Serasinews.com, Padang - Di tengah arus informasi yang semakin cepat, Kota Padang memilih untuk tidak tinggal diam. Melalui Festival Literasi Padang 2026, Pemerintah Kota Padang menghadirkan sebuah gerakan yang menjadikan perpustakaan sebagai ruang hidup—tempat lahirnya ide, kreativitas, dan karya.
Selama sepuluh hari, dari 24 April hingga 3 Mei 2026, festival ini menjadi panggung bagi semangat literasi dengan mengusung tema “Perpustakaan Keren Menghasilkan Penulis Paten.” Tema ini bukan sekadar slogan, melainkan gambaran perubahan wajah perpustakaan yang kini tampil lebih dinamis, inspiratif, dan dekat dengan generasi masa kini.
Beririsan dengan peringatan Hari Buku Sedunia dan Hari Pendidikan Nasional, festival ini membawa pesan kuat bahwa membaca dan menulis adalah fondasi penting dalam membangun masa depan. Namun lebih dari itu, literasi kini dimaknai sebagai kemampuan memahami, mengolah, hingga menciptakan informasi menjadi karya yang bernilai.
Kolaborasi antara Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padang bersama Gramedia memperkaya warna festival. Beragam kegiatan dihadirkan, mulai dari pameran buku, diskusi, hingga pelatihan kepenulisan yang membuka peluang bagi siapa saja untuk menjadi penulis.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padang, Heriza Syafani, melihat perpustakaan sebagai ruang yang harus terus bertransformasi. Baginya, perpustakaan yang menarik adalah perpustakaan yang mampu menggerakkan orang untuk berpikir, berdiskusi, dan akhirnya menciptakan karya.
Melalui rangkaian kegiatan ini, masyarakat diajak melangkah lebih jauh—tidak hanya sebagai pembaca, tetapi juga sebagai pencipta. Ide-ide yang sebelumnya hanya tersimpan, kini didorong untuk dituangkan menjadi tulisan yang bermakna.
Festival ini pun menjadi bukti bahwa ketika berbagai pihak bersatu, gerakan literasi dapat tumbuh lebih kuat. Perpustakaan tidak lagi sunyi, melainkan menjadi pusat aktivitas yang melahirkan generasi kreatif.
Pada akhirnya, dari perpustakaan yang “keren” inilah diharapkan muncul penulis-penulis paten—mereka yang tidak hanya mampu menulis, tetapi juga memberi dampak melalui karya-karyanya.
(Rini)


Posting Komentar