Serasinews.com, Padang – Stand pabukoan gratis yang digelar di Jalan Baru, Kelurahan Indarung, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kamis (26/2/2026) ramai dipadati warga setiap sore selama Ramadan. Kegiatan sosial tersebut diinisiasi oleh Dani Faizal bersama timnya sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat.
Tak hanya menyediakan pabukoan di lokasi, Dani Faizal juga mengerahkan tim untuk mengantarkan makanan berbuka langsung ke rumah-rumah warga. Langkah ini pun mendapat apresiasi luas karena dinilai sangat membantu, khususnya bagi masyarakat yang tidak sempat datang ke lokasi.
Warga mengaku bersyukur dan berterima kasih atas kepedulian yang diberikan. Menurut mereka, menu pabukoan yang dibagikan tidak hanya gratis, tetapi juga sesuai selera dan memuaskan. “Kami sangat berterima kasih. Bantuan ini sangat berarti bagi kami,” ujar salah seorang warga.
Dani Faizal dikenal sebagai sosok muda yang dermawan, religius, dan humanis. Meski bukan pejabat, ia konsisten menunjukkan kepeduliannya kepada masyarakat. Sejak 2018 hingga 2026, ia rutin menyalurkan bantuan sembako kepada warga. Bahkan menjelang Ramadan tahun ini, ia membagikan bantuan beras kepada 5.000 kepala keluarga.
Selama bulan Ramadan, kegiatan berbagi pabukoan gratis telah menjadi agenda tahunan yang dilaksanakan penuh selama satu bulan. Bagi Dani Faizal, Ramadan adalah momentum untuk memperbanyak amal dan mempererat kebersamaan dengan masyarakat.
“Selagi saya mampu dan bisa membantu, itu sudah menjadi kewajiban bagi saya,” ungkapnya.
Baginya, kebahagiaan sejati bukan terletak pada materi, melainkan pada kesempatan untuk berbagi dan berbaur dengan masyarakat.
(Rini)
#Ramadhan #PabukoanGratis #puasa
#Padang #DaniFaisal
Serasinews.com, Padang - Kepolisian Daerah Sumatera Barat menggelar kegiatan Tabligh Akbar pada Selasa (24/2/2026) sebagai bagian dari upaya pembinaan rohani dan mental bagi seluruh personel Polri di wilayah Sumatera Barat. Kegiatan yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh seluruh jajaran Polri, mulai dari pejabat utama hingga personel di berbagai satuan kerja.
Acara dibuka secara resmi dengan kata sambutan dari Kapolda Sumatera Barat, Gatot Tri Suryanta. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya memperkuat keimanan dan ketakwaan sebagai landasan utama dalam menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. Ia juga mengajak seluruh personel untuk menjadikan momentum Tabligh Akbar ini sebagai sarana introspeksi diri serta mempererat soliditas dan integritas dalam institusi Polri.
Menurut beliau, tantangan tugas kepolisian yang semakin kompleks di era modern menuntut setiap anggota Polri tidak hanya memiliki profesionalisme tinggi, tetapi juga akhlak dan moral yang kuat. Dengan keseimbangan antara kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual, diharapkan seluruh jajaran mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat serta menjaga kepercayaan publik.
Kegiatan Tabligh Akbar ini semakin bermakna dengan tausiah dan doa bersama yang dipimpin oleh Ustadz Adi Hidayat. Dalam ceramahnya, beliau menyampaikan pesan-pesan keagamaan yang menyejukkan, mengajak seluruh hadirin untuk senantiasa bersyukur, menjaga amanah, serta bekerja dengan penuh keikhlasan sebagai bentuk ibadah kepada Allah SWT. Doa bersama yang dipanjatkan menjadi simbol harapan agar seluruh personel Polri senantiasa diberikan kekuatan, perlindungan, dan kelancaran dalam menjalankan tugas.
Suasana acara berlangsung penuh kekhusyukan dan kebersamaan. Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun semangat spiritual yang semakin kokoh di lingkungan Polda Sumbar, sehingga mampu mendukung terwujudnya Polri yang Presisi, humanis, dan semakin dicintai masyarakat.
(Rini)
#TablighAkbar #Padang
#PoldaSumbar
Serasinews.com, PADANG – Pascapelaksanaan Operasi Pekat Singgalang 2026, suasana di kawasan Penginapan Pondok Minang, Padang Barat, tampak lebih tenang dari biasanya. Aktivitas yang sebelumnya ramai kini terlihat lebih sepi. Namun, sejumlah pihak menduga praktik yang sempat menjadi sorotan itu belum sepenuhnya berhenti.
Operasi yang dilakukan tim Resmob Ditreskrimum Polda Sumbar beberapa waktu lalu menargetkan dugaan tindak pidana prostitusi dan judi online di wilayah tersebut. Sejumlah orang diamankan dalam rangkaian penindakan itu.
Meski demikian, berdasarkan pemantauan di lapangan pada Minggu (22/2), perubahan yang terlihat lebih pada pola aktivitas. Jika sebelumnya aktivitas terkesan terbuka, kini diduga berlangsung lebih tertutup dan berhati-hati.
Beberapa akun yang menawarkan jasa melalui aplikasi perpesanan masih terpantau aktif di sekitar wilayah tersebut, meski intensitasnya tidak setinggi sebelumnya. Dugaan sementara, para pelaku memilih mengurangi aktivitas terbuka guna menghindari razia dan patroli aparat.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumbar melalui jajaran Resmob membenarkan adanya sejumlah penindakan dalam operasi tersebut. Di antaranya, pengamanan seorang pria berinisial FH (18) terkait dugaan praktik mucikari, serta NA (19) yang diduga terlibat judi online. Selain itu, seorang perempuan berinisial NYF (23) juga pernah diamankan dalam kasus dugaan tindak pidana perdagangan orang di salah satu hotel di Padang.
Rangkaian penindakan ini menunjukkan adanya upaya aparat dalam menindak dugaan pelanggaran hukum di kawasan tersebut. Namun demikian, pengawasan lanjutan dinilai penting untuk memastikan praktik serupa tidak kembali terjadi.
Sejumlah regulasi daerah memberikan kewenangan bagi pemerintah kota untuk melakukan evaluasi hingga pencabutan izin usaha apabila terbukti terjadi pelanggaran berulang. Karena itu, masyarakat berharap langkah penegakan aturan dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan.
Situasi ini menjadi pengingat bahwa penertiban tidak cukup dilakukan sekali. Pengawasan berkelanjutan serta koordinasi lintas instansi dinilai menjadi kunci agar kawasan tersebut benar-benar bebas dari aktivitas yang melanggar hukum.
(TIM)
#Padang #PenegakanHukum #Daerah
Serasinews.com, - Bulan Ramadhan bukan sekadar bulan puasa. Ia adalah bulan transformasi ruhani, momentum perubahan hakiki yang sering kali luput dari kesadaran banyak umat Muslim. Sebagian orang memaknainya sebatas menahan lapar dan dahaga, padahal di baliknya tersimpan rahasia ilahiah, kemuliaan spiritual, dan peluang besar meraih kedudukan tinggi di sisi Allah.
Artikel ini mengulas keistimewaan Ramadhan yang jarang dibahas, secara rinci dan mendalam, agar umat Muslim benar-benar memahami hakikat bulan suci ini.
1. Ramadhan: Bulan Pendidikan Jiwa, Bukan Sekadar Ritual
Allah tidak mensyariatkan puasa hanya untuk menahan hawa nafsu jasmani, melainkan mendidik jiwa agar mencapai derajat takwa.
Dalil Al-Qur’an
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
Artinya:
Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.
(QS. Al-Baqarah: 183)
Keistimewaan tersembunyi:
Takwa bukan hanya takut kepada Allah, tetapi kesadaran terus-menerus bahwa Allah selalu mengawasi, bahkan saat tidak ada manusia yang melihat.
2. Ramadhan: Bulan Diturunkannya Al-Qur’an sebagai Petunjuk Hidup
Ramadhan adalah bulan turunnya wahyu, bukan sekadar bulan ibadah fisik
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِّنَ الْهُدَىٰ وَالْفُرْقَانِ
Artinya:
Bulan Ramadhan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda (antara yang benar dan yang batil).
(QS. Al-Baqarah: 185)
Yang jarang disadari:
Ramadhan bukan hanya waktu membaca Al-Qur’an, tetapi menghidupkan Al-Qur’an dalam sikap, keputusan, dan akhlak.
3. Setan Dibelenggu, Tapi Maksiat Masih Terjadi Mengapa?
Rasulullah ﷺ bersabda bahwa setan-setan dibelenggu di bulan Ramadhan. Namun mengapa dosa tetap terjadi?
Jawaban mendalamnya:
Yang tersisa bukan setan, melainkan nafsu manusia yang belum dididik. Ramadhan adalah cermin: siapa yang masih bermaksiat, berarti musuh terbesarnya bukan setan, tapi dirinya sendiri.
4. Pintu Surga Dibuka, Pintu Neraka Ditutup Makna Hakikinya
Ini bukan hanya peristiwa metafisik, tetapi isyarat rahmat Allah yang luar biasa luas.
وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ
Artinya:
Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat.
(QS. Al-Baqarah: 186)
Makna terdalam:
Ramadhan adalah bulan kedekatan, di mana doa tidak sekadar dikabulkan, tetapi didengar dengan kasih sayang khusus.
5. Lailatul Qadar: Bukan Sekadar Malam, Tapi Titik Balik Hidup
لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِّنْ أَلْفِ شَهْرٍ
Artinya:
Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan.
(QS. Al-Qadr: 3)
Keistimewaan yang jarang disadari:
Lailatul Qadar bukan hanya soal pahala, tapi malam di mana takdir kehidupan bisa berubah dari gelap menuju terang, dari lalai menuju hidayah.
6. Ramadhan Mengajarkan Keikhlasan yang Tidak Terlihat
Puasa adalah ibadah yang tidak bisa dipamerkan. Orang bisa berpura-pura shalat, tetapi tidak bisa berpura-pura berpuasa di hadapan Allah.
Karena itu Allah berfirman dalam hadits qudsi:
“Puasa itu untuk-Ku, dan Aku sendiri yang akan membalasnya.”
Inilah keistimewaan langka:
Ramadhan adalah latihan kejujuran spiritual, ketika iman diuji tanpa saksi manusia.
7. Ramadhan: Momentum Penghapusan Dosa Total
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Barang siapa berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”
Catatan penting:
Ampunan ini bukan otomatis, tetapi untuk mereka yang:
Berpuasa dengan iman
Menjaga lisan dan akhlak
Menjadikan Ramadhan sebagai sarana perubahan diri
Ramadhan Bukan Rutinitas, Tapi Kesempatan Terakhir
Banyak orang menjalani Ramadhan seperti tahun-tahun sebelumnya, tanpa perubahan. Padahal tidak ada jaminan kita akan bertemu Ramadhan berikutnya.
Ramadhan adalah undangan langsung dari Allah siapa yang memahaminya akan pulang membawa ampunan, cahaya iman, dan ketenangan jiwa.
فَفِرُّوا إِلَى اللَّهِ
“Maka berlarilah kalian menuju Allah.”
(QS. Adz-Dzariyat: 50)
Semoga Ramadhan ini bukan sekadar berlalu, tetapi mengubah kita selamanya.
(*)
#Religi #Islami
Serasinews.com, Padang - Menjelang datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, jajaran Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat bersama para Kepala Kejaksaan Negeri se-Sumatera Barat menggelar pertemuan silaturahmi dengan wartawan dan penggiat antikorupsi di Padang, Jumat (13/2/2026).
Kegiatan yang berlangsung dalam suasana akrab dan penuh kebersamaan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat sinergi antara aparat penegak hukum, insan pers, dan masyarakat sipil. Pertemuan tersebut tidak hanya menjadi ajang mempererat hubungan kelembagaan, tetapi juga forum dialog terbuka guna mendorong transparansi dan integritas dalam upaya pemberantasan tindak pidana korupsi di Sumatera Barat.
Dalam sambutannya, Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat, Muhibuddin, SH.,MH menekankan bahwa keberhasilan penegakan hukum tidak dapat berjalan sendiri tanpa dukungan berbagai elemen. Media dinilai memiliki peran penting sebagai penyampai informasi yang objektif dan edukatif kepada publik, sementara penggiat antikorupsi berfungsi sebagai mitra kritis sekaligus kontrol sosial dalam mengawal tata kelola pemerintahan yang bersih dan akuntabel.
Momentum menjelang Ramadan ini juga dimaknai sebagai kesempatan untuk memperkuat komitmen moral dan spiritual dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab. Seluruh pihak diajak menjadikan bulan suci sebagai ruang refleksi untuk meningkatkan integritas, profesionalisme, serta semangat pengabdian demi menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum.
Melalui silaturahmi ini, diharapkan kolaborasi yang telah terjalin dapat semakin solid dan berkelanjutan, demi terwujudnya penegakan hukum yang transparan, berkeadilan, dan berorientasi pada kepentingan publik.
(Rini)
#KejatiSumbar #Hukum
#SumateraBarat