangan Medan Nan Bapaneh, Tugu APEKSI, Pemko Padang

Ajang ini membuka ruang ekspresi seni religi bagi generasi muda. Selain menjadi wadah menyalurkan bakat seni, lomba ini juga bertujuan memperkuat nilai spiritualitas di tengah gempuran modernisasi.

4. Malam Puncak HUT Karang Taruna Kota Padang

26 September 2025

Malam puncak akan digelar meriah dengan pertunjukan seni tradisional Minangkabau seperti pencak silat dan randai, hiburan organ tunggal, hingga pesta ulang tahun Karang Taruna. Acara ini dirancang sebagai pesta kebersamaan, tempat masyarakat dari berbagai kalangan bisa berkumpul, bersilaturahmi, sekaligus merayakan perjalanan panjang Karang Taruna.

Kepemimpinan dan Dukungan Penuh

Di bawah kepemimpinan Zalmadi, S.Hum yang juga merupakan anggota DPRD Padang dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sekaligus Dewan Pembina Ikatan Kekeluargaan Wartawan (IKW) Republik Indonesia Karang Taruna Kota Padang terus menunjukkan eksistensinya sebagai organisasi pemuda yang adaptif dan solutif.

Sementara itu, Ketua Pelaksana HUT, Hendrizal Tanjung, S.Hut, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan hanya sekadar perayaan, melainkan ruang kebersamaan yang memberikan dampak positif.

“Dari olahraga, pendidikan, hingga seni budaya, semuanya diarahkan untuk menghidupkan nilai-nilai sosial dan solidaritas,” ucapnya.

Kepengurusan Karang Taruna Kota Padang juga diperkuat oleh Gusmar Tanjung (Bendahara) dan Hendratmo (Sekretaris). Mereka menegaskan bahwa momentum HUT ke-65 ini menjadi titik penting dalam memperkuat peran Karang Taruna sebagai mitra strategis pemerintah sekaligus wadah kreativitas pemuda.

Dukungan Pemerintah Kota

Wali Kota Padang Fadly Amran dan Wakil Wali Kota H. Maigus Nasir turut memberikan apresiasi terhadap kiprah Karang Taruna. Menurut mereka, keberadaan Karang Taruna sangat strategis dalam menggerakkan partisipasi masyarakat, khususnya pemuda, di berbagai bidang pembangunan.

“Karang Taruna bukan hanya organisasi pemuda, tetapi mitra pemerintah dalam memperkuat nilai kebersamaan, kepedulian sosial, dan pemberdayaan masyarakat,” ujar Wali Kota.

Tonggak Baru Generasi Muda Padang

Usia 65 tahun menjadi momentum refleksi sekaligus pembuktian bahwa Karang Taruna tetap relevan di tengah perkembangan zaman. Dengan semangat kebersamaan, perayaan HUT tahun ini diharapkan menjadi tonggak baru bagi pemuda Padang untuk terus berdaya, berkreasi, dan berkontribusi nyata dalam pembangunan kota.

Seperti ditegaskan Zalmadi, “Bersama Karang Taruna, kita wujudkan pemuda mandiri, tangguh, dan inovatif, serta memiliki jiwa sosial. Inilah semangat menuju Padang Smart City.”

(Rini/mond) 

 


Serasinews.com, Padang – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-70 Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat berlangsung berbeda tahun ini. Tidak sekadar dirayakan dengan upacara seremonial, Ditlantas Polda Sumbar justru memilih cara yang lebih bermakna: menghadirkan senyum dan kesehatan bagi masyarakat melalui kegiatan bakti sosial berupa sunatan massal dan pemeriksaan kesehatan gratis.

Kegiatan kemanusiaan ini digelar pada Rabu, 10 September 2025, sejak pukul 07.00 WIB hingga selesai. Lokasi acara berpusat di Aula Patriatama dan Lapangan Apel Ditlantas Polda Sumbar, yang sejak pagi sudah dipadati warga dari berbagai kalangan. Mereka datang bukan hanya untuk memeriksakan kesehatan, tetapi juga untuk merasakan kebersamaan dan kepedulian yang ditunjukkan institusi kepolisian di hari jadinya.

Layanan Kesehatan Lengkap, Antusiasme Warga Tinggi

Data yang tercatat menunjukkan antusiasme masyarakat begitu besar. Sebanyak 106 orang memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis, dengan berbagai fasilitas yang disediakan. Pemeriksaan laboratorium sederhana dilakukan terhadap puluhan warga, meliputi pemeriksaan gula darah (29 orang), kolesterol (17 orang), serta asam urat (47 orang).

Selain pemeriksaan, 63 orang menerima obat-obatan sesuai dengan kondisi kesehatan masing-masing, yang dibagikan langsung oleh tim medis di lokasi. Tidak ketinggalan, 12 anak mengikuti program sunatan massal, sebuah pengalaman penuh makna yang tidak hanya menyehatkan tetapi juga menjadi kenangan indah bagi keluarga mereka.

Bagi sebagian warga, kesempatan seperti ini terasa begitu berharga. Biaya kesehatan yang kerap dirasa berat kini bisa diakses secara gratis, dan yang lebih penting, diberikan langsung dengan suasana kekeluargaan.

Polri Hadir untuk Kesehatan dan Kehidupan Sosial

Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Sumbar, Kombes Pol H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian Ditlantas terhadap masyarakat.

“Perayaan HUT ke-70 ini bukan hanya tentang usia atau pencapaian Ditlantas, tetapi juga tentang bagaimana kami bisa berbagi kebahagiaan dengan masyarakat. Kami ingin kehadiran Polri terasa bermanfaat, tidak hanya di jalan raya, tetapi juga dalam kehidupan sosial sehari-hari. Semoga kegiatan ini membawa dampak positif bagi masyarakat dan semakin memperkuat kepercayaan mereka terhadap Polri,” ujar Kombes Reza.

Ia menambahkan, kegiatan sosial semacam ini adalah bentuk nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat. Tidak hanya menjalankan fungsi pengaturan dan penegakan hukum lalu lintas, tetapi juga membangun kedekatan emosional dan kepercayaan publik melalui pelayanan yang menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat, yakni kesehatan.

Dukungan Penuh dan Kerja Sama Solid

Acara bakti kesehatan ini dipimpin langsung oleh Kasat PJR Ditlantas Polda Sumbar, AKBP Andis Anshori, dan berjalan dengan lancar serta penuh semangat. Kehadiran masyarakat yang begitu antusias menjadi bukti bahwa program ini benar-benar dinanti.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Susmelawati Rosya, menyampaikan rasa syukur atas suksesnya kegiatan tersebut.

“Kami bersyukur kegiatan ini mendapat sambutan positif dari masyarakat. Semua rangkaian acara berjalan dengan tertib dan aman, berkat kerja sama tim medis, personel Ditlantas, serta dukungan penuh warga sekitar. Inilah bentuk nyata pengabdian Polri untuk rakyat,” ujar Susmelawati.

Acara ini turut dihadiri oleh jajaran personel Ditlantas, tenaga medis, serta tokoh masyarakat setempat. Kehadiran mereka menambah khidmat suasana peringatan HUT Lantas ke-70, yang kali ini benar-benar dirasakan langsung manfaatnya oleh warga.

Momentum Berbagi dan Membangun Kepercayaan

Perayaan HUT Lantas ke-70 ini menjadi momentum refleksi bagi Ditlantas Polda Sumbar. Tidak hanya merayakan perjalanan panjang dalam menjaga ketertiban lalu lintas, tetapi juga menegaskan komitmen untuk terus dekat dengan masyarakat.

Melalui kegiatan ini, Ditlantas Polda Sumbar berharap hubungan harmonis antara Polri dan masyarakat semakin terjalin erat. Bahwa Polri tidak hanya hadir saat menindak pelanggaran lalu lintas, tetapi juga dalam memberikan solusi, pelayanan, dan kepedulian sosial yang nyata.

Kegiatan sederhana namun penuh makna ini menjadi bukti bahwa di balik tugas berat menjaga keamanan jalan raya, Polri tetap memiliki hati untuk berbagi kebahagiaan, menebar manfaat, dan membangun rasa saling percaya dengan masyarakat Sumatera Barat.

(Rini/mond) 

#DirlantasPoldaSumbar #SumateraBarat #PoldaSumbar


Serasinews.com, Padang – Di bawah langit biru Kota Padang, suasana berbeda terasa di salah satu sudut kota. Bukan deru kendaraan yang mendominasi, melainkan senyum, tawa, dan rasa syukur warga yang datang berbondong-bondong mengikuti kegiatan Bakti Kesehatan Gratis yang digelar Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sumatera Barat.

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun Lalu Lintas Bhayangkara ke-70, yang mengusung tema besar: “Lalu Lintas Modern yang Berkeselamatan Menuju Indonesia Emas.”

Khitan Massal dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis

Dalam kegiatan yang digelar penuh kekeluargaan ini, Ditlantas Polda Sumbar membuka layanan khitan massal gratis bagi anak-anak serta pemeriksaan kesehatan gratis untuk masyarakat umum. Tidak hanya itu, bingkisan juga diberikan sebagai bentuk kepedulian agar peserta pulang dengan senyum lega.

Anak-anak tampak berani menjalani proses khitan, sementara orang tua mereka duduk mendampingi dengan wajah haru. Bagi sebagian warga, kegiatan ini bukan hanya sekadar bantuan kesehatan, melainkan juga uluran tangan yang sangat berarti di tengah keterbatasan.

Salah seorang warga, Warni (42), mengaku sangat terbantu dengan kegiatan ini. “Bagi kami yang hidup sederhana, biaya khitan anak seringkali terasa berat. Kegiatan ini seperti hadiah dari langit. Kami benar-benar berterima kasih kepada polisi lalu lintas,” ucapnya dengan mata berbinar.

Pemimpin yang Turun Menyapa Rakyat

Di sela kegiatan, Dirlantas Polda Sumbar Kombes Pol H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq, S.H., S.I.K., M.H., hadir langsung menyapa masyarakat. Dengan senyum hangat, ia menyalami anak-anak peserta khitan massal dan berbincang akrab dengan warga.

Bagi banyak orang, kehadiran sosok pemimpin yang terjun langsung ke tengah masyarakat menghadirkan kesan tersendiri. Tidak ada jarak, tidak ada sekat. Seperti seorang bapak yang memperhatikan anak-anaknya, Kombes Reza memaknai kegiatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan sebuah wujud nyata kepedulian polisi terhadap rakyatnya.

“Polisi lalu lintas tidak hanya bertugas mengatur dan menjaga kelancaran jalan raya, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial. Kami ingin hadir di tengah masyarakat dengan membawa manfaat langsung, salah satunya lewat kegiatan bakti kesehatan ini,” ungkap Kombes Reza.

Menghubungkan Polisi dan Masyarakat

Bingkisan yang dibagikan setelah kegiatan bukan sekadar hadiah, melainkan simbol jembatan hati antara polisi dan masyarakat. Anak-anak yang menerima hadiah tampak tertawa riang, sementara para orang tua menghela napas lega karena beban mereka sedikit terangkat.

Bagi Ditlantas Polda Sumbar, keberhasilan acara ini bukan diukur dari besarnya panggung atau kemegahan acara, melainkan dari ketulusan interaksi yang tercipta—dari tawa anak-anak, senyum orang tua, hingga rasa syukur warga yang pulang dengan hati ringan.

Menjadi Cahaya di Tengah Hiruk Pikuk

Kegiatan ini sekaligus menegaskan bahwa polisi bukan hanya aparat penegak hukum, tetapi juga bagian dari keluarga besar masyarakat. Hubungan keduanya bukan dua entitas yang terpisah, melainkan saling merangkul dalam semangat kebersamaan.

Harapan pun mengalir dari warga: semoga kegiatan semacam ini tidak berhenti pada momentum peringatan, tetapi terus berlanjut di tahun-tahun berikutnya. Sebab, di balik sederhana acara, tersimpan makna besar bahwa polisi hadir bukan hanya di jalanan, melainkan juga di ruang-ruang kemanusiaan.

“Ini akan menjadi tradisi baik yang terus kami jaga. Semoga apa yang kami lakukan bisa memberi manfaat nyata, dan semoga lalu lintas yang aman dan berkeselamatan menjadi bagian dari Indonesia Emas di masa depan,” tutup Kombes Reza.


(Rini/mond) 

#DirlantasPoldaSumbar #SumateraBarat


Serasinews.com,- Ada masa dalam hidup ketika semua rencana yang disusun runtuh begitu saja. Janji-janji yang diharapkan tak pernah ditepati. Pintu-pintu yang diyakini akan terbuka justru terkunci rapat. Saat itu, hati terasa remuk dan perasaan gagal menghantui.

Namun, benarkah itu kegagalan? Atau sebenarnya kita sedang dipindahkan Allah ke jalan yang lebih aman?

Ketika Doa Tak Sejalan dengan Harapan

Coba bayangkan seorang anak muda yang bercita-cita besar bekerja di perusahaan ternama. Ia sudah berdoa, berusaha keras, bahkan meyakini bahwa di sanalah masa depannya akan cerah. Namun kenyataan berkata lain—namanya tidak pernah dipanggil. Hari-harinya diliputi kekecewaan.

Di matanya, ia gagal. Tapi siapa tahu? Bisa jadi perusahaan yang begitu ia idamkan justru penuh intrik, lingkungannya merusak iman, atau bahkan kelak menghadirkan tekanan yang menghancurkan kesehatan mentalnya. Allah dengan kasih sayang yang kadang tak kita pahami menariknya keluar sebelum ia masuk ke jurang yang berbahaya.

Ibnul Qayyim pernah menegaskan dengan indah: “Terkadang Allah mencegahmu dari sesuatu yang kamu cintai, karena Dia tahu itu akan membahayakanmu.”

Apa yang kita kira sebagai “hilang”, sebenarnya adalah “selamat”.

Ketika Cinta Tak Berbalas

Ada juga kisah seorang wanita yang begitu yakin bahwa seseorang adalah jodohnya. Ia mencintai, ia berharap, ia berdoa. Namun takdir berkata lain: orang itu menikah dengan yang lain. Tangisnya pecah, hatinya merasa hancur.

Ia pun sempat merasa gagal. Tapi waktu berjalan, dan ia akhirnya dipertemukan dengan pasangan yang jauh lebih baik: seseorang yang tulus mencintainya, yang membimbingnya dalam kebaikan, yang menjadikan rumah tangganya penuh berkah.

Apakah ia gagal? Tidak. Ia hanya sedang dijauhkan Allah dari seseorang yang mungkin akan menyakitinya, lalu dipertemukan dengan sosok yang benar-benar membahagiakannya.

Di sinilah kebenaran perkataan Al-Hasan Al-Bashri: “Jangan benci musibah yang menimpamu, karena bisa jadi keselamatanmu ada di balik musibah itu.”

Apa yang Kita Kira Musibah, Bisa Jadi Jalan Keselamatan

Hidup sering kali terasa penuh misteri. Kita melihat satu pintu tertutup dan merasa dunia runtuh. Padahal, bisa jadi Allah sedang membukakan pintu lain yang lebih besar.

Seorang pedagang kecil pernah mengalami kebangkrutan. Ia putus asa, merasa tak mampu lagi memberi nafkah. Tapi siapa sangka? Dari kebangkrutan itu ia belajar ilmu baru, membangun usaha lain, dan justru menjadi lebih sukses dari sebelumnya. Andai usahanya dulu terus berjalan, mungkin ia tak akan pernah menemukan jalan rezeki yang lebih luas.

Musibah, kegagalan, atau kehilangan bukan berarti akhir. Kadang, itulah awal dari sesuatu yang jauh lebih baik.

Allah Tidak Pernah Salah Menulis Takdir

Kita sering terjebak dalam persepsi manusia: sukses itu berarti tercapai, gagal itu berarti tak tercapai. Padahal, ukuran Allah berbeda. Yang kita anggap kegagalan bisa jadi keberhasilan di sisi-Nya, karena Ia lebih tahu apa yang menyelamatkan kita.

Penolakan dunia, bisa jadi adalah perlindungan Allah. Kekalahan di mata manusia, bisa jadi kemenangan di sisi Allah.

Maka, jangan terburu-buru berprasangka buruk pada takdir. Allah tak pernah salah menulis jalan hidup hamba-Nya. Setiap takdir adalah kepingan mozaik yang akan indah bila disusun pada waktunya.

Senyum di Balik Luka

Sebab itu, jika suatu hari doa-doa tak kunjung terkabul, atau jalan hidup terasa tidak sesuai rencana, jangan langsung menuduh diri gagal. Katakanlah pada hati sendiri:

"Aku tidak gagal. Aku hanya sedang diselamatkan Allah."

Biarlah luka itu menjadi pengingat bahwa Allah selalu lebih tahu. Biarlah kehilangan itu menjadi bukti bahwa Allah sedang menjaga. Dan biarlah penolakan itu menjadi tanda bahwa Allah punya rencana yang lebih indah.

Senyumlah, meski hati perih. Karena di balik setiap air mata, ada kasih sayang Allah yang bekerja dengan cara yang tak selalu kita pahami sekarang, tapi pasti kita syukuri nanti.

(***)

#Islami #Religi




Serasinews.com,Padang, - Suasana hangat dan penuh kekeluargaan mengawali Reses I masa sidang 2025–2026 yang digelar anggota DPRD Kota Padang, Zalmadi, S.Hum, bersama puluhan awak media yang tergabung dalam Ikatan Kekeluargaan Wartawan (IKW) Republik Indonesia di Rumah Gadang Rimbo Tarok, Selasa (9/9/2025). Hadirnya para wartawan membuat pertemuan yang awalnya bersifat dialog konstituen menjadi ajang refleksi profesi pers dengan topik sentral: tanggung jawab jurnalistik dan ketaatan pada Undang-Undang Pokok Pers. 

Di hadapan rekan-rekan seprofesi yang pernah menjadi bagian dari perjalanan kariernya sebelum terjun ke politik, Zalmadi mengingatkan bahwa tugas wartawan jauh melampaui sekadar peliputan berita. “Wartawan memiliki peran mulia. Pers bukan sekadar profesi, melainkan pilar demokrasi yang harus tegak lurus pada kebenaran dan keadilan. Undang-undang ini menjadi pedoman utama agar kita tidak melenceng dari marwah pers yang sesungguhnya,” tegasnya disambut anggukan para hadirin.

Zalmadi menekankan pentingnya merujuk pada Pasal 6 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, yang menempatkan pers nasional sebagai instrumen pemenuhan hak masyarakat untuk mengetahui serta pengembangan opini publik — termasuk fungsi pengawasan, kritik, dan koreksi terhadap kepentingan publik. Menurutnya, pemahaman dan penerapan prinsip-prinsip dalam undang-undang tersebut adalah benteng agar praktik jurnalistik tidak menjadi alat destruktif tetapi konstruktif bagi kehidupan publik. 

Sebagai mantan jurnalis, Zalmadi berbicara dari pengalaman. Ia mengaku bangga dapat kembali berkumpul dengan kawannya sesama awak media, dan menggambarkan bagaimana etika jurnalistik serta prinsip peliputan bertanggung jawab menjadi pondasi yang menuntun langkahnya sebagai wakil rakyat. Kehadiran Zalmadi yang juga menjabat sebagai Dewan Pembina IKW RI sekaligus Ketua Karang Taruna Kota Padang menjadikan pertemuan ini lebih dari sekadar reses politik—melainkan jembatan antara legislatif, pers, dan organisasi kemasyarakatan. 

Dalam sesi tanya jawab, diskusi mengalir ke isu-isu aktual: verifikasi fakta di era informasi cepat, bahaya disinformasi, batasan kebebasan pers, hingga peran media lokal dalam membangun narasi pembangunan kota. Beberapa wartawan menyorot kebutuhan pelatihan berkelanjutan agar kemampuan investigasi dan etika pemberitaan tetap kuat di tengah tekanan kecepatan rilis berita. Zalmadi menyambut masukan tersebut, berjanji mendorong program kolaboratif antara DPRD, organisasi pers lokal, dan komunitas guna meningkatkan kapasitas jurnalistik.

Momentum reses itu juga dimanfaatkan untuk ajang silaturahmi lintas elemen: hadir pula Hendri Tanjung, S.Hut, Ketua Pelaksana HUT Karang Taruna ke-65, yang memaparkan rangkaian peringatan organisasi kepemudaan tersebut. Rangkaian kegiatan dijadwalkan berlangsung 21–23 September 2025 dengan puncak acara pada 26 September 2025—menyajikan turnamen mini soccer, program “Karang Taruna Go To School”, santunan untuk keluarga kurang mampu, lomba mars Karang Taruna, perlombaan seni suara seperti nasyid dan kasidah, serta atraksi kebudayaan tradisional seperti pencak silat dan randai. Kehadiran program yang variatif ini menunjukkan upaya Karang Taruna menggabungkan pemberdayaan sosial, edukasi, dan pelestarian budaya. (Catatan: Karang Taruna didirikan pada 26 September 1960 sehingga perayaan ke-65 berbarengan dengan tanggal kelahiran organisasi.) 

Penguatan Akuntabilitas Publik. Ketika pers berfungsi sebagai pengawas yang bertanggung jawab, transparansi pemerintahan dan kualitas kebijakan publik cenderung meningkat.

Perlunya Profesionalisme di Era Digital. Kecepatan tanpa verifikasi berisiko merusak kredibilitas, sehingga pelatihan dan kode etik harus terus digalakkan.

Kolaborasi antar-elemen masyarakat. Forum semacam reses yang membuka ruang dialog antara wakil rakyat, wartawan, dan organisasi kepemudaan memperkuat jaringan sosial yang mendukung pembangunan lokal.

Reses I ini menutup dengan catatan optimis: dialog yang hangat dan kritis membuka peluang bagi inisiatif bersama dari program pelatihan jurnalistik hingga keterlibatan Karang Taruna dalam program literasi media di sekolah-sekolah. Bagi pembaca yang ingin mengikuti rangkaian HUT Karang Taruna atau berharap berdialog langsung dengan wakil rakyat, kalender kegiatan telah dipaparkan dan menjadi pintu masuk untuk partisipasi publik.

(rini/mond) 


Bapenda Padang Copot Spanduk Liar di Sejumlah Titik Kota Padang (Dok: Ist) 

Serasinews.com, Padang – Wajah Kota Padang yang dikenal dengan panorama indah dan tata kota yang terus dibenahi, belakangan mulai tercemar. Bukan oleh sampah plastik ataupun coretan vandalisme, melainkan oleh maraknya spanduk, baliho, hingga papan nama usaha yang terpasang semrawut di berbagai sudut kota.

Mulai dari jalan protokol, jalur hijau, hingga depan pertokoan, media promosi luar ruang itu bertebaran tanpa aturan. Sebagian bahkan berdiri di median jalan, menutupi pandangan pengguna jalan sekaligus merusak estetika kota.

Fenomena ini akhirnya membuat Pemerintah Kota Padang bertindak tegas. Melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) bersama Satpol PP, penertiban besar-besaran pun dilakukan sejak Senin (8/9/2025).

Penertiban Sesuai Aturan Perwako

Kepala Bapenda Kota Padang, Yosefriawan, menegaskan bahwa aksi penertiban ini bukan sekadar membersihkan kota, tetapi juga menjalankan amanat regulasi.

“Sesuai Peraturan Wali Kota (Perwako) Nomor 9 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Reklame, setiap spanduk maupun baliho dilarang dipasang di median jalan. Banyak yang melanggar aturan ini, makanya kita lakukan penertiban,” ungkap Yosefriawan, Selasa (9/9/2025).

Tak hanya itu, reklame yang dipasang sembarangan di depan toko dan menutup pandangan atau mengganggu kenyamanan publik juga ikut diturunkan.

“Bukan hanya soal keindahan kota, tapi juga soal ketertiban, keselamatan, dan kepatuhan membayar pajak reklame. Banyak spanduk komersial yang juga tidak tercatat membayar pajak,” tegasnya.

Razia di Sejumlah Ruas Jalan

Sejak dimulai pada Senin, tim gabungan bergerak menyusuri sejumlah ruas jalan utama. Pada hari pertama, penertiban dilakukan di jalur hijau Jalan Hamka hingga batas kota, Jalan Pemuda, Jalan A. Yani, dan beberapa titik lainnya.

Kemudian pada Selasa (9/9/2025), tim kembali bergerak lebih luas. Kawasan wisata Pantai Padang, Bandar Olo, Andalas, hingga sepanjang Bypass menjadi lokasi pembersihan.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kabid Pengendalian dan Pelaporan Pendapatan Bapenda, Ikrar Prakarsa, dengan pola operasi lapangan dari pagi hingga sore.

“Penertiban ini akan berlanjut dalam satu bulan penuh. Tim setiap hari bergerak untuk memastikan tidak ada lagi reklame liar yang merusak keindahan kota,” jelas Yosefriawan.

Keindahan Kota Bukan Sekadar Formalitas

Langkah ini, menurut Pemko, tidak hanya soal tegaknya aturan, tetapi juga menyangkut citra Kota Padang sebagai ibu kota provinsi yang menjadi pusat pemerintahan, pendidikan, hingga pariwisata di Sumatera Barat.

Spanduk dan baliho liar dinilai bukan hanya mengganggu pandangan, tetapi juga memberi kesan semrawut dan menurunkan kualitas tata kota. Hal itu tentu bertolak belakang dengan semangat pemerintah untuk menjadikan Padang sebagai kota yang tertata rapi, ramah wisatawan, sekaligus nyaman bagi warganya.

“Keindahan kota bukan hanya soal taman yang asri atau jalan yang bersih, tetapi juga keteraturan. Jika spanduk dibiarkan semrawut, wajah kota akan terlihat kumuh,” kata Yosefriawan.

Imbauan Bagi Pelaku Usaha

Melalui operasi penertiban ini, Pemko Padang juga mengirimkan pesan kuat kepada para pelaku usaha. Mereka diminta untuk lebih tertib dan tidak semaunya memasang spanduk atau baliho.

“Silakan berpromosi, tapi lakukan sesuai aturan. Ada tempat yang sudah disediakan agar tidak mengganggu kenyamanan publik. Jangan sampai karena ingin promosi, malah merusak wajah kota,” imbau Yosefriawan.

Ia menambahkan, pemasangan reklame juga sebaiknya dilakukan dengan mekanisme resmi, termasuk kewajiban pajak yang akan kembali pada pembangunan kota.

“Mari sama-sama kita jaga keindahan Padang. Kota ini bukan hanya milik pemerintah, tetapi juga rumah bagi kita semua,” tutupnya.

(Rini/mond) 

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.